Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH

OBESITAS PADA REMAJA

DISUSUN:

WIWI INDRASWARI, S.Gz, M.Kes


NIP : 19870928 201101 2 010

Untuk Memenuhi Persyaratan Kenaikan Pangkat

Dari Golongan III.d ke IV.a

Tahun 2021
LEMBAR PENGESAHAN

Telah disetujui sebagai salah satu syarat kenaikan pangkat fungsional gizi
dengan makalah yang berjudul “OBESITAS PADA REMAJA”.

Pejabat Pengusul
Kepala UPTD Puskesmas Kec Lau

Dr. Sri Syamsinar Rachmah, S.Ked


NIP : 19801115 201001 2 022
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat


rahmat dan karuniaya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang
berkaitan dengan Obesitas Pada Remaja. Makalah ini dapat
dipergunkaan dan dipakai sebagai dasar untuk memperoleh pengetahun
tentang Obesitas Pada Remaja.
Sesuai dengan kodratnya tak ada manusia yang sempurna,
sebagai manusia biasa kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh
dari kata sempurna. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran
yang membangun dari semua pihak untuk membantu kemajuan makalah-
makalah selanjutnya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat dan akhir
kata kami mengucapkan banyak terima kasih. Wassalam.

Maros, Maret 2019


DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN.............................................................................i

KATA PENGANTAR....................................................................................ii

DAFTAR ISI.................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN...............................................................................1

A. Latar Belakang...................................................................................1

B. Tujuan................................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN................................................................................3

A. Pengertian Obesitas...........................................................................3

B. Jenis-jenis Obesitas...........................................................................4

C. Penyebab Obesitas............................................................................4

D. Dampak Obesitas...............................................................................5

E. Cara Penetuan Obesitas....................................................................5

F. Cara Penanggulangan Obesitas........................................................7

G. Anjuran Diet Obesitas........................................................................8

BAB III PENUTUP.....................................................................................15

A. Kesimpulan.......................................................................................15

B. Saran................................................................................................15

DAFTAR PUSTAKA..................................................................................16
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Masalah gizi di Indonesia saat ini memasuki masalah gizi ganda.


Artinya, masalah gizi kurang masih belum teratasi sepenuhnya,
sementara sudah muncul masalah gizi lebih (Sartika, 2011). Istilah gizi
lebih sering digunakan untuk menggambarkan kejadian overweight
dan obesitas (Subardja, 2004). Overweight dan obesitas, yang
keduanya didefinisikan sebagai kelebihan berat badan, secara umum
merupakan keadaan kegemukan dengan perbedaan tingkatan, yaitu
kelebihan berat badan tingkat ringan (overweight) dan berat
(obesitas), yang dibedakan sesuai dengan kriteria kegemukan
berdasarkan pengukuran indeks massa tubuh (IMT).
Di seluruh dunia, setidaknya 2,8 juta orang meninggal setiap tahun
sebagai akibat dari overweight atau obesitas. Orang-orang dengan
kegemukan menghadapi risiko morbiditas yang meningkat dan
dengan demikian harus mencegah kenaikan berat badan yang lebih
lanjut (Gibney, 2008). Para ahli berkeyakinan bahwa kegemukan pada
usia anak akan menimbulkan masalah yang berkelanjutan pada usia
remaja dan dewasa, yaitu penyakit hipertensi, stroke, diabetes dan
berbagai kelainan atau penyakit kronis lainnya (Yatim, 2005).
Pengetahuan merupakan salah satu faktor yang berpengaruh pada
perilaku seseorang. Pengetahuan gizi yang baik akan menyebabkan
seseorang mampu menyusun menu yang baik untuk dikonsumsi.
Semakin baik pengetahuan gizi seseorang, maka akan semakin
memperhitungkan jenis dan jumlah makanan yang diperolehnya untuk
dikonsumsi (Sediaoetama, 2000).Gaya hidup yang kurang
menggunakan aktivitas fisik akan berpengaruh terhadap kondisi tubuh
seseorang (Wirakusumah, 2003).
B. Tujuan

Dalam setiap kegiatan pasti memiliki tujuan yang ingin di capai,


begitu juga dengan makalah ini. Adapun tujuan dari makalah ini :
1. Tujuan Umum
Tujuan dari penulisan makalah ini yaitu untuk mengetahui
penyakit Diabetes Melitus.
2. Tujuan Khusus
a. Untuk mengetahui pengertian obesitas
b. Untuk mengetahui jenis-jenis obesitas
c. Untuk mengetahui penyebab obesitas
d. Untuk mengetahui dampak obesitas
e. Untuk mengetahui cara penentuan obesitas
f. Untuk mengetahui cara penanggulangan obesitas
g. Untuk mengetahui anjuran diet pada obesitas
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Obesitas

Obesitas atau kegemukan adalah suatu kondisi medis berupa


kelebihan lemak tubuh yang terakumulasi sedemikian rupa sehingga
menimbulkan dampak merugikan bagi kesehatan, yang kemudian
menurunkan harapan hidup dan/atau meningkatkan masalah
kesehatan. Bisa juga disebut dengan keadaan abnormal penumpukan
lemak yang berlebih yang dapat menganggu kesehatan. Seseorang
dianggap menderita kegemukan (obese) bila indeks massa
tubuh (IMT), yaitu ukuran yang diperoleh dari hasil pembagian berat
badan dalam kilogram dengan kuadrat tinggi badan dalam meter,
lebih dari 30 kg/m2. Obesitas oleh orang awam diidentikan sebagai
kelebihan berat badan atau kegemukan. Namun secara medis,
Obesitas didefinisikan memiliki kelebihan lemak di dalam tubuh
Tubuh gemuk identik dengan skor BMI (Body Mass Index) yang
berada di atas normal. Indeks BMI di atas 25 menunjukkan bahwa
seseorang masuk ke dalam kategori over weight atau berat badan di
atas normal. Over weight memiliki resiko yang cukup berarti terhadap
gangguan kesehatan seperti jantung maupun diabetes. Jadi yang
namanya kegemukan itu identik dengan terdapatnya kandungan
lemak (fat deposit) di permukaan tubuh. Para ahli mendefinisikan
kondisi tersebut dengan istilah external fat.
Lemak tubuh berfungsi sebagai sumber energi, membangun
jaringan tubuh, melindungi organ tubuh, mencegah tubuh kehilangan
panas, dan melarutkan vitamin tertentu. Jumlah lemak pada tubuh
wanita normalnya 25 – 30 % dari berat tubuh, sedangkan pada pria 18
– 23 %.
B. Jenis-jenis Obesitas

Berdasarkan tipe selnya, obesitas dapat digolongkan dalam


beberapa tipe (Purwati, 2001), yaitu:
1. Tipe Hiperplastik. Obesitas yang terjadi karena jumlah sel yang
melebihi normal, namun ukurannya sesuai dengan ukuran sel
normal. Tipe ini terjadi masa anak-anak.
2. Tipe Hipertropik. Obesitas yang terjadi karena ukuran sel melebihi
ukuran normal. Tipe ini terjadi masa dewasa.
3. Tipe Hiperplastik dan Hipertropik. Obesitas yang terjadi karena
jumlah dan ukuran sel melebihi normal. Obesitas ini dimulai dari
masa anak-anak dan akan terus berlangsung sampai dewasa.
Upaya menurunkan berat badan pada tipe ini adalah yang paling
sulit.
C. Penyebab Obesitas

Menurut Papalia, Olds, Feldman, dan Rice ( dalam Dariyo, 2004 )


faktor penyebab obesitas yakni :
1. Faktor-faktor fisiologis

Faktor-faktor fisiologis dapat bersifat herediter maupun non


herediter. Variabel yang bersifat herediter ( internal faktor )
merupakan variabel yang berasal dari faktor keturunan.
Sedangkan variabel non herediter ( eksternal ) yakni faktor yang
berasal dari luar individu, seperti jenis makanan yang dikonsumsi
dan taraf kegiatan yang dilakukan individu.
2. Faktor-faktor psiologis

Sebab-sebab psikologis terjadinya kegemukan, ialah


bagaimana gambaran kondisi emosional yang tidak stabil
( undtabilmemotional ) yang menyebabkan individu cenderung
untuk melakukan pelarian diri ( self-mechanism defence ) dengan
cara banyak makan-makanan yang mengandung kalori atau
kolesterol tinggi. Kondisi emosi ini biasanya bersifat ekstrim,
artinya menimbulkan gejolak emosional yang sangat dahsyat dan
traumatis.
2. Faktor kecelakaan atau cidera otak

Salah satu penyebab terjadinya kegemukan adalah karena


faktor kecelakaan yang menimbulkan kerusakan otak terutama
pada pusat rasa lapar. Kerusakan syaraf otak ini menyebabkan
individu tidak pernah merasa kenyang, walaupun telah makan
makanan yang banyak, dan akibatnya badan individu menjadi
gemuk.

D. Dampak Obesitas

Obesitas dapat meningkatkan resiko terjadinya berbagai macam


gangguan kesehatan bagi seseorang yang mengalaminya. Orang
yang mengalami kelebihan berat badan.
Kelebihan berat badan atau obesitas dapat meningkatkan resiko
terkena komplikasi kesehatan tertentu. Sebagai berat badan
meningkat, demikian juga risiko kesehatan. Komplikasi kesehatan
yang berhubungan dengan berat badan akan rentan terhadap
komplikasi dari berbagai macam penyakit seperti diabetes tipe 2,
jantung koroner, stroke, LDL yang meningkat ( kolesterol jahat) dan
trigliserida, HDL rendah ( kolesterolbaik) kadar, kolesterol, hipertensi, ,
kanker tertentu  (seperti payudara, usus besar dan kanker
endometrium ), masalah pernapasan, Infertilitas dan siklus haid tidak
teratur, sindrom metabolik, penyakit hati.

E. Cara Penetuan Obesitas

1. Menentukan IMT/BMI
Para ahli menetapkan angka Indeks Massa Tubuh (BMI/Body
Mass Index). BMI adalah salah satu cara yang digunakan untuk
obesitas tidaknya seseorang berdasarkan pembagian berat badan
dalam kg dengan kuadrat tinggi badan dalam meter (kg/m^2).
Tabel Klasifikasi Internasional dari Underweight,
Overweight dan Obesitas pada Orang Dewasa yang disepakati
oleh organisasi kesehatan dunia, WHO sebagai berikut:

Contoh 1
Berat badan anda adalah 65kg dan Tinggi Badan anda
adalah 1,70 (170cm). Berapakah Indeks Massa Tubuh atau BMI
anda ?
BMI = 65kg / (1,70 x 1,70)
BMI = 22,49 → Normal
Contoh 2
Berat badan anda adalah 75kg dan Tinggi Badan anda 1,65
(165cm). Berapakah Indeks Massa Tubuh atau BMI anda ?
BMI = 75kg / (1,65 x 1,65)
BMI = 27,55 → Obesitas
2. Lingkar Pinggang (dalam satuan inci)
Pengukuran lingkar pinggang juga menjadi salah satu cara
untuk mengetahui persentase lemak di dalam tubuh. Untuk seorang
wanita dikatakan mengalami obesitas apabila lingkar perutnya lebih
dari 35 inci, sedangkan untuk pria lingkar perutnya lebih dari 40
inci. Orang – orang dengan bentuk tubuh seperti buah apel, dimana
lemak banyak menumpuk di area perut, memiliki resiko tinggi untuk
terkena penyakit – penyakit seperti Diabetes tipe 2, penyakit
jantung, dan stroke. Distribusi lemak di dalam tubuh juga bisa
menjadi acuan untuk menentukan apakah obesitas yang dialami
terkait dengan masalah/gangguan kesehatan atau tidak.

F. Cara Penanggulangan Obesitas

Penanganan obesitas pada anak dan remaja ditujukan untuk


mencapai Berat badan yang ideal dan pengurangan BMI secara aman
dan efektif serta mampu mencegah komplikasi jangka panjang akibat
obesitas seperti hipertensi, diabetes mellitus, dan penyakit
kardiovaskuler. Karena demikian kompleksnya permasalahan obesitas
ini maka perlu ditangani bersama antara dokter anak, psikolog, ahli
gizi dan tentu saja orang tua. Oleh karena anak sedang dalam masa
pertumbuhan maka menurunkan berat badan anak harus dilakukan
dengan perhitungan yang tepat agar tidak mengganggu
pertumbuhanya. Menurut Rahmatika (2008) bahwa, ada beberapa
cara yang dapat dilakukan untuk menangani obesitas, antara lain:
1) Olahraga
Olahraga yang dianjurkan adalah olahraga yang bersifat aerobik,
yaitu olahraga yang menggunakan oksigen dalam sistem
pembentukan energinya. Atau dengan kata lain olahraga yang tidak
terlalu berat namun dalam waktu lebih dari 15 menit. Contoh olahraga
yang dianjurkan antara lain berjalan selama 20-30 menit setiap
harinya, berenang, bersepeda santai, jogging, senam aerobik, dll.
Semakin banyak beraktivitas maka semakin banyak lemak yang akan
dibakar menjadi energi. Maka dari itu olahraga memang sangat baik
untuk membakar lemak dalam tubuh sehingga membuat tubuh
menjadi lebih sehat dan bugar
2) Diet
Karena diet berhubungan dengan makanan yang dikonsumsi dalam
keluarga sehari-hari maka partisipasi seluruh anggota keluarga untuk
ikut mengubah pola makanan akan sangat bermanfaat. Kurangi
konsumsi makanan cepat saji dan banyak mengandung lemak
terutama asam lemak tak jenuh dan mengurangi makanan yang
manis-manis. Jangan mengkonsumsi nasi terlalu berlebihan jika kita
tidak melakukan aktivitas berat, karena ini biasanya tidak seimbang
antara makanan yang dimakan dengan pergerakan aktivitas yang
dilakukan. Makanlah makanan yang seimbang sesuai dengan aktivitas
sehari-hari
3) Kurangi makanan yang mengandung minyak dan lemak
Kita tahu makanan seperti ini sangat banyak menghasilkan lemak
dalam tubuh. Banyak makanan yang mengandung jenis ini seperti
lemak hewan (sapi, lembu, dan kambing), makanan, gorengan, dan
macam makanan yang diolah dengan menggunakan minyak. Dan
kalau hewan bisa ditemukan dalam bentuk hidangan sup atau
sejenisnya.

4) Kurangi Mengemil Makanan


Mengemil artinya terlalu banyak mengkonsumsi makanan ringan,
seperti makan makanan instan, contohnya kerupuk, cokelat, biskuit,
minum es, dan lain-lain. Maka dari itu hindari sejenis makanan
tersebut. (infosaja, 2013)

G. Anjuran Diet Obesitas

Anjuran diet obesitas pada remaja :


1. Anjuran Jumlah Kandungan Zat Gizi
Diet yang diberikan harus dapat menjadi kecukupan zat gizi dan
kesehatan penderita. Ini berarti vitamin dan mineral harus terdapat
dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan Tujuan utama
program diet bagi penderita obesitas adalah menurunkan berat
badan. Karena itu sebelum memulai program diet, perlu ditentukan
program diet yang akan dilakukan secara terperinci. Berdasarkan
tinggi serta postur tubuh penderita, ditentukan lebih dahulu berat
badan normal penderita. Setelah itu dihitung kelebihan berat badan
yang harus diturunkan.
Dengan mengetahui berat badan normal dan dengan
menggunakan informasi kegiatan fisik penderita sehari-hari,
kebutuhan energi rata-rata per hari dapat ditentukan. Akan tetapi
dapat juga digunakan pedoman kebutuhan energi berdasarkan
kecukupan zat gizi sebagai berikut :
Perempuan yang melakukan pekerja ringan memerlukan kalori
antara 1800 kal sampai 2000 kal per hari. Jika kepadanya diberikan
diet dengan kandungan kalori 1200 kal sehari, maka berarti setiap
hari akan terjadi kekurangan 600 kal. Untuk mencukupi 
kebutuhannya, setiap hari akan dimobilisasi lemak sebanyak (600 :
7,5) gram yaitu 80 garam. (Tiap gram lemak badan dalam proses
oksidasi akan menghasilkan 7,5 kal). Ini berarti dengan diet 1200
kal per hari, berat badan akan turun sebanyak 80 gram setiap hari
atau sebanyak 2,4 kg per bulan. Penurunan berat badan 2,4 kg
sampai 4,0 kg setiap bulan merupakan target yang normal dan
tidak membawa akibat sampingan apa pun.
Di samping pedoman umum yang telah dikemukakan itu, ada
ketentuan-ketentuan khusus yang harus diikuti dalam penetapan
diet penderita obesitas, antara lain adalah tentang kandungan
serat, hidrat arang, protein dan lemak dalam diet untuk penderita
obesitas.
1. Kandungan Serat
Kandungan serat dalam diet obesitas harus setinggi mungkin.
Gunanya adalah untuk menghambat penyerapan hidrat arang,
protein, dan lemak. Disamping itu kandungan serat yang tinggi
dalam diet akan menyebabkan timbulnya rasa kenyang lebih cepat.
Hal ini penting sekali agar penderita dapat mematuhi dietnya.
Terhalangnya penyerapan zat lemak oleh serat dapat mengurangi
kemungkinan penyerapan kolesterol.
2. Kandungan Karbohidrat
Hidrat arang adalah salah satu sumber energi yang diperoleh
dari jenis bahan makanan seperti nasi, roti, kentang, dan
sebagainya. Karena itu pembatasan kandungan hidrat arang dalam
diet berarti pembatasan penggunaan bahan makanan seperit nasi,
roti, kentang, jagung atau sumber hidrat arang yang lain. Akan
tetapi pembatasan kandungan hidrat arang dalam diet itu ada
batasnya.
Untuk menghindari terjadinya ketosis, maka kandungan hidrat
arang dalam diet dianjurkan sekitar 40% kandungan kalori total
dalam diet. Jika penderita obesitas memperoleh diet dengan
kandungan kalori 1200 kal sehari, maka jumlah hidrat arang
sebaiknya adalah 40% x 1200 kal = 480 kal, atau setara dengan
120 gram hidrat arang, yang jika dinyatakan dalam bentuk beras
adalah 150 gram beras.
3. Kandungan Protein
Fungsi utama protein adalah memelihara keseimbangan
nitrogen dalam tubuh. Akan tetapi dalam keadaan kekurangan
energi, protein juga dapat berfungsi sebagai sumber energi. Protein
yang berasal dari makanan melalui pencernaan akan diserap oleh
dinding usus sebagai asam amino dan masuk ke dalam darah.
Melalui proses reaksi anabolik, sebagian asam amino
digunakan untuk sintesis protein tubuh. Sebagian lagi, melalui
proses reaksi katabolik, dan digunakan untuk memberi energi.
Protein merupakan sumber energi yang mahal karena diet dengan
kandungan protein tinggi harus menggunakan banyak bahan
makanan seperti daging, susu, telur, ikan, dan sebagainya yang
harganya mahal dibandingkan dengan harga bahan makanan
sumber hidrat arang dan lemak. 
4. Kandungan Zat Lemak
Zat lemak menduduki tempat kedua sebagai sumber energi
setelah hidrat arang. Oleh karena tiap gram zat lemak
menghasilkan kalori dua kali lebih banyak dari yang dihasilkan oleh
hidrat arang, maka diet dengan kadar lemak yang tinggi dengan
sendirinya juga berarti kandungan kalorinya tinggi. Karena itu, tidak
mengherankan bahwa makanan dengan kandungan lemak yang
tinggi sering dianggap sebagai penyebab utama terjadinya
kelebihan kalori. Kelebihan kalori itu akan ditumpuk sebagai lemak
tubuh, dan keadaan demikian itu merupakan pangkal terjadinya
obesitas.
Dengan demikian, persyaratan pokok dalam menyusun diet
dengan kandungan diet tersebut, sampai batas yang tidak
menimbulkan akibat sampingan yang lain. Kandungan zat lemak
yang dianjurkan untuk diet penderita obesitas bergantung pada
kandungan kalorit total dalam diet yang akan diberikan. Diet
dengan kandungan kalori 1800 kal setiap hari dianjurkan terdiri atas
: 225 gram hidrat arang, 90 gram protein, dan 60 gram zat lemak.
Jika kandungan kalori sebanyak 1200 kal sehari, maka komposisi
yang dianggap cukup adalah terdiri atas : 150 gram hidrat arang, 60
gram protein, dan 40 gram zat lemak. Untuk diet dengan
kandungan kalori 1000 kal komposisi yang dianjurkan adalah 100
gram hidrat arang, 60 gram protein, dan 40 gram zat lemak.
Perawatan dietetik bagi penderita obesitas adalah perawatan
untuk jangka waktu lama. Banyak penderita setelah berhasil
menurunkan berat badannya beberapa kilogram, kemudian
menganggap tidak perlu lagi menjalani diet. Akibatnya berat
badannya akan naik kembali dan hal itu penting menimbulkan rasa
kecewa.
Untuk menurunkan berat badan, penderita sering tidak makan
sama sekali untuk satu kali waktu makan, misalnya tidak makan
malam. Upaya demikian tidak akan membawa hasil yang
memuaskan dalam upaya menurunkan berat badan bahkan sering
hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, yang akhirnya merangsang
selera makan sehingga pada waktu makan berikutnya akan lebih
banyak makanan yang dimakan.Menghilangkan makan pagi sangat
tidak dianjurkan karena bukan saja menyebabkan tidak dapat
bekerja secara efisien pada siang harinya, tetapi juga mendorong
timbulnya rasa lapar yang hebat pada siang harinya.
Diet yang diberikan kepada penderita obesitas hendaknya
dalam waktu relatif pendek dapat memperlihatkan hasil berupa
penurunan berat badan. Jika tidak, penderita akan merasa segan
dan akhirnya berhenti menjalani dietnya. Penderita obesitas
cenderung senang menggunakan preparat yang dapat menekan
nafsu makan. Preparat tersebut selain memberikan pengaruh yang
bersifat sementara, tidak jarang membawa pengaruh sampingan.
Penggunaan preparat penekan nafsu makan jarang sekali
memberikan hasil yang memuaskan dalam upaya penurunan berat
badan.
2. Makanan yang dianjurkan bagi penderita obesitas
 Cairan seperti air dan jus yang dapat membentu membuang
sisa metabolisme di dalam tubuh.
 Karbohidrat kompleks seperti kentang, beras, dan kacang-
kacangan sebagai sumber energi, vitamin, dan serta.
 Sayuran dan buah-buahan sebagai penyumbang vitamin dan
mineral.
 Berbagai jenis ikan dan produk unggas tanpa kulit untuk
memperoleh makanan yang tinggi protein serta mineral.
 Produk susu rendah lemak sebagai penyumbang vitamin dan
mineral.
3. Makanan Yang harus dihindari
Makanan dalam jumlah banyak dan tinggi kandungan lemak,
gula sederhana serta alkohol.
Berikut ini beberapa contoh diet yang dapat digunakan oleh
penderita obesitas:
Diet I Kandungan kalori = 1000 kal :
 beras atau penukarnya    70 g
 Daging atau penukarnya    100 g
 Tempe atau kacang-kacangan    50 g
 Sayuran campuran    400 g
 Buah-buahan    400 g
 Minyak    10 g
 Kalori 1050 kal
 Protein 43 gr
 Zat kapur 0,5 gr
 Zat besi 25 mg
 Vit A 1500 SI
 Vit C 250 mg

Diet II Kandungan kalori = 1200 kal :


 Beras atau penukarnya    70 g
 Daging atau penukarnya    100 g
 Tempe atau kacang-kacangan    100 g
 Ikan segar atau gantinya    50 g
 Sayuran campuran    400 g
 Buah-buahan        400 g
 Minyak    10 g
 Kalori 1200 kal
 Protein 51 g
 Lemak 25 g
 Zat kapur 0,5 g
 Zat besi 20 mg
 Vit A 19000 SI
 Vit C 230 mg
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Seseorang dianggap menderita kegemukan (obese)


bila indeks massa tubuh (IMT), yaitu ukuran yang diperoleh dari
hasil pembagian berat badan dalam kilogram dengan kuadrat tinggi
badan dalam meter, lebih dari 30 kg/m2. Tubuh gemuk identik
dengan skor BMI (Body Mass Index) yang berada di atas normal.
Indeks BMI di atas 25 menunjukkan bahwa seseorang masuk ke
dalam kategori over weight atau berat badan di atas normal.

B. Saran
Kurangi konsumsi makanan cepat saji dan banyak
mengandung lemak terutama asam lemak tak jenuh dan
mengurangi makanan yang manis-manis. Jangan mengkonsumsi
nasi terlalu berlebihan jika kita tidak melakukan aktivitas berat,
karena ini biasanya tidak seimbang antara makanan yang dimakan
dengan pergerakan aktivitas yang dilakukan. Makanlah makanan
yang seimbang sesuai dengan aktivitas sehari-hari
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2016. Hati-hati Obesitas, Apa Dampak dan Penyebabnya?.


http://profesormuda.com/info-kesehatan/penyebab-dan-dampak-
kegemukan/. Diakses.
Anonim. 2015. Healthy Articles Perawatan Dietetik Pada Penderita
Obesitas. http://www.smallcrab.com/kesehatan/664-perawatan-
dietetik-bagi-penderita-obesitas.
Anonim. 2016. Pengertian Obesitas. http://www.e-
jurnal.com/2013/11/pengertian-obesitas.html
Anonim. 2012. Tehnik Pemeriksaan Penentuan Obesitas.
http://www.mausehat.com/tehnik-pemeriksaan-penentuan-
obesitas/.
Anonim. 2015. Penyebab Obesitas, Dampak Kesehatan, dan Cara
Mengatasinya.
http://trikmudahdiet.blogspot.co.id/2014/10/Penyebab-Obesitas-
Dampak-Kesehatan-dan-Cara-Mengatasinya.html.
Riadi, Muchlisin. 2012. Pengertian, Jenis dan Faktor Penyebab.
http://www.kajianpustaka.com/2016/01/pengertian-jenis-faktor-
penyebab-obesitas.html.
Wijayanti, Dewi Nur. 2013. Analisis Faktor Penyebab Obesitas Dan Cara
Mengatasi Obesitas Pada Remaja.
http://lib.unnes.ac.id/18887/1/6250408055.pdf.
Wulandari, Tri, Anita Zulkaida. 2007. Self Regulated Behavior pada
Remaja Putri yang Mengalami Obesitas. http://T Wulandari, A
Zulkaida - Proceeding PESAT, 2007 - academia.edu.