Anda di halaman 1dari 169

BAB I

SELAYANG PANDANG KULON PROGO

Kabupaten Kulon Progo adalah sebuah kabupaten di


Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Ibukotanya
adalah Wates. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten
Sleman dan Kabupaten Bantul di timur, Samudra Hindia di
selatan, Kabupaten Purworejo di barat, serta Kabupaten
Magelang di utara. Nama Kulon Progo berarti sebelah barat
Sungai Progo (kata kulon dalam Bahasa Jawa artinya barat).
Kali Progo membatasi kabupaten ini di sebelah timur.

Gambar 1.1 Lambang Kulon Progo

1
Kabupaten Kulon Progo terdiri atas 12 kecamatan, yang
dibagi lagi atas 88 desa dan kelurahan, serta 930 Pedukuhan
(sebelum otonomi daerah dinamakan Dusun). Pusat
pemerintahan di Kecamatan Wates, yang berada sekitar 25 km
sebelah barat daya dari pusat Ibukota Provinsi DIY, di jalur
utama lintas selatan Pulau Jawa (Surabaya - Yogyakarta -
Bandung. Wates juga dilintasi jalur kereta api lintas selatan
Jawa. Kulon Progo menggunakan kodepos 55611 (lama) dan
55600/55651 (baru).

Bagian barat laut wilayah kabupaten ini berupa


pegunungan (Bukit Menoreh), dengan puncaknya Gunung
Gajah (828 m), di perbatasan dengan Kabupaten Purworejo.
Sedangkan di bagian selatan merupakan dataran rendah yang
landai hingga ke pantai. Pantai yang ada di Kabupaten
Kulonprogo adalah Pantai Congot, Pantai Glagah (10 km arah
barat daya kota Wates atau 35 km dari pusat Kota Yogyakarta)
dan Pantai Trisik.

Kabupatan Kulon Progo ini memiliki motto “Kulon


Progo BINANGUN”, “BINAGUN” sendiri adalah singkatan
dari Beriman, Indah, Nuhoni, Aman, Nalar, Guyub, Ulet, dan
Nyaman. Semboyan kabupaten ini adalah Kota Menoreh

2
dikarenakan daerah ini dikelilingi oleh perbukitan menoreh dan
mempunyai slogan pariwisata “ The Jewel of Java”.

Gambar 1.2 Selogan Pariwisata Kulon Progo

A. Sejarah

Pada tahun 1674, Keraton Mataram, Yogyakarta diserang


oleh Trunojoyo yang mendapat bantuan dari Makasar
mengakibatkan kerusakan pada Keraton dan terdesaknya
Amangkurat I melarikan diri untuk meminta bantuan kepada
Belanda, hingga meninggal di Tegal dalam pelariannya.

Untuk mengantisipasi serangan dari pengikut Trunojoyo,


pada tahun 1677 keraton Mataram di pimpin oleh Amangkurat
II yang merupakan putera mahkota dari Amangkurat I
meminta bupati Ponorogo untuk mendapatkan penjagaan
keraton oleh bala Warok yang terkenal pandai dalam perang

3
dan meminta bantuan kepada kolonial Belanda untuk
menangkap Trunojoyo.

Setelah dijaganya keraton Mataram oleh para Warok dari


Ponorogo, Tronojoyo kesulitan menembus keraton dan
ditangkap serta dijatuhi hukuman mati pada tahun 1679.

Para Warok yang berhasil menjaga Keraton mendapat


hadiah tempat tinggal di sebalah barat keraton untuk
memudahkan penjagaan keraton ketika terjadi penyerangan
terhadap keraton. Keraton tersebut diberi nama Kulon
Ponorogo hingga di kenal saat ini menjadi Kulon Progo yang
berarti Keraton Mataram sebelah Barat Ponorogo.

Daerah yang saat ini termasuk wilayah Kabupaten Kulon


Progo hingga berakhirnya pemerintahan kolonial Hindia
Belanda merupakan wilayah dua kabupaten, yaitu Kabupaten
Kulon Progo yang merupakan wilayah Kasultanan
Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kabupaten Adikarto yang
merupakan wilayah Kadipaten Pakualaman. Kedua kabupaten
ini digabung administrasinya menjadi Kabupaten Kulon Progo
pada tanggal 15 Oktober 1951

Kabupaten Kulon Progo

4
Gambar 1.3 Pembagian wilayah administrasi Kabupaten
Kulon Progo

Sebelum Perang Diponegoro di daerah Negaragung,


termasuk di dalamnya wilayah Kulon Progo, belum ada pejabat
pemerintahan yang menjabat di daerah sebagai penguasa. Pada
waktu itu roda pemerintahan dijalankan oleh pepatih dalem
yang berkedudukan di Ngayogyakarta Hadiningrat. Setelah
Perang Diponegoro 1825-1830 di wilayah Kulon Progo

5
sekarang yang masuk wilayah Kasultanan terbentuk empat
kabupaten yaitu:

 Kabupaten Pengasih, tahun 1831


 Kabupaten Sentolo, tahun 1831
 Kabupaten Nanggulan, tahun 1851
 Kabupaten Kalibawang, tahun 1855

Masing-masing kabupaten tersebut dipimpin oleh seorang


tumenggung. Menurut buku Prodjo Kejawen pada tahun 1912,
Kabupaten Pengasih, Sentolo, Nanggulan dan Kalibawang
digabung menjadi satu dan diberi nama Kabupaten Kulon
Progo, dengan ibukota di Pengasih. Bupati pertama dijabat oleh
Raden Tumenggung Poerbowinoto.

Dalam perjalanannya, sejak 16 Februari 1927 Kabupaten


Kulon Progo dibagi atas dua kawedanan dengan delapan
kapanewon, sedangkan ibukotanya dipindahkan ke Sentolo.
Dua kawedanan tersebut adalah Kawedanan Pengasih yang
meliputi Kapanewon Lendah, Sentolo, Pengasih dan
Kokap/Sermo. Kawedanan Nanggulan meliputi Kapanewon
Watumurah/Girimulyo, Kalibawang dan Samigaluh.

6
Berikut adalah daftar Bupati Kulon Progo sampai dengan
tahun 1951 adalah sebagai berikut:

1. RT. Poerbowinoto
2. KRT. Notoprajarto
3. KRT. Harjodiningrat
4. KRT. Djojodiningrat
5. KRT. Pringgodiningrat
6. KRT. Setjodiningrat
7. KRT. Poerwoningrat

Kabupaten Adikarto

Di daerah selatan Kulon Progo ada suatu wilayah yang


masuk Keprajan Kejawen yang bernama Karang Kemuning
yang selanjutnya dikenal dengan nama Kabupaten Adikarto.
Menurut buku Vorstenlanden disebutkan bahwa pada tahun
1813, Pangeran Notokusumo diangkat menjadi KGPA Ario
Paku Alam I dan mendapat palungguh di sebelah barat Kali
Progo sepanjang pantai selatan yang dikenal dengan nama Pasir
Urut Sewu. Oleh karena tanah pelungguh itu letaknya
berpencaran, maka sentono ndalem Paku Alam yang bernama
Kyai Kawirejo I menasehatkan agar tanah pelungguh tersebut
disatukan letaknya. Dengan satukannya pelungguh tersebut,
7
maka menjadi satu daerah kesatuan yang setingkat kabupaten.
Daerah ini kemudian diberi nama Kabupaten Karang
Kemuning dengan ibukota Brosot.

Sebagai Bupati yang pertama adalah Tumenggung


Sosrodigdoyo. Bupati kedua, R. Rio Wasadirdjo, mendapat
perintah dari KGPAA Paku Alam V agar mengusahakan
pengeringan Rawa di Karang Kemuning. Rawa-rawa yang
dikeringkan itu kemudian dijadikan tanah persawahan yang Adi
(Linuwih) dan Karta (Subur) atau daerah yang sangat subur.
Oleh karena itu, maka Sri Paduka Paku Alam V lalu berkenan
menggantikan nama Karang Kemuning menjadi Adikarta pada
tahun 1877 yang beribukota di Bendungan. Kemudian pada
tahun 1903 bukotanya dipindahkan ke Wates. Kabupaten
Adikarta terdiri dua kawedanan (distrik) yaitu kawedanan
Sogan dan kawedanan Galur. Kawedanan Sogan meliputi
kapanewon (onder distrik) Wates dan Temon, sedangkan
Kawedanan Galur meliputi kapanewon Brosot dan Panjatan.[3]

Bupati di Kabupaten Adikarta sampai dengan tahun 1951


berturut-turut sebagai berikut:

1. Tumenggung Sosrodigdoyo
2. R. Rio Wasadirdjo
8
3. R.T. Surotani
4. R.M.T. Djayengirawan
5. R.M.T. Notosubroto
6. K.R.M.T. Suryaningrat
7. Mr. K.R.T. Brotodiningrat
8. K.R.T. Suryaningrat (Sungkono)

Penggabungan wilayah Kabupaten Adikarto dengan


Kabupaten Kulon Progo

Pada tanggal 5 September 1945, Sultan


Hamengkubuwono IX dan Paku Alam VIII mengeluarkan
amanat yang menyatakan bahwa Kasultanan dan Pakualaman
adalah daerah yang bersifat kerajaan dan daerah istimewa dari
Negara Republik Indonesia.

Pada tahun 1951, Hamengkubuwono IX dan Paku Alam


VIII memikirkan perlunya penggabungan antara wilayah
Kasultanan yaitu Kabupaten Kulon Progo dengan wilayah
Pakualaman yaitu Kabupaten Adikarto. Atas dasar kesepakatan
kedua penguasa tersebut, selanjutnya dikeluarkan Undang-
Undang Nomor 18 Tahun 1951 yang ditetapkan tanggal 12
Oktober 1951 dan diundangkan tanggal 15 Oktober 1951.
Undang-undang ini mengatur tentang Perubahan Undang-
9
Undang Nomor 15 Tahun 1950 untuk Penggabungan Daerah
Kabupaten Kulon Progo dan Kabupaten Adikarto dalam
lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi satu
kabupaten dengan nama Kulon Progo yang selanjutnya berhak
mengatur dan mengurus rumah-tanganya sendiri. Undang-
undang tersebut mulai berlaku mulai tanggal 15 Oktober 1951.
Secara yuridis formal Hari Jadi Kabupaten Kulon Progo adalah
15 Oktober 1951, yaitu saat diberlakukannya Undang-Undang
Nomor 18 Tahun 1951 oleh Menteri Kehakiman Republik
Indonesia.

Selanjutnya pada tanggal 29 Desember 1951 proses


administrasi penggabungan telah selesai dan pada tanggal 1
Januari 1952, administrasi pemerintahan baru, mulai
dilaksanakan dengan pusat pemerintahan di Wates. Nama-nama
yang menjabat Bupati-Wakil Bupati Kulonprogo sejak tahun
1951 sampai sekarang adalah:

1. KRT.Suryoningrat (1951-1959)
2. R.Prodjo Suparno (1959-1962)
3. KRT.Kertodiningrat (1963-1969)
4. R.Soetedjo (1969-1975)
5. R.Soeparno (1975-1980)

10
6. KRT.Wijoyo Hadiningrat (1981-1991)
7. Drs.H.Suratidjo (1991-2001)
8. H.Toyo Santoso Dipo - HM.Anwar Hamid (2001-2006)
9. H.Toyo Santoso Dipo - Drs.H.Mulyono (2006-2011)
10. dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) - Drs.H.Sutedjo (2011-
sekarang)

B. Identitas Daerah

1. Tema Seragam

Batik Geblek Renteng, corak batik khas bergambar


geblek yang berjajar (jawa:renteng) yang menjadi
seragam identitas resmi bagi pegawai negeri sipil dan
pelajar

2. Flora Khas Kulon Progo

Flora khas dari Kabupatan Kulon Progo adalah manggis


kaligesing yang terdapat di kecamatan Kokap

3. Fauna Khas Kulon Progo

Fauna khas dari Kabupaten Kulon Progo adalah burung


kacer ( Copsychus saularis)

11
4. Kuliner

Makanan rakyat yang populer dan biasa dikonsumsi


oleh warga Kabupaten Kulon Progo, khususnya oleh
penduduk lokal yang sering disebut Jajan pasar, di
antaranya:

a. Geblek, makanan tradisional yang hanya dijual


secara eksklusif di wilayah Kabupaten Kulon Progo
saja. Makanan yang terbuat dari pati singkong,
tepung tapioka basah, atau tepung kanji kemudian
digoreng. memiliki citarasa khas, kenyal dan
berwarna putih. Bentuknya sekilas seperti angka
delapan.

b. Growol', merupakan makanan tradisional dari


ketela yang memiliki rasa agak masam. Pembuatan
growol membutuhkan waktu empat hari, yaitu sejak
proses merendam ketela yang telah dikupas dan
diiris kecil-kecil ke dalam air, kemudian ditiriskan
serta dihancurkan, sebelum akhirnya dikukus.
Growol dipercaya bermanfaat untuk mencegah
kegemukan serta menyembuhkan penyakit maag
dan penyakit gula. Growol juga digunakan sebagian
12
warga yang tengah menjalani diet. Pada zaman
dahulu, growol dikonsumsi para petani sebagai
pengganti nasi saat mereka memanen padi di sawah
atau saat musim krisis pangan (paceklik).

c. Tempe Benguk, bahan dasar tempe benguk ini


adalah tanaman koro (bengok). Tempe benguk
memiliki rasa gurih santan yang khas, sehingga
dipopulerkan secara nasional sebagai pendamping
tempe kedelai. Selain itu bizinya mengandung gizi
yang sangat tinggi.

d. Peyek Undur-undur, Peyek (sejenis kerupuk) ini


dapat dijumpai di kawasan pesisir pantai. Bahan
utama peyek ini adalah Undur-undur laut. Peyek
undur-undur laut ini dibuat dari beberapa bahan
seperti tepung beras, tepung kanji,kuah
santan,bawang putih,kemiri,tumbar,garam, kencur
dan daun jeruk. Daun jeruk berfungsi sebagai
penghilang bau amis pada undur-undur. Makanan
khas pesisir pantai ini dipercaya berkhasiat menjaga
kesehatan, menurunkan gula darah sekaligus

13
mampu mengobati beberapa penyakit seperti
Diabetes melitus dan stroke.

C. Transportasi dan Bisnis

1. Jalur darat

Kabupaten Kulon Progo relatif mudah dijangkau


dengan menempuh jalur darat dari arah barat, timur
maupun utara karena letaknya yang berada ditengah
pulau Jawa. Tersedia sebuah stasiun dan terminal yang
terletak di ibukota Kabupaten, Yaitu Stasiun Wates
dan Terminal Wates. Hal ini dikarenakan Kabupaten
Kulon Progo dilintasi jalan utama lintas pulau Jawa
melalui Jalur selatan dan juga dilintasi jalur kereta
pulau Jawa. Direncanakan setelah pembangunan
Bandara baru nantinya stasiun dan terminal baru akan
diintegrasikan dengan bandara tersebut. Angkutan
umum jumlahnya terbatas selain karena biaya
operasional yang meningkat, mayoritas masyarakat
beralih ke kendaraan pribadi seperti motor, mobil atau
sepeda. Dokar sudah sangat sulit ditemui, namun
becak masih bertahan.

14
2. Jalur udara

Pemerintah pusat telah mengindikasikan bahwa


bandara baru untuk Daerah Istimewa Yogyakarta akan
berlokasi di Kabupaten Kulon Progo. Rencananya
adalah untuk membangun sebuah bandara dengan
landasan pacu 3.250 meter yang berfungsi sebagai
pintu gerbang internasional. Rencana awal adalah
untuk menyediakan fasilitas untuk melayani hingga 10
juta penumpang per tahun. Kemudian ekspansi
mungkin menampung hingga 20 juta penumpang per
tahun dalam fase - 3 . Sekitar 637 hektare lahan sedang
disisihkan untuk proyek tersebut. Dari jumlah ini,
40 % diklasifikasikan sebagai tanah "Paku Alam
(Sultan)" sedangkan sisanya milik masyarakat
setempat. Lokasi yang diusulkan berada di Kecamatan
Temon antara Pantai Congot dan Pantai Glagah (yang
meliputi Desa Palihan, Desa Sindutan, Desa Jangkaran
dan Desa Glagah).

3. Jalur laut

Selain bandara, pelabuhan baru juga


direncanakan untuk dibangun dalam waktu dekat.
15
Akan tetapi pelabuhan ini merupakan pelabuhan ikan.
Disebutkan pelabuhan yang rencananya akan dibangun
di pesisir Desa Karangwuni, Kecamatan Wates,
Kulonprogo ini akan diberi nama Pelabuhan Tanjung
Adikarta. Menteri Kelautan dan Perikanan Syarif Cicip
Sutardjo menegaskan pemerintah pusat menargetkan
Pelabuhan Tanjung Adikarta beroperasi awal tahun
2014. Diperkirakan Pelabuhan Tanjung Adikarta akan
menampung sekitar 400 unit kapal.

D. Olahraga

Persikup (Persatuan Sepakbola Kulonprogo), tim


sepakbola Kabupaten Kulon Progo, berjuluk Pendekar
Bukit Menoreh, bermarkas di Stadion Cangkring
berkapasitas 7 ribu penonton. Kini berlaga di Divisi III
Liga Indonesia wilayah Yogyakarta.

E. Pahlawan dan Tokoh dari Kulon Progo

1. Nyi Ageng Serang

Nyi Ageng Serang adalah salah seorang pahlawan


nasional Indonesia yang berjuang melawan Belanda

16
pada massa perang Diponegoro dan setelah wafat
beliau dimakamkan di daerah Kalibawang, Kulon
Progo. Atas jasa beliau, dibuatlah Patung Nyi Ageng
Serang yang sedang mengendarai seekor kuda sambil
membawa tombak yang menjadi ikon Kulon Progo
dan terdatapat di Proliman Wates.

2. Hayom Rumbaka

Dionysius Hayom Rumbaka adalah pemain bulu


tangkis tunggal putra asal Indonesia yang lahir lahir
di Kulon Progo, 22 Oktober 1988. Dia merupakan
anggota dari PB Djarum yang sudah mempunyai
segudang restasi baik di ajang lokal, nasional maupun
internasional

3. Marsekal TNI (Purn) Imam Sufaat

Beliau adalah Mantan Kepala Staf TNI Angkatan


Udara RI yang menjabat dari 17 November 2009
hingga 17 Desember 2012

17
BAB II
WISATA KULON PROGO

Kabupaten Kulonprogo adalah wilayah masih


merupakan bagian dari wilayah kota Jogjakarta memiliki
potensi wisata yang 70 persennya adalah kawasan pegunungan,
selain itu juga Kulonprogo memiliki potensi alam seperti pantai
yang tidak kalah indah dari pantai - pantai yang ada di daerah
18
Gunung Kidul yang iconic. Bagi para pelancong wisata yang
ingin berlibur ke Kota Jogja dan sekitarnya terutama di wilayah
Kulonprogo dapat menikmati berbagai jenis wisata, dari wisata
alam, religi, dan agrowisata. Berikut ini adalah wisata-wisata
yang terdapat di daerah Kulon Progo : 
A. Wisata Religius
1. Sendang Sono
Bagi umat Katolik dan Budha mungkin tak asing
dengan nama Sendang Sono. Pasalnya tempat ini biasa
dijadikan sebagai objek wisata religi.Sendang Sono
bisa dijangkau setelah melewati jalan berliku di kaki
bukit Menoreh. Anda bisa memilih dua jalur jika ingin
menjangkaunya dari pusat kota Yogyakarta, melewati
Jalan Godean hingga Sentolo kemudian belok ke
kanan, atau melewati Jalan Magelang hingga pertigaan
Pasar Muntilan kemudian belok ke kiri. Jaraknya
sekitar 45 kilometer, atau satu jam perjalanan dengan
menggunakan kendaraan bermotor.

Sebuah pintu dengan dinding samping terbuat dari


batu akan mengantar anda masuk ke kompleks ziarah
yang luas, terbagi atas kapel-kapel kecil, lokasi Jalan
Salib, Gua Maria, pendopo, sungai dan tempat
19
penjualan perlengkapan ibadah. Udara sejuk akan
menyapa anda begitu memasuki kompleks ziarah, tak
heran sebab kompleks ini ditumbuhi banyak
pepohonan.
Sendang Sono dinamai berdasarkan letaknya.
Sendang berarti mata air, sementara Sono berarti
pohon sono, sehingga nama itu menunjukkan bahwa
sendang ini terletak di bawah pohon sono. Sendang
beserta pohon sono dapat dijumpai dengan berbelok ke
kanan dari pintu masuk, sayangnya anda tak bisa
melihat sendang dengan leluasa karena bilik sendang
kini ditutup dengan kotak kaca.
Sebelum tahun 1904, sendang ini lebih dikenal
dengan nama Sendang Semagung, berfungsi sebagai
persinggahan para bhikku yang ingin menuju daerah
Boro, wilayah sebelah selatan Sendang Sono. Namun,
sejak 20 Mei 1904 atau kedatangan Pastur Van Lith
dan pembaptisan 173 warga Kalibawang
menggunakan air sendang, tempat ini mulai berubah
fungsi sebagai tempat ziarah umat Katholik.
Memasuki kapel utama di kompleks ziarah ini,
anda bisa mengenang peristiwa pembaptisan yang
terjadi 102 tahun lampau itu, sebab di kapel itu
20
terdapat sebuah relief yang menggambarkan prosesi
pembaptisan. Sementara memasuki Kapel bunda
Maria dan Kapel Para Rasul, anda akan mengingat
perjuangan Bunda Maria dan 12 rasul pertama Kristus.
Jika ingin mengenang perjuangan salah satu warga
penggerak komunitas Katholik Sendang Sono, anda
bisa menuju ke pemakaman di dekat Kapel bunda
Maria. Di sana, anda akan menemukan makam
Barnabas Sarikromo, sahabat baik Pastur Van Lith
yang juga menjadi salah satu warga yang dibaptis pada
tahun 1904 dan ditetapkan sebagai katekis pertama di
daerah tersebut.
Sarikromo yang dilahirkan pada tahun 1874 bisa
dikatakan seorang yang menerima rahmat karena
senantiasa mendekatkan diri pada Tuhan. Ketika
muda, ia menderita sakit kaki yang sulit disembuhkan.
Dalam doa dan janjinya untuk mengabdikan diri pada
Tuhan jika kakinya disembuhkan, ia bertemu dengan
Pastur Van Lith yang kemudian membantu
pengobatannya ke seorang bruder hingga sembuh.
Jalan salib pendek bisa menjadi pilihan ibadah
untuk mengenang kesengsaraan Kristus memanggul
kayu Salib. Di setiap pemberhentian jalan salib itu,
21
anda bisa menyalakan lilin sekaligus berdoa dan
mengingat peristiwa-peristiwa penting dalam
perjalanan Kristus menuju Bukit Golgota, seperti saat
kristus jatuh dua kali saat memanggul kayu salib, saat
Veronica mengusap wajah Kristus dengan sapu
tangannya hingga saat akhir menjelang kematian
Kristus.
Berdoa di depan Gua Maria yang terletak di
belakang pohon sono juga bisa menjadi pilihan untuk
mencari ketenangan batin. Banyak orang memanjatkan
doa dengan bersimpuh dan menyalakan lilin di depan
gua ini. Anda bahkan bisa menuliskan permohonan
atau curahan hati anda dalam secarik kertas, lalu
memasukkannya dalam pot tempat pembakaran surat
agar Tuhan menerimanya. Asal tahu, patung Bunda
Maria yang ada di kompleks ini didatangkan khusus
dari Spanyol.
Selain menenangkan diri dan berdoa, anda juga bisa
menikmati keindahan arsitektur kompleks yang
dirancang oleh Y.B Mangunwijaya Pr dan meraih Aga
Khan Awards ini. Anda bisa duduk santai di pendopo
sanbil menikmati bangunan sekeliling yang didominasi
bahan batu, atau berdiri di jembatan kecil sambil
22
menikmati indahnya sungai yang mengalir di
bawahnya.
Saat hendak pulang, jangan lupa mengambil air
sendang dengan cara menuju keran-keran air yang
terdapat di sisi kanan sungai. Membawa pulang air
sendang dan meminumnya, dipercaya dapat
mendatangkan berkah. Dengan membawa air sendang
itu, tentu perenungan dan permohonan yang
disampaikan selama ibadah akan lebih komplit.
2. Makam Nyi Ageng Serang
Kompleks makam Nyi Ageng Serang di
Pegunungan Menoreh dibangun sebagai tanda
penghormatan atas perjuangan beliau melawan
penjajah. Bukit yang dulunya digunakan Nyi Ageng
Serang untuk menyusun strategi perang ini kini
menjadi salah satu tujuan wisata religi bagi para
wisatawan dan peziarah. Makam salah satu pahlawan
nasional ini selalu ramai pada Hari Kemerdekaan, Hari
Pahlawan dan hari-hari besar agama Islam. Setiap
bulan Muharam, masyarakat dan seniman setempat
akan menggelar pementasan berbagai seni tradisional.
Makam Nyi Ageng Serang terletak di atas bukit
di desa Banjarharjo, Kecamatan Kalibawang, Kulon
23
Progo,  ± 6 km dari jalan Dekso-Muntilan. Jarak dari
Yogyakarta ± 32 km, dari kota Wates ± 30 km.
Makam ini dipugar pada tahun 1983 dengan bangunan
berbentuk joglo dan telah dimakamkan disini Nyi
Ageng Serang beserta abdi dalemnya. Garwo, ibu dan
wayah dalem yang telah dimakamkan di desa
Nglorong, Kabupaten Sragen, pada waktu pemugaran
makam juga dipindahkan ke makam ini. Warga Kulon
Progo mengabadikan monumen beliau di tengah kota
Wates berupa patung beliau sedang menaiki kuda
dengan gagah berani membawa tombak.
Nyi Ageng Serang adalah salah satu pahlawan
nasional perempuan yang turut mengangkat senjata
melawan penjajahan Belanda pada masanya. Ia lahir
pada tahun 1752 di Serang, Purwodadi, Jawa Tengah.
Nama aslinya adalah R.A. Kustiyah Wulaningsih
Retno Edi. Beliau adalah putri dari penguasa wilayah
Serang yang pada waktu itu menjadi bagian dari
kerajaan Mataram. Penguasa itu bernama Panembahan
Notoprojo. Beliau adalah pendekar perempuan yang
gigih memperjuangkan tanah air dari penjajahan.
Masyarakat Serang memberikan sebuah julukan
kehormatan bagi perempuan yang mewarisi sifat-sifat
24
pendekar ini dengan nama Djayeng Sekar. Beliau pada
waktu itu menjadi pemimpin Laskar Gula Kelapa
untuk wilayah daerah timur-laut Jawa Tengah.
Hingga beliau berusia senja, Nyi Ageng Serang
tak pernah surut dalam melakukan perlawanan
terhadap penjajah. Beliau memimpin pasukannya
melakukan long march dari Serang kemudian bergerak
ke barat lalu menuju ke selatan dengan menyusuri
sungai Progo dan kemudian bermarkas di bukit Traju
Mas pada masa Perang Diponegoro. Di bukit yang
sekarang dikenal sebagai Perbukitan Menoreh inilah
beliau bersama pasukannya pada waktu itu menyusun
strategi peperangan. Peperangan itu pula yang
mengantarkan beliau ke tempat di mana ia sekarang
dimakamkan yakni bukit Traju Mas.
Nyi Ageng Serang wafat karena sakit pada tahun
1828 diusianya yang ke-76, tepatnya dua tahun
sebelum Perang Diponegoro berakhir. Berdasarkan
pemintaan beliau sebelum wafat, beliau akhirnya
dimakamkan di perbukitan Menoreh. 
Kompleks makam Nyi Ageng Serang
merupakan situs untuk mengenang perjuangan beliau
dalam melawan penjajahan Belanda dan memiliki nilai
25
sejarah yang tinggi. Bukit Menoreh dan kompleks
makam beliau inilah yang menjadi bukti sejarah bahwa
kemampuan seorang perempuan setara dengan laki-
laki, bahkan jauh sebelum gerakan feminisme muncul
di Eropa.
Pada pintu masuk makam, para pengunjung
akan melihat sebuah monumen yang menerangkan
beliau sebagai Pahlawan Nasional Indonesia. Di
bagian tengah kompleks makam ini terdapat dua
bangunan berbentuk joglo. Makam Nyi Ageng Serang,
putri, serta para abdi dalem menempati bangunan yang
pertama. Sedangkan bangunan yang kedua
dimakamkan suami beliau yaitu, R.M. Kusuma
Wijaya, ibu, dan para keluarga beliau yang lain.
Disamping keluarga dan para abdi dalem, di kompleks
pemakaman terdapat makam beberapa prajurit yang
telah berjuang bersama beliau.
Para pengunjung diharapkan melepas alas kaki
ketika memasuki pintu kompleks makam. Larangan
bagi para pengunjung di tempat ini adalah tidak boleh
membawa senjata tajam dan tidak boleh membawa
minuman yang dapat menyebabkan mabuk. Selain itu,
harus tetap menjaga ketenangan dan tidak memancing
26
keributan. Bagi perempuan yang sedang haid atau
nifas tidak boleh masuk ke dalam makam. 
Masyarakat sekitar makam ini secara rutin
menggelar pementasan seni untuk memperingati
kepahlawanan beliau. Pementasan kesenian Desa
Banjarharjo biasanya digelar setiap bulan Sura
(Muharram). Yang ditampilkan adalah kuda lumping,
tarian dolalak, shalawatan, dan pementasan kesenian
yang lain yang digelar oleh hampir semua seniman
tradisional di masing-masing dusun di Banjarharjo.
Disamping sebagai upaya untuk melestarikan budaya
lokal, gelar kebudayaan lokal tersebut juga merupakan
ekspresi beberapa seniman untuk mengenang beliau.
Gelar budaya kesenian itu juga diselingi dengan
pameran aneka buah-buahan, hasil pertanian, dan
produk makanan yang dihasilkan oleh Desa
Banjarharjo.
Makam Nyi Ageng Serang juga mempunyai
daya tarik objek wisata tersendiri, selain memiliki nilai
kepahlawanan dan sejarah yang tinggi. Makam ini
dipercayai oleh beberapa orang menjadi tempat untuk
mencari berkah (ngalap berkah) agar keinginan para
peziarah terkabul. Ritual berziarah untuk mendoakan
27
mereka yang sudah meninggal bercambur baur dengan
kepercayaan mistik beberapa masyarakat setempat
maupun pendatang. Hal ini tampak dengan ramainya
para peziarah pada hari-hari tertentu, khususnya pada
Malam Selasa Kliwon dan Malam Jum’at Kliwon.
Di kompleks makam ini terdapat seorang juru
kunci makam yang akan memberikan informasi yang
dibutuhkan oleh para peziarah. Juru kunci juga akan
siap memandu, bagi para peziarah yang mempunyai
niat ngalap berkah dari makam tersebut. Biasanya juru
kunci menyuruh pengunjung membawa bunga tujuh
rupa, kemenyan, dan kadang-kadang disertai puasa
beberapa hari selama berdoa sebagai wujud prihatin
atau laku prihatin.
3. Astana Girigondo
Di area perbukitan menoreh yang memanjang
terlihat hijau berderet pepohonan, terdapat suatu
tempat dimana menjadi tempat tersebut merupakan
peristirahatan terakhir yang diperuntukkan bagi raja-
raja Pakualaman dan kerabat Pakualaman. Tempat
tersebut diberi nama Astana Girigondo, yang tepatnya
terletak di Dusun Girigondo, kelurahan Kaligintung,
Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo kurang
28
lebih 10 km dari kota Wates kearah barat. Jalan
menuju ke Makam ini sudah cukup baik jalan beraspal
namun bagi yang harus menggunakan kendaraan
umum harus bergnanti angkutan karena jalur ini diluar
jalur trayek bis yogya-wates.
Tempat ini dipilih dikarenakan area pemakaman
Hastorenggo Kotagede sudah semakin penuh pada
masa pemerintahan KGPAA Paku Alam V, dan
memilih tempat ini karena merupakan tanah
leluhurnya karena beliau adalah putra KGPAA Paku
Alam II dari Garwo Raden Ayu Resminingdyah yang
berasal dari Trayu, Tirtarahayu, Galur, Kulon Progo.
Warga sekitar makam ini terkenal dengan
keramahannya dan budaya gotong royongnya masih
tinggi menjunjung agama Islam yang kuat. Memasuki
area makam wewangian aroma dupa dan bunga
menambah atmosfer hawa magis semakin kental. Pada
pintu masuk komplek pemakaman Astana Girigondo
terdapat simbol Pakualaman dan tulisan Girigondo
dengan aksara Jawa. Ditempat ini juga dibangun
Masjid, tempat inilah menjadi sarana terjalinnya
silahturahmi diantara masyarakat sekitar bahkan
sebagai tempat para pemuda Girigondo mengkaji
29
agama Islam. Astana Girigondo pertama kali
dipergunkan sebagai pemakaman KGPAA Paku Alam
V pada tahun 1900, ini dibuktikan adanya prasasti
yang menulikan hal tersebut pada gapura makam, teras
1. Sedangkan KGPAA Paku ALam I sampai dengan
KGPAA Paku ALam IV dimakamkan di Hastorenggo,
Kotagede Yogyakarta.
Astana Girigondo ini terbagi menjadi 6 teras yang
setiap terasnya dihubungkan dengan tangga atau trap.
Teras pertama merupakan teras tertinggi dikelilingi
tembok dan pagar besi setinggi 2,40 meter dengan
gapura dan pintu gerbang terbuat dari besi. Area teras
satu sebesar 3,2 x 2,155 meter ini dimakamkan
keluarga Pakualaman yakni isteri, anak dan menantu,
sudah terdapat 32 makam, teras 2 terletak disebelah
selatan teras 1, dihubungkan dengan trap, telah berisi 8
buah makam, teras 3 sudah terdapat 2 makam, teras 4
sudah terdapat 3 buah makam yang merupakan kerabat
jauh Pakualaman, teras 5 masih kosong, dan teras ke 6
terbagi menjadi 2 bagian yakni sebelah barat sudah
ada 2 makam dan sebelah timur sudah ada 7 makam.
Bagi pengunjung atau peziarah ke makam ini tidak
dipungut biaya apapun
30
B. Wisata Alam
1. Air Terjun Grojogan Sewu
Grojogan Sewu adalah tempat wisata alam yang
berupa air terjun yang ada di kulon progo yogyakarta.
Grojogan sewu ini terletak di dusun Beteng, Jatimulyo,
Girimulyo, Kulon Progo tepatnya di kawasan
Perbukitan Menoreh. Grojogan Sewu dalam istilah
bahasa indonesia adalah air terjun seribu, yang katanya
air di air terjun ini tidak pernah kering meskipun
waktu musim kemarau. Dari informasi warga warga
setempat, tempat wisata alam grojogan sewu ini belum
lama terkenal, mulai di publikasikan sekitar 2 tahun
yang lalu. Walaupun ketika musim hujan air di
grojogan sewu ini tetap jernih, tidak keruh. Jika kita
naik keatas mendekati air terjun, disana terdapat
kedung yang dapat digunakan untuk mandi dan
berenang dengan kedalaman air yang tidak terlalu
dalam jadi masih aman untuk berenang.
Untuk dapat menikmati wisata alam grojogan sewu,
untuk saat ini pengunjung hanya membayar uang
parkir sebesar Rp.2000,- dan uang sumbangan
sukarela yang diletakkan di pintu masuk grojogan
sewu.
31
Rute ke Grojogan Sewu, jika dari kota jogja para
pelancong hanya tinggal mengikuti Jl.Godean ke arah
barat keluar dari kota jogja lurus ke arah perbukitan
menoreh.
2. Kalibiru
Wisata alam Kalibiru, jika di baca dari namanya
dalam bahasa jawa "kali "artinya sungai dan "biru"
artinya warna biru, jadi Kalibiru artinya tempat wisata
dengan sungai biru. Jangan salah mengartikan seperti
statement tersebut, Kalibiru bukanlah sungai biru,
tetapi wisata alam yang menyajikan keindahan alam
dari atas bukit. Kalibiru terletak di wilayah Desa
Hargowilis, Kokap, Kulon Progo. Kalibiru masuk
kedalam desa wisata, sehingga yang mengelola
Kalibiru adalah warga setempat. Di Kalibiru kita dapat
menikmati keindahan perbukitan menoreh, dan juga
keindahan Waduk Sermo. Kalibiru merupakan salah
satu wisata alam yang terkenal dan sekarang sering
dikunjungi, mungkin karena namanya yang unik dan
juga keindahan alam yang disajikan tidak
mengecewakan pengunjung. Tidak hanya itu, wisata
Kalibiru juga terdapat tempat outbound, bagi

32
pengunjung yang ingin flyingfox bisa membayar ke
petugas outbound.

Gambar Wisata Kalibiru


Dana yang dibutuhkan untuk berwisata di
Kalibiru umumnya hanya Rp 4000,- saja untuk tiket
masuk, namun jika anda menginginkan untuk berfoto
diatas outbond mengeluarkan dana sekitar Rp 10.000,-
dan untuk outbondnya sendiri yaitu sekitar Rp 35.000,-
Rute yang di gunakan untuk mencapai tempat
wisata ini yaitu dari jogja – wates – waduk sermo atau
Jogja – Sentolo – Waduk Sermo. Rute alternatif untuk
mencapai tempat ini selain melalui waduk sermo, kita
juga bisa datang melalui Arah Clereng, namun
jalurnya lebih sepi dan sedikit lebih jauh serta naik
turun. (Rute: Jogja – Sentolo – Clereng – Kalibiru).
Hati-hati saat musim hujan, jalan licin dan awas
longsoran tanah, jalan berada di tebing.
33
3. Waduk Sermo
Inilah salah satu kebanggaan Kulon Progo,
tempat wisata yang sudah ada sejak beberapa tahun
yang lalu. Waduk Sermo merupakan sebuah waduk
berukuran besar yang di kelilingi perbukitan yang
terletak di desa Hargowilis, Kokap, KulonProgo,
Yogyakarta. Sebuah waduk yang berada di dataran
tinggi dari kota yogyakarta. Jika ingin menikmati
wisata alam yang berhubungan dengan air, tidak harus
datang ke pantai, berwisata ke waduk sermo para
pelancong akan dimanjakan oleh keindahan waduk
beserta kesejukan alamnya.

Waduk Sermo ini dibangun pada tanggal 1


Maret 1994 sedang peresmiannya pada tanggal 20
November 1996 oleh mantan presiden Soeharto. Studi
kelayakan Bendungan Sermo dilakukan oleh Mac
Donald tahun 1980, dilanjutkan oleh PT Indra Karya
tahun 1985 dan 1991, dan Final Assesment of Sermo
DAM dilakukan oleh Electroconsult tahun 1992
dengan kesimpulan pembangunan Bendungan Sermo
layak ditinjau dari segi teknis dan ekonomis. Final
34
assesment itu telah diteliti oleh ADB dan disetujui
masuk lingkup IISP pada September 2003. Biaya yang
dikeluarkan untuk konstruksi Bendungan Sermo
mencapai Rp 22,4 miliar. Waduk ini melayani
kebutuhan air sebagian wilayah Kulon Progo
Waduk Sermo di Kabupaten Kulon Progo ini
dianggap sebagai bendungan dengan kualitas air
terbaik di antara bendungan lain di Indonesia dengan
sedimentasi minimal. Waduk seluas 21,3 kilometer
persegi ini mampu menampung air sebanyak 21,9 juta
meter kubik. Tujuan dibangunnya waduk Sermo
adalah untuk suplesi daerah irigasi Sistem Kalibawang
dengan areal 7.152 hektare. Selain kebutuhan irigasi,
air dari waduk juga digunakan untuk air baku air
minum PDAM Kulonprogo sebesar 150 liter/detik dan
penggelontoran Kota Wates sebesar 50 liter/detik. Dan
kontribusi sabuk hijau bagi masyarakat adalah untuk
pengawetan air di sumber air alternatif, hijauan
makanan ternak, dan tanaman serbaguna.
Dana yang dibutuhkan untuk berwisata di
Waduk Sermo ini hanya Rp 7.000,- untuk tiket masuk.
4. Curug Setawing

35
Curug setawing merupakan wisata alam air
terjun yang berada di kulon progo. Air terjun ini masih
berada di barisan perbukitan menoreh. Letaknya
berada di dusun jonggrangan, desa jatimulyo,
kecamatan girimulyo, kulon progo yogyakarta. Dari
informasi warga Air terjun Curug Setawing ini baru
diresmikan sekitar 2- 4bulan yang lalu. Walaupun
masih baru, tetapi pengunjung yang datang terutama
waktu hari libur sangat banyak. Karena masih baru,
dana yang di dapat dari wisata ini, untuk sekarang
masih di kelola oleh pemuda desa, belum masuk ke
desa. Untuk kondisi jalan disana, mobil dapat masuk
sampai tempat parkir.
Untuk memasuki obyek wisata curug setawing
ini hanya diperlukan Rp 2000,- untuk parkir motor,
untuk tiket masuk belum dipatok karena obyek ini
masih baru.Rute yang diperlukan untuk mencapai
obyek ini sama seperti rute jalan ke grojogan sewu.
Bedanya cuma kalau curug setawing belok kanan saat
di Jl. Kiskendo sedangkan grojogan sewu belok kiri.
5. Embung Mini Kleco
Embung KlecoWaduk Kleco atau Embung Kleco
berlokasi di Dusun Ngesong, Desa Giripurwo,
36
Kecamatan Girimulyo, Kulon Progo, Yogyakarta. Di
Embung Kleco, anda dapat melihat hamparan pohon –
pohon dan bukit dari atas waduk. Saat pagi hari bisa
melihat birunya langit dan pemandangan gunung
berapi. Sedangkan di sore hari, bisa menikmati
pemandangan sunset yang mempesona.
Ketika berada di atas bukit pandangan mata akan
lebih leluasa lagi melihat luasnya keindahan yang
ditawarkan. Para pengunjung bisa melihat luasnya
Kota Wates dan garis pantai Selatan di sisi Selatan,
perbukitan Menoreh di sebelah barat, Kota Yogyakarta
di sebelah timur dan Kota Magelang di sebelah timur
laut. Tak hanya itu, Gunung Merapi pun juga terlihat
menghiasi cakrawala disaat sore hari.
Waktu terbaik berkunjung ke waduk ini adalah saat
pagi hari karena kawasan di bawah waduk ini masih
diselimuti kabut tipis dengan langit biru dan
penampakan Gunung Merapi di kejauhan. Jangan lupa
juga untuk membawa bekal sebab di sekitar lokasi
masih belum ada warung penjual makanan.
Rute Menuju Embung Kleco Kulon ProgoAkses
menuju obyek wisata ini terbilang mudah berikut rute
yang bisa dipilih:
37
 Dari kota Yogyakarta : kota Jogja – Jln.
Godean – sungai progo – Jln. Nanggulan –
Janti-pertigaan belok kanan – balai desa
Girimulyo – sebelum Jln. kiskendo belok kiri
dan ikuti jalan sampai ke dusun ngesong.
 Dari sentolo : Jln.sentolo – nanggulan – Janti
pertigaan belok ke kiri ambil arah girimulyo –
sebelum Jln. Kiskendo belok kiri dan ikuti
jalan sampai dusun ngesong.
 Dari Tugu Jogja : Tugu Jogja ke arah barat
menuju Jln. Kyai Mojo - dari perempatan
Demak Ijo Ringroad Barat, lurus saja - Jln.
Godean - Pasar Godean, lurus - sampai di
perempatan Nanggulan belok kiri - pertigaan
Janti atau Puskesmas belok kanan ke arah
Girimulyo - pertigaan pohon beringin, lurus -
Pasar Sribit - ada pertigaan Terminal Sribit
belok kiri - kantor Polsek Girimulyo -
Poskesdes Girimulyo, ambil jalan tengah -
Waduk Mini Kleco.
Fasilitas yang ada di Embung Kleco ini masih
minim, tapi untuk fasilitas umum seperti kamar mandi
sudah tersedia. Pengelolaan Waduk Mini Kleco masih
38
dipegang oleh karang taruna dari 3 dusun yaitu dusun
Ngesong, Banjaran, dan Penggung. Belum ada biaya
retribusi masuk ke Embung Kleco sehingga
pengunjung cukup membayar biaya parkir Rp 2.000.
6. Embung Banjaroya
Waduk Mini Kalibawang atau Embung
Banjaroya merupakan wisata alam berbentuk waduk
berukuran mini yang ada dan dibangun di daerah
kalibawang, perbukitan menoreh kulon progo
yogyakarta. Wisata alam ini letaknya di Desa
Banjaroya, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten
KulonProgo, Yogyakarta. Tepatnya di Kulon Progo
bagian utara. Seperti Waduk Mini Kleco yang ada di
Girimulyo, waduk mini ini juga berada di daerah
perbukitan.  Jika cuaca cerah di pagi hari maupun sore
hari melalui waduk ini kita dapat melihat Gunung
Merapi dan Merbabu lebih dekat. Di sore hari kita
dapat menikmati matahari terbenam, walaupun
matahari tertutup oleh bukit saat terbenam, tapi kita
dapat menikmati senja sore hari. Obyek wisata ini
cocok sebagai tempat berwisata bersama keluarga
maupun remaja yang ingin menikmati keindahan alam.
Ada yang menarik di waduk mini ini, yaitu terdapat
39
patung durian berukuran besar yang diletakkan di
pintu masuk waduk. Patung ini digunakan sebagai
simbol bahwa daerah kalibawang adalah sentra durian
menoreh terbaik. Jika musim durian tiba, sering
diadakan festival durian di daerah kalibawang ini.
Untuk rute jalan menuju Embung Kalibawang ini lebih
mudah daripada waduk mini Kleco.
Rute jalan menuju Embung Banjaroya :
 Dari jogja = Jl. Godean - ke barat - sungai
progo - lampu merah kenteng - belok kanan
- Jl. Magelang kalibawang - REST AREA
PASAR BENDO DUSUN POTRONALAN
- belok kiri lurus naik keatas.
 Dari Magelang = Jl. Magelang Kalibawang
- REST AREA PASAR BENDO DUSUN
POTRONALAN - balok kanan naik keatas.
7. Kembang Soka
Kembang Soka, nama sebuah air terjun yang
dijuluki salah satu air terjun terindah di Jogja ini.
Dinamakan demikian karena air terjun ini berasal dari
mata air yang bernama Kembang Soka, dimana
dulunya terdapat pohon Kembang Soka yang
ukurannya cukup besar yang airnya selalu mengalir
40
sepanjang tahun dan hingga sekarang masih digunakan
warga setempat untuk kebutuhan hidup.
Air terjun Kembang Soka ini terletak di Dusun
Gunungkelir, Desa Jatimulyo, Kecamatan Kulonprogo,
Yogyakarta.  Kembang Soka ini baru mulai
meramaikan dunia Peng”Air Terjun” an Yogyakarta
bulan Desember 2014 lalu. Air terjun Kembang Soka
langsung disambut suka cita oleh wisatawan terutama
wisatawan lokal, apalagi memang air terjun ini
mempunyai ciri khas yang berbeda dari air terjun yang
lain yang ada di Jogja, selain itu akses menuju ke air
terjun cukup mudah dan kondisi jalannya sangat baik.
Namun sayangnya untuk menuju kesini butuh
kendaraan karena tidak ada angkutan umum yang
menuju kesini.
Rute untuk mencapai ke Air Terjun ini cukup
mudah, dari Kota Jogja ambil jalan menuju ke Lampu
Lalu Lintas (Bangjo) Ring Road Barat Demak Ijo lalu
ambil arah ke Jalan Godean (arah Barat). Ikuti Jalan
tersebut melewati Pasar Godean, Menyebrangi Sungai
Progo dan setelah itu akan menemukan Perempatan
Bangjo Nanggulan, tetap ambil arah barat (lurus)
menuju pegunungan menoreh. Ikuti jalan menaiki
41
pegunungan menoreh Kulonprogo, mulai dari sini
pengemudi di harapkan hati-hati karena jalannya mulai
menanjak berkelok-kelok, jangan lengah karena
pemandangan saat menanjak ini memang indah.
Setelah menempuh jalan menanjak berkelok-kelok
akan ketemu pertigaan mentok, ambil kiri mengikuti
arah menuju Gua Kiskendo. Setelah melewati objek
wisata Goa Kiskendo aka nada pertigaan dengan
pemandangan Hutan Pinus, ambil kiri lalu ikuti jalan
tersebut sampai bertemu pertigaan yang ada petunjuk
arah menuju Grojogan Mudal. Ambil arah Kiri lalu
nanti aka nada gapura Selamat Datang di Air Terjun
Kembang Soka. Dari lokasi parkir menuju air terjun
Kembang Soka masih butuh perjuangan karena air
terjun berada di dasar lembah. Dari parkiran kita
berjalan kaki menyusuri jalan setapak melewati hutan
milik masyarakat setempat. setelah sampai di ujung
tebing kita bisa melihat indahnya air terjun kembang
Soka dari atas. Pemandangan yang menakjubkan, dari
sini kita bisa melihat Kembang Soka dalam keadaan
utuh dari tingkat atas sampai kebawahnya.
Air terjun Kembang Soka punya ciri khas yang
unik dan membuatnya berbeda dari air terjun lainnya.
42
Airnya yang jernih berpadu dengan batuan air
terjunnya berwarna kekuningan. Terdapat banyak
kolam alami di sepanjang aliran sungai Kembang
Soka, dan air kolam alaminya berwarna Hijau Tosca.
Menurut saya, warna air hijau tosca tersebut terjadi
karena adanya pelarutan batuan dasar sungai Kembang
Soka dan juga mungkin ditambah dengan efek cahaya
matahari. Selain itu walau batuan air terjun dan dasar
sungainya berwarna kekuningan, Tebing yang berada
disisinya berwarna merah marun.
Menyelusuri dan menikmati tingkat demi tingkat
hingga berakhir di tingkat paling atas. di atas tingkat
paling atas ini terdapat dua mata air yang menjadi
sumber airnya Kembang Soka. Mata Air pertama yaitu
Mata Air Jaran dan yang kedua masih agak ke atas
mengikuti jalan setapak yang tersedia yaitu Mata Air
Kembang Soka yang menjadi asal muasal nama Air
Terjun Kembang Soka. Dahulunya terdapat pohon
Kembang Soka yang lumayan besar, namun seiring
berjalannya waktu pohon tersebut mati. Kedua sumber
air ini airnya sangat terjaga, keluar dari dalam tanah
cukup deras. Saya pun mencoba meminumnya dan
membawa air tersebut dalam botol kosong yang saya
43
bawa untuk bekal penjelajahan Kulonprogo sehabis
dari Kembang Soka.
Fasilitas yang ada di Kembang Soka lengkap dan
cukup baik, terdapat lahan parkir untuk kendaraan
roda empat dan roda dua, terdapat pula juga kamar
ganti yang bisa digunakan pengunjung. Saat mulai
lapar pun tak perlu khawatir, ada beberapa penjaja
makanan-minuman di sini, dan penataannya lapaknya
lumayan rapi. Terdapat pula tempat pembuangan
sampah yang letaknya strategis, dengan harapan
wisatwan bisa membuang samoahnya di tempat
tersebut. Saya salut pada pihak pengelola yang
ternyata secara teratur dan tanpa disuruh melakukan
pembersihan kawasan wisata air terjun Kembang Soka
agar kawasan wisata selalu bersih dan nyaman
dikunjungi kita, para wisatawan. Kita sebagai
Wisatawan harusnya juga membantu mereka, menjaga
kebersihan dengan tidak membuang sampah
sembarangan.
8. Taman Sungai Mudal
Mudal adalah sebuah mata air yang memancar dari
kedalaman gua di kawasan Girimulyo, Kulon Progo.
Dinamakan Mudal karena sumber air ini selalu
44
memancarkan air sepanjang tahun hingga dapat
mencukupi kebutuhan air bersih bagi warga sekitar
melalui pipa-pipa. Aliran airnya yang jernih juga
meluap membentuk aliran sungai serta melewati air
terjun dengan nama serupa, kemudian berlanjut hingga
Air Terjun Kembang Soka dan Air Terjun Kedung
Pedut yang letaknya lebih rendah.
Berawal dari kerja bakti masyarakat sekitar
membersihkan daerah aliran sungai yang terbengkalai
dan lebat oleh semak belukar, tepian Sungai Mudal
sepanjang kira-kira 600 meter ini pun perlahan
mempercantik diri menjelma menjadi sebuah destinasi
yang menarik untuk didatangi. Sebelum dikelola
pokdarwis setempat seperti saat ini, hanya Air Terjun
Mudal yang membuat orang-orang tertarik untuk
datang berkunjung. Itu pun hanya bisa dilakukan saat
musim penghujan, ketika debit air terjun cukup deras.
Kolam alami berair jernih untuk berendam,
berenang atau bermain air yang dibuat dengan
membendung sungai menjadi sajian pembuka ketika
sampai di Taman Sungai Mudal. Berbagai jenis bunga
terutama anggrek, terlihat mulai ditanam di sepanjang
bantaran kolam alami. Uniknya siapapun dapat
45
menyumbangkan benih tanaman atau bunga untuk
mempercantik taman sungai melalui program "Trees
of Hope", sebuah program titip tanam yang dilakukan
di Taman Sungai Mudal sebagai usaha pelestarian
lingkungan. Sehingga tak hanya menikmati
kecantikannya, sebagai pengunjung kita juga ikut serta
menjaga layaknya simbiosis mutualisme.
Melewati sebuah jembatan bambu artistik yang
dibangun diatas bendungan, mencapai bagian tepi
kolam lain yang lebih lapang dan banyak dibangun
gazebo-gazebo beratap ijuk. Di sisi ini juga terlihat
area camping ground dengan background tebing batu
Gunung Kelir yang sekilas memang menyerupai
tempat untuk pertunjukan wayang. Menurut cerita
masyarakat setempat, dinamakan Gunung Kelir karena
tebing batu tersebut adalah tempat untuk pagelaran
wayang di zaman para wali. Terlepas benar tidaknya
legenda tentang sang tebing batu, Gunung Kelir
menjadi daya tarik tersendiri di taman sungai ini.
Selain bentuknya yang unik, keberadaan tebing batu
Gunung Kelir membuat Taman Sungai Mudal semakin
teduh, membentenginya dari serangan sinar matahari
yang menyengat. Jika sedang beruntung kita bisa
46
melihat kera ekor panjang (Macaca fascicularis) yang
banyak ditemukan di kawasan Menoreh, menuruni
tebing batu ini untuk mencari makanan.
Ketika sedang asyik menikmati pemandangan nan
asri serta sejuknya udara pegunungan, tak sengaja
mata saya tertumbuk pada tangga bambu kecil di
samping jembatan yang sebelumnya luput dari
pandangan. Tangga bambu kecil ini mengantarkan
saya ke Air Terjun Mudal dan beberapa kolam alami
lainnya yang letaknya lebih rendah. Musim kemarau
membuat aliran air terjunnya tak terlalu deras, hingga
permukaan batuan yang biasanya tertutup aliran air
kini hanya tertutup lumut, si tumbuhan perintis.
Padahal jika debit air sedang deras, cukup seru
melakukan rappelling dan water canyoning di air
terjun ini. Debit air yang kecil tak mengurangi
keseruan kami bermain air nan biru di kolam-kolam
alami. Menikmati udara pegunungan sambil
mendengarkan gemericik air diselingi suara hewan-
hewan penghuni pegunungan yang berdendang di
kejauhan.
9. Puncak Suroloyo

47
Puncak Suroloyo merupakan puncak tertinggi
Pegunungan Menoreh. Dari ketinggian 1.019 m dpl
kita dapat meneropong Candi Borobudur yang terlihat
sangat mungil dikelilingi 4 "benteng"-nya: Gunung
Sindoro, Sumbing, Merbabu, serta Merapi.
Di sebelah barat laut Candi Borobudur
membentang Perbukitan Menoreh yang tampak
bagaikan siluet patung Buddha tidur, hanya saja
ukurannya sungguh raksasa. Pada abad ke-18, seorang
pujangga dari Keraton Surakarta, Ngabehi Yasadipura
I, pernah menulis sebuah karya sastra berjudul Serat
Cabolek. Dalam serat itu dikisahkan Raden Mas
Rangsang yang kemudian bergelar Sultan Agung
Hanyokrokusumo mendapatkan wangsit bahwa dia
akan menjadi penguasa Tanah Jawa, oleh karena itu
dia harus berjalan dari Keraton Kotagede menuju
Perbukitan Menoreh. Supaya bisa menjadi penguasa,
dia harus melakukan tapa kesatrian di salah satu
puncak Perbukitan Menoreh yang kini dikenal dengan
nama Puncak Suroloyo. Kawasan ini wajib dikunjungi
sebagai dessert perjalanan wisata penemuan harta
karun dunia di Borobudur.

48
Perjalanan menuju Puncak Suroloyo merupakan
petualangan tersendiri yang penuh dengan tantangan.
Jalanan sempit penuh tanjakan curam, kelokan tajam,
serta diapit oleh bukit dan jurang menjadi perjalanan
yang mendebarkan. Namun perasaan takut itu akan
tergantikan dengan ketakjuban saat melihat
pemandangan yang terhampar. Gugusan perbukitan
nampak berdiri kokoh melindungi kawasan perdesaan
di lembah yang dikelilingi areal persawahan dan
ladang. Sejauh mata memandang yang terlihat adalah
warna hijau berpadu dengan biru langit dan putihnya
mega. Sesekali terlihat bunga liar yang tumbuh dengan
anggun di tengah rumpun ilalang.
Untuk mencapai puncak Suroloyo terdapat 286
anak tangga dengan tingkat kemiringan tinggi yang
harus didaki. Begitu menjejakkan kaki di Puncak
Suroloyo yang memiliki ketinggian 1.019 m dpl,
disambut dengan kepakan sayap puluhan burung
gereja, kupu-kupu, dan juga capung. Rombongan
unggas dan serangga itu terbang rendah di atas kepala
seolah mengucapkan selamat datang.
Pemandangan indah dan menakjubkan terhampar di
depan mata. Areal persawahan berbentuk terasering
49
menghiasi dinding perbukitan, berpadu mesra dengan
lembah dan perdesaan. Di kejauhan nampak puncak
Gunung Sindoro, Sumbing, Merbabu, dan Merapi
menyembul di balik gumpalan awan. Candi Borobudur
terlihat dalam ukuran yang sangat mungil, tersembunyi
dibalik pepohonan.
10. Goa Kiskendo
Goa Kiskendo berada di kurang lebih 38 kilometer
kea rah barat dari kota Yogyakarta. Lebih tepatnya,
obyek wisata goa ini berada di Desa Jatimulyo,
Kecamatan Girimulyo, Kulon Progo. Untuk menuju
goa ini, wisatawan bisa menggunakan kendaraan
bermotor baik berupa kendaraan roda empat maupun
kendaraan roda dua.
Rute paling mudah untuk mencapai obyek wisata
Goa Kiskendo adalah dengan menempuh perjalanan
melalui jalur menuju Purworejo dari Jalan Godean
menuju ke arah Pegunungan Menoreh. Rute yang
biasa diambil adalah jalur Godean – Menoreh –
Kaligesing – Purworejo.
Goa Kiskendo adalah sebuah goa yang memiliki
kedalaman mencapai kurang lebih 1000 meter. Goa ini
memiliki jalur yang bercabang di dalam nya. Untuk
50
menjelajahi goa ini, wisatawan bisa mengambil jalur
yang biasa digunakan, yaitu menelusuri jalur
sepanjang kurang lebih 600 meter dari mulut goa.
Salah satu daya tarik yang membuat Goa Kiskendo
ini menarik untuk di kunjungi adalah lukisan alam
yang masih begitu alami. Keindahan stalagtit dan
stalagmite yang memenuhi gua menjadi pemandangan
ciamik yang patut untuk di jelajahi.
Selain itu, konon katanya, goa ini merupakan
tempat pertempuran antara Maesosuro-Lemusuro
melawan Sugriwo-Subali. Kisah ini dapat dilihat dari
relief yang terpahat di dinding goa. Kabar baiknya,
relief yang ada di dinding-dinding goa bebas dari aksi
vandalism sehingga relief-relief ini masih terjaga
dengan baik.
Selain kisah yang tergambar di relief nya, Goa
Kiskendo juga cukup dikenal sebagai tempat sakral
dimana ritual bertapa acap kali dilakukan disini.
Beberapa lokasi yang sering digunakan untuk bertapa
antara lain Pertapaan Kusuma, Pertapaan Ledhek dan
Pertapaan Santri Tani.
Meskipun dikenal sebagai tempat sakral, area Goa
Kiskendo juga dilengkapi dengan beberapa area
51
bermain yang membuat wisatawan betah
menghabiskan waktu di area wisata Goa Kiskendo ini.
11. Puncak Canting Mas Dipowono
Puncak dipowono, Sebuah wiasata alam berbasis
pegunungan yang baru beberapa saat lalu di resmikan
oleh bupati kulon progo mulai ramai di kunjungi
wisatawan. Rupanya Kabupaten kulonprogo sedang
serius untuk memperkenalkan potensi alam yang
berada di kulonprogo
Jika dilihat sekilas, wisata alam bukit canting mas,
puncak dipowono ini hampir mirip dengan puncak
kalibiru.Selain berada di satu wilayah kelurahan yang
sama, Kedua wisata alam itu mengandalkan latar
belakang waduk sermo.
Untuk mendukung potensi wisata alam puncak
dipowono tersebut, Kelompok Hutan Kemasyarakatan
Sido Akur bekerja sama dengan warga setempat
sebagai pengelola desa wisata puncak dipowono,
kedepan mempunyai rencana melengkapi fasilitas
puncak dipowono dengan berbagai wahana seperti
yang ada di objek wisata alamKalibiru, seperti flying
fox dan semacam tempat outbond.

52
Puncak dipowono berada di sebuah dusun diatas
perbukitan menoreh yaitu dusun clapar 2, termasuk
dalam wilayah desa hargowilis, kecamatan kokap,
kabupaten kulonprogo, yogyakarta. Puncak dipowono
sendiri berada di ketinggian kurang lebih 700 mdpl,
dengan titik koordinat -7.799574, 110.127980.
Rute menuju puncak dipowono pun terbilang
sangat mudah. Dari kota joga bisa langsung menuju
kekota wates melewati jalan jogja-wates. sampai di
patung kuda kota wates, ambil arah kanan menuju
alun-alun wates. Perjalanan di lanjutkan menuju
waduk sermo. Ikuti jalur di pinggir waduk sermo.
Sampai bertemu papan nama menuju ke wisata alam
kalibiru, Ikuti saja. Sampai di pertigaan paling atas.
nanti akan terdapat 2 papan nama. kalau ke kanan ke
arah wisata alam kalibiru, jika ambil arah kiri menuju
ke bukit canting mas, puncak dipowono.
Secara umum jalan menuju ke puncak dipowono
sudah beraspal, hanya saja ketika hampir sampai di
tempat wisata jalan masih tanah dan jalan tersebut
memang sebuah jalan baru yang di buat oleh warga
sekitar. Tersedia sarana dan prasarana yang memadai,
seperti toilet dan mushola ataupun tempat istirahat.
53
Untuk sekedar menghilangkan lapar dan dahaga,
disana sudah ada beberapa penjual makanan ringan. Di
puncak dipowono ada seorang penjual es dawet,
direkomendasikan untuk mencoba es dawetnya
dikarenakan rasanya yang sangat segar
12. Jembatan Sesek
Jembatan bambu yang dikenal dengan Jembatan
sesek kini menjadi obyek wisata baru. Jembatan
sepanjang 50 meter yang menghubungkan Kabupaten
Kulonprogo dan Bantul di atas Sungai Progo ini
menjadi lokasi favorit bagi pasangan remaja untuk ber-
selfie untuk diunggah ke media social seperti
facebook, twitter, ataupun instagram.
Setidaknya ada tiga jembatan sesek yang terdapat
di Ngetakrejo Lendah yang terhubung dengan Bantul.
Jembatan ini sebenarnya dibangun untuk memudahkan
sarana transportasi bagi warga di dua wilayah. Sebab
jika menggunakan jalur darat mereka harus memutar
untuk belasan kilometer. Jembatan sesek inipun
dibangun dengan swadaya masyarakat dan pengelola.
Jembatan ini hanya ada saat musim kemarau,
bersamaan dengan air sungai yang surut. Begitu ada
banjir besar jembatan ini akan rusak diterjang banjir
54
dan ikut terbawa arus. Saat itulah warga yang
mengelola jembatan Sesek akan mengoperasionalkan
perahu kayu atau gethek untuk mengangkut warga.
Untuk membuatnya butuh dana sekitar Rp 4 juta
untuk membeli material bambu. Bagi warga yang
melintas akan dikenai biaya Rp 2.000 sekali jalan.
Dalam sehari tak kurang 150 pengendara sepeda motor
melintas. Kehadiran jembatan sesek inipun
memberikan rejeki kepada warga. Ada sebagian yang
memanfaatkan jasa parkir dan sekedar menjajagan
minuman ringan.
13. Pantai Glagah
Pantai Glagah merupakan primadona di
Kulonprogo. Di pantai ini pengunjung dapat bermain
kano di laguna, naik motorcross dihamparan pasir besi,
memancing di atas tetrapod yang berfungsi sebagai
pemecah ombak, hingga memetik buah naga di
agrowisata.
Selama ini Kabupaten Kulonprogo seringkali
terlupa di kalangan wisatawan. Padahal di Kabupaten
ini terdapat sebuah pantai yang indah dengan fasilitas
yang sangat beragam, Pantai Glagah namanya.
Destinasi wisata ini hanya berjarak sekitar 40 km arah
55
barat Yogyakarta, berbatasan dengan Kabupaten
Purworejo, Jawa Tengah. Berbeda dengan pantai-
pantai di Gunungkidul yang dibatasi bukit karang,
tepian Pantai Glagah terlihat sangat panjang tanpa
penghalang. Sejauh mata memandang yang terlihat
adalah hamparan pasir besi kehitaman. Ombak di
Pantai Glagah terbilang cukup besar. Karena itu di
kawasan pantai ini dibangun sebuah dermaga panjang
dengan tetrapod di kanan kirinya. Tetrapod tersebut
berfungsi sebagai pemecah ombak.
Untuk memasuki kawasan wisata Pantai Glagah,
wisatawan cukup merogoh kocek sebesar Rp 4.000.
Pantai Glagah dikenal memiliki laguna yang luas dan
indah. Di laguna ini beragam wisata tirta bisa dicoba
oleh wisatawan, mulai dari perahu kayuh (perahu
bebek-bebekan), kano, hingga sampan kecil yang akan
membawa wisatawan berputar mengelilingi laguna.
Karena lokasinya yang tenang dan jauh dari deburan
ombak, maka tempat ini ramai oleh pengunjung anak-
anak. Wisatawan pun bisa memancing di laguna ini.
Saat sore menjelang, sunset yang indah bisa disaksikan
dari laguna. Selain mencoba wisata tirta di laguna,
wisatawan yang suka petualangan juga bisa naik
56
motorcross atau ATV menyusuri gundukan pasir besi
yang ada di sepanjang pantai. Ingin sensasi wisata
lainnya? Datanglah ke perkebunan buah naga,
semangka, dan melon yang ada di sekitar pantai. Di
perkebunan tersebut wisatawan bisa ikut serta petani
memanen aneka buah-buahan dan membawanya
pulang sebagai oleh-oleh.
Bagi yang ingin menginap, di kawasan Pantai
Glagah sudah ada beberapa penginapan dengan
fasilitas standar. Beragam rumah makan yang
menyajikan seafood juga bisa dijumpai. Sedangkan
bagi yang ingin camping bisa memilih mendirikan
tenda tepat di bibir pantai berpasir maupaun di area
camping ground yang tersebar di kawasan ini.
14. Gardu Pandang Gunung Gajah
Puncak-puncak tinggi di deretan Perbukitan
Menoreh memang menjanjikan panorama memukau.
Sebuah bukit yang memiliki bentuk layaknya kepala
gajah menjadi salah satu spot menarik untuk
menikmati relief alam memukau tersebut dengan
Waduk Sermo berpagar deretan Perbukitan Menoreh
sebagai objek utamanya. Dua gardu pandang
sederhana dibangun warga setempat disana. Keduanya
57
bisa digunakan untuk memanjakan mata dengan
ketinggian berbeda. Sejauh mata memandang dari
selatan hingga timur laut, Kota Wates, barisan bukit di
wilayah Gunung Kidul serta Kota Jogja dari
ketinggian terlihat jelas. Bahkan jika cuaca benar-
benar cerah tanpa kabut, horizon yang menjadi batas
antara birunya langit dan Samudra Hindia akan tampak
di ujung selatan dari gardu pandang kedua yang
berketinggian sekitar 810 mdpl.
Gunung Gajah Terletak di Dusun Teganing 2, Desa
Hargotirto, Kecamatan Kokap, Kulonprogo,
Yogyakarta. Kurang lebih sekitar 2 jam dari kota
Jogja. Karena searah dari kota Jogja, Gunung Gajah
ini bisa sekaligus dikunjungi setelah puas basah-
basahan di air terjun yang ada di Desa Jatimulyo,
Kecamatan Girimulyo, Kulonprogo. Asal muasal
penamaan Gunung Gajah belum diketahui pasti,
mungkin ada batu atau gunungnya mirip dengan gajah,
atau mungkin karena gunung tersebut terlihat besar
dan gagah dari dekat layaknya seekor gajah.
Rute menuju Gunung Gajah cukup mudah, sama
seperti rute menuju air terjun di Girimulyo. Dari Kota
Jogja ambil kearah barat menuju perempatan lampu
58
lalu lintas Ring Road Demak Ijo, sesampainya di
perempatan tersebut ambil arah barat terus menuju
Jalan Godean. Ikuti terus jalan tersebut melewati pasar
Godean, menyebrangi sungai Progo dan sampai di
perempatan lampu lalu lintas Kenteng. Dari
perempatan tersebut arah barat menaiki pegunungan
menoreh. Menyelusuri jalan pegunungan menoreh
ikuti petunjuk jalan yang mengarah ke Goa Kiskendo.
Setelah sampai di Goa Kiskendo aka nada pertigaan
dengan pemandangan hutan pinus, ambil arah kiri lalu
ikuti jalan tersebut sampai pertigaan Grojogan Mudal
lalu ambil arah ke kiri. Ikuti jalan tersebut dan setelah
melewati gapura masuk Air Terjun Kembang Soka
akan ada pertigaan. Ambil ke arah kanan (jalan
nanjak) lalu ikuti jalan tersebut hingga sampai di
kawasan wisata alam Gunung Gajah

59
Hujan Konvektif
2. Hujan orografik
Jika gerakan udara melalui pegunumgan
atau bukit yang tinggi maka udara akan dipaksa
naik. Setelah terjadi kondensaasi, tumbuh awan
pada lereng di atas angin (windward side) dan
hujannya disebut hujan orografik, sedangkan
pada lereng di bawah angin (leeward side), udara
yang turun akan mengalami pemanaan dengan
sifat kering, dan daerah ini disebut daerah
bayangan hujan.

60
Hujan Orografis
3. Hujan frontal
Jika dua massa udara yang konvergen
horizontal mempunyai suhu dan massa jenis
berbeda, maka massa udara yang lebih panas
akan dipaksa naik di atas massa udara dingin.
Bidang batas antara kedua massa udara yang
berbeda sifat fisisnya disebut front.

61
Jumlah curah hujan paling berlimpah terdapat di
daerah ekuator dan berkurang menuuju daerah kutub.
Ada tiga pola curah hujan di Indonesia, yaitu :
1. Pola curah hujan jenis monsun
Distribusi curah hujan bulanan berbentuk
“V” dengan jumlah curah hujan musiman pada
bulan Juni, Juli, atau Agustus. Saat monsun barat
jumlah curah hujan berlimpah, sebaliknya saat
monsoon timur jumlah curah hujan sangat
sedikit. Daerah curah hujan jenis monsun sangat
luas terdapat di Indonesia.
2. Pola curah hujan jenis ekuator
Jumlah curah hujan maksimum terjadi
setelah ekinoks. Tempat di daerah ekuator
seperti Pontianak dan Padang.
3. Pola curah hujan jenis lokal
Distribusi curah hujan bulanannya kebalikan
dari jenis monsun, lebih banyak dipengaruhi
oleh sifat local. Daerah yang mempunyai sifat
local sangat sedikit, misalnya daerah Ambon.
A. Evaporasi
Penguapan adalah proses perubahan air dari
bentuk cair menjadi bentuk gas (uap). Ada dua macam
62
penguapan, yaitu evaporasi (penguapan air secara
langsung dari lautan, danau, sungai, dll) dan transpirasi
(penguapan air dari tumbuh-tumbuhan dan lain-lain,
makhluk hidup). Gabungan antara evaporasi dan
transpirasi disebut evapotranspirasi.
Evaporasi merupakan proses perubahan dari
bentuk cairan menjadi uap air ke atmosfer, baik yang
terjadi pada permukaan daratan, perairan maupun
vegetasi.  Transpirasi ialah proses penguapan sejumlah
air ke atmosfer yang terjadi pada jaringan tanaman.
Sedangkan evapotranspirasi (ET) ialah gabungan dari
proses evaporasi dan transpirasi, dan sering terjadi pada
tanah yang bervegetasi. Proses evapotranspirasi terdiri
atas evapotranspirasi potensial dan aktual.
Evapotranspirasi potensial trjadi pada daerah
pertanaman dengan kandungan air tanah pada tingkat
kapasitas lapang.  Sebaliknya jika keadaan tanah kurang
dari kapasitas lapang disebut evapotranspirasi aktual.
Evapotranspirasi merupakan proses yang sangat
penting bagi tanaman. Metabolisme tanaman
berlangsung jika evapotranspirasi terjadi.
Evapotranspirasi adalah proses gerakan air dari sistem
tanah ke tanaman kemudian ke atmosfir (transpirasi)
63
dan gerakan air dari sistem tanah ke permukaan tanah
kemudian ke atmosfir (evaporasi).  Secara umum
evapotranspirasi aktual (E) dapat dirumuskan sbb :  
E = k . [ ψ tanah - ψ atmosfir]/R
dimana k konstanta, ψ tanah, potensial air tanah, ψ
atmosfir, potensial air di atmosfir, R, resultan tahanan
tanaman dan permukaan tanah.
Pengaruh radiasi matahari yang kuat, akan
meyebabkan penguapan pada tanah pada kawasan yang
dibuka. Penguapan-penguapan yang terjadi pada musim
hujan tidak akan terlalu berpengaruh pada tanah karena
tanah yang diguyur kembali oleh air hujan pada waktu
siang harinya. Penguapan-penguapan yang hebat terjadi
pada musim kemarau, akan sangat berpengaruh pada
tanah, tanah menjadi kering karena selama musim itu
tidak ada pengembalian air dari udara dalam bentuk
curah hujan.
Alat yang digunakan untuk mengukur evaporasi
ialah Panci Evaporimeter kancah kelas A berbentuk
seperti bak dengan permukaan bulat berdiameter 120,7
cm dan tinggi 25 cm. Alat ini diletakkan di atas
kerangka kayu bercat putih dengan rongga yang cukup
pada bagian bawahnya. Bak selalu terisi air bersih
64
setinggi 20 cm (sejajar dengan ujung paku penunjuk
yang terdapat di dalam tabung peredam riak). Pada
dasarnya evaporimeter menunjukkan nilai penguapan
dari suatu genangan air bersih di atmosfer terbuka.
Pengamatan dilakukan secara rutin pada waktu  yang
telah ditentukan. Nilai penguapan dapat dihitung
dengan mengaitkan beberapa millimeter jumlah curah
hujan yang terjadi. Penggunaaan alat evaporimeter
dimaksudkan agar mampu mengikuti perubahan cuaca
terutama radiasi matahari setiap hari.

65
BAB V
STASIUN METEOROLOGI

Stasiun meteorologi pertanian adalah suatu tempat


untuk mengadakan pengamatan secara terus menerus keadaan
lingkungan (atmosfer). Suatu stasiun meteorologi paling sedikit
mengamati keadaan iklim selama 10 tahun berturut-turut,
sehingga akan didapat gambaran umum tentang rerata keadaan
iklim suatu tempat.  Agar diperoleh hasil pemgamatan yang
akurat, maka dibutuhkan persyaratan sebagai berikut : 
1.     Penempatan lokasi stasiun harus mewakili keadaan
lahan yang luas. 
2.     Masing-masing alat harus dapat memberikan hasil
pengukuran parameter cuaca yang absah (tepat dan
akurat), sederhana, kuat atau tidak mudah rusak, mudah
penggunaan dan perawatannya.
3.      Pengamatan harus dapat dipercaya, terlatih, dan
terampil.
Stasiun meteorologi harus ditempatkan pada daerah terbuka
dan representatif (mewakili). Secara umum. Luas daerah
terbuka bagi suatu stasiun meteorologi pertanian dengan
peralatannya lengkap kira-kira 2-2,5 ha. Unsur-unsur
klimatologi dan cuaca seperti suhu dan kelembaban udara,
66
curah hujan, intensitas  penyinaran  matahari,  kecepatan  dan 
arah  angin  serta  unsur  lainnya  merupakan faktor yang sangat
penting dalam usaha pertanian. Dan pengukuran besaran-
besaran tersebut lazim dilakukan di stasiun-stasiun klimatologi.
Cara dan alat ukur di stasiun meteorologi dan klimatologi  di 
Indonesia  umumnya  masih  secara  manual,  yang  hasil 
kelengkapan  dan keakuratan  datanya  sangat  tergantung 
kepada manusia  pencatatnya. Beberapa  alat pencatat otomatis
buatan pabrik sudah digunakan, tetapi harganya relatif masih
mahal.
Pengukuran dan pencatatan tentang iklim/cuaca yang
penting dalam pertanian antara lain : curah hujan (jumlah dan
intensitas hujan), evaporasi (permukaan tanah dan tanaman),
radiasi matahari (lama penyinaran dan intemnsitas penyinaran
matahari), kelembaban suhu atau temperatur (udara dan tanah),
dan angin (arah dan kecepatan angin). Untuk hal itu dalam
stasiun pengamatan atau pengukuran iklim/cuaca bagi pertanian
lazimnya mempunyai perlengkapan seperti berikut : shelter
(kotak stevenson), termometer suhu maksimum dan minimum,
termometer bola basah dan bola kering, termohigrograf,
penakar hujan (ombrometer), anemometer, evaporimeter,
solarimeter, sunshine duration record dan termometer tanah.
Menurut WMO (World Meteorology Organization) dalam
67
penempatan stasiun klimatologi pertanian diutamakan di
stasiun percobaan Agronomi, Hortikultura, Peternakan,
Kehutanan, hidrologi, lembaga penelitian tanah, Kebun raya
ataupun cagar alam serta daerah yang perubahan cuacanya
sering menyebabkan kerugian terhadap produksi pertanian.
Penempatan stasiun klimatologi/meteorology sedapat mungkin
memenuhi syarat antara lain :

1. Sekeliling luasan terpelihara dengan tanaman penutup


(rerumputan atau tanaman yang rendah) sebatas pada
pengaruh gerakan angin.
2. Disekitar atau dekatnya tidak ada jalan raya (jalan
besar)
3. Tempatnya pada tanah yang datar.
4. Bebas atau jauh dari bangunan dan pohon-pohon besar.
5. Letak stasiun jangan terlalu jauh dengan pengamat dan
keperluan pengamatan. Hal ini akan lebih baik dalam
ketepatan waktu dan kondisi yang dapat dipercaya.

Di Indonesia terdapat beberapa stasiun meteorologi,


nama dan alamat bisa di lihat sebagai berikut:

68
Tabel 2. Nama dan alamat stasiun meteorologi di Indonesia
No Stasiun Alamat Kepala Stasiun
Stasiun
Bandara Aek Godang
Meteorologi
Tapanuli Selatan
Klas IV Aek Darwin Pane
Telp : —
1 Godang 19560830197803
Fax : —
Balai Besar 1001
Email : –[at]bmkg.go.id
Wilayah I
Website : #
Medan
Stasiun Jl. Mata Ie, Pos Perumnas
Geofisika Banda Aceh.
Klas III Telp : 0651-42840 Syahnan
2 Banda Aceh Fax : — 19610726198503
Balai Besar Email : 1001
Wilayah I stageof.mataie[at]bmkg.go.id
Medan Website : #
Stasiun Bandara Sultan Iskandar
Meteorologi Muda Blangbintang, Banda
Klas II Aceh
FACHKRURAZI,
Blangbintan Telp : 0651-24217
SP
3 g Banda Fax : 0651-31774
19650930199003
Aceh Email :
1002
Balai Besar stamet.blangbintang[at]bmkg.
Wilayah I go.id
Medan Website : #
Jl. Hang Nadim, Bandara
Stasiun
Hang Nadim, Batam
Meteorologi
Telp : 0778-761415
Klas I Hang Philip Mustamu,
Fax : —
Nadim S.Sos
4 Email :
Batam 19590406198203
stamet.hangnadim[at]bmkg.go
Balai Besar 1002
.id
Wilayah I
Website : http://hangnadim.ke
Medan
pri.bmkg.go.id
5 Stasiun Jl. Raya Pelabuhan II Gabion Drs. Sampe
69
Meteorologi
Klas II Ringkai Belawan – Medan
Maritim Telp : 061-694851, 6940340 Simangunsong,
Belawan Fax : — MM
Medan Email : 19590120198603
Balai Besar stamar.belawan[at]bmkg.go.id 1001
Wilayah I Website : #
Medan
Jln. Raya Bukittinggi-Medan
Stasiun
Km.17, Palupuh, Kab.Agam,
Pemantau
Sumatera Barat 26100
Atmosfer
Telp : 0752-7446449 Drs. Herizal, M.Si
Global
6 Fax : 0752-7446089 19610704198403
Kototabang
Email : 1001
Balai Besar
stagaw.kototabang[at]bmkg.g
Wilayah I
o.id
Medan
Website : #
Stasiun
Meteorologi Jl. Garuda Bandara Dabo,
Klas III Dabo Singkep Jerang Perangin
Dabo Telp : 0776-21247 Angin
7
Singkep Fax : 0776-21246 19591012198103
Balai Besar Email : –[at]bmkg.go.id 1002
Wilayah I Website : #
Medan
Jl. Yos Sudarso140 B, Kel.
Stasiun
Sambo, Gunung Sitoli,
Geofisika
Sumatera Utara GANDAMANA
Klas III
Telp : — MATONDANG,
Gunung
8 Fax : — ST
Sitoli
Email : 19660615198801
Balai Besar
stageof.gunungsitoli[at]bmkg. 1001
Wilayah I
go.id
Medan
Website : #
9 Stasiun Bandara Binaka Gunung Sitoli Amonio Harefa

70
Meteorologi
Klas III
Nias No. 101, Gunung Sitoli
Binaka
Telp : —
Gunung 19580212197901
Fax : —
Sitoli 1001
Email : –[at]bmkg.go.id
Balai Besar
Website : #
Wilayah I
Medan
Jl. Banda Aceh Medan Km
Stasiun 27,5 Indrapuri, Aceh Besar
Klimatologi 23363
Klaus Johanes
Klas IV Telp : —
A.D., ST.
10 Indrapuri Fax : —
19700503199103
Balai Besar Email :
1003
Wilayah I staklim.indrapuri[at]bmkg.go.i
Medan d
Website : #
Stasiun Bandara Malikussaleh
Meteorologi Lhokseumawe 124 LAM
Klas III Telp : 0645-40540574
Sulaiman
Lhokseuma Fax : —
11 19580505197903
we Email :
1001
Balai Besar stamet.lhokseumawe[at]bmkg.
Wilayah I go.id
Medan Website : #
Stasiun
Klimatologi Jl. Meteorologi Raya No. 17
Klas I Sampali Medan 20371 Ir. Tuban Wiyoso,
Sampali Telp : 061-6628002, 6614631 M.Si
12
Medan Fax : 061-6614631 19630628198903
Balai Besar Email : –[at]bmkg.go.id 1001
Wilayah I Website : #
Medan
13 Stasiun Bandara Polonia Medan Albertus
Meteorologi Telp : 061-4536909, 4560121, Kusbagio, S.Si

71
Klas I
Polonia 4565777 ext 2170
Medan Fax : — 19590727197910
Balai Besar Email : –[at]bmkg.go.id 1001
Wilayah I Website : #
Medan
Stasiun Bandara Cut Nyak Dhien
Meteorologi Maulaboh Jl. Desa Kubang
Klas III Cut Gajah Kec. Kuala, Kab.
Edy Darlupti
Nyak Dhien Nagan Raya
14 19600206198103
Meulaboh Telp : —
1001
Balai Besar Fax : —
Wilayah I Email : –[at]bmkg.go.id
Medan Website : #
Stasiun
Meteorologi Bandara Tabing Padang
Klas II Telp : 0751-56035 Soedarto
Tabing Fax : 0751-56936 Soetarmo, S.Si
15
Padang Email : 19570115197803
Balai Besar stamet.tabing[at]bmkg.go.id 1001
Wilayah I Website : #
Medan
Stasiun
Meteorologi Jl. Cilacap No. 31A Padang
Klas IV 25217
Amarizal, ST
Maritim Telp : 0751-62331
16 19570303197709
Teluk Bayur Fax : 0751-62331
1001
Balai Besar Email : –[at]bmkg.go.id
Wilayah I Website : #
Medan
17 Stasiun Jl. Sultan Syahrir Silaing Tiar Prasetya,
Geofisika Bawah, Padang Panjang, M.Sc
Padang Sumatera Barat 19710828199403
Panjang Telp : 0752-82236 1001
Balai Besar Fax : —

72
Email :
Wilayah I stageo.padangpanjang[at]bmk
Medan g.go.id
Website : #
Jl. Geofisika No. 1 Tuntungan
I – Pancur Batu, Deli Serdang,
Stasiun
Sumatera Utara
Geofisika
Telp : 061-6626975 Rifwar K, S.Si.
Tuntungan
18 Fax : — 19590505198103
Balai Besar
Email : 1001
Wilayah I
stageof.tuntungan[at]bmkg.go.
Medan
id
Website : #
Stasiun KM 5 Desa Sibaganding,
Geofisika Parapat, Sumatera Utara
Sunardi
Parapat Telp : 0625-41294
19 19620912198403
Balai Besar Fax : —
1001
Wilayah I Email : –[at]bmkg.go.id
Medan Website : #
Stasiun
Meteorologi
Bandar Udara Sultan Syarif
Klas II
Kasim II Pekanbaru
Simpang Ferry Sitorus, ST
Telp : 0761-6747211
20 Tiga 19600706198103
Fax : 0761-674714
Pekanbaru 1003
Email : –[at]bmkg.go.id
Balai Besar
Website : #
Wilayah I
Medan
21 Stasiun Jl. Adi Sucipto Komplek Yassinsons Ilyas
Meteorologi AURI Ranai, Natuna 19600527198103
Klas III Telp : 0773-31016 1001
Ranai Fax : —
Natuna Email :
Balai Besar stamet.ranai[at]bmkg.go.id
Wilayah I Website : #

73
Medan
Stasiun
Stasiun Meteorologi Japura
Meteorologi
Rengat Airmolok Riau YOHANES
Klas III
Telp : 0769-41238 DRAJAD
Japura
22 Fax : — BINTORO
Rengat
Email : 19661227
Balai Besar
stamet.rengat[at]bmkg.go.id 1992031003
Wilayah I
Website : #
Medan
Stasiun
Pelabuhan Udara Maimun
Meteorologi
Saleh Kota Sabang
Klas III Cot Syamsul Bahri
Telp : 0652-21525
23 Bau Sabang 19600315198103
Fax : —
Balai Besar 1003
Email : –[at]bmkg.go.id
Wilayah I
Website : #
Medan
Stasiun
Meteorologi
Bandara Pinang Sori Sibolga
Klas III MAROLOP
Telp : 0631-391004
Pinang Sori RUMAHORBO
24 Fax : —
Sibolga 19600601198303
Email : –[at]bmkg.go.id
Balai Besar 1001
Website : #
Wilayah I
Medan
Stasiun
Klimatologi Stasiun Klimatologi Klas II
Klas II Sicincin Padang Pariaman
Drs. Edy
Sicincin 25584
Siswantoro
25 Padang Telp : 0751-36491
19581127198303
Panjang Fax : —
1001
Balai Besar Email : –[at]bmkg.go.id
Wilayah I Website : #
Medan
26 Stasiun Stasiun Meteorologi Bandar Hasnisyam
Meteorologi Udara Sei Beti – Tanjung 19570814197910
74
Klas IV
Tanjung Balai Karimun
Balai Telp : —
Karimun Fax : — 1001
Balai Besar Email : –[at]bmkg.go.id
Wilayah I Website : #
Medan
Stasiun
Meteorologi
Jl. Adi Sucipto Km 12,5
Klas III
Bandara Kijang Tj Pinang HARTANTO, ST,
Kijang
Telp : 0771-41091, 441844 MM
27 Tanjung
Fax : — 19730418199503
Pinang
Email : –[at]bmkg.go.id 1001
Balai Besar
Website : #
Wilayah I
Medan
Jl. Hang Tuah No 45 Tarempa
Stasiun
Kabupaten Kepulauan
Meteorologi
Anambas Kep. Riau 29791 Wilhelmus
Klas III
Telp : 0722-31402 Anggriono, SH.
28 Tarempa
Fax : 0772-31296 19610916198303
Balai Besar
Email : 1004
Wilayah I
stamet.tarempa[at]bmkg.go.id
Medan
Website : #
Stasiun Jl. Jawa No 12 Pelabuhan
Meteorologi Panjang Bandar Lampung
Klas IV 35241
Maritim Telp : 0721-342219 Edy Junaedi
29 Tanjung Fax : — 19580414198003
Karang Email : 1001
Balai Besar stamar.lampung[at]bmkg.go.i
Wilayah II d
Ciputat Website : #
30 Stasiun Jl. Cemara No. 66, Bandung Jumadi
Geofisika Telp : 022-2031881 19581017198203

75
Klas I Fax : —
Bandung Email :
Balai Besar stageof.bandung[at]bmkg.go.i 1001
Wilayah II d
Ciputat Website : #
Stasiun Jl. Raya Banjarmangu KM 12,
Geofisika Desa Kalilunjar,
Klas III Banjarmangu, Banjarnegara,
Akhmad Lani
Banjarnegar Jawa Tengah
31 19610819198403
a Telp : 0815-6987321
1001
Balai Besar Fax : 0815-592001
Wilayah II Email : –[at]bmkg.go.id
Ciputat Website : #
Jl. Ir. Rustandi Sugianto P.
Stasiun Baai Bengkulu 39172 Kotak
Klimatologi Pos 15
Klas II Telp : 0736-51251 ; 0736-
Fahmiza, SE
Pulau Baai 51426; 0736-53030
32 19570206198203
Bengkulu Fax : 0736-51426
1001
Balai Besar Email :
Wilayah II staklim.pulaubaai[at]bmkg.go.
Ciputat id
Website : #
Stasiun Jl. Raya Bandara Fatmawati
Meteorologi Soekarno, Bengkulu
Klas III Telp : 0736-51064
Agus, ST
Fatmawati – Fax : 0736-51614
33 19650304199102
Bengkulu Email :
1001
Balai Besar stamet.fatmawati[at]bmkg.go.i
Wilayah II d
Ciputat Website : #
34 Stasiun Jl. Alternatif IPB – SituGede Drs. R. Ponco
Klimatologi Bogor Barat Nugroho Rihadi
Klas I Telp : 0251-8628468 19560526197901
Darmaga Fax : 0251-623018 1001

76
Bogor
Email :
Balai Besar
staklim.bogor[at]bmkg.go.id
Wilayah II
Website : #
Ciputat
Stasiun
Meteorologi Stasiun Meteorologi Bandara
Klas I Soekarno-Hatta Cengkareng
Soekarno- Gedung 611 (tower) Joko Siswanto
35 Hatta Telp : 021-5506145 19590220198109
Cengkareng Fax : 021-5501582 1001
Balai Besar Email : –[at]bmkg.go.id
Wilayah II Website : #
Ciputat
Stasiun Jl. Gatot Subroto No. 20
Meteorologi Cilacap MUHAMMAD
Klas III Telp : 0282-34103 RIZALI NOOR,
36 Cilacap Fax : 0282-535822 S.Kom
Balai Besar Email : 19580524198103
Wilayah II stamet.cilacap[at]bmkg.go.id 1002
Ciputat Website : #
Stasiun
Meteorologi Stasiun Meteorologi Citeko –
Klas III Cisarua Bogor
Citeko – Telp : 0251-8255011 Ir. Alidia, MM
37 Cisarua Fax : 0251-8255460 19600403198903
Bogor Email : 1001
Balai Besar stamet.citeko[at]bmkg.go.id
Wilayah II Website : #
Ciputat
38 Stasiun Jl. Angkasa I No. 2, Ponimin, S.Si,
Geofisika Kemayoran, Jakarta Pusat MM.
Klas II Telp : 021-6545808 19600403198903
Kemayoran Fax : — 1001
Balai Besar Email :
Wilayah II stageof.kemayoran[at]bmkg.g

77
o.id
Ciputat
Website : #
Stasiun
Meteorologi Jl. Angkasa I No. 2
Klas III Kemayoran Jakarta Pusat
Anton Daud, S.Si
Kemayoran Telp : 021-4246321
39 19720802199703
Jakarta Fax : —
1001
Balai Besar Email : –[at]bmkg.go.id
Wilayah II Website : #
Ciputat
Stasiun Jl. Padang Marang 4
Meteorologi Pelabuhan Tanjung Priok
Maritim Jakarta Utara 14310 SUWADI
Klas I Telp : 021-43901650 HENDRA
40 Tanjung Fax : 021-4351366 UTAMA, SP
Priok Email : 19580816197902
Balai Besar stamar.tanjungpriok[at]bmkg. 1001
Wilayah II go.id
Ciputat Website : #
Jalan Raya Jambi-Muara
Stasiun Bulian KM 18, Desa Simpang
Klimatologi Sungai Duren, Propinsi Jambi-
Klas IV Sei 36363 Hery Budi, SH.
41 Duren Jambi Telp : 0741-581919; 0741- 19561210198003
Balai Besar 583500 1002
Wilayah II Fax : 0741-583555
Ciputat Email : –[at]bmkg.go.id
Website : #
42 Stasiun Jl. Soekarno-Hatta Palmerah – Yayat Suriyat
Meteorologi Jambi 19590305198203
Klas III Telp : 0741-572161 1001
Sutan Thaha Fax : 0741-573245
– Jambi Email :
Balai Besar stamet.sultanthaha[at]bmkg.go
Wilayah II .id

78
Ciputat Website : #
Jl. Wates Km 8, Citengan,
Balecatur, Gamping, Sleman,
Stasiun
DIY
Geofisika Drs. Mochammad
Telp : 0274-6498380; 0274-
Yogyakarta Riyadi, M.Si
43 6498383
Balai Besar 19580417198203
Fax : 0274-6498382
Wilayah II 1001
Email :
Ciputat
stageof.yogya[at]bmkg.go.id
Website : #
Stasiun
Klimatologi Jl. Residen H. Amalludin
Klas II Kenten Sako – Palembang
Mohamad Irdam
Kenten Telp : 0711-811642
44 19581028198203
Palembang Fax : 0711-810831
1002
Balai Besar Email : –[at]bmkg.go.id
Wilayah II Website : #
Ciputat
Jl. Pembangunan No. 156
Pasar Ujung, Kepahyang,
Stasiun
Bengkulu
Geofisika Dadang Permana,
Telp : 0732-391600
Kepahyang S.Si
45 Fax : —
Balai Besar 19691019199003
Email :
Wilayah II 1001
stageof.kepahiang[at]bmkg.go
Ciputat
.id
Website : #
46 Stasiun Bandara Depati Parbo Kerinci Jetmal Nababan
Meteorologi Telp : — 19570528198103
Klas III Fax : — 1001
Depati Email : –[at]bmkg.go.id
Parbo – Website : #
Kerinci
Balai Besar
Wilayah II

79
Ciputat
Stasiun
Meteorologi
Jl. Patimura No. 13 Ketapang
Klas III
78851
Rahadi Hazaim, S.AP
Telp : 0534-32706
47 Usman 19590525198103
Fax : 0534-32706
Ketapang 1003
Email : –[at]bmkg.go.id
Balai Besar
Website : #
Wilayah II
Ciputat
Jl. Raden Intan No. 219,
Stasiun Kotabumi, Lampung
Geofisika Telp : 0724-22870
Chrismanto, SH
Kotabumi Fax : —
48 19580826198103
Balai Besar Email :
1001
Wilayah II stageof.kotabumi[at]bmkg.go.
Ciputat id
Website : #
Stasiun
Meteorologi Jl. Raya Branti, Bandara
Raden Inten Radin Inten II Lampung
Sugiman, SE
II – Telp : 0721-91093
49 19571015198003
Lampung Fax : 0721-91642
1002
Balai Besar Email : –[at]bmkg.go.id
Wilayah II Website : #
Ciputat
Stasiun
Jl. Letda Arzain Jatiwangi
Meteorologi
Kab. Majalengka 45454
Klas III Drs. Effendi
Telp : 0233-881013
50 Jatiwangi 19570123198002
Fax : 0233-883949
Balai Besar 1001
Email : –[at]bmkg.go.id
Wilayah II
Website : #
Ciputat
51 Stasiun Jl. Pattimura No. 13 Ketapang Hazaim, S.AP.
Meteorologi 78851 19590525198103
80
Klas III
Telp : 0534-32706
Rahadi
Fax : –
Usman,
Email :
Ketapang 1003
stamet.pattimura[at]bmkg.go.i
Balai Besar
d
Wilayah II
Website : #
Ciputat
Stasiun
Meteorologi Bandara Nangapinoh, Kab.
Klas III Melawi Kalimantan Barat
S. Atmowarsito
Nanga Telp : 0568-21330
52 19590715198103
Pinoh Fax : 0568-21330
1002
Balai Besar Email : –[at]bmkg.go.id
Wilayah II Website : #
Ciputat
Stasiun
Meteorologi
Klas II
Jl. SM Badaruddin II Km 10,5
Sultan NURANGESTI
Palembang
Mahmud WIDYASTUTI.
Telp : 0711-430274, 430015
53 Badaruddin Y
Fax : —
II 19600719198303
Email : –[at]bmkg.go.id
Palembang 2016
Website : #
Balai Besar
Wilayah II
Ciputat
Stasiun Jl. Lingkar PLN Liku, Kec.
Meteorologi Paloh Kab. Sambas,
Klas III Kalimantan Barat Giri Darmoko
54 Paloh Telp : 0562-4395086 19630412198703
Balai Besar Fax : — 1001
Wilayah II Email : –[at]bmkg.go.id
Ciputat Website : #
55 Stasiun Bandara Dipati Amir, Bangka, MUHAMMAD
Meteorologi Pangkalpinang 33171 NURHUDA,ST

81
Klas III Telp : 0717-436894
Pangkalpina Fax : 0717-432060
ng Email : 19660119199102
Balai Besar stamet.pangkalpinang[at]bmk 1001
Wilayah II g.go.id
Ciputat Website : #
Bandara Supadio Jl. Adi
Stasiun
Sucipto Km 17, Pontianak,
Meteorologi
Kalimantan Barat 78381
Klas II Bambang
Telp : 0561-721560 (ext. 222),
Supadio Hargiyono, S.Si
56 0561-721142
Pontianak 19620128198503
Fax : 0561-725127
Balai Besar 1001
Email :
Wilayah II
stamet.supadio[at]bmkg.go.id
Ciputat
Website : #
Stasiun
Meteorologi Jl. Pelabuhan Laut Pontianak
Klas IV 78112 Tejo Aristono,
Maritim Telp : 0561-769906 S.E.
57
Pontianak Fax : 0561-769906 19580913197910
Balai Besar Email : –[at]bmkg.go.id 1001
Wilayah II Website : #
Ciputat
Bandar Udara Pangsuma Jl.
Stasiun Adi Sucipto Kedamin
Meteorologi Putussibau, Kalimantan Barat
Klas III 78752
Heru Sukoco
Pangsuma Telp : 0567-21567
58 19641024198812
Putussibau Fax : 0567-21567
1001
Balai Besar Email :
Wilayah II stamet.putussibau[at]bmkg.go.
Ciputat id
Website : #
59 Stasiun Jl. Siliwangi 291 Semarang Drs. Bambang
Klimatologi 50145 Nova Setyanto

82
Klas I
Telp : 024-7609016
Semarang
Fax : — 19581102198002
Balai Besar
Email : –[at]bmkg.go.id 1001
Wilayah II
Website : #
Ciputat
Stasiun
Meteorologi Jl. PUADA Yani, Bandara A
Klas II Yani Semarang 50145 Drs.Ec. Setio
Ahmad Yani Telp : 024-7626064, 7605539 Wibowo
60
Semarang Fax : 024-7613817 19590323198109
Balai Besar Email : –[at]bmkg.go.id 1001
Wilayah II Website : #
Ciputat
Stasiun Jl. Deli No.3 Pelabuhan
Meteorologi Tanjung Emas- Semarang
Maritim Telp : 024-3559194 HIDAYATUL
Klas II Fax : 024-3549050 MUKHTAR
61
Semarang Email : 19590819198303
Balai Besar stamar.semarang[at]bmkg.go.i 1002
Wilayah II d
Ciputat Website : #
Stasiun
Meteorologi Jl. Raya Taktakan No 27
Klas III Serang – Banten
Parmin, S.Si
Serang – Telp : 0254-200185
62 19640218199102
Banten Fax : 0254-224325
1001
Balai Besar Email : –[at]bmkg.go.id
Wilayah II Website : #
Ciputat
63 Stasiun Jl. Raya Sei Nipah Km.20,5 I Wayan Mustika,
Klimatologi Jungkat – Pontianak 78351 S.Si
Klas II Telp : 0561-7075083 19670305199002
Siantan Fax : 0561-740316 1001
Pontianak Email :
Balai Besar staklim.siantan[at]bmkg.go.id

83
Wilayah II
Website : #
Ciputat
Stasiun
Meteorologi
Jl. Pramuka No. 1 Sintang –
Klas III
Kalimantan Barat
Susilo
Telp : 0565-23013 Yohanes Siahaya
Sintang
64 Fax : – 19580601197910
Kalimantan
Email : 1001
Barat
stamet.sintang[at]bmkg.go.id
Balai Besar
Website : #
Wilayah II
Ciputat
Jl. Meteorologi No 5, Kel.
Tanah Tinggi, Tangerang,
Stasiun
Banten
Geofisika RAHMAT
Telp : 021-55771822 /
Klas I TRIYONO,
5523665
65 Tangerang ST,M.Sc
Fax : 021-55771822
Balai Besar 19700705199803
Email :
Wilayah II 1002
stageof.tangerang[at]bmkg.go.
Ciputat
id
Website : #
Stasiun
Klimatologi
Jl. Raya Kodam Bintaro No
Klas II
82 Jakarta Selatan Ir. Zubaidah Sri
Pondok
Telp : 021-7353018 Handayani
66 Betung
Fax : 021-7355262 19571019197910
Tangerang
Email : –[at]bmkg.go.id 2001
Balai Besar
Website : #
Wilayah II
Ciputat
67 Stasiun Kampus STPI Bandara BAMBANG
Meteorologi Budiarto Curug, Tangerang SUYANTOKO,
Klas III Telp : 021-5983894 / 021- S.Si
Budiarto – 5981697 19580929198403

84
Curug
Fax : 021-5986924
Balai Besar
Email : –[at]bmkg.go.id 1001
Wilayah II
Website : #
Ciputat
Stasiun
Klimatologi
Stasiun Klimatologi Masgar –
Klas IV
Tanjung Karang
Masgar – Drs. Hariyanto
Telp : —
68 Tanjung 19550523197603
Fax : —
Karang 1001
Email : –[at]bmkg.go.id
Balai Besar
Website : #
Wilayah II
Ciputat
Stasiun
Geofisika Jl. Hasyim Idris, Tanjung
Klas III Pandan, Bangka Belitung
HARUN
Tanjung Telp : 0719-22340, 22384
69 19581030197709
Pandan Fax : —
1001
Balai Besar Email : –[at]bmkg.go.id
Wilayah II Website : #
Ciputat
Stasiun
Jl. Bandara H. AS.
Meteorologi
Hanadjoeddin Buluhtumbang
Klas III
Tanjungpandan – Belitung
Buluhtumba Catur Priyanto
Telp : 0719-24310
ng Hadi, SP
70 Fax : 0719-22688
Tanjungpan 19561023197812
Email :
dan 1001
195610231978121001[at]bmk
Balai Besar
g.go.id
Wilayah II
Website : #
Ciputat
71 Stasiun Jl. Kol. Sugiono No 100 Tegal Nurzaman
Meteorologi 52113 19620426198203
Klas III Telp : 0283-356206 1001
Tegal Fax : 0283-341773

85
Balai Besar
Email : –[at]bmkg.go.id
Wilayah II
Website : #
Ciputat
Stasiun
Bandar Udara Lekunik Baa
Meteorologi
Rote 85371
Klas III Benediktus Talu
Telp : —
Lekunik Baa Beribe, SE
72 Fax : —
Rote 19581209197903
Email :
Balai Besar 1001
stamet.baarote[at]bmkg.go.id
Wilayah III
Website : #
Denpasar
Stasiun Jl. Marsma R. Iswahyudi 359
Geofisika Balikpapan, Kalimantan
Klas III Timur 76115 Wattimena Rony
73 Balikpapan Telp : 0542-764053, 762862 19571116198003
Balai Besar Fax : — 1002
Wilayah III Email : –[at]bmkg.go.id
Denpasar Website : #
Stasiun Jl. Marsma R. Iswahyudi No.
Meteorologi 3 Balikpapan
Klas II Telp : 0542-762360 Drs. Imam
Sepinggan Fax : 0542-764054 Mashudi
74
Balikpapan Email : 19590506198403
Balai Besar stamet.sepinggan[at]bmkg.go. 1001
Wilayah III id
Denpasar Website : #
75 Stasiun Jl. Trikora, Banjarbaru – Ir. Purwanto
Klimatologi Kalimantan Selatan 19620808198903
Klas I Telp : 0511-4787229 1001
Banjarbaru Fax : 0511-4787159
– Email :
Kalimantan staklim.banjarbaru[at]bmkg.g
Selatan o.id
Balai Besar Website : –
Wilayah III

86
Denpasar
Stasiun
Meteorologi
Bandara Syamsudin Noor
Klas II
Banjarmasin
Syamsudin Raden Ishak, S.Si.
Telp : 51122
76 Noor – 19591110198403
Fax : —
Banjarmasin 1001
Email : –[at]bmkg.go.id
Balai Besar
Website : #
Wilayah III
Denpasar
Stasiun
Jl. Jaksa Agung Suprapto No.
Meteorologi
152
Klas III Atmaji Putro
Telp : 0333-421888
77 Banyuwangi 19580615198203
Fax : 0333-410088
Balai Besar 1001
Email : –[at]bmkg.go.id
Wilayah III
Website : #
Denpasar
Stasiun Jl. Umar Masud Sangkapura –
Meteorologi Bawean Gresik 61181
Klas III Telp : 0325-421004, 0352- Usman Kholid,
Sangkapura 421572 S.Sos, M.Si
78
Bawean Fax : — 19690330199102
Balai Besar Email : 1001
Wilayah III stamet.bawean[at]bmkg.go.id
Denpasar Website : #
Stasiun
Stasiun Meteorologi M.
Meteorologi
Salahudin Bima NTB 84173
Klas III
Telp : — Catur Winarti, SP
Salahudin
79 Fax : — 19750723199703
Bima
Email : 2001
Balai Besar
stamet.bima[at]bmkg.go.id
Wilayah III
Website : #
Denpasar
80 Stasiun Jl. Merdeka, Bandar Udara Musuhanaya, SE
Meteorologi Sanggau, Buntok 19660315198703
87
Klas IV
Telp : —
Buntok
Fax : —
Balai Besar 1002
Email : –[at]bmkg.go.id
Wilayah III
Website : #
Denpasar
Stasiun Jl. Pulau Tarakan No. 1,
Geofisika Sanglah, Denpasar, Bali. H R. Gatot
Sanglah Telp : 0361-226157 Subiyanto, SH
81
Balai Besar Fax : — 19580905198002
Wilayah III Email : –[at]bmkg.go.id 1001
Denpasar Website : #
Stasiun
Meteorologi Jl. Tolotio No. 8 Bandara
ERASMUS
Klas I Udara Ngurah Rai Denpasar
KAYADU, S.Si,
Ngurah Rai Telp : 0361-757975
82 M.Si
– Denpasar Fax : 0361-9351124
19580320198203
Balai Besar Email : –[at]bmkg.go.id
1003
Wilayah III Website : #
Denpasar
Stasiun
Meteorologi Jl. Soekarno Hatta, Bandar
Klas III Udara Mali, Alor Okten Luther
Mali Telp : — Nubatonis, STP
83
Kalabahi Fax : — 19651002198903
Balai Besar Email : –[at]bmkg.go.id 1001
Wilayah III Website : #
Denpasar
Jl. Raya Kalianget Sumenep
Stasiun
Barat Madura
Meteorologi
Telp : —
Klas III Joko Sulistiyo, ST
Fax : —
84 Kalianget 19580408198003
Email :
Balai Besar 1002
stamet.kalianget[at]bmkg.go.i
Wilayah III
d
Denpasar
Website : #

88
Stasiun
Klimatologi
Jl. Ampeldento No. 1 Karang
Klas II
Ploso – Malang Amat Subekti,
Karang
Telp : — S.Si
85 Ploso
Fax : — 19590806198203
Malang
Email : –[at]bmkg.go.id 1001
Balai Besar
Website : #
Wilayah III
Denpasar
Stasiun Jl. Raya Bajo, Ds. Kahang-
Geofisika kahang, Karangasem, Bali
Muh. Chudori, ST
Karangasem Telp : —
86 19630926198703
Balai Besar Fax : —
1001
Wilayah III Email : –[at]bmkg.go.id
Denpasar Website : #
Stasiun
Klimatologi Stasiun Klimatologi Kediri
Klas IV Mataram Nuga Putrantijo,
Kediri Telp : — SP
87
Mataram Fax : — 19700410199203
Balai Besar Email : –[at]bmkg.go.id 1004
Wilayah III Website : #
Denpasar
Stasiun
Jl. Raya Stagen KM 10
Meteorologi
Kotabaru 72151
Klas III
Telp : 0581-21701 Sutrisno
Stagen
88 Fax : — 19600406198103
Kotabaru
Email : 1004
Balai Besar
stamet.kotabaru[at]bmkg.go.id
Wilayah III
Website : #
Denpasar
89 Stasiun Jl. Cak Doko No. 70, Kupang, Sudaryono, S.Si
Geofisika NTT 19710406199403
Kupang Telp : 0380-821608, 826006 1003
Balai Besar Fax : 0380-826205

89
Email :
Wilayah III
stageof.kupang[at]bmkg.go.id
Denpasar
Website : #
Stasiun
Klimatologi Jl. Tim-Tim Km 10,5 Lasiana
Klas II Kupang
Juli Setiyanto, SP
Lasiana Telp : 0380-881680, 881681
90 19620725198703
Kupang Fax : —
1001
Balai Besar Email : –[at]bmkg.go.id
Wilayah III Website : #
Denpasar
Stasiun
Bandara Eltari Kupang Jl.
Meteorologi
Rajawali – Penturi Kupang
Klas II Drs. Nanang
Telp : 0380-881613
Eltari Purnadi
91 Fax : —
Kupang 19630602198703
Email :
Balai Besar 1001
stamet.eltari[at]bmkg.go.id
Wilayah III
Website : #
Denpasar
Stasiun
Meteorologi
Bandar Udara Komodo
Klas IV
Labuhan Bajo Agustinus
Komodo
Telp : — Bolilera
92 Labuhan
Fax : — 19660908199003
Bajo
Email : –[at]bmkg.go.id 1001
Balai Besar
Website : #
Wilayah III
Denpasar
93 Stasiun Jl. Soekarno-Hatta No 76 Marselinus Pama
Meteorologi Larantuka Flores – NTT Kabelen
Klas III Telp : — 19630727198812
Gewayantan Fax : — 1001
a Larantuka Email : –[at]bmkg.go.id
Balai Besar Website : #
Wilayah III

90
Denpasar
Stasiun
Stasiun Meteorologi Yuvai
Meteorologi
Semaring Long Bawan
Klas III Ahmad Fauzie
Telp : —
94 Long Bawan 19571125198203
Fax : —
Balai Besar 1003
Email : –[at]bmkg.go.id
Wilayah III
Website : #
Denpasar
Jl. Raya Bendungan Lahor
No. 40, Karangkates, Kec.
Stasiun Sumber Pucung, Malang,
Geofisika Jawa Timur
Adi Supriyanto
Karangkates Telp : 0341-385667
95 19570820197709
Balai Besar Fax : 0341-386261
1001
Wilayah III Email :
Denpasar stageof.karangkates[at]bmkg.g
o.id
Website : #
Stasiun Jl. Raya Ledug 64, Prigen
Geofisika Pasuruan, Jawa Timur
Klas II Telp : 0343-882298 Sipollo Benny
96 Tretes Fax : 0343-882795 19570517198003
Balai Besar Email : 1001
Wilayah III stageof.tretes[at]bmkg.go.id
Denpasar Website : #
Stasiun Bandara Selaparang Jl. Adi
Meteorologi Sucipto – Mataram NTB
Klas III Telp : 0364-32235 Drs. AA Gede
Selaparang Fax : — Trikumara S
97
– Mataram Email : 19581218198203
Balai Besar stamet.selaparang[at]bmkg.go. 1001
Wilayah III id
Denpasar Website : #
98 Stasiun Stasiun Meteorologi Wai Oti Maria Theresia
Meteorologi Maumere 19580518197901
91
Klas III Wai
Oti Telp : 0382 21349
Maumere Fax : 0382 22967
2001
Balai Besar Email : –[at]bmkg.go.id
Wilayah III Website : #
Denpasar
Stasiun
Meteorologi
Klas III
Beringin Jl. Pendreh No. 187
Muara Telp : 0519-21495, 22270 Sukawardie
99 Teweh Fax : — 19570129198002
Kalimantan Email : –[at]bmkg.go.id 1001
Tengah Website : #
Balai Besar
Wilayah III
Denpasar
Stasiun
Klimatologi
Klas II
Telp : — Wakodim, SP
10 Negara –
Fax : — 19601002198203
0 Bali
Email : –[at]bmkg.go.id 1002
Balai Besar
Website : #
Wilayah III
Denpasar
Stasiun Jl. Pasanggrahan Sawahan No.
Geofisika 10, Nganjuk, Jawa Timur
Sawahan Telp : — Sugiharto
10
Nganjuk Fax : — 19580929198002
1
Balai Besar Email : 1001
Wilayah III stageof.nganjuk[at]bmkg.go.id
Denpasar Website : #
10 Stasiun Jl. Arief Rahman Hakim Taruna Mona
2 Meteorologi No.15 Bandar Udara Rachman
Klas IV Nunukan, Kab. Nunukan, 19730828199603

92
Prop. Kalimantan Timur
Nunukan –
Telp : 0556-2025415
Tarakan
Fax : —
Balai Besar 1002
Email :
Wilayah III
stamet.nunukan[at]bmkg.go.id
Denpasar
Website : #
Stasiun
Meteorologi
Jl. A Donis A5 Bandara Tjilik
Klas III
Riwut Palangkaraya
Tjilik Riwut Hidayat, SP, M.Si
10 Telp : 22871, 38902
Palangkaray 19571026198009
3 Fax : 23588
a 1001
Email : –[at]bmkg.go.id
Balai Besar
Website : #
Wilayah III
Denpasar
Stasiun
Meteorologi Jl. Pramuka Pangkalan Bun,
Klas III Kalimantan Tengah LUKMAN
10 Pangkalan Telp : 0532-21329 SOLEH
4 Bun Fax : — 19710624199301
Balai Besar Email : –[at]bmkg.go.id 1001
Wilayah III Website : #
Denpasar
Stasiun
Meteorologi
Jl. Satar Tacik Ruteng – NTT
Klas III Marsianus Y.R.
Telp : 0385-21264
10 Satartacik Milla
Fax : —
5 Ruteng 19630321198503
Email : –[at]bmkg.go.id
Balai Besar 1002
Website : #
Wilayah III
Denpasar
10 Stasiun Jl. Pipit No 150 Bandara Sutrisno
6 Meteorologi Temindung Samarinda 19610115198203
Samarinda Telp : 0541-741160 1002
Balai Besar Fax : —

93
Email :
Wilayah III stamet.samarinda[at]bmkg.go.
Denpasar id
Website : #
Stasiun
Jl. Sumekto, Bandar Udara H.
Meteorologi
Asan Sampit Ir. Yulida Warni,
Klas IV H.
10 Telp : — BBA
Asan Sampit
7 Fax : — 19580511198103
Balai Besar
Email : –[at]bmkg.go.id 2001
Wilayah III
Website : #
Denpasar
Stasiun
Meteorologi
Jl. Terdamu No. 12 Seba
Klas III Elias Lambertus
Telp : 0380-861042
10 Terdamu Lima Helu
Fax : —
8 Sabu 19630723198812
Email : –[at]bmkg.go.id
Balai Besar 1001
Website : #
Wilayah III
Denpasar
Stasiun
Meteorologi Jl. Garuda No 43 Sumbawa
Klas III Besar 84312 AGUS
10 Sumbawa Telp : 0371-21859 PURNOMO, SP
9 Besar Fax : 0371-626144 19580812197910
Balai Besar Email : –[at]bmkg.go.id 1001
Wilayah III Website : #
Denpasar
Stasiun
Bandar Udara Juanda
Meteorologi
Surabaya 61253 A
Klas I Ir. BLUCHER
Telp : 031-8668989, 8667540
11 Juanda DOLOKSARIBU
Fax : —
0 Surabaya 19580320198203
Email :
Balai Besar 1003
stamet.juanda[at]bmkg.go.id
Wilayah III
Website : #
Denpasar

94
Stasiun
Meteorologi Jl. Kalimas Baru 97B Perak
Klas II Surabaya
Maritim Telp : — HANAFI, S.Si
11
Perak II – Fax : 031-3291439 19580213197812
1
Surabaya Email : 1001
Balai Besar stamar.perak2[at]bmkg.go.id
Wilayah III Website : #
Denpasar
Stasiun
Meteorologi Jl. Tanjung Sadari No. 78
Klas III Surabaya 60177
Maritim Telp : 031-341430 Widodo, ST
11
Perak I – Fax : — 19581112198203
2
Surabaya Email : 1001
Balai Besar stamet.perak1[at]bmkg.go.id
Wilayah III Website : #
Denpasar
Stasiun
Meteorologi Bandara Kalimarau Tanjung
Klas III Redep Berau
Johanes Eko
11 Tanjung Telp : —
Purwanto
3 Redep Fax : —

Balai Besar Email : –[at]bmkg.go.id
Wilayah III Website : #
Denpasar
Stasiun Jl. Ulin No. 3 Tanjung Selor,
Meteorologi Kaltim
Klas III Telp : — Irman Sonjaya,
11 Tanjung Fax : — SE
4 Selor Email : 19730610199503
Balai Besar stamet.tanjungselor[at]bmkg.g 1001
Wilayah III o.id
Denpasar Website : #
11 Stasiun Stasiun Meteorologi Juwata NANANG

95
Meteorologi
Tarakan
Klas III
Telp : —
Juwata BUCHORI, SP
Fax : —
5 Tarakan 19690926199202
Email :
Balai Besar 1001
stamet.tarakan[at]bmkg.go.id
Wilayah III
Website : #
Denpasar
Jl. Nusa Cendana I/8,
Stasiun Waingapu, Sumbawa Timur,
Geofisika NTT
Klas III Telp : 0387-61225 Widiyanto
11
Waingapu Fax : 0387-61226 19581203198103
6
Balai Besar Email : 1003
Wilayah III stageof.waingapu[at]bmkg.go.
Denpasar id
Website : #
Stasiun
Meteorologi Bandara Mau Hau Jl. Nusa
Klas III Cendana No. 3 Waingapu Agustinus Tjatur
11 Mau Hau Telp : 0386-21227 Iswahyuanto
7 Waingapu Fax : — 19640819198901
Balai Besar Email : –[at]bmkg.go.id 1001
Wilayah III Website : #
Denpasar
Stasiun
Meteorologi Bandara Perintis Amahai
Klas III Telp : 0914-21398 Kainama Johannis
11
Amahai Fax : — 19570909198003
8
Balai Besar Email : –[at]bmkg.go.id 1002
Wilayah IV Website : #
Makassar
11 Stasiun Jl. AIS Nasution No. 8 Abraham F.
9 Geofisika Ambon, Maluku Mustamu, S.Si
Karangpanja Telp : 0911-353191, 354931 19630107198802
ng Fax : 0911-353191 1001

96
Email :
Balai Besar
stageof.karangpanjang[at]bmk
Wilayah IV
g.go.id
Makassar
Website : #
Stasiun
Komplek Bandara Patimura
Meteorologi
Ambon Jl. Dr. Leimena
Klas II
Ambon SULIMIN
12 Pattimura
Telp : 0911-311751 19610622
0 Ambon
Fax : 0911-311751 1983031001
Balai Besar
Email : –[at]bmkg.go.id
Wilayah IV
Website : #
Makassar
Stasiun Komp. Bandara Bandaneira
Meteorologi Kec. Banda Kab. Maluku
Nehemia
Klas III Tengah
12 Tomasoa
Bandaneira Telp : 0910-21002
1 19571125198003
Balai Besar Fax : —
1001
Wilayah IV Email : –[at]bmkg.go.id
Makassar Website : #
Stasiun
Komplek Bandara Beto
Meteorologi
Ambari Bau-bau SUGENG
Klas III
12 Telp : 0402-2823606 WIDARKO, S.Si
Bau-bau
2 Fax : 0402-2823676 19750626199703
Balai Besar
Email : –[at]bmkg.go.id 1001
Wilayah IV
Website : #
Makassar
Stasiun
Jl. Candi No. 56 Kaduodan
Meteorologi
Bitung
Maritim
Telp : 0438-21710 Frans Mbaubedari
12 Klas II
Fax : — 19590525198203
3 Bitung
Email : 1002
Balai Besar
stamar.bitung[at]bmkg.go.id
Wilayah IV
Website : #
Makassar
12 Stasiun Stasiun Meteorologi Galela Mohamad
97
Meteorologi
Klas III
Gamarmalamo Maluku Utara
Galela
Telp : —
Gamarmala Makmur
Fax : —
4 mo Maluku 19591002198203
Email :
Utara 1002
stamet.galela[at]bmkg.go.id
Balai Besar
Website : #
Wilayah IV
Makassar
Stasiun
Komp. Bandara Jalaluddin
Meteorologi
Gorontalo 96251
Klas III INDAR ADI
Telp : 0435-890393
12 Jalaluddin WALUYO, S.Si
Fax : —
5 Gorontalo 19651226198901
Email :
Balai Besar 1001
stamet.jalaludin[at]bmkg.go.id
Wilayah IV
Website : #
Makassar
Jl. Malino Panggentungan,
Stasiun
Sungguminasa, Gowa,
Geofisika
Sulawesi Selatan Robert Owen
Klas II
12 Telp : 0411-861083 Wahyu, S.Si
Gowa
6 Fax : — 19621221198802
Balai Besar
Email : 1001
Wilayah IV
stageof.gowa[at]bmkg.go.id
Makassar
Website : #
Stasiun
Kairatu, Seram Bagian Barat
Klimatologi
Telp : —
Kairatu Kainama Johannis
12 Fax : —
Ambon 19570909198003
7 Email :
Balai Besar 1002
staklim.kairatu[at]bmkg.go.id
Wilayah IV
Website : #
Makassar
12 Stasiun Stasiun Klimatologi ADDI SETIADI,
8 Klimatologi Kayuwatu – Manado SIP
Klas II Telp : 0431-811773, 814033 19651018199003

98
Kayuwatu – Fax : —
Manado Email :
Balai Besar staklim.kayuwatu[at]bmkg.go. 1001
Wilayah IV id
Makassar Website : #
Stasiun
Stageof Klas IV Kendari,
Geofisika
Sulawesi Tenggara
Klas IV Suwardi, S.Si
12 Telp : —
Kendari 19680715199103
9 Fax : —
Balai Besar 1003
Email : –[at]bmkg.go.id
Wilayah IV
Website : #
Makassar
Stasiun
Meteorologi Jl. Jendral Sudirman No. 158
Klas IV Kendari 93127
Natsir, S.Sos
13 Maritim Telp : 0401-328528
19601231198103
0 Kendari Fax : 0401-328528
1012
Balai Besar Email : –[at]bmkg.go.id
Wilayah IV Website : #
Makassar
Stasiun
Meteorologi Komp. BMG Bandara
Klas III Oesman Sadik Labuha Bacan
Djoko
Oesman Halmahera Selatan 97791
13 Sumardiono, ST.
Sadik Telp : 0927-21255
1 19700726199202
Labuha Fax : 0927-21255
1001
Balai Besar Email : –[at]bmkg.go.id
Wilayah IV Website : #
Makassar
13 Stasiun Jl. Dr. Moh. Hatta Bandara Jasirin, SE
2 Meteorologi Bubung Luwuk 19601203198103
Bubung Telp : 0461-22787 1001
Luwuk Fax : 0461-21009
Balai Besar Email :
Wilayah IV stamet.luwuk[at]bmkg.go.id

99
Makassar Website : #
Stasiun Jl. Lettu M. Yamin No.13
Meteorologi Kotak Pos 91411
Eby Sophian
Klas III Telp : 0422-21296
13 Djakaria, ST
Majene Fax : —
3 19600713198303
Balai Besar Email :
1001
Wilayah IV stamet.majene[at]bmkg.go.id
Makassar Website : #
Stasiun Bandara Hasanuddin Mandai
Meteorologi – Makassar
Klas I Telp : 0411-553019, 553087 Ahmad
13 Hasanuddin Fax : — Mudjahidin, S.Si
4 Makassar Email : 19590626198109
Balai Besar stamet.hasanuddin[at]bmkg.go 1001
Wilayah IV .id
Makassar Website : #
Stasiun
Meteorologi Jl. Sabutung I No. 30 Paotere
Maritim – Makassar
Klas II Telp : 0411-319242 Hanafi Hamzah
13
Paotere Fax : 0411-328235 19650307198503
5
Makassar Email : 1003
Balai Besar stamar.paotere[at]bmkg.go.id
Wilayah IV Website : #
Makassar
Jl. Harapan Winangun,
Stasiun
Manado, Sulawesi Utara
Geofisika
Telp : 0431-823342 Slamet Suyitno
Klas I
13 Fax : 0431-825667 Raharjo, S.Si
Winangun
6 Email : 19600425198103
Balai Besar
stageof.winangun[at]bmkg.go. 1001
Wilayah IV
id
Makassar
Website : #
13 Stasiun Jl. AA Maramis Bandara Sam Samsul Arifin, ST
7 Meteorologi Ratulangi Manado 95374 19571101198002
100
Klas II Sam
Ratulangi Telp : 0431-811202
Manado Fax : 0431-811663, 811888
1001
Balai Besar Email : –[at]bmkg.go.id
Wilayah IV Website : #
Makassar
Stasiun
Klimatologi Jl. Ratulangi 75A Maros,
ABDUL
Klas I Sulawesi Selatan
MUTHOLIB, SP,
13 Panakukang Telp : 372376, 372367
M.Si
8 – Maros Fax : —
19640512199003
Balai Besar Email : –[at]bmkg.go.id
1004
Wilayah IV Website : #
Makassar
Stasiun
Meteorologi Jl. Dirgantara Masamba Kab.
Klas III Luwu Utara Sulawesi Selatan
Tekad Sumardi
13 Andijemma Telp : 0473-21392
19700312199102
9 Masamba Fax : —
1001
Balai Besar Email : –[at]bmkg.go.id
Wilayah IV Website : #
Makassar
Stasiun
Bandara Namlea, Kec.
Meterologi
Namlea, Kab. Buru Johannis
Klas III
14 Telp : — Tuanubun
Namlea
0 Fax : — 19590330198110
Balai Besar
Email : –[at]bmkg.go.id 1001
Wilayah IV
Website : #
Makassar
14 Stasiun Jl. Denggune Kotak Pos 48 Mudjianto
1 Geofisika Palu, Sulawesi Tengah 19631224199003
Klas III Palu Telp : — 1002
Balai Besar Fax : —
Wilayah IV Email :
Makassar stageof.palu[at]bmkg.go.id

101
Website : #
Komplek Bandara Mutiara
Stasiun
Palu Jl. Abdurahman Saleh
Meteorologi
Biroboli – Sulawesi Tengah
Klas II KASIRON, SP,
Telp : 0461-482172, 482802
14 Mutiara MM
Fax : —
2 Palu 19670101199102
Email :
Balai Besar 1001
stamet.mutiarapalu[at]bmkg.g
Wilayah IV
o.id
Makassar
Website : #
Stasiun Stasiun Meteorologi Pomalaa
Meteorologi – Kolaka
Agus Suprianto,
Pomalaa – Telp : 0405-2310807
14 S.Si
Kolaka Fax : 0405-2310807
3 19580210198003
Balai Besar Email :
1002
Wilayah IV stamet.pomalaa[at]bmkg.go.id
Makassar Website : #
Stasiun
Meteorologi Jl. Bandara Kasiguncu Poso
Klas III Telp : 0452-22835 Sujono B. Nurdin,
14 Kasiguncu Fax : — SP
4 Poso Email : 19620228198711
Balai Besar stamet.poso[at]bmkg.go.id 1001
Wilayah IV Website : #
Makassar
Stasiun
Jl. Fogi – Sanana Maluku
Meteorologi
Utara
Klas III Jarwanto, SP
14 Telp : 0929-21172
Sanana 19630116198812
5 Fax : —
Balai Besar 1001
Email : –[at]bmkg.go.id
Wilayah IV
Website : #
Makassar
14 Stasiun Komplek Geofisika, Jl. Picanussa
6 Geofisika Harapan, Saumlaki, Maluku Cornelis
Klas III Telp : 0918-21124 19580812198203
102
Fax : 0918-21124
Saumlaki
Email :
Balai Besar
stamet.saumlaki[at]bmkg.go.i 1003
Wilayah IV
d
Makassar
Website : #
Komplek Meteorologi Jl.
Stasiun
Harapan – Saumlaki
Meteorologi
Telp : 0918-21009 Kotualubun Jans,
Klas III
14 Fax : 0918-21009 SIP
Saumlaki
7 Email : 19590101197902
Balai Besar
stamet.saumlaki[at]bmkg.go.i 1001
Wilayah IV
d
Makassar
Website : #
Stasiun
Meteorologi Bandara Naha – Tahuna Kab.
Klas III Sangir Talaud 95856
Agustinus Janis
14 Naha – Telp : —
19640817198703
8 Tahuna Fax : —
1002
Balai Besar Email : –[at]bmkg.go.id
Wilayah IV Website : #
Makassar
Stasiun
Meteorologi Stasiun Meteorologi Pongtiku
AGUNG
Klas IV Tana Toraja
SUDIONO
14 Pongtiku Telp : —
ABADI, S.Si
9 Tana Toraja Fax : —
19761010
Balai Besar Email : –[at]bmkg.go.id
1999031001
Wilayah IV Website : #
Makassar
15 Stasiun Jl. Ubo-ubo Ternate Selatan, Ariyo Fauzi
0 Geofisika Maluku Utara 19590306198103
Klas III Telp : 0921-23144 1001
Ternate Fax : 0921-24671
Balai Besar Email :
Wilayah IV stageof.ternate[at]bmkg.go.id

103
Makassar Website : #
Stasiun
Jl. Bandara Ternate 97728
Meteorologi
Kotak Pos 28
Klas III
Telp : 0921-21948 Palyama Anthony
15 Babullah
Fax : 0921-21948, 21942 19570219197902
1 Ternate
Email : 1001
Balai Besar
stamet.babullah[at]bmkg.go.id
Wilayah IV
Website : #
Makassar
Stasiun
Meteorologi Bandara Lalos Toli-toli 94561
Klas III Kotak Pos 25
Achmad,SP.
15 Lalos Toli- Telp : 0453-23053
19600610198103
2 toli Fax : —
1003
Balai Besar Email : –[at]bmkg.go.id
Wilayah IV Website : #
Makassar
Stasiun
Jl. Karel Sadsuit Tubun, Tual,
Geofisika
Maluku
Klas III Sukadi
15 Telp : 0916-21395
Tual 19590812198112
3 Fax : —
Balai Besar 1001
Email : –[at]bmkg.go.id
Wilayah IV
Website : #
Makassar
Stasiun
Bandara Dumatubun Langgur
Meteorologi
– Tual 97611
Klas III Ot Oral Sem
Telp : 0916-24025
15 Dumatubun Wilar, SE
Fax : 0916-21075
4 Tual 19681024199003
Email :
Balai Besar 1001
stamet.tual[at]bmkg.go.id
Wilayah IV
Website : #
Makassar
15 Stasiun Jl. Pendidikan Geser Kab. Muhamad Taher
5 Meteorologi Seram Bagian Timur Maluku Rumakur
Klas III Telp : — 19590102198103
104
Geser Fax : —
Balai Besar Email :
1002
Wilayah IV stamet.geser[at]bmkg.go.id
Makassar Website : #
Stasiun
Meteorologi Jl. Prof. Moch. Yamin Biak
Klas I Frans 98111 Luwi Budi
15 Kasiepo – Telp : 0981-21284, 21742 Nugroho
6 Biak Fax : 0981-22824 19580723198109
Balai Besar Email : –[at]bmkg.go.id 1001
Wilayah V Website : #
Jayapura
Bandara Enarotali Peniai Irian
Stasiun
Jaya
Meteorologi
Telp : — THEODORUS
Klas III
15 Fax : — SEMBOR, SP
Enarotali
7 Email : 19561228197803
Balai Besar
196511081989031002[at]bmk 1001
Wilayah V
g.go.id
Jayapura
Website : #
Stasiun
Meteorologi
Jl. Adi Sucipto No. 1
Klas III
Telp : 0956-22661 James Nussi
15 Torea Fak-
Fax : — 19590806198203
8 fak
Email : –[at]bmkg.go.id 1002
Balai Besar
Website : #
Wilayah V
Jayapura
Stasiun
Stasiun Klimatologi Genyem
Klimatologi
Telp : 0967-91843 Yohanis Wouw
15 Genyem
Fax : — 19590509198603
9 Balai Besar
Email : –[at]bmkg.go.id 1002
Wilayah V
Website : #
Jayapura
16 Stasiun Stasiun Geofisika Angkasa Petrus Demonsili,
105
Geofisika
Pura, Papua
Kelas I
Telp : 0967-533533
Angkasa S.IP
Fax : 0967-536211
0 Pura 19630307198503
Email :
Balai Besar 1002
stageof.angkasa[at]bmkg.go.id
Wilayah V
Website : #
Jayapura
Stasiun
Meteorologi Jl. Raya Abepura – Entrop
Klas III Dok Telp : 0967-536189 Jantje Rumbay
16
II Jayapura Fax : – 19570120197901
1
Balai Besar Email : –[at]bmkg.go.id 1001
Wilayah V Website : #
Jayapura
Stasiun
Meteorologi Jl. Tarom Kaimana
Klas III Telp : 0957-21443 KARMANA, S.Si
16
Kaimana Fax : — 19660411198812
2
Balai Besar Email : –[at]bmkg.go.id 1001
Wilayah V Website : #
Jayapura
Stasiun
Meteorologi
Jl. Trikora Rendani
Klas III
Manokwari No. 2 DENNY
Rendani
16 Telp : 0986-212435 PUTIRAY
Manokwari
3 Fax : — 19660717199102
– Papua
Email : –[at]bmkg.go.id 1001
Balai Besar
Website : #
Wilayah V
Jayapura
16 Stasiun Jl. Bandara Mopah Merauke Mahubessy
4 Meteorologi Telp : 0971-321774 George E.,SSi
Mopah – Fax : 0971-322895 19581018197910
Merauke Email : 1001
Balai Besar stamet.merauke[at]bmkg.go.id

106
Wilayah V
Website : #
Jayapura
Stasiun Jl. Sisingamangaraja Bandara
Meteorologi Nabire
Yohanis Wellem
Klas III Telp : 0984-22559
16 Sawaki
Nabire Fax : —
5 19580828198103
Balai Besar Email :
1006
Wilayah V stamet.nabire[at]bmkg.go.id
Jayapura Website : #
Stasiun
Klimatologi Jl. Sudjarwo Condronegoro
Klas III Telp : 0980-31167 Uci Sanusi
16
Ransiki Fax : — 19690213199003
6
Balai Besar Email : –[at]bmkg.go.id 1002
Wilayah V Website : #
Jayapura
Stasiun
Meteorologi Bandara Udara Marerena
Klas III Sarmi – Papua
Yosep Waromi
16 Mararena Telp : 0966-31146
19620727198503
7 sarmi Fax : —
1021
Balai Besar Email : –[at]bmkg.go.id
Wilayah V Website : #
Jayapura
Stasiun Jl. Airport Bandara Sentani
Meteorologi Jayapura
Klas III Telp : 0967-591027, 591290 Yustus Rumakiek
16
Sentani Fax : 0967-591027 19661120198812
8
Balai Besar Email : 1001
Wilayah V stamet.sentani[at]bmkg.go.id
Jayapura Website : #
16 Stasiun Jl. Jend. Sudirman Yoseph Sembay
9 Meteorologi Telp : 0983-33703 19600813198210
Klas III Fax : — 1001
Sujarwo Email : –[at]bmkg.go.id
107
Condro
Negoro
Serui
Website : #
Balai Besar
Wilayah V
Jayapura
Stasiun Jl. D. Siwiki No. 1 Puncak
Geofisika Cendrawasih Sorong, Irian
Donau Moris
Klas III Jaya Barat
17 Mala
Sorong Telp : 0951-321785
0 19630503198503
Balai Besar Fax : —
1003
Wilayah V Email : –[at]bmkg.go.id
Jayapura Website : #
Stasiun
Meteorologi Stasiun Meteorologi Jefman
Klas II Sorong
Rahawarin Frans
17 Jefman Telp : 0951-327457
19590602197903
1 Sorong Fax : —
1004
Balai Besar Email : –[at]bmkg.go.id
Wilayah V Website : #
Jayapura
Stasiun
Meteorologi Komp. Bandara Tanah Merah
Klas III 99663
Yohanes Maskim
17 Tanah Telp : 0975-31155
19600517198103
2 Merah Fax : —
1001
Balai Besar Email : –[at]bmkg.go.id
Wilayah V Website : #
Jayapura
17 Stasiun Jl. Raya Freeport Bandar Hein Hengki
3 Meteorologi Udara Timika Usior
Klas III Telp : 0901-321868, 424004 19590729198011
Timika Fax : 0901-321868 1001
Balai Besar Email : –[at]bmkg.go.id
Wilayah V Website : #

108
Jayapura
Stasiun
Jl. Gatot Subroto No. 24
Meteorologi Diedrech
Wamena
Klas III Bennony
17 Telp : 31123
Wamena Marlissa, S.Si
4 Fax : 32608
Balai Besar 195908251
Email : –[at]bmkg.go.id
Wilayah V 982031001
Website : #
Jayapura

109
BAB VI
INSTRUMENTASI PENGUKUR IKLIM

Menentukan iklim suatu daerah diperlukan data yang telah


terkumpul lama, hasil dari pengukuran alat ukur khusus yang
disebut instrumentasi klimatologi. Instrumentasi tak jauh beda
bahkan kadang sama dengan instrumentasi meteorologi. Alat-
alat ini harus tahan setiap waktu terhadap pengaruh-pengaruh
buruk cuaca sehingga ketelitiannya tidak berubah.
Pemeliharaan alat akan membuat ketelitian yang baik pula
sehingga pengukuran dapat dipercaya. Data yang terkumpul
untuk iklim diperlukan waktu yang lama, tak cukup satu tahun
bahkan 10-30 tahun.
Pemasangan alat di tempat terbuka memerlukan persyaratan
tertentu tertentu agar tak salah ukur misalnya dipikirkan tentang
halangan berupa bangunan-bangunan dekat alat ataupun
pepohonan. Alat-alat pengukur memerlukan penetapan waktu
tertentu mengikuti prosedur tertentu yang sama di semua
tempat. Maksudnya agar data dapat dibandingkan sehingga
perbedaan data bukanlah akibat kesalahan prosedur tapi betul-
110
betul karena iklimnya berbeda. Jadi perlu keseragaman dalam:
peralatan, pemasangan alat, waktu pengamatan dan
pengumpulan data.
Sifat-sifat alat-alat meteorologi atau klimatologi pada
pokoknya sama dengan alat-alat ilmiah lainnya yang digunakan
untuk penelitian didalam laboratorium, misalnya bersifat peka
dan teliti. Perbedaannya terletak pada penempatannya dan para
pemakainya.
Alat-alat laboratorium umumnya dipakai pada ruang
tertutup, terlindung dari hujan dan debu-debu, angin dan lain
sebagainya serta digunakan oleh observer. Dengan demikian
sifat alat-alat meteorologi disesuaikan dengan tempat
pemasangannya dan para petugas yang menggunakan.
Sifat-sifat itu antara lain :
1. Kuat, agar alat-alat ini dapat tahan terhadap perubahan
cuaca serta tahan lama, misalnya sangkar meteorologi dibuat
dari bahan yang awet seperti kayu jati atau kayu ulin, dicat,
diberi pondasi beton agar tidak dimakan rayap. Pan
Evaporimeter dibuat dari bahan anti karat.
2. Sederhana, baik bentuk maupun cara penggunaannya.
Bentuk sederhana agar mudah dalam hal pemeliharaan dan
perbaikan, bisa dilakukan sendiri jika terdapat kerusakan-

111
kerusakan kecil mengingat letak stasiun pengamatan
meteorologi dan klimatologi pada umumnya terpencil.
Ditinjau dari segi cara pembacaanya, alat-alat Meteorologi
terbagi menjadi 2 ( dua ) jenis, yaitu bersifat Recording dan
non-recording.
Yang dimaksud dengan non-recording adalah alat-alat yang
harus dibaca pada saat-saat tertentu untuk memperoleh data,
dengan kata lain alat ini tidak bisa mencatat dengan sendirinya.
Alat yang termasuk jenis ini umumnya digunakan dalam
meteorologi Synoptik atau penerbangan, misalnya Barometer,
Thermometer, Anemometer, dan lain-lain.
Yang bersifat recording dapat mencatat data secara terus
menerus sejak pemasangan, sampai penggantian pias yang
berikutnya. Dari data yang diperoleh dapat ditentukan harga
maksimum dan minimum saat-saat terjadinya.
Alat ini banyak digunakan untuk keperluan pengamatan
klimatologi misalnya Barograph, Thermohygrograph,
Actinograph, dan lain sebagainya.
Ditinjau dari segi penggunaanya alat meteorologi untuk
pengamatan rutin dapat dibagi menjadi 3 (tiga) jenis, yaitu:

1. Alat meteorologi yang dapat digunakan dipermukaan


bumi.

112
Jenis alat ini umumnya terdapat pada stasiun-stasiun
meteo Synoptic, meteo pertanian, klimatologi dan
maritim. Misalnya : Barometer, Anemometer,
Solarimeter, dan lain-lainnya.
2. Alat meteorologi dipakai untuk pengamatan lapisan
udara atas.
Alat ini umumnya terdapat pada stasiun-stasiun meteo
synoptic dan penerbangan, yang memerlukan
pengamatan Aerologi.
Yang termasuk alat-alat ini misalnya pilot balon dengan
menggunakan Theodolite, Radio Sonde, Rawin, dan
sebagainya.
3. Alat meteorologi khusus.
Alat ini banyak dipergunakan dalam penelitian
lapangan. Unsur yang diamati sama, tapi dengan
menggunakan alat dan metode yang berbeda-beda,
disesuaikan dengan maksud dan sifat penelitian itu
sendiri.

Alat-alat yang umum digunakan di stasiun klimatologi


data cuaca menghasilkan data yang makro. Alat-alat terbagi
dua golongan, manual dan otomatis (mempunyai perekam).
Unsur-unsur iklim yang diukur adalah: radiasi surya, suhu

113
udara dan suhu tanah, kelembapan udara, curah hujan,
evaporasi dan angin.

A. Termometer

Gambar 2. Termometer

Alat untuk mengukur temperatur adalah thermometer.


Ada beberapa jenis thermometer yang digunakan dewasa
ini, namun dalam pengamatan meteorologi dan
klimatologi, umumnya digunakan thermometer kaca
(liquid-in-glass thermometer) untuk peralatan
Konvensional dan thermometer PT-100 untuk peralatan-
peralatan digital.

114
Thermometer kaca (liquid-in-glass thermometer)
umumnya menggunakan Air raksa (mercury) untuk
pengukuran temperatur diatas suhu freezing point (-38.3
°C) dan menggunakan alkohol untuk pengukuran yang
memiliki jangkauan ukur dibawah/sekitar freezing point.
Thermometer berdasarkan konstruksinya dapat
dibedakan menjadi 4 tipe, yaitu:
1. Sheathed Type dengan skala ukur tercatat di batang
thermometer.
2. Sheathed Type dengan skala ukur tercatat di dalam
selubung thermometer.
3. Unsheathed Type dengan skala ukur tercatat di batang
dan tempat thermometer.
4. Unsheathed Type dengan skala ukur tercatat di batang
thermometer.
5. Beberapa thermometer adapula yang dilengkapi dengan
kaca pembesar, terutama untuk kepentingan
labotatorium medis, namun jarang digunakan dalam
pengamatan meterologi atau klimatologi.
B. Barometer

115
Gambar 3. Barometer

Selain suhu atau temperatur udara, unsur cuaca dan


iklim yang lain adalah tekanan udara. Tekanan udara pada
suatu permukaan adalah gaya yang diberikan kepada suatu
permukaan atau area oleh sekolom udara di atas
permukaan tersebut. Tekanan yang diberikan tersebut
sebanding dengan massa udara vertikal yang terdapat di
atas permukaan tersebut sampai pada batas ketinggian
lapisan atmosfer terluar. Hal itu yang membuat tekanan
udara di setiap tempat berbeda menurut ketinggian dari
tempat tersebut. Tekanan udara juga merupakan salah satu
parameter yang diamati oleh observer ketika melakukan
pengamatan udara permukaan atau synoptic observation.
Pada kenyataannya terdapat banyak alat yang digunakan
untuk mengukur tekanan udara, diantaranya barometer air
raksa, barometer aneroid, aneroid barograph, serta bourdon
tube barograph.

116
C. Anemometer

Gambar 4. Anemometer

Alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan angin


yaitu cup counter anemometer. Alat ini terdiri dari tiga
buah mangkuk yang dipasang simetris pada sumbu
vertikal. Pada bagian bawah dari sumbu vertical dipasang
generator, yang terputar oleh ketiga mangkuk. Tegangan
dari generator sebanding dengan kecepatan berputar dari
mangkuk - mangkuk. Wind Vane atau alat penunjuk arah
angin adalah sebuah instrumen yang digunakan untuk
mengetahui arah horizontal pergerakan angin (angin
permukaan). Alat ini terdiri dari suatu objek tidak simetris
(contohnya suatu anak panah atau panah berbentuk ayam
117
jago yang menempel pada pusat gravitasinya sehingga
panah itu dapat bergerak dengan bebas di sekitar poros
horizontalnya) yang dihubungkan pada vane/weather cock
sensor pada anemometer.

D. Higrometer

Gambar 5. Higrometer

Secara umum kelembaban (Relative Humidity) adalah


istilah yang digunakan untuk menggambarkan jumlah uap
air yang ada di udara dan dinyatakan dalam persen dari
jumlah uap air maksimum dalam kondisi jenuh. Dan alat
yang dapat digunakan untuk mengukur kelembaban udara
(Relative Humidity) adalah Higrometer. Higrometer rambut
118
adalah sebuah alat pengukur kelembaban udara dengan
satuan persen yang menggunakan prinsip muai panjang
rambut dimana rambut akan memanjang ketika
kelembaban udara bertambah. Adapun rambut yang
digunakan adalah rambut manusia atau kuda yang sudah
dihilangkan lemaknya yang kemudian dikaitkan dengan
pengungkit (engsel) yang dihubungkan dengan jarum yang
menunjuk kepada skala sehingga memperbesar perubahan
skala dari perubahan kecil dari panjangnya rambut

E. Penakar Hujan

119
Gambar 6. Penakar Hujan

Penakar hujan jenis Hellman merupakan suatu


instrument/alat untuk mengukur curah hujan.Penakar hujan
jenis hellman ini merupakan suatu alat penakar hujan
berjenis recording atau dapat mencatat sendiri.Alat ini
dipakai di stasiun-stasiun pengamatan udara
permukaan.Pengamatan dengan menggunakan alat ini
dilakukan setiap hari pada jam-jam tertentu mekipun cuaca
dalam keadaan baik/hari sedang cerah.Alat ini mencatat
jumlah curah hujan yang terkumpul dalam bentuk garis
vertikal yang tercatat pada kertas pias. Alat ini memerlukan
perawatan yang cukup intensif untuk menghindari
kerusakan-kerusakan yang sering terjadi pada alat ini.

120
BAB VII
DASAR-DASAR KLASIFIKASI IKLIM

A.  Klasifikasi Iklim matahari


Pembagian iklim matahari didasarkan pada banyak sedikitnya
sinar matahari atau  berdasarkan letak dan kedudukan matahari
terhadap permukaan bumi.
Kedudukan matahari dalam setahun adalah :

 Matahari beredar pada garis khatulistiwa (garis lintang


0º) tanggal 21 Maret
 Matahari beredar pada garis balik utara (23,5º LU)
tanggal 21 Juni
 Matahari beredar pada garis khatulistiwa (garis lintang
0º) tanggal 23 September
 Matahari beredar pada garis balik selatan (23,5º LS)
tanggal 22 Desember

Pembagian daerah iklim matahari berdasarkan letak


lintang adalah sebagai berikut.

1. Daerah iklim tropis


121
Iklim Tropis terletak antara 0° - 23½° LU dan 0° - 23½°
LS. Ciri – ciri iklim tropis adalah sebagai berikut :

 Suhu udara rata – rata tinggi, karena matahari selalu


vertikal. Umumnya suhu udara antara 20° - 23° C.
Bahkan dibeberapa tempat suhu tahunannya mencapai
30°C.
 Amplitudo suhu rata – rata tahunan kecil. Di
khatulistiwa antara 1° - 5° C, sedangkan amplitudo
hariannya besar.
 Tekanan udara lebih rendah dan perubahannya secara
perlahan dan beraturan.
 Hujan banyak dan umumnya lebih banyak dari daerah
lain di dunia.

2. Daerah iklim subtropis

Iklim subtropis terletak antara 23½° - 40° LU dan 23½° -


40° LS. Daerah ini merupakan peralihan antara iklim tropis
dan iklim sedang. Ciri – ciri iklim subtropis adalah sebagai
berikut:

122
 Batas yang tegas tidak dapat ditentukan dan merupakan
daerah peralihan dari daerah iklim tropis dan iklim
sedang.
 Terdapat empat musim, yaitu musim semi, musim
panas, musim gugur, dan musin dingin. Tetapi pada
iklim ini musim panas tidak terlalu panas dan musim
dingin tidak terlalu dingin.
 Suhu sepanjang tahun tidak terlalu panas dan tidak
terlalu dingin.
 Daerah subtropis yang musim hujannya jatuh pada
musim dingin dan musim panasnya kering disebut
daerah Iklim Mediterania. Jika hujan jatuh pada musim
panas dan musim dinginnya kering disebut Daerah
Iklim Tiongkok.

3. Daerah iklim sedang

Iklim sedang terletak antara 40° - 66½° LU dan 40° - 66½°


LS. Ciri – ciri iklim sedang adalah sebagai berikut :

 Banyak terdapat gerakan – gerakan udara siklonal,


tekanan udara yang sering berubah – ubah, arah angin
yang bertiup berubah – ubah tidak menentu, dan sering
terjadi badai secara tiba – tiba.
123
 Amplitudo suhu tahunan lebih besar dan amplitudo
suhu harian lebih kecil dibandingkan dengan yang
terdapat pada daerah iklim tropis.

4. Daerah iklim dingin/kutub

Iklim dingin terdapat di daerah kutub antara 66,5°LU–


90°LU dan 66,5°LU–90°LU. Oleh sebab itu iklim ini
disebut pula sebagai iklim kutub. Iklim dingin dapat dibagi
dua, yaitu iklim tundra dan iklim es.
Ciri – ciri iklim tundra adalah sebagai berikut :

 Musim dingin berlangsung lama


 Musim panas yang sejuk berlangsung singkat.
 Udaranya kering.
 Tanahnya selalu membeku sepanjang tahun.
 Di musim dingin tanah ditutupi es dan salju.
 Di musim panas banyak terbentuk rawa yang luas akibat
mencairnya es di permukaan tanah.
 Vegetasinya jenis lumut-lumutan dan semak-semak.
 Wilayahnya meliputi: Amerika utara, pulau-pulau di
utara Kanada, pantai selatan Greenland, dan pantai utara
Siberia.

124
Ciri – ciri iklim es adalah sebagai berikut :

 Suhu terus-menerus rendah sekali sehingga terdapat


salju abadi.
 Wilayahnya meliputi: kutub utara, yaitu Greenland
(tanah hijau) dan Antartika di kutub selatan.

B.  Klasifikasi Iklim fisis


      Iklim fisis adalah berdasarkan fakta sesungguhnya di suatu
wilayah muka bumi sebagai hasil pengaruh lingkungan alam
yang terdapat di wilayah tersebut.
Faktor-faktor lingkungan itu antara lain:
§  Pengaruh daratan yang luas
§  Pengaruh penutup lahan (vegetasi)
§  Pengaruh topografi (relief)
§  Pengaruh arus laut
§  Pengaruh lautan
§  Pengaruh angin
Iklim fisis terdiri dari :
1.        Iklim laut (Maritim)
Iklim laut berada di daerah tropis dan subtropis; dan
daerah sedang. Keadaan iklim kedua daerah berbeda.

125
Ciri iklim laut di daerah tropis dan sub tropis sampai
garis lintang 40°, adalah sebagai berikut:
o    Suhu rata-rata tahunan rendah
o    Amplitudo suhu harian rendah/kecil
o    Banyak awan
o    Sering hujan lebat disertai badai.
Ciri-ciri iklim laut di daerah sedang, yaitu sebagai
berikut:
o    Amplitudo suhu harian dan tahunan kecil
o    Banyak awan
o    Banyak hujan di musim dingin dan umumnya
hujan rintik-rintik
o    Pergantian antara musim panas dan dingin
terjadi tidak mendadak dan tiba-tiba.
2.      Iklim Darat (Kontinen)
Iklim darat dibedakan di daerah tropis dan sub tropis,
dan di daerah sedang. Ciri-ciri iklim darat di daerah
tropis dan sub tropis sampai lintang 40º , yaitu sebagai
berikut :
o    Amplitudo suhu harian sangat besar sedang
tahunannya kecil
o    Curah hujan sedikit dengan waktu hujan
sebentar disertai taufan. 
126
Ciri iklim darat di daerah sedang, yaitu sebagai
berikut:
o    Amplitudo suhu tahunan besar
o    Suhu rata-rata pada musim panas cukup tinggi
dan pada musim dingin rendah
o    Curah hujan sangat sedikit dan jatuh pada
musim panas.
3.      Iklim Dataran Tinggi
Iklim ini terdapat di dataran tinggi dengan ciri-ciri,
adalah sebagai berikut:
o    Amplitudo suhu harian dan tahunan besar
o    Udara kering
o    Lengas (kelembaban udara) nisbi sangat
rendah
o    Jarang turun hujan.
4.      Iklim Gunung dan Pegunungan
Iklim gunung terdapat di dataran tinggi, seperti di Tibet
dan Dekan. Ciri-cirinya, yaitu sebagai berikut:
o    Amplitudo suhu lebih kecil dibandingkan
iklim dataran tinggi
o    Terdapat di daerah sedang
o    Amplitudo suhu harian dan tahunan kecil

127
o    Hujan banyak jatuh di lereng bagian depan
dan sedikit di daerah bayangan hujan
o    Kadang banyak turun salju
5.      Iklim Musim (Muson)
Iklim ini terdapat di daerah yang dilalui iklim musim
yang berganti setiap setengah tahun. Ciri-cirinya adalah
sebagai berikut:
o    Setengah tahun bertiup angin laut yang basah
dan menimbulkan hujan
o    Setengah tahun berikutnya bertiup angin barat
yang kering dan akan menimbulkan musim
kemarau.

128
BAB VIII
KLASIFIKASI IKLIM
(KHUSUS INDONESIA)

Berikut ini adalah klasifikasi iklim yang ada di Indonesia:


A. Klasifikasi Iklim MOHR (1933)
Klasifikasi iklim di Indonesia yang didasrakan
curah hujan agaknya di ajukan oleh Mohr pada tahun
1933. Klasifikasi iklim ini didasarkan oleh jumlah
Bulan Kering (BK) dan jumlah Bulan Basah (BB) yang
dihitung sebagai harga rata-rata dalam waktu yang lama.
Bulan Basah (BB) : Bulan dengan curah hujan lebih dari
100 mm (jumlah curah hujan bulanan melebihi angka
evaporasi). Bulan Kering (BK) : Bulan dengan curah
hujan kurang dari 60 mm (jumlah curah hujan lebih
kecil dari jumlah penguapan).
Tahap-tahap penentuan kelas iklim menurut Mohr :
1. Ambil data curah hujan bulanan dari jangka
waktu lama (30 tahun).
2. Jumlahkan curah hujan pada bulan yang sama
selama jangka pengamatan.
3. Cari curah hujan rata-rata bulanan.

129
4. Dari harga rata-rata curah hujan bulan itu pilih
BK dan BB nya.
5. Dari kombinasi BK dan BB itu dapat ditentukan
kelas iklimnya. Klasifikasi Iklim Mohr (1933) Jadi
contoh perhitungan di atas BK=3, BB=6 berarti
termasuk kelas iklim III, berarti “daerah dengan masa
kering yang sedang”.
B. Klasifikasi ilim Schmidt-Ferguson (1951)
Klasifikasi iklim di Indonesia menurut Schmidt-
Ferguson (1951) didasarkan kepada perbandingan Bulan
Kering (BK) dan Bulan Basah (BB). Kriteria BK an BB
yang digunakan dalam klasifikasi iklim menurut
Schmidt-Ferguson sama dengan kriteria BK dan BB
oleh Mohr (1933), namun perbedaan utama yakni dalam
cara perhitungan BK dan BB akhir selama jangka waktu
data curah hujan itu dihitung. Bulan Kering : Bulan
dengan curah hujan lebih kecil dari 60 mm. Bulan
Basah : Bulan dengan curah hujan lebih besar dari 100
mm. Bulan Lembab : Bulan dengan curah hujan antara
60-100 mm. Bulan Lembab (BL) tidak dimasukkan
dalam urmus penentuan tipe curah hujan (rainfall type)
yang dinyatakan dalam nilai Q (quotient Q). Dari

130
besarnya nilai Q inilah selanjutnya ditentukan tipe curah
hujan suatu tempat atau daerah.
Tahap-tahap cara penentuan tipe curah hujan suatu
tempat menurut Schmidt-Fergusom, yaitu :
1. Gunakan data curah hujan dalam jangka waktu
30 tahun.
2. Dari data curah hujan tiap tahun pilih masing –
masing BK dan BB nya.
3. Jumlahkan masing-masing BK dan BB seluruh tahun
dan hitung harga rata-ratanya.
4. Harga rata-rata BK dan harga rata-rata BB
dimasukkan dalam rumus O
5. Lihat tabel atau setigita Schmidt-Ferguson yang
berisi kisaran nilai O untuk menentukan tiper curah
hujannya.. Meskipun dengan klasifikasi ini dapat
ditentukan sifat suatu daerah mulai dari kering,
lembab dan basah, namun belum cukup memberikan
informasi lengkap mengenai potensi pertaniannya,
karena kriteria BB hanya disasarkan kepada
penguapan (evaporasi).
Klasifikasi iklim Schmidt dan Ferguson yaitu sebagai
berikut:

131
Zona Keterangan
Ikli
m
Wilayah sangat basah dengan vegetasi hutan
A
hujan tropika
Wilayah basah dengan masih vegetasi hutan
B
hujan tropika
Wilayah yang agak basah dengan vegetasi
hutan rimba, di antaranya terdapat jenis
C
vegetasi yang daunnya gugur pada musim
kemarau, misal jati
D Wilayah sedang dengan vegetasi hutan musim
Wilayah agak kering dengan vegetasi hutan
E
sabana
F Wilayah kering dengan vegetasi hutan sabana
Wilayah sangat kering dengan vegetasi padang
G
ilalang
Wilayah luar biasa kering (ekstrim kering)
H
dengan vegetasi padang ilalang

C. Klasifikasi iklim menurut Oldeman (1975)


Klasifikasi iklim menurut Oldeman (1975) disebut
juga dengan klasifikasi agroklimat. Peta cuaca pertanian
ditampilkan sebagai “peta agroklimat” atau Atroclimatic
map. Klasifikasi iklim ini terutama ditujukan kepada

132
komoditi pertanian tanaman makanan utama seprti padi,
jagung, kedelai dan tanaman palawija lainnya. Karena
penggunaan air bagi tanaman-tanaman utama
merupakan hal yang penting di lahan tadah hujan, maka
dnegna data curah hujan dlam jangka lama, peta
agroklimat ddidasarkan pada periode kering. Curah
hujan melebihi 200 mm sebulan dianggap cukup untuk
padi sawah, sedangkan curah hujan paling sedikit 100
mm per bula diperlukan untuk bertanam di lahan kering.
Dasar klasifikasi agroklimat ini ialah kriteria Bulan
Basah dan Bulan Kering. Bulan Basah (BB) : Bulan
dengan curah hujan sama atau lebih besar dari 200 mm.
Bulan Kering (BK) : Bulan dengan curah hujan lebih
kecil dari 100 mm. Kriteria penentuan ini didasarkan
pada besarnya evapotranspirasi, air melalui tanah dan
tajuk tanman. Evapotranspirasi dianggap sebagai
banyaknya air yang dibutuhkan oleh tanaman. Dalam
klasifikasi agroklimat ini maka pembagian zone
agroklimat didsasrkan pada seberan BB berturutan dan
kombinasi BB dan BK.
1. Berdasarkan BB Suatu BB didefinisikan sebagai
bulan dengan cukup air utnuk pertanaman padi
sawah, yakni paling sedikit 200 mm curah hujannya.
133
Meskipun umur tanaman padai ditentukan oleh
varietasnya, periode dengan 5 BB berturutan
dianggap optimal untuk satu pertanaman padi sawah.
Apabila terdapat periode lebih dari 9 BB berturutan
petani dapat bertanam padi 2 kali. Namun bila BB
kurang dari 3 bulan berturutan, tanaman padi
mengandung resiko gagal kecual ada pengairan.
2. Berdasarkan BB dan BK : Pembagian Zone
agroklimat selanjutnya didasrkan pula pada jumlah
BK berturutan. Bulan Kering mempunyai curah
hujan kurang dari 100 mm. Bila terdapat kurang dari
2 BK dalam setahun, petani dengan mudah dapat
mangatasi kelangkaan air hujan, sebab pada
umumnya masih terdapat cukup air dalam tanah
untuk kebutuhan air tanaman. Bila terdapat 2-4 BK
rencana pola tanam harus hati-hati apabila ingin
bertanam sepanjang tahun. Suatu periode 5-6 BK
berturutan dianggap terlalu lama bila tidak ada irigasi
bagi tanaman. Apabila bila periode kering melebihi 6
bulan, maka kemungkinan gagalnya tanaman makin
besar.

134
BAB IX
PERANAN IKLIM UNTUK PERTANIAN

A. Peranan Ilkim Terhadap Terhadap Tanah


135
Tanah merupakan modal utama bagi petani untuk dapat
memproduksi pangan, uang bukan hanya untuk menjamin
keberlangsungan hidupnya sendiri melainkan juga untuk
menjamin orang-orang lain yang berada diluar
lingkungannya.
Tanah yang merupakan modal utama keadaanya sangat
dipengaruhi oleh unsur-unsur iklim, yaitu hujan, suhu, dan
kelembaban. LAG membedakan 2 tipe tana, yaitu Climate
Soil Type dan Aclimate Soil Type. Jelasnya sebagai berikut:
1. Climate Soil Type , pada tipe ini pembentukan tanah
disebabkan karena pengaruh curah hujan dan
temperatur.
2. Aclimate Soil Type, di sini pembentukan tanah bukan
disebabkan oleh faktor iklim, melainkan oleh
keadaan batuan.
Pada saat hujan humus dan zat-zat makanan pada tanah
akan hanyut yang kemudian akan diserap oleh lapisan
dibawah permukaan. Zat-zat makanan yang meresap ke
dalam tanah akan ditangkap oleh akar-akar tanaman
terutama tanaman yang memiliki akar dalam dan dengan
cara demikian pada giliran atau waktunya akan
dikembangkang lagi ke dalam proses atau lingkaran

136
pembentukan tanah dengan melalui proses pelapukan daun-
daunan atau ranting-rantingnya yang berjatuhan ke tanah.
Akan tetapi bahan-bahan mineral dan zat-zat makanan
yang mengandung Nitrogen yang terhanyut akan
mengakibatkan kemunduran tanah. Kemunduran tanah
adalah keadaan dimana zat makanan mulai habis. Proses
Kemunduran tanah ini bisa diberlambat dengan adanya
pohon-pohon yang berakar dalam masih banyak tumbuh di
lingkungan tersebut.
B. Peranan Iklim Terhadap Produksi Tanaman
Pertumbuhan dan produksi tanaman merupakan hasil
akhir dari prosesfotosintesis dan berbagai fisiologi lainnya.
Proses fotosintesis sebagai prosesawal kehidupan tanaman
pada dasarnya adalah proses fisiologi dan fisika
yangmengkonversi energi surya (matahari) dalam bentuk
gelombang elektromagnetik menjadi energi kimia dalam
bentuk karbohidrat. Sebagian energi kimia tersebutdireduksi
atau dirombak menjadi energi kinetik dan energi termal
melalui prosesrespirasi, untuk memenuhi kebutuhan internal
tanaman.Selain radiasi surya, prosesfotosintesis sangat
ditentukan olehketersediaan air, konsentrasi CO2 dansuhu
udara. Sedangkan proses respirasidan beberapa proses
metabolisme tanamandipengaruhi oleh suhu udara dan
137
beberapaunsur iklim lain. Selain prosesmetabolisme, proses
pembungaan, pengisian biji dan pematangan biji atau buah
tanaman padi juga sangatdipengaruhi oleh radiasi surya
(intensitasdan lama penyinaran), suhu udara dan kelembaban
nisbi serta angin. Oleh sebabitu, produkstivitas dan mutu
hasil tanaman yang banyak ditentukan pada fase pengisian
dan pematangan biji atau buah sangat dipengaruhi oleh
berbagai unsur iklim dan cuaca, terutama radiasi surya dan
suhu udara.Berbagai proses fisiologi, pertumbuhan dan
produksi tanaman sangatdipengaruhi oleh unsur cuaca, yaitu
keadaan atmosfer dari saat ke saat selamaumur tanaman,
ketersediaan air (kelembaban tanah) sangat ditentukan oleh
curahhujan dalam periode waktu tertentu dan disebut
sebagai unsur iklim. Demikian juga, pertumbuhan dan
produksi tanaman merupakan akumulatif dari prosesfisiologi
selama fase atau periode pertumbuhan tertentu oleh sebab itu
dalam pengertian yang lebih teknis dapat dinyatakan bahwa
pertumbuhan dan produksitanaman dipengaruhi oleh
berbagai unsur iklim (sebagai akumulasi keadaancuaca)
selama pertumbuhan tanaman.

C. Peranan Ilkim Terhadap Hama dan Penyakit Tanaman

138
Pengaruh-pengaruh iklim yang terdapat di bumi disatu
pihak cocok bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman
tetapi di lain pihak unsur-unsur iklim pula yang
menyebabkan ketidaksuburan tanah. Hal ini mendorong para
petani untuk menggunakan pupuk dan obat-obatan secara
besar-besaran atau tidak bijaksana dalam menggunakanya.
Cara tersebut akan menimbulkan resistensi pada hama dan
penyakit tanaman. Akibatnya hama dan penyakit tanaman
semakin membludak

BAB X

139
KAJIAN KHUSUS PERANAN AGROKLIMATOLOGI
TERHADAP BUDIDAYA SIRSAK

Tanaman sirsak memiliki nama spesies Annona


muricata linn., merupakan salah satu tanaman dari kelas
Dicotyledonae, keluarga Annonaceae, dan genus Annona.
Nama sirsak sendiri berasal dari bahasa Belanda (Zuurzak)
yang berarti kantong asam. Tanaman buah tropis ini
didatangkan ke Nusantara oleh pemerintah Kolonial Hindia
Belanda pada abad ke-19, Zuurzak bukan asli tanaman asli
Eropa.
Sirsak merupakan tanaman tahunan yang dapat tumbuh
dan berbuah sepanjang tahun jika kondisi air tanah terpenuhi
selama pertumbuhannya. Tanaman ini berasal dari daerah
tropis di benua Amerika, yaitu hutan Amazon (Amerika
Selatan), Karibia, dan Amerika Tengah. Di tempat asalnya,
sirsak merupakan buah penting dan bergengsi.
Sirsak merupakan salah satu buah yang memiliki
kandungan vitamin B dan C cukup tinggi, mempunyai rasa
manis-asam dan menyegarkan, sehingga digemari
masyarakat sebagai buah segar maupun olahan. Sebagai
tanaman pekarangan komoditas ini masih terbuka cukup
lebar untuk dikembangkan. Salah satu faktor yang menjadi
140
kendala dalam pengembangan sirsak ini adalah terbatasnya
informasi dan penerapan teknologi budidaya termasuk
pemeliharaan tanaman (penyulaman, pengairan, pemupukan,
pemangkasan dan sanitasi kebun) yang tepat, sehingga tidak
mengherankan apabila produksi dan kualitas buah yang
dihasilkan masih rendah dan belum sesuai dengan yang
diharapkan.
Pohon Sirsak mempunyai percabangan batang yang
rendah. Tinggi pohonnya antara 3 sampai 8 meter. Daunnya
memanjang dengan bentuk lanset atau bulat telur terbalik.
Bunganya berdiri sendiri berhadapan dengan daun. Bentuk
bunga seperti kerucut. Warnanya kuning muda. Dasar bunga
cekung, benang sarinya cukup banyak, begitu pula bakal
buahnya. Menanam tanaman Sirsak dengan mempergunakan
bijinya. Dapat juga dengan cara tempelan atau okulasi.
Musim berbuah adalah pada bulan Januari dan Februari
setiap tahunnya. Satu bulan sebelum penanaman lubangnya
sudah harus dipersiapkan. Persiapan dilakukan dengan jarak
6 meter.
Produksi sirsak di Indonesia tergolong rendah
dibandingkan dengan produksi buah lain, seperti jeruk,
mangga, durian, pisang, dan manggis. Hingga saat ini
penyebab utamanya adalah belum banyak petani yang
141
tertarik untuk membudidayakan pohon sirsak. Alasan utama
para petani adalah hasil panen yang sulit diprediksi dan
masa simpan buah yang singkat. Di sisi lain, pedagang buah
sirsak juga memiliki masalah yang sama, yakni sulit
memenuhi permintaan pasar akibat waktu pemanenan sirsak
yang sulit diprediksi. Bahkan pada tahun 2007, produksi
buah sirsak di Indonesia mengalami penurunan. Salah satu
penyebabnya adalah kurangnya peremajaan pohon sirsak
yang sudah tua. Alhasil, penurunan produksi buah sirsak
kembali terjadi pada tahun 2008.
Secara geografis, prospek pengembangan produksi
sirsak di Indonesia sangat terbuka lebar. Coba perhatikan
kondisi tanah di Negara Indonesia yang subur dan beriklim
tropis, kondisi tanha tersebut sangat cocok untuk
pertumbuhan tanaman hortikulutura, salah satunya tanaman
sirsak. Namun kenyataan pahitnya hasil produksi buah sirsak
segar di Indonesia hanya dipasarkan secara lokal dan belum
mampu memenuhi kebutuhan ekspor karena berbagai faktor,
seperti jumlah produksi yang belum memenuhi permintaan
ekspor dan teknologi untuk mengatasi kendala waktu simpan
buah yang sangat singkat belum dikembangkan.

A. Morfologi Tanaman Sirsak


142
1. Daun
Daun berbentuk bulat telur terbalik, agak tebal dan pada
permukaan bagian atas yang halus berwarna hijau tua,
sedangkan pada bagian bawah daun warnanya lebih tua,
ujung daun meruncing, tangkai daun panjangnya 3-7 mm.,
pinggiran rata dan permukaan daun mengkilap.

Daun Sirsak
2.   Bunga
Bunga tunggal (flos simplex) dalam satu bunga terdapat
banyak putik sehingga dinamakan bunga berpistil majemuk.
bagian bunga tersusun secara hemicylis, yaitu sebagian
terdapat dalam lingkaran yang lain spiral atau terpencar.
mahkota bunga berjumlah 6 sepalum yang terdiri atas 2
lingkaran, bentuknya hampir segi tiga, tebal dan kaku,
berwarna kuning keputih-putihan, dan setelah tua mekar,
kemudian lepas dari dasar bunganya. putik dan benang sari

143
lebar dengan banyak karpel (bakal buah). bunga keluar dari
ketiak daun, cabang, ranting, atau pohon. bunga umumnya
sempurna, tetapi terkadang hanya bunga jantan dan bunga
betina saja dalam satu pohon. bunga melakukan
penyerbukan silang, karena umumnya tepung sari matang
lebih dahulu sebelum putiknya (Radi, 1998).
Bunga-bunganya teratur, 1-2 kuntum berada pada
perbungaan yang pendek, berwarna kuning kehijauan;
gagang bunga panjangnya sampai 2,5 cm; daun kelopaknya
3 helai, berbentuk segi tiga, tidak rontok, panjangnya sekitar
4 mm; daun mahkota 6 helai dalam 2 baris, 3 lembar daun
mahkota terluar berbentuk bundar telur melebar, berukuran
(3-5) cm x (2-4) cm; 3 lembar daun mahkota dalam
berukuran (2-4) cm x (1,5-3,5) cm, pangkalnya bertaji
pendek; benang sarinya banyak, tersusun atas barisan-
barisan, menempel di torus yang terangkat, panjangnya 4-5
mm, tangkai sarinya berbulu lebat; bakal buahnya banyak,
berbulu lebat sekali, kemudian gundul.

144
Bunga Sirsak
3.   Buah
Buah sejati berganda (agregat fruit) yakni buah yang
berasal dari satu bunga dengan banyak bakal buah tetapi
membentuk satu buah. Buahnya berbentuk jorong dan
ujungnya mengecil dan memiliki duri sisik halus. apabila
sudah tua daging buah berwarna putih, lembek, dan berserat
dengan banyak biji berwarna coklat kehitaman (Radi, 1998).
Buahnya yang matang, yang merupakan buah semu,
berbentuk bulat telur melebar atau mendekati jorong,
berukuran (10-20) cm x (15-35) cm, berwarna hijau tua dan
tertutup oleh duri-duri lunak yang panjangnya sampai 6 mm,
daging buahnya yang berwarna putih itu berdaging dan
penuh dengan sari buah. Bijinya banyak, berbentuk bulat

145
telur sungsang, berukuran 2 cm x 1 cm, berwarna coklat
kehitaman, berkilap
Kandungan Buah sirsak tersusun atas 67% daging buah
yang dapat dimakan, 20% kulit, 8,5% biji, dan 4% poros
tengah buah, dari berat keseluruhan buah. Kandungan
gulanya sekitar 68% dari seluruh bagian padat daging buah.
Sirsak merupakan sumber vitamin B yang lumayan
jumlahnya (0,07 mg/100 g daging buah) dan vitamin C (20
mg/ 100 g daging buah), dan sedikit sampai sedang
kandungan kalsium dan fosfornya. Sifat yang paling
disenangi orang dari sirsak ini ialah harumnya dan aromanya
yang sangat menggiurkan. Daging buahnya mirip dengan
‘cherimoya’, warna putihnya yang murni itu sangat stabil,
walaupun sedang diolah. 

Buah Sirsak

146
4.   Biji
Berwarna coklat agak kehitaman dan keras, berujung
tumpul, permukaan halus mengkilat dengan ukuran panjang
kira-kira 16,8 mm dan lebar 9,6 mm. jumlah biji dalam satu
buah bervariasi, berkisar antara 20-70 butir biji normal,
sedangkan yang tidak normal berwarna putih kecoklatan dan
tidak berisi (Radi, 1998).

Biji Sirsak
5.   Pohon
Sirsak berbentuk perdu atau pohon kecil, tingginya 3-10
m, tajuknya cocok dengan model arsitektur Troll dengan
ketinggian mencapai 8-10 meter, dan diameter batang 10-30
cm, bercabang hampir mulai dari pangkalnya. Tanaman ini
memiliki batang utama yang kecil dan pendek.

147
B.        Daerah Asal dan Penyebaran
Sirsak (Annona muricata Linn.) termasuk tanaman
tahunan yang dapat tumbuh dan berbuah sepanjang tahun,
apabila air tanah mencukupi selama pertumbuhannya.
Menurut beberapa literatur, tanaman sirsak berasal dari
Amerika Tengah. Di Indonesia tanaman sirsak menyebar
dan tumbuh baik mulai dari daratan rendah beriklim kering
sampai daerah basah dengan ketinggian 1.000 meter dari
permukaan laut. Penyebaran hampir merata dibuktikan
dengan adanya nama-nama daerah yang berbeda – beda
untuk tanaman sirsak (Radi, 1998).

C.         Sistematika Tumbuhan


Tanaman sirsak (Annona muricata Linn.) termasuk
tanaman tahunan dengan sistematik sebagai berikut :
Kingdom       : Plantae
Divisio           : Spermatophyta
Sub Divisio   : Angiospermae
Class              : Dicotyledonae
Ordo              : Polycarpiceae
Famili            : Annonaceae
Genus            : Annona
Species          : Anona muricata Linn
148
D.        Jenis Sirsak yang Banyak Ditemukan Di Indonesia
Menurut berbagai literatur, jenis sirsak yang banyak
ditemukan di Indonesia sebagai berikut:
1.   Sirsak Ratu; daerah penyebaran sirsak ratu adalah daerah
Pelabuhan Ratu, Sukabumi (Jawa Barat). Buah sirsak ratu
memiliki ukuran yang beragam, mulai dari ukuran kecil
hingga besar. Berkulit licin dan berduri, daging buah kering
bertepung dan manis. Buah sirsak ini sangan cocok
dikonsumsi dalam keadaan segar atau diolah menjadi
minuman.
2.   Sirsak Biasa; buah sirsak biasa tersebar di seluruh
wilayah Nusantara. Bentuk buah sirsak biasa memiliki
kemiripan dengan sirsak ratu. Perbedaannya terletak pada
daging buah yang bertepung, berkadar air tinggi, dan berasa
asam manis. Buah sirsak ini paling cocok untuk minuman,
seperti campuran es krim, jus buah, atau sari buah.
Disamping itu, sirsak biasa cocok diolah menjadi wajik,
dodol, selai, sirup, dan jelly.
3.   Sirsak Bali; sirsak bali biasa disebut dengan sirsak
gundul, sirsak sabun, sirsak mentega, atau sirsak irian.
Sesuai dengan namanya, daerah penyebaran sirsak bali
adalah Pulau Dewata, Bali dan daerah sekitarnya. Memiliki
149
ukuran kecil sekitar 200-300 gram per buah. Kulit buahnya
licin, tidak berduri, dan daging buahnya manis. Sirsak bali
sangat cocok dikonsumsi dalam keadaan segar atau dibuat
minuman.
4.   Sirsak Mandalika; sirsak mandalika tersebar di seluruh
wilayah Nusantara Tampilan sirsak jenis ini mirip dengan
buah nona, yakni berbentuk bulat, daging buah berwarna
kuning, bijinya banyak, rasanya manis, dan duri kulitnya
lebih jarang. Sirsak mandalika lebih cocok diolah menjadi
produk makanan atau minuman.
E.        Manfaat dan Kegunaan
Buah Sirsak (Annona muricata L) adalah salah satu
makanan yang populer di Indonesia, mungkin sebagian dari
anda juga adalah pengkonsumsi dari buah sirsak ini. Namun
dibalik dari rasanya yang sedikit asam – asam ini ternyata
buah sirsak ini mengandung manfaat yang luar biasa.
Karena beredarnya khasiat buah sirsak ini hingga sampai ke
telinga para pakar riset di Health Sciences Institute, dan
merekapun melakukan riset ternyata hasilnya sangat
mengejutkan, selain obat untuk berbagai jenis parasit/cacing,
menurunkan tekanan darah tinggi, anti bakteri, anti jamur
dan menormalkan sistem syaraf yang kurang baik. Ternyata
buah sirsak ini berkhasiat membunuh tumor/kanker.
150
F.        Syarat Tumbuh
Sirsak merupakan jenis yang paling tidak bandel
tumbuhnya di antara jenis-jenis Annona lainnya dan
memerlukan iklim tropik yang hangat dan lembap. Tanaman
ini dapat tumbuh dan berkembang dengan baik di dataran
rendah sampai pada ketinggian sampai 1000 m dpl. dan
meluas sampai ke 25° LS pada lahan yang ternaung.
Tanaman sirsak akan tumbuh dengan baik di daerah beriklim
basah samapai daerah kering bersuhu 22-28oC, kelembaban
udara (RH) 60-80%, dan curah hujan berkisar antara 1.500-
2.500 mm per tahun.
Pertumbuhan dan pembungaannya sangat terhambat
oleh turunnya udara dingin, serta hujan salju yang ringan
saja sudah dapat membunuh pohon sirsak. Musim kering
dapat mendorong luruhnya daun dan menyelaraskan
pertumbuhan memanjang dan pembungaan dalam batas-
batas tertentu. Hasil panen dapat lebih tinggi pada cuaca
demikian, asalkan kelembapan yang tinggi berlangsung
selama periode pembentukan buah; ada indikasi bahwa
untuk Annona spp. lainnya, baik kelembapan yang sangat
tinggi maupun sangat rendah, dapat merusak pembentukan
buah. Jika kelembapan cenderung rendah, dianjurkan untuk
memberikan naungan agar transpirasi dapat dikurangi (juga
151
karena pohon sirsak dangkal perakarannya). Sebagian besar
tipe tanah cocok untuk tanaman ini, tetapi drainasenya harus
balk, sebab pohon sirsak tidak tahan terhadap genangan air.
G.        Pedoman Budidaya
Perbanyakan dan penanaman Pohon sirsak dapat
diperbanyak dengan klon, terutama melalui berbagai teknik
penempelan dan penyambungan pada batang bawah yang
diperbanyak dengan semai, seperti dipraktekkan di berbagai
wilayah Amerika (misalnya di Kolumbia dan Venezuela).
Akan tetapi, umumnya sirsak ditumbuhkan dari benih.
Semai dapat dipakai, sebab populasi yang tumbuh cukup
seragam dan benih dari kultivar manis, misalnya, pada
umumnya sifatnya sama dengan induknya, serta karena fase
yuananya hanya berlangsung 2-4 tahun.
Tanaman sirsak dapat beradaptasi luas dengan berbagai
jenis tanah pertanian. Meskipun demikian, bertanam sirsak
paling baik dilakukan di tanah lempung berpasir yang subur,
gembur, banyak mengandung bahan organik, serta memiliki
aerasi dan drainase yang baik. Derajat keasaman tanah yang
ideal untuk tanaman sirsak berkisar 5,5-6,5. Pohon sirsak
dapat ditanam sebagai tanaman sela diantara pohon buah-
buahan yang lebih besar, seperti mangga, avokad, dan
kecapi karena ukuran pohonnya tergolong kecil dan cepat
152
berbuah. Pengembangan budi daya pohon sirsak untuk
kepentingan pengobatan dan kesehatan manusia hendaknya
dilakukan secara organik. Budidaya sirsak harus harus
seminimal mungkin menggunakan pupuk sintetis. Perlakuan
ini harus mulai dilakukan sekarang dan pada masa
mendatang.
1.         Pembibitan
Tanaman sirsak dapat diperbanyak melalui biji, okulasi
dan pencangkokan. Pembiakan sirsak dengan dengan biji
memerlukan waktu 3-5 tahun untuk dapat berubah,
sedangkan pembiakan dengan cara mencangkok dan okulasi
membutuhkan waktu yang lebih singkat, yaitu sekitar 2-3
tahun. Benih yang digunakan sebaiknya berasal dari indukan
yang memiliki kualitas baik, seperti rasa yang manis dan
bentuk buah yang segar.
Pada umumnya, pembiakan sirsak dilakukan dari biji
yang dijadikan benih. Benih hasil penyemaian dapat
digunakan karena populasi yang tumbuh cenderung
seragam, memiliki sifat yang sama dengan induk, dan
memiliki fase buahan sekitar 2-4 tahun. Benih sirsak dapat
ditanam langsung diladang atau disemaikan terlebih dahulu
di area persemaian. Setelah 20-30 hari, sekitar 85-90% benih
dapat berkecambah. Benih semaian tersebut dapat
153
dipindahkan ke lapangan setelah 6-8 bulan. Jumlah bibit
yang diperlukan untuk setiap hektar lahan sekitar 333-420
bibit tanaman sirsak.
2.        Penyapihan
Bibit tanaman sirsak yang telah mulai ditumbuhi daun
dapat dipisahkan ke dalam polybag atau langsung ditanam
ke lahan yang lebih luas. Pemotongan separuh daun dan
kadang-kadang perompesan daun diperlukan untuk
memindahtanamkan semai yang sebelumnya tidak
ditumbuhkan dahulu dalam wadah. Jarak tanam di kebun
buah sebaiknya antara 3 m x 4 m dan 4 m x 6 m. Berkat
kecilnya ukuran pohon dan cepatnya berbuah, sirsak dapat
ditanam sebagai tanaman sela di antara pohon buah-buahan
yang lebih besar, seperti mangga, avokad, dan kecapi. Jika
tanaman utamanya membutuhkan ruangan, pohon sirsak
dapat ditebang.
3.         Pengelolaan Media Tanam
Persiapan lahan yang akan digunakan untuk menanam
sirsak sebaiknya dibuat lubang resapan biopori. Untuk satu
pohon sirsak disarankan membuat lima lubang biopori yang
melingkari pohon sirsak dengan jarak satu meter. Teknik
biopori dapat memperbaiki struktur tanah karena akan
menggemburkan dan meningkatkan daya resap air,
154
mengubah sampah organik menjadi kompos dan
memanfaatkan peran aktivitas fauna tanah dan pori akar
tanaman yang sudah mati.
Tahap-tahap yang dilakukan dalam pengelolaan media
tanam adalah sebagai berikut:
a. Buat lubang tanam di lahan yang telah disediakan
dengan ukuran 30 x 30 x 30 cm, jarak antara lubang tanaman
dapat dipilih alternative 6 x 4 m, 5 x 5 m, atau 6 x 5 m.
b. Campur 15 - 20 Kg pupuk kandang yang sudah
matang atau pupuk kompos sebanyak 5-10 kg
c. Isi lubang dengan Pupuk Kandang atu kompos
d. Diamkan/ istirahatkan lubang selama 2 - 4 minggu
untuk menghilangkan gas yang mungkin ada akibat
penggalianPenanaman
e. Pilih bibit setinggi 70 - 100 Cm dengan batas
sambungan 10 Cm di atas permukaan tanah
f. Jika bibit berada di dalam polybag, belah polybag
dengan pisau/cuter untuk menjaga agar gumpalan tanah
tidak pecah. Tekan-tekan tanah permukaan agar tidak terjadi
rongga di sekitar akar tanaman
4.        Teknik Penanaman
Cara menanam sirsak sama dengan cara menanam tanaman
buah-buahan lainnya. Sebelum ditanam, setiap lubang tanam
155
diisi dengan pupuk kandang, lalu ditaburi dengan pupuk
campuran antara urea, TSP, dan KCL dengan perbandingan
2 : 1 : 1, yakni sebanyak 50 – 100 gram. Waktu tanam sirsak
yang paling baik adalah pada saat awal musim penghujan.
5.        Pemeliharaan
a. Pengairan
Tanaman sirsak membutuhkan pengairan yang
teratur supaya dapat berbunga dengan baik. Tanaman
sirsak yang masih kecil atau muda memerlukan
pengairan intensif sampai berumur satu tahun.
Penyiraman dapat dilakukan sebanyak dua kali sehari.
Perhatikan faktor drainase karena akar sirsak yang
dangkal tidak tahan terhadap genangan air. Sirsak
toleran terhadap keadaan tanah yang kering, tetapi
pohonnya akan meluruhkan terlalu banyak daun jika
mengalami kekeringan yang berkepanjangan, dalam
situasi demikian pohon sirsak akan tertolong oleh
pengairan tambahan.
b.    Penyerbukan
Secara umum buah yang dihasilkan merupakan
hasil penyerbukan alami yang dilakukan oleh
serangga. Agribisnis sirsak masa mendatang
menghendaki hasil panen yang dengan mutu yang
156
baik, seperti bentuk buah lurus (simetris) dan
berukuran besar (lebih dari 1,5 kg). Demikian juga
untuk mengisi pasaran domestik maupun regional
memerlukan kualitas buah yang baik dan
berkesinambungan. Untuk memperoleh kualitas
(bentuk dan ukuran) buah sirsak yang baik dapat
dilakukan dengan beberapa cara, salah satunya adalah
dengan melakukan penyerbukan buatan.
Penyerbukan alami pada tanaman sirsak
biasanya berlangsung kurang sempurna. Penyebabnya
adalah sifat bunga yang proterogyne, yaitu matangnya
putik (stigma) lebih dahulu daripada tepung sari,
menyebabkan pertumbuhan buah tidak sempurna
(bengkok) atau kerempeng. Agar tanaman sirsak
berbuah lebat dan normal perlu dilakukan
penyerbukan buatan. Keberhasilan penyerbukan
buatan ditentukan oleh beberapa faktor, antara lain
harus diketahui saat yang tepat bunga sirsak untuk
diserbuki, ketrampilan pelaku penyerbukan dan waktu
penyerbukan yang tepat pula. Proses penyerbukan
buah sirsak yang dibantu oleh manusia dengan
mengoleskan serbuk sari ke kepala putik dapat
meningkatkan mutu buah.
157
Tahapan pelaksanaan penyerbukan buatan, adalah sebagai
berikut:
1).    Siapkan Botol bekas Roll Film untuk penampung
serbuk sari dan kuas kecil sebagai alat Penyerbuk . 
2).    Tampung serbuk sari ke dalam botol ataupun bekas
pembungkus film waktu pengambilan serbuk sari
dilakukan pagi hari, sehari setelah bunga betina mekar
(saat seluruh kelopak bunga bentina rontok) dengan
menampung ke dalam botol bekas pembungkus film dan
tangkai bunga betina dipukul-pukul agar seluruh serbuk
sari jatuh ke dalam botol film. Untuk mempermudah
pelaksanaan penyerbukan, perlu dibuang tangkai sarinya
terlebih dahulu. Serbuk sari yang telah murni (tidak
tercampur dengan tangkainya) dapat disimpan untuk
keperluan penyerbukan berikutnya.
3).    Pilih bunga betina yang siap diserbuki dengan ciri
kelopak bunga tersebut telah merekah dan kepala putik
telah berlendir 
4).    Ambil serbuk sari dari dalam botol dengan
menggunakan kuas kecil dan oleskan serbuk sari
tersebut pada kepala putik secara merata. Yang perlu
diperhatikan dalam proses penyerbukan di sini adalah
menjaga jangan sampai kelopak bunga betina rusak
158
(patah). Apabila kelopak bunga rusak akan
mengakibatkan gagalnya penyerbukan bahkan bunganya
bisa rontok. 
5).    Keberhasilan proses penyerbukan buatan ditandai
dengan berkembangnya bakal buah mulai umur 1 bulan
setelah penyerbukan. Buah sirsak akan masak fisiologi
setelah berumur kurang lebih 5 bulan sejak penyerbukan
dengan hasil buah yang berkualitas baik Kualitas buah
hasil penyerbukan buatan akan lebih baik bila
dibandingkan hasil penyerbukan alami yang dilakukan
oleh serangga penyerbuk.
c.    Penyiangan
Penyiangan tanaman sirsak sebaiknya dilakukan secara
kontinu setahun sekali bersamaan dengan pemupukan dan
penggemburan. Penyiangan dan penggemburan tanah dapat
dilakukan di sekeliling tajuk (kanopi) tanaman sirsak. Lahan
di sekitar pangkal pohon sirsak sebaiknya terbebas dari
gulma atau ditutup oleh mulsa untuk menghindari dehidrasi
dari perakarannya yang dangkal itu pada musim kemarau.
d.   Pemupukan
Pemupukan sebaiknya dilakukan secara
berkesinambungan menggunakan pupuk kandang dan pupuk
kompos (20 kg/ pohon) dan atau ditambah NPK dalam dosis
159
kecil (100 gram/pohon) yang dilakukan beberapa kali dalam
setahun. Perlakuan ini akan mendorong pertumbuhan dan
atau pembuahan sirsak, tetapi tidak diperoleh data kuantitatif
mengenai kebutuhan pupuk atau banyaknya pupuk daun
yang dianjurkan.
e.    Pemangkasan
Pohon sirsak biasanya dapat mencapai bentuk yang
memuaskan, tetapi dalam beberapa kasus diperlukan usaha
sedini mungkin membatasi pohon itu hanya berbatang
tunggal, yaitu dengan cara memotong cabang-cabang yang
akan menyainginya. Tunas air (water sprout), cabang-cabang
yang tumpang-tindih dan bergerombol juga harus dibuang.
6.        Hama dan Penyakit
Selama vigor pohon dapat dipertahankan, kerusakan
yang serius disebabkan oleh penyakit dan hama umumnya
terbatas hanya pada buah. Antraknosa (Colletotrichum
gloeosporioides merupakan penyakit utama pada sirsak di
daerah yang lembap. Produksi buah sirsak dapat menyusut
sekali karena bunga dan buahnya terserang penyakit
sehingga menjadi busuk atau keriput; selanjutnya penyakit
ini juga mengganggu buah, daun, batang, dan pematangan
buah. Di Hindia Barat ada anjuran agar diadakan seleksi
terhadap kemampuan pembentukan buah dalam kondisi
160
lingkungan yang lembap. Jika terjadi musim kemarau
barangkali ada kemungkinan untuk mempercepat
pembungaan dan pembentukan buah agar terhindar dari
periode kelembapan yang tinggi. Penyakit busuk coklat
batang (Corticium sp.) menyerang pohon sirsak dan
menyebabkan busuknya cabang dan mungkin membunuh
pohonnya juga. Pembersihan yang sebaik-baiknya
menjelang akhir musim kemarau, termasuk pembakaran
bagian-bagian pohon yang terserang, dapat menolong untuk
menahan penyakit pada musim hujan berikutnya. Kutu
perisai seringkali menyerang pohon sirsak, dan kutu bubuk
dapat bergerombol banyak sekali pada buah sirsak. Jika
semut dapat diberantas dengan baik, musuh-musuh alaminya
akan mampu menanggulangi hama ini. Buah dapat
dibungkus untuk menghindari kerusakan yang disebabkan
oleh lalat buah. Annonaepestis bengalella adalah penggerek
buah sirsak, dan ngengat ini tersebar dari India sampai ke
Jawa dan Filipina. Ulat besar dari kupu-kupu Meganotron
rufescens dan Papilio agamemnon sering sekali dijumpai
memakan daun sirsak. Kerusakan yang disebatkan oleh
ketiga jenis hama ini umumnya belum sampai
mengharuskan dilakukannya pemberantasan secara kimiawi.

161
7.        Panen dan Pasca Panen
a.    Penanganan Panen
Pepohonan sirsak mengalami masa pertumbuhan untuk
membentuk dedaunan tajuk pohon selama kurang lebih 2
tahun. Masa peralihan dari masa pertumbuhan ke masa
berbuah memerlukan jangka waktu kira-kira 1 tahun. Buah
sirsak dapat dipanen setelah umur pohon lebih dari 3 tahun.
Buah yang terbentuk sebelum pohon berumur 3 tahun,
biasanya rontok, apalagi kalau mengalami kekurangan air
pada waktu musim kemarau. Kemungkinan buahnya rontok
ini dapat dicegah. Caranya dengan mengairi tanah di sekitar,
Pohon Sirsak sampai cukup lembab. Tetapi rontoknya bunga
dan buah dapat juga disebabkan oleh hal yang lain.
Umpamanya perimbangan antara Pemakaian zat pati untuk
pertumbuhan, daun-daunnya dan penimbunan zat pati dalam
bakal buah pada masa peralihan itu belum seimbang. Buah
yang sudah terbentuk, sering tidak jadi, tumbuh lanjut
karena tidak menerima penyaluran bahan makanan yang
akan ditimbunnya dengan wajar. Buah yang tidak dapat
tumbuh dengan wajar itu, rontok dengan sendirinya. Untuk
mengatasi hal yang demikian itu, pohon Sirsak itu harus
diberi pupuk sebagai Penambah bahan makanan pada masa
Peralihan itu.Sehingga dapat pula dengan segera memasuki
162
masa berbunga dan berbuah. Lebih baik lagr kalau
pemupukan itu dilakukan sebelum ada bunga atau buah yang
rontok. Pemberian pupuk dilakukan secara teratur sekali
setahun. Dipakai pupuk kandang secukupnya.
Buah sirsak sebaiknya dipanen setelah tua benar tetapi masih
keras. Buah ini dianggap tua jika duri-durinya sudah saling
berjauhan dan warna kulitnya yang tadinya hijau berkilat
telah berubah menjadi hijau kusam atau hijau kekuning-
kuningan. Jika dipetik terlalu awal, kualitas buah akan jelek.
Sebaliknya jika buah dibiarkan matang di pohon, seringkali
buah itu dimakan oleh kelelawar sebelum jatuh ke tanah. Di
daerah yang iklimnya tidak mengenal musim, buah sirsak
dapat dijumpai sepanjang tahun, tetapi biasanya pohon
sirsak memiliki 1-3 kali masa panen, dengan puncaknya
yang nyata pada masa musim utama. Buah harus dipetik
secara selektif; dipotong gagangnya dengan pisau yang
tajam atau gunting setek, kemudian disimpan di dalam
keranjang bambu yang telah dialasi dengan bahan yang
empuk, seperti jerami.
Dari satu pohon sirsak yang subur dapat diperoleh sekitar 2–
30 buah sirsak dengan bobot setiap buah sekitar 200–1.200
gram. Namun produksi sirsak akan menurun setelah umur
pohon mencapai 8–10 tahun sehingga butuh peremajaan.
163
Usaha peremajaan tidak selalu mengganti tanaman dengan
bibit yang baru, tetapi melakukan pemangkasan cabang-
cabang yang rusak dan yang terserang hama agar tumbuh
tunas yang baru. Proses pemangkasan merupakan salah satu
usaha untuk memperbaiki kualitas buah.
b.    Penanganan Pasca Panen
Sirsak merupakan salah satu jenis buah yang mudah rusak
dan tidak tahan terhadap proses penyimpanan dalam jangka
waktu lama. Karena itu, penentuan derajat kematangan
berdasarkan umur penampakan fisik sirsak harus dilakukan
dengan seksama.
1)      Penanganan waktu panen
Buah sirsak tidak dapat dipanen sekaligus karena
memiliki tingkat kematangan berbeda-beda. Buah
yang telah dipanen harus diletakkan di tempat strategis
untuk memudahkan proses pengangkutan. Buah sirsak
harus dipetik secara selektif, pemotongan tangkai
harus menggunakan pisau yang tajam atau gunting
setek.
2)      Pengangkutan
Pengangkutan jalan darat bagi buah sirsak yang belum
matang memang tidak begitu bermasalah. Buah sirsak
dapat dimasukkan ke dalam keranjang atau karung dan
164
diangkut menggunakan mobil. Perlakuan
pengangkutan terhadap buah yang masak akan
berbeda. Buah sirsak harus diangkut dengan peti atau
kotak karton kuat.

165
BAB XI
PENUTUP

Dengan mempelajari Agrokllimatologi kita dapat


mengetahui Iklim beserta unsur-unsurnya yang penting sekali
diperhatikan dan atau dipelajari bagi kehidupan, khususnya
dalam bidang pertanian dapat mempengaruhi budidaya
tanaman.

166
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2011. Unsur-Unsur Yang Mempengaruhi Cuaca.


http://ips-mrwindu.blogspot.co.id. Diakses hari Senin
tanggal 4 April 2016 pukul 19:00 WIB.

Anonim. 2011. Budidaya Sirsak.


http://ibnati.blogspot.co.id/2011/11/budidaya-
sirsak.html. Diakses 23 April 2016

Anonim. 2012. Unsur-Unsur Iklim.


http://serbasejarah.blogspot.co.id. Diakses hari Senin
tanggal 4 April 2016 pukul 19:00 WIB.

Anonim. 2012. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Adanya.


http://simbiosisparasitisme.blogspot.co.id. Diakses
hari Senin tanggal 4 April 2016 pukul 19:00 WIB.

Anonim. 2013. Unsur-Unsur Pengendali Serta Mekanisme.


http://laborr-ilmu.blogspot.co.id. Diakses hari Senin
tanggal 4 April 2016 pukul 19:00 WIB.

Anonim. 2013. Agroklimatologi.


http://dhonyagroteknologi.blogspot.co.id. Diakses
hari Senin tanggal 12 April 2016 pukul 19:00 WIB

Anonim. 2013. Unsur-Unsur Cuaca. http://agro-


sosial.blogspot.co.id. Diakses hari Senin tanggal 4
April 2016 pukul 19:00 WIB.

Anonim. 2013. Klasifikasi Iklim dan Dasar Pembagiannya.


http://rahmayunisa02.blogspot.co.id/2013/10/klasifik
167
asi-iklim-dan-dasar-pembagiannya.html Diakses 23
April 2016

Anonim. 2014. Pengenalan Stasiun Meteorologi.


http://asong091294.blogspot.co.id. Diakses hari
Senin tanggal 4 April 2016 pukul 19:00 WIB.

Anonim. 2015. Pengertian Atmosfer Lapisanya dan


Mafaatnya. http://ghozaliq.com. Diakses hari Senin
tanggal 4 April 2016 pukul 19:00 WIB.

Anonim. 2015. Laporan Klimatologi Pengenalan Alat.


http://harnisuci06.blogspot.co.id/2015/01/laporan-
klimatologi-pengenalan-alat.html

Anonim. 2015. Penjelasan Mengenai Unsur Cuaca.


http://sainsmini.blogspot.co.id. . Diakses hari Senin
tanggal 4 April 2016 pukul 19:00 WIB.

Anonim. 2015. Klasifikasi Iklim Lengkap.


http://catatanaktivismuda.blogspot.co.id. Diakses
hari Senin tanggal 4 April 2016 pukul 19:00 WIB.

Anonim. 2016. Instrumentasi dan Rekayasa Meteorologi.


http://www.bmkg.go.id. Diakses hari Senin tanggal 4
April 2016 pukul 19:00 WIB.

Arifin, Riva. 2014. Klasifikasi Iklim Di Indonesia.


http://rivaarifin.blogspot.co.id. Diakses hari Senin
tanggal 4 April 2016 pukul 19:00 WIB.

Harsona, Indra. 2016. Alamat Stasiun Meteorologi Klimatologi


dan Geofisika. https://indraharsono12.wordpress.com.

168
Diakses hari Senin tanggal 4 April 2016 pukul 19:00
WIB.

Kartasapoetra, Ir. Ance G. 1986. Klimatologi (Pengaruh Iklim


Terhadap Tanah dan Tanaman). Jakarta. PT. Melton
Putra Jakarta.

Mely. 2013. Unsur-Unsur Iklim.


http://melylambardo.blogspot.co.id. Diakses hari Senin
tanggal 4 April 2016 pukul 19:00 WIB.

Sudarto, Yudo. 1993. Budidaya Waluh. Yogyakarta. Kanisius


(Anggota IKAPI).

Yunisa, Rahma. 2013. Klasifikasi Iklim dan Dasar


Pembagianya. http://rahmayunisa02.blogspot.co.id.
Diakses hari Senin tanggal 4 April 2016 pukul 19:00
WIB.

169