0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan15 halaman

Assesmen BK Non Tes

Makalah ini membahas tentang observasi sebagai metode assesmen non tes. Observasi merupakan pengamatan sistematis untuk mengumpulkan data secara langsung. Makalah ini menjelaskan pengertian observasi menurut para ahli, tujuan observasi, kelebihan dan kelemahan observasi, proses pengumpulan data dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta format yang digunakan dalam observasi.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan15 halaman

Assesmen BK Non Tes

Makalah ini membahas tentang observasi sebagai metode assesmen non tes. Observasi merupakan pengamatan sistematis untuk mengumpulkan data secara langsung. Makalah ini menjelaskan pengertian observasi menurut para ahli, tujuan observasi, kelebihan dan kelemahan observasi, proses pengumpulan data dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta format yang digunakan dalam observasi.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ASSESMEN BK NON TES

OBSERVASI

Disusun Oleh

Nur Rizqillah Al-Maulidah 1601015116

Almahdi Bayu Nugraha 160101

Siti Dina Novita

Zean Rizkilah

Kelas 2D

PROGRAM STUDI BIMBINGAN KONSELING

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA

2017
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarokatuh

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat dan karunia-Nya kepada
kita semua, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah dengan pokok bahasan
OBSERVASI . Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Assesmen BK Non
Tes.

Makalah ini merupakan hasil dari tugas mandiri bagi para mahasiswa, untuk belajar dan
mempelajari lebih lanjut tentang mengembangkan strategi dan metode pembelajaran.
Penyusunan makalah ini bertujuan untuk menumbuhkan proses belajar cara berkelompok kepada
mahasiswa, agar kreativitas dan penguasaan materi kuliah dapat optimal sesuai dengan yang
diharapkan.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan oleh
karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran demi perbaikan dan pengembangan
penyusunan tugas makalah selanjutnya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat dan senantiasa
menjadi pedoman dalam belajar untuk meraih prestasi yang gemilang.

Jakarta, 21 Maret 2017

Penyusun

Kelompok 2
DAFTAR ISI

Halaman

DAFTAR ISI.........................................................................................................................i
KATA PENGANTAR...........................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN.....................................................................................................1
A. Latar Belakang...........................................................................................................1
B. Rumusan Masalah......................................................................................................2
C. Tujuan Penulisan........................................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN......................................................................................................3
A. Pengertian Observasi.................................................................................................3
1. Pengertian Observasi menurut Para Ahli.............................................................4
B. Tujuan Observasi.......................................................................................................4
C. Kelebihan dan Kelemahan Observasi........................................................................5
D. Proses pengumpulan data dan factor-faktor...............................................................7
E. Format dalam Observasi............................................................................................9
F. Contoh Format Observasi..........................................................................................11

BAB III PENUTUP..............................................................................................................12

KESIMPULAN......................................................................................................................12

DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................................13
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Metode observasi merupakan metode assesmen yang tertua dalam psikologi. Metode
observasi telah digunakan untuk mengobservasi perilaku verbal maupun non-verbal.
Observasi langsung merupakan bagian penting dari proses penemuan, dalam pengajaran maupun
penelitian. Bertujuan untuk mengumpulkan data atau untuk mencatat bukti.
Observasi merupakan suatu pengamatan yang dilakukan secara sistematis dan sengaja
diadakan dengan menggunakan alat indera atas kejadian-kejadian yang langsung dapat ditangkap
pada waktu kejadian itu terjadi. Observasi biasanya dapat dikatakan sebagai alat penilaian yang
banyak digunakan untuk memperoleh data mengenai keterampilan, perilaku individu atau proses
kegiatan tertentu.

Observasi sebagai sarana untuk menggeneralisasi hipotesis atau ide. Pemahaman yang
diperoleh dari observasi tersebut dapat dijadikan landasan untuk merancang aktivitas yang akan
dilakukan dalam proses pembelajaran di sekolah. Observasi dapat digunakan sebagai sarana
untuk menjawab suatu pertanyaan khusus/spesifik. Observasi dapat memberikan gambaran yang
lebih realistis tentang suatu peristiwa atau perilaku, dibandingkan metode pengumpulan
informasi lainnya.

Melalui observasi dimungkinkan untuk mengukur perilaku seseorang yang tidak dapat diukur
dengan alat lain, misalnya pada anak yang memiliki kemampuan bahasa terbatas dan mengalami
kesulitan. Melalui observasi dimungkinkan bagi peneliti atau praktisi untuk memahami perilaku
anak dengan lebih baik, observasi dapat menjadi sarana dalam melakukan evaluasi.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari Observasi
2. Apa saja kelebihan dan kelemahan observasi
3. Bagaimana proses pengumpulan data dan apa faktor-faktor yang perlu
diperhatikan dalam menggunakan wawancara
4. Bagaimana format wawancara dalam observasi

C. Tujuan Penulisan
1. Mengetahui penjelasan tentang observasi
2. Mengetahui kelebihan dan kelemahan dalam observasi
3. Memahami faktor-faktor yang terjadi dalam observasi
4. Dapat mengumpulkan data dan mengolah data dengan baik melalui observasi

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Observasi

Istilah observasi berasal dari bahasa latin yang berarti melihat dan memperhatikan.
Istilah observasi diarahkan pada kegiatan memperhatikan secara akurat, mencatat fenomena yang
muncul, dan mempertimbangkan hubungan antar aspek dalam fenomena tersebut. Observasi
menjadi bagian dalam penelitian berbagai disiplin ilmu, baik ilmu eksak maupun ilmu sosial.
Observasi dapat berlangsung dalam konteks laboratorium maupun konteks alamiah.

Sebagai metode ilmiah, observasi biasa diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan
fenomena yang diselidiki secara sistematik, di mana seorang peneliti turun ke lapangan
mengamati hal-hal yang berkaitan dengan ruang, tempat, pelaku, kegiatan, waktu, peristiwa,
tujuan dan perasaan. Dalam arti yang luas observasi sebenarnya tidak hanya terbatas kepada
pengamatan yang dilakukan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Pengamatan tidak
langsung misalnya melaui questionnaire dan tes. Observasi harus dilakukan pada beberapa
periode waktu. Walaupun tidak ada ketetapan waktu khusus pada pelaksanaan pengamatan, akan
tetapi semakin lama semakin sering dilakukan, akan memantapkan reliabilitas hasil pengamatan.
Selain itu, teknik ini perlu dilakukakan pada situasi berbeda dan situasi natural.

Pengamatan juga harus dilakukan dalam konteks situasi keseluruhan. Dan data hasil
pengamatan harus diintegrasikan dengan data lain. Saat melakukan analisis, hal yang sangat
penting adalah menyertakan semua data atau hal-hal tentang objek yang diamati. Kegiatan
pengamatan juga harus dilakukan pada kondisi yang baik. pengamat yang lelah, situasi yang
tidak menguntungkan atau banyak gangguan akan mempengaruhi hasil pengamatan. Dalam
observasi seorang pengamat memperhatikan suatu hal secara akurat, kemudian mencatat
fenomena yang muncul, selanjutnya melihat hubungan anat aspek dalam fenomena tersebut.

1.1 Pengertian Observasi menurut Para Ahli


Pengertian observasi Menurut Patton (1990: 201 dalam Poerwandari, 1998: 63)
Observasi merupakan metode pengumpulan data essensial dalam penelitian, apalagi
penelitian dengan pendekatan kualitatif. Agar memberikan data yang akurat dan bermanfaat,
observasi sebagai metode ilmiah harus dilakukan oleh peneliti yang sudah melewati latihan-
latihan yang memadai, serta telah mengadakan persiapan yang teliti dan lengkap.
Pengertian observasi Menurut Flick (2002: 135)
Menjelaskan tentang observasi sebagai berikut: di samping kemampuan berbicara dan
mendengarkan sebagaimana digunakan dalam wawancara, observasi merupakan keterampilan
harian sebagai cara metodelogis disistematisir dan diterapkan dalam penelitian kualitatif. Tidak
hanya persepsi visual tetapi juga persepsi berdasarkan pendengaran, perasaan dan penciuman
yang diintegrasikan.

B. Tujuan Observasi

1. Mendapatkan data tentang suatu masalah, sehingga diperoleh pemahaman atau sebagai
alat re-checking atau pembuktian terhadap informasi/ keterangan yang diperoleh
sebelumnya.
2. Mendeskripsikan kejadian, orang, kegiatan dan maknanya bagi mereka (bukan bagi
observer)
3. Memperoleh data ilmiah yang akan digunakan untuk penelitian maupun untuk tujuan
assessment.
4. Untuk dapat mendeskripsikan setting yang akan dipelajari atau diteliti, dengan observasi
ini kita dapat mengetahui siapa saja orang-orang yang terlibat dalam aktifitas yang
diteliti, selain itu kita juga dapat mengetahui makna dari setiap kejadian yang terjadi.

Tujuan observasi bagi seorang psikolog pada dasarnya adalah sebagai berikut :

a) Untuk keperluan asessment awal dilakukan di luar ruang konseling, misalnya : ruang
tunggu, halaman, kelas, ruang bermain.
b) Sebagai dasar atau titik awal dari kemajuan klien. Dari beberapa kali pertemuan psikolog
akan mengetahui kemajuan yang dicapi klien.
c) Bagi anak anak, untuk mengetahui perkembangan anak anak pada tahap tertentu.
d) Digunakan dalam memberi laporan pada orang tua, guru, dokter dan lain lain.
e) Sebagai informasi status anak atau remaja di sekolah untuk keperluan bimbingan dan
konseling.
C. Kelebihan dan Kelemahan Observasi

Sebagai salah satu metode teknik konseling non tes, observasi memiliki beberapa kelebihan
dan kelemahan, sehingga beberapa antisipasi pada saat melakukan perencanaan dan pada saat
melakukan pengumpulan data melalui metode pengamatan.
Untuk itu akan dipaparkan kelebihan dan kekurangan metode pengamatan berikut ini:
Kelebihan observasi
1. Pengamat mempunyai kemungikinan untuk langsung mencatat hal-hal, perilaku
pertumbuhan, dsb. Sewaktu kejadian tersebut masih berlaku, atau sewaktu perilaku
sedang terjadi, sehingga pengamat tidak menggantungkan data-data dari ingatan
seseorang.
2. Pengamat dapat memperoleh data dan subjek, baik dengan berkomunikasi verbal ataupun
tidak, misalnya dalam melakukan penelitian. Sering subjek tidak mau berkomunikasi
secara verbal dengan penelitian karena takut tidak punya waktu atau enggan. Namun hal
ini dapat diatasi dengan adanya observasi.
3. Pengamatan bersifat selektif.
4. Pengamatan mendorong pengembangan subjek pengamatan.

Kelemahan Observasi
1. Kemampuan manusia untuk menyimpan secara akurat terhadap kesan yang diperoleh dari
hasil pengamatan sangat terbatas
2. Observasi tidak dapat dilakukan terhadap beberapa situasi atau beberapa peserta didik
sekaligus.
3. Cara pandang individu terhadap obyek yang sama juga belum tentu sama, sebab setiap
oran memiliki frame yang unik yang mungkin berbeda dengan yang lain.
4. Hasil pengamatan pada suatu kejadian tidak dapat diulang pada waktu lain.
5. Untuk mendapatkan gambaran menyeluruh dan ketepatan hasil, pengamatan perlu
dilakukan beberapa kali sehingga memerlukan waktu yang panjang.
6. Penafsiran terhadap hasil observasi sering kali bersifat subjektif, sehingga diperlukan
keterlibatan beberapa orang pegamat.
7. Sikap pengamat, jarak waktu yang panjang antara stu situasi dengan situasi yang diamati,
dan objektivitas pencatatan akan sangat dipengaruhi validitas pengamatan.
8. Orang akan salah tingkah jika ia tahu menjadi objek observasi, sehingga dapat
menyebabkan tidak alaminya pengamatan.

D. Proses Pengumpulan Data Dan Faktor-Faktor

Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka
mencapai tujuan penelitian. Tujuan yang diungkapkan dalam bentuk hipotesis merupakan
jawaban sementara terhadap pertanyaan penelitian. Jawaban itu masih perlu diuji secara empiris,
dan untuk maksud inilah dibutuhkan pengumpulan data. Data yang dikumpulkan ditentukan oleh
variabel-variabel yang ada dalam hipotesis. Data itu dikumpulkan oleh sampel yang telah
ditentukan sebelumnya. Sampel tersebut terdiri atas sekumpulan unit analisis sebagai sasaran
penelitian.

Variabel-variabel yang diteliti terdapat pada unit analisis yang bersangkutan dalam sampel
penelitian. Data yang dikumpulkan dari setiap variabel ditentukan oleh definisi operasional
variabel yang bersangkutan. Definisi operasional itu menunjuk pada dua hal yang penting dalam
pengumpulan data, yaitu indikator empiris dan pengukuran. Indikator empiris menunjuk pada
apa yang diamati dari variabel yang besangkutan, dan pengukuran menunjuk pada kualitas yang
diamati.

Sehubungan dengan masalah pengukuran ini, harus disadari bahwa kita menghadapi proyek
yang berbeda-beda yang mengakibatkan adanya variasi dalam pengukuran. Prof. Dr. Sutrisno
Hadi, M.A. (1987:97) menyebutkan 5 sumber variasi pada pengukuran, yaitu:

1. Perbedaan yang terdapat dalam obyek-obyek yang diukur;


2. Perbedaan situasi pada saat pengukuran dilakukan;
3. Perbedaan alat pengukuran yang digunakan;
4. Perbedaan penyelenggaraan atau administrasinya;
5. Perbedaan pembacaan dan atau penilaian hasil peng-ukurannya.

Faktor-faktor tersebut perlu diperhatikan dalam melakukan pengumpulan data. Masalah


validitas dan reliabelitas merupakan faktor yang perlu diperhatikan dalam masalah pengukuran
ini. Alat ukur dikatakan valid apabila alat itu mengukur yang diukurnya dengan teliti. Meter
adalah alat pengukur panjang, bukan berat. Tes kecerdasan adalah alat pengukur intelegensi,
bukan kerajinan. Pengukurnya valid jika alat ukur tersebut mengukur yang diukurnya dengan
teliti. Selanjutnya pengukuran dikatakan reliable (andal) jika alat ukur itu dipakai berulang-ulang
pada obyek sama, maka hasilnya tetap.

E. Format dalam Observasi

1. Penyusunan pedoman pengamatan


Sebelum melakukan pengamatan, konselor perlu merancang pedomannya agar proses
pengamatan tetap terarah dan data yang diperoleh sesuai dengan tujuan yang ingin
dicapai.
Langkah penyusunan pedoman pengamatan yaitu:
a) Menetapkan tujuan pengamatan
b) Menetapkan bentuk format pencatat hasil pengamatan sesuai tujuan.
c) Membuat format pencatat hasil pengamatan, apakah akan digunakan catatan
anekdot atau skala penilaian (penilaian numeric, skala penilaian grafis dan daftar
cek). Untuk mendapat gambaran tentang prosedur pembuatan dan contoh format
pencatatan hasil pengamatan
d) Melakukan uji coba pedoman pengamatan. untuk memperoleh data yang objektif,
maka setelah pedoman pengamatan selesai disusun, perlu dilakukan uji coba
pengamatan, langkah ini juga untuk mengetahui apakah skala penilaian yang akan
digunakan reliable atau tidak.
2. Pelaksanaan pengamatan
Pada saat konselor melakukan pengamatan, perlu memperhatikan beberapa hal berikut
ini.
a) Menetapkan peserta didik yang akan diamati (subjek pengamatan) sesuai tujuan.
b) Menetapkan jadwal dan tempat pengamatan
c) Menetapkan jumlah peserta didik yang akan diamati
d) Menetapkan jumlah konselor yang akan berfungsi sebagai pengamat.
e) Mempersiapkan format pencatat hasi dan alat perekam gambar sesuai kebutuhan.
f) Mengambil posisi yang tidak deketahui subjek pengamatan, sehingga kehadiran
pengamat tidak menarik perhatian subjek. Kemudian melaksanakan pengamatan.
g) Selama proses pengamatan, konselor harus melakukan pemusatan perhatian pada
situasi dan tingkah laku yang diamati. Setiap pengamat harus mencatat segera
dengan cermat dan teliti setiap tingkah laku dan situasi yang terjadi saat tingkah
laku muncul seperti apa adanya, pada format pencatatan hasil pengamatan yang
sudah disiapkan atau melakukan perekaman tanpa diketahui peserta didik yang
diamati. Untuk menjaga validitas hasil pengamatan pada saat melakukan
pencatatan, konselor sebagai pengamat tidak memasukan pedapt, dan penilaian
apapun terhadap situasi dan tingkah laku yang diamati. Hasil pengamatan perlu
didokumentasikan untuk menjaga kerahasiaan dan data hanya akan digunakan
untuk kepentingan proses membantu peserta didik.
h) Menutup pengamatan dengan membuat kesimpulan hasil pengamatan bersama
dengan seluruh pengamat.
3. Analisis hasil pengamatan
a) Hasil pencatatan atau perekaman proses pengamatan yang dilakukan oleh setiap
pengamat dikumpulkan
b) Setiap pengamat melakukan penskoran dan membuat deskripsi hasil
pengamatannya
c) Hasil pencatatan dan perekaman seluruh pengamat peserta didik, diidentifikasikan
dan dikelompokan sesuai dengan pokok-pokok tingkah laku yang diamati dan
pencapaian tujuan yang ditetapkan. Ini dilakukan dalam tim pengamat.
d) Kemudian secara bersama-sama melakukan analisis dan sintesa hasil pengamatan
dan menarik kesimpulan, sehingga memperkecil kemungkinan terjadi bias hasil
dan menjaga objektivitas hasil pengamatan.
LEMBAR OBSERVASI
KEAKTIFAN SISWA DALAM BELAJAR

Sekolah / Kelas : _________________


Hari / Tanggal : _________________
Nama Guru : _________________
Nama Observer : _________________

Tujuan :

1. Merekam data berapa banyak siswa di suatu kelas aktif belajar


2. Merekam data kualitas aktivitas belajar siswa

Petunjuk :

1. Observer harus berada pada posisi yang tidak mengganggu pembelajaran tetapi tetap dapat
memantau setiap kegiatan yang dilakukan siswa.
2. Observer memberikan skor sesuai dengan petunjuk berikut:
Banyak siswa : 0 sampai > 20% ; 2 bila 20% sampai > 40% ; 3 bila 40% sampai > 60% skor
4 bila 60% sampai 80% ; skor 5 bila 80% sampai 100% aktif.
Kualitas : 1 = sangat kurang; 2 = kurang; 3 = cukup; 4 = baik; 5 = baik sekali

Banyak
Kualitas
No. Aktivitas Belajar Siswa Siswa yang
Keaktifan
Aktif
A. Pengetahuan dialami, dipelajari, dan ditemukan oleh siswa --- ---
1. Melakukan pengamatan atau penyelidikan --- ---
Membaca dengan aktif (misal denganpen di tangan untuk
2. menggarisbawahi atau membuat catatan kecil atau tanda-tanda --- ---
tertentu pada teks)
Mendengarkan dengan aktif (menunjukkan respon, misal
tersenyum atau tertawa saat mendengar hal-hal lucu yang
3. --- ---
disampaikan, terkagum-kagum bila mendengar sesuatu yang
menakjubkan, dsb)
Siswa melakukan sesuatu untuk memahami materi pelajaran
B. --- ---
(membangun pemahaman)
Berlatih (misalnya mencobakan sendiri konsep-konsep misal
1. --- ---
berlatih dengan soal-soal)
Berpikir kreatif (misalnya mencoba memecahkan masalah-masalah
2. pada latihan soal yang mempunyai variasi berbeda dengan contoh --- ---
yang diberikan)
Berpikir kritis (misalnya mampu menemukan kejanggalan,
3. kelemahan atau kesalahan yang dilakukan orang lain dalam --- ---
menyelesaikan soal atau tugas)
C. Siswa mengkomunikasikan sendiri hasil pemikirannya --- ---
1. Mengemukakan pendapat --- ---
2. Menjelaskan --- ---
3. Berdiskusi --- ---
4. Mempresentasi laporan --- ---
5. Memajang hasil karya --- ---
D. Siswa berpikir reflektif --- ---
1. Mengomentari dan menyimpulkan proses pembelajaran --- ---
Memperbaiki kesalahan atau kekurangan dalam proses
2. --- ---
pembelajaran
3. Menyimpulkan materi pembelajaran dengan kata-katanya sendiri --- ---
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kemampuan untuk melakukan observasi secara benar dan baik sangat diperlukan bagi
konselor, guru, peneliti sosial dan pihak pihak yang bergerak dalam pelayanan kemanusiaan.
Dengan kemampuan melakukan observasi secara baik, mereka dimungkinkan untuk memahami
individu yang hendak dibimbing, dididik dan dilayaninya sebaik sebaiknya, dan pada akhirnya
diharapkan bisa memberikan pelayanan secara tepat.

Observasi merupakan salah satu instrumen pengumpulan data yang dapat melengkapi
kekurangan metode lain dalam pengumpulan data. Sebelum melakukan observasi, observer
sebaiknya menentukan tujuan khususnya, agar observasi terfokus pada apa yang diinginkan.
Kemudian agar observasi dapat efektif dan efisien sebaiknya observer membuat pedoman
observasi terlebih dahulu, kemudian melakukan observasi.
Tujuan observasi bagi seorang psikolog pada dasarnya, yaitu (1) untuk keperluan asessment
awal dilakukan di luar ruang konseling, misalnya : ruang tunggu, halaman, kelas, ruang bermain,
(2) sebagai dasar atau titik awal dari kemajuan klien. Dari beberapa kali pertemuan psikolog
akan mengetahui kemajuan yang dicapi klien, (3) bagi anak anak, untuk mengetahui
perkembangan anak anak pada tahap tertentu, (4) digunakan dalam memberi laporan pada
orang tua, guru, dokter dan lain lain, (5) sebagai informasi status anak atau remaja di sekolah
untuk keperluan bimbingan dan konseling. Hasil observasi yang dibuat dapat dikomfirmasikan
dengan hasil penelitian.
DAFTAR PUSTAKA

Winkel, W. S & Hastuti Sri 2006. Bimbingan dan Konseling Di Institusi Pendidikan. Yogyakarta:
Media Abadi.

Djemari Marpadi. 2008. Teknik Penyusunan Instrumen Tes dan Non-tes. Yogyakarta: Mitra
Cendekia Press.

Walgito, Bimo. 2004. Bimbingan dan Konseling (Studi & Karir). Yogyakarta: CV Andi Offset.
http://rialovelyjim.blogspot.co.id/2013/06/makalah-observasi.html. 9 Maret 2017 Pukul 20:45
WIB

http://penelitiantindakankelas.blogspot.co.id/2013/02/llembar-observasi-aktivtas-siswa.html. 9
Maret 2017 pukul 20:53

Common questions

Didukung oleh AI

Observations in educational psychology are primarily conducted to gather data about behaviors and processes that are difficult to assess through other means. This can involve assessing verbal and non-verbal behaviors, generating hypotheses, and understanding individual skills or behaviors within specific events. The data collected through observation can serve as the basis for designing future activities and assessments, ensuring more realistic insights compared to other methods .

According to Patton, observation is essential for data collection, especially in qualitative research, and must be conducted meticulously by well-trained researchers to yield accurate data . Flick expands on this by emphasizing that observation includes integrating various perceptions such as visual, auditory, and tactile into a systematic approach, making it a daily methodological tool in qualitative research .

To minimize the observer effect in educational assessments, the observer should remain as unobtrusive as possible, like occupying a position that does not disrupt normal activity, avoiding interaction with the subjects, and using equipment such as video recordings to reduce direct interference. Maintaining consistency and familiarity through repeated interactions can also help subjects become accustomed to the observer's presence, thereby acting more naturally .

The setting is crucial in observations as it influences both the behavior of the subjects and the observer's ability to collect data effectively. Observations conducted in natural settings are more likely to reflect genuine behaviors, while controlled settings can help in isolating and studying specific variables with lesser distractions. The observer must choose an appropriate setting based on the research objectives to ensure that the data collected are both relevant and reliable .

An observer should prepare by setting clear objectives, defining what phenomena will be observed, and designing a systematic plan for data collection, including the use of predefined formats such as checklists or rating scales. The observer should also ensure they are unobtrusive to avoid influencing the behavior of those being observed, and conduct trials to refine the observation methods for better clarity and replicability .

Ethical considerations in observations include issues of privacy, informed consent, and the potential influence of the observation on subjects' behavior. Researchers should ensure transparency about the observation’s purpose, obtain consent from participants, and take care not to infringe on their personal space. Safeguarding anonymity and ensuring that data are used responsibly and solely for the intended purpose are also pivotal ethical practices .

Observations can overcome limitations of verbal communication by allowing researchers to gather data even when subjects are unwilling or unable to communicate verbally due to discomfort or preference. For instance, subjects might not engage verbally due to fear or reluctance, but observations can capture behaviors and interactions that verbal methods might miss. This ensures comprehensive data collection, filling gaps left by purely verbal methods .

To ensure reliability and validity in observational data, researchers must consider factors such as the consistency of observation methods across various contexts, the training and preparedness of observers, and the use of repeated observations to verify initial findings. It is also important to minimize biases by having multiple observers and maintaining standard procedures across different instances .

Limitations of observations include the inability to observe multiple scenarios simultaneously and the potential for observer bias, which might influence the subjective interpretation of data. Human error in accurately recalling observed events and the influence of the observer's presence on participant behavior can also affect validity. To ensure reliability, repeated observations in varied settings are necessary, but this can be time-consuming, requiring significant resources .

Integrating observational data with other data sources can enhance research insights by providing a more comprehensive view of the phenomena under study. Different data sources can validate and complement one another, reducing the risk of bias inherent in any single method. This holistic approach allows researchers to cross-verify findings, thus enhancing the depth and reliability of the insights generated .

Anda mungkin juga menyukai