Anda di halaman 1dari 7

REKAYASA IDE

GEOGRAFI REGIONAL INDONESIA

Disusun Oleh:

M. Budi Nasution (3173331033)

Nurlaily Hidayati Purba (3171131019)

Helfrini Br Sinaga ( 3173131016 )

Miranti ( 3171131017 )

Rizky Aulia Rahman ( 3171131025 )

Yulia Fitri Harahap ( )

PENDIDIKAN GEOGRAFI

FAKULTAS ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2018
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Banjir ialah bencana alam yang sering terjadi di banyak kota dalam skala yang berbeda
dimana air dengan jumlah yang berlebih berada di daratan yang biasanya kering. Menurut
KBBI atau Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian banjir adalah berair banyak dan juga
deras, kadang-kadang meluap. Hal itu dapat terjadi sebab jumlah air yang ada di danau,
sungai, ataupun daerah aliran air lainnya yang melebihi kapasitas normal akibat adanya
akumulasi air hujan atau pemampatan sehingga menjadi meluber. Di mata masyarakat, pada
umumnya pengertian banjir merupakan hal yang negatif. Hal ini karena banjir selalu
berkaitan dengan hal-hal yang merugikan sehingga dapat disebut juga bencana alam. Banjir
dapat menyebabkan kerusakan parah, khususnya pada daerah yang padat penduduk yang
berada di bantaran sungai atau daerah-daerah yang terkena banjir periodik. Bencana alam
seperti banjir bisa terjadi di mana saja jika keseimbangan alam dan manusia tidak dijaga.
Ketidakseimbangan ini pun bisa terjadi jika apa yang dilakukan oleh pemerintah dan
pengusaha serta masyarakat Medan di dalam membangun Kota Medan sama saja seperti apa
yang dilakukan oleh pemerintah dan pengusaha serta masyarakat Jakarta. Pemerintah Kota
Medan dan masyarakat pengusaha serta warga Kota Medan juga telah mengeksploitir alam di
atas daya dukungnya. Pengusaha dan masyarakat Medan yang dikendalikan oleh pemerintah
Kota Medan jangan menganggap enteng dengan pengalaman banjir Jakarta. Satu saat kita
juga bisa seperti Jakarta jika tidak ada upaya yang effektif yang kita lakukan pada
pembangunan dan pengembangan kota Medan.
B. Permasalahan
Sebenarnya karakteristik kota dan pemerintahan serta perilaku masyarakatnya antara
Jakarta dan Medan menggambarkan kesamaan. Secara georgafis keduanya berada di daerah
dataran rendah yang berawa-rawa dan dihuni oleh multietnis pendatang dan sekaligus
menciptakan perilaku masyarakat yang beragam. Kedua kota merupakan pusat pemerintahan
dan perdagangan serta industri dan sekaligus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi bagi
wilayah sekitar. Keduanya merupakan pelabuhan internasional (laut dan udara) dan menjadi
pintu masuk dan keluarnya barang dan orang antarnegara. Keduanya juga menjadi tumpuan
hidup kaum migran yang berasal dari desa desa, yang pembangunan daerahnya tertinggal dan
sekaligus menjadi daerah harapan hidup masa mendatang. Dengan demikian beban Kota
Medan semakin berat sementara daya dukung kota semakin melemah. Situasi seperti ini akan
berjalan terus seperti bola salju. Ini suatu masalah besar bagi Pemerintah Kota Medan.
Adapun masalah-masalah yang menyebabkan daerah ini banjir yaitu diantaranya:
 Adanya sampah yang menyumbat parit dan saluran pembuangan air.
 Meluapnya Sungai Babura dan Sungai Deli diakibatkan oleh terjadinya banjir besar di
hulu sungai Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang dan Berastagi, Kabupaten Karo yang
mengakibatkan meluapnya secara tiba-tiba Sungai Deli mau pun Sungai Babura yang
membelah Kota Medan.
 Banyaknya pemukiman warga di bantara Sungai Deli dan Sungai Babura.
 Drainase Kota Medan yang kurang baik.
BAB II
IDE KREATIF YANG DITAWARKAN
Untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang diatas maka disini butuh
semua peran yang terkait seperti masyarakat, mahasiswa, tenaga pendidik, dan terutama yaitu
pemerintah yang berperan aktif sebagai pengawas dan pembuat aturan untuk menyelesaikan
masalah-masalah yang telah dipaparkan. Adapun Ide-ide yang saya paparkan yaitu :
 Menjaga lingukungan sekitar
Dimana disini baik masyarakat, mahasiswa, dan pemerintah untuk bekerjasama
dengan menjaga lingkungan yang ada disekitar. Disini masyarakt dan pemerintah agar tidak
membuang sampah ke sungai dan ke selokan yang bisa menyumbat aliran air yang ada pada
didaerah kota.
 Hindari membuat rumah di pinggiran sungai
Disini masyakarkat diharapkan agar tidak membangun rumah dipinggiran sungai.
Kalau karena kebutuhan rumah yang sangat penting maka pemerintah kota bisa membuat
rumah susun yang disewakan tapi dengan harga terjangkau bagi masyarakat kecil. Ini
berguna agar masyarakat tidak membangun rumah dipinggiran sungai. Dan bagi masyarakat
yang sudah membangun dipinggiran sungai, pemerintah kota bisa mengajak masyarakat
untuk direlokasi secara perlahan dan memberikan solusi yang tepat dan baik bagi masyarakat
tersebut dengan membangun rusun dan ditempati oleh mereka untuk tempat tinggal. Dan
memberikan modal biaya hidup sekitar 5 Jt.
 Memberikan Edukasi kepada siswa atau masyarakat bahaya banjir
Disini maka dibutuhkan peran seorang tenaga pendidik dan mahasiswa untuk
mengajarkan tentang buang sampah pada tempatnya kepada masyarakat dan siswa. Dan
bahaya efek dari pembangunan rumah dipinggiran sungai dan sampah yang dibuang
sembarang kesungai atau selokan sehingga menyebabkan rusaknya ekosistem darat maupun
perairan. Contoh menyebabkan banjir.

 Rajin Membersihkan Saluran Air


Perbaikan dan pembersihan saluran air tentu harus ada. Di wilayah tertentu bisa
diadakan secara gotong royong. Penjagaan ini harus dilakukan secara terus menerus dengan
waktu berkala. Hal ini bertujuan agar terjadi hujan deras, air tidak akan tersumbat dan mampu
mencegah terjadinya banjir. Dan gotong royong bisa dibuat aturan baru bagi lurah/desa
disetiap kota medan untuk setiap minggu selalu membersihkan saluran air dan juga daratan.

 Membuat lubang biopori

Membuat lubang biopori juga merupakan salah satu upaya untuk mencegah terjadinya
banjir. Lubang serapan biopori merupakan teknologi yang tepat guna dan juga ramah
lingkungan untuk dapat mengatasi banjir. Lubang biopori dapat mengatasi banjir dengan cara
meningkatkan daya resapan air, mengibah sampah organik menjadi kompos, dan juga
mengurangi emisi gas rumah kaca. Selain itu lubang biopori juga bekerja dengan cara
memanfaatkan peran aktivitas fauna tanah dan juga akar tanaman, mengatasi masalah yang
ditimbulkan oleh genangan air seperti penyakit demam berdarah dan juga malaria.

 Memperbanyak hutan kota yang ada dikota medan

Disini dibutuhkan ketegasan pemerintah kota untuk memperbanyak hutan kota dan
tegas terhadap oknum yang membangun gedung sembarangan dipinggiran sungai.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Banjir ialah bencana alam yang sering terjadi di banyak kota dalam skala yang berbeda
dimana air dengan jumlah yang berlebih berada di daratan yang biasanya kering. Menurut
KBBI atau Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian banjir adalah berair banyak dan juga
deras, kadang-kadang meluap. Hal itu dapat terjadi sebab jumlah air yang ada di danau,
sungai, ataupun daerah aliran air lainnya yang melebihi kapasitas normal akibat adanya
akumulasi air hujan atau pemampatan sehingga menjadi meluber. Adapun masalah-masalah
yang menyebabkan daerah ini banjir yaitu diantaranya: Adanya sampah yang menyumbat
parit dan saluran pembuangan air, Meluapnya Sungai Babura dan Sungai Deli diakibatkan
oleh terjadinya banjir besar di hulu sungai Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang dan Berastagi,
Kabupaten Karo yang mengakibatkan meluapnya secara tiba-tiba Sungai Deli mau pun
Sungai Babura yang membelah Kota Medan, Banyaknya pemukiman warga di bantara
Sungai Deli dan Sungai Babura, Drainase Kota Medan yang kurang baik. Adapun Ide-ide
untuk mengatasi hal tersebut yaitu : Menjaga lingukungan sekitar, Hindari membuat rumah di
pinggiran sungai, Memberikan Edukasi kepada siswa atau masyarakat bahaya banjir, Rajin
Membersihkan Saluran Air, Membuat lubang biopori, Memperbanyak hutan kota yang ada
dikota medan

SARAN
Diharapkan untuk pemerintah bisa tegas terhadap oknum yang melanggar aturan dan
diharapkan pemerintah tidak tebang pilih dalam menegakkan hukum dikota medan yang
sembarangan membangun bangunan dipinggiran sungai dan yang membuang sampah
kesungai.