Anda di halaman 1dari 10

Penyebab sesak napas pada Penyakit Paru

Obstruksi Kronis :
1. Emfisema
Perubahan pada alveolus (tempat pertukaran udara di dalam paru-
paru) -> pembengkakan alveolus + penurunan elastisitas alveolus
akibat paparan asap rokok / senyawa kimia terus menerus -> sulit
menukar oksigen dan karbondioksida
2. Bronkitis Kronis
Adanya sumbatan di bronkus -> adanya radang / inflamasi atau
produksi lendir di saluran pernapasan yang berlebih sehingga aliran
udara menyempit -> sirkulasi udara terganggu

Kedua kondisi tersebut mengakibatkan pertukaran


oksigen dan karbondioksida di paru-paru terganggu ->
menimbulkan gejala sesak napas pada pejuang
pernapasan
Hubungan Asupan Gizi dan Sesak Napas
>40% 1. Penurunan fungsi paru-paru
2. Gejala sesak napas semakin berat
dan sering
Pejuang Pernapasan beresiko / 3. Penggunaan ventilator / alat bantu
1. Penurunan nafsu makan pernapasan semakin Panjang
mengalami malnutrisi
2. Tidak bisa makan dengan 4. Perawatan di RS (bangsal dan ICU
• COPD -> 40-45% baik karena adanya gejala semakin lama)
• Pneumonia -> 39,4% 5. Penurunan berat badan dan
Kenapa ? sesak
• TB Paru -> 50% Akibatnya ? imunitas
• COVID19 -> meningkatkan 3. Ketidak sesuaikan
keparahan gejala pemilihan makanan 6. Meningkatkan morbiditas dan
mortalitas
sehari-hari
Dasar memilih asupan gizi bagi pejuang pernapasan :
1. Tinggi Protein 2. Kalori Cukup Bukan Lebih 3. Hasil Metabolisme Co2 tidak banyak
Pejuang pernapasan -> mengalami radang / Harus mampu menghasilkan energi Sumber energi :
inflamasi di saluran pernapasan / mengalami yang cukup untuk beraktifitas, • Karbohidrat -> RQ = 1
penurunan elastisitas otot alveolus -> pertukaran namun tidak boleh overfeeding -> • Lemak -> RQ = 0,7
udara terganggu -> sesak napas -> tubuh kita karena berdampak -> peningkatan laju • Protein -> RQ = 0,6
merespon dengan melakukan hypermetabolisme metabolism -> yang menghasilkan Co2
-> muscle wasting / pemecahan otot termasuk di lebih banyak -> sesak napas lebih Komposisi makronutrient harus
paru-paru dan saluran pernapasan -> fungsi paru- berat menghasilkan energi cukup, tapi
paru menurun -> tidak cukup untuk mengeluarkan tidak meningkatkan produksi CO2
CO2 dengan optimal -> sesak napas semakin
berat -> butuh tambahan protein untuk
memperkuat otot pernapasan

RQ = Respiratory Quotient -> Perbandingan jumlah 02 yang digunakan vs CO2 yang dihasilkan dari
metabolisme makanan

Semakin tinggi RQ semakin banyak CO2 yang dihasilkan. Dari ketiga makronutrisi yang paling
tinggi nilai RQ -> Karbohidrat sehingga
Makanan dengan karbohidrat banyak = meningkatkan gejala sesak napas
Distribusi kalori gizi
seimbang “normal” Masalah dalam pemilihan nutrisi :
Asuhan gizi seimbang “normal” atau tanpa gangguan pernapasan menggunakan
Karbohidrat sebagai sumber energi utama (50% -60% dari total kalori)

Pada pejuang pernapasan -> penurunan fungsi paru-paru (inflamasi,


sumbatan dan penurunan massa otot) -> kalau mengkonsumsi diet demikian ->
hasil metabolisme CO2 yang sama dengan orang normal -> tidak mampu
dikeluarkan dengan optimal -> memicu timbulnya gejala sesak +
produktifitas / kemampuan beraktifitas menurun

“Nutrisi enteral / oral nutrition supplement di Indonesia


masih mengacu pada prinsip gizi seimbang untuk distribusi
kalorinya”
Guideline x Expert Sharing
Parameter Anjuran
Energy 20-25 kkal/ kg BB/ day

Carbohydrate 30-40%

Protein 20% Fat and Carb = 1 : 1


Fat 30-50%

*Guidelines : ESPEN, ASPEN


*Expert involved = SpP - KIC, SpPD-KP, RD

Protein 20% + Fat : Carb (1:1)


Apa itu PULMOSOL® ?
Pulmosol merupakan solusi nutrisi yang dapat digunakan sebagai makanan
pengganti (full feeding, baik diminum langsung secara oral, atau melalui
pemberian sonde / tube feeding) dan sebagai makanan pelengkap (extra
feeding / oral nutrition supplement) pada kondisi gangguan pernapasan
dengan gejala sesak pernapasan seperti pada :
PPOK (Bronkitis dan emfisema) COVID-19 dengan gangguan pernapasan Pneumonia TB Paru

Serangan Asthma Pasien dengan alat bantu pernapasan / ventilator


Kenapa memilih PULMOSOL® ?
Distribusi kalori gizi seimbang Distribusi kalori gizi
“normal” “PULMOSOL®”

Protein 20% + Fat : Carb (1:1)


Kenapa memilih PULMOSOL® ?
• Komposisi Karbohidrat : Lemak : Protein = 40% : 40% : 20% -> nutrisi enteral di Indonesia
yang paling mendekati profil ideal distribusi kalori pada penurunan fungsi pernapasan
• Protein 12,5gram -> 26% adalah BCAA -> cepat serap -> menaikkan massa otot paru-paru
• Komposisi lemak mengandung MCT yang cepat serap + asam lemak yang berperan
sebagai antioksidan dan antiinflamasi (Omega-3, omega-6, EPA dan DHA)
• Komposisi karbohidrat kombinasi maltodextrin + isomaltulosa -> GI terhitung 33 (rendah
glycemic index) dan gula total kombinasi stevia dan sukrosa sehingga aman bagi penderita
diabetes
• Rendah laktosa dan rendah natrium dan kalium -> minim resiko diare dan aman bagi
hipertensi
• Tinggi vitamin C, D , E, Zinc sebagai antioksidan dan imunomodulator