Anda di halaman 1dari 20

Makalah Mata KuliahPsikodiagnostik II

Metode Pengumpulan dan Pencatatan Data Observasi Rating dan Checklist

Kelas : A
Disusun Oleh :
Kelompok 9
No Nama NIM Nilai Nilai
. Makalah Individu
1 Theresia Theoangelica S 181301189
2 Angela Olivia Lubis 181301193
3 Ailsa Ramadhani 181301197
4 Sahnaz Salsabila 181301201
5 Siti Nurhaliza Harahap 181301205
6 Silvia Maharany Sihombing 181301217

Dosen Pengampu : Ika Sari Dewi, M.Pd., Psikolog

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


FAKULTAS PSIKOLOGI
2020
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah
memberikan berkat, rahmat, serta petunjuk-Nya kepada kami sehingga dapat
menyelesaikan tugas makalah mata kuliah Psikodiagnotik II (observasi) ini
dengan baik, sesuai dengan waktu yang telah ditentukan .
Selanjutnya kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada
seluruh dosen mata kuliah Psikodiagnotik II (observasi) ini yang telah berkenan
memberikan kesempatan kepada kami dalam pengerjaan tugas ini. kami sangat
menyadari dalam pembuatan tugas ini masih jauh dari sempurna, serta masih
banyak kekurangan. Hal ini disebabkan keterbatasan ilmu pengetahuan, dan waktu
yang ada. Maka dengan kerendahan hati kami mengharapkan kritik dan saran
yang sifatnya membangun bagi semua pihak.

Demikianlah yang dapat kami ungkapkan sebagai kata pengantar dan


semoga Tuhan Yang Maha Esa memberkahi makalah ini.

Medan, 10 Februari 2020

i
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN ……………………………………….………….... 1

Latar Belakang ………………………………………………………………....1

Rumusan Masalah …………………………………………………………….. 1

Tujuan Penelitian ……………………………………………………………... 1

BAB II ISI …………………………………………………………………..... 2

CHECKLIST AND RATING SCALES ………………………………………... 2

Checklist …………………………………………………………….…..….… 2

Penggunaan Checklist ……………………………………………………....… 2

Keuntungan Checklist ………………………………...……………………..... 2

Developing Checklist ……………………....…………………...………….…. 3

Participation Charts ……………………...…………….………………….…. 4

Developing Participation Charts ...................................................................... 4

Rating Scales …………………………………………………….………..….. 5

Kegunaan Rating Scales ……………………………………...…………..…... 6

Developing Rating Scales .................................................................................. 7

Constant Alternatives Scale …………………………………………...……... 8

Change Alternatives Scale ................................................................................ 8

Numerical Rating Scales ................................................................................... 8

Skala Penilaian Grafis Sedrhana …………………………………..……….… 9

Skala Penilaian Grafis Deskriptif ……………………………….....……….… 9

Rating Recording ………………………………………………..…………... 10

ii
BAB III PENUTUP ……………………………………………..………….. 14

Kesimpulan ………………………………………………………….…..…… 14

DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………..………. 15

iii
BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

            Observasi atau pengamatan adalah salah satu metode dalam pengumpulan


data. Tujuan dilakukannya observasi adalah memahami aktivitas-aktivitas yang
berlangsung, menjelaskan siapa saja orang-orang yang terlibat di dalam suatu
aktivitas, memahami makna dari suatu kejadian, serta mendeskripsikan setting
yang terjadi pada suatu aktivitas. Namun pada dasarnya, observasi dilakukan
untuk mengamati hal-hal yang kurang disadari oleh orang lain. Observasi
merupakan metode yang paling mudah dalam pengumpulan data dan informasi
bila dibandingkan dengan metode yang lain. Seorang pengamat atau observer
harus memiliki pengetahuan yang cukup atas objek observasi, memahami tujuan-
tujuan dilaksanakannya suatu penelitian, melakukan pengamatan secara kritis dan
cermat, mencatat setiap gejala yang terjadi selama proses observasi, serta harus
memiliki pengetahuan terhadap alat-alat ilmiah yang digunakan selama
observasi.Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini pemakalah akan mencoba
menjelaskan apa saja alat bantu pada metode observasi dan apa saja metode
pencatatan pada observasi.

Rumusan Masalah

·         Apa yang dimaksud dengan Checklist?

·         Apa yang dimaksud dengan Participation Charts?

·         Apa yang dimaksud dengan Rating Scale?

Tujuan Penulisan

·         Mengetahui apa yang dimaksud dengan Checklist?

.      Mengetahui apa yang dimaksud dengan Participation Charts?

. Mengetahui apa yang dimaksud dengan Rating Scale?

1
BAB II

ISI

CHECKLISTS AND RATING SCALE

 Checklist

Checklist menyediakan cara yang efisien untuk mencatat ada atau tidak adanya
suatu perilaku tertentu di dalam situasi tertentu. Checklist terdiri dari daftar
pernyataan tentang perilaku yang diharapkan untuk ditunjukkan. Untuk setiap
pernyataan dalam daftar, terdapat tempat untuk menunjukkan apakah perilaku
tersebut diamati atau tidak. Oleh karena itu, checklist memerlukan penentuan yes-
no dari pihak observer. Pada dasarnya, checklist menyediakan sarana untuk
mencatat apakah suatu perilaku ada atau tidak, atau lebih khusus, apakah perilaku
tersebut diamati atau tidak pada saat checklist digunakan. Biasanya checklist
menggunakan tanda centang (check mark), atau bisa juga menggunakan indikator
lain, yang ditempatkan pada ruang yang telah disediakan pada formulir checklist.

Perhatikan dalam mathematicschecklist, untuk item 3,5, dan 6 perilaku


anak harus bertepatan dengan semua bagian item sebelum tanda dibuat untuk
menunjukkan bahwa anak tersebut menunjukkan perilaku tersebut. Tanda di buat
sesuai dengan informasi yang didapatkan selama pengamatan. Seringkali checklist
diatur sehingga tidak menunjukkan adanya tanda perilaku tersebut tidak diamati.

Penggunaan checklist

Checklist digunakan untuk menilai perilaku yang muncul pada saat pengamatan
dilakukan, atau ketika perilaku yang ditunjukkan diketahui sebelumnya dan ketika
muncul perlu memberikan indikasi frekuensi dan atau karakteristik kualitas
kinerja. Jika pada saat pengamatan langsung perilaku yang terlihat muncul secara
tiba-tiba, maka akan digunakan anecdotal record.

Keuntungan checklist

Salah satu keuntungan menggunakan checklist adalah informasi perilaku dapat


direkam dengan cepat dan lebih efisien dalam hal waktu. Karena dalam checklist
sudah terdapat daftar pernyataan tentang perilaku individu yang akan diamati oleh

2
observer. Daftar-daftar tersebut dapat dibuat dalam beberapa urutan misalnya,
mulai dari perilaku yang umum dilakukan sampai pada perilaku yang khusus, atau
dapat juga diurutkan dalam urutan abjad. Hal tersebut dilakukan untuk
meningkatkan efisiensi dalam melakukan pengamatan.

Developing Checklists

Langkah pertama dalam mengikuti pengembangan checklist adalah untuk


mempertimbangkan tujuan yang terlibat dalam mengumpulkan informasi. Dalam
beberapa kasus, ini berarti bahwa titik awal dalam checklistadalah tujuan
pengajaran atau perilaku yang ditetapkan oleh guru atau peserta didik itu sendiri.
Tujuan dengan mudah diterjemahkan ke dalam pernyataan yang akan dimasukkan
pada checklist tersebut. Hal ini penting untuk menggambarkan dengan jelas dan
ringkas pada setiap tindakan tertentu yang diharapkan untuk diamati pada peserta
didik. Jika dalam merumuskan tujuan perilaku dengan objektif, maka sangat
mungkin bahwa terjemahan tujuan akan menjadi pernyataan untuk checklistyang
akan menghasilkan pernyataan yang jelas.

Hal ini juga mungkin untuk menambahkan pernyataan ke checklist tentang


variasi atau penyimpangan yang mungkin akan terjadi dalam perilaku apa pun
yang harus diamati. Dengan cara ini, efisiensi pengamatan akan meningkat.
Kesulitan-kesulitan yang akan terjadi kemudian dapat diterjemahkan ke dalam
pernyataan untuk checklist sehingga variasi atau penyimpangan dari perilaku yang
diantisipasi dapat dicatat, serta contoh perilaku yang diharapkan. Dengan cara ini,
informasi diagnostik yang berguna kemungkinan akan dicatat sehingga keputusan
pengajaran yang tepat dapat dibuat.

Dalam banyak kasus, informasi tentang ada atau tidak adanya suatu
perilaku dapat dielaborasi dengan menunjukkan urutan terjadinya perilaku atau
tanggal perilaku ditunjukkan.Pencatatan perilaku pada checklistharus dalam
urutan logis untuk dapat meningkatkan efisiensi pengamatan yang dilakukan.
Urutan perkiraan di mana perilaku diharapkan terjadi adalah salah satu metode
yang tepat untuk menentukan bagimana cara membuat daftar perilaku. Untuk
situasi di mana urutan kegiatan subjek adalah penting, checklist dapat diatur

3
sehingga urutan kegiatan dengan jelas ditunjukkan, dan angka atau huruf
ditempatkan di samping setiap pernyataan dari urutan aktivitas yang diharapkan.

Untuk beberapa kurikulum, pertumbuhan menuju hasil pembelajaran


tertentu mungkin agak lambat dan dapat terjadi selama periode waktu yang cukup
lama. Untuk situasi ini, penghitungan dapat dilakukan dengan tanggal, bukan
tanda centang, di samping pernyataan checklist tentang perilaku yang diharapkan.
Dengan cara ini, tanggal melampaui hanya menunjukkan keberadaan perilaku.
Untuk situasi seperti ini, pengamat menyelesaikan lebih dari sekedar mencatat
rekor perilaku ketika itu terjadi. Prosedur lainadalah menggunakan prosedur
penghitungan perilaku dan charting prosedureuntuk mengumpulkan informasi
yang kemudian dapat dicatat pada daftar periksa.

 Participation Charts

Participation charts mungkin mirip dengan checklist bahwa guru biasanya


menggunakannya untuk mencatat ada atau tidaknya perilaku tertentu, digunakan
ketika subjek sedang diamati secara bersamaan dan ketika partisipasi mereka
dalam beberapa kegiatan membentuk tujuan untuk melakukan pengamatan.
Contoh situasi yang dapat menggunakan participation chart adalah diskusi
kelompok.

Developing Participation Charts

Bagan partisipasi dikembangkan hanya untuk mendaftar nama-nama peserta didik


dan menyediakan ruang untuk menghitung partisipasi setiap pelajar. Salah satu
format yang memungkinkan adalah mengatur bagan menjadi baris dan kolom.
Nama- nama anak dapat dimasukkan di setiap baris dan tanda penghitungan
dicatat dalam kolom saat partisipasi ditunjukkan oleh masing-masing anak. Harus
ada ruang pada formulir catatan untuk menunjukkan jenis kegiatan di mana
partisipasi diinginkan, bersama dengan waktu dan nama pengamat, seperti yang
ditunjukkan dalam grafik partisipasi sampel yang diberikan di sini. Untuk
kegiatan di mana anak-anak memiliki pengaturan tempat duduk
khusus,dimungkinkan untuk merancang bentuk partisipasi seperti peta di
sepanjang garis grafik tempat duduk.  Contoh jenis formulir ini, Grafik Partisipasi

4
B, ditampilkan di halaman 112. Di kedua grafik partisipasi, pengamat hanya
menghitung berapa kali anak berpartisipasi dengan membuat tanda penghitungan
tunggal setiap kali ia mengamati partisipasi. Tanda penghitungan nanti dapat
ditambahkan untuk menentukan jumlah total partisipasi selama kegiatan.  

Jika beberapa indikasi kualitas partisipasi diperlukan, kategori sederhana


atau sistem pengkodean dapat dikembangkan sehingga, bersama dengan jumlah
partisipasi, kualitas setiap partisipasi dapat direkam secara bersamaan. Dalam
kasus seperti itu tidak akan mungkin untuk menggunakan tanda penghitungan
sederhana karena pengkodean yang berbeda. 

Dalam situasi diskusi kelompok, misalnya, tiga kategori kontribusi dapat


diuraikan: (1) kontribusi yang relevan;  (2) kontribusi yang tidak relevan; atau (3)
kontribusi netral. Simbol untuk kontribusi yang relevan mungkin merupakan
tanda garis miring (/), untuk kontribusi yang tidak relevan, lingkaran kecil (o), dan
untuk kontribusi netral, garis horizontal pendek (-). Bagan partisipasi yang
dihasilkan mungkin terlihat seperti Bagan Partisipasi C dan D, pada halaman 114
dan 115. Untuk menambah efisiensi pada proses pengamatan, perlu untuk
mengembangkan skema pengkodean yang menggunakan simbol yang dapat
ditulis dengan cepat.  Kode yang harus direkam dengan menggunakan titik di
dalam segitiga (A) akan agak tidak efisien karena akan memakan waktu banyak
pengamat, dibandingkan dengan waktu yang dibutuhkan untuk membuat tanda
penghitungan, untuk membuat rekaman.  

 Rating Scales

Skala penilaian sama dengan daftar periksa karena mereka digunakan ketika
perilaku yang akan diketahui sebelumnya, tetapi mereka melebihi batas daftar
periksa ketika ada kebutuhan tambahan untuk mencatat frekuensi dan / atau
karakteristik kualitas perilaku. Seperti halnya dengan daftar periksa, skala
penilaian membantu memusatkan perhatian pengamat pada perilaku tertentu, dan
mereka cenderung mendorong ketepatan dalam proses pengamatan.  

5
Kegunaan Rating Scales 

Kapanpun sesuai dengan tujuan pengamatan dilakukan dan di mana


dimungkinkan untuk menentukan sejauh mana kualitas tertentu hadir, skala
penilaian dapat digunakan.  Biasanya, skala penilaian digunakan dalam situasi di
mana kinerja yang akan diamati memiliki beberapa aspek atau komponen yang
berbeda dan di mana setiap komponen akan dinilai pada skala atau dimensi yang
terpisah. Skala penilaian adalah, dengan cara, perpanjangan daftar periksa di mana
perilaku yang diamati terdaftar dan kesempatan diberikan untuk menunjukkan
sejauh mana perilaku terjadi - frekuensi perilaku - dan juga, ada kesempatan
untuk menunjukkan karakteristik kualitas kinerja.

Bentuk catatan skala penilaian tipikal terdiri dari daftar perilaku, dan
komponen atau aspek perilaku ini yang akan dinilai oleh pengamat, dan beberapa
jenis skala untuk menunjukkan sejauh mana perilaku itu hadir. Dengan kata lain,
skala peringkat hanyalah alat untuk secara sistematis merekam penilaian
pengamat tentang kinerja. Karena penilaian harus dibuat, ada banyak
kemungkinan kesalahan. Perbedaan utama antara daftar periksa dan skala
penilaian adalah bahwa pengamat hanya mengindikasikan ada atau tidak adanya
perilaku dengan daftar periksa, dan dia menunjukkan penilaiannya tentang
frekuensi dan / atau karakteristik kualitas kinerja ketika dia menggunakan skala
peringkat. Aspek atau dimensi kinerja yang digunakan pada skala peringkat harus
diturunkan dari tujuan untuk pengamatan dan harus sedemikian rupa sehingga
dapat diamati secara langsung. Karena tampaknya ada kecenderungan untuk
mengembangkan skala penilaian untuk bidang-bidang di mana tidak ada banyak
kesempatan untuk melakukan pengamatan yang diperlukan, penggunaan skala
penilaian harus dibatasi pada situasi di mana pengamat cukup terpisah dari
kegiatan di mana subjek pengamatan dilakukan sehingga pengamat dapat
berkonsentrasi dan mengendalikan penilaiannya. 

6
Ketika dikembangkan dengan baik, skala penilaian memiliki beberapa
keunggulan penting. Mereka dapat mengarahkan pengamatan ke arah dimensi
perilaku yang spesifik dan jelas. Mereka dapat memberikan landasan bersama
untuk membandingkan anak-anak dengan perilaku yang sama jika perbandingan
adalah bagian dari tujuan guru untuk pengambilan keputusan. Skala penilaian
juga menyediakan cara yang nyaman untuk mencatat penilaian pengamat.

Developing Rating Scales

Jenis skala yang digunakan dalam menilai perilaku harus ditentukan berdasarkan
tujuan untuk pengamatan. Skala ini perlu diterjemahkan ke dalam sebuah
rangkaian yang di dalamnya terdapat berbagai tingkat kualitas dan atau frekuensi
untuk kinerja tersebut.Kontinum dapat dibagi menjadi beberapa bagian yang
berbeda, dalam hal ini penilai dipaksa untuk memilih titik tertentu di sepanjang
kontinum; atau kontinum dapat dibangun sedemikian rupa sehingga penilai
diperbolehkan untuk menunjukkan peringkatnya di setiap titik sepanjang
kontinum. Dalam setiap kasus, setiap kategori sepanjang kontinum harus
didefinisikan secara spesifik sesuai dengan tujuan pengamatan. Sebagaimana telah
menjadi perhatian kami dengan jenis alat perekam lainnya, dimensi perilaku yang
akan dinilai harus dinyatakan sedemikian sehingga dapat diamati secara langsung.
Kita akan melihat bahwa beberapa jenis skala penilaian memberikan peluang
lebih banyak kepada beller untuk memenuhi kriteria ini daripada yang lain.
Pertimbangan umum lainnya dalam menyusun skala peringkat adalah untuk
memastikan bahwa daftar dimensi perilaku merepresentasikan item yang
unidimensional yaitu, hanya satu komponen perilaku yang terlibat untuk peringkat
yang diberikan. Jika penilai harus mempertimbangkan dua komponen perilaku
secara bersamaan, ia tidak pernah yakin berapa banyak bobot yang harus
diberikan untuk berbagai komponen dan, sebagai hasilnya, peringkatnya
kehilangan objektivitas.

Beberapa pertimbangan umum lainnya, yang cenderung meningkatkan


obyektifitas dan keandalan skala penilaian sebagai alat perekam untuk
pengamatan, adalah sebagaiberikut: (1) Sering kali ide yang baik untuk

7
memberikan ruang komentar setelah setiap dimensi perilaku; dengan cara itu,
penilai dapat mencatat alasan untuk membuat ratine tertentu. Ini agak mirip
dengan catatan anekdotal.

(2) Ruang atau entri harus disediakan yang memungkinkan raler untuk
menunjukkan bahwa ia tidak memiliki peluang yang memadai untuk mengamati
dimensi perilaku tertentu. Penambahan skala penilaian ini, yang menambah
kejelasan pada catatan, patut dipertimbangkan karena berbagai jenis skala
penilaian dikembangkan dan diuji di lapangan. Ruang untuk komentar tambahan
dari sifat anecdotał mungkin sangat berguna nantinya ketika mengevaluasi skala.

Constant Alternatives Scale

Seperti yang dinyatakan sebelumnya, ada beberapa jenis skala yang tersedia dan
jenis yang akan digunakan dalam situasi tertentu harus dipilih berdasarkan tujuan
pengamatan. Beberapa jenis skala, yang relevan dengan situasi yang diuraikan
dalam contoh, akan dimasukkan dalam bab ini. Skala di mana serangkaian
alternatif yang sama digunakan untuk menilai setiap dimensi perilaku disebut
skala alternatif konstan. Alternatif konstan ini dapat mengambil berbagai bentuk
deskripsi, seperti selalu, kadang-kadang, tidak pernah, atau baik, adil, miskin;
atau mereka dapat mengambil bentuk peringkat numerik, angka mulai dari 1
hingga 5 dengan 1 jarang dikodekan dan 5 hampir selalu dikodekan, atau 1
dikodekan sebagai miskin dan 5 dikodekan sebagai sangat baik. Skala Penilaian
Kegiatan Proyek adalah contoh dari skala alternatif konstan, menggunakan karena
ia melakukan serangkaian deskriptor yang sama untuk setiap dimensi perilaku.
Jenis deskriptor atau skala angka yang digunakan tidak sepenting fakta bahwa
skala alternatif konstan tidak diharapkan menghasilkan hasil yang objektif seperti
skala yang mencakup deskriptor yang lebih spesifik dari dimensi perilaku yang
akan dinilai.

Change Alternative Scale

Skala penilaian di mana sekumpulan alternatif yang berbeda digunakan untuk


menilai dimensi perilaku yang berbeda dikelompokkan mengubah skala peringkat
alternatif. Dalam hal ini, tentu saja, kita memiliki kebalikan dari skala alternatif

8
konstan. Untuk detail dimensi perilaku yang tercantum pada skala peringkat, satu
jenis alternatif dapat digunakan, dan untuk dimensi perilaku lainnya, alternatif
lain. Sebuah ilustrasi sederhana tentang hal ini mungkin merupakan situasi di
mana beberapa dimensi perilaku melibatkan peringkat kualitas. Untuk dimensi
frekuensi, kami mungkin ingin menggunakan alternatif seperti biasa, kapan, dan
tidak pernah, dan untuk dimensi kualitas, kami mungkin menggunakan
serangkaian alternatif seperti miskin, adil, dan baik. Setiap kali menggabungkan
alternatif yang digunakan untuk menggambarkan kontinum peringkat dalam skala
peringkat yang sama, telah mengembangkan jenis skala peringkat yang disebut
skala alternatif yang berubah.

Numerical Rating Scales

Beberapa skala peringkat disebut skala peringkat numerik. Biasanya skala


peringkat numerik juga merupakan jenis alternatif konstan; namun, dimungkinkan
untuk mengubah alternatif dan menghasilkan skala peringkat numerik yang
merupakan tipe alternatif yang berubah. Dalam menggunakan skala penilaian
numerik, penilai atau pengamat cukup memeriksa atau melingkari angka untuk
menunjukkan sejauh mana suatu perilaku hadir atau untuk menunjukkan tingkat
kualitas yang ada dalam kinerja perilaku. Biasanya masing-masing angka dalam
seri diberi deskripsi verbal sehingga penilai yakin akan makna kode angka.
Namun, kadang-kadang, pengamat hanya diberi tahu bahwa angka terbesar
mengacu pada peringkat tinggi, angka terendah mengacu pada peringkat rendah,
dan angka lainnya mewakili nilai-nilai antara. Dalam contoh di halaman 120,
Bermain Peran oleh Anak-Anak Kecil, hanya titik akhir dari skala yang telah
dijelaskan dan penilai harus menggunakan penilaiannya sendiri tentang apa yang
merupakan titik tengah. Kita akan melihat bahwa, seringkali, hanya
menggambarkan titik akhir dari skala dimungkinkan ketika mengembangkan skala
numerik atau ketika mengembangkan beberapa jenis skala penilaian deskriptif
lainnya - terutama skala penilaian grafik.

Skala Penilaian Grafis Sederhana

Skala grafik sederhana adalah skala di mana garis digambar dan titik di sepanjang
garis diidentifikasi. Penilai diizinkan untuk menandai di mana saja di sepanjang

9
garis, bahkan di antara titik-titik yang telah diidentifikasi. Ada kemungkinan
bahwa hanya titik akhir dari grafik atau garis yang akan dijelaskan. Dalam hal ini,
pengamat hanya diberikan panduan minimum dalam membuat peringkatnya.
Deskriptor titik akhir pada grafik menunjukkan kepada pengamat apa yang harus
ia pertimbangkan, tetapi menyerahkan keputusan tentang apa yang merupakan
derajat menengah dari kinerja kepada pengamat. Bagian "grafik" dari skala
penilaian grafik sederhana terdiri dari garis horizontal sederhana.

Setiap kali kategori yang ditandai di sepanjang kontinum atau grafik


adalah sama untuk setiap dimensi perilaku, skala peringkat - meskipun skala
penilaian grafik - akan disebut jenis alternatif konstan skala penilaian. Cukup
mudah untuk mengubah skala deskriptif atau numerik sederhana menjadi skala
grafik sederhana dengan menambahkan garis horizontal, atau grafik, ke skala
yang ada. Contoh skala grafik sederhana yang ditunjukkan pada halaman 122
benar-benar merupakan modifikasi (penyisipan garis horizontal) Skala Penilaian
Kegiatan Proyek yang digunakan sebelumnya.

Skala Penilaian Grafis Deskriptif

Jenis skala peringkat di mana masing-masing derajat kualitas atau frekuensi


secara khusus dijelaskan dalam istilah perilaku yang luas disebut skala penilaian
deskriptif spesifik. Jenis skala penilaian ini hampir selalu merupakan tipe
alternatif yang mengubah skala penilaian. Salah satu masalah yang terlibat dalam
menggunakan skala penilaian deskriptif spesifik adalah bahwa tidak ada cara
untuk menunjukkan peringkat yang mungkin terletak di antara dua deskripsi
perilaku yang berdekatan. Dimungkinkan untuk menggabungkan skala peringkat
deskriptif spesifik dengan skala peringkat grafik untuk menghasilkan jenis skala
peringkat yang disebut skala peringkat grafis deskriptif, karena skala peringkat
grafis deskriptif menangani masalah tidak dapat menandai antara dua perilaku
yang berdekatan deskripsi. Secara umum, skala grafis deskriptif adalah jenis skala
yang paling diinginkan untuk digunakan karena deskripsi spesifik yang diperlukan
untuk mengembangkannya umumnya mengarah pada pernyataan perilaku yang
lebih jelas dan lebih unidimensional. (Contoh item skala peringkat grafik
deskriptif disertakan pada halaman 124.) Hasil yang dihasilkan melalui

10
penggunaan skala peringkat grafik deskriptif umumnya informasi paling objektif
yang tersedia melalui penggunaan skala penilaian untuk mencatat pengamatan.

Rating Recording

Dalam metode penilaian, perilaku dinilai pada skala atau checklist, biasanya pada
akhir periode pengamatan. Skala penilaian biasanya melibatkan tingkat pengamat
yang lebih besar subjektivitas daripada metode rekaman perilaku lainnya.

Penggunaan utama pencatatan peringkat

Peringkat berguna untuk mengevaluasi aspek perilaku yang lebih global dan untuk
mengukur gambaran, seperti setelah penilaian psikometri telah selesai.Daftar
Periksa Perilaku dan Sikap di Bab 5 adalah salah satu prosedur penilaian tersebut.
Skala penilaian juga berguna untuk menilai perilaku atau produk yang sulit diukur
secara langsung. Misalnya, skala penilaian yang berkisar dari sangat buruk (I)
hingga sangat baik (7) dapat digunakan untuk menilai keterbacaan tulisan tangan,
kualitas produk seni dan kerajinan, kerapian ruangan, atau kinerja gaya selama
latihan fisik atau kegiatan lainnya.

Hasil berdasarkan peringkat dapat dibandingkan dengan hasil yang


diperoleh dari prosedur pengamatan yang lebih spesifik, seperti interval atau
pencatatan kejadian. Perbandingan semacam itu mengungkapkan konsistensi hasil
di seluruh metode. Peringkat berharga dalam beberapa situasi penilaian karena
harganya lebih murah daripada metode lain dalam hal waktu dan sumber daya
personel. Peringkat juga memungkinkan Anda untuk mempertimbangkan
petunjuk yang lebih halus dan unik, untuk mengatasi beberapa fragmentasi yang
terkait dengan jumlah perilaku, dan untuk mengevaluasi kualitas dan kesatuan
dalam perilaku anak yang tidak dapat diakses ke sistem pengkodean yang lebih
molekuler dan objektif. Karenanya peringkat dapat mengungkapkan aspek
pembentukan kesan yang lebih halus. Dimensi kuantitatif yang terkait dengan
peringkat kadang-kadang disebut "perilaku secara keseluruhan."

Cara mendesain rekaman peringkat

Dalam merancang rekaman penilaian, Anda harus memutuskan (a) berapa kali
Anda akan mengamati anak, (b) lamanya periode pengamatan, (c) periode waktu

11
di mana pengamatan akan dilakukan, (d) target perilaku yang harus diamati, dan
(e) metode pencatatan data.

Frekuensi, panjang, dan waktu periode pengamatan

Seperti dalam metode pencatatan lainnya, usia anak, latar, dan alasan penilaian
akan menentukan berapa kali Anda perlu mengamati anak, lamanya periode
pengamatan, dan kapan pengamatan akan dilakukan. Sesi observasi dapat
bertahan dari 10 hingga 30 menit atau lebih lama. Cobalah mengatur waktu
periode observasi sehingga Anda mendapatkan sampel perilaku yang
representatif. Jika mungkin, amati anak lebih dari satu kali dan pada waktu yang
berbeda di siang hari.

Perilaku target

Seperti dalam rekaman interval dan acara, pemilihan perilaku target Anda harus
didasarkan pada informasi sebelumnya dari rekaman naratif, wawancara.
pertanyaan rujukan, atau perilaku pengujian.

Metode pencatatan data

Peringkat dicatat pada skala peringkat, biasanya dengan lima atau tujuh poin.

Data kuantitatif dalam rekaman peringkat

Sumber utama data dalam peringkat adalah nilai skala (atau angka atauskor) pada
skala peringkat. Rekan kesulitan utama dengan peringkat adalah bahwa asumsi
yang mendasari nilai skala tidak selalu jelas; oleh karena itu pengamat mungkin
berbeda dalam interpretasi mereka tentang posisi skala. Memberikan contoh
terperinci perilaku yang terkait dengan setiap titik skala akan membantu pengamat
untuk menerapkan standar yang konsisten dalam menafsirkan nilai skala.
Peringkat harus selalu diberikan segera setelah sesi pengamatan selesai.
Menetapkan peringkat dari ingatan menciptakan peluanguntuk distorsi dan
kelalaian.

Keuntungan dari pencatatan peringkat

• cocok untuk merekam berbagai jenis perilaku

12
• dapat digunakan untuk menilai perilaku banyak individu atau kelompok secara
keseluruhan mencatat aspek perilaku yang halus

• menghasilkan data dalam bentuk yang sesuai untuk analisis statistik

• menggunakan waktu secara efisien

Kerugian dari pencatatan peringkat

• menggunakan nilai skala yang mungkin didasarkan pada asumsi yang tidak jelas

• mungkin memiliki relabilitas interrater yang rendah karena istilah yang


kompleks atau ambigu dan posisi skala yang ditafsirkan berbeda oleh pengamat
yang berbeda

• tidak cocok untuk merekam informasi kuantitatif penting, seperti frekuensi,


durasi, atau latensi perilaku

• tidak cocok untuk merekam kejadian sebelumnya dan akibatnya, kecuali metode
untuk melakukannya dibangun ke dalam desain rekaman peringkat

• mungkin tidak akurat jika ada penundaan waktu antara perilaku aktual dan
peringkat pengamat.

Ilustrasi rekaman peringkat

Skala peringkat perilaku dikembangkan untuk menilai keberadaan perilaku


tertekan (rasa sakit dan kecemasan) pada anak-anak yang menjalani prosedur
medis yang menyakitkan - pengobatan aspirasi sumsum tulang untuk kanker.
Skala dapat diselesaikan pada berbagai waktu selama prosedur. Pengamat tidak
berpartisipasi dalam prosedur perawatan; mereka memposisikan diri mereka
sendiri sehingga mereka tidak mengganggu tetapi masih memiliki pandangan
yang jelas tentang anak ketika dia berbaring di meja perawatan. Skala ini juga
dapat digunakan untuk menilai reaksi anak-anak terhadap prosedur medis
menyakitkan lainnya.

Metode Perekaman Interval, Acara, dan Peringkat: Keuntungan dan


Pertimbangan Khusus

13
Interval, acara, dan metode pencatatan peringkat mungkin tidak memberikan
kekayaan informasi yang dilakukan oleh penceritaan naratif, tetapi mereka
memungkinkan Anda untuk mengevaluasi perilaku minat khusus yang sistematis,
mencicipi sejumlah besar anak-anak dan berbagai situasi, membandingkan anak-
anak dan mengembangkan norma, dan menggeneralisasi temuan, semua dalam
suatu periode waktu.

14
BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Checklist merupakan cara yang efisien untuk mencatat ada atau tidak adanya suatu
perilaku tertentu di dalam situasi tertentu. Checklist terdiri dari daftar pernyataan
tentang perilaku yang diharapkan untuk ditunjukkan. Checklist digunakan untuk
menilai perilaku yang muncul pada saat pengamatan dilakukan, atau ketika
perilaku yang ditunjukkan diketahui sebelumnya dan ketika muncul perlu
memberikan indikasi frekuensi dan atau karakteristik kualitas
kinerja. Participation charts, mirip dengan checklist   yang biasanya digunakan
untuk mencatat ada atau tidaknya perilaku tertentu, digunakan ketika subjek
sedang diamati secara bersamaan dan ketika partisipasi mereka dalam beberapa
kegiatan membentuk tujuan untuk melakukan pengamatan.

Rating scales digunakan dalam situasi dimana kinerja yang diamati memiliki


beberapa aspek atau komponen yang berbeda dan dimana masing-masing
komponen akan dinilai pada skala atau dimensi yang terpisah. Rating
scales adalah perluasan dari checklist dimana perilaku yang diamati terlihat dan
diberikan kesempatan untuk menunjukkan sejauh mana perilaku terjadi (frekuensi
dari perilaku) dan juga, ada kesempatan untuk menunjukkan karakteristik kualitas
kinerja. Terdapat beberapa jenis skala yang tersedia yang  digunakan dalam situasi
tertentu yang harus dipilih berdasarkan tujuan pengamatannya, yaitu Constant
Alternatives Scales, Change Alternatives Scales, Numerical Rating Scales, Simple
Graphic Rating Scales, Descriptive Graphic Rating Scales

15
DAFTAR PUSTAKA

Cartwright, C., & Cartwright, G. (1974). Developing Observation Skills. New


York: McGraw-Hill.

Sattler, J. (1986). Assesment of Children . California: Jarome M. Sattler,


Publisher.

16