Anda di halaman 1dari 5

TUGAS TUTORIAL KE-1

BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN NON BANK

Nama : MOCH.
YUDIANTO
NIM :
02236014
5

1 Jika anda merupakan seseorang yang memiliki dana lebih dan ingin memberikan dana tersebut sebagai
investor, sebutkan dan jelaskan aset yang dapat ada kelola ?
2 Sesuai dengan Undang-Undang No. 2 Tahun 1992 Tentang Usaha Perasuransian, uraikanlah pengertian
dari perusahaan asuransi dan usaha-usaha dari perusahaan asuransi
3. Sesuai dengan situasi saat ini, inovasi sangat diperlukan untuk memunculkan ide-ide baru terutama
dalam hal inovasi keuangan. Sesuai dengan yang anda pelajari silahkan uraikan pemicu terjadinya
invoasi keuangan dan factor-faktor utama yang mendorong munculnya inovasi keuangan.
4. Sesuai dengan situasi dunia saat ini, dalam mengatasi kondisi perekonomian Indonesia khususnya
sebagai dampak penyebaran COVID-19, sebutkanlah dan jelaskan tugas Bank Indonesia yang dapat
ditempuh dari aspek kemanusiaan dan ekonomi untuk mengatasi dampak kepada masyarakat, UMKM,
dan dunia usaha!

1. . A. Aset Lancar

Aset lancar merupakan jenis aktiva yang paling liquid. Maksudnya, aset tersebut paling cepat dan mudah
untuk dikonversi menjadi uang tunai. Aset lancar memiliki siklus atau perputaran dan manfaat yang
singkat. Umumnya, jangka waktu perputaran aset lancar selama 1 tahun atau dalam satu siklus norma
perusahaan. Karena perputarannya yang cepat, manfaat dari aktiva lancar juga cepat habis, tetapi
setelah habis akan digantikan dengan aset atau aktiva lainnya. Keadaan tersebut terus dilakukan sampai
dengan akhir periode. Contoh dari aset lancar seperti kas, piutang usaha, wesel tagih, persediaan,
perlengkapan, investasi jangka pendek, beban dibayar di muka dan penghasilan yang masih akan
diterima.

B. Aset Tidak Lancar

Aset tidak lancar merupakan aset yang memiliki siklus dan masa manfaat lebih dari satu tahun. Aset
tidak lancar dibagi menjadi 3 bagian yaitu.

a. Aset Tetap

Aset tetap atau aktiva berwujud adalah aset yang memiliki wujud atau bentuk secara fisik. Aset tetap
dimanfaatkan dan digunakan oleh perusahaan untuk kegiatan produksi barang atau jasa. Sehingga
tujuan memiliki aktiva tetap adalah bukan untuk dijual kembali tetapi digunakan dalam operasional
perusahaan. Aset tetap dapat dijual oleh perusahaan jika masa atau umur manfaat dari aset tersebut
sudah habis, rusak, atau karena ada masalah lain. Contoh aktiva yang masuk dalam jenis aset tetap
adalah tanah, bangunan, gedung, mesin, kendaraan, dan lainnya.

b. Aset Tidak Berwujud


Selain aset tetap, aset tidak berwujud juga digolongkan dalam kategori aset tidak lancar. Aset tidak
berwujud merupakan aktiva yang tidak nampak /atau tidak terlihat secara fisik tetapi memiliki nilai dan
manfaat bagi perusahaan. Adapun contoh dari aset tidak berwujud adalah goodwill, hak paten, hak
cipta, hak guna bangunan, hak sewa, dan sebagainya.

c. Investasi Jangka Panjang

Investasi merupakan suatu aset yang difungsikan dengan tujuan untuk mendapatkan pertumbuhan
kekayaan. Investasi jangka panjang yang dimaksud meliputi semua investasi jangka panjang yang
dilakukan oleh perusahaan baik di masa sebelumnya atau masa sekarang. Sebagai contoh: perusahaan
Maju Jaya melakukan investasi di perusahaan Sejahtera Bersama, maka perusahaan Maju Jaya harus
mencatat aset berupa investasi tersebut dalam laporan neracanya.

2. Asuransi adalah pertanggungan atau perjanjian antara dua belah pihak, di mana pihak satu
berkewajiban membayar iuran/kontribusi/premi. Pihak yang lainnya memiliki kewajiban memberikan
jaminan sepenuhnya kepada pembayar iuran/kontribusi/premi apabila terjadi sesuatu yang menimpa
pihak pertama atau barang miliknya sesuai dengan perjanjian yang sudah dibuat)

Perusahaan asuransi dibagi dalam beberapa jenis tergantung dari ranah risiko yang menjadi
pertanggungan. Berikut ini beberapa jenis perusahaan asuransi yang perlu kamu ketahui:

Perusahaan asuransi jiwa

Perusahaan asuransi jiwa adalah perusahaan yang memberikan jasa dalam penanggulangan risiko yang
berkaitan dengan hidup atau meninggalnya seseorang yang dipertanggungkan. Jadi, yang menjadi fokus
adalah perlindungan terhadap nilai ekonomi hidup seseorang. Perusahaan asuransi jiwa akan
membayarkan sejumlah uang pertanggungan pada ahli waris tertanggung sesuai isi kontrak asuransi.
Perusahaan asuransi jiwa wajib memperoleh izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Menurut data OJK hingga akhir Juni 2019,saat ini terdapat 53 perusahaan asuransi jiwa yang beroperasi
di Indonesia. Antara lain, PT Asuransi Allianz Life Indonesia, Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912, PT
Axa Life Indonesia, dan sebagainya.

Perusahaan asuransi jiwa menyediakan layanan berupa produk asuransi jiwa baik itu berjenis asuransi
jiwa berjangka, asuransi jiwa dwiguna hingga asuransi jiwa unitlink. Perusahaan asuransi jiwa juga tidak
melulu hanya memberi layanan proteksi jiwa, tapi ada juga produk asuransi kesehatan baik yang
berjenis hospital cash plan maupun hospital benefit.

Perusahaan asuransi umum

Perusahaan asuransi umum menyediakan jasa perlindungan risiko terhadap kerugian ekonomi yang
terjadi akibat kerusakan atau kehilangan aset. Jadi, asuransi umum memberikan perlindungan terhadap
aset-aset yang kamu anggap penting.

Misalnya, kamu seorang penyanyi profesional dan menggantungkan penghasilan dari profesi sebagai
penyanyi, maka suara adalah aset kamu yang berharga. Kamu bisa mengasuransikan suara kamu dengan
membeli asuransi umum.

Contoh produk asuransi yang termasuk jenis asuransi umum antara lain, asuransi perjalanan, asuransi
harta benda, asuransi rumah, asuransi kendaraan bermotor, asuransi kecelakaan, dan sebagainya.
Berdasarkan data OJK, jumlah perusahaan asuransi umum yang terdaftar saat ini mencapai 74
perusahaan. Beberapa nama perusahaan asuransi umum antara lain, PT Asuransi Allianz Utama
Indonesia, PT Asuransi Jasaraharja Putera, PT Asuransi Adira Dinamika, dan lain sebagainya.

Perusahaan reasuransi

Perusahaan reasuransi memberikan jasa perihal pertanggungan ulang terhadap risiko yang dihadapi
oleh perusahaan asuransi kerugian dan/atau perusahaan asuransi jiwa. Jadi, perusahaan asuransi jiwa
ataupun perusahaan asuransi umum mengasuransikan risiko yang dia tanggung pada perusahaan
reasuransi. Di Indonesia sejauh ini ada 6 perusahaan reasuransi, antara lain PT Reasuransi Indonesia
Utama (Persero), PT Reasuransi International Indonesia, dan lain-lain.

Perusahaan asuransi wajib

Ini adalah perusahaan asuransi yang menyediakan produk asuransi wajib. Perusahaan asuransi wajib
umumnya berbentuk BUMN. Sejauh ini, menurut OJK ada tiga perusahaan asuransi wajib yang
beroperasi di Indonesia yaitu PT ASABRI (Persero), PT Jasa Raharja (Persero) dan PT TASPEN (Persero).

Perusahaan asuransi sosial

Perusahaan asuransi sosial menjalankan layanan asuransi dalam kerangka social security (sistem
jaminan sosial). Yang termasuk perusahaan asuransi sosial seperti dicatat oleh OJK antara lain BPJS
Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

3. Faktor yang mendorong inovasi keuangan

1. besarnya peningkatan pendapat masyarakat kelas menengah keluarga dan individu.

2. pesatnya perkembangan industri dan teknologi.

3. besarnya denominasi instrumen keuangan.

4. lembaga keuangan menjual jasa-jasa likuiditas yg unik.

5. resikoh yg lebih kecil.

4. COVID-19 telah menyebar ke belahan dunia termasuk ke negara negara maju.

Terkait hal tersebut, BI dan Kemenkeu tadi malam melalui video conference telah mengikuti sidang G20
yang diikuti Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral dari masing-masing negara yang juga dihadiri
lembaga internasional seperti IMF, Bank Dunia, PBB dan OECD. Terdapat empat aspek yang disepakati
sebagai berikut:

Meningkatkan pencegahan dan penanganan COVID-19 dari aspek kemanusiaan khususnya aspek
kesehatan.

Koordinasi kebijakan moneter, fiskal, dan sektor keuangan dilakukan secara bersama dalam tataran
global, sesuai kewenangan masing-masing negara.
Peran Lembaga internasional (IMF dan Bank Dunia) untuk meningkatkan pendanaan dalam upaya
mengatasi ketetatan likuidtas USD secara global.

Joint collective action untuk mengatasi dampak COVID-19 merupakan langkah bersama secara global
dari masing-masing aspek yaitu kemanusiaan khususnya kesehatan, koordinasi kebijakan, dan peran
lembaga internasional.

BI, Kemenkeu, dan OJK terus melakukan koordinasi secara erat dari aspek stabilitas moneter, SSK, dan
fiskal, dalam mendorong ekonomi dan mengurangi beban kepada masyarakat dalam mengatasi
dampak COVID-19

Asesmen makroekonomi sedang didiskusikan secara intens antara BI dengan Kemenkeu yang pada
waktunya akan disampaikan terkait perubahan asumsi makro dan implikasi anggaran.

BI terus melakukan langkah-langkah memperkuat stabilisasi di pasar valas, pasar keuangan, bersama
Pemerintah dan OJK dalam penyediaan pembiayaan dari perbankan

BI telah menempuh langkah-langkah kebijakan seperti penurunan suku bunga kebijakan, stabilisasi nilai
tukar rupiah, injeksi likuiditas dalam jumlah yang besar baik likuiditas rupiah maupun valas,
mempermudah bekerjanya pasar uang dan pasar valas di domestik maupun luar negeri, relaksasi
ketentuan bagi investor asing terkait lindung nilai dan posisi devisa neto, pelonggaran makroprudensial
agar tersedianya pendanaan bagi eksportir, importir dan UMKM. Selanjutnya di Sistem Pembayaran, BI
menjamin ketersediaan uang layak edar yang higienis, dan mendorong penggunaan pembayaran non-
tunai termasuk melalui perpanjangan masa berlakunya MDR 0% untuk QRIS dari Mei menjadi
September 2020, yang disepakati bersama ASPI dan PJSP.

Update Indikator Terkini

Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu III Maret 2020, inflasi Maret 2020 secara tahun
kalender sebesar 0,78% (ytd), dan secara tahunan sebesar 2,98% (yoy).

Perkembangan Nilai Tukar cukup stabil. Dalam rangka stabilisasi nilai tukar rupiah, BI telah melakukan
kebijakan triple intervention dimana pembelian SBN di pasar sekunder mencapai Rp168,2 Triliun (ytd).

Aliran modal asing. Secara total outflow aliran modal asing mencapai Rp125,2 Triliun (ytd).

Kondisi likuiditas. BI telah menginjeksi likuiditas sebesar hampir Rp300 triliun (ytd).

BI akan terus berkoordinasi dalam melakukan langkah tersebut bersama KSSK. Bank Indonesia juga terus
memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan OJK untuk memonitor secara cermat dinamika
penyebaran COVID-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu, serta
langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas
makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan
berdaya tahan.
Penyesuaian Jam Operasional

Dalam rangka mendukung upaya penanggulangan COVID-19 yang dilakukan oleh Pemerintah untuk
memitigasi penyebaran COVID-19, Bank Indonesia bersama otoritas terkait dan industri berkomitmen
untuk menjaga kelancaran layanan sistem pembayaran dan transaksi keuangan untuk mendukung
berbagai kegiatan ekonomi. Memperhatikan aspek kemanusiaan dan kesehatan masyarakat dalam
memitigasi penyebaran COVID-19 dan mempertimbangkan hasil koordinasi dengan, antara lain Otoritas
Jasa Keuangan (OJK), industri perbankan, dan penyelenggara jasa sistem pembayaran, BI menetapkan
penyesuaian jadwal kegiatan operasional dan layanan publik yang berlaku sejak 30 Maret – 29 Mei
2020.