Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

ANATOMI FISIOLOGI SISTEM RESPIRASI

RIFA MARIFATUSSUHUFA
11212136

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN


PERTAMEDIKA
2021
SISTEM RESPIRASI

A. PENDAHULUAN
Tubuh manusia tidak dapat bertahan tanpa udara. Setiap manusia membutuhkan suplay
oksigen yang konstan untuk jaringan tubuh seperti jantung dan otak. Sistem Respirasi
mengirimkan udara dari aliran udara yang di hantarkan ke dalam saluran pernapasan
yang berisikan oksigen kedalam darah dan mengeluarkan produk-produk gas sisa
metabolisme. Organ pernapasan manusia terdiri dari lubang hidung, faring, laring, trakea,
broncus (cabang tenggorokan), broncheolus dan alveoli.
Sistem Respirasi adalah sistem yang memiliki fungsi utama untuk melakukan respirasi
dimana respirasi merupakan proses mengumpulkan oksigen dan mengeluarkan
karbondioksida.fungsi utama sistem respirasi adalah untuk memastikan bahwa tubuh
mengektraks oksigen dalam jumlah yang cukup untuk metabolisme sel dan melepaskan
karbondioksida (Peate and Nair, 2011).
Adapun fungsi pernapasan, yaitu
1. Mengambil oksigen yang kemudian dibawa oleh darah keseluruh tubuh (sel-
selnya) untuk mengadakan metabolisme
2. Mengeluarkan karbon dioksida yang terjadi sebagai sisa dari metabolisme, kemudian
dibawa oleh darah ke paru-paru untuk dibuang
3. Melembabkan udara.
Struktur yang membentuk Sistem Respirasi
1. Struktur Utama
a. Saluran Pernapasan Atas
b. Saluran Pernapasan Bawah
c. Paru
2. Struktur Pelengkap
a. Dinding dada
b. Kosta
c. Otot Pernapasan
d. Diafragma
e. Pleura
B. ANATOMI SISTEM RESPIRASI

1. Saluran Respirasi Atas


a. Nasal Cavity
b. Pharynx
c. Larynx
2. Saluran Respirasi Bawah
a. Trachea
b. Bronchus
c. Bronchiolus
3. Paru Paru
a. Paru
b. Alveoli

C. FISIOLOGI SISTEM PERNAPASAN


D. SALURAN PERNAPASAN SECARA FUNGSIONAL
1. Zona Konduksi
a. Zona konduksi berperan sebagai saluran tempat lewatnya udara pernapasan, serta
membersihkan, melembabkan dan menyamakan suhu udara pernapasan dengan
suhu tubuh.
b. Proses pembentukan suara.
c. Zona konduksi terdiri dari hidung, faring, trakea,bronkus, serta bronkioli te
rminalis.
2. Zona Respiratorik
a. Terdiri dari bronkiolus respiratorius dan alveoli.
b. Pertukaran gas antara udara dan darah terjadi dalam alveoli. Sistem pernafasan
memiliki sistem pertahanan tersendiri dalam melawan setiap bahan yang masuk
yang dapat merusak.

E. SALURAN PERNAPASAN
1. Lubang Hidung (Nares Anterior)
Adalah saluran didalam lubang hidung saluran ini bermuara kedalam bagian yang
dikenal sebagai rongga hidung (vestibulum). Vestibulum dilapisi dengan epithelium
organ yang bersambung dengan kulit. Lapisan ini memuat sejumlah kelenjar sebasea
yang ditutupi oleh bulu kasar. Kelenjar-kelenjar itu bermuara kedalam rongga
hidung.
2. Hidung
Hidung atau Nasal merupakan saluran udara yang pertama,mempunyai dua
lubang(kavum nasi),dipisahkan oleh sekat hidung(septum nasi) di dalam nya terdapat
bulu-bulu yang berguna untuk menyaring udara,debu, dan kotoran yang masuk ke
dalam lubang hidung(Syaifudin,2006).
Udara masuk kedalam sistem pernapasan melalui hidung. Batas rongga hidung
adalah bagian bawah tulang (tulang.palantum, maksila); bagian samping (tulang
maksila, konkha nasalis inferior, ethmoid); bagian atas (tulang ethmoid) dan bagian
tengah (septum nasalis). Terdapat juga rambut-rambut kasar yang berfungsi untuk
menjaring debu-debu kasar dan serangga yang memasuki hidung.

Pada dinding lateral terdapat 3 tonjolan yang disebut :Konkha nasalis superior,
Media dan inferior. Udara saat bernapas akan mengalir melaui ketiga celah tonjolan
tersebut dan udara inspirasi akan dipanaskan oleh darah dalam kapiler dan
dilembabkan oleh lender yang disekresikan oleh sel goblet. Debu-debu di pernafasan
akan diperangkap oleh lender-lendir digerakan oleh silia kebelakang menuju faring.
Sel-sel pembau berhubungan dengan saraf otak pertama (Nervus olfaktorius).

Fungsi dari hidung, terdiri dari :


a. Sebagai saluran pernafasan
b. Sebagai penyaring,penghangat,dan pelembab.
c. Penerima bau,merupakan fungsi ephithelium olfactory pada bagian
medial rongga hidung.
d. Membunuh kuman-kuman yang masuk bersama-sama udara
pernapasan oleh leukosit yang terdapat didalam selaput lender (mukosa)
atau hidung(Sherwood,2004).

3. Faring
Faring merupakan saluranmotot yang terletak tegak lurus antara dasar
tenggorokan(basis kranii) dan vertebra servikalis VI (Syaifudin,2012).Faring
merupakan tempat persimpangan antara jalan napas dan jalan makanan.letak nya
berada dibawah dasar tengkorak,dibelakang rongga hidung dan mulut sebelah depan
ruas tulang leher,ke atas berhubungan dengan tongga hidung,dengan perantara
lubang yang bernama koana,kedepan berhubungan dengan rongga mulut,tempat
hubungan ini bernama istimus fausium,kebawah terdapat dua lubang,ke depan
lubang laring,kebelakang lubang esophagus.Dibawah selaput lendir terdapat jaringan
ikat,juga dibeberapa tempat terdapat folikel getah bening.Perkumpulan getah bening
ini dinamakan adenoid.Disebelahnya terdapat 2 buah tonsil kiri dan kanan dari
tekak.Disebelah belakang trdapat epigloitis yang berfungsi menutup laring pada
waktu menelan makanan.

Bagian belakang dari rongga hidung dan rongga mulut. Terdiri dari Nasofaring
(bagian yang berbatasan dengan rongga hidung), Orofaring (bagian yang berbatasan
dengan rongga mulut) dan Laringofaring (bagian yang berbatasan dengan laring).
Bagian dimana pemisahan antara makanan dan udara terjadi.
4. Laring
Laring merupakan pangkal tenggorokan berupa saluran udara, yang terletak di depan
faring sampai ketinggian vertebra servikalis dan masuk ke dalam trakea dibawahnya
mempunyai fungsi untuk pembentukan suara. Bagian ini dapat ditutup oleh epiglotis,
yang terdiri dari tulang-tulang rawan yang berfungsi menutupi laring pada waktu kita
menelan makanan. Laring terdiri dari 5 tulang rawan antara lain 1)Kartilago tiroid (1
buah) terletak di depan jakun sangat jelas terlihat pada pria; 2)Kartilago ariteanoid (2
buah) yang berbentuk beker; 3)Kartilago krikoid (1 buah) yang berbentuk cincin;
dan 4)Kartilago epiglotis (1 buah). Laring dilapisi oleh selaput lendir, kecuali pita
suara dan bagian epiglotis yang dilapisi oleh selepitelium berlapis (Syaifuddin,
2012; Anderson, 1999).
Laring adalah suatu katup yang rumit pada perempatan antara lintasan makanan dan
lintasan udara.Laring terangkat dibawah lidah saat menelan dan area nya mencegah
makanan masuk ke trackea. Fungsi utama pada Laring adalah untuk melindungi jalan
napas atau jalan udara dari saluran napas lainnya, namun juga sebagai pembentuk
organ suara atau menghasilkan sebagian besar suara yang dipakai berbicara dan
menyanyi.

5. Trakea
Trakea adalah tabung terbuka berdiameter 2,5 cm dan panjang 10 sampai 12 cm.
trakea terletak didaerah leher depan esopagus dan merupakan pipa yang terdiri dari
gelang tulang rawan. didaerah dada trakea meluas dari laring sampai kepuncak paru,
tempat bercabang menjadi bronkus kiri dan kanan. Jalan napas yang lebih besar ini
mempunyai lempeng- lempeng kartilago di dindingnya untuk mencegah dari kempes
selama perubahan tekanan udara dalam paru-paru. Tempat terbukanya trakea
disebabkan tunjangan sederetan tulang rawan ( 16 -20 buah ) yang berbetuk huruf C
(cinin-cincin kartilago) dengan bagian terbuka mengarah ke posterior (Esopagus).
Trakea dilapisi epitel bertingkat dengan silia ( epitel yang menghasilkan lendir ) yang
bekerja menyapu partikel yang berhasil lolos dari saringan hidung kearah faring
untuk kemudian ditelan atau diludahkan atau dibatukan dan sel gobet yang
menghasilkan mucus potongan melintang trakea Khas huruf D.

6. Bronkus
Percabangan dari trakea sebelum masuk ke mediatinum disebut Bifurkasi dan sudut
tajam yang dibentuk oleh percabangan ini disebut karina. Karina membentuk sudut
20-30 derajat pada bronkus kiri dan 45-55 derajat pada bronkus kiri. Bronkus utama
kanan mempunyai 3 percabangan yakni siperior, medialis, dan inferior Bronkus
utama kiri mempunyai 2 percabangan yaitu bronkus lobaris superior dan inferior.
Bronkus segmental merupakan percabangan dari bronkus lobaris.

7. Bronkiolus
Saluran napas yang tidak berkartilago.Pada saat paru kolaps, bronkus besar masih
tetap paten, sedangkan bronkus kecil, bronkiolus, dan alveolus ikut
kolaps.Bronkiolus paling ujung (distal) disebut terminalis 3-5 bronkiolus terminalis
membentuk asinus. Secara fungsional, bronkiolus dibagi 2 bagian :
a. Bronkiolus non respiratorius, dimana tidak terdapat pertukaran gas
b. Bronkiolus Respiratorius, dimana terjadi pertukaran gas, bersama
dengan duktus alveolaris dan sakus alveolaris.
8. Paru – Paru
Paru-paru dibagi menjadi bagian-bagian yang disebut lobus. Terdapat tiga lobus di
paru sebelah kanan dan dua lobus di paru sebelah kiri. Diantara kedua paru terdapat
ruang yang bernama cardiac notch yang merupakan tempat bagi jantung. Masing-
masing paru dibungkus oleh dua membran pelindung tipis yang disebut parietal dan
visceral pleura. Parietal pleura membatasi dinding toraks sedangkan visceral pleura
membatasi paru itu sendiri. Diantara kedua pleura terdapat lapisan tipis cairan
pelumas. Cairan ini mengurangi gesekan antar kedua pleura sehingga kedua lapisan
dapat bersinggungan satu sama lain saat bernapas. Cairan ini juga membantu pleura 8
visceral dan parietal melekat satu sama lain, seperti halnya dua kaca yang melekat
saat basah (Peate and Nair, 2011).

9. Alveolus
Alveolus dibentuk dan dibatasi oleh dinding alveolus yang dibentuk oleh 2 macam
sel, yaitu Sel Alveolar tipe I atau Pneumosit Tipe I, merupakan Sel Pneumosit
Squamosa.Pertukaran gas menembus dinding Pneumosit Tipe I, Sel Alveolar tipe II
atau Pneumosit Tipe II.Disebut juga Granular Pneumocyt.Tugas Pneumosit Tipe II
yaitu menghasilkan surfaktan.

Terdapat lebih dari 300 juta gelembung alveoli dengan diameter 0,3 mm.Struktur
gelembung ini cenderung tidak stabil. Adanya tegangan muka cairan yang melapisi
alveoli menyebabkan gelembung cenderung menjadi kolaps, namun berkat adanya
surfaktan yang menurunkan tegangan muka cairan di dinding alveoli menyebabkan
gelembungn tersebut tidak mudah kolaps, tetapi mengembang dan stabil.

10. Otot- Otot Pernapasan


a. Otot Skelet
b. Otot Inspirasi Utama
 Muskulus interkostalis interna
 Muskulus interkatilaginnus parasternal
c. Otot Diafragma
d. Otot Inspirasi Tambahan (Otot Bantu Napas)
 Muskulus skalenus anterior
 Muskulus skalenus medius
 Muskulus skalenus posterior
11. Diafragma
Suatu septum berupa jaringan muskulotendineus yang memisahkan rongga toraks
dengan rongga abdomen, dasar dari rongga toraks. Diagfragma merupakan otot yang
paling utama untuk bernapas, merupakan lembaran-lembaran otot tipis yang
bersinergi atau melekat pada iga terbawah dan dipersyarafi nervus freknikus yang
berasal dari segmen 3, 4 dan 5.

12. H. Pleura
Pleura dibentuk oleh jaringan yang berasal dari mesodermal. Dibedakan menjadi 2
yaitu :
a. Pleura Viseralis yang melapisi paru
b. Pleura Parietalis yang melapisi dinding hemitoraks
Diantara pleura terdapat rongga pleura.Pada keadaan normal berisi caira pleura
dalam jumlah sedikit (0,1 – 0,2 ml/KgBB), yang berfungsi untuk memisahkan
kedua pleura supaya tidak lengket.

13. Pembulu darah dan Persarafan


Persarafan penting dalam aksi pergerakan pernapasan disuplai melalui n.phrenicus
san n.spinal thorax.N phrenicus mempersyarafi diafragma,sementara n.spinal thorax
mempersyarafi intercosta.Disamping saraf- saraf trsebut paru juga dipersyarafi oleh
serabut saraf simpatis dan para simpatis.
Sistem Pembuluh darah terdiri atas 2 bagian :
a. Arteri Pulmonalis yang keluar dari ventrikel kanan, berfungsi dalam sistem
respirasi.
b. Arteri Bronkialis, berperan dalam menyediakan bahan makanan yang dibutuhkan
paru.
F. TAHAPAN SISTEM RESPIRASI
1. Ventilasi, yaitu pergerakan udara ke dalam dan keluar paru
2. Pernapasan Luar / Difusi, yaitu Pertukaran gas di dalam alveoli dan darah.
3. Transportasi gas / Perfusi melalui darah
4. Pernapasan Dalam, yaitu Pertukaran gas antara darah dengan sel-sel jaringan.
5. Pernapasan Seluler, yaitu Metabolisme penggunaan O2 di dalam sel serta
pembuatan CO2
Proses ventilasi paru adalah pengaturan inspirasi dan ekspirasi udara antara atmosfer
dan paru. Proses kedua respirasi eksternal (respirasi paru/difusi) adalah pertukaran
oksigen dan karbondioksida antara paru dan kapiler darah paru. Proses ketiga
respirasi internal (respirasi jaringan) adalah pertukaran oksigen dan karbondioksida
antara kapiler darah jaringan dan sel-sel jaringan (Ganong, 1995).

G. MEKANISME SISTEM PERNAPASAN

Menurut tempat terjadi nya pertukaran gas maka pernapasan dapat dibedakan aras 2 jenis,
yaitu pernapasan luar dan pernapasan dalam.Pernapasan luar adalah pertukaran udara
yang terjadi antara udara dalam alveolus dengan darah dalam kapiler,sedangkan
pernapasan dalam adalahpernapasan yg terjadi antara darah kapiler dan sel-sel tubuh.
Masuk keluar udara dalam paru-paru dipengaruhi oleh prbedaan tekanan udara dalam
rongga dada dan tekanan udara di luar tubuh.jika tekanan diluar rongga udara lebih besar
maka udara masuk,sebaliknya apabila tekanan dalam rongga dada leboh besar maka
udara akan keluar.Pernapasan yang dilakukan menyediakan suplai udara segar secara
terus meneruske dalam membrane alveolus.Keadaan ini terjadi melalui 2 fase yaitu
inspirasi dan ekspirasi. Kedua fase ini sangat tergantug pada karakter paru dan rongga
dada torax.
1. Inspirasi
Inspirasi terjadi karena adanya kontraksi otot dan mengeluarkan energy maka inspirasi
merupakan proses aktif,agar udara dapat mengalir masuk ke paru-paru,tekanan di
dalam paru-paru harus lebih rendah dari tekanan atmosfir.tekanan yang rendah ini di
timbulkan oleh kontraksi otot-otot pernapasan yaitu diafragma dan
m.intrcosta.kontraksi ini,menimbulkan pengembangan paru dan volume
intrapulmoner.Peningkatan volume intrapulmoner menyebabkan tekanan didalam
alveoli dan jalan napas pada paru menjadi lebih kecil dari tekanan atmosfer sekitar 2
mmHg tekanan atmosfer,karena tekanan negative pada uidara dari luar tubuh dapat
bergerak masuk.

2. Ekpirasi
Pada pernapasan normal ekspirasi merupakan pernapasan pasif, paru-paru dan dinding
dada elastis dan cenderung untuk kembali pada posisi keseimbangan setelah ekspansi
secara aktif selama inspirasi.Otot dinding abdomen merupakan otot yang paling
penting untuk ekspirasi.Pada ekspirasi otot perut dan diagfragma mengendor bergerak
ke atas dan kembali cembung menonjol ke atas masuk ke rongga dada. Otot-otot di
dinding depan perut menekan perut sehingga kedalaman perut mendorong diagfragma
ke arah kranial yakni ke dalam torak. Oleh karena itu volume rongga dada berkurang
dan udara dalam paru-paru didorong keluar.
Ekspirasi merupakan proses pasif yang tidak memerlukan konstraksi otot untuk
menurunkan intratorakal. Ekspirasi terjadi apabila pada suatu saat otot-otot akan
kendur lagi (diafragma akan menjadi cekung, muskulus interkoatalis miring lagi) dan
dengan demikian rongga dada menjadi kecil kembali, maka udara didorong keluar.

3. Proses Difusi
Difusi merupakan dimana terjadi pertukaran oksigen dan karbondioksida pada tempat
pertemuan udara-darah.Membran alveolar-kapiler merupakan tempat ideal untuk
difusi karena membran ini mempunyai permukaan yang luas dan tipis.Proses difusi
terjadi secara pasif sampai terjadi keseimbangan yang sama diantara dua tempat.
4. Perfusi
Perfusi yang terjadi pada paru-paru diartikan sebagai proses mengalirnya darah dari
arteri pulmonal menuju kapiler pulmonal (Q). Jumlah yeng menuju kapiler pulmonal
sama dengan CO. Jika pada pasien dewasa dengan berat badan 50 kg, CO yang
menuju kapiler pulmonal 5 liter/menit, ventilasi (V) dalam semenit 4 liter/menit.
Perbandingan V/Q adalah 4/5 = 0,8.

5. Transportasi
Transportasi oksigen dalam darah dibawa oleh plasma dan hemoglobin.Di dalam
plasma dalam bentuk PO2 (tekanan) dan dengan Hb dalam bentuk saturasi oksigen
(persen).Daya ikat dengan plasma 0,3 ml O2 dalam setiap 100 ml darah, dan
hemoglobin 19,4 ml O2 dalam setiap 100 ml darah. Plasma hanya dapat mengikat
oksigen dalam jumlah kecil namun sangat penting sebelum digunakan dalam jaringan
harus larut dalam plasma.Setiap 1 gr HB maksimal dapat mengikat 1,36 ml oksigen.
KESIMPULAN

Saluran pernapasan manusia diantaranya hidung, saluaran pernapasan (Farink, larink,


trakea, bronkus, paru, alveolus). Gerakan pernapasn yaitu inspirasi dan ekpirasi.
Pernapasan adalah proses ganda yaitu terjadi pertukaran gas dalam jaringan atau
pernapsan dalam dan yang terjadi di dalam paru-paru yaitu pernapasan luar.Manusi
membutuhkan suplai oksigen secara terus menerus untuk proses respirasi sel dan membuang
kelebihan karbondioksida sebagai limbah produk dari proses tersebut.Pertukaran gas antara
oksigen dan karbindioksida dilakukan agar proses respirasi sel terus berlangsung.
DAFTAR PUSTAKA

www.wikipedia.com/organ-wiki-sistem-pernapasan www.scribd.com/anatomi-fisiologi-sistem-
pernapasan