KTI
KTI
Oleh :
FAUZA AKMAL FADHIL SYAH
18.100.12
OLEH :
FAUZA AKMAL FADHIL SYAH
NIM 18.100.12
Menyatakan dengan bersumpah bahwa Karya Tulis Ilmiah ini adalah hasil
karya sendiri dan belum pernah dikumpulkan oleh orang lain untuk memperoleh
gelar dari berbagai jenjang pendidikan di perguruan tinggi manapun.Jika
dikemudian hari ternyata saya terbukti melakukan pelanggaran atas pernyataan
dan sumpah tersebut diatas, maka saya bersedia menerima sanksi akademik dari
almamater
i
LEMBAR PERSETUJUAN
Karya Tulis Ilmiah dengan judul “Asuhan Keperawatan Gouth Athritis Dengan
Nyeri Akut Di Desa Tanggung Kecamatan Turen Kabupaten Malang ” Telah
Disetujui.
Tanggal Persetujuan :
Oleh
Pembimbing 1 Pembimbing 2
LEMBAR PENGESAHAN
ii
Proposal Karya Tulis Ilmiah ini dengan Judul “Asuhan Keperawatan
Pada Klien Gouth Athritis Dengan Nyeri Akut Di Desa Tanggung Kecamatan
Turen Kabupaten Malang” telah Diujikan di Depan Penguji
Mengetahui,
Ketua Program Studi Keperawatan Program Diploma III
iii
CURRICULUM VITAE
A. Data Pribadi
1. Nama : Fauza Akmal Fadhil Syah
2. Tempat, Tanggal Lahir : Malang, 20 Agustus 2000
3. Jenis Kelamin : Laki - laki
4. Agama : Islam
5. Status : Belum Menikah
6. Alamat :Tanggung-Turen , Jl.RA Kartini no
2 RT4/RW7
7. E-mail : akmalf457@gmail.com
B. Riwayat Pendidikan
Tahun 2012 : Lulus SDS Taman Siswa Turen
Tahun 2015 : Lulus SMPN 01 Turen
Tahun 2018 : Lulus SMAN 01 Turen
Tahun 2018 : Terdaftar sebagai Mahasiswa Program Studi
Diploma III Keperawatan di Sekolah Tinggi Ilmu
Kesehatan Kepanjen
C. Pengalaman Organisasi
Tahun 2018-2019 : UKM Padsu .
iv
MOTTO
“Teruslah semangat pantang menyerah untuk mencapai apa yang kamu cita-
citakan dan janganlah kau lupakan orang orang disekitarmu”
v
LEMBAR PERSEMBAHAN
Sembah sujud syukur kepada Allah SWT. Taburan cinta dan terima kasih
sayang-Mu telah memberikan kekuatan, membekaliku dengan ilmu juga
memperkenalkanku dengan cinta. Atas karunia dan kemudahan yang Engkau
berikan akhirnya Karya Tulis Ilmiah yang sederhana ini bisa terselesaikan.
Sholawat dan salam selalu terlimpahkan kepada junjungan kita Nabi besar
Muhammad SAW.
Kupersembahkan Karya Tulis Ilmiah yang sederhana ini kepada orang
yang sangat kukasihi dan kusayangi :
Ibu dan Ayah Tercinta
Sebagai tanda bakti, hormat dan tanda terima kasih yang tiada terhingga
kupersembahkan karya kecil ini kepada ibu ( Sunarti ) dan Ayah (Miseri) yang
telah memberikan kasih sayang, dukungan materil maupun doa. Terima kasih
yang tiada terhingga, yang tidak mungkin kubalas hanya dengan selembar kertas
yang bertuliskan kata persembahan. Untuk ibu dan ayah yang selalu memberikan
motivasi, mendoakan, menasehati dan selalu meridhoiku melakukan hal yang
baik, Terimakasih yang tiada batas untuk Ibu dan Ayah tercinta.
Orang Terdekatku
Sebagai tanda terima kasih saya persembahkan untuk orang yang telah
menemani saya sampai saat ini menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini. Semoga
dukungan, doa dan semua hal yang terbaik yang Tuhan berikan menjadikanku
orang yang terbaik pula.
Teman - teman
Buat para sahabat yang telah memberikan motivasi, nasehat, dukungan dan
semangat untuk menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini serta teman-teman kelasku
yang mulai dari semester 1-5 ini yang memberikanku banyak sekali pembelajaran
yang berharga serta kenangan yang tidak akan dapat aku ulang lagi dikehidupanku
mendatang. Terima kasih dan tetap menjadi keluarga D3 yang utuh seterusnya.
vi
ABSTRAK
Akmal, Fauza. 2021. Asuhan Keperawatan Gouth Athritis Dengan Nyeri Akut
Di Desa Tanggung Kecamatan Turen Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah.
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kepanjen. Pembimbing I : Tri Nurhudi
Sasono, S. Kep. Ns., M. Kep. Pembimbing II : Nia Agustiningsih, S. Kep. Ns.,
M. Kep
vii
ABSTRACT
Akmal, Fauza. 2021. Gouth Athritis Nursing Care with Acute Pain in
Tanggung Village, Turen District, Malang Regency. Scientific Papers. The
Health School Institution of Kepanjen. Supervisor I : Tri Nurhudi Sasono, S.
Kep. Ns., M. Kep. Supervisor II : Nia Agustiningsih, S. Kep. Ns., M. Kep
viii
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena berkat, rahmat dan
karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah dengan
judul “Asuhan Keperawatan Klien Gouth Athritis Dengan Nyeri Akut Di Desa
Tanggung Kecamatan Turen Kabupaten Malang.”
Proposal Karya Tulis Ilmiah ini penulis susun sebagai salah satu persyaratan
untuk memperoleh gelar Ahli Madya Keperawatan di Program Studi Keperawatan
Program Diploma III STIKes Kepanjen Malang. Dalam penyusunan Karya Tulis
Ilmiah ini, penulis banyak mendapat bimbingan dan dukungan dari berbagai
pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih dan
penghargaan yang setinggi-tingginya kepada yang terhormat:
1. Ibu Dr. Riza Fikriana, S.Kep,Ns., M.Kep Selaku Ketua Sekolah Tinggi
Ilmu Kesehatan Kepanjen yang memberikan kesempatan kepada penulis
untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diberikan di STIKes Kepanjen.
2. Ibu Galuh Kumalasari S.Kep, Ns.,M.Kep selaku Ketua Program Studi
Diploma III Keperawatan yang telah memberikan bantuan dan dukungan
kepada penulis untuk menyelesaikan Proposal Karya Tulis Ilmiah ini.
3. Bapak Tri Nurhudi Sasono S.Kep,Ns,M.Kep selaku pembimbing 1 dalam
Proposal Karya Tulis Ilmiah ini yang sangat rutin dalam memberikan
arahan dan bimbingan serta memberikan banyak ilmu, kepada penulis
4. Ibu Nia Agustiningsih, S.Kep, Ns, M.Kep selaku pembimbing 2 dalam
Proposal Karya Tulis Ilmiah ini yang sangat rutin dalam memberikan
banyak ilmu, bimbingan dan pengarahan kepada penulis.
ix
Penulis berusaha untuk menyelesaikan Proposal Karya Tulis Ilmiah ini,
dengan sebaik-baiknya. Namun demikian menyadari bahwa masih banyak
kekurangan. Oleh karena itu demi kesempurnaan, penulis mengharapkan
adanya kritis saran semua pihak untuk menyempurnakannya.
x
DAFTAR ISI
COVER
SURAT PERNYATAAN........................................................................................i
LEMBAR PERSETUJUAN..................................................................................ii
LEMBAR PENGESAHAN..................................................................................iii
CURRICULUM VITAE.......................................................................................iv
MOTTO..................................................................................................................v
LEMBAR PERSEMBAHAN...............................................................................vi
ABSTRAK............................................................................................................vii
ABSTRACT.........................................................................................................viii
KATA PENGANTAR...........................................................................................ix
DAFTAR ISI..........................................................................................................xi
DAFTAR TABEL...............................................................................................xiv
DAFTAR BAGAN................................................................................................xv
BAB 1 PENDAHULUAN......................................................................................1
1.1 Latar Belakang..........................................................................................1
1.2 Batasan Masalah........................................................................................4
1.3 Rumusan Masalah.....................................................................................4
1.4 Tujuan .......................................................................................................4
1.4.1 Tujuan Umum....................................................................................4
1.4.2 Tujuan Khusus...................................................................................4
1.5 Manfaat......................................................................................................5
1.5.1 Manfaat Teoritis.................................................................................5
1.5.2 Manfaat Praktis..................................................................................5
BAB 2TINJAUAN PUSTAKA..............................................................................6
2.1 Konsep Gout Athritis Pada Lansia............................................................6
2.1.1 Definisi...............................................................................................6
2.1.2 Batasan Lansia...................................................................................6
2.1.3 Perubahan Yang Terjadi Pada lanjut Usia.........................................7
2.1.4 Ciri Ciri Lansia...................................................................................9
2.1.5 Permasalahan Pada Lansia...............................................................10
2.2 Konsep Gouth Athritis.............................................................................11
2.2.1 Pengertian.........................................................................................11
2.2.2 Etiologi.............................................................................................12
2.2.3 Klasifikasi Gouth Athritis................................................................13
2.2.4 Manifestasi Klinis............................................................................13
2.2.5 Patofisiologi.....................................................................................14
2.2.6 Pathway............................................................................................15
2.2.7 Pemeriksaan Diagnostik...................................................................15
2.2.8 Penatalaksanaan ..............................................................................16
2.2.9 Diet...................................................................................................16
2.2.10 Pengobatan.......................................................................................18
2.2.11 Pencegahan......................................................................................19
2.3 Konsep Nyeri Akut Pada Gouth Athritis.................................................19
2.3.1 Definisi Nyeri...................................................................................19
xi
2.3.2 Teori Nyeri.......................................................................................20
2.3.3 Fisiologi Nyeri.................................................................................21
2.3.4 Jenis Jenis Nyeri...............................................................................21
2.3.5 Mengkaji Presepsi Nyeri..................................................................23
2.3.6 Mengkaji Intensitas Nyeri................................................................23
2.3.7 Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Nyeri.......................................25
2.3.8 Manajemen Nyeri.............................................................................27
2.4 Konsep Askep..........................................................................................30
2.4.1 Pengkajian........................................................................................30
2.4.2 Diagnosa Keperawatan....................................................................33
2.4.3 Intervensi Keperawatan....................................................................33
2.4.4 Implementasi....................................................................................36
2.4.5 Evaluasi............................................................................................37
2.4.6 Kerangka Konsep.............................................................................38
2.4.7 Penjelasan Kerangka Konsep...........................................................39
BAB 3 METODE PENELITIAN........................................................................40
3.1. Desain Penelitian.....................................................................................40
3.2. Lokasi dan Waktu Penelitian...................................................................40
3.3. Subyek Penelitian....................................................................................40
3.4. Pengumpulan Data..................................................................................41
3.4.1 Wawancara........................................................................................41
3.4.2 Observasi Langsung..........................................................................41
3.4.3 Dokumentasi......................................................................................41
3.4.4 Pemeriksaan Fisik ............................................................................41
3.5. Uji Keabsahan Data.................................................................................42
3.6. Analisa Data............................................................................................42
3.7. Etik Penelitian.........................................................................................43
3.8 Kerangka Kerja........................................................................................45
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN................................................................47
4.1 Hasil.........................................................................................................47
4.1.1 Gambaran Lokasi Pengambilan Data...............................................47
4.1.2 Lokasi Pengambilan Data Klien......................................................47
4.1.3 Pengkajian........................................................................................49
4.1.4 Analisa Data.....................................................................................79
4.1.5 Diagnosa Keperawatan....................................................................80
4.1.6 Intervensi..........................................................................................80
4.1.7 Implementasi....................................................................................82
4.2 Pembahasan.............................................................................................89
4.2.1 Pengkajian........................................................................................90
4.2.2 Diagnosa...........................................................................................90
4.2.3 Intervensi..........................................................................................91
4.2.4 Implementasi....................................................................................92
4.2.5 Evaluasi............................................................................................93
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN................................................................95
5.1 Kesimpulan..............................................................................................95
5.2 Saran........................................................................................................96
5.2.1 Bagi Lahan Praktik...........................................................................96
5.2.2 Bagi Institusi Pendidikan.................................................................96
xii
5.2.3 Bagi Peneliti Selanjutnya.................................................................96
5.2.4 Bagi Klien Dan Keluarga.................................................................96
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................98
xiii
DAFTAR TABEL
xiv
DAFTAR BAGAN
xv
BAB 1
PENDAHULUAN
1
2
Kandungan normal asam urat dalam serum darah adalah 7,0 mg/dl pada
laki-laki dan 5,7 mg/dl pada perempuan. Kandungan asam urat di dalam urine
24 jam adalah 1000 mg/dl. Pada kondisi tertentu dapat menyebakan
penumpukan atau kelebihan asam urat dalam darah. Kondisi penumpukan
inilah yang dapat memicu rasa nyeri yang parah pada penderita gout arthritis
(Setiawan, 2017). Penanganan penderita gout arthritis difokuskan pada cara
mengontrol rasa sakit, khususnya mengontrol nyeri, hal tersebut merupakan
hal yang sering dialami oleh penderita dengan gout arthritis, mengurangi
kerusakan sendi, dan meningkatkan atau mempertahankan fungsi dan kualitas
hidup. Ada dua penanganan untuk gout arthritis yang pertama terapi
farmakologis dan yang kedua non farmakologis (Mellynda, 2017). Tindakan
non farmakologis selain diet purin, dapat juga diberikan terapi komplementer
yang menggunakan tanaman jahe. Jahe memiliki kandungan yang bermanfaat
mengurangi nyeri pada gout arthritis karena jahe memiliki sifat pedas, pahit
dan aromatic dari olerasin seperti zingeron, gingerol dan shogaol. Jahe dapat
diberikan cara kompres hangat maupun kompres parutan (Igga Dwi Rahayu,
2017).
Pemberian kompres jahe hangat merupakan mekanisme penghambat
reseptor nyeri pada serabut saraf besar dimana akan mengakibatkan terjadinya
perubahan mekanisme yaitu gerbang yang akhirnya dapat memodifidikasi dan
merubah sensasi nyeri yang datang sebelum sampai ke korteks serebri
menimbulkan persepsi nyeri dan reseptorotot sehingga nyeri dapat
berkurang.Analisa peneliti penurunan nyeri pada lansia setelah diberikan
kompres hangat memakai parutan jahe terjadi perubahan, karena kandungan
senyawa yang ada dalam jahe di antaranya minyak asiri, fenol, kalsium,
vitamin C, magnesium yang bersifat pedas dan hangat sehingga membantu
meredakan nyeri, dan perubahan tersebut tergantung pada respon lansia
masing-masing karena nyeri yang dirasakan individu bersifat pribadi yang
artinya antara individu satu dengan lainnya mengalami nyeri yang berbeda.
3
Untuk membantu klien yang menderita gout arthritis tersebut maka sangat
diperlukan peran tenaga kesehatan dalam memberikan asuhan keperawatan
yang di butuhkan klien yang menderita Gout Arthritis. Namun, dengan adanya
kasus Covid-19 yang semakin marak ini masyarakat menjadi takut dan enggan
untuk berobat ke pelayanan kesehatan. Dengan adanya terapi kompres air
hangat disertai jahe ini masyarakat lebih mudah untuk mengontrol nyeri di
rumah. Dari permasalahan di atas, maka peneliti mengambil “Asuhan
Keperawatan pada Penderita Gout Arthritis dengan Nyeri Akut di Wilayah
Desa Tanggung Kec.Turen Kab.Malang.
4
Masalah pada studi kasus ini dibatasi pada Asuhan Keperawatan Klien
Gout Artritis dengan Nyeri Akut di Wilayah Desa Tanggung Kecamatan
Turen Kab. Malang.
1.4 Tujuan
1.5 Manfaat
a) Manfaat Teoritis
Untuk pengembangan ilmu keperawatan berkaitan dengan asuhan
keperawatan gerontik pada penderita Gout Artritis dengan nyeri akut di
wilayah Desa Tanggung Kec.Turen Kab. Malang.
b) Manfaat Praktis
1.) Bagi perawat
Diharapkan studi kasus ini bisa menambah pengetahuan dan
ketrampilan terkait dengan asuhan keperawatanpada klien Gout Artritis
dengan nyeri akut.
2.) Bagi puskesmas
Diharapkan studi kasus ini bisa memberikan manfaat terkait dengan
asuhan keperawatan yang akan diberikan kepada klien ataupun
masyarakat.
3.) Bagi penelitian berikutnya
Diharapkan dapat digunakan sebagai masukan dalam proses belajar-
mengajar dan mengembangkan ilmu tentang asuhan keperawatan pada
klien Gout Artritis dengan nyeri akut.
4.) Bagi klien
Diharapkan studi kasus ini memberikan manfaat untuk pemberian
tindakan keperawatan pada klien maupun keluarga.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.1 Definisi
Lansia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas.
Menua bukanlah suatu penyakit, akan tetapi merupakan proses yang
berangsur-angsur mengakibatkan perubahan kumulatif, merupakan proses
menurunnya daya tahan tubuh dalam menghadapi rangsangan dari dalam
dan luar tubuh, seperti didalam Undang-Undang No 13 tahun 1998 yang
isinya menyatakan bahwa pelaksanaan pembangunan nasional yang
bertujuan mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan
Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, telah menghasilkan kondisi
sosial masyarakat yang makin membaik dan usia harapan hidup makin
meningkat, sehingga jumlah lanjut usia semakin bertambah. Banyak
diantara lanjut usia yang masih produktif dan mampu berperan aktif dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
6
7
3) Usia sangat tua (very old) adalah usia lebih dari 90 tahun.
Depkes RI (2005) menyatakan bahwa batasan lansia dibagi menjadi tiga katagori,
yaitu:
3. Perubahan Psikologis
a. Masalah fisik
11
c. Masalah emosional
d. Masalah spiritual
2.2.1 Pengertian
Gout Athritis atau yang lebih dikenal dengan asam urat merupakan
suatu peradangan sendi sebagai manifestasi dari akumulasi endapan
Kristal monosodium erat, yang terkumpul di dalam sendi sebagai resiko
dari tingginya kadar asam urat darah (hiperurisemia). Peningkatan
12
Gambaran klinik yang spesifik adalah dengan adanya sifat rasa nyeri di
deskripsikan sebagai excruciating pain dan mencapai puncak dalam 24
jam. Tanpa pengobatan pada serangan permulaan dapat sembuh dalam 3-4
hari. Serangan biasanya bersifat monortikuler dengan tanda inflamasi yang
jelas contohnya merah, bengkak, nyeri, terasa panas, dan sakit jika
digerakkan. Faktor pencetusnya adalah trauma sendi, alchohol, obat-
obatan dan tindakan pembedahan.
2.2.5 Patofisiologi
Dalam keadaan normal, kandungan asam urat (gout) di dalam darah pada
pria dewasa kurang dari 7 mg/dl dan pada wanita kurang dari 6 mg/dl. Apabila
konsentrasi asam urat dalam serum lebih besar dari 7,0 mg/dl dapat
mengakibatkan penumpukan kristal monosodium urat. Serangan gout tampaknya
berhubungan dengan peningkatan atau penurunan secara tiba-tiba kandungan
asam urat dalam serum. Jika kristal asam urat mengendap dalam sendi, akan
terjadi respons inflamasi dan diteruskan dengan terjadinya serangan gout. Dengan
adanya serangan yang berulang-ulang, penumpukan kristal monosodium urat yang
dinamakan thopi akan mengendap dibagian perifer tubuh seperti ibu jari kaski,
tangan dan telinga. Dampak penumpukan asam urat yang terjadi secara sekunder
dapat menimbulkan Nefrolitiasis urat (batu ginjal) dengan disertai penyakit ginjal
kronis. Gambaran kristal urat dalam cairan sinovial sendi yang asimtomatik,
menunjukkan bahwa faktor-faktor non-kristal 26 mungkin berhubungan dengan
reaksi inflasi. Kristal monosodium urat yang ditemukan tersalut dengan
immunoglobulin yang terutama berupa 1gG. Dimana igG akan meningkatkan
15
2.2.6 Pathway
Primer: Sekunder:
Kelainan metabolisme a. Diit
Purin bawaan b. Obat-obatan
c. Proses penyakit
Purin tinggi
Darah
Hiperuricemia
Penumpukan di sendi
Pembentukan kristal
Inflamasi
Nyeri
16
1.Laboratorium
2.Radiologi
2.2.8 Penatalaksanaan
2.2.9 Diet
anjurkan bagi pnderita gangguan asam urat adalah sebesar 50-70 g/hari
atau 0,8-1 g/kg berat badan/hari. Sumber protein yang di sarankan yaitu
protein nabati yang berasal dari susu, keju, dan telur.
5. Rendah lemak. Lemak dapat menhambat ekskresi asam urat melalui urine.
Makanan di goreng, bersantan, serta margarine dan mentega sebaiknya di
jauhi. Konsumsi lemak sebaiknya sekitar 15% dari total kalori.
6. Tinggi cairan. Mengkonsumsi cairan yang tinggi dapat membantu
membuang asam urat melalui urine. Oleh sebab itu, disarankan untuk
menghabiskan minuman minimal sebanyak 2,5 L atau sebanyak 10 gelas
per hari. Air minum ini bisa berupa air putih masak, teh, atau kopi selain
dari minuman, cairan bisa di peroleh dari buah-buahan yang disarankan
adalah semangka, melon, blewah, nanas, belimbing manis, dan jambu air.
Selain buah-buahan tersebut, buah-buahan yang lain juga boleh di
konsumsi karenabuah-buahan sangat sedikit mengandung purin. Buah-
buahan yang sebaiknya di hindari adalah alpukat dan durian karena
keduanya memiliki kandungan lemak yang tinggi.
7. Tanpa alcohol. Berdasarkan penelitian di ketahui bahwa kandungan asam
urat mereka yang mengkonsumsi alcohol lebih tinggi dibandingkan
mereka yang tidak mengkonsumsi alcohol. Hal ini adalah karena alcohol
akan meningkatkan asam laktat plasma. Asam laktat ini akan menghambat
pengeluaran asam urat dari tubuh
.
2.2.10 Pengobatan
1. Nonsteroid Anti-inflamatory Drugs (NSAIDs). Terdapat beberapa NSAID,
namun tidak semuanya mempunyai efektivitas keamanan yang baik untuk
terapi gout akut. Beberapa NSAID yang di klasifikasikan untuk
melampaui gout artritis akut dengan kejadian efek samping yang jarang
terjadi yaitu: naproxen dan natrium diklofenak.
2. Colchicine, colchocine tidak direkomendasikan untuk terapi jangka
panjang gout akut. Colchicine hanya di gunakan selama saat kritis untuk
mencegah serangan gout.
19
2.2.11 Pencegahan
a. Kurangi konsumsi makanan yang bebas atau sedikit purin atau protein
b. Penderita yang kelebihan berat badan harus menurunkan berat badanya
dengan tetap memperhatikan jumlah asupan kalori.
c. Mengkonsumsi tinggi karbohidrat dan menjauhi karbohidrat sederhana.
d. Kurangi makan makanan yang sedikit lemak.
e. Mengkonsumsi lebih banyak cairan.
f. Hindari dan kurangi meminum alcohol.
Teori gate control dari Melzack dan Wall (1965) menjelaskan bahwa impuls nyeri
bisa diatur dan dihambat oleh mekanisme pertahanan disepanjang struktur saraf
pusat, dimana impuls nyeri dihantarkan saat sebuah pertahanan dibuka dan impuls
dihambat saat sebuah pertahanan ditutup (Andarmoyo, 2013)
Teori pola dipublikasikan oleh Goldscheider (1989), teori ini mengatakan bahwa
nyeri di sebabkan oleh berbagai reseptor sensori yang di rangsang oleh pola
tertentu, dimana nyeri ini merupakan produk dari stimulasi reseptor yang
menghasilkan pola dari impuls saraf (Saifullah, 2015).
Teori pola yaitu rangsangan nyeri yang masuk melewati akar ganglion dorsal
medulla spinalis dan rangsangan aktifitas sel T. Hal ini mengakibatkan suatu
21
respon yang merangsang bagian yang lebih tinggi yaitu korteks serebri dan
menimbulkan persepsi, lalu otot berkontraksi sehingga menimbulkan nyeri.
Pemahaman dipengaruhi oleh modalitas respon dari reaksi sel T (Margono, 2014).
Nyeri Akut adalah nyeri yang berlangsung dari beberapa detik hingga
kurang dari 6 bulan umumnya dengan awitan tiba-tiba dan umumnya
berkaitan dengan cidera fisik. Nyeri akut mengisyaratkan bahwa kerusakan
atau cidera telah terjadi. Jika kerusakan tidak lama terjadi dan tidak ada
penyakit sistemik, nyeri akut biasanya menurun sejalan dengan terjadinya
penyembuhan. Nyeri ini umumnya terjadi kurang dari enam bulan dan
biasanya kurang dari satu bulan. Salah satu nyeri akut yang terjadi adalah
nyeri pasca pembedahan.
2. Nyeri Kronik
1. Nyeri Perifer
23
a. Nyeri superfisial, adalah nyeri yang muncul akibat rangsangan pada kulit dan
mukosa
b. Nyeri viseral, adalah rasa nyeri yang muncul akibat stimulasi dari reseptor nyeri
di rongga abdomen, cranium dan toraks.
c. Nyeri alih, adalah nyeri yang dirasakan pada daerah lain yang jauh dari
penyebab nyeri.
2.Nyeri Sentral : Nyeri yang muncul karena stimulasi pada medulla spinalis,
batang otak dan talamus.
3. Nyeri Psikogenik : Nyeri yang tidak diketahui penyebab fisiknya. Dengan kata
lain nyeri ini timbul karena pikiran penderita itu sendiri.
B. Obyektif
2. Jenis kelamin
Secara umum jenis kelamin pria dan wanita tidak berbeda secara
bermakna dalam merespon nyeri. Beberapa kebudayaan mempengaruhi
jenis kelamin contohnya ada yang menganggap bahwa seorang anak laki-
laki perlu berani dan tidak boleh menangis sedangkan seorang anak
perempuan boleh menangis dalam situasi yang sama.
3. Kebudayaan
4. Perhatian
5. Ansietas
7. Pengalaman sebelumnya
8. Gaya koping
b. Kandungan Jahe
Jahe memiliki efek antiradang sehingga dapat digunakan untuk
mengatasi peradangan dan mengurangi rasa nyeri akibat asam urat.
Efek aktif jahe terdiri dari gingerol,gingerdione dan zingeron yang
berfungsi menghambat leukotriene dan prostaglandin yang merupakan
mediator radang (Herliana,2013).
a) Persiapan alat
Alat-alat yang perlu adalah handuk atau washlap untuk
mengkompres, panci dan kompor, termometer air, baskom, parutan, arloji
dan alat ukur nyeri (NRS).
b) Persiapan lingkungan
Mempersiapkan tempat atau kursi yang nyaman bagi klien. Selain
mengatur cahaya, suhu dan suasana dalam ruangan untuk meningkatkan
relaksasi klien, persiapkan posisi klien.
c) Persiapan klien
Mengatur posisi yang nyaman bagi klien serta tetap menjaga
privasi klien. Posisi duduk adalah posisi yang baik untuk mendapatkan
kompres hangat jahe pada daerah kaki, dengan posisi semi duduk juga bisa
di gunakan. Sebelum melakukan kompres hangat jahe, perawat perlu
mendentifikasi terkait kondisi klien :
30
1) Mengkaji kondisi kulit, apakah ada kemerahan pada kulit klen atau
inflamasi, luka bakar atau luka terbuka.
2) Mengkaji nyeri klien.
d) Persiapan perawat
Perawat perlu menjelasakan tujuan terapi kepada klien, mengkaji
kondisi klien dan mencuci tangan sebelum melakukan tindakan untuk
mempertahankan kebersihan dan menghindari mikroorganisme.
efektif dan memiliki pengaruh untuk meringankan skala nyeri pada pasien
asam urat, selain itu bisa memperbaiki sirkulasi darah.
2.4.1 Pengkajian
Edukasi:
8. Jelaskan
penyebab,
periode, dan
pemicu nyeri.
9. Jelaskan strategi
meredakan nyeri.
10. Anjurkan
memonitor nyeri
secara mandiri.
11. Anjurkan
menggunakan
analgetik secara
tepat.
12. Anjurkan klien
untuk
menghindari diet
dan aktivitas fisik.
Makanan yang
perlu dihindari
seperti (Makanan
laut, daging
merah)
2.4.4 Implementasi
pencahayaan).
7. Menggunakan pakaian
longgar.
8. Menjelaskan penyebab,
periode, dan pemicu
nyeri.
9. Menjelaskan strategi
meredakan nyeri.
10. Memonitor nyeri secara
mandiri dan mengkaji
secara komprehensif.
11. Menganjurkan
menggunakan analgetik
secara tepat.
2.4.5 Evaluasi
Pembentukan
kristal
Inflamasi
Nyeri akut
.
BAB III
METODE PENELITIAN
Penelitian studi kasus ini adalah studi untuk mengeksplorasi masalah Asuhan
Keperawatan Klien Gout Athritis Dengan Nyeri Akut di Desa Tanggung Kecamatan
Turen Kabupaten Malang dengan menggunakan proses asuhan keperawatan yaitu
pengkajian, menetapkan diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi dan
evaluasi.
Menurut Nursalam (2008) lokasi penelitian merupakan suatu tempat atau wilayah
dimana penelitian tersebut akan dilakukan. Adapun pada studi kasus ini peneliti
mengambil lokasi di Desa Tanggung Kecamatan Turen. Kompres hangat jahe yang
efektif memerlukan waktu 15 sampai 20 menit (Anna, 2016). Pemberian Kompres
hangat jahe selama 15-20 menit selama 3 hari saat pagi dan sore hari karena
melakukan kompres hangat jahe tidak bisa menghilangkan rasa nyeri jika hanya
dilakukan sekali. (Rusnonto,2015).
Subyek yang digunakan dalam penelitian ini adalah 2 klien yang di diagnose
Gouth Athritis dengan masalah nyeri akut di Desa Tanggung Kecamatan Turen.
Adapun kriteria partisipan adalah sebagai berikut :
2 klien dengan batasan karakteristik Gout Arthritis skala nyeri 6 dengan gambaran klinik
yang khas yaitu adanya nyeri di daerah persendian
2 klien dan keluarga yang bersedia untuk dilakukan penelitian studi kasus
41
42
3.4.1 Wawancara
3.4.3 Dokumentasi
Uji keabsahan data yaitu untuk menguji kualitas data atau informasi yang
diperoleh sehingga menghasilkan data dengan validitas tinggi. Disamping integritas
peneliti (karena peneliti menjadi instrumen utama), uji keabsahan data dilakukan
dengan:
1. Sumber informasi tambahan menggunakan trigulasi dari dua sumber data utama yaitu
perawat, dan keluarga klien yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Triangulasi
dalam pengujian kredibilitas ini diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai
sumber dengan berbagai cara, dan berbagai waktu. Dengan begitu maka dalam karya
tulis ini akan dilakukan triagulasi sumber data dan triangulasi teknik pengumpulan
data.Triagulasi sumber data yaitu pasien, perawat dan keluarga klien yang berkaitan
dengan masalah yang diteliti.Sedangkan triagulasi teknik yaitu wawancara, observasi
dan dokumentasi (Hidayat, 2014).
1) Anamnesa
Semua informasi tentang riwayat kesehatan pasien. Pemeriksaan fisik mulai dari kepala
sampai ke kaki, pengkajian keperawatan, pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan
darah dan foto rontgen, serta pemeriksaan penunjang lainya saat pertama kali pasien
masuk ke rumah sakit. Informasi yang di dapat dari pasien di rumah sakit dikategorikan
dalam dua kategori subjektif dan objektif. Data subjektif adalah data yang diambil dari
pasien saat wawancara. Dan data objektif adalah data yang di dapatkan berdasarkan hasil
pemeriksaan secara inspeksi, palpasi, perkusi, dan auskultasi
2) Wawancara
44
Wawancara atau juga yang disebut kegiatan bertanya atau tanya jawab yang
berhubungan dengan masalah yang di hadapi pasien. Wawancara merupakan suatu
komunikasi yang direncanakan. Dalam komunikasi ini, perawat mengajak pasien dan
keluarga untuk bertukar pikiran dan perasaanya, yang diistilahkan teknik komunikasi
terapeutik.
3) Observasi
Perilaku Selama pengkajian, baik wawancara maupun pemeriksaan fisik, perawat harus
mengobservasi perilaku pasien pada tingkat fungsi dan konsistensi. Tingkat fungsi
meliputi fisik, perkembangan dan psikososial, serta aspek sosial. Observasi dapat
dilakukan melalui apa yang diteliti dan di lakukan pasien. Kemudian di bandingkan
dengan apa yang di keluhkan atau ditanyakan.
4) Dokumentasi
Tahap akhir dari pengkajian adalah pendokumentasian data yang meliputi pencatatan dan
pelaporan. Satu hal yang harus diingat, tidak ada seorangun dapat membaca tentang
pasien, bila catatan itu hanya di simpan untuk sendiri. Oleh karena itu anda harus mampu
melakukan pencatatan dan pelaporan pengkajian anda. Hal-hal yang harus diingat dalam
mencatat adalah sebagai berikut :
a) Akurat Catatan anda akan akurat bila ditulis saat masih segar dalam ingatan
anda.
b) Berpikir kritis Menulis informasi dan melakukan evaluasi akan membantu
anda dalam menginterprestasikan makna dan data-data yang hilang, dan akan
meningkatkan kemampuan berpikir kritis. (Deswani, 2009)
Menurut Siswati (2013) Etika dalam penyusunan sebuah studi kasus terdiri dari :
1. Respect
Respect adalah perilaku perawat yang menghormati/atau menghargai
pasien/atau klien atau keluarganya. Perawat harus menghargai hak-hak
pasien/klien seperti hak untuk pencegahan bahaya mendapat penjelasan yang
benar sesuai kewenangan perawat. Penghargaan perawat pada pasien/atau klien
diwujudkan dalam pemberian asuhan keperawatan yang bermutu secara ramah
dan penuh perhatian.
2. Autonomy
45
Autonomy berkaitan dengan hak seseorang untuk memilih yang terbaik bagi
dirinya sendiri, meskipun demikian terdapat berbagai keterbatasan, terutama
yang berkaitan dengan situasi dan kondisi, latar belakang individu, campur
tangan hukum, tenaga kesehatan professional yang ada. Dalam hal ini perawat
memberikan hak otonomi pasien menerima atau menolak tindakan yang
diberikan.
3.Non-malifiance
Non-malifiance adalah kewajiban perawat untuk tidak dengan sengaja
menimbulkan kerugian atau cidera. Kerugian atau cidera dapat diartikan adanya
kerusakan fisik seperti nyeri, kecacatan, kematian, atau gangguan emosi antara
lain perasaan tidak berdaya, merasa emosional, merasa terisolasi, dan adanya
kekesalan. Maka perawat harus memberikan tindakan sesuai SOP dan tidak
boleh lalai secara sengaja.
4. Honesty
Honesty adalah kewajiban perawat untuk menyatakan suatu kebenaran, tidak
berbohong atau menipu orang lain. Yang bisa dilakukan dengan inform consent
kebenaran bisa diungkapkan sepanjang tidak membahayakan pasien dan sesuai
kewenangan perawat.
5. Secrecy
Secrecy adalah sikap menjaga infomasi yang ada. Sikap perawat terhadap
semua informasi tentang klien yang harus dijaga kerahasiaannya.
6. Informed Consent
Informed consent merupakan bentuk persetujuan antara peneliti dengan
responden penelitian yang memberikan lembar persetujuan. Informed consent
diberikan sebelum penelitian dilakukan dengan memberikan lembar persetujuan
untuk menjadi responden.
7. Anonimity
Masalah etika keperawatan merupakan masalah yang memberikan jaminan
dalam penggunaan subjek penelitian dengan cara tidak memberikan atau
mencantumkan nama responden pada lembar alat ukur dan hanya menuliskan
kode pada lembar pengumpulan data atau hasil penelitian yang akan disajikan.
8. Justice
46
Justice adalah kewajiban untuk berlaku adil kepada semua orang dengan kata
lain tidak memihak. Maka perawat harus memberikan pelayanan yang sama
sesuai kebutuhan terhadap pasien yang dirawat.
9. Accountability
Accountabilityadalah bertindak secara konsisten sesuai dengan standar praktik
dan tanggung jawab profesi. Maka perawat harus memberikan asuhan
keperawatan bukan tindakan medis
Pengkajian
Triangulasi data
Diagnosa
Intervensi
Implementasi
Evaluasi
Penyajian data
Kesimpulan
48
Bagan 3.1 Kerangka Kerja klien yang mengalami Gout Arthritis dengan masalah nyeri Akut
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
4.1.1 Gambaran Lokasi Pengambilan Data
Sebuah kecamatan di Kabupaten Malang yang terletak
paling selatan, yang mempunyai kontur berbukit. Kecamatan Turen
adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Malang yang luas
wilayah ± 6.041 km2, terletak ± 18 km dari pusat kota atau pusat
pemerintahan kabupaten malang. Dalam struktur pemerintahan
Kecamatan Turen terdiri dari : 2 kelurahan,15 desa, 36 dusun, 168
RW dan 706 RT dengan ketingian ± 528 mm di atas permukaan
laut. Batas wilayah Kecamatan Turen : utara dengan Kecamatan
Wajak dan Bululawang, timur dengan Kecamatan Wajak dan
Dampit, selatan dengan Kecamatan Sumber Manjing Wetan, dan
bagian barat dengan Kecamatan Gondang Legi dan Pagelaran.
(Wati,2017)
47
48
4.1.3 Pengkajian
KLIEN 1
1. IDENTITASKLIE
N
Nama : Ny. M
Umur : 56 Tahun
Agama : Islam
2 STATUS KESEHATAN SEKARANG
.
Keluhan utama : Klien mengatakan kaki klien sering cekot-
cekot
Keluhan saat pengkajian : Klien mengatakan kaki merasa pegal linu dan
sering cekot-cekot, sering berulang-ulang. Klien
mengtakan kurang lebih 2 bulan yang lalu
terlebih saat melakukan aktivitas, skala nyeri 2,
nyeri yang dirasakan hilang timbul, nyeri seperti
ditusuk-tusuk. Klien juga mengatakan
mempunyai riwayat hipertensi.
Aktivitas sehari-hari : klien mengatakan aktivitas sehari-hari
tergangganggu saat nyeri asam urat kambuh.
Klien mengatakan setiap hari klien memakan
makanan yang sudah disediakan keluarga,
keluarga juga sudah mengetahui makanan apa
saja yang tidak boleh dikonsumsi oleh penderita
asam urat (kacang, bayam, kembang kol, daging
merah yang berlebihan). Klien juga mengatakan
sering meminum jamu tradisional seperti air
rebusan daun salam dan daun sereh. Klien
mengatakan makan 3 kali dalam sehari dan klien
mempunyai hipertensi.
50
Menu makan :
Pengetahuan :
a. Klien tidak mengetahui cara mencegah dan mengatasi jika nyeri
itu muncul.
usaha yang dilakukan untuk mengatasi keluhan :
a. Klien hanya istirahat dan tidur ketika nyeri itu berlangsung.
b. Klien hanya berobat satu bulan sekali mengikuti posyandu lansia.
c. Obat-obatan: Indomethacin 2x50mg, Captopril 2x50mg, Asam
Fenamat 3x1 (hanya diminum pada saat nyeri pada kaki)
FUNGSI FISIOLOGIS
1. Kondisi Umum
Ya Tidak
Kelelahan : Ya -
Perubahan BB : Ya -
Perubahan nafsu : Ya -
makan
Masalah tidur : Ya -
Kemampuan ADL : - Tidak
KETERANGAN : Klien mengatakan pilih-pilih dalam hal
makanan karena takutnya akan
mengakibatkan kadar asam uratnya
tinggi, klien juga sering terbangun saat
51
2. Integumen
Ya Tidak
Lesi / luka : - Tidak
Pruritus : - Tidak
Perubahan pigmen : - Tidak
Memar : - Tidak
Pola penyembuhan : - Tidak
lesi
KETERANGAN : Klien mengatakan tidak ada masalah pada
kulitnya.
3. Hematopoetic
Ya Tidak
Perdarahan abnormal : - Tidak
Pembengkakan kel. : - Tidak
Limfe
Anemia : - Tidak
KETERANGAN : Klien mengatakan tidak ada masalah
perdarahan ataupun mengalami
pembengkakan.
4 Kepala
.
Ya Tidak
Sakit kepala : - Tidak
Pusing : Ya -
Gatal pada kulit : - Tidak
kepala
KETERANGAN : Klien mengatakan terkadang merasa pusing,
pusing bertambah saat kebanyakan pikiran
5 Mata
.
Ya Tidak
Perubahan : Ya -
penglihatan
Pakai kacamata : - Tidak
52
6. Telinga
Ya Tidak
Penurunan : - Tidak
pendengaran
Discharge : - Tidak
Tinitus : - Tidak
Vertigo : - Tidak
Alat bantu dengar : - Tidak
Riwayat infeksi : - Tidak
Kebiasaan : Ya -
membersihkan telinga
Dampak pada ADL : Tidak ada dampak ADL yang terganggu.
KETERANGAN : Klien mengatakan pendengaran menurun
karena factor usia, klien juga terkadang
membersihkan telinganya.
7. Hidung sinus
Ya Tidak
Rhinorrhea : - Tidak
Discharge : - Tidak
Epistaksis : - Tidak
Obstruksi : - Tidak
Snoring : - Tidak
Alergi : - Tidak
Riwayat infeksi : - Tidak
KETERANGAN : Klien mengatakan tidak ada masalah pada
hidung.
8. Mulut, tenggorokan
Ya Tidak
53
9 Leher
.
Ya Tidak
Kekakuan : - Tidak
Nyeri tekan : - Tidak
Massa : - Tidak
KETERANGAN : Klien mengatakan tidak ada masalah pada
leher,
10 Pernafasan
.
Ya Tidak
Batuk : - Tidak
Nafas pendek : - Tidak
Hemoptisis : - Tidak
Wheezing : - Tidak
Asma : - Tidak
KETERANGAN : Klien mengatakan tidak memiliki
gangguan dalam pernafasan
11 Kardiovaskuler
.
Ya Tidak
Chest pain : - Tidak
Palpitasi : - Tidak
Dipsnoe : - Tidak
Paroximal nocturnal : - Tidak
Orthopnea : - Tidak
Murmur : - Tidak
54
Edema : - Tidak
KETERANGAN : Klien mengatakan tidak ada kelainan atau
masalah pada kardiovaskuler.
12 Gastrointestinal
.
Ya Tidak
Disphagia : - Tidak
Nausea / vomiting : - Tidak
Hemateemesis : - Tidak
Perubahan nafsu : Ya -
makan
Massa : - Tidak
Jaundice : - Tidak
Perubahan pola : Ya -
BAB
Melena : - Tidak
Hemorrhoid : - Tidak
Pola BAB : Klien BAB 1 hari sekali lancar, BAB lunak.
KETERANGAN : Klien mengatakan nafsu makan klien menurun
akhir-akhir ini.
13 Perkemihan
.
Ya Tidak
Dysuria : - Tidak
Frekuensi : Frekuensi 800-1000 ml
Hesitancy : - Tidak
Urgency : - Tidak
Hematuria : - Tidak
Poliuria : - Tidak
Oliguria : - Tidak
Nocturia : - Tidak
Inkontinensia : - Tidak
Nyeri berkemih : - Tidak
Pola BAK : Klien BAK 3-4 kali dalam sehari.
KETERANGAN : Klien mengatakan BAK sesuai dengan klien
minum.
14 Reproduksi
(Perempuan)
Lesi : - Tidak
Discharge : - Tidak
Postcoital bleeding : - Tidak
55
15 Muskuloskelet
. al
Ya Tidak
Nyeri Sendi : Ya -
Bengkak : Ya -
Kaku sendi : Ya -
Deformitas : - Tidak
Spasme : - Tidak
Kram : Ya -
Kelemahan otot : Ya -
Masalah gaya : - Tidak
berjalan
Nyeri punggung : - Tidak
Pola latihan : Klien sering jalan-jalan waktu pagi, untuk
membantu melemaskan otot-otot kaki.
Dampak ADL : Klien mengatakan kegiatan sehari-hari sering
terhambat karena penyakit gout arthitis.
KETERANGA : Klien mengatakan jika berjalan terlalu lama
N karena klien sering merasakan nyeri pada kaki
akibat penyakit gout arthritis.
16 Persyarafan
.
Ya Tidak
Headache : - Tidak
Seizures : - Tidak
Syncope : - Tidak
Tic/tremor : - Tidak
Paralysis : - Tidak
Paresis : - Tidak
Masalah : - Tidak
56
memori
KETERANGA : Klien mengatakan tidak ada masalah
N persyarafannya.
6 LINGKUNGAN :
.
Kamar :Kondidi kamar klien sedikit berantakan ada baju-baju yang
tidak digantung.
Kamar mandi :Kondisi kamar mandi klien bersih.
Dalam rumah :Kondisi dalam rumah bersih, lantai bersih,
pencahayaan cukup.
Luar rumah :Di area luar rumah bersih, karena kanan rumah klien
adalah rumah tetangganya. Dan kiri rumah pasien ada kebun
57
singkong.
1. Kemampuan ADL
Tingkat kemandirian dalam kehidupan sehari-hari (Indeks Barthel)
No Kriteria Dengan Mandir Skor Yang
Bantuan i Didapat
1 Makan 5 10 10
5 Mandi 0 5 5
8 Mengenakan pakaian 5 10 10
2. Aspek Kognitif
Total nilai 30 27
Interpretasihasil :
59
3. Tes Keseimbangan
Time Up Go Test
4. Kecemasan, GDS
Pengkajian Depresi
Jawaban
No Pertanyaan
Ya Tdk Hasil
1. Anda puas dengan kehidupan anda saat ini 0 1 0
2. Anda merasa bosan dengan berbagai aktifitas dan 1 0 1
kesenangan
3. Anda merasa bahwa hidup anda hampa / kosong 1 0 1
4. Anda sering merasa bosan 1 0 1
5. Anda memiliki motivasi yang baik sepanjang waktu 0 1 1
8. Anda takut ada sesuatu yang buruk terjadi pada anda 1 0 1
7. Anda lebih merasa bahagia di sepanjang waktu 0 1 1
8. Anda sering merasakan butuh bantuan 1 0 0
60
5. Status Nutrisi
yang keras
6. Tidak selalu mempunyai cukup uang untuk 4 2
membeli makanan
7. Lebih sering makan sendirian 1 1
8. Mempunyai keharusan menjalankan terapi 1 1
minum obat 3 kali atau lebih setiap harinya
9. Mengalami penurunan berat badan 5 Kg dalam 2 1
enam bulan terakhir
10 Tidak selalu mempunyai kemampuan fisik 2 0
. yang cukup untuk belanja, memasak atau
makan sendiri
Total score 12
(American Dietetic Association and National Council on the Aging, dalam
Introductory Gerontological Nursing, 2001)
Interpretasi:
0 – 2 : Good
3 – 5 : Moderate nutritional risk
6≥ : High nutritional risk
6. Hasil pemeriksaan Diagnostik
Alat Skrining yang dapat digunakan untuk mengkaji fungsi sosial lansia
KLIEN 2
2. IDENTITASKLIE
N
Nama : Ny. S
Umur : 60 Tahun
Agama : Islam
2 STATUS KESEHATAN SEKARANG
.
Keluhan utama : Klien mengeluh sering merasa nyeri pada
kakinya.
Keluhan saat pengkajian : Klien mengatakan (±) 2,5 bulan yang lalu
kedua lututnya sering mengalami nyeri terutama
saat bangun tidur. Skala nyeri 3 , nyeri yang
dirasakan menjalar, nyeri terus menerus.
Aktivitas sehari-hari : klien mengatakan aktivitas sehari-hari sangat
tergangganggu saat nyeri asam urat kambuh.
Klien mengatakan setiap hari memakan makanan
yang sudah disediakan keluarga, keluarga belum
sepenuhnya mengetahui makanan apa saja yang
tidak boleh dikonsumsi oleh penderita asam urat.
Klien juga mengatakan tidak pernah meminum
jamu tradisional. Klien hanya mengkonsumsi
obat dari dokter dan perawat desa saja. Klien
mengatakan makan 3 kali dalam sehari.
Menu makan :
Pagi : nasi pecel dengan lauk pauk tahu tempe dan
ampela.
Siang : nasi dengan porsi besar ditambah sayur
yang bersantan
Sore : soto daging
Malam : nasi dengan kuah bersantan (kacang-
kacangan)
Pengetahuan:
a. klien bingung cara mengatasi nyeri pada kakinya
Usaha yang dilakukan untuk mengatasi keluhan:
64
FUNGSI FISIOLOGIS
1. Kondisi Umum
Ya Tidak
Kelelahan : Ya -
Perubahan BB : Ya -
Perubahan nafsu : Ya -
makan
Masalah tidur : Ya -
Kemampuan ADL : - Tidak
KETERANGAN : Klien mengatakan makannya hanya
sedikit karena saat makan bayak perut
klien terasa sakit, klien juga sering
terbangun saat malam hari karena nyeri
sendi yang dialami, klien saat ini
membatasi aktifitas berat karena takut
kondisinya semakin menurun dan takut
penyakitnya kambuh.
2. Integumen
Ya Tidak
Lesi / luka : - Tidak
Pruritus : - Tidak
Perubahan pigmen : - Tidak
Memar : - Tidak
Pola penyembuhan : - Tidak
lesi
KETERANGAN : Klien mengatakan tidak ada masalah pada
kulitnya.
65
3. Hematopoetic
Ya Tidak
Perdarahan abnormal : - Tidak
Pembengkakan kel. : - Tidak
Limfe
Anemia : - Tidak
KETERANGAN : Klien mengatakan tidak ada masalah
perdarahan ataupun pembengkakan.
4 Kepala
.
Ya Tidak
Sakit kepala : - Tidak
Pusing : Ya -
Gatal pada kulit : - Tidak
kepala
KETERANGAN : Klien mengatakan terkadang merasa pusing,
karena terlalu capek bekerja.
5 Mata
.
Ya Tidak
Perubahan : Tidak
penglihatan
Pakai kacamata : - Tidak
Kekeringan mata : - Tidak
Nyeri : - Tidak
Gatal : - Tidak
Photobobia : - Tidak
Diplopia : - Tidak
Riwayat infeksi : - Tidak
KETERANGAN : Klien mengatakan tidak ada masalah pada
matanya.
6. Telinga
Ya Tidak
Penurunan : - Tidak
pendengaran
Discharge : - Tidak
Tinitus : - Tidak
Vertigo : - Tidak
Alat bantu dengar : - Tidak
Riwayat infeksi : - Tidak
Kebiasaan : Ya -
66
membersihkan telinga
Dampak pada ADL : Tidak ada dampak ADL yang terganggu
saat pendengarannya menurun
KETERANGAN : Klien mengatakan tidak ada masalah
dalam pendengaran
7. Hidung sinus
Ya Tidak
Rhinorrhea : - Tidak
Discharge : - Tidak
Epistaksis : - Tidak
Obstruksi : - Tidak
Snoring : - Tidak
Alergi : - Tidak
Riwayat infeksi : - Tidak
KETERANGAN : Klien mengatakan tidak ada masalah pada
hidung sinus.
8. Mulut, tenggorokan
Ya Tidak
Nyeri telan : - Tidak
Kesulitan menelan : - Tidak
Lesi : - Tidak
Perdarahan gusi : - Tidak
Caries : - Tidak
Perubahan rasa : - Tidak
Gigi palsu : - Tidak
Riwayat Infeksi : - Tidak
Pola sikat gigi : Klien mengatakan sikat gigi setiap
mandi.
KETERANGAN : Klien mengatakan giginya masih utuh di
usianya yang lanjut ini
9 Leher
.
Ya Tidak
Kekakuan : - Tidak
Nyeri tekan : - Tidak
Massa : - Tidak
KETERANGAN : Klien mengatakan tidak ada masalah di
leher.
67
10 Pernafasan
.
Ya Tidak
Batuk : Ya -
Nafas pendek : Ya -
Hemoptisis : - Tidak
Wheezing : - Tidak
Asma : Ya -
KETERANGAN : Klien mengatakan terkadang batuk saat
salah makan, klien juga mengatakan saat
berjalan jauh nafas pendek, dan saat ada
asap dan kelelahan dada terasa sesak
11 Kardiovaskuler
.
Ya Tidak
Chest pain : - Tidak
Palpitasi : - Tidak
Dipsnoe : - Tidak
Paroximal nocturnal : - Tidak
Orthopnea : - Tidak
Murmur : - Tidak
Edema : - Tidak
KETERANGAN : Klien mengatakan tidak ada kelainan atau
masalah pada kardiovaskuler.
12 Gastrointestinal
.
Ya Tidak
Disphagia : - Tidak
Nausea / vomiting : - Tidak
Hemateemesis : - Tidak
Perubahan nafsu : Ya -
makan
Massa : - Tidak
Jaundice : - Tidak
Perubahan pola : Ya -
BAB
Melena : - Tidak
Hemorrhoid : - Tidak
Pola BAB : Klien BAB 1 hari sekali tetapi tidak lancar,
BAB lancar.
KETERANGAN : Klien mengatakan nafsu makan klien menurun
68
akhir-akhir ini
13 Perkemihan
.
Ya Tidak
Dysuria : - Tidak
Frekuensi : Frekkuensi 500-800 ml
Hesitancy : - Tidak
Urgency : - Tidak
Hematuria : - Tidak
Poliuria : - Tidak
Oliguria : - Tidak
Nocturia : - Tidak
Inkontinensia : - Tidak
Nyeri berkemih : - Tidak
Pola BAK : Klien BAK 3-4 kali dalam sehari.
KETERANGAN : Klien mengatakan BAK sesuai dengan klien
minum.
14 Reproduksi
(Perempuan)
Lesi : - Tidak
Discharge : - Tidak
Postcoital bleeding : - Tidak
Nyeri pelvis : - Tidak
Prolab : - Tidak
Pap smear :
15 Muskuloskelet
. al
Ya Tidak
Nyeri Sendi : Ya Tidak
Bengkak : - Tidak
Kaku sendi : Ya Tidak
Deformitas : - Tidak
Spasme : - Tidak
Kram : Ya -
Kelemahan otot : Ya -
Masalah gaya : - Tidak
berjalan
69
16 Persyarafan
.
Ya Tidak
Headache : - Tidak
Seizures : - Tidak
Syncope : - Tidak
Tic/tremor : - Tidak
Paralysis : - Tidak
Paresis : - Tidak
Masalah : Ya -
memori
KETERANGAN : Klien sulit untuk mengingkat peristiwa jarak
lama.
Spiritual
Aktivitas ibadah : klien sholat lima waktu, klien juga rajin sholat
tahajud dan berdzikir,
Hambatan :klien mengatakan jika melakukan aktivitas terlalu
lama nyeri di kaki akan mucul
KETERANGAN :Klien masih aktif bekerja, klien tidak bekerja ketika
asam uratnya kambuh.
6 LINGKUNGAN :
.
Kamar : Kondisi kamar klien cukup rapi, baju-baju tertata.
Kamar mandi : Kondisi kamar mandi klien cukup berssih,
terdapat sedikit lumut, air yang digunakan juga bersih.
Dalam rumah : Kondisi dalam rumah bersih, lantai sedikit
bersih, pencahayaan kurang, ventilasi rumah setiap pagi dibuka.
Luar rumah : Di area luar rumah bersih, karena kanan kiri
rumah pasien adalah rumah tetangganya.
1. Kemampuan ADL
Tingkat kemandirian dalam kehidupan sehari-hari (Indeks Barthel)
No Kriteria Dengan Mandir Skor Yang
Bantuan i Didapat
1 Makan 5 10 10
5 Mandi 0 5 5
8 Mengenakan pakaian 5 10 10
2. Aspek Kognitif
Total nilai 30 27
Interpretasihasil :
24 – 30 : tidak ada gangguan kognitif
18 – 23 : gangguan kognitif sedang
0 - 17 : gangguan kognitif berat
Kesimpulan : Ny. S tidak ada gangguan kognitif.
3. Tes Keseimbangan
Time Up Go Test
4. Kecemasan, GDS
Pengkajian Depresi
Jawaban
No Pertanyaan
Ya Tdk Hasil
1. Anda puas dengan kehidupan anda saat ini 0 1 0
2. Anda merasa bosan dengan berbagai aktifitas dan 1 0 1
kesenangan
3. Anda merasa bahwa hidup anda hampa / kosong 1 0 0
4. Anda sering merasa bosan 1 0 1
5. Anda memiliki motivasi yang baik sepanjang waktu 0 1 1
8. Anda takut ada sesuatu yang buruk terjadi pada anda 1 0 1
7. Anda lebih merasa bahagia di sepanjang waktu 0 1 1
8. Anda sering merasakan butuh bantuan 1 0 1
9. Anda lebih senang tinggal dirumah daripada keluar 1 0 1
melakukan sesuatu hal
10 Anda merasa memiliki banyak masalah dengan 1 0 0
. ingatan anda
11 Anda menemukan bahwa hidup ini sangat luar biasa 0 1 1
.
12 Anda tidak tertarik dengan jalan hidup anda 1 0 0
.
13 Anda merasa diri anda sangat energik / bersemangat 0 1 1
.
14 Anda merasa tidak punya harapan 1 0 0
.
15 Anda berfikir bahwa orang lain lebih baik dari diri 1 0 1
. anda
Jumlah 10
(Geriatric Depressoion Scale (Short Form) dari Yesafage (1983) dalam
Gerontological Nursing, 2006)
Interpretasi :
Jika Diperoleh skore 5 atau lebih, maka diindikasikan depresi
5. Status Nutrisi
74
Interpretasi:
0 – 2 : Good
3 – 5 : Moderate nutritional risk
6≥ : High nutritional risk
Suhu 37,2ºc
Respiratory rate 22x/menit
Nadi 88x/menit
2 Tensi 10-02-2021 120/80 mmHg
Asam urat 9 mg/dL
Suhu 37,0ºc
Respiratory rate 20x/menit
Nadi 85x/menit
3 Tensi 15-02-2021 130/80 mmHg
Asam urat 7 mg/dL
Suhu 37,5ºc
Respiratory rate 21x/menit
Nadi 88x/menit
Alat Skrining yang dapat digunakan untuk mengkaji fungsi sosial lansia
Data Obyektif :
- Kesadaran umum cukup Nyeri
- Odem (+)
- Kesadaran composmentis, GCS 4,5,6
- Wajah tampak grimace
- TTV :
TD : 200/80 mmHg
N : 85x per menit
RR : 22x per menit
S : 37,5ºc
- Asam urat:11 mg/dL
- Terapi
Indomethacin 2x50mg
Captopril 2x50mg
Asam Fenamat 3x1
Klien 2
Data Obyektif :
- Kesadaran umum cukup
- Kesadaran composmentis, GCS 4,5,6
- Odem (+)
- Wajah tampak grimace
- TTV :
TD : 130/90 mmHg
N : 88x per menit
RR : 22x per menit
S : 37,2ºc
- Asam urat : 10 mg/dL
- Terapi
Ketoprofen 3x50mg
Viostin DS 3x1
Diagnosa Keperawatan
4.1.6 Intervensi
78
Edukasi:
20. Jelaskan
penyebab,
periode, dan
pemicu nyeri.
21. Jelaskan strategi
meredakan nyeri.
22. Anjurkan
memonitor nyeri
secara mandiri.
23. Anjurkan
menggunakan
analgetik secara
tepat.
24. Anjurkan klien
untuk
menghindari diet
dan aktivitas fisik.
Makanan yang
perlu dihindari
seperti (Makanan
laut, daging
merah)
4.1.7 Implementasi
80
Klien 1 , Klien 2 ,
Nyeri Akut Nyeri Akut
15.25 5.
Menganjurk
5. an pada
Menganjurkan klien agar
pada klien tetap
agar tetap meminum
meminum obat yang
obat yang telah
telah dianjurkan
dianjurkan (Ketoprofen
(Indomethacin 3x50mg,
2x50mg, Viostin DS
Captopril 3x1)
2x50mg, asam 16.45
fenamat 3x1)
6.
Mendiskusika
15.30 n kontrak
pertemuan dan
82
6. jadwal
Mendiskusika pertemuan
n kontrak selanjutnya
pertemuan
dan jadwal
pertemuan
selanjutnya
menit Menanya
kan
15.40 bagaiman
4. a
Menanyakan kenyama
bagaimana nan
kenyamanan setelah
setelah dilakukan
dilakukan kompres
kompres hangat
hangat menggun
menggunakan akan
jahe jahe.
16.10 17.20
5. Sediakan 5. Sediakan
informasi informasi
pada klien pada
tentang klien
kondisinya tentang
- cek asam kondisiny
urat klien 9 a
mg/dL - cek asam
urat klien
16.15 9 mg/dL
6.Menganjurk 17.25
an pada klien 6.
agar tetap menganju
rkan pada
meminum
klien agar
obat yang tetap
telah meminu
dianjurkan m obat
(Indomethacin yang
2x50mg, telah
Captopril dianjurka
n
2x50mg, asam
(Ketoprof
fenamat 3x1) en
3x50mg,
16.20 Viostin
7.KIE klien DS 3x1)
agar tetap
menjaga 17.28
diit asam 7. KIE klien
urat dan agar tetap
istirahat menjaga
klien diit asam
84
16.00
7.
15.05 Menganjurkan
7.Menganjurk klien untuk
an klien untuk tetap
tetap meminum obat
meminum yang telah
obat yang dianjurkan
telah (Ketoprofen
dianjurkan 3x50mg,
(Indomethacin Viostin DS
2x50mg, 3x1)
86
Captopril
2x50mg, asam 16.05
fenamat 3x1) 8. KIE klien
tatap
15.10 melakukan
8. KIE klien kopres air
tetap hangat
melakukan menggunakan
kompres air jahe ketika
hangat klien
menggunakan merasakan
jahe ketika nyeri dan
klien sebelum nyeri
merasakan bertambah
nyeri dan berat
sebelum nyeri
bertambah
berat
4.2 Pembahasan
Berdasarkan pengkajian dan hasil penelitian studi kasus yang
telah dilakukan dengan judul Asuhan Keperawatan Klien Gouth Athritis
Dengan Nyeri Akut Di Desa Tanggung Kecamatan Turen Kabupaten
Malang. Pada bab ini tentang kesenjangan antara teori, fakta, dan opini.
Kasus yang sudah dikelola yaitu Ny. M berumur 56 tahun berjenis kelamin
perempuan dan Ny. S berumur 60 tahun berjenis kelamin perempuan yang
memiliki diagnose medis yang sama yaitu Gout Atritis. Kedua klien ini
memiliki masalah yang sama yaitu nyeri akut. Pembahasan ini disusun
berdasarkan teori, fakta, dan opini dengan menggunakan manajemen
asuhan keperawatan yaitu pengkajian, diagnose keperawatan, intervensi,
implementasi dan evaluasi.
Fakta yang didapatkan saat pengkajian BHSP (Bina Hubungan
Saling Percaya) komunikasi terapeutik. Ny. M sangat kooperatif dan
sangat senang saat dikunjungi oleh mahasiswa. Ny. M sangat
berterimakasih atas kunjungan mahasiswa dating kerumahnya dengan
begitu klien bisa melakukan tehnik kompres hangat menggunakan jahe
untuk mengurangi nyeri. Sedangkan Ny. S juga sangat kooperatif saat
dikunjungi mahasiswa dan klien dapat bercerita banyak tentang apa yang
87
mengurangi rasa nyeri yang dialami oleh klien 1 dan klien 2 dalam kurun
waktu 2 minggu.
4.2.4 Implementasi
Implementasi pada klien merupakan proses pengelolaan dan
perwujudan dari intervensi yang telah disusun sebelumnya. Implementasi
dilakukan sebanhyak 3 kali kunjungan yang bertujuan untuk mencakup
semua intervensi. Implementasi yang dilakukan pada klien I dan II sama.
Tindakan keperawatan yang dilakukan pada klien 1 dan klien 2 yang
mengalami Nyeri akut sesuai dengan rencana intervensi yang mengacu
pada SDKI,SLKI,SIKI. Pada kunjungan pertama peneliti melakukan
tindakan yang dilakukan berupa melakukan BHSP (Bina Hubungan Saling
Percaya) pada klien dan keluarga, memberikan pendidikan kesehatan
kepada klien dan keluarga. Dan tidak lupa melakukan tindakan
pemeriksaan keadaan umum (tekanan darah, nadi, suhu, pernafasan) dan
cek kadar asam urat.
Pada pertemuan ke 2 peneliti melakukan tindakan pemeriksaan
keadaan umum (tekanan darah, nadi, suhu, pernafasan) dan cek kadar
asam urat pada kedua klien. Serta melakukan tindakan 2 kali kompres
hangat menggunakan jahe. Serta memberi pendidikan kesehatan tentang
penyakit arthritis gout, mulai dari makanan yang tidak boleh dikonsumsi,
berolahraga secara rutin.
Pada pertemuan ke 3 peneliti melakukan cek kadar asam urat dan
pemeriksaan keadaan umum (tekanan darah, nadi, suhu, pernafasan) klien
dan melihat klien melakukan kompres hangat menggunakan jahe sendiri.
Dalam melakukan kompres hangat menggunakan jahe perlu
diperhatikan frekuensi pengkompresan, waktu yang tepat untuk
pengkompresan yaitu 20 menit dan kompres hangat menggunakan jahe
dilakukan dengan 3 kali seminggu agar dapat berhasil. Disini peran
keluarga juga sangat penting untuk kesembuhan klien. Mengevaluasi
tindakan yang sudah dilakukan, dan meninjau kembali tindakan pada
pertemuan kedua yang berfokus pada tingkat nyeri, menganjurkan klien
agar rutin untuk memeriksa kadar asam urat, menganjurkan keluarga dan
90
klien agar tetap mengkonsumsi obat yang sudah diberikan oleh perawat
desa.
4.2.5 Evaluasi
92
93
Mulfianda, R., & Nidia, S. (2019). Perbandingan Kompres Air Hangat Dengan
Rendam Air Garam Terhadap Penurunan Skala Nyeri Penderita Arthritis
Gout. Semdi Unaya, 217–225.
Samsudin, A., Kundre, R., & Onibala, F. (2016). Pengaruh Pemberian Kompres
Hangat Memakai Parutan Jahe Merah (Zingiber Officinale Roscoe Var
Rubrum) Terhadap Penurunan Skala Nyeri Padapenderitagout Artritis Di
Desa Tateli Dua Kecamatan Mandolang Kabupeten Minahasa. Jurnal
Keperawatan UNSRAT, 4(1), 114041.
95
Andarmoyo, S. (2013). Konsep dan Proses Keperawatan Nyeri. Ar-Ruzz:
Yogyakarta
Potter, P.A, Perry, A.G. 2006. Buku Ajar Fundamental Keperawatan : Konsep,
Proses, dan Praktik. Edisi 4.Volume 2.Alih Bahasa : Renata
Komalasari,dkk.Jakarta:EGC.
Potter and Perry. (2009). Buku Ajar Fundamental Keperawatan. Alih bahasa.
Jakarta: EGC
96
Prabasari, N. A., Fakultas, P., Universitas, K., Widya, K., Surabaya, M., Raya, J.,
& Selatan, K. (2019). LITERATURE REVIEW: PENGARUH JAHE
TERHADAP SKALA NYERI PADA LANSIA DENGAN ARTRITIS
GOUT (A Literature Review: Effect of Ginger to Decrease Scale of Pain
Gout Arthiris in Elderly). In Jurnal Ners LENTERA (Vol. 7, Issue 2).
Chang, Ester. Daily, Jhon dan Elliot, Doug. 2010. Patofisiologi Aplikasi Pada
Praktik Keperawatan. Jakarta: EGC
Anna, et al. 2016. Pengaruh Pemberian Kompres Hangat Memakai Parutan Jahe
Merah Terhadap Penurunan Skala Nyeri pada Penderita Gout Arthritis di
Desa Taleti Dua Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa. Vol. 4 No.
1
Noor, Zairin. 2016. Buku Ajar Gangguan Muskuloskeletal. Jakarta: Salemba
Medika
Prasetyo. 2010. Konsep dan Proses Keperawatan Nyeri. Yogyakarta: Graha Ilmu.
LeMone, Burke, & Bauldoff, (2016). Keperawatan Medikal Bedah, Alih bahasa.
Jakarta: EGC
97
LAMPIRAN LAMPIRAN
INFORMED CONSENT
Kepada :
Yth. Bapak / Ibu / Sdr
Desa Tanggung
di Tempat
Dengan hormat,
NIM : 1810012
Semester : V ( Lima )
Adapun hal-hal yang bersangkutan dengan data diri anda saya jamin atas
kerahasiannya. Oleh karena itu dalam pengisian kuisioner ini tidak perlu
mencantumkan nama terang demi menjaga kerahasiaan tersebut
Mengetahui,
Kepala Desa Tanggung Hormat Saya,
INFORMED CONSENT
Nama :
Umur :
Jenis Kelamin :
Pekerjaan :
Alamat :
NIM : 1810012
Pekerjaan : Mahasiswa
Surat ini saya buat dengan sebenar-benarnya. Atas perhatiannya saya ucapkan
terimakasih.
(...............................................)
Obat-obatan:
......................................................................................................
FUNGSI FISIOLOGIS
2. Integumen
Ya Tidak
Lesi / luka :
Pruritus :
Perubahan :
pigmen
Memar :
Pola :
penyembuhan lesi
KETERANGAN : ..........................................................................................................
..........................................................................................................
3. Hematopoetic
Ya Tidak
Perdarahan :
abnormal
Pembengkakan :
kel. Limfe
Anemia :
KETERANGAN : .....................................................................................................
4 Kepala
.
Ya Tidak
Sakit kepala :
Pusing :
Gatal pada kulit :
kepala
KETERANGA : ..............................................................................................................................
N .
..............................................................................................................................
.
5 Mata
.
Ya Tidak
Perubahan :
penglihatan
Pakai kacamata :
Kekeringan mata :
Nyeri :
Gatal :
Photobobia :
Diplopia :
Riwayat infeksi :
KETERANGA : .....................................................................................................................
N ...
.....................................................................................................................
...
6. Telinga
Ya Tidak
Penurunan pendengaran :
Discharge :
Tinitus :
Vertigo :
Alat bantu dengar :
Riwayat infeksi :
Kebiasaan membersihkan :
telinga
Dampak pada ADL : ..........................................................................................
KETERANGAN : ..........................................................................................
..........................................................................................
7. Hidung sinus
Ya Tidak
Rhinorrhea :
Discharge :
Epistaksis :
Obstruksi :
Snoring :
Alergi :
Riwayat infeksi :
KETERANGAN : ...................................................................................................................
...................................................................................................................
8. Mulut,
tenggorokan
Ya Tidak
Nyeri telan :
Kesulitan menelan :
Lesi :
Perdarahan gusi :
Caries :
Perubahan rasa :
Gigi palsu :
Riwayat Infeksi :
Pola sikat gigi : ........................................................................................................
KETERANGAN : ........................................................................................................
........................................................................................................
9 Leher
.
Ya Tidak
Kekakuan :
Nyeri tekan :
Massa :
KETERANGA : ...............................................................................................................
N ..........
...............................................................................................................
..........
10 Pernafasan
.
Ya Tidak
Batuk :
Nafas pendek :
Hemoptisis :
Wheezing :
Asma :
KETERANGA : ...........................................................................................................
N ........
...........................................................................................................
........
11 Kardiovaskuler
.
Ya Tidak
Chest pain :
Palpitasi :
Dipsnoe :
Paroximal :
nocturnal
Orthopnea :
Murmur :
Edema :
KETERANGA : ..........................................................................................................
N .....
..........................................................................................................
.....
12 Gastrointestinal
.
Ya Tidak
Disphagia :
Nausea / :
vomiting
Hemateemesis :
Perubahan nafsu :
makan
Massa :
Jaundice :
Perubahan pola :
BAB
Melena :
Hemorrhoid :
Pola BAB : .........................................................................................................
..
KETERANGA : .........................................................................................................
N ..
.........................................................................................................
..
13 Perkemihan
.
Ya Tidak
Dysuria :
Frekuensi : .......................................................................................................
Hesitancy :
Urgency :
Hematuria :
Poliuria :
Oliguria :
Nocturia :
Inkontinensia :
Nyeri berkemih :
Pola BAK : .........................................................................................................
..
KETERANGA : .........................................................................................................
N ..
.........................................................................................................
..
14 Reproduksi (laki-
. laki)
Ya Tidak
Lesi :
Disharge :
Testiculer pain :
Testiculer massa :
Perubahan gairah :
sex
Impotensi :
Reproduksi
(perempuan)
Lesi :
Discharge :
Postcoital bleeding :
Nyeri pelvis :
Prolap :
Riwayat menstruasi : ..............................................................................................
Aktifitas seksual :
Pap smear :
KETERANGAN : ...........................................................................................................
...........................................................................................................
15 Muskuloskeletal
.
Ya Tidak
Nyeri Sendi :
Bengkak :
Kaku sendi :
Deformitas :
Spasme :
Kram :
Kelemahan otot :
Masalah gaya :
berjalan
Nyeri punggung :
Pola latihan : ............................................................................................
Dampak ADL : ..................................................................................................
KETERANGAN : ...........................................................................................................
...........................................................................................................
16 Persyarafan
.
Ya Tidak
Headache :
Seizures :
Syncope :
Tic/tremor :
Paralysis :
Paresis :
Masalah memori :
............................................................
....................
Persepsi tentang
kematian :..................................................................................................
.............
................................................................................................................
Dampak pada
ADL :.......................................................................................................
..................
.................................................................................
........................................
Spiritual
Aktivitasibadah :..........................................................................
......................................
.........................................................................
.......................................
Hambatan :........................................................................
........................................
..........................................................................
........................................
KETERANGAN :....................................................................................
........................................
...................................................................................................................
........................................
6 LINGKUNGAN :
.
Kamar :................................................................................................
..........................................
Kamarmandi :......................................................................................
.........................................
Dalamrumah.wisma :...........................................................................
........................................
Luarrumah :.........................................................................................
........................................
1. Kemampuan ADL
Tingkat kemandirian dalam kehidupan sehari-hari (Indeks Barthel)
No Kriteria Dengan Mandir Skor
Bantuan i Yang
Didapat
1 Makan 5 10
2 Berpindah dari kursi roda ke tempat tidur, atau 5-10 15
sebaliknya
3 Personal toilet (cuci muka, menyisir rambut, gosok 0 5
gigi)
4 Keluar masuk toilet (mencuci pakaian, menyeka 5 10
tubuh, menyiram)
5 Mandi 0 5
6 Berjalan di permukaan datar (jika tidak bisa, dengan 0 5
kursi roda )
7 Naik turun tangga 5 10
8 Mengenakan pakaian 5 10
9 Kontrol bowel (BAB) 5 10
10 Kontrol Bladder (BAK) 5 10
Total nilai 30
Interpretasihasil :
24 – 30 : tidakadagangguankognitif
18 – 23 : gangguankognitifsedang
0 - 17 : gangguankognitifberat
Kesimpulan :
…………………………………………………………………………………..
3. Tes Keseimbangan
Time Up Go Test
Interpretasi hasil:
Apabila hasil pemeriksaan TUG menunjukan hasil berikut:
>13,5 detik Resiko tinggi jatuh
4. Kecemasan, GDS
Pengkajian Depresi
Jawaban
No Pertanyaan
Ya Tdk Hasil
1. Anda puas dengan kehidupan anda saat ini 0 1
2. Anda merasa bosan dengan berbagai aktifitas dan kesenangan 1 0
3. Anda merasa bahwa hidup anda hampa / kosong 1 0
4. Anda sering merasa bosan 1 0
5. Anda memiliki motivasi yang baik sepanjang waktu 0 1
8. Anda takut ada sesuatu yang buruk terjadi pada anda 1 0
7. Anda lebih merasa bahagia di sepanjang waktu 0 1
8. Anda sering merasakan butuh bantuan 1 0
9. Anda lebih senang tinggal dirumah daripada keluar melakukan 1 0
sesuatu hal
10 Anda merasa memiliki banyak masalah dengan ingatan anda 1 0
.
11 Anda menemukan bahwa hidup ini sangat luar biasa 0 1
.
12 Anda tidak tertarik dengan jalan hidup anda 1 0
.
13 Anda merasa diri anda sangat energik / bersemangat 0 1
.
14 Anda merasa tidak punya harapan 1 0
.
15 Anda berfikir bahwa orang lain lebih baik dari diri anda 1 0
.
Jumlah
(Geriatric Depressoion Scale (Short Form) dari Yesafage (1983) dalam
Gerontological Nursing, 2006)
Interpretasi :
Jika Diperoleh skore 5 atau lebih, maka diindikasikan depresi
5. Status Nutrisi
0 – 2 : Good
Alat Skrining yang dapat digunakan untuk mengkaji fungsi sosial lansia
LEMBAR KONSULTASI
LEMBAR KONSULTASI
LEMBAR REVISI
Nama Mahasiswa : Fauza Akmal Fadhil Syah
NIM : 1810012
Judul : Asuhan Keperawatan Klien Gouth Athritis Dengan Nyeri
Akut Di Desa Tanggung Kecamatan Turen Kabupaten
Malang.
Tanggal Ujian : 08 Desember 2020
Pembahas I : Dr. Riza Fikriana, S.Kep,Ns.,M.Kep
LEMBAR REVISI
Nama Mahasiswa : Fauza Akmal Fadhil Syah
NIM : 1810012
Judul : Asuhan Keperawatan Klien Gouth Athritis Dengan Nyeri
Akut Di Desa Tanggung Kecamatan Turen Kabupaten
Malang.
Tanggal Ujian : 08 Desember 2020
Pembahas II : Nia Agustiningsih, S.Kep,Ns.,M.Kep
Nia Agustiningsih,S.Kep,Ns.,M.Kep
NIK.201001021
LEMBAR REVISI
Nama Mahasiswa : Fauza Akmal Fadhil Syah
NIM : 1810012
Judul : Asuhan Keperawatan Klien Gouth Athritis Dengan Nyeri
Akut Di Desa Tanggung Kecamatan Turen Kabupaten
Malang.
Tanggal Ujian : 08 Desember 2020
Pembahas III : Tri Nurhudi S., S.Kep,Ns.,M.Kep
NO BAB/HALAMAN URAIAN REKOMENDASI
1. Bab II& III Kolaborasi dipenuhi Menyesuaikan dengan SIKI &
secara Komprehensif SLKI, bisa mengenal masalah
kesehatan, merawat dan
meningkatkan kesehatan
Sesuaikan evaluasi
2. Bab II Menyesuaikan dengan SIKI &
kerangka konsep dengan
SLKI, bisa mengenal masalah
SLKI
kesehatan, merawat dan
meningkatkan kesehatan
Pembahas III
Tri Nurhudi S.,S.Kep,Ns.,M.Kep
NIK.200811005
A. Topik
Kompres Hangat Menggunakan Jahe untuk meringankan skala nyeri pada
klien gouth athritis
C. Manfaat
Dari hasil Kegiatan ini diharapkan responden dapat menerapkan kompres
hangat menggunakan jahe, untuk menurunkan skala nyeri pada klien gouth athritis
D. Prosedur Kerja
a. Alat
1. Parutan jahe
2. Baskom kecil
3. Handuk kecil
b. Bahan
1. Jahe 100gram
2. Air secukup nya
c. Cara kerja
Untuk pelaksaan kompres hangat jahe dapat mengikuti langkah-langkah
sebagai berikut
1. Infrm consent
2. Siap kan jahe 100 gram.
3. Cuci jehe dengan air sampai bersih
4. Parut Jahe
5. Siapkan wadah dan isi dengan air hangat suhu 30-400C (suam-suam kuku)
secukup nya
6. Masukan handuk kecil ke dalam air hangat tersebut kemudian tunggu beberapa
saat sebelum handuk di peras
7. Peraskan handuk kemudian tempelkan ke daerah sendi yang terasa nyeri klien.
8. tambahkan parutan jahe di atas handuk tersebut.
9. Pengompresan dilakukan selam 20 menit
10. Setelah selasai bereskan semua peralatan yang telah dipakai.
E. Evaluasi
Respons Klien
SATUAN ACARA PENYULUHAN TERAPIKOMPRES HANGAT
MEMAKAI JAHE PADA PENDERITA GOUTH ATHRITIS
A. LATAR BELAKANG
Kompres Jahe, karena jahe mengandung minyak asiri, gingerol dan
oleoresin yang bersifat menghangatkan. Kompres jahe baik digunakan
bagi penderita asam urat yang telah mengalami pembengkakan yang
berfungsi untuk memperlebar pembuluh darah dan memperlancar aliran
darah, sehingga bengkak dan nyeri dapat berkurang atau hilang.
B. TUJUAN PENYULUHAN UMUM
Setelah dilakukan penyeluhan selama ±15 menit di harapkan Tn.T, Ny. M
dan keluarga dapat memahami kompres hangat dengan jahe.
C. TUJUAN PENYULUHAN KHUSUS
Setelah dilakukan penyeluhan selama ±15 menit di harapkan Tn. T, Ny. M
dan keluarga dapat memahami kompres hangat dengan jahe.
1. Pengertian kompres jahe
2. Tujuan kompres jahe
3. Pengaruh kompres jahe
4. Alat dan bahan kompres jahe
5. Cara terapi kompres jahe
D. TEMPAT
Penyeluhan di lakukan di rumah Tn. T
E. MEDIA DAN ALAT
1. SAP
2. Leaflet
F. METODE
1. Ceramah
2. Tanya jawab
G. KISI-KISI MATERI
1. Pengertian kompres jahe
2. Tujuan kompres jahe
3. Pengaruh kompres jahe
4. Alat dan bahan kompres jahe
5. Cara terapi kompres jahe
H. KEGIATAN PENYULUHAN
KEGIATAN
NO
WAKTU PENYULUHAN PESERTA
I. EVALUASI
1. Evaluasi struktur
a. Kesiapan mahasiswa dalam memberikan materi penyuluhan
b. Media dan alat yang memadai
c. Settingan waktu sesuai dengan kegiatan
2. Evaluasi proses
a. Kegiatan penyuluhan di lakukan oleh mahasiswa sesuai dengan
jadwal yang sudah direncanakan
b. Peserta penyuluhan aktif berpartisipasi selama proses
penyuluhan berlangsung
c. Seluruh mahasiswa berperan aktif selama proses penyuluhan
berlangsung
3. Pertanyaaan
a. Apa tujuan kompres jahe ?
b. Apa pengaruh kompres hangat ?
MATERI PENYELUHAN
A. Pengertian
Kompres jahe dapat menurunkan nyeri pada asam urat. Kompres
jahe merupakan pengobatan tradisional atau terapi alternative untuk
mengurangi nyeri atau bengkak pada penderita asam urat. Kompres jahe
hangat memiliki kandungan enzim siklooksigenasi yang dapat
mengurangi peradangan pada penderita asam urat, selain itu jahe juga
memiliki efek farmakologis yaitu rasa panas dan pedas, dimana rasa
panas ini dapat meredakan rasa nyeri, kaku, spasme otot atau terjadinya
vasodilatasi pembuluh darah, manfaat yang maksimalakan di capai
dalam waktu 20 menit sesudah afikasi panas(Agustin, 2016).
B. Tujuan kompres hangat dengan Jahe
1. Memperlancar sirkulasi darah
2. Mengurngi bengkak dan nyeri
3. Merangsangperistaltic usus
4. Memperlancar pengeluaran getah radang (cairan eksudan)
5. Memberikan rasa hangat dan nyaman, (smeltzer, 2015)
C. Pengaruh Kompres Jahe
Efek dari kompres hangat untuk meningkatkan aliran darah.
Pemberian kompres hangat yang berkelanjutan berbahaya terhadap sel
epitel, menyebabkan kemerahan, kelemahan lokal, dan bisa terjadi
kelumpuhan. Kompres hangat Apabila diberikan satu jam atau lebih.
D. Alat dan Bahan
1. Waslap/handuk kecil
2. Parutan
3. Mangkuk/ wadah
4. Jahe 3-5 ruas
E. Cara mengompres
Untuk pelaksaan kompres hangat menggunakan jahe dapat mengikuti
langkah-langkah sebagai berikut
1. Inform consent
2. Siap kan jahe 100 gram.
3. Cuci jehe dengan air sampai bersih
4. Parut Jahe
5. Siapkan wadah dan isi dengan air hangat suhu 40-500Csecukupnya
6. Masukan handuk kecil ke dalam air hangat tersebut kemudian tunggu
beberapa saat sebelum handuk di peras
7. Peraskan handuk kemudian tempelkan ke daerah sendi yang terasa nyeri
klien.
8. Tambahkan parutan jahe di atas handuk tersebut.
9. Pengompresan dilakukan selam 20 menit
10. Setelah selasai bereskan semua peralatan yang telah dipakai.
Sebaik kompres hangat jehe dilakukan dua kali dalam sehari pagi
dan sore agar mendapatkan hasil yang optimal. (An, 2015)
DAFTAR PUSTAKA