Anda di halaman 1dari 41

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Pemeliharaan Papan Hubung Bagi Tegangan Rendah di Gardu M. Diamon


Hill 3 Citraland

PT. Jago Elfah Anugerah


Manado – Sulawesi Utara
1 April 2021 – 1 Juni 2021

DISUSUN OLEH:
Muhammad Rizal Puradin
16011103077
Zidan D C Ali
16011103070

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK


UNIVERSITAS SAM RATULANGI
MANADO
2021
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena

penyertaan-Nya sehingga kami boleh menyelesaikan laporan Kerja Praktek ini.

Laporan ini disusun untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam

menyelesaikan Kerja Praktek / Magang bagi para Mahasiswa dari Fakultas Teknik

Elektro Universitas Sam Ratulangi.

Kerja Praktek ini merupakan salah satu upaya dalam menambah ilmu dalam

bidang kelistrikan, memberikan pengalaman tentang dunia kerja dan dapat

menyesuaikan diri dalam dunia kerja, dan juga dapat mengukur kemampuan dengan

turun langsung ke lapangan.

Dan harapan kami semoga kerja praktek ini akan memberi banyak manfaat bagi
kami para mahasiswa maupun bagi pembaca. Dan juga kami memohon maaf jika ada
kekurangan dalam laporan kerja praktek yang kami susun ini. Terima kasih.

i
DAFTAR ISI

Kata Pengantar i
DAFTAR ISI ii
BAB I 1
PENDAHULUAN 1
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Batasan Masalah 1
1.3 Tujuan dan Manfaat 1
1.4 Waktu Pelaksanaan Kerja Praktek 2
1.5 Sistemmatika Penulisan 2
BAB II 3
PROFIL PERUSAHAAN 3
2.1 Sejarah Berdirinya Perusahaan 3
2.2 Visi dan Misi 3
2.2.1 Visi 3
2.2.2 Misi 3
2.3 Profil 4
1.1 2.4 BAGAN ORGANISASI PT. JAGO ELFAH ANUGERAH 5
BAB III 10
DASAR TEORI 10
3.1 Definisi Distribusi PHB-TR 10
3.2 Pelaksanaan Pemeliharaan 17
3.3 Jadwal Pemeliharaan 20
3.4 Pemeliharaan dalam bebas tegangan 22
3.4 Pemeliharaan dalam keadan bertegangan ( PDKB ) 23
BAB IV 18
PEMASANGAN DAN PEMELIHARAAN PHB-TR 25
4.1 Standing Operation Procedure Pemasangan PHB-TR 25
4.2 Pengertian pemeliharan PHB-TR 27
4.3 Tujuan Pemeliharaan PHB-TR 27
4.4 Persiapan Pemeliharan 28

ii
4.5 Jadwal Pemeliharaan 29
4.6 Standar Operating Procedure Pemeliharaan 30
4.7 Pengoperasian kembali PHB-TR sesudah pemeliharaan 33
BAB V 35
PENUTUP 35
5.1 KESIMPULAN 35
5.2 SARAN 36
DAFTAR PUSTAKA 37

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Kebutuhan masyarakat akan semakin meningkat, khususnya energi Listrik.

Disisi lain, masyarakat yang berperan sebagai konsumen juga meningkat seiring

berjalannya waktu dan menuntut mutu serta kualitas pelayanan yang lebih baik secara

kontinyu. Sistem tenaga lsitrik meliputi sistem pembangkit,sistem transmisi dan sistem

distribusi tenaga listrik.Dimana sistem distribusi meliputi distribusi primer dan

distribusi sekunder sampai kebeban. Untuk jaringan distribusi termasuk Papan Hubung

Bagi bisa terdapat di tiang saluran maupun yang terdapat pada bangunan. Jaringan

Distribusi tegangan rendah PT. Jago Elfah Anugerah sebagai bahan laporan.

1.2 Batasan Masalah

Dalam laporan Kerja praktek ( KP) ini membahas tentang :

1. Pengertian Papan Hubung Bagi Tegangan Rendah (PHB – TR)


2. Pengenalan macam – macam bagian yang terdapat pada Papan Hubung Bagi
Tegangan Rendah (PHB – TR)
3. Pemeliharaan PHB-TR pada area Distribusi di PT. Jago Elfah Anugerah.
4. Langkah – langkah pemeliharaan Panel Hubung Bagi Tegangan Rendah (PHB –
TR).
1.3 Tujuan dan Manfaat
1. Mengetahui dan memahami cara pemeliharaan pada peralatan listrik terutama
PHB-TR.
2. Meningkatkan pengetahuan serta mempelajari cara kerja PHB-TR.
3. Mempelajari peralatan-peralatan yang digunakan, pada Papan Hubung Bagi

Tegangan Rendah baik cara kerjanya dan proteks

1
1.4 Waktu dan Pelaksanaan kerja praktek

Kegiatan kerja praktek dilaksanakan pada tanggal 1 April 2021 – 1 Juni 2021
PT. Jago Elfah Anugerah Manado – Sulawesi Utara
1.5 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan yang digunakan dalam penyusunan laporan KP ini sebagai

berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Dalam bab ini berisi tentang latar belakang, batasan masalah, tujuan dan

kegunaan kerja praktek, Waktu dan pelaksanaan kerja praktek, metode

penyusunan dan sistematika penulisan.

BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

Dalam bab ini membahas mengenai sejarah PT. Jago Elfah Anugerah Manado

– Sulawesi Utara struktural organisasi serta tugas dan wewenang sesuai dengan

struktural organisasi.

BAB III Dasar Teori

Dalam bab ini membahas tentang Pemeliharaan Jaringan Distribusi pada PT.

Jago Elfah Anugerah Manado dan pengertian dari Panel Hubungan Bagi

Tegangan Rendah (PHB – TR).

BAB IV PEMBAHASAN

Dalam bab ini membahas tentang Pemasangan dan pemeliharan Panel hubung

bagi tegangan Rendah (PHB – TR)

BAB V PENUTUP

Dalam bab ini mebahas tentang Kesimpulan, Saran Dan Daftar Pustaka

2
BAB II

PROFIL PERUSAHAAN

2.1 Sejarah Berdirinya Perusahaan

PT. Jago Elfah Anugerah di dirikan pada tahun 1997. Manado 1011, perusahaan

yang bergerak di bidang jasa instalasi listrik berkembang menjadi kontraktor mekanikal

Elektrikal yang bekeja sama dengan PLN sebagai patner unutk membangun dan

menepemarangi wilayah SULUTTENGGO. Perusahaan yang telah mengerjakan proyek

meliputi dari BUMN maupun swasta termasuk tegangan menengah, pemasangan Gardu

Distribusi, dan juga pemanfaatan Gardu JTR.

PT.Jago Elfa Anugerah juga termasuk dalam keanggotaan asosiasi AKLI, juga

bersertifikasi K3, ISO: 9001, ISO: 14001, OHSAS: 18001.

2.2 Visi dan Misi

2.2.1 Visi

Menjadikan PT JAGO ELFAH ANUGERAH sebagai Perusahaan Penyedia

Barang dan Jasa Kontruksi Terbaik di bidang Kontraktor Listrik yang memiliki

Kompetensi dan Klasifikasi Kinerja Internasional.

2.2.2 Misi

1. Sebagai perusahaan yang memberikan pelayanan, mutu, dan kepuasan yang

terbaik kepada pelanggan.

2. Membangun serta menciptakan citra terbaik perusahaan

3
3. Turut berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia.

2.3 Profil

Nama Perusahaan : PT. JAGO ELFAH ANUGERAH

Alamat : JL. Yos Sudarso No. 03 Kelurahan Paal 1 Ling. 1

Kec. Paal 1

Provinsi : Sulawesi Utara

Kabupaten/Kota :Manado

Telepon :0431-1051155

Kode Pos : 95119

Kategori Perusahaan : Kontraktor

4
2.4 Bagan Organisai PT. Jago Elfa Anugrah

Gambar: 2.1 Bagan Organisai PT. Jago Elfa Anugrah

5
Ruang lingkup pekerjaan dari perusahaan ini meliputi :

a. Komisaris

Komisaris bertugas untuk mengawasi kegiatan suatu organisasi atau perusahaan.

b. Direktur

Direktur di bawah naungan Komisaris dimana Direktur bertugas sebagai

pimpinan perusahaan, direktur juga berhak menerapkan kebijakan-kebijakan,

menetapkan, mengawasi tugas dari kariawan-kariawannya.

c. Manajer

Manajer Teknik mengawasi setiap teknisi yan turun langsung bekerja di

lapangan dan mengkoordinasi produksi yang di produksi perusahaaan.

a) Manajer Keuangan bertugas untuk:

Mengkoordinasikan dan mengontrol perencanaan, pelaporan, serta

kewajiban pajak perusahaan.

Merencanakan dan mengkoordinasikan penyusunan anggaran perusahaan

dalam berbagai aspek .

d. Chief Admin

Bertugas untuk mengurus atau mengatasi surat- menyurat suatu perusahaan

tersebut baik itu online ataupun tidak online.

e. Warehouse/ Gudang

Bertugas unutuk mengatur dan mengurus barang atau alat-alat yang masuk untuk

menunjang suatu proyek ataupun bahan-bahan yang akan diproduksi.

f. Penanggung Jawab Teknik K3

6
Yaitu bertanggung jawab untuk mengawasi Standar Operasional Prosedur (SOP)

suatau perusahaan.

g. Penanggung Jawab Teknik

Yaitu bertanggung jawab untuk mengawasi jalannya semua proyek yang ada.

Dimana proyek-proyek ini ada terbagi menjadi beberapa TIM:

a) TIM KUBIKEL

Tim ini berfokus pada proyek kubikel yang akan dikerjakan baik itu

perbaikan, pemeliharaan, ataupun pembuatan kubikel baru sesuai dengan

permintaan pelanggan. Kubikel ini biasanya ada di gedung-gedung besar

ataupun perusahaan.

b) TIM GARDU

Tim ini berfokus pada proyek gardu yang akan dikerjakan baik itu

pmeliharaan, perbaikan, ataupun pembuatan gardu baru sesui dengan

permintaan pelanggan. Secara garis besar jenis Gardu distribusi ada dua:

a. Gardu pasang luar : Gardu portal dan gardu control

b. Gardu pasang dalam : Gardu beton, gardu kios.

c) TIM JTR

Tm ini berfokus pada proyek Jaringa Tegangan Rendah dengan tegangan

110 volt atau 380 volt. Pengerjaan proyek ini juga tergantung dari

permintaan konsumen melalu PLN.

7
d) TIM JTM

Tim ini berfokus pada pengerjaan proyek Jaringan Tegangan Menengah baik

itu pemeliharaan, penarikan/pembuatan jaringan baru, atau pun penambahan

daya sesui dengan permintaan pelanggan.

e) TIM SIPIL

Tim sipil ini memiliki proyek tersendiri dimana tim ini bekerja pada saat

penggalian pondasi tiang, pengecoran dasar tiang diatas tanah, dan juga boloh

bertugas untuk pembuatan gardu beton, gardu kios, dan juga bertugas untuk

penebangan ranting atau pohon yang menghalangi suatu kegiatan proyek

yang dilakukan. Ini juga sesui permintaan pelanggan.

Tim-tim di atas memiliki masing-masing supervisor, chief, dan tenaga (pekerja).

Dimana supervisor merupakan seseorang yang ditugaskan untuk mengeluarkan perintah

kepada rekan kerjanya (dia juga boleh dikatakan sebagai pengawas di lapangan).

Chief tim merupakan kepala dari pengerjaan sutau proyek tersebut ( dia yang turun

tangan langsung).

Tenaga (pekerja) merupakan kumpulan kariawan/pekerja yang turun langsung dalam

pengerjaan proyek tersebut.

h. Operator Crine dan Driver

Operator Crine dan driver ini bertugas untuk mengendarai truck, pick up untuk

membawa pekerja/ kariawan proyek menuju tempat pengerjaan suatu proyek,

baik itu di dalam Manado maupun di luar Manado. Opera Crine bertugas untuk

8
mengangkut suatu tiang listrik untuk di bawa ke tempat proyek maupun dalam

mendirikan suatu tiang listrik khususnya tiang listrik SUTM.

i. Produksi Bahan Baku

Bertugas untuk pembuatan suatu bahan baku yang akan di gunakan pada

pengerjaan suatu proyek. Pembuatan bahan baku ini tidak semua hanya beberapa

saja yang diproduksi sendiri oleh perusahaan yaitu: Traves (breket), behel tiang,

anti panjat, dan juga tempat untuk dudukan trafo.

9
BAB III

DASAR TEORI

3.1 Definisi Distribusi PHB-TR

Merupakan salah satu Komponen dari suatu sistem distribusi PLN yang

berfungsi untuk menghubungkan jaringan ke Konsumen atau untuk mendistribusikan

tenaga listrik pada konsumen atau pelanggan pelanggan tegangan rendah.

Pengertian PHB-TR, untuk membagi tegangan dari Trafo gardu listrik ke

jaringan rumah tangga, yang berisi atau terdiri dari instalasi Perlengkapan Hubung Bagi

,Transformator Distribusi, dan Perlengkapan Hubung Bagi Tegangan Rendah ( PHB TR

) Untuk memasok kebutuhan tenaga listrik bagi para pelanggan Tegangan rendah ( TR

110/380 Volt )

1. Saluran udarah tegangan menengah ( SUTM) 10 kv

Karena tegangan masi tinggi belum dapat mencatu untuk beban secara

langsung,Kecuali pada beban yang di desain khusus. Distribusi primer

merupakan saluran yang akan mensuplay di salurkan ke gardu

distribusi,Yang termasuk sisi primer:

a) Saluran sambungan ( Jamper) dari SUTM ke unt Trafo (Primer Trafo)

b) Cut Out (CO)

c) Ligthing Arreseter (LA)

Saluran sambungan SUTM menju ke unit Trafo Besar arus sambungan SUTM

menuju ke saluran Trafo distribusi sisi primer dihitung berdasarkan daya trafo yang

terpasang.

10
OPSTIQ CABEL
Opstiq cabel menghubungkan tranformator dari trafo ke PHB- TR panel Penghatar
yang digunakan adalah dari jenis kabel pilin (twisted coble) NFA2X-T dengan
karakteristik sebagai berikut.

Tabel Penghatar kabel udara jenis NFA2X-T untuk sambungan pelayanan fasa 1
0
dan fasa 3, t = 30 𝐶1Δ∪1%

Sistem Fasa -1 Sistem Fasa-3


Daya tersambung
Seri5 Seri5
(MCB) Tunggal Tunggal
sambungan sambungan

2A 2x10 𝑚𝑚
1
2x10 𝑚𝑚
1 - -
4A 1 1 - -
6A 2x10 𝑚𝑚 2x10 𝑚𝑚 - -
1 1
10 A 2x10 𝑚𝑚 2x10 𝑚𝑚 - -
16 A 2x10 𝑚𝑚
1
2x10 𝑚𝑚
1
4x10 𝑚𝑚
1 -
20 A 1 - 1 -
25 A 2x10 𝑚𝑚 4x10 𝑚𝑚 -
1 - 1
30 A 2x16 𝑚𝑚 - 4x16 𝑚𝑚 -
43 A 2x25 𝑚𝑚
1
- 4x16 𝑚𝑚
1 -
50 A 1 - 1 -
2x25 𝑚𝑚 4x16 𝑚𝑚
1 - 1
2x25 𝑚𝑚 4x25 𝑚𝑚
1
2x35 𝑚𝑚

Catatan: Untuk daya lebih besar dari 50 Ampere digunakan jenis kabel pilin saluran
Udara Tegangan rendah.
Komponen Sengkang (fixing color ) atau beuguel berbemtuk bulat di pasang pada
tiang Atas, tiang atap, dan penguat pipa pada dinding bagunan sebagai pengamat kalit
service weding clapmp

11
Gambar: 3.1Jenis Opstiq Cable

12
3.1.1 Koponen atas gardu Distribusi

1. Trafo Distribusi

Yaitu Komponen Utama dari gardu distribusi untuk menurunkan tegangan dari

Sisi Tegangan Menengah ( SUTM ) menjadi Sisi tegangan Rendah( (SUTR)

yang siap di pakai oleh pelanggan.

2. Lightning Arrester ( LA )

Berfungsi sebagai alat Proteksi atau pengaman Trafo distribusi dari tegangan

lebih akibat Surja Petir, khususnya pada gardu pasangan luar.

3. Fused Cut Out ( FCO atau CO )

Berfungsi sebagai proteksi atau pegaman lebur, Pada gardu distribusi khususnya,

FCO ini berfungsi sebagai alat pelindung Trafo dari Arus hubungan Singkat dan

sebagai alat untuk membebeskan sumber tegangan jika dilakukan pemeliharaan.

Proteksi pada FCO ini dipasang dalam bentuk Fuse Link yang dapat disesuaikan

dengan Arus Nominal Trafo distribusi yang terpasang.

4. Wiring Gardu atau Pengawatan Gardu.

Yaitu Berupa Pengawatan atau kawat Penghubung untuk menghubungkan

tegangan dari Jaringan SUTM, Lightning Arrester ( LA ), dan Fused Cut Out (

FCO ) ke Trafo Distribusi.

13
5. Tiang

Tiang yang dipergunakan untuk Gardu distribusi jenis ini bisa berupa Tiang

Beton maupun Tiang Besi, yang memiliki kekuatan kerja dengan panjang 11

atau 11 meter

14
3.1.2 Kompon bawa gardu distribusi

1. Panel hubung bagi tegangan rendah (PHB-TR)

PHB-TR Yang berfungsi untuk membagi daya yang suda di konversikan dari Trafo

distribusi ke berbagai jurusan.

3.1.3 komponen dan fungsi dalam PHB-TR

2. Kabel in comming dan out going

Fungsi kabel incoming dan out going : sebagai penghantar aliran listrik atau daya

listrik

15
3. Busbar incoming fasa.

Busbar incoming (rel jurusan) : menerima dan menyalurkan tenaga listrik atau daya

listrir

4. busbar out going fasa.

Busbar out going (rel jurusan) : menerima dan menyalurkan tenaga listrik atau daya

listrik

5. Busbar netral

16
Busbar netral (rel jurusan) : menerima dan menyalurkan tenaga listrik atau daya listrik

6. Load break switch (Saklar beban) 630 A

Yang berfungsi sebagai saklar beban yang dapat memutuskan dan juga meyambungkan

arus listrik yang ada di dalam rangkaian ini apa bila apa bila di lakukan pemeliharaan.

7. NH-Fuse jurusan 100 A

Yang berfungsi sebagai pemutus daya jika terjadi gangguan

3.2 Pelaksanan Pemeliharaan

3.2.1 Berdasarkan waktu pelaksanaannya :

a. Pemeliharaan terencana ( planed maintenance) : preventif

b. Pemeliharaan tidak direncanakan (unplaned maintenance) : korektif

3.2.2 Berdasarkan metodenya:

17
a. Pemeliharaan berdasarkan waktu ( time base maintenance )

b. Pemeliharaan berdasarkan kondisi ( on condition base maintenance)

c. Pemeliharaan darurat / khusus ( break down maintenace ).

Bila dari macam-macam pemeliharaan tersebut digabungkan, maka

pemeliharaan dibedakan menjadi :

a. Pemeliharaan rutin : merupakan pemeliharaan yang terencana

berdasarkam waktu yang terjadwal.

b. Pemeliharaan korektif : merupakan pemeliharaan yang terencana

dikarenakan factor waktu dimana peralatan memerlukan perbaikan

atau pemeliharaan yang tidak terencana tetapi berdasarkan kondisi

peralatan yang menunjukkan gejala kerusakan ataupun sudah terjadi

kerusakan.

c. Pemeliharaan darurat : merupakan pemeliharaan karena keadaan yang

darurat tanpa diketahui gejala kerusakan sebelumnya.

3.2.3 Pemeliharaan rutin

Disebut juga dengan pemeliharaan preventif, yaitu pemeliharaan

untuk mencegah terjadinya kerusakan peralatan yang lebih parah dan

untuk mempertahankan unjuk kerja jaringan agar tetap beroperasi

dengan keandalan dan efisiensi yang tinggi.

Kegiatan pemeliharaan rutin meliputi kegiatan :

a. Pemeriksaan / inspeksi rutin

18
b. Pemeliharaan rutin

c. Pemeriksaan prediktif

d. Perbaikan / penggantian peralatan

e. Perubahan / penyempurnaan jaringan

Contoh pemeriksaan rutin pada PHB – TR antara lain :

a. Memeriksa dan melaporkan keadaan Instalasi dan kondisi PHB – TR

b. Memeriksa kondisi peralatan listrik yang terpasang pada PHB – TR

c. Pengukuran beban dan tegangan saluran jurusan pada PHB - TR.

d. Pengujian tahanan sistem pembumian

e. Membersihkan busbar yang kotor karena ada debu dan sarang

laba-laba.

f. Pengecatan busbar dengan warna standar

g. Pengencangan kembali baut-baut pengikat antara dan kabel keluar

3.2.4 Pemeliharaan korektif

Pemeliharaan korektif adalah pekerjaan pemeliharaan dengan maksud

untuk memperbaiki kerusakan yaitu suatu usaha untuk memperbaiki

kerusakan hingga kembali kepada kondisi / kapasitas semula dan

perbaikan untuk penyempurnaan yaitu , suatu usaha untuk meningkatkan

/ penyempurnaan jaringan dengan cara mengganti / mengubah jaringan

agar dicapai daya guna atau keandalan yang lebih baik dengan tidak

mengubah kapasitas semula.

Contoh perbaikan kerusakan :

19
1. Penggantian saklar utama karena sudah rusak

2. Penggantian NH-Fuse yang sudah putus

3. Penggantian NH-Fuse yang nilainya melebihi kapasitas kabel yang

diamankan, Penggantian Ground plate yang sudah rusak / hangus

Penggantian sepatu kabel yang terbakar

4. Penggantian Saklar utama untuk penyesuaian kapasitasnya terhadap

beban yang dipikul

5. Penambahan Saluran jurusan JTR

3.2.5 Pemeliharaan darurat

Pemeliharaan ini sifatnya mendadak, tidak terencana ini akibat gangguan

atau kerusakan atau hal-hal lain di luar kemampuan kita sehingga perlu

dilakukan pemeriksaan / pengecekan perbaikan maupun penggantian

peralatan, tetapi masih dalam kurun waktu pemeliharaan

Contoh pemeliharaan darurat :

a. Perbaikan / penggantian PHB – TR yang rusak akibat kebakaran.

b. Perbaikan / penggantian PHB – TR yang rusak akibat banjir.

c. Perbaikan / penggantian PHB - TR yang rusak akibat huru-hara.

3.3 Jadwal pemeliharaan

Pemeliharaan rutin / terencana adalah cara yang baik utnuk mencapai suatu

tujuan karena mencegah dan menghindari kerusakan peralatan . Dalam

pelaksanaan pemeliharaan rutin perlu direncanakan dengan baik berdasarkan

20
hasil pengamatan dan catatan serta pengalaman pemeliharaan terdahulu sehingga

akan mendapatkan hasil yang lebih baik untuk itu perlu dibuat jadwal

pemeliharaan

Jadwal pemeliharaan dalam kurun waktu yang berbeda sesuai dengan

kebutuhan dan umur dari peralatan yang di pelihara, waktu tersebut adalah

sebagai berikut :

a. Pemeliharaan mingguan

b. Pemeliharaan bulanan

c. Pemeliharaan triwulan

d. Pemeliharaan semesteran

e. Pemeliharaan tahunan

Karena volume fisik dari jaringan distribusi ini cukup banyak maka dalam

pelaksanaannya perlu diatur waktunya disesuaikan dengan kemampuan yang

ada.

21
3.4 Pemeliharan dalam bebas tegangan

Pemeliharaan peralatan / perlengkapan jaring distribusi TR yang

dilaksanakan dimana obyeknya dalam keadaan tanpa tegangan atau pemadaman.

Hal ini bukan berartii disekitar obyek pemeliharaan benar-benar sama sekali

tidak bertegangan.

Contoh :

Pada waktu pemeliharaan PHB – TR pada gardu distribusi, maka pada sisi TM

FCO atau kubikel dan Trafo harus dipadamkan, tetapi pada keadaan tertentu

tetap dioperasikan.

Dengan demikian segi keamanan terhadap tegangan sentuh harus tetap

diperhatikan.

1. Alasan Dilaksanakan Pemeliharaan Dalam Keadaan Tanpa Tegangan :

a. Pemeliharaan dengan metoda pdkb memang belum dimungkinkan.

b. Instalasi dilengkapi dengan sistem cadangan sehingga tidak mengganggu

suplai tenaga listrik.

c. Jaringan yang akan dipelihara secara ekonomis tidak terlalu

mengguntungkan dan secara sosial tidak berdampak negatif.

d. SDM dan sarana yg diperlukan untuk pemeliharaan dengan PDKB belum

tersedia.

2. Keuntungan Dan Kerugian Pemeliharaan Tanpa Tegangan Keuntungannya :

a. Terjadinya kecelakaan terhadap sentuhan tegangan listrik dapat

dihindarkan.

3. Kerugiaannya:

22
a. Akibat pemadaman berarti energi tidak tersalurkan / terjual menjadi lebih

besar sebanding dengan lamanya pekerjaan.

4. Ketentuan bekerja pada keadaan tidak bertegangan :

a. Pelaksanaan pekerjaan harus mempunyai kompetens yang dibutuhkan

b. Perlengkapan listrik yang dipekerjakan harus bebas dari tegangan

c. Sarana pemutusan sirkit dipasang rambu peringatan

d. Melaksanakan pemeriksaan tegangan untuk memastikan keadaan bebas

tegangan

e. Perlengkapan yang dikerjakan harus dibumikan secara baik

f. Petugas untuk pembebasan tegangan harus mempunyai surat tugas dari atasan

yang berwenang

g. Mengunci peralatan yang mungkin dapat dimasukkan / dikeluarkan

h. Bagian perlengkapan yang telah dibebaskan dari tegangan dan akan dibuang

sisa muatan listriknya, harus diperiksa secara teliti

3.5 Pemeliharaan dalam keadan bertegangan ( PDKB )

Pemeliharaan peralatan / perlengkapan jaringan distribusi (TR ) yang

dilaksanakan dimana obyeknya dalam keadaan aktif bekerja atau bertegangan

Contoh :

a. Pemeriksaan rutin kondisi gardu yang sedang beroperasi

b. Pengukuran beban dan tegangan gardu

Ketentuan bekerja pada keadaan bertegangan :

a. Petugas / pelaksana pekerjaan mempunyai kompetensi yang dibutuhkan

23
b. Memiliki surat ijin kerja dari yang berwenang

c. Dalam keadaan sehat, sadar, tidak mengantuk atau tidak dalam keadaan

mabuk

d. Saat bekerja harus berdiri pada tempat atau mempergunakan perkakas yang

berisolasi dan andal

e. Menggunakan perlengkapan badan yang sesuai dan diperiksa

f. setiap dipakai sesuai petunjuk yang berlaku

g. Dilarang menyentuh perlengkapan listrik yang bertegangan dengan tangan

telanjang

h. Keadaan cuaca tidak mendung / hujan

i. Dilarang bekerja di ruang dengan bahaya kebakaran / ledakan, lembab dan

sangat panas.

24
BAB IV
PEMASANGAN DAN PEMELIHARAAN PHB-TR

4.1 Standing Operation Procedure Pemasangan PHB-TR

4.1.1 Persyaratan pemasangan

1) Ukuran pondasi kotak hubung bagi harus sesuai dengan

ketentuan/standar konstruksi.

2) Dipasang patok pelindung dari depan/muka panel box sebanyak 3

buah untuk tiap lokasi panel box

3) Tinggi patok 50 cm diatas permukaan tanah dan 50 cm ditanam

dalam tanah.

4) Patok terbuat dari pipa Galvanis diameter 2 inchi. Pipa dibuat

cembung dan di cat warna kuning dan hitam.

5) Jarak antara Gardu Distribusi ke PHB TR pertama dan PHB TR

yang satu dengan yang lain ±80 m dan jarak dari Gardu Distribusi ke

PHB TR terakhir 400 m dengan beban max setiap jurusan 200 A.

6) Harus di pasang Arde dengan kawat BC 50 mm2 dengan tahanan

max 5 ohm.

4.1.2 Prosedur Pemasangan

1) Letakan kotak Hubung Bagi TR pada pondasi yang telah tersedia.

2) Pada keempat sisi di baut pada angkur yang tersedia dengan posisi

tegak lurus dan lobang PHB masuk pada angkur yang tersedia.

3) Besarnya Torsi pada saat pengencangan Mur dan Baut

4) Sambungkan kawat pentanahan dan batang pentanahan ke baut

pentanahan yang tersedia pada kotak hubung bagi dengan kunci

25
sock/kunci ring.

5) Sambungan SKTR dari Transformator ke PHB TR pertama dan PHB

TR berikutnya dengan menggunakan terminasi (Sepatu Kabel).

6) Kabel dari Gardu Distribusi ke PHB TR adalah kabel NYFGBY

4x95 mm2 atau NYY 1 x (50 mm2, 70 mm2, 95 mm2, 120 mm2,

150 mm2, 185 mm2, 240 mm2, 300 mm2) dan kabel antara PHB TR

ke konsumen disesuaikan dengan standar Konstruksi (4x10 mm2,

4x16 mm2, 4x25 mm2) sesuai daya terpasang pada konsumen.

7) Dalam satu kavlink tidak diperkenankan adanya penyambungan

campuran antara SL kabel tanah dan SL kabel udara.

8) PHB TR yang akan di pasang harus memenuhi syarat penyambungan

● Sistem SL 1 Fasa max 12 konsumen

● Sistem SL 3 Fasa max 8 konsumen

9) Bersihkan kembali seluruh komponen yang ada di dalam kotak

hubung bagi TR.

10) Tutup kembali kotak hubung bagi.

4.1.3 Pemeriksaan

Setelah pemasangan selesai dilakukan, maka harus diadakan pengecekan secara

fisik sebagai berikut :

1) Posisi Kotak Hubung Bagi tetap tegak

2) dan kokoh.

3) Fungsi sakelar utama dapat bekerjadengan baik.

4) Busbar/baut di cek apakah ada yang kendur/perlu di kencangkan

26
kembali.

4.2 Pengertian pemeliharan PHB-TR

Adalah kegiatan yang meliputi rangkaian tahapan kerja mulai dari perencanaan,

pelaksanaan hingga pengendalian dan evaluasi pekerjaan pemeliharaan instalasi PHB –

TR yang dilakukan secara terjadwal (schedul) ataupun tanpa jadwal.

4.3 Tujuan Pemeliharaan PHB-TR

Agar instalasi jaringan distribuasi beroperasi dengan :

a. Aman ( safe) bagi manusia dan lingkungannya.

b. Andal (reable).

c. Kesiapan (avaibility) tinggi

d. Unjuk kerja (performance) baik.

e. Umur (live time) sesuai desain.

f. Waktu pemeliharaan (down time) efektif.

Selain itu ada faktor diluar teknis, tujuan pemeliharaan adalah mendapatkan

simpati serta kepuasan pelanggan dalam pelayanan tenaga listrik. Untuk melaksanakan

pemeliharaan yang baik perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut

1. Sistem harus direncanakan dengan baik dan benar memakai bahan / peralatan

yang berkualitas baik sesuai standar yang berlaku.

2. Sistem distribusi yang baru di bangun harus diperiksa secara teliti, apabila

terdapat kerusakan kecil segera diperbaiki pada saat itu juga.

3. Staf / petugas pemeliharaan harus terlatih dengan baik dan dengan jumlah

petugas cukup memadai.

27
4. Mempunyai peralatan kerja yang cukup memadai untuk melaksanakan

pemeliharaan dalam keadaan tidak bertegangan maupun pemeliharaan dalam

bertegangan.

5. Mempunyai buku / brosur peralatan pabrik pembuat peralatan tersebut dan harus

diberikan kepada petugas terutama pada saat pelaksanaan pemeliharaan.

6. Gambar (peta) dan catatan pelaksanaan pemeliharaan dibuat dan di pelihara

untuk bahan pada pekerjaan pemeliharaan berikutnya.

7. Jadwal yang telah dibuat sebaiknya dibahas ulang untuk melihat kemungkinan

penyempurnaan dalam pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan.

8. Harus diamati tindakan pengamanan dalam pelaksanaan pemeliharaan, gunakan

peralatan keselamatan kerja yang baik dan benar.

4.4 Persiapan Pemeliharan

Pemeliharaan preventif dan korektif

1. Pemeliharaan terencana ( planed maintenance) : preventif

Pemeliharaan preventif, yaitu pemeliharaan untuk mencegah terjadinya

kerusakan peralatan yang lebih parah dan untuk mempertahankan unjukkerja

jaringan agar tetap beroperasi dengan keandalan dan efisiensi yang tinggi.

2. Pemeliharaan tidak direncanakan (unplaned maintenance) : korektif

Pemeliharaan korektif : merupakan pemeliharaan yang terencana dikarenakan

faktor waktu dimana peralatan memerlukan perbaikan atau pemeliharaan yang

tidak terencana tetapi berdasarkan kondisi peralatan yang menunjukkan gejala

kerusakan ataupun sudah terjadi kerusakan

28
4.5 Jadwal pemeliharaan

Pemeliharaan rutin / terencana adalah cara yang baik utnuk mencapai suatu

tujuan karena mencegah dan menghindari kerusakan peralatan . Dalam pelaksanaan

pemeliharaan rutin perlu direncanakan dengan baik berdasarkan hasil pengamatan dan

catatan serta pengalaman pemeliharaan terdahulu sehingga akan mendapatkan hasil

yang lebih baik untuk itu perlu dibuat jadwal pemeliharaan

Jadwal pemeliharaan dalam kurun waktu yang berbeda sesuai dengan kebutuhan

dan umur dari peralatan yang di pelihara, waktu tersebut adalah sebagai berikut :

1. Pemeliharaan mingguan

2. Pemeliharaan bulanan

3. Pemeliharaan triwulan

4. Pemeliharaan semesteran

5. Pemeliharaan tahunan

Karena volume fisik dari jaringan distribusi ini cukup banyak maka dalam

pelaksanaannya perlu diatur waktunya disesuaikan dengan kemampuan yang ada.

Dalam persiapan pemeliharaan ini sesuai yang tertera pada Standing Operating

System ( SOP ).

29
4.6 Standar Operating Procedure

4.6.1 Perlengkapan kerja

a. Perkakakas keja:

kunci shok,kunci ring tang pres,tang kombinasi obeng,gergaji beesi, cutter.

b. Alat bantu :

Tangga, skakel – stok, radio HT, tongkat Tester 10 kV, kendaraaan roda

empat.

c. Alat Pelindung diri :

Sarung tangan kulit, Helm pengaman, Sepatu Berisolasi,Jas hujan, Pakaian

Kerja, sabuk pengaman.

d. Alat ukur :

Megger 1000V, earth – tester ( megger tanah ), multi – test

4.6.2 Pelaporan pada pekerjan pemeliharan

A. Fungsi pelaporan

Setiap kegiatan dan kejadian dalam pemeliharaan jaringan harus selalu

dibuatkan laporannya.

30
B. Kejadian yang perlu dilaporkan

1. Pemadaman.

a. Karena gangguan atau direncanakan.

b. Jumlah pelanggan yang padam.

c. Sebab pemadaman.

d. Kwh yang tak tersalurkan.

e. Pemakaian material untuk mengatasi gangguan. Prosedur pengamanan

dalam pekerjaan pada instalasi tegangan tinggi.

2. Pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan pemeliharaan.

3. Pengoperasian kembali.

4.6.3 Pemadaman sebelum pemeliharaan (PHB-TR)

1. Kurangi beban trafo, dengan cara melepas satu-persatu NH-fuse, bila

beban tidak terlalu besar

2. Buka FCO dengan menggunakan stick cut out 10 kv

3. Hubungkan kabel pentanahan yang sudah dihubungkan ke elektroda

pentanahan dimulai dari ke empat bushing trafo sisi tegangan rendah, lalu

ketiga bushing trafo sisi tegangan menengah

4. Buka kabel / kawat yang terhubung pada terminal kabel masuk dan kabel

keluar

5. Kabel / kawat yang sudah terlepas hubungkan jadi satu dan tersambung

pada kabel pentanahan

6. Lakukan pemeriksaan kondisi PHB-TR

31
4.6.4 Pemeliharan PHB-TR dalam keadan bertegangan

Tegangan :

a. Fasa R-N : 114.1 V Fasa R-S : 373.1 V

b. Fasa S-N : 116.8 V Fasa S-T : 375.1 V

c. Fasa T-N : 115. 3 V Fasa R-T : 375.7 V

1. Pemeliharaan peralatan / perlengkapan jaringan distribusi (TR) yang

dilaksanakan dimana obyeknya dalam keadaan aktif bekerja atau

bertegangan

2. Pemeriksaan rutin kondisi gardu yang sedang beroperasi

a. Pemeriksaan Urutan : Fasa Sesuai/Tidak Sesuai

b. Pengukuran beban dan tegangan gardu.

Beban Total (Beban Induk)

R = 96.5 A S = 79.9 A T = 86.8 A N = 63.3 A

Beban Jurusan A

R = 65.3 A S = 53.30 A T = 70.1 A N = 43.95 A

Beban Jurusan B

R = 33.17A S = 19.78 T = 10.7 A N = 19.37 A

4.6.5 Pemeliharan PHB-TR dalam keadan tanpa tegangan

Gunakan perkakas kerja dan perlengkapan k3 sesuai dengan kebutuhan

Yakinkan PHB-TR sudah bebas tegangan.

1. Buka saklar utama

2. Lepas seluruh nh fuse

32
3. Periksa kondisi dan kerja saklar utama

4. Adanya kotoran pada terminal-terminalnya, bersihkan dengan menggunakan

kain

5. dan cairan yang mudah menguap dan bila terlalu tebal gosok dengan sabut

plastik hijau

6. Adanya kotoran pada alat-alat kontak (saklar jenis terbuka) lakukan hal

sama seperti di atas

7. Adanya ketidakserempakan buka-tutup alat hubung saklar utama, perbaiki

mekanisnya dan bila perlu ganti dengan yang baru

4.7 Pengoperasian kembali PHB-TR sesudah pemeliharaan

1. Pasang kembali kabel / kawat pada terminal sisi masuk dan sisi keluar

2. Lepaskan kawat pentanahan

3. Periksa keadaan disekitar trafo dan yakinkan PHB-TR aman dioperasikan

4. Laporkan kepada pihak yang berwenang untuk pengoperasian kembali,

sampai jawaban izin pengoperasian keluar

5. Masukkan FCO

6. Ukur tegangan dan urutan fasa sisi TR, pastikan bahwa besarnya tegangan

dan urutan fasa sudah benar

7. Masukkan saklar utama, amati adanya kelainan - kelainan

8. Ukur tegangan pada busbar TR, yakinkan besarnya tegangan fasa – netral

maupun fasa – fasa benar

33
9. Operasikan saluran jurusan dengan cara :

a. Untuk pelanggan umum : masukkan saklar utama, menyusul kemudian

nh fuse satu persatu sambil di test kemungkinan adanya hubung singkat

pada saluran jurusan

b. Untuk pelanggan 3 fasa : masukkan saluran NH fuse, sebelum saklar

utama dimasukkan.

34
BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan Praktek Kerja Lapangan Kerja praktek (KP) yang telah

dilaksanakan di PT. Jago Elfah Anugerah Manado – Sulawesi Utara, maka dapat

diambil kesimpulan diantaranya :

1. PHB-TR merupakan perangkat pendistribusian listrik yang berfungsi

sebagai penghubung dan pembagi tenaga listrik dari output trafo sisi

tegangan rendah ke rel pembagi dan diteruskan melalui kabel jurusan yang

diamankan oleh NH fuse masing masing jurusan.

2. Pada dasarnya prinsip kerja dari konstruksi PHB baru dan PHB lama sama,

namun yang membedakan ialah konstruksi PHB baru yang lebih simple dan

dilengkapi oleh UVR (Under Voltage Relay) dan PFR (Phase Failure

Relay).

3. PHB–TR berfungsi sebagai alat penghubung antara sumber tenaga listrik

(trafo distribusi) dengan alat pemanfaatan tenaga listrik melalui jaringan

tegangan rendah (JTR) serta sebagai alat pembagi tenaga listrik ke instalasi

pemanfaatan tenaga listrik.

4. PHB–TR berfungsi sebagai pengaman instalasi trafo 3 fase Pemeliharan

PHB-TR biasanya dilakukan secara berkala setiap 1 bulan sekali dan bisa

dilakukan dalam kondisi bertegangan. Selain itu, perlu adanya pengeceka

tegangan pada masing masing phase sebelum dan sesudah dilakukannya

pemeliharaan.

35
5.2 Saran

Dalam pelaksanan KP (kulia praktek) di PT. Jago Elfah Anugerah Manado –

Sulawesi Utara terdapat beberapa saran diantaranya :

1. pembimbing Lapangan diharapkan dapat memonitoring mahasiswa selama

kegiatan KP (Kulia praktek) berlangsung, agar kegiatan KP tersebut bermanfaat

dan memperoleh hasil yang maksimal.

2. Waktu pelaksanaan KP yang singkat masih kurang maksimal untuk mempelajari

ilmu kelistrikan yang ada di PT. Jago Elfah Anugerah Manado – Sulawesi Utara.

3. Kaitannya dengan pelaksanaan pekerjaan, hendaknya selalu mengacu pada SOP

Yang berlaku agar tidak terjadi kecelakaan kerja.

4. Agar setiap pekerjaan berjalan dengan lancar, perlu adanya koordinasi antar

Pelaksanan pekerjaan.

5. K3 berkaitan erat dengan setiap disiplin ilmu yang ada oleh karena itu aspek K3

harus diperkhatikan dalam pelaksanaan pekerjaan di dalam maupun diluar

ruangan.

6. Data yang dituliskan sebelum dan sesudah pelaksanaan pekerjaan harus sesuai

agar tidak mengulur waktu dan tidak ada kesalahan komunikasi antar anggota.

36
DAFTAR PUSTAKA

PT PLN. Standing Operarating Procedure Perangkat Hubung Bagi Tegangan Rendah

(PHBTR). PUSDIKLAT PT PLN (Persero)

PT PLN. Pemasangan PHB-TR Type Gardu Portal

PT. PLN Distrubusi Jakarta dan Tangerang Area Serpong

37

Anda mungkin juga menyukai