Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH

PENDIDIKAN PANCASILA
TENTANG
PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN DIKAMPUS

DOSEN: Ristu Wiyani, SST., M.Kes

OLEH
Asmaul Husnatul Anwar
Faradila Mahsya Safitri
Fitriyati
Hayatun Nupus
Rezekiah
Siska Putri Anggraini

i
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kuasa
sehingga penyusunan makalah ini dapat berjalan dengan baik dan lancar. Kami juga berterima
kasih kepada setiap pihak yang telah terlibat dan membantu kami dalam penyusunan makalah
ini.

Makalah yang berjudul pancasila sebagai paradigma kehidupan dikampus ini untuk melengkapi
tugas mata kuliah Pendidikan Pancasila Makalah ini kami susun sedemikian rupa dengan
mencari dan menggabungkan sejumlah informasi yang kami dapatkan baik melalaui buku, media
cetak, elektronik maupun media lainnya. Kami berharap dengan informasi yang kami dapat dan
kemudian kami sajikan ini dapat memberikan penjelasan yang cukup tentang pancasila sebagai
paradigma kehidupan dikampus .

Demikian satu dua kata yang bisa kami sampaikan kepada seluruh pembaca makalah ini. Jika
ada kesalahan baik dalam penulisan maupun kutipan, kami terlebih dahulu memohon maaf dan
kami juga berharap semua pihak dapat memakluminya. Semoga semua pihak dapat menikmati
dan mengambil esensi dari makalah ini. Terima kasih.

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................................................................ii
DAFTAR ISI..............................................................................................................................................iii
BAB I..........................................................................................................................................................1
PENDAHULUAN.......................................................................................................................................1
A. Latar Belakang.................................................................................................................................1
B. Rumusan Masalah............................................................................................................................1
BAB II.........................................................................................................................................................2
PEMBAHASAN.........................................................................................................................................2
A. Pancasila Sebagai Paradigma Kehidupan kampus...........................................................................2
B. Tri Dharma Perguruan Tinggi..........................................................................................................2
C. Mengaktualisasi Pancasila dalam Kehidupan Kampus....................................................................3
D. Peran Mahasiswa di Masyarakat......................................................................................................4
E. Kampus sebagai Kekuatan Moral Pengembangan Hukum dan HAM..............................................4
BAB III.......................................................................................................................................................6
PENUTUP...................................................................................................................................................6
Kesimpulan..............................................................................................................................................6
Saran........................................................................................................................................................6

iii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pancasila merupakan dasar Negara Indonesia yang dirumuskan oleh para pendiri
bangsa. Hal ini tertuang dalam alinea keempat Undang – Undang Dasar tahun 1945. Nilai-
nilai dari Pancasila berasal dari akar budaya bangsa Indonesia yang luhur. Sebagai suatu
dasar Negara maka Pancasila senantiasa dijadikan landasan dalam pengaturan kehidupan
bernegara, yang berarti bahwa segala macam peraturan perundang-undangan dan kebijakan
yang diambil oleh para penyelenggara Negara tidak boleh bertentangan dengan Pancasila.

Hal ini menegaskan bahwa Pancasila merupakan suatu acuan yang dijadikan dasar
dalam bertindak oleh segenap bangsa Indonesia. Sebagai warga negara Indonesia, maka kita
diwajibkan untuk mengaktualisasi berbagai nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila
dalam berbagai bidang kehidupan.

Maka, setelah banyak aspek memperbincangkan Pancasila sebagai dasar Negara,


sekarang Pancasila pun dijadikan bahan perbincangan sebagai perilaku yang digunakan di
dalam kampus. Di mana di dalam kampus tersebut akan terdidik dengan kepemimpinan
Pancasila. Baik dalam perilaku bergaul juga dalam proses belajar mengajar di dalamnya.
Serta molekul-molekul yang menjadi bagiannya.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian diatas maka makalah ini secara khusus membahas permasalahan sebagai
berikut :

Apa yang dimaksud dengan pancasila sebagai paradigma kehidupan kampus?

Apa yang dimaksud dengan Tri Dharma perguruan tinggi?

Bagaimana cara mengaktualisasi Pancasila di perguruan tinggi?

1
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pancasila Sebagai Paradigma Kehidupan kampus

Menurut KBBI Paradigma adalah model dalam teori ilmu pengetahuan atau bisa berarti
kerangka berfikir.

Menurut Kaelani Paradigma berkembang menjadi terminologi yang mengandung


konotasi pengertian sumber nilai, kerangka berfikir, orientasi dasar, sumber asas, serat arah
dan tujuan dari suatu perkembangan, perubahan, serta suatu proses dalam suatu bidang
tertentu termasuk dalam bidang pembangunan, reformasi, maupun dalam pendidikan.

Jadi, pancasila sebagai kehidupan kampus adalah pancasila sebagai sudut pandang atau
kerangka acuan bagi kehidupan kampus.

Paradigma sangat erat kaitannya dengan cara berpikir seseorang ,yang dalam konteks ini
cara berpikir mahasiswa tentang pancasila. Fungsi dari kampus itu sendiri adalah selain untuk
wadah sarana pendidikan juga sebagai tempat menimba ilmu, dimana elemen mahasiswa
memegang peran utama dalam mengatur, mengendalikan, dan mentaati segala peraturan yang
ada di kampus.

B. Tri Dharma Perguruan Tinggi

Pendidikan tinggi sebagai institusi dalam masyarakat bukanlah menara gading yang jauh
dari kepentingan masyarakat melainkan senantiasa mengemban dan mengabdi kepada
masyarakat. Perguruan tinggi diselenggarakan dengan tujuan untuk :

1. Menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan


akademik dan/atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan/atau
memperkaya khasanah ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian.
2. Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian
serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat
dan memperkaya kebudayaan nasional.

Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, perguruan tinggi menyelenggarakan kegiatan


yang disebut dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang terdiri dari :

1. Pendidikan

2
Merupakan kegiatan dalam upaya menghasilkan manusia terdidik yang memiliki
kemampuan akademik dan/atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan
dan/atau menciptakan IPTEK dan seni.

2. Penelitian

Kegiatan dalam upaya menghasilkan pengetahuan empirik, teori, konsep, model, atau
informasi baru guna memperkaya IPTEK dan seni.

3. Pengabdian Kepada Masyarakat

Kegiatan yang memanfaatkan IPTEK dalam upaya memberi sumbangan demi kemajuan
masyarakat.

C. Mengaktualisasi Pancasila dalam Kehidupan Kampus

Kehidupan kampus yang kita ketahui terdiri dari beberapa elemen, yaitu : mahasiswa, dan
dosen. Sekelompok elemen tersebutlah yang mengisi kehidupan kampus setiap harinya.
Fungsi dari kampus itu sendiri adalah selain untuk wadah sarana pendidikan juga sebagai
tempat menimba/mendapatkan ilmu, dimana elemen mahasiswa memegang peran utama
dalam mengatur, mengendalikan, dan mentaati segala peraturan yang ada di kampus.
Pancasila sebagai landasan yang utama tidak hanya berlaku dalam satu unsur saja, namun
terdapat dalam berbagai unsur yaitu : ilmu pengetahuan, hukum, HAM, sosial politik,
ekonomi, kebudayaan, dll. Dalam arti, bahwa pancasila bisa diterapkan dan dijalankan dalam
unsur-unsur tersebut sesuai dengan nilai-nilai yang terdapat pada pancasila tersebut (sila ke-1
s/d sila ke-5).

Sila ke-1 “Ketuhanan Yang Maha Esa” yang berarti salah satu kegiatan kampus yang
mengajarkan tentang memperdalam agama mahasiswa misalnya UKKI (suatu organisasi
untuk memperdalam agama islam).

Sila ke-2 “Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab” yang berarti orang yang berada dikampus
harus berprilaku adil dan beradab. Adil disini diartikan dimana dosen harus mengajarkan
ilmunya dan mahasiswa mempelajarinya. Beradab disini diartikan harus berprilaku sopan dan
saling menghargai.

Sila ke-3 “Persatuan Indonesia” yang berarti semua orang yang berada dilingkungan kampus
harus bersatu, dimana mahasiswanya harus berprestasi untuk membangun Indonesia.

Sila ke-4 “Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan
Perwakilan” yang berarti dimana semua orang yang berada di lingkungan kampus mampu
memimpin suatu organisasi dengan cara yang bijaksana dan harus mufakat demi kepentingan
bersama.

Sila ke-5 “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia” yang berarti dimana mahasiswa
diajarkan untuk bersosialisasi kepada seluruh rakyat Indonesia. Misalnya memberikan
masukkan suara untuk memberikan pendapat kepada pemerintah untuk mendengarkan bahwa
rakyat Indonesia ingin keadilan.

3
D. Peran Mahasiswa di Masyarakat

Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan masyarakat dapat dilakukan sejauh kegiatan itu
memiliki relevansi langsung dengan kematangan ilmu pengetahuan yang diminati.
Keterlibatan mahasiswa terhadap masalah sosial sebatas mahasiswa memiliki komitmen yang
kuat terhadap pengembangan tugas akademis. Sebagai contoh keterlibatan mahasiswa dalam
masalah politik, harus bersifat peningkat visi akademisnya, pengembangan wawasan,
pengayaan substansi dan kedewasaannya.

Mahasiswa sebagai pribadi yang sedang belajar berproses “untuk menjadi” (ilmuwan)
sehingga masih membutuhkan bimbingan dan pembinaan akdemik yang intensif dari para
dosen.

Mahasiswa dapat berperan sebagai perantara pembaharuan (agent of modernization)


terutama membantu masyarakat miskin yang masih tertinggal guna meningkatkan
pendapatannya.

Mahasiswa perlu belajar untuk dapat mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian, laporan


hasil kajian ilmiah, dan hasil diskusi ilmu pengetahuan kepada masyarakat dalam tataran
bahasa indonesia yang sederhana sehingga dapat diterima semua pihak.

Tidak semua orang dalam masyarakat dapat meraih peluang masuk kuliah di bangku
perguruan tinggi. Peluang masuk perguruan tinggi hanyalah bagi lulusan SMA yang memiliki
motivasi dan dukungan dana yang cukup. Pengadaan dana yang cukup besar itu
membutuhkan bantuan masyarakat yang secara langsung digunakan untuk pengadaan
prasarana dan sarana belajar.

E. Kampus sebagai Kekuatan Moral Pengembangan Hukum dan HAM

Hukum, Hak Asasi Manusia (HAM), dan demokrasi. Ketiganya sulit dilaksanakan karena
sering diinjak-injak bahkan dikebiri orang atau karena kita tidak mau dan tidak mampu
melaksanakan dan menegakkannya. Ketidakmampuan melaksanakan hukum, HAM, dan
demokrasi, sampai-sampai dunia internasional menyetop bantuannya, PBB menyorotnya,
negara-negara berpalinga dan membenci Negara dan bangsa kita. Hal ini disebabkan oleh
ketidaktahuan, kurang penghormatan, dan kurang mrmberi jaminan kepada tegaknya hukum,
HAM, dan demokrasi di Negara ini. Oleh karena itu, semua lembaga harus secara bersama-
sama berupaya melaksanakan dan menegeakkan hukum, HAM, dan demokrasi, lebih-lebih
kampus diharapkan menjadi kekuatan moral (moral force) dalam mengembangkannya.

Kampus adalah tempat orang-orang cendekia mengembangkan ilmu. Sementara hukum


adalah aturan yang disepakati oleh semua orang agar terjadi keteraturan hidup; HAM adalah
hak-hak bawaan kodrat yang dimiliki semua orang pada segala jaman, yang tidak bersifat
khusus dimiliki oleh orang-orang khusus, melainkan pemiliknya tanpa perbedaan ras, agama,

4
bangsa, kedudukan, atau jenis kelamin; dan demokrasi adalah cara yang dipakai dalam
menyelesaikan masalah-masalah berkehidupan.

Menurut Djahiri (1976), tujuan yang agung dan baik dari HAM perlu didukung oleh beberapa
persyaratan. Persayaratan itu antara lain:

1. Karakter manusia.

Karakter manusia untuk memiliki kesadaran dan daya serap terhadap tujuan HAM sangat
diperlukan. Hal ini dimaksudkan untuk menentukan tegak-tidaknya penghargaan serta
pencapaian tujuan tersebut terjadi.

2. Karakteristik kesadaran jiwa manusia.

Dalam hal ini karakteristik kesadaran jiwa manusia sangat dituntut dalam menunjang
tercapainya tujuan HAM.

3. Intelektualitas yang cukup memadai.

Semakin tinggi intelektualitas seseorang serta semakin banyak pengetahuan yang


mendalam dan tinggi di bidang isi, hakikat, dan tujuan HAM, maka akan semakin tinggi
usaha-usaha dan derajat kepatuhan untuk mencapai cita-cita tujuan tegaknya HAM

Selain itu, faktor lain yang dapat menunjang tegaknya HAM adalah stabilitas negara.
Stabilitas negara maksudnya adalah Negara, masyarakat, dan perangkat dalam keadaan stabil
lahir dan batin, tidak terjadi kekacauan di dalam negara itu sendiri, serta terjamin dari unsur
pengacau dari luar negara. Stabilitas yang dimaksud juga mencakupi stabilitas di bidang
politik, ekonomi, dan keamanan. Berperan tidaknya kampus sebagai kekuatan moral dalam
penembangan hukum dan HAM sangat tergantung kepada terbina atau tidaknya demokrasi.
Untuk itu, kesadaran yang tinggi, intelektualitas yang memadai, dan stabilitas negara yang
terjamin perlu ada.

5
BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Pancasila berperan penting bagi kehidupan kampus, dimana harus didasari oleh
kehidupan tatanan Negara seperti politik, ekonomi, budaya, hukum dan antar umat beragama.
Untuk mencapai tujuan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara maka sebagai
mahasiswa yang mempunyai rasa intelektual harus menciptakan perubahan untuk Indonesia
agar menjadi lebih baik dari yang sebelumnya.

Saran

Kita sebagai mahasiswa diharapkan mengetahui hakekat Pancasila sebagai paradigma


pembangungan kehidupan kampus. Hendaknya turut ikut serta dalam pembangunan kampus
agar terciptanya keadaan yang sesuai dengan semboyan kita yaitu Bhineka Tunggal Ika. Dan
pembangunan kampus itu sesuai dengan nilai-nilai yang tercantum dalam Pancasila.