Anda di halaman 1dari 7

EKSEKUTIF SUMMARY

EVALUASI PELAPORAN KINERJA PNS JAWA BARAT


TRIWULAN (OKTOBER-NOVEMBER-DESEMBER)
TAHUN 2020

Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai tahun 2020 menerapkan aplikasi Tunjangan
Remunerasi Kinerja (TRK), yang dimaksudkan untuk mengukur kinerja PNS yang
berpengaruh kepada tunjangan uang didapatkan oleh PNS yang bersangkutan. Dalam
aplikasi tersebut PNS harus mengisi laporan harian berkaitan dengan tugas yang dikerjakan
dan tanggung jawab dari laporan kinerjanya. Diterapkannya sistem ini selain dapat
meningkatkan kualitas kinerja dari ASN juga dapat meningkatkan kedisiplinan.
Namun pada kenyataannya mayoritas kinerja pegawai di setiap perangkat daerah
rata-rata di atas 90%, tetapi dirasa nilai kinerja pegawai yang tinggi tidak sesuai dengan
realita kinerja pegawai di lapangan (sumber: BKD Prov. Jabar. 2020). Hal tersebut bisa
dilihat dari beberapa indikator masalah sebagai beriikut : (1) Adanya aktivitas yang di input
pegawai tidak sesuai dengan aktivitas sebenarnya (fiktif); (2) Adanya aktivitas yang di input
pegawai tidak sesuai dengan evidence (bukti); (3) Adanya aktivitas yang di input pegawai
tidak nyambung dengan evidence (bukti); (4) Adanya aktivitas fiktif, tidak sesuai dan tidak
nyambung dengan evidence, tetap divalidasi atasan.
Maka untuk menindaklanjuti hal tersebut, dilakukan evaluasi pelaporan kinerja
pegawai negeri sipil provinsi Jawa Barat, yang dilakukan oleh Badan Kepegawaian Daerah
(BKD) yang bekerja sama dengan Institut Jawa Barat (INJABAR-UNPAD), sebagai bentuk
evaluasi atau penilaian kinerja PNS sehingga bisa bertanggung jawab dan benar-benar
menjalankan tugasnya dengan bijak dan baik. Adapun tujuan dari adanya evaluasi pelaporan
kinerja ini adalah :
1. Membantu menciptakan sistem laporan kinerja berbasis aplikasi Tunjangan
Remunerasi Kinerja (TRK) yang jujur dan merepresentasikan kinerja.
a. Aktivitas yang tidak sesuai dengan kinerja/fiktif dan tidak sesuai evidence.
b. Aktivitas Fraud approval oleh atasan
2. Memberikan Shock Theraphy dan perubahan budaya buruk.

Adapun dalam melakukan Evaluasi pelaporan kinerja Pegawai Negeri Sipil Provinsi
Jawa Barat memiliki indikator-indikator audit kinerja, sebagai berikut :
1. Successing Planning (SP) : Kesesuaian aktivitas harian dengan Tugas & Fungsi Jabatan
2. Increasing of motivation (IM) : Kesesuaian penghargaan yang diperoleh dengan tugas &
fungsi jabatan
3. Employee survey: Kesesuaian isi komentar di kolom komentar Negatif (EE-) dan Positif
(EE+)
4. Idea Management (IMA) : Inovasi dan keterbaharuan metode dalam menjalankan
aktivitas
5. Integrity (INT) : Kejujuran dalam pengisian laporan aktivitas kerja
6. Loyality (IOT) : Kesesuaian Penempatan kerja dalam menjalankan tugas
7. Consistently develop of leadership skills and strengthen manager's role as coach and a
mentor (CONS) : Kecakapan menjalankan tugas dan tanggung jawab atasan dalam
menilai/memverifikasi/memvalidasi kinerja bawahan.
Hasil yang diperoleh setelah dilakukan evaluasi pelaporan kinerja PNS Provinsi
Jawa Barat (Oktober-November-Desember 2021), menggunkan 398 PNS sebagai sample
, dari Total 2787 PNS yang masuk kategori Merah, Orange, Kuning (MOK). Berikut
merupakan hasil evaluasi pelaporan kinerja PNS Provinsi Jawa Barat (Oktober-November-
Desember) :

KATEGORI MERAH ORANGE KUNING

SANGAT BURUK 5 Orang - -

BURUK 33 Orang 12 Orang 30 Orang

CUKUP 70 orang 53 Orang 64 Orang

BAIK 24 Orang 68 Orang 38 Orang

SANGAT BAIK - 1 Orang -


Evaluasi pelaporan kinerja pada PNS Provinsi Jawa Barat berlandaskan pada
Peraturan Gubernur Jawa Barat No. 75 Tahun 2019 tentang Sistem Manajemen Kinerja
Pegawai Negeri Sipil Di Lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat. Bagi PNS yang
terbukti melakukan manipulasi pelaporan kinerja, maka akan diberikan sanksi atas
pelanggaran yangg dibuat, sesuai dengan Peraturan Gubernur Jawa Barat No. 75 Tahun 2019
Pasal 40 Poin (d) yang berbunyi : ”Bagi PNS yang terbukti melakukan manipulasi data kinerja
dilakukan pengurangan TPP sebanyak 100% (seratus persen)”.
Adapun temuan yang didapat selama dilakukan evaluasi pelaporan kinerja pada PNS
Provinsi Jawa Barat, yakni terdapat banyak aktivitas-aktivitas yang tidak sesuai dengan
kinerja yang dilakukan berdasarkan Peraturan Gubernur Jawa Barat No. 75 Tahun 2019
tentang Sistem Manajemen Kinerja Pegawai Negeri Sipil Di Lingkungan Pemerintah Daerah
Provinsi Jawa Barat, diantaranya :
1. Ada kesamaan aktivitas yang dilakukan oleh pegawai dan dilaporkan dalam bentuk
evidence yang sama di hari dan bulan yang berbeda.
2. Menginputkan evidence fiktif yang didapat dari google.com
3. Ada pegawai yang tidak menginputkan atau melaporkan aktivitas-aktivitas kinerja yang
dilakukan dalam periode tertentu.
4. Evidence yang tidak sesuai/nyambung dengan aktivitas yang dikerjakan

Terdapat PNS Provinsi Jawa Barat yang terindikasi melakukan pelanggaran pelaporan
kinerja yang dilakukan, yakni berjumlah 101 orang pegawai yang tersebar di 38 OPD di
lingkup Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Disamping itu PNS Provinsi Jawa Barat yang belum
terkena audit, maka BKD (Badan Kepegawaian Daerah) Jawa Barat dan INJABAR UNPAD
akan melakukan audit kembali agar evaluasi pelaporan kinerja ini dilakukan secara
menyeluruh dilingkup PNS Provinsi Jawa Barat.
Dari hasil evaluasi pelaporan kinerja PNS Provinsi Jawa Barat (Oktober-November-
Desember) 2020. Berikut merupakan evidence/bukti pelaporan yang tidak sesuai:
JENIS PELANGGARAN : TIDAK ADA AKTIVITAS YANG DILAPORKAN

JENIS PELANGGARAN : BANYAK AKTIVITAS YANG DILAPORKAN BERULANG KALI


Oktober 2020 November 2020

Oktober 2020 November 2020 Desember 2020


Oktober 2020 November 2020 Desember 2020

Oktober 2020 November 2020 Desember 2020

Oktober 2020 November 2020 Desember 2020


Oktober 2020 November 2020 Desember 2020

JENIS PELANGGARAN : MENGINPUTKAN EVIDENCE FIKTIF YANG DIDAPAT DARI GOOGLE.COM

JENIS PELANGGARAN : EVIDENCE YANG TIDAK SESUAI/NYAMBUNG DENGAN AKTIVITAS YANG


DIKERJAKAN
Oktober 2020 November 2020

Keterangan aktivitas : Menyusun data Keterangan aktivitas : Menyalin data


bahan laporan pemakaian bbm dan bahan pemakaian bahan
November 2020 Oktober 2020

Keterangan aktivitas : Melaksanakan tugas Work Keterangan aktivitas : Mengerjakan Pembagian


From Home (WFH) dan membuat jadwal kegiatan rompi dan sepatu boot di Pangandaran