Anda di halaman 1dari 57

TUGAS BIOSISTEMATIKA TUMBUHAN

ORDO PIPERALES, ORDO ZINGERBALES, DAN ORDO MALVALES

Disusun Oleh:

Nama Kelompok : 1. Alian Supriansyah (F1D016064)


2. Niken Khuzaimah Falah (F1D018020)
3. Masroyda Siringoringo (F1D018022)
4. SHESA (F1D018028)
5. Agnes Petra Sianipar (F1D018034)

Kelompok : IV B
Dosen Pengampu : Dra. Rochmah Supriyati, M. Sc
Hari/Tanggal : Senin/13 April 2020

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS BENGKULU
2020
ORDO PIPERALES

Ciri-ciri ordo piperales :


 Merupakan Tumbuhan herba
 Daun bersusun dua-dua,
 Pangkal daun berseludang,
 Daun gantilan berhelai tunggal adaksial;

Memiliki tiga Family yaitu :

A. Family Aristolochiaceae
 Tanaman dikotil dengan tanaman bunga rendah dan bunga berbentuk tabung dan
kelipatan tiga kelipatannya
 Tumbuhan besar yang terdiri dari lebih dari 500 spesies. Spesies dalam genus ini
menyebar di berbagai wilayah dengan iklim yang beragam.
 Ciri khas dari tanaman ini adalah batang yang halus serta tegak atau agak melilit.
Daun yang dimiliki sangat sederhana dan berbentuk hati, membran, yang tumbuh di
tangkai daun.
 Bunga biseksual dengan 3 sepal bersatu, 0 kelopak, dan biasanya 12 benang
sari.
 Ovarium diposisikan inferior dan terdiri dari 6 (kadang-kadang 4) kayu
bersatu (syncarpous) dengan dinding partisi hadir, membentuk jumlah bilik
yang sama.
 Sebagian besar anggota keluarga ini adalah tanaman tropis. Di seluruh dunia,
ada 7 genus, mewakili sekitar 400 spesies
 Spesies tersebar di Asia Timur dan Amerika
 Contoh genus : Asarum, Aristolochia

 Contoh spesies : Aristolochia acuminata Lam., Aristolochia acutifolia, Aristolochia


anguicida Jacq., Aristolochia arborea, Aristolochia arcuata Mast., Aristolochia
bilabiata L.

B. Family Piperaceae
 Pohon kecil, semak belukar, atau tanaman tahunan atau tahunan,
 Seringkali rhizomatous, kadang aromatik, glabrous, pubescent, atau glandular-
burik, terestrial atau epifit.
 Batangnya sederhana atau bercabang;
 Bundel pembuluh darah di lebih dari 1 cincin atau berserakan. Daun basal dan / atau
cauline, bergantian, berlawanan, atau whorled, simple; Tunjangan sekarang,
bergantung pada petiole;
 Petioles biasanya hadir Daun pisau: margin keseluruhan.
 Inflorescences terminal, berlawanan daun, atau aksila, paku.
 Bunga biseksual;
 Perianth tidak ada,
 masing-masing bunga disiram oleh pelempar bract;
 Benang sari 2 - 6, hypogynous, anter 2-locular; Pistil 1, 3-4-carpellate; Ovarium 1-
locular, superior; Plasentasi basal; Ovule 1; Stigma biasanya 3-4. Buah drupelike.
Benih 1;
 Sedikit endosperm;
 Perisperm melimpah
 Genus 15, spesies 2000 (2 genera, 9 spesies di flora): terutama daerah tropis
dan subtropis di seluruh dunia.
 Contoh genus : Piper, Peperomia, Zippelia, Manekia dan Verhuellia

1. Sirihan (Piper aduncum L.)

Klasifikasi tumbuhan
Regnum : Plantae
Cladus : Angiospermae
Cladus : Magnoliids
Cladus :-
Famili : Piperaceae
Genus : Piper
Spesies : Piper  aduncum L.

Deskripsi Tumbuhan Sirihan (Piper aduncum L.)


Habitat berada di areal perkebunan, hutan alami, liana, tahunan. Akar tunggang, putih
kecoklatan. Batangnya berkayu. Bentuk daun yaitu bulat telur, ujung runcing, pangkal
membulat, tepi rata pada setiap buku, tangkai berbulu halus, silindris 5-10 mm, panjang daun
10-14 cm, lebar 5-6 cm, pertulangan menjadri, hijau muda. Bunga majemuk, bentuk buli,
berkelamin satu adatu dua, daun pelindung bertangkai 0,5-1,25 mm, melengkung, tangkai
benang sari pendek, kepala sari kecil, bakal buah duduk, kepala putik dua sampai tiga,
pendek, putih, putih kekuningan. Buah buni, bertangkai pendek, panjang bulir 12-14 cm,
masih muda kuning kehijauan, setelah tua hijau. Biji kecil, coklat ( Maelissa, 2017).

Kandungan kimia dan Khasiat Tumbuhan Sirihan (Piper aduncum L.)


Daun Piper aduncum mengandung saponin, flavonoida, polifenol, dan minyak atsiri.
Getah batang Piper aduncum berkhasiat sebagai obat bisul dan obat luka baru. Untuk
obat bisul, dipakai getah batang Piper aduncum ± 2 ml, kemudian dioleskan pada bisul.
Chalcone dan derivatnya adalah kelompok senyawa yang dilaporkan memperlihatkan
aktivitas antikanker yang menjanjikan. Senyawa ini merupakan prekursor dari flavonoid dan
isoflavonoid yang melimpah ( Kamilasri dkk, 2018).

2. Sirih Hijau (Piper betle L.)

Klasifikasi
Regnum : Plantae
Cladus : Angiosperms
Cladus : Magnoliniids
Cladus :-
Famili : Piperaceae
Genus : Piper
Spesies : Piper betle L.

Deskripsi Sirih Hijau ( Piper betle L.)


Tanaman sirih merupakan tanaman yang tumbuh memanjat, tinggi 5 cm – 15 cm.
Helaian daun berbentuk bundar telur atau bundar telur lonjong. Pada bagian pangkal
berbentuk jantung atau agak bundar, tulang daun bagian bawah berbulu sangat pendek, tebal
berwarna putih, panjang 5-18 cm, lebar 2,5 - 10,5 cm. Daun pelindung berbentuk lingkaran,
bundar telur sungsang atau lonjong panjang kira-kira 1 mm. Perbungaan berupa bulir,
sendiri-sendiri di ujung cabang dan berhadapan dengan daun. Bulir bunga jantan, panjang
gaggang 1,5 - 3 cm, benang sari sangat pendek. Bulir bunga betina, panjang gaggang 2,5 – 6
cm, kepala putik 3 – 5. Buah Buni, bulat dengan ujung gundul. Bulir masak berbulu kelabu,
rapat, tebal 1– 1,5 cm. Biji berbentuk bulat (Munaworah dan Yuzami, 2017).

Kandungan Kimia dan Khasiat Sirih Hijau (Piper betle L.)


Kandungan daun sirih antara lain saponin, polifenol, minyak atsiri, dan flavonoid.
Daun Sirih mempunyai khasiat sebagai obat batuk, obat bisul, obat sakit mata, obat sariawan,
obat hidung berdarah. Tanaman sirih (Piper betle L)  merupakan salah satu jenis obat-
obatan dari alam yang dapat dijadikan alternatif sebagai antiseptik di samping aman
(tidak ada efek samping). Jenis antiseptik ini juga mudah terdegradasi (terurai) murah
dan mudah diperoleh serta mengandung senyawa eugenol, kavikol, allipyrokatekol dan
kavibetol yang dapat berfungsi sebagai zat antiseptik ( Purnomo dan Rani, 2014).
Bagian tumbuhan ini yang banyak dimanfaatkan sebagai obat adalah bagian daun
karena pada daun sirih mengandung minyak atsiri, fenil propana, estragol, kavicol,
hidroksikavicol, kavibetol, caryophyllene, allylpyrokatekol, cyneole, cadinene, tanin,
diastase, pati, terpennena, seskuiterpena, dan gula. Semua zat itu, menyebabkan sirih
seperti ditakdirkan menjadi tanaman yang dapat menyehatkan manusia, karena kaya
manfaat dan kegunaannya (Mustika dkk, 2017).
Manfaat lainnya yaitu :
1. Dengan Air rebusan Daun Sirih dapat digunakan untuk membersihkan mata
2. Daun sirih Juga Dapat menghilangkan bau ketiak
3. Bisa untuk mengobati gigi dan gusi bengkak. Caranya mudah, kunyah daun Sirih
Hijau secukupnya. Atau berkumur dengan rebusan daun sirih ini. Sakit gigi dan gusi
bengkak, berangsur-angsur akan hilang.
4. Daun Sirih Hijau, dipercaya bisa untuk mengobati keputihan. Rebus daunnya dengan
porsi secukupnya. Bisa diminum, disamping itu airnya untuk membasuh vagina.
5. Bagi mereka yang terkena sariawan, daun Sirih Hijau, bisa dijadikan solusi yang baik.
Kunyah daunnya atau kumur dengan rebusannya.
6. Bila secara rutin berkumur dengan rebusan Sirih Hijau, bau mulut tidak sedap pun
akan hilang.
7. Mampu mengobati luka bakar. Caranya ambil daun Sirih Hijau, panaskan supaya layu,
lalu tempelkan pada luka bakar.
8. Bila hidung keluar darah terus (mimisan), gulungan daun Sirih Hijau yang
disumpalkan di hidung, bisa membuat darah yang keluar pun terhenti. Jadi bisa dijadikan
obat mimisan.
9. Menghilangkan gatal-gatal di kulit. Caranya balurkan tumbukan daun Sirih Hijau, ke
bagian tubuh yang gatal-gatal, niscaya gatalnya jadi reda atau bahkan hilang sama sekali.
10. Daun Sirih Hijau juga bisa untuk mengobati eksim, atau penyakit kulit lainnya.
11. Tanaman Sirih Hijau, ternyata bisa mengusir semut, nyamuk, lalat dan serangga lain.
Di sekitar lokasi tanaman ini, semut dan serangga akan menyingkir.
12. Cairan daun Sirih Hijau, bisa untuk obat semprot hama dan tidak mematikan
tanaman. Penyakit dan kutu yang menyerang tanaman bisa sirna.
13. Sirih Hijau, daunnya juga dipercaya bisa untuk mengobati demam berdarah. Minum
rebusan daunnya, bisa mematikan kuman penyebab demam berdarah. Atau oleskan
gilingan daun Sirih Hijau ke tubuh, dibalurkan, nyamuk penyebab demam berdarah tidak
berani menggigitnya.
14. Meminum air rebusan bisa memperlancar haid yang tidak teratur
15. Daun sirih mampu untuk mengobati Asma
3. Tumbuhan Lada ( Piper nigrum

Klasifikasi

Regnum : Plantae
Cladus : Angiosperms
Cladus : Magnoliniids
Cladus :-
Famili : Piperaceae
Genus : Piper
Spesies : Piper nigrum L.

Deskripsi Tumbuhan Lada (Piper nigrum L.)


Batang pokok tanaman lada berkayu, beruas-ruas dan tumbuh merambat dengan
menggunakan akar pelekat pada tiang panjat atau menjalar di atas permukaan tanah. Bahwa
dari buku batang pokok dengan akar pelekat akan membentuk cabang lateral. Percabangan
inilah yang dapat berbunga dan berbuah. Akar tanah tanaman lada merupakan akar tunggang.
akar tunggang tidak banyak ditemukan pada tanaman lada karena pembiakannya dilakukan
melalui stek. Dengan demikian, hanya ada akar lateral saja yang mirip dengan akar serabut.
Daun tanaman lada merupakan daun tunggal, berseling dan tersebar. Daun berbentuk bulat
telur sampai memanjang dengan ujung meruncing. Bunga berbentuk malai agak
menggelantung dan tumbuhnya berhadapan dengan daun. Bunga lada dapat berupa
uniseksual ataupun biseksual. Buah lada berbentuk bulat, tidak bertangkai, berdaging, dan
berbiji tunggal. Saat masih muda, kulit buah berwarna hijau dan menjadi merah ketika masak.
Lada tergolong tanaman yang memanjat, sehingga memerlukan pohon inang (Mustika dkk,
2017).
Kandungan dan Khasiat Tumbuhan Lada ( Piper nigrum L.)
Buah lada hitam mengandung minyak volatil, alkaloid, tannin, fenolik, flavonoid,
karbohidrat, dan protein. Lada hitam dijuluki dengan “King of Spices” karena aroma dan
flavor yang menyengat yang berasal dari komposisi minyak volatil, sedangkan kepedasannya
ditentukan oleh alkaloid yang tidak mudah menguap, salah satunya piperin. Buah lada hitam
mengandung bahan aktif seperti amida fenolat, asam fenolat, dan flavonoid yang bersifat
antioksidan (anti-radikal bebas) sangat kuat. Antioksidan adalah senyawa yang dapat
menetralkan radikal bebas dengan cara memberikan elektron atau atom H kepada radikal
bebas. Senyawa antioksidan tidak menjadi radikal baru karena mempunyai struktur molekul
yang stabil. Tidak hanya senyawa antioksidan, piperin yang terkandung dalam buah lada
hitam juga banyak berperan dalam aplikasi klinis (Munaworah dan Yuzami, 2017).
Manfaat Lada Hitam lainnya :

a. Bertindak sebagai antiradang


Salah satu potensi manfaat lada hitam bagi kesehatan adalah sebagai zat
antiradang. Hal ini dikarenakan senyawa piperin yang terkandung di dalam lada hitam
memiliki kemampuan untuk meredakan peradangan serta mengandung antioksidan
yang tinggi.

b. Mampu melawan infeksi
Manfaat lada hitam lainnya adalah memiliki sifat antibakteri. Sebuah
penelitian mengungkapkan bahwa minyak lada hitam dapat membantu melawan
bakteri E. coli yang dapat menyebabkan infeksi melalui makanan yang
terkontaminasi. Selain itu, minyak lada hitam juga bisa melawan infeksi yang
bakteri Staphylococcus penyebab bisul di kulit.

c. Meredakan gejala flu


Manfaat lada hitam ternyata juga dapat diperoleh sebagai pereda gejala flu.
Rasa pedas pada lada hitam dapat bekerja sebagai dekongestan alami dan merangsang
pembentukan lendir untuk membersihkan saluran napas.

d. Menjaga kadar gula darah


Minyak lada hitam kemungkinan bisa digunakan untuk mencegah diabetes
tipe 2. Sebuah studi mengungkapkan bahwa minyak lada hitam dapat
menghambat enzim amilase dalam memecah pati menjadi glukosa. Kemampuan ini
penting bagi penderita diabetes tipe 2 karena dapat membantu menjaga kadar gula
darah dan menunda penyerapan glukosa. Studi klinis pada penderita diabetes tipe
2 juga menunjukkan bahwa pemberian suplemen piperin yang terkandung pada lada
hitam, ditambah zat kurkumin dari kunyit memberi efek yang baik pada pengendalian
kadar gula darah serta terlihat mampu menekan peradangan pada hati.

e. Mengatasi kesulitan menelan pada lansia


Kesulitan menelan makanan pada para lansia kerap menimbulkan masalah serius,
misalnya pneumonia. Beruntung, studi menunjukkan bahwa aroma yang dihasilkan
minyak lada hitam dapat merangsang refleks tubuh untuk menelan makanan. Hal ini
merupakan kabar gembira bagi para lansia yang mengalami kesulitan menelan, seperti
pasien pascastroke. Cukup menghirup aroma alami yang dihasilkan oleh minyak lada
(Hariana, 2016).

4. Tumbuhan Sirih Merah ( Piper crocatum Ruiz & Pav )

Klasifikasi

Regnum : Plantae
Cladus : Angiosperms
Cladus : Magnoliniids
Cladus :-
Famili : Piperaceae
Genus : Piper
Spesies : Piper crocatum Ruiz & Pav.

Deskripsi Tumbuhan Sirih Merah ( Piper crocatum Ruiz & Pav )


Ciri dari tanaman yang termasuk dalam famili Piperaceae yaitu tumbuhan mejalar.
Batangnya bulat berwarna hijau keunguan dan tidak berbunga. Daunnya bertangkai
membentuk jantung dengan bagian atas meruncing bertepi rata dan permurkaan mengkilap
dan tidak berbulu. Panjang daunnya bisa mencapai 15−20 cm. Warna daun bagian atas hijau
bercorak putih keabu-abuan. Bagian bawah daun berwarna merah hati cerah. Daunnya
berlendir, berasa pahit, dan beraroma wangi khas sirih. Batangnya berjalur dan beruas dengan
jarak buku 5−10 cm di setiap buku bakal akar (Sudewo, 2005). Sirih merah merupakan
tanaman yang tumbuh merambat dan sosoknya mirip tanaman lada. Tinggi tanaman biasanya
mencapai 10 m, tergantung pertumbuhan dan tempat merambatnya. Batang sirih berkayu
lunak, beruas-ruas, beralur dan berwarna hijau keabu-abuan. Daun tunggal berbentuk seperti
jantung hati, permukaan licin, bagian tepi rata dan pertulangannya menyirip (Mustika dkk,
2017).

Kandungan dan Khasiat Tumbuhan Sirih Merah ( Piper crocatum Ruiz & Pav )
Daun sirih mempunyai aroma yang khas karena mengandung minyak atsiri 1−4,2%,
air, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, vitamin A, B, C, yodium, gula dan pati. Dari
berbagai kandungan tersebut, dalam minyak atsiri terdapat fenol alam yang mempunyai daya
antiseptik 5 kali lebih kuat dibandingkan fenol biasa tetapi tidak sporasid. Minyak atsiri
merupakan minyak yang mudah menguap dan mengandung aroma atau wangi yang khas.
Minyak atsiri dari daun sirih mengandung 30% fenol dan beberapa derivatnya. Minyak atsiri
terdiri dari hidroksi kavikol, kavibetol, estragol, eugenol, metileugenol, karbakrol, terpen,
seskuiterpen, fenilpropan, dan tannin. Kavikol merupakan komponen paling banyak dalam
minyak atsiri yang memberi bau khas pada sirih. Kavikol bersifat mudah teroksidasi dan
dapat menyebabkan perubahan warna. Minyak atsiri berperan sebagai anti bakteri dengan
cara mengganggu proses terbentuknya membran atau dinding sel sehingga tidak terbentuk
atau terbentuk tidak sempurna. Dalam kadar yang rendah maka akan terbentuk kompleks
protein fenol dengan ikatan yang lemah dan segera mengalami peruraian, diikuti penetrasi
fenol ke dalam sel dan menyebabkan presipitasi serta denaturasi protein. Pada kadar tinggi
fenol menyebabkan koagulasi protein dan sel membran mengalami lisis. Sedangkan
mekanisme fenol sebagai agen anti bakteri berperan sebagai toksin dalam protoplasma,
merusak dan menembus dinding serta mengendapkan protein sel bakteri. Senyawa fenol
bermolekul besar mampu menginaktifkan enzim essensial di dalam sel bakteri meskipun
dalam konsentrasi yang sangat rendah. Fenol dapat menyebabkan kerusakan pada sel bakteri,
denaturasi protein. Alkaloid memiliki kemampuan sebagai antibakteri.
Kegunaan sirih merah di lingkungan masyarakat dalam menyembuhkan beberapa
penyakit seperti, diabetes mellitus, jantung koroner, tuberkulosis, asam urat, kanker payudara,
kanker darah (leukemia), ambeien, penyakit ginjal, impotensi, eksim atau eksema atau
dermatitis, gatal−gatal, luka bernanah yang sulit sembuh, karies gigi, batuk, radang pada
mata, radang pada gusi dan telinga, radang prostat, hepatitis, hipertensi, keputihan kronis,
Demam Berdarah Dengue (DBD), penambah nafsu makan, penyakit kelamin (gonorrhea,
sifilis, herpes, hingga HIV/AIDS), sebagai obat kumur dan manfaat bagi kecantikan
(Munaworah dan Yuzami, 2017).

5. Tumbuhan Cabe Jawa ( Piper retrofractum Vahl. )

Klasifikasi
Regnum : Plantae
Cladus : Angiosperms
Cladus : Maagnoliids
Cladus :-
Famili : Piperaceae
Genus : Piper
Spesies : Piper retrofractum Vahl.

Deskripsi

Tanaman cabe jawa (Piper retrofractum Vahl.) memiliki batang memanjat, melilit,
atau melata. Daunnya berbentuk bundar telur sampai lonjong dengan pangkal daun berbentuk
jantung atau membundar, ujung daun runcing dengan bintik-bintik kelenjar terdapat
tenggelam di permukaan bawahnya. Panjang helai daun 8,5 hingga 30 cm dan lebarnya 3
sampai 13 cm, panjang tangkai daun 0,5 sampai 3 cm. bunga tanaman ini berupa bulir yang
tegak atau sedikit merunduk dengan gagang sepanjang 0,5 sampai 2 cm. Daun gagang
berbentuk bundar telur yang panjangnya 1,5 mm hingga 2 mm berwarna kuning yang melekat
pada gagang pada satu titik. Bulir jantan panjangnya 2,5 cm sampai 8,5 cm dengan benang
sari berjumlah 2 atau 3 dan pendek, sedangkan pada bulir betina panjangnya 1,5 cm sampai 3
cm dengan putik sejumlah 2 sampai 3 buah. Buah cabe jawa berbentuk bulat dan berwarna
merah cerah, bijinya berukuran 2 mm sampai 2,5 mm. Tanaman ini dibudidayakan dengan
biji atau stek batang dan perlu dipangkas setinggi 1,5 meter dari tanah agar tanaman ini dapat
berbunga (Haryudin dan Otih, 2009).

Kandungan dan Khasiat Tumbuhan Cabe Jawa ( Piper retrofractum Vahl. )


Kandungan senyawa kimia yang terkandung dalam buah cabe Jawa antara lain
kavisin, asam palmitat, asam tetrahydropiperidin, 1-undekilenil-3, 4- metilendioksi benzen,
piperidin, minyak atsiri, sesamin, piperin, piperidin, retrofraktamida A, guaninsin,
piperlonguminin pelitorin, pipernoalin dan piperoktadekalidin.
Kegunaan tanaman Buah cabe jawa dapat digunakan untuk mengatasi kejang perut,
muntahmuntah, perut kembung, mulas, disentri, diare, sukar buang air besar pada penderita
penyakit hati, sakit kepala, sakit gigi, batuk, demam, hidung berlendir, Cabe Jawa merupakan
tanaman yang mempunyai kandungan senyawa alkaloid. Alkaloid merupakan senyawa kimia
pertahanan tumbuhan yang merupakan metabolit sekunder atau aleokimia yang dihasilkan
pada jaringan tumbuhan dan dapat bersifat toksik serta dapat berfungsi sebagai racun perut
dan pernafasan. Apabila larva memakan makanan yang mengandung senyawa aleokimia
toksik, maka larva tersebut tidak mencapai berat kritis menjadi pupa, hal ini disebabkan larva
menurunkan laju metabolisme dan sekresi enzim pencernaan, sehingga energi untuk
pertumbuhan berkurang (Haryudin dan Otih, 2009).

6. Tumbuhan Suruhan ( Peperomia pellucida (L.) Kunth)

Klasifikasi
Regnum : Plantae
Cladus : Angiosperms
Cladus : Magnoliniids
Cladus :-
Famili : Piperaceae
Genus : Peperomia
Spesies : Peperomia pellucida (L.) Kunth

Deskripsi Tumbuhan Sirihan ( Peperomia pellucida (L.) Kunth)


(Peperomia pellucida) merupakan tanaman liar yang biasa tumbuh di tempat lembab
seperti di bawah tembok rumah atau di daerah sejuk pegunungan. Tanaman suruhan hidup
pada daerah yang lembab dengan intensitas sinar matahari yang sedikit. Habitat berada
pada daerah dataran rendah dan tinggi. Tanaman suruhan masih berkerabat dengan sirih
(Piper betle). Tanaman ini cukup mudah dikenali, tinggi sekitar 10 sampai 15 cm dan bisa
mencapai 30 cm, batang lunak berair (herbaceous) mengkilap. Pada ujung batang biasa
tumbuh bunga majemuk seperti bunga sirih. Tumbuhan ini tergolong kedalam tumbuhan
dikotil berdasarkan bentuk hidupnya suruhan termasuk Kamaefit (chamaephyte) yaitu semak
kecil dengan sifat yang memiliki batang dengan percabangan yang tahan pada ketinggian
kurang dari 25 cm diatas permukaan tanah. Daun tumbuhan suruhan berbentuk bagun
jantung (cordatus) dengan tulang daun berjumlah tiga berwarna hijau muda. Ujung daun
(apex folii) runcing (acutus) dan pangkal daun (Basis folii) bertoreh, bentuk tulang daun
melengkung (cervinervis), tepi daun rata (interger). Daging daun (interverium) tipis lunak
(herbaceous). Permukaan daun licin (laevis) mengkilat (nitridus). Tumbuhan suruhan ini
bunganya berbentuk bulir (spica) yang tersusun dalam rangkaian berwarna hijau. Bunga
tanaman suruhan muncul pada bagian ujung tangkai dan ketiak daun. Tanaman suruhan
berkembang biak menggunakan biji (Purnomo dan Rani, 2014).

Kandungan dan Khasiat Tumbuhan Sirihan ( Peperomia pellucida (L.) Kunth)


Tumbuhan suruhan (Peperomia pellucida (L.) Kunth) banyak tersebar di Indonesia.
Tumbuhan ini sebagai gulma ditemukan di sepanjang pinggir jalan, di perkebunan, di tanah
lembab dan di tempat teduh sekitar rumah yang biasanya menggerombol. Tumbuhan suruhan
memiliki berbagai macam kandungan kimia. Penapisan fitokima pada keseluruhan bagian
suruhan menunjukkan adanya alkaloid, kardenolid, saponin dan tanin. Pada bagian batang
suruhan mengandung alkaloid, tanin, flavonoid dan steroid. Pada akar suruhan mengandung
alkaloid, tanin, steroid dan karbohidrat. Siskuiterpen merupakan jenis minyak yang cukup
banyak terdapat pada suruhan. Caratol merupakan siskuiterpen yang paling banyak
ditemukan. Suruhan mengandung serat, protein, karbohidrat dan lemak. Mineral yang
ditemukan dalam suruhan yaitu kalsium, magnesium, kalium, natrium, mangan dan zat besi.
Kegunaan Suruhan dalam Penyembuhan ialah (Peperomia pellucida (L.) Kunth)
banyak digunakan sebagai ramuan dalam pengobatan tradisional. Tumbuhan ini dapat
dimanfaatkan sebagai obat sakit kepala, demam, sakit perut, abses, bisul dan gangguan ginjal.
Berbagai penelitian sudah dilakukan dan menunjukkan bahwa tumbuhan ini memiliki
aktivitas analgesik, antipiretik, antiinflamasi, antibakteri, antimikroba dan antikanker.
Menurut hasil penelitian Muhtadi, Susilawati & Mulqie (2004), tentang aktivitas antidiabetes
ekstrak etanol dari herba suruhan (Peperomia pellucida (L.) Kunth) didapatkan hasil
penapisan fitokimia dari ekstrak etanol menunjukkan adanya golongan senyawa steroida.
Kegunaan Suruhan dalam Meningkatkan Pertumbuhan Rambut ialah Tumbuhan
suruhan mengandung banyak senyawa aktif dan metabolit sekunder yang baik untuk
kesehatan tubuh dan mengobati berbagai penyakit. Dari hasil uji kandungan fitokimia
menunjukkan bahwa adanya kandungan flavonoid, saponin, alkaloid, tanin dan steroid yang
mampu untuk meningkatkan pertumbuhan rambut. Pada tumbuhan suruhan juga mengandung
mineral seperti kalsium, magnesium, kalium, natrium, mangan dan zat besi menyatakan
bahwa ada puluhan zat yang diduga berpengaruh pada pertumbuhan rambut yaitu saponin,
alkaloid, ecliptine, asam wedelic, luteolin, triterpine, glikosida, sitosterol β-, hentriacontanol,
vitamin A, vitamin C, zat besi, kalsium oksalat, asam malat, pinene α, β pinene, asam lemak,
senyawa sterol, polifenol, steroid, minyak atsiri dan minyak esensial (Irsyad, 2013).

C. Family Saururaceae
 Herbal, rhizomatous, aromatik, glabrous sampai puber, di tempat basah.
 Batangnya sederhana atau bercabang
 Bunga biseksual;
 Perianth tidak ada, masing-masing bunga disiram oleh bracts nonpeltate;
 Benang sari 6-8
 hypogynous atau epigynous; Antera 2-locular;
 Pistil 1, 3-5 karpellate;
 Ovarium 1- atau 3-7 locular;
 Plasentasi parietal atau marjinal;
 Ovula 2 atau 18-40 stigma berbeda.
 Kapsul buah atau schizocarps.

 Biji 1 atau banyak ;


 Sedikit endosperm;
 Perisperm melimpah;
 Genera 5, spesies 7 (2 genera, 2 spesies di flora): Amerika Utara, Amerika Tengah,
Asia

 Untuk famili saururaceae memiliki karakteristik daunnya spiral, sederhana, dan


menetapkan, terdapat stipula adnate pada tangkai daun, pada bunga terdapat braktea,
buah berupa kapsul apikal pecah dan banyak tersebar di Asia Timur dan Amerika
Utara.

 Contoh : Saururus cernuus , Anemopsis californica , Gymnotheca chinensis ,


Gymnotheca involucrate, Houttuynia cordata
ORDO ZINGIBERALES

Karakteristik Ordo Zingiberales :

 Zingiberaes biasanya habitus herba raksasa dengan daun dan bunga petiole
monosymetric seringkali cukup besar dan agak rumit.
 Anggota kelompok ini sebagai besar terdapat pada daerah tropis.

 Terna yang besar, perenial, mempunyai rimpang atau batang dalam tanah. Daun
lebar,  jelas dapat dibedakan dalam tiga bagian: helaian, tangkai, dan upih. Helaian
daun simetris, bertulang menyirip. Bunga besar denga warna yang menarik, banci,
zigomorf atau asimetris. Kelopak dan mahkota berbilangan 3, kelopak sering
menyerupai mahkota. Benang sari 6, tersusun dalam 2lingkaran, tangkai sari bebas,
sering terjadi reduksi, sehingga tinggal 1 benang sari yang fertil, yang lain mandul
atau tidak terdapat. Bakal buah tenggelam, kebanyakan beruang 3, tiap ruang dengan
1 banyak bakal biji. Buahnya buah kedaga atau berdaging, biasanya tidak membuka.
Biji tanpa atau sedikit endosperm.

A. Family cannaceae
 Tumbuhan herbal besar, perennial
 Mempunyai rimpang yang tebal seperti umbi
 Daun pada batang diatas tanah, besar, lebar, bertulang menyirip dengan ibu tulang
yang nyata, tangkai daun pangkal melebar menjadi upih
 Bunga banci, zigomorf dengan daun lama petiole
 Perbungaan bercabang, bunga berumur pendek

 Hanya terdiri dari 1 genus : Canna

Contoh :
1. Canna hybrida sp 1

Karakter vegetatif yang mencolok dari Canna hybrida sp1 adalah batang

semu bercorak ungu, warna ruas kemerahan. Daun Canna hybrida sp1 warna tepi

daun ungu, rasio panjang lebar daun adalah 2:1 sehingga bentuknya menjorong,

rasio lebar kanan kiri daun adalah 1,5:1.

Karakter generatif Canna hybrida sp1 ini mencolok pada warna tangkainya

ungu, bunga besar dengan warna stamen merah. Warna kelopak bunga ungu

dengan rasio panjang lebar 3:1, warna mahkota merah tua berbentuk lancet, dengan

rasio panjang lebar 6:2. Canna hybrida sp1 memiliki karakter khas yaitu jumlah

satamen steril 4 dan stamen fertil 1, variasi bentuk stamen diantaranya adalah 4

sudip dan 1 lancet, rasio panjang lebar stamen berbentuk sudip adalah 9:4 dan

panjang stamen bentu lancet adalah 7:0,7. Ukuran P/E polen adalah 1.00mm. Buah

Canna hybrida sp1ini berwarna hijau muda, biji berwarna putih.

Karakter khas dari Canna hybrida adalah daun jorong elips, berwarna hijau,

tepi merah, panjang 25-70cm, lebar 8-21cm, perbungaan bercabang, kalik berwarna

kuning atau merah dengan panjang 10- 15mm, corolla berbentuk memanjang 10-20
mm, lebar 5-9 mm, memiliki staminodia lebar, satu lancet, 3 sudip, panjang 7-12

cm, dan lebar 2-7cm. Buah kapsul dengan panjang 2-3cm (Hutubessy dkk, 2015).

Canna hybrida sp2

Canna hybrida sp2 memiliki karakter batang semu berwarna hijau polos. Daun

dengan corak sedikit garis kuning, rasio panjang lebar daun adalah 2:1 dan lebar

kanan kiri daun adalah 1.5:1. Menurut Backer (1968) Karakter khas dari Canna

hybrida adalah daun jorong elips, berwarna hijau, tepi merah, panjang 25- 70cm,

lebar 8-21cm.

Karakter generatif yang mencolok adalah warna stamen bunga putih, warna

kelopak hijau dengan rasio panjang lebar 2:1, warna mahkota kuning bangun lancet

dengan rasio panjang lebar 4:1. Stamen Cannahybrida sp2 ini mempunyai 2 jenis

yaitu 4 stamen steril dan 1 stamen fertil. Variasi stamen terdiri dari dua bentuk

yaitu 4 sudip dan 1 lancet. Rasio P/E polen adalah 1,01mm.

Canna hybrida memiliki perbungaan bercabang, warna utama bunga adalah

pada stamen antara kuning, jingga atau merah. Bung memiliki kalik berwarna

kuning atau merah dengan panjang 10-15mm, korolla berbentuk

memanjang 10-20 mm, lebar 5-9 mm, memiliki staminodia lebar, satu lancet, 3

sudip, panjang 7-12 cm, dan lebar 2-7cm. Buah kapsul dengan panjang 2-3cm.

Canna mempunyai bunga yang berwarna-warni, susunan kelopaknya unik,


warna benang sari, putik dan mahkota sering sama sehingga sulit dibedakan.

Mahkota panjang 5-9cm, tabung tingginya 1-2cm, tipis berbentuk lancet, dan

kerapkali melengkung kembali. Benang sari sering berjumlah 4 namun yang fertil

hanya satu, membengkok, bentuk sokhlet lebar sampai bulat telur terbalik,

kerapkali berbintik, bergaris atau bernoda (Hutubessy dkk, 2015).

Canna hybrida sp3

Canna hybrida sp3 mempunyai karakter batang berwarna hijau muda

berruas ungu. Karakter daun yang mencolok adalah daun berwarna hijau tua

dengan warna costa dan tepi daun ungu, rasio panjang lebar daun adalah 3:1.

Karakter yang mencolok dari organ bunga adalah tangkainya berwarna ungu,

warna kelopak merah muda pudar dengan rasio panjang lebar 2:1, mahkotanya

berwarna merah muda pudar dengan rasio panjang lebar 5:1,3. Karakter stamen

mempunyai 4 jenis stamen steril dan 1 stamen fertil, bentuk stamen sudip, rasio

panjang lebarnya adalah 8,2:5. Karakter polen yang beda adalah rasio P/E 1,05mm.

Buah berwarna hijau dengan duri berwarna merah, biji didalamnya berwarna putih

saat muda.
Canna hybrida memiliki perbungaan bercabang, warna utama bunga adalah

pada stamen antara kuning, jingga atau merah. Bung memiliki kalik berwarna

kuning atau merah dengan panjang 10-15mm, korolla berbentuk memanjang 10-20

mm, lebar 5-9 mm, memiliki staminodia lebar, satu lancet, 3 sudip, panjang 7-12

cm, dan lebar 2-7cm. Buah kapsul dengan panjang 2-3cm (Backer.1968). Karakter

khas dari varietas ini adalah batang dan tangkai bunga berwarna keunguan. Daun

hijau tua dengan ibu tulang daun berwarna ungu dan memiliki tepi daun keunguan

hamper menutupi deluruh daging daun. Bungga Canna hybrida biasanya memiliki

stamen yang lebar, namun pada varietas ini stamen agak terreduksi sehingga

helaiannya tidak terlalu lebar (Hutubessy dkk, 2015).

Khasiat Bunga Kana untuk Kesehatan :

1. Umbi/rimpang nya di pergunakan untuk pembuatan tepung, karena rasa rimpang nya
yang manis dan di pergunakan sebagai penyejuk. 
2. Pereda demam,
3. Peluruh kencing,
4. Obat penenang 
5. Menurunkan tekanan darah.
6. Haid atau keputihan
7. Obat hepatitis
8. Pewarna makanan alami
9. Bahan pengawet alami
10. Antikarsinogen, 
11. Antiinflamasi, 
12. Antihepatoksik,
13. Antibakterial,
14. Antiviral, 
15. Antialergenik, 
16. Antitrombotik,
17. Sebagai perlindungan akibat kerusakan yang disebabkan oleh radiasi sinar UV
18. Antioksidan

2. Canna indica L.

Morfologi bunga tasbih, dapat dilihat berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki sebagai berikut:

1. Akar

Ciri akar bunga tasbih memiliki sistem perakaran serabut (Adix adventicia),  dengan akar
rimpang (rhizoma).

2. Batang

Ciri batang bunga tasbih memiliki percabangan monodial, batang berbentuk


bulat (teres), permukaan batang rata (laeves), batang berdaging, batang mengandung
air (herbaceous), batang mempunyai nodus, berwarna hijua dan terbentuk dari pelepah-
pelepah daun yang saling menutupi satu sama lain sering disebut “batang palsu”

3. Daun

Ciri daun bunga tasbih adalah daun tunggal, tersusun dalam tangkai pendek dan tumbuh
berselang-seling, berbentuk oval dengan ujung runcing, permukaan atas berwarna hijau,
tembaga gelap atau keunggu-ungguan dan tulang daun menyirip (pennversis).

4. Bunga

Ciri bunga tasbih adalah bunga majemuk, berbentuk tandan (racemus) dan muncul pada
ujung batang. Bunga tasbih termasuk bunga bisekxualis, benang sari 4 steril dan 1 fertil,
bentuk lembaran mahkota disebut stamenidium. Putik berbentuk pipih, letak ovarium
inferum terdiri dari 3 carpellum, 3 loculus, 3 ovulum, dan terdapat perhiasan bunga berupa
corolla 3 petal ,epas dan calyx 3 sepal lepas.

5. Buah

Ciri buah bunga tasbih berbentuk bulat telur dan pada bagian luar terdapat duri lunak.
Bijinya 4-5 buah dan berbentuk bulat.

Kandungan dan Khasiat Canna indica L.

Sifat kimiawi rasa agak manis, sejuk. dan efek farmakologis berkhasiat sebagai


penurun panas (antipiretik), menurunkan tekanan darah (hipotensif). Kandungan kimia
rimpang mengandung 6 substansi phenol, 2 terpene dan 4 coumarin, pati, glukose, lemak,
alkaloid dan getah. Sedangkan bagian yang dipakai adalah akar atau rimpang (segar atau
kering), bunga (kering), daun dan biji.
Pemakaian luar menyembuhkan berbagai penyakit seperti :
 Keseleo : akar/rimpang bunga tasbih secukupnya dihaluskan lalu ditambahkan tepung
terigu yang sudah disangrai sampai kuning dan arak putih secukupnya, lalu ditempelkan
pada bagian yang sakit.

 Luka berdarah, radang kulit bernanah (piodermi), jerawat (acne


vulgaris) : akar/rimpang segar bunga tasbih secukupnya dihaluskan lalu ditempelkan pada
bagian yang sakit.

 Sakit kuning (acute icteric hepatitis) : 60 gram akar bunga tasbih, 30 gram daun
serut atau mirten (Streblus asper Lour.), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc
kemudian disaring dan diminum airnya.Lakukan dua kali sehari.

 Keputihan (leucorrhoea) : 15-30 gram akar/rimpang bunga tasbih, 15-30 gram kulit


delima kering (Punica granatum L.), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc
kemudian disaring dan diminum airnya.

 Menghentikan pendarahan (hemostatik) : 10-15 gram bunga tasbih, 60 gram akar


rimpang teratai (Nelumbium nelumbo Druce) direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200
cc kemudian disaring dan diminum airnya.

 Kanker kandungan : 60 gram akar rimpang bunga tasbih, 60 gram rumput lidah ular
atau rumput mutiara (Hedyotis corymbosa (L.) Lamk.), 50 gram sambiloto (Andrographis
paniculata  Nees.), direbus dengan 700 cc air hingga tersisa 300 cc kemudian disaring dan
diminum airnya. Lakukan dua kali sehari (Siti, 2015).

3. Canna coccinea Mill

Tanaman kana (Canna coccinea Mill.) banyak dikenal dengan nama lili kana,
kembang tasbih, panah india, ganyong hutan, ganyong wono, ganyong alas, dan ganyong
leuweung. Organ utama tanaman kana terdiri dari rimpang, batang semu, daun, bunga,
buah, dan biji. Batangnya mengandung air (herbaceous) dan terbentuk dari pelepah-
pelepah daun yang saling menutupi satu sama lain sehingga disebut “batang palsu”
(Sunaryanti, 2012). Bentuk tanaman kana adalah berumpun dan merupakan tanaman
herba, semua bagian vegetatif yaitu batang, daun serta kelopak bunganya sedikit berlilin.
Tinggi tanaman ganyong antara 0,9 - 1,8 meter, sedang untuk daerah Jawa, tinggi tanaman
ganyong umumnya 1,35 - 1,8 meter. Panjang batang dalam hal ini diukur mulai dari ujung
tanaman sampai ujung rimpang atau yang sering disebut dengan umbi (Mishra dkk.,
2013). Daun tersusun dalam tangkai pendek dan tumbuh berselang-seling, berbentuk oval
dengan ujung runcing. Permukaan daun bagian atas berwarna hijau, tembaga gelap atau
keungu-unguan. Daun tanaman ganyong lebar dengan bentuk lonjong memanjang dengan
bagian pangkal dan ujungnya agak runcing. Panjang daun 15 - 60 cm, sedangkan lebarnya
7 - 20 cm. Bagian tengahnya terdapat tulang daun yang tebal. Warna bunga kana ini
adalah merah oranye dan pangkalnya kuning dengan benang sari tidak sempurna. Bunga
majemuk, tersusun dalam rangkaian berbentuk tandan, serta memiliki buah yang tidak
sempurna. Kuntum bunga berbentuk mirip corong, terdiri dari tiga sampai lima helai
mahkota bunga yang berukuran kecil sampai besar tergantung jenisnya (Siti, 2015).

Kandungan dan Khasiat

Daun tanaman kana mengandung senyawa tanin dan sulfur. Tanin dapat digunakan
sebagai zat antibakteri. Kandungan kimia dari daun kana merah adalah asam amino, asam
organik, asam sitrat, asam maleat, gliserin, suksinat, asam laktat, glutamin, glutamat,
alanin, tanin dan sulfur (Sunaryanti, 2012). Aktivitas senyawa kimia alami dari daun kana
merah dapat diketahui dengan menggunakan pelarut etanol dan aseton sehingga akan
diketahui kandungan flavonoid, alkaloid, steroid atau triterpenoid dan tanin. Pada
tanaman, alkaloid berfungsi sebagai senyawa pertahanan baik terhadap herbivora atau
predator. Beberapa alkaloid dapat bersifat antibakteri, antifungi dan antivirus, yang dapat
bersifat racun bagi binatang (Siti, 2015).

B. Family costaceae
 Batang bercabang
 Daun spiromonostichous, selubung tertutp
 Daun ligulate dengan selubung tertutup yang disusun dalam spiral tunggal sampai
batang
 Perbungaan padat, spicate berbentuk kepala, memiliki bracts besar, bunga
monosymetric
 Contohnya : Costus speciosus

1. Costus speciosus (Koen) J.E. Smith

Deskripsi
Coctus spesiosus yang dikenal dengan nama dagang Pacing, di beberapa daerah di
Indonesia memiliki nama daerah yang berbeda-beda. Di Sumatera dikenal tiga macam nama,
yaitu di daeah Batak dikenal dengan Tabar-tabar, di Bangka dikenal dengan nama Kelacing,
dan di Melayu dikenal dengan nama Galoba utan.Tanaman pacing tumbuh tegak dengan
tinggi ±2 meter. Batang pacing permukaannya licin dan lunak namun kuat. Batangnya
berwarna hijau keunguan, beruas-ruas serta tertutup pelepah daun.Daun pacing adalah daun
tunggal, lancet memanjang. Ujung daun meruncing dan pangkal daun tumpul. Tepi daun rata
mengkilat, dan permukaan bawah berbulu lembut. Panjang daun antara 11-28 cm, sedangkan
lebar daun 8-11 cm. Tangkai daun pendek, berwarna keunguan, dan duduk melingkar pada
batang. Pertulangan atas beralur dan berwarna hijau.Bunga pacing adalah bunga majemuk,
berbentuk bulir. Terdapat daun pelindung yang berbentuk bulat telur, dengan ujung runcing.
Mahkota bunga berbentuk tabung degan panjang ± 1 cm dan diameter ± 5 mm. Panjang
Benang sari ± 6 cm, ujung runcing , dan berwarna hijau. Putik berwarna putih, tersembunyi
di atas kepala sari. Buah pacing berwarna merah. Bentuk buah pacing ada yang kotak dan ada
yang bulat telur.Biji pacing berukuran kecil, diameter hanya ± 2 mm. Biji ini berwarna hitam
dan keras dan akar pacing merupakan akar serabut, berwarna putih atau kuning kotor.
Adapun klasifikasi ilmiah dari pacing adalah sebagai berikut :
Regnum : Plantae
Cladus : Angiosperms
Cladus : Monocots
Cladus : Commelinids
Famili : Costaceae
Genus : Costus
Spesies : Costus specius

Kandungan dan khasiat

Daun, batang dan rimpang tanaman pacing mengandung bahan kimia yang dapat
berkhasiat sebagai obat. Daun Costus speciosus mengandung saponin, flavonoida, dan tanin.
Batangnya mengandung saponin, flavonoida dan tanin. Rimpangnya mengandung saponin,
flavonoida, tanin dan alkaloida. Bunganya mengandung saponin, flavonoida dan polifenol.
Rimpang Coctus specious berkhasiat sebagai urus-urus, obat kencing nanah, abat sipilis, obat
trachoma dan bahan baku kontrasepsi. Herbanya seagai obat disentri dan obat luka bekas
gigitan serangga (Triana, 2015).
C. Famili Musaceae

Famili pisang-pisangan (Musaceae) termasuk dalam ordo Zingiberales klade


Commelinidae monokotil , terbagi secara konvensional menjadi tiga genus yaitu: Musa,
Ensete, dan Musella. Total jumlah spesies dalam family ini sekitar 40 spesies. Keluarga
pisang asli berasal dari daerah tropis Afrika dan Asia. Tanaman ini merupakan herba raksasa
menyerupai pohon dan bersifat perennial (tanaman tahunan). Bagian basal daunnya tumpang
tindih membentuk batang semu (pseudostem). Pisang budidaya yang bernilai komersil
merupakan anggota famili ini.
Genus Musa dikarakterisasi oleh sejumlah deskriptor morfologi, dan memiliki jumlah
kromosom dasar (x) 9, 10 dan 11. Genus ini terbagi lagi menjadi 4 subseksi yaitu Eumusa (x
= 11, sebagian besar spesies budidaya), Rhodochlamys (x = 11), Australimusa (x = 10) dan
Callimusa (x = 9, 10) (3,4). Argent menambahkan lagi seksi ke-5 yaitu Ingentimusa (x = 7).
Genus Ensete dikenal pula sebagai “false banana” terdiri dari 8 spesies, umumnya digunakan
sebagai tanaman hias namun dimanfaatkan pula sebagai makanan tradisional di Afrika.
Adapun Musella merupakan genus monotipik yang hanya memiliki satu spesies yaitu
Musella lasiocarpa (Franch) (Xue et al. 2007), dikenal sebagai pisang china kuning, memiliki
braktea perbungaan berwarna kuning terang dengan tinggi tanaman yang lebih pendek dari
pisang pada umumnya. Dari ketiga genus family Musaceae yang popular sebagai pisang
edible dan komersil yaitu genus Musa.

a. Karakteristik
Perawakan tinggi tegap, memiliki sucker atau herba monokarpa; ukuran daun sangat
besar; batang besar menyerupai kormus; pelepah membentuk batang semu; taka da tunas
samping atau bersebarangan dengan daun. Susunan daun alternat/spiral; terdiferensiasi
menjadi pelepah, tangkai daun (petiol) dan helaian (lamina); pelepah tanpa ligula yang jelas,
tepi daun rata (seringkali robek karena terjangan angina), dari ibu tulang daun yang besar
terpancar urat-urat daun secara parallel, sigmoid yang berhubungan satu sama lain di tepi
daun; urat daun lateral terhubung oleh urat daun tersier. Perbungaan terminal, bunga
membentuk kluster yang saling berhubungan pada ketiak brakte spatha yang menempel pada
tangkai perbungaan (axis).
b. Contoh spesies

Regnum : Plantae
Cladus : Angiosperms
Cladus : Monocots
Cladus : Commelinids
Famili : Musaceae
Genus : Musa
Spesies : Musa paradisiaca

c. Khasiat
 Buah pisang dapat mengatasi anemia Anemia atau dikenal dengan sebutan kurang
darah adalah suatu kondisi di mana dalam tubuh kita tidak memiliki cukup sel
darah merah atau hemoglobin (protein pembawa oksigen) untuk membawa
oksigen yag memadai ke jaringan tubuh.
 Menurunkan tekanan darah tinggi dan mengurangi resiko penyakit jantung

Tekanan darah tinggi atau biasa dikenal dengan hipertensi merupakan salah satu
faktor resiko utama terjadinya serangan jantung atau stroke. Karena itulah, kita
perlu mencegah terjadinya tekanan darah tinggi dengan menjaga tekanan darah
dalam rentang normal.
 Membantu meningkatkan konsentrasi pada anak

Pisang dikenal sebagai buah yang kaya energi dan nutrisi yang bermanfaat untuk
tubuh kita. Tekstur daging buahnya yang lembut membuat buah ini menjadi salah
satu buah pilihan bagi bayi dan anak anak.
 Meredakan stress atau depresi
 Stress atau depresi merupakan salah satu gangguan psikologis yang mungkin akan
kita alami saat kita menghadapi banyak masalah hidup. Depresi ini dapat
disebabkan beratnya beban pikiran yang tanpa kita sadari membuat kita menjadi
pendiam, pemurung, dan mudah emosi.
 Mengatasi maag dan tukak lambung
 Hampir setiap orang pasti pernah mengalami penyakit maag atau tukak lambung.
Maag atau tukak lambung adalah gejala penyakit yang menyerang lambung dan
terjadi karena adanya luka atau peradangan pada lambung yang mengakibatkan
rasa sakit, mulas dan perih pada perut.

D. Famili Zingiberaceae

Zingiberaceae termasuk salah satu suku dari ordo Zingiberales yaitu 9 familia, dan
kurang lebih 3800 spesie yang semua anggotanya berupa herbal parental. Zingiberaceae
terlebas luas mulai dari daerah tropik sampai daerah sub tropik. jenis-jenis dari suku ini
secara alami di hutan Hujan Tropis yaitu dari dataran rendah hingga dataran tinggi.
Zingiberaceae meliputi sekitar 40 marga yang seluruhnya meliputi 1400 an jenis yang
sebagian besar menguni daerah tropika. Suku temu-temuan atau Zingiberaceae adalah salah
satu suku anggota tumbuhan berbunga. Menurut sistem klasifikasi APG II suku ini termasuk
ke dalam bangsa Zingiberales, klad commelinids (core Monokotil).
Zingiberaceae merupakan familia terbesar dari ordo Zingiberales, dengan perkiraan
50 genus dan lebih dari 1000 spesies. Zingiberaceae sering disebut temu-temuan di Indonesia
dan tanaman jenis ini banyak ditemukan di daerah tropis, khususnya di kawasan Asia
Tenggara.
Suku Temu-temuan ini dibedakan berdasarkan adanya labellum, yang terbentuk
akibat fusi 2 benang sari yang steril, dan adanya minyak esensial di dalam jaringannya.
a. Karakteristik

Tanaman herbaceus , Bentuk batang teres, Modifikasi rizom , Bunga majemuk


tunggal, Akar radix adventicia , Susunan daun berseling, Jenis tumbuhan monokotil ,
Memiliki gemma. Subkelas Zingiberidae sebagian besar berupa herba. Daun pada
umumnya roset batang. Bunga dalam karangan, seringkali ada braktea yang berwarna.
Bunga ada yang biseksual ada yang uniseksual, ada hipogyn tetapi sebagian besar Epigyn.
Stamen berjumlah 6 dalam dua lingkaran, tetapi serikngkali hanya 5 atau 1 stamen saja
yang fungsional sedangkakn sisanya steril atau berubah menjadi stamenodium yang
petaloid. Gynoecium tersusun dari 3 karpel, beruang 3 atau kadang-kadang beruang 1.
Subkelas Zingiberidae terdiri atas 2 ordo, 9 familia, dan kurang lebih 3800 spesies
(Concruist, 1981:1157). Kedua ordo anggota Zingiberidae yaitu ordo Bromeliales dan
ordo Zingiberales. Kedua ordo kuranmg lebih mempunyai jumlah spesies yang sama akan
tetapi ordo Bromeliales hanya terdiri atas satu familia yaitu Bromeliaceae. Ordo
Zingiberales mempunyai 8 familia yaitu: Strelitziaceae, Heliconiaceae, Musaceae,
Lowiaceae, Zingiberaceae, Costaceae, Cannaceae, dan Marantaceae.
b. Khasiat

Temu-temuan biasa digunakan sebagai tanaman hias, bumbu masakan, dan obat
tradisional. Masyarakat Cina zaman dahulu menggunakan rimpang dari temu-temuan ini
sebagai obat gangguan pencernaan, hepatitis, penyakit kuning, diabetes, arterosklerosis,
dan infeksi bakteri.

c. Contoh spesies

Regnum : Plantae
Cladus : Angiospermae
Cladus : Monocots
Cladus : Commelinids
Famili : Zingiberaceae
Genus : Curcuma
Spesies : Curcuma longa
E. Famili Heliconiaceae

Heliconiaceae adalah salah satu suku anggota tumbuhan berbunga. Menurut


sistem klasifikasi APG II suku ini termasuk ke dalam bangsa Zingiberales. Rimpang
dengan lapisan endodermoid, tubuh dihias dan palung berbentuk, stomata polycytic,
tangkai daun panjang, bunga miring monosymmetric, bawah daun-lateral T ± bebas,
basally adnate untuk T, benang sari berlawanan staminodial T, ± berkerudung;
amoeboid tapetum, non-syncytical; serbuk sari fungsional monoaperturate; 1/carpel
bakal biji, basal, apotropous, bistomal mikropil; buah schizocarp berdaging atau buah
berbiji, endocarp berkembang dengan baik, operkulum berasal dari funicle, testa dan
tegmen tipis (tidak dibedakan), kromosom 1,4-4,5 m panjang; 0 koleoptil, tetapi
selubung lobed, kerah tegak lurus kotiledon. (Tjitrosoepomo, Gembong. 2009).
Heliconiaceae adalah habitus herbal besar dengan dua peringkat daun dan susunan
bunga dengan besar, bracts berwarna di axils yang fasikula bunga dengan tepal
petaloid; buah berbuah biji ditanggung pada pedicel, gemuk memanjang dan memiliki
batu keras tunggal per loculus. Contoh: Pisang hias

a. Klasifikasi

Regnum : Plantae
Cladus : Angiospermae
Cladus : Monocots
Cladus : Commelinids
Famili : Heliconiaceae
Genus : Heliconia
Spesies : Heliconia colinsiana
b. Khasiat

Manfaat dari tanaman ini yaitu selain sebagai tanaman hias, tanaman ini bisa
berguna untuk obat tradisional, dan tangkai daunya bisa digunakan untuk obat
mencret.

F. Famili Lowiaceae

a. Karakteristik

tubuh berbentuk kerucut, lapisan endodermoid dalam rimpang, penjaga sel


aymmetrical (dengan tepian dalam dan luar tidak sama), urat silang di bagian abaxial
dari lamina, perbungaan kompleks (diulang 1-bunga unit, percabangan dari bracts
bawah bunga, bunga aksiler), bunga diadakan terbalik, K basally yg muncul
bersamaan, bawah daun C besar, labellar, pasangan abaxial kecil, jaringan sekretori
(viscidium) pada bawah daun sisi di pangkalan, lobus ± fimbriate, bakal biji dengan
integumen luar 14-16 sel di seluruh, biji berbulu, kerah micropylar, testa vascularized,
exotesta dan berikutnya dua lapisan mengalami lignifikasi, endotesta dari sclereids
radial memanjang, perisperm sedikit, kromosom 4,3-6,6 m panjangnya. Daun
Lowiaceae tajam dan vena longitudinal yang tampaknya agak jauh (ada yang jauh
lebih menonjol dari yang lain) dan sangat dikembangkan vena lintas yang lebih jelas
pada abaxial dari permukaan bawah daun. Bunga-bunga diselenggarakan dengan
sepal bawah daun median, rata-rata kelopak membentuk berkembang dengan baik
labellum abaxial, dan kedua kelopak lateral kecil.
Contoh Orchidantha adalah genus tanaman berbunga, termasuk dalam amily
Lowiaceae. Orchidantha berarti “Anggrek-bunga”, sebagai salah satu kelopak pada
bunga yang dimodifikasi, seperti bunga-bunga anggrek. Salah satu spesiesnya yaitu
Orchidantha inouei, bunga ini memiliki bau yang khas, untuk menarik Onthophagus
kecil kumbang kotoran sebagai penyerbuk.
b. Klasifikasi

Regnum : Plantae
Cladus : Angiospermae
Cladus : Monocots
Cladus : Commelinids
Familia : Lowiaceae
Genus : Orchidantha
Spesies : Orchidantha sp

c. Manfaat

Sebagai tempat hinggap kumbang tinja yang berguna untuk dapat memperbaiki
kesuburan dan erasi tanah serta meningkatkan laju siklus nutrisi, kumbang tinja
memiliki kemampuan untuk mensintesis senyawa anti mikroba, merupakan agen
pengendali hayati yang sangat efektif dalam mengontrol populasi lalat.

KESIMPULAN

Tumbuhan monokotil mencangkup sekitar 22 % dari seluruh angiospermae


yang meliputi tumbuhan talus, lili, rimpang, anggrek, iris, palm, dan rumputan.
Kelompok ini disatukan oleh karakter morfologi maupn data molekular. Pada
umumnya tumbuhan ini dicirikan oleh: Embrio monokot mempunyai kepingbiji
(kotiledon) hanya 1, plumula juga 1, pada batang mempunyai ikatan pembuluh
tersebar, tidak ada pertumbuhan sekunder, pertulangan daun sejajar, menyirip
(arecidae), dan menjari (zingiberidae), pada pangkal daun terdapat pelepah (upih),
bunga kelipatan tiga, akar serabut, kadang terdapat akar adventif sbg penguat batang.
Subkelas Zingiberidae sebagian besar berupa herba. Daun pada umumnya
roset batang. Bunga dalam karangan, seringkali ada braktea yang berwarna. Bunga
ada yang biseksual ada yang uniseksual, ada hipogyn tetapi sebagian besar Epigyn.
Stamen berjumlah 6 dalam dua lingkaran, tetapi serikngkali hanya 5 atau 1 stamen
saja yang fungsional sedangkakn sisanya steril atau berubah menjadi stamenodium
yang petaloid. Gynoecium tersusun dari 3 karpel, beruang 3 atau kadang-kadang
beruang 1. Subkelas Zingiberidae terdiri atas 2 ordo, 9 familia, dan kurang lebih 3800
spesies). Kedua ordo anggota Zingiberidae yaitu ordo Bromeliales dan ordo
Zingiberales. Kedua ordo kuranmg lebih mempunyai jumlah spesies yang sama akan
tetapi ordo Bromeliales hanya terdiri atas satu familia yaitu Bromeliaceae. Ordo
Zingiberales mempunyai 8 familia yaitu: Strelitziaceae, Heliconiaceae, Musaceae,
Lowiaceae, Zingiberaceae, Costaceae, Cannaceae, dan Marantaceae. Zingiberaceae
merupakan familia terbesar dari ordo Zingiberales, dengan perkiraan 50 genus dan
lebih dari 1000 spesies. Zingiberaceae sering disebut jahe-jahean di Indonesia dan
tanaman jenis ini banyak ditemukan di daerah tropis, khususnya di kawasan Asia
Tenggara.Zingiberidae biasa di gunakan sebagai tanaman hias, bumbu masakan, dan
obat tradisional. Masyarakat Cina zaman dahulu menggunakan rimpang dari jahe-
jahean ini sebagai obat gangguan pencernaan hepatitis, penyakit kuning, diabetes,
arterosklerosis, dan infeksi bakteri.
A. FAMILI STRELLITZIACEAE
1. Karakteristik famili Strellitziaceae
 Pohon berbentuk seperti kipas
 Pertumbuhan dengan percabangan monopodial
 Akar dengan pembuluh luas tersebar dan untai floem di empulu itu
 Batang dengan pembuluh
 Tangkai daun dengan busur beberapa saluran udara
 Perbungaan keras, berbentuk perahu, bracts perbungaan hijau
 Bunga memiliki lebih atau kurang kelopak yang muncul bersamaan abaxial
lateral

 Contohnya : Ravenala madagascariensis, Strelitzia alba, Strelitzia nicolai,


Strelitzia caudata, Strelitzia juncea, Strelitzia reginae, Guyannense
phenakospermum.

 Ravenala madagascariensis
a) Klasifikasi spesies Ravenala madagascariensis
Kingdom : Plantae
Clade : Tracheophytes
Clade : Angiosperms
Clade : Monocots
Clade : Commelinids
Order : Zingiberales
Family : Strelitziaceae
Genus : Ravenala
Species : Ravenala madagascariensis
b) Karakteristik spesies Ravenala madagascariensis
 Tanaman ini dapat tumbuh pada ketinggian 600 mdpl, tahan terhadap angin
kencang
 Daun ini seperti cangkir besar karena dapat menampung sekitar 1 liter air hujan,
dimana masing-masing panjang daun tersebut 4 sampai 5 meter. Pelepahnya
pucat dan membentuk formasi daun yang tersusun layaknya kipas.
 Panjang tangkai daun hingga ujung daun mencapai 4 meter
 Ketinggian pohon rata-rata mencapai 7 meter dengan diameter batang mencapai
20 cm
 Berbunga sepanjang tahun, berwarna putih dan berukuran besar,
 Buahnya berwarna coklat dengan biji berwarna kebiru-biruan.

c) Manfaat spesies Ravenala madagascariensis


Biji tumbuhan pisang kipas mengadung asam lemak, asam oleat dan asam
palmitat). Analisis fraksi sterol minyak biji mengungkapkan 7 sterol, terutama β-
sitosterol, sedangkan 12 sterol telah diisolasi dari minyak arils, terutama stigmasterol
(24-methyl-5α-cholest-7- en-3-β-ol, α-spinasterol dan Δ-7-avenasterol.
 Biji tumbuhan pisang kipas sanggup dimakan
 Minyak biji pisang kipas terkadang dipakai untuk memasak
 Minyak yang berasal dari biji tumbuhan pisang kipas dipakai sebagai obat
antiseptik
 Sebagai hiasan pekarangan karena bentuknya yang unik sehingga menarik dan
disukai oleh banyak orang
 Cabangnya yang dapat menampung air hujan dan dapat digunakan sebagai air
minum untuk keadaan darurat

 Strelitzia caudata
a) Klasifikasi spesies Strelitzia caudata
Kingdom : Plantae
Clade : Tracheophytes
Clade : Angiosperms
Clade : Monocots
Clade : Commelinids
Order : Zingiberales
Family : Strelitziaceae
Genus : Strelitzia
Species : Strelitzia caudata
b) Karakteristik spesies Strelitzia caudata
 Memiliki tampilan bunga yang mirip kepala Cendrawasih (Birds of Paradise).
 Setiap bunganya terdiri dari beberapa kelopak runcing dan tegak lurus, yang muncul dari
sebuah kelopak lain yang berbentuk seperti perahu.
 Warna kelopaknya bisa paduan oranye-biru, kuning-biru, atau putih-biru.

c) Manfaat spesies Strelitzia caudata

 Biasanya digunakan sebagai tanaman hias

 Strelitzia nicolai
a) Klasifikasi spesies Strelitzia reginae
Kingdom : Plantae
Clade : Tracheophytes
Clade : Angiosperms
Clade : Monocots
Clade : Commelinids
Order : Zingiberales
Family : Strelitziaceae
Genus : Strelitzia
Species : Strelitzia reginae
b) Karakteristik spesies Strelitzia reginae
 Tanaman tumbuh setinggi 2 m (6,6 kaki), dengan besar, daun kuat 25–70 cm (9,8-27,6 in)
panjang dan 10-30 cm (3,9-11,8 in) luas, diproduksi pada tangkai daun hingga 1 m (39)
dalam) panjang.
 Daunnya hijau dan disusun dalam dua peringkat, membuat mahkota berbentuk kipas.
 Bunga-bunga berdiri di atas dedaunan di ujung tangkai panjang.
 Selubung keras, seperti paruh dari mana bunga muncul disebut spathe.
 Ini ditempatkan tegak lurus terhadap batang, yang membuatnya tampak seperti kepala dan
paruh burung; itu membuat bertengger tahan lama untuk memegang sunbirds yang
menyerbuki bunga-bunga.
 Bunga-bunga, yang muncul satu per satu dari spathe, terdiri dari tiga sepal oranye yang
cemerlang dan tiga kelopak keunguan biru atau putih.
 Dua dari kelopak biru atau putih bergabung bersama untuk membentuk nektar seperti
panah. Ketika sunbirds duduk untuk minum nektar, kelopak bunga membuka untuk
menutupi kaki mereka dalam serbuk sari.

c) Manfaat spesies Strelitzia reginae


 Sebagai hiasan pekarangan karena bentuknya yang unik sehingga menarik dan
disukai oleh banyak orang

B. FAMILI BIXACEAE
1. Karakteristik famili Bixaceae
 Tanaman ini dapat tumbuh pada ketinggian 600 mdpl, tahan terhadap angin
kencang
 Daun ini seperti cangkir besar karena dapat menampung sekitar 1 liter air hujan,
dimana masing-masing panjang daun tersebut 4 sampai 5 meter. Pelepahnya
pucat dan membentuk formasi daun yang tersusun layaknya kipas.
 Merupakan pohon atau perdu dengan daun tunggal bertulang daun menjari yang
duduknya tersebar, mempunyai daun penumpu
 Bakal buah menumpang, beruang 1 dengan 2 tembuni terdapat banyak bakal biji
masing-masing dengan 2 integumen, tangkai putik.
 Merupakan pohon atau perdu dengan daun tunggal bertulang daun menjari yang
duduknya tersebar, mempunyai daun penumpu.
 Bakal buah menumpang, beruang 1 dengan 2 tembuni terdapat banyak bakal biji
masing-masing dengan 2 integumen, tangkai putik 1.
 Daun: tunggal, bertangkai panjang, menjari dengan duduk tersebar, mempunyai
daun penumpu
 Bunga: bunga besar berbentuk malai (panicula), banci, aktinomorf, 5 sepal, 5
petal, stamen banyak, duduk pada dasar bunga (menumpang), tangkai putik 1,
anther terbuka melalui dua lubang, pori kecil, ovarium umumnya dengan 1
lubang, banyak ovule.
 Buah: Triangularis, penuh dengan rambut-rambut atau gundul di sebelah luarnya,
berbentuk kapsul, 2-5 katup, beruang 1 dengan 2 tembuni pada dindingnya
(plasenta parietal), pada tiap tembuni terdapat banyak biji
 Buahnya buah kendaga, penuh dengan rambut-rambut atau gundul di sebelah
luarnya, membuka dengan 2 katup diantara tembuni.
 Biji: banyak, kecil, sering berarillus atau wool (biji berbulu kapas), kulit biji
berdaging, mempunyai endosperm
 Biji dengan kulit luar berdaging berwarna merah, mempunyai endosperm,
lembaga besar dan daun lembaga yang lebar dan melengkung pada ujungnya.
 Termasuk tanaman biseksual
 Reproduksinya secara generatif (perantara serangga).
 Anatomi daun: stomata terbatas pada satu permukaan (abaxial), anomositik, urat
daun kecil, tanpa sel transfer floem.

 Contoh spesiesnya yaitu: Amoreuxia gonzalezii, Amoreuxia malvifolia,


Amoreuxia palmatifida, Amoreuxia wrightii, Bixa arborea, Bixa excelsa, Bixa orellana,
Bixa platycarpa, Bixa urucurana, Cochlospermum angolense, Cochlospermum fraseri,
Cochlospermum gillivraei, Cochlospermum intermedium, Cochlospermum noldei,
Coclhospermum orinocense, Cochlospermum planchonii, Coclhospermum regium,
Coclhospermum religiosum, Coclhospermum tetraporum, Coclhospermum tinctorium,
Coclhospermum vitifolium, Coclhospermum wittei.

 Bixa orellana

 a) Klasifikasi spesies Strelitzia reginae


Kingdom : Plantae
Clade : Tracheophytes
Clade : Angiosperms
Clade : Monocots
Clade : Commelinids
Order : Malvales
Family : Bixaceae
Genus : Bixa
Species : Bixa orellana
b) Karakteristik spesies Bixa orellana
 Merupakan tanaman perdu atau pohon kecil, tinggi 2-8 m, diameter batang
sampai 10 cm, kulit batang terang hingga coklat gelap, kadang pecah-pecah
 Duduk daun spiral teratur, dengan stipula, bangun daun bulat telur, 7,5-24 x 4-16
cm, basal daun berlekuk, apeks meruncing, permukaan atas berwarna hijau atau
hijau tua, bagian bawah berwarna abu-abu atau hijau-kecoklatan, bersisik ketika
muda, berbulu, tangkai daun silinder, menebal pada kedua ujungnya, 2,5-12 cm.
 Bunga-bunga yang diserbuki oleh lebah madu, jika kondisi menguntungkan,
perbuahan dimulai 18 bulan sejak penanaman atau sebelumnya, di Puerto Riko
dan Kepulauan Virgin, perbungaan terjadi terutama pada musim semi dan
berbuah terutama di musim panas.
 Habitat adalah iklim lembab dan lokasi cerah, tumbuh di daerah tropis dengan
iklim subtropis dimana curah hujan didistribusikan sepanjang tahun.
 Buah Bixa orellana mengandung zat pewarna yang disebut bixin. Zat ini dapat
diekstraksi dengan merendam biji dalam air. Biji biasa digunakan untuk
mewarnai produk-produk makanan, seperti keju, ikan, dan salad minyak.

c) Manfaat spesies Bixa orellana


Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui :
- Batang dan daun: Tanin, calcium oxalate,saponin, lemak.
- Daun, akar dan biji: Zat warna, bixine,orelline, glucoside, zat samak, damar.        
Banyak sekali kegunaan dari buah kesumba, diantaranya sebagai berikut :
Bagian yang digunakan dalam pengobatan adalah daun, kulit kayu, kulit akar, daging buah,
kulit biji, dan biji.
 Daun kesumba keling digunakan untuk pengobatan yaitu:
 sebagai disentri.
 Diare.
 bengkak air (udem).
 perut kembung.
 masuk angin.
 sakit kuning.
 Pendarahan.
 dan kurang nafsu makan
 Kulit batang dan kulit akar digunakan untuk mengatasi demam dan influenza.
 Daging buah digunakan untuk mengatasi nyeri lambung (gastritis).
 Dan bubuk dari kulit biji kesumba keling digunakan untuk pengobatan cacingan, antidote
pada keracunan singkong dan jarak pagar (Jatropa curcas).

C. FAMILI CISTACEAE
1. Karakteristik famili Cistaceae
 Merupakan subshrub dan perdu rendah.
 Ada yang berupa tumbuhan herbaceous.
 Habitat kering dan banyak matahari.
 Cistaceae tumbuh baik pada tanah yang buruk dan banyak dibudidayakan pada
taman- taman.
 Stamennya banyak, panjangnya bervariasi dan duduk pada suatu lempengan;
filamen- filamennya bebas.
 Ovarium tergolong superior, biasanya dengan tiga carpels,placentation bersifat
 parietal, dengan dua atau lebih ovules pada setiap plasenta.
 Buahnya berupa kapsul, biasanya dengan lima atau sepuluh valves (tiga pada
 Helianthemum). Biji-bijinya kecil dengan lapisan keras, tidak tembus air, dengan
 berat sekitar 1 mg.
 Contoh : Cistus akamantis, Cistus monspeliensis, Fumana, Halimium,
Helianthemum, Tuberaria, Crocanthemum, Hudsonia, Lechea.

 Cistus monspeliensis
a) Klasifikasi spesies Cistus monspeliensis
Kingdom : Plantae
Clade : Tracheophytes
Clade : Angiosperms
Clade : Eudicots
Clade : Rosids
Order : Malvales
Family : Cistaceae
Genus : Cistus
Species : Cistus monspeliensis

b) Karakteristik spesies Cistus monspeliensis


Daun yang hijau, sebaliknya, sederhana, biasanya sedikit kasar-muncul, 2-8 cm panjang.
Dalam beberapa spesies (terutama C. ladanifer ), daunnya dilapisi dengan resin yang sangat
aromatik yang disebut labdanum .

Mereka memiliki mencolok 5-petaled bunga mulai dari putih ke merah muda ungu dan gelap,
dalam beberapa spesies dengan gelap titik merah mencolok di dasar setiap petal.
c) Manfaat spesies Cistus monspeliensis
 Mempunyai manfaat antivirus
 Tanaman herbal yang diteliti karena dianggap bermanfaat dalam mencegah dan
mengobati flu
 Mampu menghambat docking protein virus
 Mencegah virus masuk ke dalam sel
 Memurnikan dan mencegah infeksi

D. FAMILI DIPTEROCARPACEAE
1. Karakteristik famili Dipterocarpaceae
 Dipterocarpaceae merupakan kelompok kayu perdagangan utama (meranti dan
balau/Shorea, mersawa/Anisoptera, keruing/ Dipterocarpus dan kapur/Dryobalanops).
 Batangnya silinder, dan banyak yang mencapai ukuran sangat besar, 30 m atau lebih
(tinggi bebas cabang). Hopea, Vatica dan Cotylelobium yang secara umum berupa pohon-
pohon kecil.
 Semua jenis Dipterocarpaceae mengeluarkan damar atau oleo-resin.
 Contohnya: Anisoptera sp. (Mersawa), Cotylelobium sp. , Dipterocarpus sp. (Keruing),
Dryobalanops aromatica (Kayu kapur), Hopea sp. (Giam), Parashorea sp. , Shorea
roxburghii. (Meranti), Vatica sp. (Resak), Upuna sp. , Gonystylus bancanus (Kayu garu).

 Gonystylus bancanus
a) Klasifikasi spesies Gonystylus bancanus
Kingdom : Plantae
Clade : Tracheophytes
Clade : Angiosperms
Clade : Eudicots
Clade : Rosids
Order : Malvales
Family : Dipterocarpaceae
Genus : Gonystylus
Species : Gonystylus bancanus
b) Karakteristik spesies Gonystylus bancanus
 Memiliki batang yang berbentuk bulat. 
 Tinggi atang tumbuhan ini bisa mencapai 40 meter hingga 45 meter.
 Tinggi bagian batang yang lurus dapat mencapai 21 meter.
 Ukuran diameter batang bagian bawah pada ketinggian setinggi dada orang dewasa
adalah 60 cm hingga 120 cm.
 Akar ramin lebih sering menonjol keluar tanah dan besar-besar. 
 Permukaan batang ramin banyak yang rusak yaitu berupa pengelupasan kulit pohon.
 Warna kulit atau [epidermis] dari pohon ramin adalah coklat, abu-abu, hingga kemerahan
sedangkan bagian dalam kayunya berwarna kuning. Bagian kulit yang mengelupas
berwarna coklat mudah pucat atau putih.
 Daun ramin memiliki bentuk oval dengan ujung daun berbentuk meruncing dan
tangkai daun panjang. Daun ramin termasuk daun tunggal karena setiap tangkai
hanya menyokong 1 daun. Daun tersusun pada tangkai pohong secara selang-
seling beraturan.
 Buah berbentuk agak bulat dengan ukurani 4,5 cm dan rongganya rongga 3–4 cm.
Pohon ini memiliki permukaan buah yang kasar dan tidak. Benih dikumpulkan
dari buah yang sudah matang
 Buah yang sudah masak akan membuka dengan sendirinya
c) Manfaat spesies Gonystylus bancanus
 Banyak ditebang karena akan diambil kayunya. Kayu berwarna kekuningan agak putih
dengan tekstur halus dan rata. Kayu ramin baik digunakan sebagai bahan membuat kayu
lapis. Kayu ini juga cocok untuk membuat bangunan yang memerlukan konstruksi ringan.
 Pengrajin yang memerlukan kayu dengan warna bersih juga dapat memilih untuk
karyanya.
 Kayu ini baik digunakna untuk membuat pintu, jendela, langit-langit serta sekat pengganti
dinding antar kamar.
 Kayu ini juga sering dimanfaatkan sebagai bahan baku ukiran karena sifat teksturnya
yang lembut dan mudah dibentuk.
 Pembuatan kapal juga sering memanfaatkan kayu dari tanaman tinggi ini.

 Dryobalanops aromatica
a) Klasifikasi spesies Dryobalanops aromatica
Kingdom : Plantae
Clade : Tracheophytes
Clade : Angiosperms
Clade : Eudicots
Clade : Rosids
Order : Malvales
Family : Dipterocarpaceae
Genus : Dryobalanops
Species : Dryobalanops aromatica
b) Karakteristik spesies Dryobalanops aromatica
 Mempunyai ukuran yang besar dan tinggi.
 Diameter batangnya mencapai 70 cm bahkan 150 meter dengan tinggi pohon
mencapai 60 meter.
 Kulit pohon berwarna coklat dan coklat kemerahan di daerah dalam.
 Pada batangnya akan mengeluarkan aroma kapur bila dipotong.
 Daun Kapur tunggal dan berseling, memiliki stipula di sisi ketiak, dengan permukaan
daun memngkilap, dan tulang daun sekunder menyirip sangat rapat dengan stipula
berbentuk garis dan sangat mudah luruh.
 Bunga berukuran sedang, kelopak mempunyai ukuran sama besar, mempunyai
mahkota bunga elips, mekar, putih berlilin, dan memiliki 30 benang sari.
 Pohon Kapur memiliki buah agak besar, mengkilap, dan bersayap sebanyak 5 helai.
c) Manfaat spesies Dryobalanops aromatica
 Pohon Kapur atau Dryobalanops aromatica merupakan salah satu tanaman penghasil
kapur barus atau kamper selain tumbuhan Cinnamomum camphora. Kapur barus dari
pohon Kapur ini telah menjadi komoditi perdagangan internasional sejak abad ke-7
Masehi.
 Selain menghasilkan kamper, Pohon Kapur juga dapat dimanfaatkan kayunya sebagai
bahan bangunan, perkapalan, dinding, dan lantai karena memiliki kualitas kayu yang
cukup baik.

 Shorea roxburghii
a) Klasifikasi spesies Shorea roxburghii
Kingdom : Plantae
Clade : Tracheophytes
Clade : Angiosperms
Clade : Eudicots
Clade : Rosids
Order : Malvales
Family : Dipterocarpaceae
Genus : Shorea
Species : Shorea roxburghii

b) Karakteristik spesies Shorea roxburghii


 Berat jenisnya berkisar antara 0,3–0,86 pada kandungan air 15%. Kayu terasnya berwarna
merah muda pucat, merah muda kecoklatan, hingga merah tua atau bahkan merah tua
kecoklatan.
 Pohon berganti daun atau setengah daun, setinggi sekitar 40 m, dengan batang tegak,
silindris, berdiameter hingga 1 m, kadang-kadang disediakan pada pangkal akar tabular
(akar pipih mirip dengan penopang) dan kulit kayu, abu-abu kecoklatan sampai
kecokelatan, sangat pecah membujur dan dari luka yang memancarkan resin berwarna
coklat.
 Daunnya, pada tangkai daun yang panjangnya 1-3 cm, sederhana, berganti-ganti,
berbentuk bulat panjang dengan puncak tumpul dan seluruh margin, panjang 7-16 cm dan
lebar 3-8 cm, bertingkat; daun muda berwarna ungu.
 Perbungaan pada terminal tangkai panjang, aksila dan malai 8-10 cm, terkulai, membawa
banyak bunga hermafrodit, berdiameter sekitar 2 cm, berwarna putih atau merah muda
pucat, wangi.
 Kelopak dengan 5 lobus bulat telur dengan ujung runcing dari berbagai dimensi,
persisten, tiga yang terbesar tumbuh ketika buah matang membentuk tiga sayap lonjong
yang tidak sama panjangnya 4-8 cm, mahkota dengan 5 kelopak lonjong, panjangnya
sekitar 1,5 cm, bengkok, villus, 15 stamina dan gaya, panjang sekitar 4 mm, dengan
stigma trilobed .
 Buah-buahan, terlampir di kelopak bersayap, adalah kapsul ovoid, sekitar 1,2-2 cm
panjang, hanya mengandung satu biji obovoid panjang 0,7-1 cm.

c) Manfaat spesies Shorea roxburghii


 Minyak tengkawang digunakan dalam industri kosmetika dan makanan. Biji Shorea
mengandung lemak yang lumayan (40-60 %) dan protein yang banyak (5-6 %). Dalam
industri makanan, ia dipergunakan untuk menggantikan mentega coklat (cocoa butter).
Selain itu pula, Shorea/tengkawang ini juga bahan untuk membuat sabun, dan obat-
obatan.
 Bunga dan kulit digunakan dalam pengobatan tradisional untuk berbagai patologi, studi
laboratorium telah membuktikan dalam ekstrak kulit keberadaan senyawa dengan daya
antioksidan tinggi yang mungkin menarik bagi farmakope resmi. Karena berkurangnya
habitat dan eksploitasi berlebihan, pohon tersebut dimasukkan ke dalam daftar merah
IUCN (Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam) sebagai “Terancam Punah”
(spesies dengan risiko kepunahan tinggi di masa mendatang).

E. FAMILI MALVACEAE
1. Karakteristik famili Malvaceae
 Terna atau semak, jarang berupa pohon
 Daun tunggal bertepi rata atau berlekuk beraneka ragam, kebanyakan bertulang menjari.
 Daun duduk tersebar, mempunyai daun penumpu.
 Bunga besar, banci, aktinomorf.
 Daun kelopak 4-5, sedikit banyak berlekatan, dengan susunan seperti katup
 Benang sari banyak dan tangkai sari berlekatan
 Buahnya buah kendaga dan buah berbelah
 Biji kebanyakan mempunyai endosperm

 Contoh spesies: Adansonia digitata (baobab), Bombax ceiba (randu alas), Ceiba


pentandra (kapok randu), Ochroma lagopus (balsa), Kleinhovia hospita, Melochia
corchorifolia, Melochia umbellata, Theobroma cacao, Pterospermum javanicum,
Schoutenia ovata, Asterotrichion discolor, Billieturnera helleri, Calyculogygas
uruguayensis, Calyptraemalva catharinensis, Lavatera trimestris, Neobaclea crispifolia,
Sida rhombifolia,

 Theobroma cacao
a) Klasifikasi spesies Theobroma cacao
Kingdom : Plantae
Clade : Tracheophytes
Clade : Angiosperms
Clade : Eudicots
Clade : Rosids
Order : Malvales
Family : Malvaceae
Genus : Theobroma
Species : Theobroma cacao
b) Karakteristik spesies Theobroma cacao
 Ukuran akar tanaman kakao untuk panjang lurus ke bawah kira-kira ± 15 meter dan akar
untuk kesamping ± 8 meter. Akar tunggang ini berbentuk kerucut panjang, tumbuh lurus
ke bawah, bercabang-cabang banyak dan bercabang cabang lagi. Warna akarnya adalah
kecoklatan.
 Tinggi tanaman kakao jika dibudidayakan di kebun maka tinggi tanaman kakao umur 3
tahun mencapai 1,8 – 3 meter dan pada umur 12 tahun dapat mencapai 4,5–7 meter.
Tinggi tanaman tersebut beragam , dipengaruhi oleh intensitas naungan dan faktor-faktor
tumbuh yang tersedia. Tanaman kakao bersifat dimorfisme, artinya mempunyai dua
bentuk tunas vegetatif. Tunas yang arah pertumbuhannya ke atas disebut dengan tunas
ortotrop atau tunas air (wiwilan atau chupon), sedangkan tunas yang arah
pertumbuhannya ke samping disebut dengan plagiotrop (cabang kipas atau fan).
 Bentuk helai daun bulat memanjang (oblongus), ujung daun meruncing (acuminatus) dan
pangkal daun runcing (acutus). Susunan daun tulang menyirip dan tulang daun menonjol
ke permukaan bawah helai daun. Tepi daun rata, daging daun tipis tetapi kuat seperti
perkamen. Warna daun dewasa hijau tua bergantung pada kultivarnya. Panjang daun
dewasa 30 cm dan lebarnya 10 cm. Permukaan daun licin dan mengkilap.
 Tanaman kakao bersifat kauliflori. Artinya bunga tumbuh dan berkembang dari bekas
ketiak daun pada batang dan cabang. Tempat tumbuh bunga tersebut semakin lama
semakin membesar dan menebal atau biasa disebut dengan bantalan bunga (cushioll).
 Bunga kakao mempunyai rumus K5C5A5+5G (5) artinya, bunga disusun oleh 5 daun
kelopak yang bebas satu sama lain, 5 daun mahkota, 10 tangkai sari yang tersusun dalam
2 lingkaran dan masing-masing terdiri dari 5 tangkai sari tetapi hanya 1 lingkaran yang
fertil, dan 5 daun buah yang bersatu. Bunga kakao berwarna putih, ungu atau kemerahan.
Warna yang kuat terdapat pada benang sari dan daun mahkota. Warna bunga ini khas
untuk setiap kultivar. Tangkai bunga kecil tetapi panjang (1-1,5 cm). Daun mahkota
panjangnya 6-8 mm, terdiri atas dua bagian. Bagian pangkal berbentuk seperti kuku
binatang (claw) dan bisanya terdapat dua garis merah. Bagian ujungnya berupa lembaran
tipis, fleksibel, dan berwarna putih.
 Buah kakao berupa buah buni yang daging bijinya sangat lunak. Kulit buah mempunyai
sepuluh alur dan tebalnya 1 – 2 cm, Warna buah kakao sangat beragam, tetapi pada
dasarnya hanya ada dua macam warna. Buah yang ketika muda berwarna hijau atau hijau
agak putih jika sudah masak akan berwarna kuning. Sementara itu, buah yang ketika
muda berwarna merah, setelah masak berwarna jingga (oranye).
 Kulit buah memiliki 10 alur dalam dan dangkal yang letaknya berselang-seling. Pada tipe
criollo dan trinitario alur kelihatan jelas. Kulit buahnya tebal tetapi lunak dan
permukaannya kasar. Sebaliknya, pada tipe forasero, permukaan kulit buah pada
umumnya halus (rata), kulitnya tipis, tetapi dan liat. Buah akan masak setelah berumur
enam bulan. Pada saat itu ukurannya beragam, dari panjang 10 hingga 30 cm, pada
kultivar dan faktor-faktor lingkungan selama perkembangan buah.

c) Manfaat spesies Theobroma cacao


1. Tinggi antioksidan
2. Mengurangi risiko serangan jantung dan stroke
3. Mengurangi gejala depresi
4. Memperbaiki fungsi otak
5. Menurunkan tekanan darah
6. Memperbaiki gejala diabetes tipe 2
7. Mengendalikan berat badan
8. Menjaga kesehatan gigi dan tulang
9. Membantu meringankan asma
10. Melindungi tubuh dari kanker

 Adansonia digitata 
a) Klasifikasi spesies Adansonia digitata
Kingdom : Plantae
Clade : Tracheophytes
Clade : Angiosperms
Clade : Eudicots
Clade : Rosids
Order : Malvales
Family : Malvaceae
Genus : Adansonia
Species : Adansonia digitata

b) Karakteristik spesies Adansonia digitata


Mempunyai bentuk pohon yang besar dengan batang bagian bawah besar dan bagian atas
batang mengecil seperti botol. Tanaman Baobab ini dapat hidup selama seribu tahun dan
tahan terhadap musim kering.Fungsi dan kegunaan tanaman Baobab bagi sebagian
masyarakat digunakan sebagai bahan makanan untuk buah dan bijinya,dan juga sebagai
tanaman hias karena batangnya memiliki bentuk yang unik.

c) Manfaat spesies Adansonia digitata


Baobab memiliki banyak manfaat, yaitu daun-daun baobab dapat dimasak atau diolah
menjadi sayuran. Buah baobab seukuran kelapa dan berbentuk cangkang beludru dengan
berat sekitar 1,5 kilogram. Beberapa orang mengatakan rasa buahnya seperti sorbet.
Kandungan gizi buah baobab adalah vitamin C, karbohidrat, fosfor dan potasium.
Sedangkan bubuk buah kering yang diambil dari Adansonia digitata, mengandung berbagai
nutrisi seperti karbohidrat, kalsium, magnesium, riboflavin, besi, kalium, pitosterol, protein
dan lemak. Vitamin C juga ditemukan di beberapa sampel yang berbeda pada bubuk kering.
Benih baobab bisa dimanfaatkan untuk pembuatan minyak nabati. Sedangkan daging
buah Adansonia grandidieri dapat dimakan secara langsung. Pemanfaatan baobab di tiap
negara juga memiliki cara dan aturan yang berbeda. Di Angola, buah baobab dikeringkan
kemudian direbus dan dikaldu untuk dibuat menjadi jus atau bahan es krim yang disebut
gelado de mucua.
 Ceiba pentandra
 a) Klasifikasi spesies Ceiba pentandra
Kingdom : Plantae
Clade : Tracheophytes
Clade : Angiosperms
Clade : Eudicots
Clade : Rosids
Order : Malvales
Family : Malvaceae
Genus : Ceiba
Species : Ceiba pentandra
b) Karakteristik spesies Ceiba pentandra
 Pohon ini tumbuh hingga setinggi 60-70 m dan dapat memiliki batang pohon yang cukup
besar hingga mencapai diameter 3 m.
 Akar pohon randu termasuk jenis akar serabut. Jumlah akar pohon randu cukup banyak.
Walaupun akar serabut, akan tetapi akar randu memiliki daya cengkeram yang kuat. Akar
randu berwarna coklat dan sebagian akarnya berada di atas tanah.
 Pohon randu memiliki batang berkayu. Kayu randu sifatnya kurang begitu kuat. Warna
kulit batang randu berwarna hijau jika masih muda, jika sudah tua hijau kecoklatan.
Pohon randu juga memiliki duri, semakin besar pohonnya maka semakin besar pula
durinya. Diameter kayu randu bisa mencapai 3 meter.
 Daun randu memiliki tulang daun menjari. Daun randu berwarna hijau.
 Buah randu bentuknya lonjong dan warnanya hijau menyerupai kulit batangnya dan
daunnya. Jika buah randu sudah tua maka akan beruah warnanya menjadi coklat
kehitaman. Di dalam buah randu terdapat serat halus putih yang disebut kapas/kapuk
randu.
 Buah randu bentuknya lonjong dan warnanya hijau menyerupai kulit batangnya dan
daunnya. Jika buah randu sudah tua maka akan beruah warnanya menjadi coklat
kehitaman. Di dalam buah randu terdapat serat halus putih yang disebut kapas/kapuk
randu.

c) Manfaat spesies Ceiba pentandra


 Akar randu kapuk dapat digunakan untuk ramuan obat tradisional.
 Manfaat batang pohon randu kapuk antara lain:Kayu randu dijadikan papan yang bisa
digunakan untuk membuat kotak pengemas/peti, meja tenis ( tenis meja ), salon atau
kotak sound system, papan alas pengecoran pada bangunan, dan lain sebagainya.
 Bahan baku pembuatan kertas
 Kulit batang randu dapat digunakan untuk bahan pembuatan caustik soda dan bahan
untuk pembuatan tali.
 Hati kapuk dapat dimanfaatkan untuk bahan pengisi jok dan campuran serabut kapuk
dengan dihancurkan terlebih dahulu.
 Pada industri mebel, serabut kapuk digunakan untuk pengisian bantal, kasur, pelampung
dan jok kursi
 Pada industri pemintalan, serabut kapuk digunakan untuk membuat benang.
 Pada industri elektronika, serabut kapuk digunakan untuk isolator panas, peredam suara
 Pada dunia kesehatan, serabut kapuk randu dimanfaatkan sebagai pengisi sabuk penolong
dan pembalut luka.
 Abu kulit buah kapuk dapat dimanfaatkan untuk campuran dalam pembuatan sabun,
selain itu abu kulit buah kapuk juga terbukti dapat digunakan sebagai bahan pupuk karena
banyak mengandung Kalium (Ambarwati, dkk, 2006)
 Biji kapuk banyak mengandung minyak yang dapat dimanfaatkan pada industri minyak
goreng, dan minyak biji kapuk ini dapat digunakan untuk bahan pembuatan sabun dan
bahan membatik. Sedangkan bungkilnya dapat dimanfaatkan untuk makanan ternak atau
pupuk organik

F. Famili Muntingiaceae
 Perdu atau pohon kecil, tinggi sampai 12 m, meskipun umumnya hanya sekitar 3-6 m.
 Selalu hijau dan terus menerus berbunga dan berbuah sepanjang tahun.
 Ranting-ranting berambut halus, bercampur dengan rambut kelenjar demikian pula
daunnya.
Suku ini terdiri atas 4 marga yang meliputi 4 jenis.
Contoh: Mutingia calabura (kersen), Cola spp.,
1. Mutingia calabura (Kersen)
Morfologi: daun berbentuk bulat telur, batang kersen dapat mencapai tinggi 3-10 m, letak
daun berselingan, sebanyak 1-3 kuntum bunga keluar dari ketiak daun di ujung ranting,
bunga berkelamin ganda dengan kepala sari berwarna kuning berwarna coklat keputih-
putihan, batang berkayu (lignosus), silindris, permukaan batang berbulu halus, percabangan
simpodial. Arah tumbuh batang tegak lurus, arah tumbuh cabang ada yang condong ke atas
dan ada yang mendatar Daun Muntingia calabura L. merupakan daun tunggal, berseling,
berbentuk jorong, panjang 6-10 cm, ujung daun runcing, pangkal berlekuk, tepi daun
bergerigi, permukaan daun berbulu halus, pertulangan menyirip, hijau, mudah layu. daging
daun seperti kertas (papyraceus).Bunga dalam berkas, berisi 1-3(-5) kuntum, terletak di
ketiak agak di sebelah atas tumbuhnya daun; bertangkai panjang; berkelamin dua dan
berbilangan 5; kelopak berbagi dalam, taju meruncing bentuk benang, berambut halus;
mahkota bertepi rata, bundar telur terbalik, putih tipis, gundul, lk. 1 cm. Benang sari
berjumlah banyak, 10 sampai lebih dari 100 helai. Bunga yang mekar menonjol keluar, ke
atas helai-helai daun; namun setelah menjadi buah menggantung ke bawah, tersembunyi di
bawah helai daun. Buah buni bertangkai panjang, bulat hampir sempurna, diameter 1-1,5 cm,
hijau kuning dan akhirnya merah apabila masak, bermahkota sisa tangkai putik yang tidak
rontok serupa bintang hitam bersudut lima. Berisi beberapa ribu biji yang kecil-kecil, halus,
putih kekuningan (Karlina, 2014).
Regnum : Plantae
Cladus : Angiosperms
Cladus : Eudicots
Cladus : Rosids
Family : Muntingiaceae
Genus : Muntingia L.
Species : Muntingia calabura L

Manfaat
Daun Muntingia calabura berkhasiat sebagai obat batuk dan peluruh dahak buah yang telah
masak untuk obat sakit kuning untuk obat batuk dipakai lebih kurang 20 gram Daun segar
muntingia calabura dicuci Dan direbus dengan 3 gelas air sampai air rebusannya tinggal
setengah dinginkan lalu disaring hasil saringan diminum tiga kali sehari sama banyak.
Pelbagai bagian dari kersen (pepagan, daun, bunga, dan buah) mengandung aneka bahan aktif
yang berkhasiat obat. Bunganya bersifat antispasmodik (meredakan kekejangan otot);
rebusan bunganya dipakai untuk mengatasi kram perut. Bunga dan daunnya juga bersifat
antiseptik atau antibakteri, dan digunakan untuk meringankan sakit kepala dan selesma.
Khasiat yang lain adalah sebagai antioksidan, anti-radang, antipiretik, analgesik, antipruritik,
antiulcer, antifungal, insektisidal, dan banyak lagi sifat lainnya (Abel, 2018).

G. Famili Sphaerosepalaceae
● Merupakan keluarga tunbuhan berbunga
● Pohon dan semak
● Merupakan endemik madagaskar
● Daun terletak mendatar,
● Berseling
● Helaian daun tidak simetris bundar telur Lancet
● tepinya bergerigi dan berujung runcing
● Sisi bawah berambut kelabu rapat bertangkai pendek dan penumpu yang sebelah
meruncing berbentuk benang
● Contoh spesies Rhopalocarpus bojer

Regnum : Plantae
Cladus : Angiosperms
Cladus : Eudicots
Cladus : Rosids
Family :Sphaerosepalaceae
Genus :Rhopalocarpus
Spesies :Rhopalocarpus Bojer
Jenis lain ( R. Alternifolius, R. Binervius, R. Coriaceus, R. Crassinervius, R.
Excelsus, R. Longipetiolatus , R. Louvelii, R. Lucidus, R. Mollis. R. Parvifolius,R.
Similis ,R. Similatus )
Manfaat : Bunga dan daunnya juga bersifat antiseptik atau antibakteri, dan digunakan
untuk meringankan sakit kepala dan selesma. Khasiat yang lain adalah sebagai
antioksidan, anti-radang, antipiretik, analgesik, antipruritik, antiulcer, antifungal,
insektisidal, dan banyak lagi sifat lainnya (Abel, 2018).
H. Famili Sarcolaenaceae
● Pohon
● Endocarp berburu
● Endosperm berlebihan
● Contoh spesies : Leptolaena multiflora

Klasifikasi
Regnum : Plantae
Cladus : Angiosperms
Cladus : Eudicots
Cladus : Rosids
Famili :Sarcolaenaceae
Genus : Leptolaena
Spesies : Leptolaena Multiflora

Manfaat :Meningkatkan fitalitas serta kekebalan tubuh,dapat memperbaiki metabolisme


tubuh mengobati penyakit seputar perut seperti asam lambung dan maag (Manoah, 1998).

I. Famili Cytinaceae
● Merupakan tumbuhan perdu
● Memiliki akar yang bersifat parasit
● Merupakan tanaman endofitik
● Tabung saringan plastida tanpa inkluisi pati atau protein
● Contoh spesies Cytinus hypocistis
Klasifikasi
Regnum : Plantae
Cladus : Angiosperms
Cladus : Eudicots
Cladus : Rosids
Famili :Cytinaceae
Genus : Cytinus
Spesies : Cytinus hypocistis

Manfaat : bersifat antispasmodik (meredakan kekejangan otot); rebusan bunganya dipakai


untuk mengatasi kram perut (Marella, 2017).

J. Famili Neuradaceae
● Tumbuhan perdu
● Memiliki daun yang sangat tipis
● Bunga pada umumnya berwarna kuning
● Habitat nya di tanah yang cukup subur
● Contoh spesies : Grielum humifusum
Klasifikasi
Regnum : Plantae
Cladus : Angiosperms
Cladus : Eudicots
Cladus : Rosids
Famili :Neuradaceae
Genus : Grielum
Spesies : Grielum humifusum
Manfaat : Bisa dijadikan sebagai bahan obat diare dan sebagai obat luka serta sebagai
antiseptik dan bisa digunakan untuk mengobati penyakit maag (Manoah, 1998).

DAFTAR PUSTAKA

Abel, W. 2018. Biosistematika Tumbuhan. Jakarta : Erlangga.

Agoes. 2010. Karakter Penciri Morfologi Daun Meranti (Shore spp) Pada Area Budaya Ex
Situ . Skripsi Tidak Diterbitkan Yogyakarta: Fakultas Farmasi UGM Yogyakarta.

Andini. 2001. Ceiba pentandra Steenis Sebagai Obat. Jurnal Warta Penelitian Dan
Pengembangan Tanaman Industri. Volume 15 Nomor 1:3.

Felicia, M. 2014.Taksonomi Tumbuhan.Jakarta :Yudhistira

Karlina, A. 2014.Struktur Perkembangan Tumbuhan .Bogor:Cv Press Madya

Halim. 2015. Aktivitas Anti Bakteri Ekstrak Metanol Dryobalanops aromatica


Terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus Multiresisten
Antibiotik. Skripsi Tidak Diterbitkan Surakarta: Fakultas Farmasi UMS Surakarta.

Hariana, A. 2006. Tumbuhan Obat dan Khasiatnya. Jurnal Proteksi Tanaman. 2(1) : 45-47.

Hariana. 2008. Pengaruh Penerapan Strategi Peer Assisted Learning (PAL) terhadap
Kemampuan Literasi Sains Mahasiswa dalam Perkuliahan Morfologi
Tumbuhan. XV(1): 28−40.
Harianto. 2015. Identifikasi tumbuhan epifit berdasarkan ciri morfologi dan anatomi
batang di hutan Perhutani sub BKPH Kedunggalar, Sonde dan Natah. Jurnal
Litbang Pertanian. Volume 3 Nomor 6: 25−34. Khodaria. 2013. Penggunaan
Spesimen Herbarium Tumbuhan Tingkat Tinggi (Spermatophyta) Sebagai Media
Praktikum Morfologi Tumbuhan Institut Pertanian Bogor, Bogor. hlm.
707−716.

Haryudin dan Otih. 2009. Karakteristik Morfologi Tanaman Cabe Jawa (Piper retrofractum.
Vahl) di Beberapa Sentra Produksi. Jurnal Tanaman Obat. 20(1) : 7-10.

Hutubessy, J., Wayan, S dan Ida. 2015. Pertumbuhan Tanaman Bunga Kana (Canna indica
L.) dalam Menyerap Limbah Deterjen Pada Berbagai Jenis Tanah. Jurnal Ecotrophic.
7(2) 156-159.

Irsyad, M. 2013. Standardisasi Ekstrak Etanol Tanaman Katumpangan Air (Peperomia


pellucida L. Kunth). Jurnal Ilmu Kesehatan. 2(1) : 67-69.
Kamilasri, L., Eri S dan Hasmiandy. 2018. Aktivitas Bagian Tumbuhan Sirih Hutan (Piper
aduncum L.) yang Berasal dari Lokasi Berbeda dalam Menekan Pertumbuhan
Colletotrichum gloesporioides Secara Intro. Jurnal Proteksi Tanaman. 2(1) : 18-21.

Maelissa, C. 2017. Aktivitas Larutan Piper aducnum L. Sebagai Pertumbuhan Candidasis


genitalis. Biolearning Journal. 9(1) : 56-58.

Manoah, H. 1998. Morfologi Tumbuhan. Jakarta:Tiga Serangkai

Marella, S. 2017.Taksonomi Tumbuhan Jilid II. Yogyakarta:UGM Press

Munawaroh, E dan Yuzammi. 2017. Keanekaragaman Piper (Piperaceae) dan Konservasinya


di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Provinsi Lampung. Jurnal Konservasi. 2(1)
: 43-46.

Mustika, T., Mawardi., Ekariana dan Devi, W. 2017. Identifikasi Morfologi dan Anatomi
Tipe Stomata Famili Piperaceae Di Kota Langsa. Jurnal IPA. 1(2) : 184-187.

Purnomo dan Rani, A. 2014. Hubungan Kekerbatan Antar Spesies Piper Berdasarkan Sifat
Morfologi dan Minyak Atsiri Daun di Yogyakarta. Jurnal Biodiversitas. 6(1) : 12-15.
Siti, B. 2015. Hubungan Kekerabatan dalam canna Berdasarkan Karakter Morfologi di Kota
Batu. Jurnal Bioedu. 3(2) : 76-79.

Triana, A. 2015. Efektivitas Ekstrak Etanol Rimpang Pacing (Costus speciosus) dalam
Menurunkan Kadar Glukosa Darah dan Kolesterol Mencit Jantan. Jurnal Biodiversity.
3(2) : 98-101.