Anda di halaman 1dari 10

Isfi Rohmah, Rita...: Studi Awal Perbandingan Motede Sampling Kualitas Udara:...

PERBANDINGAN METODE SAMPLING KUALITAS UDARA: HIGH


VOLUME AIR SAMPLER (HVAS) DAN LOW VOLUME AIR SAMPLER
(LVAS)

COMPARISON OF AIR QUALITY SAMPLING METHOD: HIGH VOLUME


AIR SAMPLER (HVAS) AND LOW VOLUME AIR SAMPLER (LVAS)
Isfi Rohmah1, Rita2, Chris Salim1, Bambang Hindratmo2, Retno Puji Lestari2, dan Ricky Nelson2

Diterima tanggal 4 Juni 2018 disetujui tanggal 5 September 2018

ABSTRAK
Udara ambien merupakan salah satu aspek utama kehidupan yang perlu dipelihara. Adanya pencemaran udara
merupakan indikasi faktor menurunnya kualitas lingkungan yang berbahaya bagi makhluk hidup. Pengukuran
udara ambien sesuai Standard Nasional Indonesia (SNI) dilakukan dengan instrumen High Volume Air Sampler
(HVAS) dan metode gravimetri untuk mengetahui konsentrasi partikulat (TSP, PM10, PM2,5). Beberapa daerah di
Indonesia memiliki alat pantau partikulat yang berbeda-beda, salah satunya LVAS (Low Volume Air Sampler).
Perbandingan alat LVAS dengan HVAS yang terstandardisasi agar didapatkan korelasi antara kedua metoda tersebut.
Telah dilakukan pengukuran partikulat dengan HVAS dan LVAS jenis Gent sampler di Puslibang Kualitas dan
Laboratorium Lingkungan (P3KLL) Serpong pada periode April-Mei 2018. Uji korelasi data kedua instrumen
dilakukan dengan analisis data Ms.Excel, perhitungan rumus matematis korelasi Pearson, dan SPSS dengan hasil
korelasi mencapai 0,836 dan 0,786 masing-masing untuk PM10 dan PM2,5. Nilai korelasi kedua data bersifat kuat
karena nilainya mendekati 1. Uji korelasi Pearson dengan SPSS menunjukan 95% data signifikan dengan arah positif.
Nilai dari kedua instrumen menunjukkan arah yang sama ketika dibandingkan dengan kondisi suhu, kelembaban,
dan kecepatan angin. Nilai korelasi dapat menjadi rumus pemodelan untuk mengetahui nilai yang sebenarnya.
Kata kunci: Korelasi, Partikulat, PM10, PM2,5, TSP.

ABSTRACT
Ambient air is one of the main aspects of life that need to be maintained. Air pollution is one of the factors of
declining environmental quality that is harmful to living things. The SNI ambient air monitoring was performed
with High Volume Air Sampler (HVAS) instrument and gravimetric method to determine particulate concentration
(TSP, PM10, PM2,5). Some areas in Indonesia have different particulate monitor devices, one of them is LVAS (Low
Volume Air Sampler). It is necessary to compare the LVAS with standardized method HVAS to obtain method core-
lation. Particulate measurements were carried out with HVAS and LVAS of Gent sampler type in P3KLL Serpong
during April-Mei 2018. The data correlation test of both instruments was carried out by Ms.Excel data analysis,
Pearson correlation mathematical formula, and SPSS with correlation result reached 0.836 and 0.786 for PM10
and PM2.5, respectively. The correlation value of both data is strong because the value is approaching 1. Pearson
correlation test with SPSS shows 95% of significant data with positive direction. The values ​​of the two instruments
show the same direction when compared to the conditions of temperature, humidity, and wind speed. Correlation
value can be a modeling formula to find out the true value.
Keywords: Correlation, Particulate, PM10, PM2,5, TSP.

PENDAHULUAN
Udara adalah sumber daya alam yang kesehatan manusia, makhluk hidup dan unsur
memengaruhi kehidupan manusia serta makhluk lingkungan hidup lainnya [2]. Pencemaran
hidup lainnya [1]. Udara ambien merupakan udara adalah terakumulasinya zat, gas, dan
udara bebas di permukaan bumi pada lapisan partikel yang berasal dari kegiatan manusia
troposfir yang dibutuhkan dan memengaruhi dan alam ke udara bebas dalam konsentrasi

83
Ecolab Vol. 12 No. 2 Juli 2018 : 53 - 102

yang cukup tinggi [3]. Pada Lampiran PP No. dapat digunakan untuk mengukur TSP, PM10,
41 Tahun 1999 terdapat beberapa parameter dan PM2,5.
baku mutu udara ambien yang merupakan LVAS merupakan instrumen yang belum
indikator pencemaran udara diantaranya standar di Indonesia, sehingga dalam
adalah debu atau Total Suspended Particulate penelitian ini, dilakukan perbandingan dan
(TSP), Particulate matter (PM10, PM2.5). PM10 perhitungan korelasi PM10 dan PM2,5 LVAS
adalah partikulat berukuran 0,1-10µm/ inhable terhadap HVAS. LVAS yang digunakan dalam
particulate matter, partikulat ini terdiri dari penelitian ini adalah jenis Gent Stack Filter
partikel halus berukuran kurang dari 2,5µm Unit Air Sampler yang biasa digunakan oleh
dan sebagian partikel kasar yang berukuran Pusat Sains dan Teknologi Terapan (PSTNT)-
sampai 10 µm [4]. PM2,5 adalah partikulat Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN).
yang berukuran 0,1-2,5µm, dan partikulat Dengan perbandingan dan perhitungan
dengan ukuran <100µm termasuk dalam korelasi dari dua instrumen tersebut akan
didapatkan hubungan korelasi dari hasil
kategori TSP. Partikulat dapat menyebabkan
pengukuran partikulat HVAS dan LVAS.
gangguan pada pernapasan (pneumoconiosis),
iritasi mata, dan gangguan saluran pernapasan Hasil penelitian ini diharapkan dapat
lainnya, bahkan pada ukuran yang paling memberikan gambaran awal nilai korelasi
kecil dapat masuk ke dalam jaringan tubuh yang sesuai/kuat antara hasil pengukuran
yang paling dalam seperti paru-paru dan dua alat yang berbeda, sehingga LVAS dapat
jantung, apalagi jika partikulat tersebut dipergunakan sebagai alat ukur alternatif yang
mengandung bahan berbahaya sehingga dapat memiliki hasil yang mendekati dengan HVAS
mengakibatkan gangguan kesehatan terutama yang merupakan alat ukur standar partikulat
penyakit jantung dan paru-paru. yang telah ditentukan dalam PP No 41 Tahun
1999.
Salah satu upaya pengendalian pencemaran
udara ambien adalah dengan melakukan
METODOLOGI
pengambilan contoh uji partikulat udara
Pengambilan contoh uji partikulat udara
ambien. Ketersediaan data untuk kualitas
ambien menggunakan alat HVAS dan Gent
udara sangat minim. Teknik pengambilan
sampler dilakukan satu kali seminggu selama
sampel partikulat menurut standar pemerintah
bulan April-Mei 2018, seluruhnya sebanyak
dilakukan dengan menggunakan alat High
tujuh kali pengukuran. Lokasi pengambilan
Volume Air Sampler (HVAS) dengan
contoh uji di area P3KLL (Pusat Penelitian dan
metode analisis gravimetri. Seiring dengan Pengembangan Kualitas dan Laboratorium
perkembangan teknologi, partikulat dapat Lingkungan) Kawasan Puspiptek Serpong.
diukur dengan instrumen lainnya, salah Kedua alat tersebut berada pada titik sampling
satunya adalah dengan instrumen Low yang berbeda, alat HVAS ditempatkan
Volume Air Sampler (LVAS) yang merupakan sekitar 1 meter dari dasar, sedangkan alat
instrumen sampling udara ambien dengan Gent sampler berada diatas dak P3KLL
volume yang lebih rendah dari HVAS. HVAS sekitar 15 meter dari dasar lantai. Parameter

84
Isfi Rohmah, Rita...: Studi Awal Perbandingan Motede Sampling Kualitas Udara:...

yang diuji meliputi TSP (Total Suspended ditimbang dengan timbangan (4 digit
Particulate), dan Particulate Matter (PM10, dibelakang koma) dalam ruangan bersuhu
PM 2,5 ). Hasil sampling dari kedua alat 15-27 o C dan kelembaban 0-50%. Untuk
dianalisis dengan metode gravimatri untuk mengetahui konsentrasi pertikulat dalam μg/
mengetahui konsentrasi masing-masing Nm3 dilakukan perhitungan dengan rumus
parameter. Selanjutnya pengolahan data berikut:
dilakukan dengan software Ms. Excel dan
(1)
SPSS.
Keterangan :
Pengambilan Contoh Uji dengan HVAS C : adalah konsentrasi massa partikel
Teknik pengambilan contoh uji dengan alat tersuspensi (μg/Nm3)
HVAS mengacu pada SNI 19-7119.3-2005 W1 : adalah berat filter awal (g)
[5]. HVAS yang digunakan adalah HVAS W2 : adalah berat filter akhir (g)
merk Sibata tipe HV-1000F untuk PM10 & V : adalah volum contoh uji udara (m3)
106 : adalah konversi g ke μg.
TSP dan tipe HV-1000R untuk PM2,5. Alat
yang digunakan adalah satu set HVAS dengan
Pengambilan Contoh Uji dengan LVAS
filter holder dan inlet casade impactor PM10
(Gent sampler)
dan PM2,5.
Gent sampler merupakan rangkaian kontainer
Bahan yang digunakan adalah filter Whatman hitam & pompa vakum yang diatur dengan
Glass Microfibe Filters ukuran 20,3 x 25,4 pengatur waktu. Rangkaian ini dilengkapi
cm merek Sibata tipe EPM 2000. Prinsip dengan penunjuk waktu, rotameter, penunjuk
kerja dari HVAS adalah menghisap udara volume udara dan sebuah unit stacked filter
dengan pompa vakum sehingga udara akan [6]. Kecepatan alir dari Gent sampler adalah
melalui filter dan partikulat akan terkumpul di sekitar 15-16 liter per menit atau 0,96m3 per
permukaan filter. Laju alir udara dijaga 1200L/ jam [7]. Kecepatan alir yang rendah tersebut
menit selama 24 jam periode pengukuran. membuat Gent sampler menjadi salah satu
Partikulat di permukaan filter kemudian alat yang termasuk Low Volume Air Sampler.

Gambar 1. (a) HV-1000R, (b) inlet casade impactor PM10, (c) inlet casade impactor PM2,5.
Sumber: sibata.co.jp

85
Ecolab Vol. 12 No. 2 Juli 2018 : 53 - 102

Gambar 2. Rangkaian alat Gent sampler (a). Kontainer hitam [8] , (b) Pompa
vakum, (c) penunjuk waktu, (d) penunjuk volume udara, (e) penunjuk laju udara
Sumber :Dokumentasi pribadi

Teknik pengambilan contoh uji dengan LVAS (Badan Tenaga Nuklir Nasional) Bandung,
(Gent sampler) mengacu pada Sampling and dikarenakan Institusi tersebut memiliki
Analytical Methodologies for Instrumental neraca mikro Mettler Toledo yang mempunyai
Nuetron Activation Analysis of Airborne sensivitas tinggi (6 digit dibelakang koma).
Particulate Matter, Training Course Series Filter yang digunakan adalah filter jenis
No.4, International Atomic Energy Agency Nuclepore polikarbonat dengan diameter 47
[9] dan Operating Manual for Gent Sampler, mm [9] dengan ukuran pori-pori 8µm (kasar)
RAS/07/013 [10]. Sebelum dilakukan dan 0,4 µm (halus). Filter berukuran pori 8µm
penimbangan, filter dikondisikan pada suhu yang digunakan untuk penentuan partikel
ruangan 18-250C dan kelembaban maksimum ukuran 2.5-10µm. Konsentrasi PM10 diperoleh
55%. Pada penelitian ini, penimbangan dari penjumlahan PM2,5 dengan PM2,5-10 [9].
filter Gent Sampler dilakukan oleh BATAN

Gambar 3. (a) filter halus, (b) filter kasar, (c) penyusunan filter Sumber: Dokumentasi pribadi

86
Isfi Rohmah, Rita...: Studi Awal Perbandingan Motede Sampling Kualitas Udara:...

Penentuan nilai PM2,5 dan PM10 pada Gent baku mutu udara ambien menurut PP 41/1999
Sampler dihitung dengan menggunakan rumus yaitu <230 µg/m3. Nilai TSP HVAS tertinggi
berikut: sebesar 139 µg/Nm3 dalam waktu 24 jam.
(2) Konsentrasi PM10 HVAS tertinggi sebesar
101,0 µg/Nm3, nilai tersebut juga masih di
(3)
bawah baku mutu PP 41/1999 yaitu maksimum
(4) 150 µg/Nm3. Hasil pengukuran partikulat
Keterangan: dengan HVAS disajikan pada Tabel 1.

m1 adalah massa sampler partikulat Hasil pengukuran menggunakan LVAS (Gent


halus pada filter halus (µg) sampler) menunjukkan bahwa konsentrasi
m2 adalah massa sampler partikulat PM2,5 dan PM10 tidak sebesar hasil pengukuran
kasar pada filter kasar (µg) dengan menggunakan HVAS. Nilai konsentrasi
v1 adalah volume sampler partikulat
partikulat seluruhnya berada di bawah nilai
halus pada filter halus (m3)
v2 adalah volume sampler partkulat baku mutu PP 41/1999. Hasil pengukuran
kasar pada filter kasar (m3). LVAS (Gent sampler) disajikan pada Tabel 2.
Perbandingan nilai PM10 dan PM2,5 dilakukan
HASIL DAN PEMBAHASAN
dengan meletakkan kedua alat di lokasi yang
Perbandingan Hasil Pengukuran Partikulat sama dengan waktu operasional yang sama.
HVAS dan LVAS Hasil perbandingan konsentrasi PM10, PM2,5
Hasil pengukuran menggunakan HVAS dari hasil pengukuran kedua alat disajikan
menunjukkan konsentrasi TSP berada dibawah dalam Gambar 4 dan Gambar 5.

Tabel 1. Hasil Pengukuran TSP, PM10, PM2,5 dengan HVAS

No Tanggal Sampling TSP (µg/Nm3) PM10 (µg/Nm3) PM2,5 (µg/Nm3)


1 12-13/4/2018 98 71,5 69,1
2 18-19/4/2018 121 92,9 93,0
3 26-27/4/2018 49 32,5 23,3
4 2-3/5/2018 139 101,0 97,7
5 8-9/5/2018 95 71,4 66,1
6 16-17/5/2018 78 58,8 54,8
7 22-23/5/2018 78 54,8 50,5

Tabel 2. Hasil Pengukuran PM2,5 dan PM10 dengan Gent Sampler

No Hasil (µg/Nm3)
Tanggal Sampling
PM2,5 PM kasar PM10
1 12/04/2018 7,60 18,44 26,04
2 18/04/2018 25,36 1,48 26,84
3 27/04/2018 4,25 4,62 8,87
4 02/05/2018 26,92 10,04 36,96
5 08/05/2018 24,78 8,65 33,43
6 16/05/2018 7,07 10,00 17,07
7 22/05/2018 15,80 9,92 25,72

87
Ecolab Vol. 12 No. 2 Juli 2018 : 53 - 102

Gambar 4. Perbandingan Hasil Pengukuran PM10 LVAS dan HVAS

Gambar 5. Perbandingan Hasil Pengukuran PM2,5 LVAS dan HVAS

Nilai PM10 dan PM2,5 yang diukur dengan serta suhu pada waktu sampling. Penelitian
HVAS cenderung memberikan nilai pola yang terdahulu mengenai korelasi beberapa metode
relatif sama dengan nilai PM10 dan PM2,5 yang dan instrumen pengukuran aerosol di atmosfer
diukur menggunakan LVAS (Gent sampler) yang dilakukan oleh Hitzenbarger, juga
kecuali pada data sampling ke-7. Pada data menyebutkan bahwa terdapat banyak faktor
perbandingan konsentrasi PM10, 85% data lain yang membuat nilai konsentrasi partikulat
memiliki rasio 0-3.5, sedangkan data yang beberapa alat berbeda, namun tetap dalam
dengan rasio >3.5 hanya 15%. Pada data satu pola adalah karakteristik dari filter
perbandingan konsentrasi PM2,5, 71,4% data yang digunakan, seperti bahan filter, ukuran
memiliki rasio 2-5 dan <29% data memiliki filter, face velocities, dan porositas dapat
rasio >5. Nilai rasio dan pola akan terlihat memengaruhi mudah tidaknya suatu partikulat
lebih baik apabila jumlah data lebih banyak menempel pada filter tersebut [11].
dan pengambilan data dilakukan lebih sering. Korelasi Hasil Pengukuran Partikulat
Perbedaan beberapa nilai rasio yang tinggi HVAS dan LVAS
dan pola yang tidak sama dapat disebabkan Hasil kajian korelasi pengukuran konsentrasi
oleh beberapa hal, yaitu laju alir, total volume PM10 dan PM2,5 LVAS (Gent sampler) terhadap
udara, dan kondisi meteorologis lainnya konsentrasi PM10 dan PM2,5 HVAS disajikan
seperti kelembaban, arah dan kecepatan angin, pada Gambar 6 dan Gambar 7 dibawah ini:

88
Isfi Rohmah, Rita...: Studi Awal Perbandingan Motede Sampling Kualitas Udara:...

Gambar 6. Korelasi Hasil Pengukuran Konsentrasi PM10 Gent sampler Terhadap


Konsentrasi PM10 HVAS

Gambar 7. Korelasi Hasil Pengukuran Konsentrasi PM2,5 Gent sampler Terhadap


Konsentrasi PM2,5 HVAS

Perhitungan hasil korelasi menggunakan Pada Tabel 3 dan Tabel 4 diatas dijelaskan
regresi linear menunjukkan bahwa data bahwa nilai korelasi antara PM10 , PM 2,5
perbandingan dua alat tersebut memiliki HVAS dengan PM10, PM2,5 HVAS sebesar 1,
hubungan linier positif dengan R2 masing- hal ini berarti korelasi antara variabel dengan
masing 0,701 untuk PM10 dan 0,6169 untuk variabel itu sendiri hasilnya akan selalu 1.
PM2,5. Nilai R2 yang diperoleh memberikan Nilai korelasi antara kolom PM 10 HVAS
arti bahwa data kedua alat saling memengaruhi dengan baris PM10 LVAS sebesar 0,8363 dan
sebesar 70-62%. Kemudian perhitungan nilai pada kolom PM 2,5 HVAS dan baris PM 2,5
korelasi dilakukan dengan analisis data Ms. LVAS bernilai 0,7864. Hasil yang sama juga
Excel yang ditunjukkan pada Tabel 3 dan ditemukan pada perhitungan korelasi dengan
Tabel 4 dibawah ini: SPSS, terlihat pada Gambar 8 bahwa nilai
Tabel 3. Tabel Hasil Korelasi Data Analisis Ms. (r) korelasi antara HVAS dan LVAS adalah
Excel Untuk PM10
0,836 dan 0,786 masing-masing untuk PM10
PM10 HVAS PM10 LVAS
dan PM2,5. Selain itu nilai signifikansi 0,05
PM10 HVAS 1
menunjukan data 95% data signifikan. Nilai
PM10 LVAS 0,836374 1
korelasi positif dan tanda bintang (*) satu
Tabel 4. Tabel Hasil Korelasi Data Analisis Ms. mengindikasikan data bersifat searah [12].
Excel Untuk PM2,5
PM2,5 HVAS PM2,5 LVAS
PM2,5 LVAS 1
PM2,5 LVAS 0,786409 1

89
Ecolab Vol. 12 No. 2 Juli 2018 : 53 - 102

Gambar 8. Hasil Korelasi Konsentrasi PM10 & PM2,5 HVAS dan LVAS (Gent sampler)
dengan SPSS.

Hasil korelasi kedua software tersebut manual dengan rumus matematis korelasi
kemudian dikoreksi dengan perhitungan [13] dengan hasil sebagai berikut:

Tabel 5. Tabel Hasil Perhitungan Rumus Matematis Korelasi PM10 HVAS dengan PM10 LVAS

No X Y X2 Y2 XY rXY PM10
1 71,5 26,04 5105,8 678,08 1860,676
2 92,9 26,84 8623,2 720,39 2492,4
3 32,5 8,87 1054,4 78,77 288,1857
4 101,0 36,96 10197,3 1366,04 3732,284
0,836374
5 71,4 33,43 5093,3 1117,88 2386,154
6 58,8 17,07 3452,7 291,52 1003,273
7 54,8 25,72 3008,1 661,52 1410,647
TOTAL 482,7 174,9 36534,9 4914,2 13173,6
Keterangan, X = PM10 HVAS, Y = PM10 LVAS

Tabel 6. Tabel Hasil Perhitungan Rumus Matematis Korelasi PM2,5 HVAS dengan PM2,5 LVAS

No X Y X2 Y2 XY rXY PM2,5
1 69,1 7,60 4769,9 57,76 524,8902
2 93,0 25,36 8640,3 643,13 2357,297
3 23,3 4,25 542,8 18,06 99,01777
4 97,7 26,92 9543,7 724,69 2629,868
0,786409
5 66,1 24,78 4363,8 614,18 1637,114
6 54,8 7,07 2999,7 50,04 387,4413
7 50,5 15,80 2554,3 249,64 798,5299
TOTAL 454,4 111,8 33414,5 2357,5 8434,2
Keterangan, X = PM2,5 HVAS, Y = PM2,5 LVAS

90
Isfi Rohmah, Rita...: Studi Awal Perbandingan Motede Sampling Kualitas Udara:...

Hasil perhitungan menggunakan rumus nilai korelasi kedua data hasil pengukuran
matematis korelasi pearson [13] menunjukkan HVAS dan LVAS. Setelah itu kajian mengenai
hasil yang sama dengan korelasi menggunakan korelasi beberapa instrument pengukuran
data analisis Ms. Excel dan SPSS, nilai kosentrasi partikulat udara ambien lain
korelasi yang didapatkan adalan 0,836374 yang digunakan di daerah-daerah di seluruh
dan 0,786409 masing-masing untuk PM10 dan Indonesia dapat dilakukan.
PM2,5. Nilai korelasi tersebut tergolong kuat
karena mendekati 1 [12]. Untuk mengetahui UCAPAN TERIMAKASIH
kebenaran hipotesis dilakukan perhitungan Penelitian ini terlaksana atas kerjasama
nilai t. Nilai t 0 untuk PM 10 adalah 3,410 Universitas Surya, P3KLL, dan PSTNT -
sedangkan PM2,5 adalah 2,847, sedangkan nilai BATAN Bandung. Penulis juga mengucapkan
t (t-tabel) adalah 2,571. Nilai t0 PM10 dan PM2,5 terimakasih kepada seluruh tim bidang
keduanya lebih besar dibanding dengan nilai t pemantauan serta Bidang Laboratorium
(t-tabel) sehingga hipotesis yang menyatakan Rujukan dan Pengujian khususnya
bahwa “Terdapat korelasi hasil pengukuran laboratorium udara – P3KLL, serta semua
konsentrasi partikulat udara ambien dari alat pihak yang membantu terlaksananya kegiatan
High Volume Air Sampler (HVAS) dan Low ini.
Volume Air Sampler (LVAS)” diterima [12]
[13].
DAFTAR PUSTAKA
(1) Republik Indonesia, Peraturan
SIMPULAN Pemerintah Nomor 41: Pengendalian
Hasil pengukuran konsentrasi PM10 dan PM2,5 Pencemaran Udara, Jakarta, 1999.
HVAS dan LVAS (Gent sampler) memiliki (2) BSNI, “RSNI3 Udara Ambien:
kecenderungan pola yang sama. Hasil kajian Berikan Pendapat untuk Udara
Sehat,” 15 September 2016.
korelasi PM10 dan PM2,5 LVAS terhadap PM10
[Online]. Available: http://bsn.
dan PM2,5 HVAS adalah hubungan linear
go.id/main/berita/berita_det/7812/
positif dengan nilai R2PM10=0,701 dan R2PM2,5
RSNI3-Udara-Ambien---Berikan-
=0,6169. Nilai korelasi yang dihasilkan adalah Pendapat-untuk-Udara-Sehat-#.
korelasi kuat dengan nilai r mendekati 1. Hasil Wnb4H6iWbIU. [Diakses 04
tersebut menunjukkan keeratan nilai dari data January 2018].
PM10 dan PM2,5 LVAS terhadap PM10 dan PM2,5 (3) EPA, “Smart City Air Challenge
HVAS, sehingga nilai yang dihasilkan LVAS Resource Page: Air Pollution,” 15
cukup representatif dengan HVAS. July 2017. [Online]. Available:
https://developer.epa.gov/air-
pollution/.
SARAN
(4) Y. Ruslinda and D. Wiranata,
Pengukuran dapat dilakukan lebih sering “Analisis Kualitas Udara Ambien
dengan memperhatikan kondisi udara ambien Kota Padang akibat Pencemar
optimal selain itu, pengembangan metode ini Particulate Matter 10 µm (PM10),”
dapat disempurnakan dengan modelan dari Jurnal TeknikA, pp. 19-28, 2014.

91
Ecolab Vol. 12 No. 2 Juli 2018 : 53 - 102

(5) Republik Indonesia, Standar (9) IAEA, “Sampling and Analytical


Nasional Indonesia 19-7119.3- Methodologies for Instrumental
2005: Cara Uji Partikel Tersuspensi Neutron Activation Analysis
Total Menggunakan Peralatan of Airborne Paniculate Matter,
HVAS dengan Metoda Gravimetri, TRAINING COURSE SERIES
Jakarta, 2005. No.4,” International Atomic Energt
(6) D. P. Atmodjo, N. Suherman dan Agency, Vienna, 1992.
S. Kurniawati, “SAMPLING (10) A. Markwitz, Operating Manual
PARTIKULAT UDARA PADA for Gent Sampler, RAS/07/013,
LINGKUNGAN UDARA Vienna: IAEA, 2004.
TERBUKA (AMBIEN),” dalam (11) R. Hitzenberger, A. Berner,
Seminar Nasional Sains dan Z. Galambos, Z. Meanhut, J.
Teknologi Nuklir , Bandung, 2011. Cafmeyer, J. Schwarz, K. Muller,
(7) W. Maenhaut, F. Francois and J. G. Spindler, W. Wieprecht, K.
Cafmeyer, “The “Gent” Stacked Acker, R. Hillamo dan T. Makela,
Filter Unit (SFU) Sampler for the “Intercomparison of methods to
Collection of Atmospheric Aerosols measure the mass concentration
in Two Size Fractions: Description of the atmospheric aerosol during
and Instructions for Installation and INTERCOMP2000—influence
Use,” International Atomic Energy of instrumentation and size cuts,”
Agency, Vienna, 1993. Atmospheric Environment, pp.
(8) D. P. D. Atmodjo, N. Suherman 6467-6476, 2004.
dan S. Kurniawati, “Sampling (12) S. Siregar, Metode Penelitian
Partikulat Udara Pada Lingkungan Kuantitatis Dilengkapi dengan
Udara Terbuka (Ambien),” dalam Perbandingan Perhitungan Manual
Prosiding Seminar Nasional Sains dan SPSS, Jakarta: Prenamedia
dan Teknologi Nuklir , Bandung, Group, 2012.
2011. (13) G. W. Heiman, Basic Statistic for
the Behaviour Sciences, Belmont,
USA: Wadsworth, 2011.

92