Anda di halaman 1dari 34

1

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadiran Tuhan Yang Maha Esa. Atas rahmat dan
hidayahnya, penyusunan modul “Menjalin Kerukunan dalam Keberagaman
Agama, Suku, dan Budaya di Indonesia” dapat terselesaikan. Modul ini hadir
untuk memenuhi kebutuhan peserta didik dalam pembentukan karakter
yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila. Selain itu modul ini sebagai
perangkat ajar untuk membantu guru dalam melaksanakan kegiatan
terutama yang bertemakan Bhinneka Tunggal Ika
Modul ini disusun berdasarkan panduan pengembangan proyek
penguatan profil pelajar pancasila. Dalam modul ini, materinya disusun dan
disesuaikan dengan pembelajaran paradigma baru yang saat ini sedang
diupayakan. Selain itu, modul ini bertujuan untuk membentuk peserta didik
dengan Profil Pelajar Pancasila khususnya untuk membangun kerukunan
antar peserta didik yang mempunyai agama dan budaya yang berbeda,
serta membangun kesadaran sikap dan perilaku peserta didik yang
berwawasan kebhinekaan tunggal ika. Kegiatan dan masalah-masalah yang
dimunculkan dalam modul ini juga disesuaikan dengan aplikasi materi pada
kehidupan sehari-hari terutama pada bidang agama dan budaya. Sehingga,
secara tidak langsung, peserta didik diharapkan dapat memahami dengan
mudah materi-materi yang ada pada modul dan dapat mengembangkan
sikap berkebhinekaan global dan bernalar kritis.
Akhirnya, pada kesempatan ini penyusun menyampaikan terima
kasih kepada semua pihak yang turut membantu dalam upaya penyelesaian
modul ini . Penyusun menyadari bahwa modul ini jauh dari sempurna. Oleh
sebab itu, kritik dan saran yang membangun diharapkan demi
kesempurnaan modul ini. Penyusun berharap semoga modul ini
berkontribusi dalam upaya pengembangan proyek penguatan profil pelajar
pancasila.

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...................................................................... 2


DAFTAR ISI ................................................................................ 3
A. DESKRIPSI ............................................................................ 4
B. TUJUAN DAN ALUR TARGET PENCAPAIAN PROYEK .................. 4
C. DIMENSI YANG DIKEMBANGKAN ........................................... 6
D. RELEVANSI PROYEK BAGI WARGA SEKOLAH ........................... 7
E. CARA PENGGUNAAN PERANGKAT AJAR .................................. 7
F. TAHAPAN KEGIATAN ............................................................. 8
1. Aktivitas 1 ........................................................................ 8
2. Aktivitas 2 ........................................................................ 9
3. Aktivitas 3 ........................................................................ 11
4. Aktivitas 4 ........................................................................ 12
5. Aktivitas 5 ........................................................................ 13
6. Aktivitas 6 ........................................................................ 14
G. REFLEKSI AWAL .................................................................... 15
H. REFLEKSI AKHIR ................................................................... 16
I. RUBRIK ASESMEN SUMATIF HASIL PROYEK ............................. 17
J. GLOSARIUM .......................................................................... 20
K. DAFTAR REFERENSI ............................................................... 20
LAMPIRAN FOTO KEGIATAN .................................................. 21

3
A. DESKRIPSI
Bhinneka tunggal ika adalah semboyan bangsa indonesia yang
tertera pada lambang Negara Indonesia, Burung Garuda. Kata Bhinneka
Tunggal Ika berasal dari bahasa Jawa yang artinya berbeda-beda tetapi
tetap satu. Semboyan ini bermakna betapapun bangsa Indonesia berbeda
dalam hal budaya, ras, suku, agama, agama dan kepercayaan, bangsa
Indonesia tetap menjunjung persatuan mencintai dan mengharumkan nama
bangsa Indonesia. Hal ini dibuktikan betapa hingga saat ini bangsa
indonesia masih saling berpegang teguh menjunjung persatuan dan
kesatuan negara indonesia dengan hidup berdampingan saling menghargai
perbedaan agama. Selain itu, para mahapeserta didik yang sedang
menempuh pembelajaran di perguruan tinggi memilih menggunakan
bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan untuk berkomunikasi dengan
mahapeserta didik yang lain, seolah ingin mengatakan „Jangan pedulikan
aku darimana! Aku bukan orang jawa, bukan orang madura, bukan pula
orang papua. Aku adalah bangsa Indonesia‟. Mereka tidak memaksakan
orang lain berbicara bahasa mereka atau hanya memlilih berbicara dengan
orang dari asal yang sama karena mereka sepenuhnya sadar, darimanapun
asal mereka, mereka adalah Bangsa Indonesia.
SMK Perikanan dan Kelautan Puger adalah salah satu SMK yang
memiliki peserta didik yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia,
seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Medan, dan Bali. Masing-masing daerah
tersebut memliki budaya yang berbeda. Selain itu tidak semua peserta didik
SMK Perikanan dan Kelautan Puger beragama Islam. Selain peserta didik
yang beragama islam, beberapa diantaranya ada yang beragama hindu dan
kristen. Sebagai generasi muda dan penerus bangsa Indonesia sudah
sepatutnya hakikat bhinneka tunggal ika ditanamkan kedalam jiwa peserta
didik di SMK Perikanan dan Kelautan Puger. Dengan memahami makna dan
pentingnya menjunjung persatuan dan kesatuan Indonesia, mereka sebagai
bangsa indonesia kedepannya tidak akan goyah dan pecah karena
gempuran era globalisasi. Terlebih lagi, sebagian besar alumni SMK
Perikanan dan Kelautan Puger tersalurkan sebagai tenaga kerja di sektor

4
perikanan di luar negeri seperti Jepang, Korea, dan Cina. Penting sekali
bagi mereka untuk memahami, memaknai, dan menanamkan semboyan
bhinneka tunggal ika tersebut dalam dalam mengingat di negara lain
tersebut mereka bukanlah satu satunya bangsa indonesia yang berada
disana.
Berdasarkan ulasan mengenai makna Bhinneka tunggal ika dan
pentingnya memaknai semboyan tersebut, maka perlunya sosialisasi,
pemahaman, dan pendalaman makna terkait semboyan bhinneka tunggal
ika pada peserta didik di SMK Perikanan dan Kelautan Puger. Sosialisasi
tersebut dapat di implementasikan dalam bentuk aktivitas-aktivitas yang
menumbuhkan rasa bangga menjadi bangsa Indonesia yang memiliki
budaya, ras, suku bangsa, agama dan kepercayaan yang berbeda-beda tapi
tetap mampu bersatu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

B. TUJUAN, ALUR, DAN TARGET PENCAPAIAN PROYEK


Dengan mengangkat tema “Bhinneka Tunggal Ika” dan mengacu
kepada dimensi Profil Pelajar Pancasila, kegiatan Proyek (ko-kurikuler)
“Menjalin Kerukunan dalam Keberagaman Agama, Suku dan Budaya di
Indonesia” ini dirancang dengan tujuan umum membentuk peserta didik
dengan Profil Pelajar Pancasila. Khususnya untuk membangun kerukunan
antar peserta didik yang mempunyai agama dan budaya yang berbeda,
serta membangun kesadaran sikap dan perilaku peserta didik yang
berwawasan kebhinekaan tunggal ika.
Proyek ini dimulai dengan Aktivitas 1 yang mengajak peserta didik
untuk membuka diri mengenal stigma dan stereotip yang ia punya terhadap
orang yang baru dikenal. Adapun stigma dan stereotip terhadap individu
tertentu biasanya terbentuk karena peserta didik mempunyai konsepsi dan
prasangka terhadap identitas orang berdasarkan agama, ras, etnis, gender,
status ekonomi, juga hal lainnya. Setelah proses awal ini, melalui Aktivitas 2
peserta didik diajak untuk mengeksplorasi pengetahuan (dari segi hukum,
kebijakan, juga norma sosial) dan mengenal lebih dekat kebebasan
beragama dan berbudaya di Indonesia dan Internasional. Selanjutnya pada

5
Aktivitas 3, peserta didik didorong untuk berpikir kritis mengenai
keberagaman budaya di daerah masing-masing. Peserta didik diminta untuk
mengenalkan budaya yang ada di daerahnya masing-masing. Ketika
seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda
budaya, dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan
bahwa budaya itu dipelajari. Kemudian peserta didik melanjutkan pada
Aktivitas 4, yaitu peserta didik diajak untuk berpikir kritis mengenai
keberagaman agama dengan menonton film bertemakan keberagaman
agama dan keyakinan.
Alur proyek ini secara garis besar bisa dilihat pada diagram berikut.

(1) (2) (3)


Berkenalan dengan Memahami hukum dan Pengenalan budaya di
teman baru, praktek kebebasan daerah masing-masing
mengeksplorasi stigma beragama dan
dan stereotip berbudaya di Indonesia
dan Internasional

(6) (5) (4)


Ikrar merawat Refleksi mengenai identitas Nobar dan bedah film
keberagaman dan rencana agama, Positionality keberagaman
aksi bersama untuk (posisi), Privilege (hak keyakinan
melawan ketidakadilan istimewa) dan Injustices
(ketidakadilan)

Setelah proses pembentukan pengetahuan (knowledge-buiding) dan


penyelidikan kritis (critical inquiry), di Aktivitas 5 ini peserta didik diminta
untuk refleksi diri dan mempertimbangkan kembali stereotip awal yang ia
punyai terhadap orang lain yang belum ia kenal yang mempunyai agama,
budaya dan identitas sosial lainnya. Refleksi diri ini dilanjutkan dengan
proses dimana peserta didik mempertanyakan mengenai posisi istimewa
(privilege) dan/atau posisi marjinal yang ia miliki dikarenakan identitas
agama yang melekat pada dirinya (sebagai mayoritas ataupun minoritas di
konteks nasional, regional, sampai lingkungan sekolah). Diharapkan proses
mempertanyakan dan mengerti posisinya (positionality), peserta didik dapat
mengerti bahwa identitas dan struktur kekuatan (power structure) seseorang
dapat berubah dan bahwa ketidakadilan sosial itu ada di sekeliling mereka.

6
Aktivitas 6 merupakan puncak dari rangkaian aktivitas dari proyek ini, dan
peserta didik didorong untuk dapat bersama-sama mewujudkan pelajaran
yang mereka dapat melalui aksi nyata, contohnya melalui deklarasi dan
mencari solusi untuk melawan ketidakadilan yang ada sehingga
keberagaman di Indonesia dapat tumbuh dan terawat dengan baik. Di akhir
Proyek, peserta didik diharapkan telah mengembangkan secara spesifik dua
dimensi Profil Pelajar Pancasila, yakni berkebinekaan global dan bernalar
kritis beserta sub-elemen.
Berdasarkan uraian diatas yang menjadi target nyata yang harus
dilakukan dan bisa dimanfaatkan oleh peserta didik adalah aktivitas nyata
terhadap hal-hal yang diketahui, dirasa, dan dialami oleh peserta didik
terhadap kebhinekaan. Media yang bisa dipakai untuk mengekspresikan ini
adalah tulisan peserta didik dalam bentuk poster yang ditempel atau
dipublikasikan di majalah dinding sekolah.

7
C. DIMENSI YANG DIKEMBANGKAN
Dimensi, elemen, dan sub elemen Profil
Pelajar Pancasila
Sub-elemen dari
Dimensi Dimensi Profil Pelajar Target Pencapaian di akhir Fase E(SMA/SMK, 16- Aktivitas
Profil Pancasila yang 18 tahun) Terkait
Pelajar dikembangkan
Pancasil
a terkait

Mengeksplorasi dan Menganalisis dinamika budaya yang mencakup


membandingkan pemahaman, kepercayaan, dan praktik keseharian Aktivitas 2, 3, 4
pengetahuan dalam rentang waktu yang panjang dan konteks
budaya, yang luas.
kepercayaan, serta
praktiknya

Menumbuhkan rasa Memahami pentingnya saling menghormati dalam


menghormati terhadap mempromosikan pertukaran budaya dan kolaborasi Aktivitas 1, 3,
keanekaragaman dalam dunia yang saling terhubung serta 4, 5, 6
budaya menunjukkannya dalam perilaku.

Kebinekaa Merefleksikan secara kritis dampak dari Aktivitas 2, 3,


n Global pengalaman hidup di lingkungan yang beragam 4, 5,6
Refleksi terhadap terkait dengan perilaku, kepercayaan serta
pengalaman tindakannya terhadap
kebinekaan orang lain
Mengkritik penggunaan stereotip dan prasangka
yang ada dalam sejumlah teks dan permasalahan Aktivitas 1, 2, 4
Menghilangkan yang berkaitan dengan kelompok budaya tertentu
stereotip dan prasangka dalam lingkup nasional, regional, dan global.

Mengetahui tantangan dan keuntungan hidup dalam


lingkungan dengan budaya yang beragam, serta Aktivitas 2, 3,
Menyelaraskan memahami pentingnya kerukunan antar budaya 4, 5, 6
perbedaan budaya dalam kehidupan bersama yang harmonis.

Secara kritis mengklarifikasi serta menganalisis


Mengidentifikasi, gagasan dan informasi yang kompleks dan abstrak
mengklarifikasi, dan dari berbagai sumber. Memprioritaskan suatu Aktivitas 2, 3, 4
mengolah informasi gagasan yang paling relevan dari hasil klarifikasi dan
dan gagasan analisis.

Bernalar Menganalisis dan Menganalisis dan mengevaluasi penalaran yang Aktivitas 2, 3,


Kritis mengevaluasi digunakannya dalam menemukan dan mencari solusi 4, 5,6,
penalaran dan serta mengambil keputusan.
prosedurnya
Merefleksi dan Menjelaskan alasan untuk mendukung pemikirannya Aktivitas 2, 5,
mengevaluasi dan memikirkan pandangan yang mungkin 6,
pemikirannya sendiri berlawanan dengan pemikirannya dan mengubah
pemikirannya jika diperlukan.

8
D. RELEVANSI PROYEK INI BAGI SEKOLAH DAN SEMUA GURU MATA
PELAJARAN

Sekolah merupakan bagian dari masyarakat sipil. Oleh karena itu


sekolah merupakan salah satu lingkungan khusus yang strategis untuk
memfasilitasi pembentukan atau internalisasi nilai-nilai, sikap dan
kemampuan mengejawantahkan peserta didik, yang mencerminkan ideologi
negara Pancasila. Sebagai negara yang majemuk, Bhinneka Tunggal Ika
menjadi prinsip dasar membangun dialog penuh hormat terhadap
keberagaman kelompok etnis, agama, budaya dan kepercayaan yang dianut
oleh masyarakat sekitar di Indonesia. Dalam hal ini, diharapkan sekolah
mampu berpikir kritis dan reflektif menelaah berbagai stereotip negatif yang
biasanya dilekatkan pada suatu kelompok etnis, agama juga budaya dan
dampaknya terhadap terjadinya konflik dan kekerasan.

E. CARA PENGGUNAAN PERANGKAT AJAR PROYEK INI

Perangkat ajar (toolkit) ini dirancang untuk membantu guru SMA dan
SMK (Fase E) yang berada di sekolah penggerak untuk melaksanakan
kegiatan ko-kurikuler yang mengusung tema Bhinneka Tunggal Ika. Di
dalam perangkat ajar untuk proyek “Menjalin Kerukunan dalam
Keberagaman Agama, Suku dan Budaya di Indonesia” ini, ada 6 (enam)
aktivitas yang saling berkaitan. Tim Penyusun menyarankan agar proyek ini
dilakukan pada semester pertama kelas X dikarenakan aktivitas yang
ditawarkan disusun dengan sedemikian rupa agar peserta didik tidak hanya
mengenal keberagaman secara teori saja, tetapi juga bisa “mengalami” dan
“berefleksi” menelaah stereotip dan perspektif yang beragam. Waktu yang
direkomendasikan untuk pelaksanaan proyek ini adalah 1 (satu) semester,
dengan total kurang lebih 32 jam. Sebaiknya ada jeda waktu antar aktivitas
agar di satu sisi para guru mempunyai waktu yang cukup untuk melakukan
persiapan materi untuk memantik diskusi dan refleksi peserta didik. Di sisi
lain, peserta didik juga mempunyai waktu untuk berpikir, berefleksi, dan

9
menjalankan masing-masing aktivitas dengan baik. Namun demikian, tim
penyusun memahami bahwa kondisi tiap sekolah berbeda-beda. Oleh karena
itu, perangkat ajar ini bersifat tidak mengikat dan bisa dipakai sebagai
referensi ataupun contoh pelaksanaan proyek untuk tema “Bhinneka Tunggal
Ika”. Guru dan kepala sekolah mempunyai kebebasan dan kewenangan
untuk menyesuaikan jumlah aktivitas, alokasi waktu per aktivitas, dan apakah
semua aktivitas diselesaikan dalam waktu singkat atau disebar selama satu
semester/satu tahun ajar. Materi ataupun rancangan aktivitas juga bisa
disesuaikan agar proyek bisa berjalan efektif dan efisien sesuai dengan
kebutuhan peserta didik dan kondisi sekolah juga kondisi daerah tempat
sekolah berdiri. Kami juga akan memberikan saran praktis dan alternatif
pelaksanaan beberapa aktivitas, serta rekomendasi aktivitas pengayaan, jika
diperlukan.

F. TAHAPAN PELAKSANAAN PROYEK


1. Aktivitas 1 : Berkenalan dengan Teman Baru, Mengeksplorasi
Stigma dan Stereotip
Dimensi Profil Pelajar Pancasila yang dikembangkan : Kebhinekaan
Global
Waktu : 2 JP
Bahan : amplop, kotak, kertas dan alat tulis
Peran Guru : Fasilitator
Pelaksanaan
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
1. Perkenalan Peserta didik diminta untuk membentuk lingkaran dan
Diri memperkenalkan dirinya masing-masing dan
menyebutkan:
a. Nama
b. Daerah asal/domisili
c. Agama yang dianutnya
d. Mata pelajaran favorit

10
e. Hobi
f. Cita-cita
2. Menulis Setelah selesai, kertas ini dilipat dan dimasukkan ke
Kesan dalam amplop yang telah disediakan. Setelah
Pertama amplopnya direkatkan untuk menjaga kerahasiaannya,
peserta didik menuliskan nama mereka masing-masing
di depan amplop tersebut. Amplop tersebut lalu
dimasukkan ke dalam kotak yang disimpan oleh guru dan
akan dibuka oleh peserta didik untuk Aktivitas 3. Tugas
guru disini hanyalah untuk menyimpan dan tidak
dianjurkan untuk membuka surat itu agar kerahasiaan
pandangan peserta didik dapat terjaga.
3. Kertas Setelah selesai, kertas ini dilipat dan dimasukkan ke
Rahasia dan dalam amplop yang telah disediakan. Setelah
Amplop amplopnya direkatkan untuk menjaga kerahasiaannya,
peserta didik menuliskan nama mereka masing-masing
di depan amplop tersebut. Amplop tersebut lalu
dimasukkan ke dalam kotak yang disimpan oleh guru dan
akan dibuka oleh peserta didik untuk Aktivitas 3. Tugas
guru disini hanyalah untuk menyimpan dan tidak
dianjurkan untuk membuka surat itu agar kerahasiaan
pandangan peserta didik dapat terjaga.
4. Membuat list Setelah memasukkan amplop, peserta didik diminta
pertanyaan untuk mempersiapkan list pertanyaan yang akan
mereka tanyakan kepada 1 teman yang mereka pilih.
Pertanyaan ini mempunyai fungsi untuk mengetahui
karakter, kebiasaan, dan kehidupan sehari-hari dari
setiap individu. List pertanyaan ini dapat dikembangkan
oleh masing-masing peserta didik, tetapi tergantung
dari dinamika peserta didik, guru dapat memilih untuk
ikut terlibat dalam memberikan masukan aspek apa saja

11
yang bisa digali peserta didik untuk menumbuhkan rasa
pertemanan dan kedekatan antar peserta didik.
Beberapa contoh aspek tersebut seperti:
- Kebiasaan beribadah dan perayaan hari besar agama
(makanan, pakaian, salam, dll)
- Pendapat mereka mengenai praktek Bhinneka
Tunggal Ika di Indonesia
- Pengalaman mereka hidup sebagai orang dengan
agama/keyakinanyang dianutnya di Indonesia
- Pengalaman mereka melihat tindakan
diskriminasi/intoleransi bersifat keagamaan di
masyarakat
- Praktek baik yang dilakukan oleh mereka untuk
menjaga BhinnekaTunggal Ika di Indonesia
5. Proses Peserta didik diminta untuk mencari tahu lebih banyak
Pengenalan mengenaitemannya untuk persiapan Aktivitas 3. Berikan
jadwal pelaksanaan Aktivitas 3 agar peserta didik dapat
menyusun waktu. Usahakan agar Aktivitas 3 dilakukan
minimal 1 minggu sesudah Aktivitas 1 agar peserta didik
mempunyai waktu untuk berkenalan.

2. Aktivitas 2 : Memahami Hukum dan Praktek Kebebasan


Beragama dan Berbudaya di Indonesia dan Internasional
Dimensi Profil Pelajar Pancasila yang dikembangkan : Kebhinekaan
Global dan Berpikir Kritis
Waktu : 5 JP
Bahan : Slide presentasi, Buku UUD 1945, akses internet,
rubrik penilaian presentasi, Laptop, Proyektor
Peran Guru : Fasilitator
Pelaksanaan

12
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
1. Pertanyaan Guru dapat memulai sesi ini dengan diskusi dan
pembuka untuk menanyakan kepada peserta didik:
peserta didik a. “Apa arti kebebasan beragama/berkeyakinan”?
b. “Mengapa kebebasan bergaama/berkeyakinan itu
penting?”
c. “Bagaimana praktek kebebasan
beragama/berkeyakinan di Indonesia?”
d. “Keragaman budaya apa saja yang kalian ketahui di
era modern ini?”
e. “Bagaimana sikap kita jika mengetahui teman yang
mempunyai budaya yang berbeda?”
f. “Bagaimana pendapat anda apabila ada budaya yang
dimasukkan dalam menjalankan peribadatan agama?”
Guru bisa memberikan tips bagi peserta didik cara
berdiskusi dan mengemukakan pendapat yang baik:
- “Apakah yang kamu maksud ketika kamu
mengatakan…..?”
- “Saya setuju dengan … [nama] dan ingin
menambahkan…”
- “Saya setuju dengan… [nama], tetapi saya kurang
setuju ketika kamu mengatakan ..”
- “Saya kurang setuju dengan pernyataan oleh ….[nama]
karena…..”
2. Penjelasan Guru lalu dapat melanjutkan dengan memberikan
guru pemaparan mengenai arti kebebasan beragama dan
berbudaya di Indonesia dan bagaimana kebebasan
beragama merupakan hak asasi manusia yang dijamin oleh
negara Indonesia juga secara internasional dijamin oleh
PBB.
3. Dokumen Guru dapat memberikan salinan bagian penting dari

13
bahan diskusi beberapa contoh dokumen nasional dan internasional yang
mengatur kebebasan beragama dan berbudaya di
Indonesia atau meminta peserta didik untuk mencari
sendiri.
Beberapa contoh dokumen nasional yang bisa diberikan:
- Pancasila,
- UUD 1945, terutama Pasal 28E (ayat 1 dan 2), Pasal 28I
ayat 1, Pasal 29 ayat (2)
- UU Nomor 1/PNPS tahun 1965 tentang Pencegahan
Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama
- Peraturan Bersama Menteri Tahun 2006 tentang
Pendirian Rumah Ibadah
Beberapa contoh dokumen internasional:
- Universal Declaration of Human Rights (UDHR/ Deklarasi
Universal HAMDUHAM) (Artikel 18)
- Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik
(Artikel 18);
- Kovenan Internasional tentang Hak-hak Ekonomi, Sosial
dan Budaya
- Konvensi Internasional tentang Penghapusan Segala
Bentuk Diskriminasi Rasial
4. Diskusi Guru meminta peserta didik membentuk kelompok. Setiap
Kelompok kelompok memilih masing- masing 1-2 dokumen nasional
peserta didik dan internasional. Lalu peserta didik membentuk
30 menit kelompokdiskusi dan berdiskusi selama 30 menit. Guru
dapat memberikan pertanyaan untukmemicu (“prompting
question”) diskusi kritis antar peserta didik.
5. Presentasi Setiap kelompok diminta untuk membuat ringkasan singkat
peserta didik dari hasil diskusi ini untuk dipresentasikan (10 menit).
Peserta didik diperbolehkan untuk menggunakan internet
untuk mencari materi untuk mendukung penjelasan

14
mereka.
6. Penutup dari Guru memberikan tanggapan terhadap presentasi tersebut
Guru dan memberikan kesimpulan bagaimana kebebasan
beragama dan berbudaya di Indonesia dijamin oleh negara
dan diatur oleh UUD 1945. Akan tetapi, pada
pelaksanaannya banyak batasan yang dihadapi, terutama
oleh kelompok agama minoritas dan kelompok komunitas
keyakinan dalam hal praktek beragama/berkeyakinan dan
berbudaya.

Pertanyaan Pemantik
1. Apakah ada pembatasan terhadap kebebasan beragama dan
berbudaya di Indonesia?
2. Jika ada pembatasan, siapakah yang menjadi target
pembatasan? Mengapa pembatasan tersebut bisa terjadi?
3. Apakah dampak dari pembatasan itu terhadap praktik Bhinneka
Tunggal Ika di Indonesia?
Kegiatan Pengayaan:
Peserta didik dapat diminta untuk mencari tahu lebih lanjut contoh
kasus diskriminasi terhadap kelompok agama/keyakinan dan budaya
minoritas dan menuliskannya dalam bentuk laporan (500-750 kata).
Kriteria untuk kegiatan penulisan laporan ini terlampir.

Kriteria Penjelasan
Fokus Apakah tulisan saya sudah fokus menjawab pertanyaan
dan
memenuhi objektif tugas?
Referensi Apakah saya menggunakan referensi yang tepat untuk
membantu saya menjelaskan ide saya?
Pengembangan Apakah saya menggunakan detail yang relevan dan
ide menarik

15
untuk mengembangkan ide saya?

Struktur Apakah tulisan saya dapat dimengerti oleh pembaca?


Pemilihan kata Apakah saya menggunakan kata-kata (termasuk
terminologi)
yang tepat untuk menjelaskan ide saya?
Konvensi Apakah tulisan saya sudah memenuhi aturan Ejaan Yang
Disempurnakan dari Kamus Besar Bahasa Indonesia?

3. Aktivitas 3 : Pengenalan Budaya di Daerah Masing-masing


Dimensi Profil Pelajar Pancasila yang dikembangkan :
Kebhinekaan Global dan Berpikir Kritis
Waktu : 4 JP
Bahan : Buku dan alat tulis
Peran Guru : Fasilitator
Pelaksanaan
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
1. Perkenalan Budaya Peserta didik diminta untuk membentuk
Daerah pada kelompok,berdiskusi dan saling
Teman Satu memperkenalkan tentang budaya daerah
Kelompok masing-masing yang ada disekitar rumahnya.
Budaya yang disebutkan seperti budaya yang
berkaitan dengan bulan jawa, hari besar
nasional, adat/tradisi masyarakat dll. Selain itu
peserta didik juga menjelaskan kepada teman-
temannya tentang
a. Nama budaya yang ada
b. Pelaksanaan kegiatan/budaya
c. Larangan-larangan saat pelaksanaan
kegiatan
d. Waktu pelaksanaan
e. Mitos yang ada

16
Setelah itu, menuliskan hasil diskusinya dikertas
untuk dipresentasikan ke kelompok lainnya
2. Mempresentasikan Setiap kelompok mempresentasikan hasil
hasil diskusi diskusinya kepada kelompok lain dengan
menjelaskan budaya yang ada didaerah masing-
masing anggota kelompok yang sudah
dituliskan.
3. Menuliskan Peserta didik diminta untuk menuliskan budaya
Budaya yang yang tidak ada di daerah rumahnya setelah
Masih Asing di mendengarkan presentasi dari kelompok lain.
Daerahnya
4. Tanya Jawab Peserta didik diberikan kesempatan untuk
melakukan tanya jawab, menambah atau
menyangga hasil presentasi dari kelompok lain.
Misalkan menambah penjelasan dari kelompok
lain jika ada budaya yang hampir mirip
pelaksanaannya tetapi nama kegiatannya
berbeda.
5. Membuka Amplop Setelah tanya jawab selesai, kegiatan dilanjutkan
dari Aktivitas 1 dengan membuat amplop yang sudah
dikumpulkan saat aktivitas 1. Peserta didik
mengambil kembali amplop dengan nama-nama
mereka masing-masing dan membukanya.
6. Perbandingan Guru meminta peserta didik untuk
Persepsi membandingkan tulisan mereka diamplop yang
berisikan persepsi awal mereka terhadap teman
baru mereka. Kemudian membandingkan
persepsi awal dengan persepsi baru yang
diperoleh setelah mendengarkan perkenalan
temannya lebih dalam tentang budaya dan
menuliskannya di kertas untuk dikumpulkan

17
Pertanyaan Pemantik Diskusi
1. Apakah semua kalangan masyarakat disana melaksanakan
budaya yang kalian ketahui? Beri alasannya!
2. Bagaimana kondisi yang ada pada masyarakat sekarang terkait
pelaksanaan budaya yang ada didaerah sekitar?
3. Pernahkah kalian berkunjung ke suatu tempat yang mempunyai
budaya yang berbeda dengan ditempat kalian? Jika pernah, hal-
hal apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan?

4. Aktivitas 4 : Nobar dan Bedah Film Keberagaman Keyakinan


Dimensi Profil Pelajar Pancasila yang dikembangkan :
Kebhinekaan Global dan Berpikir Kritis
Waktu : 5 JP
Bahan : Laptop, Proyektor, Buku dan Alat Tulis
Peran Guru : Fasilitator
Pelaksanaan

Kegiatan Deskripsi Kegiatan


1. Persiapan a. Guru mencari tahu mengenai film ini dan dua
Guru komunitas keyakinan yang akan dibahas. Jika
memakai film “Atas Nama Percaya”, salah satu
sumber yang bisa dibaca adalah bacaan
pendamping dari film ini yang dapat diakses pada
tautan:
https://indonesianpluralities.org/bahan-bacaan-
film-atas-nama-percaya/
b. Guru mengumpulkan peserta didik dalam ruangan
yang dapat memutar film dengan baik.
2. Perkenalan Sebelum film diputar, guru menjelaskan secara singkat
Tujuan tujuan dari pembuatan film ini dan tujuan dari
Nobar diadakannya kegiatan ini bersama peserta didik. Guru

18
juga memperkenalkan pihak yang memproduksi film ini,
yakni: Center for Religious and Cross-cultural Studies
(CRCS) UGM, WatchdoC Documentary, dan Pardee
School of Global Studies, Boston University; dengan
dukungan dari the Henry Luce Foundation, juga tujuan
pembuatan film ini.
3. Pemutaran Guru mengakses dan memutar film “Atas Nama Percaya”
Film melalui tautan berikut:
https://indonesianpluralities.org/atas-nama-
percaya/
4. Diskusi Setelah film selesai diputar, guru memfasilitasi diskusi
Film mengenai film ini dengan mengkaitkan pembahasan dari
Aktivitas 2 dan Aktivitas 3 dan menggali lebih lanjut
prinsip Hak Asasi Manusia dan jaminan kebebasan
berkeyakinan di Indonesia beserta batasannya

Pertanyaan Pemantik Diskusi


1. Apakah ada permasalahan komunitas keyakinan di daerah lokal
(dimana sekolah berada) atau daerah lain di Indonesia yang
pernah kalian ketahui?
2. Apa yang harus dilakukan untuk mengurangi kasus intoleransi
terhadap komunitas keyakinan di Indonesia? Siapa saja yang
berperan untuk mencegah terjadinya kasus intoleransi ini?
3. Apakah pelajaran mengenai kebhinekaan yang bisa diambil dari
Aktivitas 4 ini?

Kegiatan Pengayaan
Peserta didik dapat membuat sebuah tulisan hasil pemahaman
mereka berdasarkan hasil tontonan dan diskusi mereka yang
panjangnya sekitar 500-750 kata. Guru dapat memberikan umpan
balik terhadap tulisan tersebut, baik yang berhubungan dengan
struktur, isi, ataupun gaya bahasanya. Tulisan peserta didik yang

19
dianggap berkualitas baik dapat difasilitasi oleh guru untuk
dikirimkan ke pihak surat kabar lokal/nasional untuk diterbitkan di
kolom opini.

5. Aktivitas 5 : Refleksi Mengenai Identitas Agama, Positionality


(Posisi), Privilege (Hak Istimewa), dan Injustices (Ketidakadilan)
Dimensi Profil Pelajar Pancasila yang dikembangkan:Bernalar Kritis
Waktu : 4 JP
Bahan : Karton, post it notes/ kertas dan alat tulis
Peran Guru : Fasilitator
Pelaksanaan
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
1. Review Guru memberikan penjelasan (ringkasan) singkat
Aktivitas 1- mengenai keberagaman agama dan keyakinan yang ada
5 di Indonesia dan berbagai pembatasan yang sudah
dibahas di aktivitas sebelumnya.
2. Penjelasan Guru menjelaskan bagaimana pembatasan yang ada
Mengenai yang sering merugikan kelompok agama dan
Posisi, Hak kepercayaan minoritas merupakan bentuk
Istimewa ketidakadilan, juga bagaimana pengistimewaan budaya
dan mayoritas sebagai budaya mainstream dapat merepresi
Ketidakadil budaya minoritas.
an
3. Berbagi Peserta didik diminta untuk menuliskan dalam selembar
Pengalama kertas (atau post-it notes) mengenai “hak istimewa
n Dalam yang mereka miliki, pengalaman mereka ketika
Posisi berada di posisi istimewa, dan apa yang mereka
Istimewa rasakan”. Guru dapat memberikan contoh misalnya
“sebagai seorang Muslim hidup di Jakarta, dimana Islam
adalah agama dominan, saya senang karena dapat
dengan mudah mendapatkan akses untuk sholat di

20
masjid” atau “sebagai seseorang beragama Kristen
bersekolah dimana mayoritas peserta didik dan guru
beragama Kristen, saya mempunyai guru agama Kristen
yang membimbingku dan dapat merayakan hari besar
agama Kristen dengan aman dan meriah”
4. Berbagi Peserta didik lalu diminta untuk menuliskan dalam
Pengalama selembar kertas (atau post-it notes) mengenai
n Dalam “pengalaman ketika mereka berada di posisi
Posisi marjinal sebagai minoritas dan apa yang mereka
Marjinal rasakan”. Guru dapat memberikan contoh misalnya
“sebagai seorang Muslim hidup di Bali, dimana Islam
adalah agama minoritas, saya merasa kurang nyaman
kalau harus keluar rumah memakai hijab” atau “sebagai
seseorang beragama Hindu di Jakarta bersekolah di
sekolah dengan mayoritas peserta didik dan guru
beragama Islam, saya sedih ketika saya tidak bisa
merayakan hari Saraswati seperti sepupu saya yang
berada di Bali”
5. Membuat Peserta didik diminta untuk menempelkan post-it notes
Poster yang berisikan perasaan dan pengalaman mereka
Posisi dalam posisi istimewa dan posisi marjinal dalam
Istimewa lembaran karton yang ditempelkan di dinding kelas
dan Posisi
Marjinal

6. Aktivitas 6 : Ikrar Merawat Keberagaman dan Rencana Aksi


Bersama untuk Melawan Ketidakadilan
Dimensi Profil Pelajar Pancasila yang dikembangkan :Benalar kritis
Waktu : 4 JP
Bahan : Karton, post it notes/ kertas dan alat tulis
Peran Guru : Fasilitator

21
Pelaksanaan
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
1. Review Peserta didik diminta untuk mereviu poster yang dibuat
Poster di Aktivitas 5 dan membaca satu per satu semua tulisan
untuk memahami berbagai perspektif berdasarkan
pengalaman yang tertulis.

2. Diskusi Peserta didik lalu diminta untuk mendiskusikan hasil


Kelompok pemahaman mereka ini di dalam sebuah kelompok
kecil (4-5 orang). Diskusi ini berfokus kepada 3 hal:
a. Apakah ada pengalaman yang dibagikan oleh satu
sama lain menunjukkan indikasi ketidakadilan di
lingkungan sekolah?
b. Jika iya, diskusikan kira-kira apa yang bisa
dilakukan untuk mengatasi ketidakadilan ini dan
membuat semua orang yang berada di sekolah
merasa nyaman dengan identitasnya?
c. Siapa yang bisa membantu untuk mengatasi
ketidakadilan ini dan tantangan apa yang mungkin
akan dihadapi?

3. Rangkuman Masing-masing grup menjelaskan hasil diskusi dan


Diskusi dan rencana aksi mereka untuk merawat keberagaman juga
Rencana melawan ketidakdilan di lingkungan sekolah.
Aksi Di Penjelasan ini dapat dirangkum di lembaran post-it dan
Dinding ditempelkan di bagian tengah dari poster yang
Kelas sebelumnya sudah dibuah di Aktivitas 5
4. Penutup, Guru mengajak peserta didik untuk merancang sebuah
Ikrar deklarasi bersama yang mengikrarkan niat untuk
Berempati berempati terhadap semua dan memikirkan posisi dan
dan hak yang dimiliki. Deklarasi ini juga mendorong peserta

22
Bersikap didik untuk sebisa mungkin ikut aktif terlibat melawan
Adil ketidakadilan.

G. REFLEKSI AWAL
Nama :
NIS :
Fase :
Sangat
Tidak Sangat
No Pertanyaan tidak Setuju
setuju setuju
setuju
1 Memaksakan ajaran
agama kepada teman
yang berbeda agama
2 Memberikan
kesempatan yang
sama untuk menjadi
pemimpin kepada
semua peserta didik
tanpa melihat agama
dan budayanya
3 Meremehkan agama
dan budaya orang
lain
4 Berteman dengan
teman yang berbeda
agama dan budaya
5 Menolak apabila satu
kelompok dengan
teman yang berbeda
agama
6 Mengirimkan ucapan
hari besar agama
kepada teman ysng
berbeda agama
7 Ikut merayakan dan
beribadah sesuai
dengan agama teman
yang berbeda agama
8 Melakukan ritual adat
kebudayaan yang
tidak ada di daerah
rumah kita

23
Hal yang ingin aku pahami Hal menarik yang sudah aku pelajari sampai
lebih lanjut mengenai saat ini
agama dan budaya

H. REFLEKSI AKHIR
Nama :
NIS :
Fase :
Sangat
Tidak Sangat
No Pertanyaan tidak Setuju
setuju setuju
setuju
1 Menganggap bahwa agama
yang dianut adalah agama yang
paling benar sendiri dan agama
lainnya salah.
2 Menyesuaikan sikap dan
perilaku jika berada ditempat
yang memiliki budaya berbeda
dengan budaya yang ada
ditempat kita.
3 Membagi pengalaman dengan
teman lainnya tentang
pengalaman jika berada di
posisi mayoritas dan minoritas
terkait perbedaan agama dan
budaya dengan tujuan agar
menambah pengetahuan.
4 Selalu curiga kepada orang lain
yang memiliki agama dan
budaya yang berbeda dengan
kita dan berpikir negatif
kepada orang lain
5 Ikut mendukung dengan
memberikan ruang, waktu dan
suasana yang nyaman jika ada
teman yang beragama lain
sedang melakukan ritual adat
budaya di rumahnya.
6 Menerima langsung informasi
yang ada tanpa memilah dan
memilih terlebih dahulu terkait
permasalahan agama dan

24
budaya yang sedang terjadi
7 Melakukan diskusi kecil
dengan teman membahas
permasalahan diskriminasi
agama yang saat ini marak
terjadi dan melakukan aksi
kecil dalam menanggapi
permasalahan tersebut
8 Memberikan alasan yang logis
dan mendukung jika
mengemukakan pendapat atas
pemikirannya dalam diskusi
tentang keberagaman agama
dan budaya, serta tidak
memaksakan pendapat kepada
teman.
Apa yang bisa kamu lakukan untuk Apa tantangan terbesar pelaksanaan
menjaga kerukunan umat beragama praktek kebhinekaan (agama dan
di Indonesia? budaya) di Indonesia?

I. RUBRIK ASESMEN SUMATIF HASIL PROYEK


Kegiatan ini dimaksudkan adalah sebagai bentuk evaluasi atas hasil
pelaksanaan, pelaporan dan presentasi peserta didik dengan menggunakan
analisis kualitatif dalam bentuk rubrik sebagai berikut.
Nama :
NIS :
Fase :

Rubrik Asesmen Sumatif Hasil Proyek


Perkembangan Sub-elemen Antarfase: Kebinekaan Global
N Sub-elemen Kualifikasi
o yang Mulai Sudah Berkembang Sangat
dikembangka Berkembang Berkembang Sesuai Harapan Berkembang
n
1. Mengeksplora Memahami Mendeskripsik Menganalisis Mengeksplo
si dan dinamika an dan dinamika rasi dan
membandingk budaya yang membandingk budaya yang membandin
an mencakup an mencakup gkan

25
pengetahuan pemahaman, pengetahuan, pemahaman, pengetahua
budaya, kepercayaan, kepercayaan, kepercayaan, n budaya,
kepercayaan, dan praktik dan praktik dan praktik kepercayaa
serta keseharian dari berbagai keseharian n, serta
praktiknya dalam konteks kelompok dalam rentang praktiknya
Mengeksplo personal dan budaya. waktu yang melebihi
rasi dan sosial. panjang dan harapan
membandin konteks yang
praktiknya luas.
2. Menumbuhka Memahami Mendeskripsik Memahami Menumbuhkan
n rasa persamaan an pentingnya rasa
menghormati dan penggunaan saling menghormati
terhadap perbedaan kata, tulisan menghormati terhadap
keanekaraga cara dan bahasa dalam keanekaragam
man budaya komunikasi tubuh yang mempromosik an budaya
baik di dalam memiliki an pertukaran melebihi
maupun antar makna yang budaya dan harapan
kelompok berbeda di kolaborasi
budaya. lingkungan dalam dunia
sekitarnya dan yang saling
dalam suatu terhubung
budaya serta
tertentu. menunjukkan
nya dalam
perilaku.
3. Refleksi Merefleksika Menjelaskan Merefleksikan Refleksi
terhadap n secara kritis apa yang telah secara kritis terhadap
pengalaman gambaran dipelajari dari dampak dari pengalaman
kebhinekaan berbagai interaksi dan pengalaman kebinekaan
kelompok pengalaman hidup di melebihi
budaya yang dirinya dalam lingkungan harapan
Refleksi ditemui dan lingkungan yang beragam
terhadap cara yang beragam. terkait dengan
pengalama meresponnya perilaku,
n . kepercayaan
kebinekaan serta
tindakannya
terhadap orang
lain
4. Menghilangka Mengkonfirma Mengkonfirma Mengkritik Menghilangka
n stereotip dan si, si dan penggunaan n stereotip dan
prasangka mengklarifika mengklarifikas stereotip dan prasangka
si dan i stereotip dan prasangka melebihi
menunjukkan prasangka yang ada dalam harapan
sikapmenolak yang sejumlah teks
stereotip serta dimilikinya dan
prasangka tentang orang permasalahan

26
tentang atau kelompok yang berkaitan
gambaran di sekitarnya dengan
identitas untuk kelompok
kelompok dan mendapatkan budaya tertentu
suku bangsa. pemahaman dalam lingkup
yang lebih nasional,
baik serta regional, dan
mengidentifika global.
si
pengaruhnya
terhadap
individu dan
kelompok di
lingkungan
sekitarnya
5. Menyelaraska Mengidentifik Mencari titik Mengetahui Menyelar
n perbedaan asi dan temu nilai tantangan dan askan
budaya menyampaik budaya yang keuntungan perbedaa
an isu-isu beragam hidup dalam n budaya
tentang untuk lingkungan melebihi
penghargaan menyelesaika dengan budaya harapan
Menyelaras terhadap n yang beragam,
kan keragaman permasalahan serta
perbedaan dan bersama. memahami
budaya kesetaraan pentingnya
budaya kerukunan
antar budaya
dalam
kehidupan
bersama yang
harmonis.

Rubrik Asesmen Sumatif Hasil Proyek


Perkembangan Sub-elemen Antarfase: Bernalar Kritis

N Sub-elemen Kualifikasi
o yang Mulai Sudah Berkembang Sangat
dikembangka Berkembang Berkembang Sesuai Harapan Berkembang
n
1. Mengidentifi Mengidentif Mengumpulkan Secara kritis Mengidentifik
kasi, ikasi, , mengklarifika asi,
mengklarifik mengklarifi mengklasifikasi si serta mengklarifika
asi,dan kasi, dan kan, menganalisis si, dan
mengolah menganalisi membandingka gagasan dan mengolah
informasi s informasi n, dan memilih informasi informasi dan

27
dan gagasan yang informasi dari yang gagasan
relevan berbagai kompleks dan melebihi
serta sumber, serta abstrak dari harapan
mempriorit memperjelas berbagai
askan informasi sumber.
beberapa dengan Memprioritas
gagasan bimbingan kan suatu
tertentu. orang dewasa. gagasan yang
paling
relevan dari
hasil
klarifikasi dan
analisis
2 Menganalisi Membuktikan Menjelaskan Menganalisis Menganalisis
. s dan penalaran alasan yang dan dan
mengevalua dengan relevan dan mengevaluasi mengevaluasi
si penalaran berbagai akurat dalam penalaran yang penalaran dan
dan argumen penyelesaian digunakannya prosedurnya
prosedurnya dalam masalah dan dalam melebihi
mengambil pengambilan menemukan harapan
suatu simpulan keputusan dan mencari
atau solusi serta
keputusan. mengambil
keputusan.
3 Merefleksi Menjelaskan Memberikan Menjelaskan Merefleksi
dan asumsi yang alasan dari hal alasan untuk dan
mengevalua digunakan, yang mendukung mengevalu
si menyadari dipikirkan, pemikirannya asi
pemikirann kecenderung serta dan pemikirann
ya sendiri an dan menyadari memikirkan ya sendiri
konsekuensi kemungkinan pandangan melebihi
bias pada adanya bias yang mungkin harapan
pemikirannya pada berlawanan
, serta pemikirannya dengan
berusaha sendiri pemikirannya
mempertimba dan mengubah
ngkan pemikirannya
perspektif jika
yang diperlukan.
berbeda.

Rekaman hasil sumatif dengan menggunakan rubrik diatas adalah


didasarkan pada penyimpulan atas hasil refleksi awal dan refleksi akhir
dengan pengelompokkan sub elemen sebagai berikut.
1. Mengeksplorasi dan membandingkan pengetahuan budaya,

28
kepercayaan serta praktiknya yang diambil dari rerata refleksi awal dan
refleksi akhir pada nomor 1
2. Menumbuhkan rasa menghormati terhadap keanekaragaman budaya
yang diambil dari rerata refleksi awal dan refleksi akhir pada nomor 2
3. Refleksi terhadap pengalaman kebhinekaan yang diambil dari rerata
refleksi awal dan refleksi akhir pada nomor 3
4. Menghilangkan stereotip dan prasangka yang diambil dari rerata
refleksi awal dan refleksi akhir pada nomor 4
5. Menyelaraskan perbedaan budaya yang diambil dari rerata refleksi
awal dan refleksi akhir pada nomor 5
6. Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan mengolah informasi dan gagasan
yang diambil dari rerata refleksi awal dan refleksi akhir pada nomor 6
7. Menganalisi dan mengevaluasi penalaran dan prosedurnya yang diambil
dari rerata refleksi awal dan refleksi akhir pada nomor 7
8. Merefleksi dan mengevaluasi pemikirannya sendiri yang diambil dari
rerata refleksi awal dan refleksi akhir pada nomor 8

J. GLOSARIUM
Diskriminasi Perlakuan yang tidak seimbang terhadap
perorangan, atau kelompok berdasarkan sesuatu
seperti berdasarkan ras, suku, etnis, budaya dan
agama.
Relevansi Hubungan antara dua hal yang saling terkait atau
dicocokan satu sama lain
Paradigma Cara pandang seseorang terhadap sesuatu, yang
mempengaruhunya dalam berpikir
Stigma Sebuah pikiran, pandangan, dan juga
kepercayaan negatif yang didapatkan seseorang
dari masyarakat ataupun lingkungannya
Stereotip Sebuah keyakinan positif atau negatif yang
dipegang terhadap suatu kelompok sosial

29
tertentu.
Intrakurikuler Kegiatan utama sekolah yang dilakukan dengan
menggunakan alokasi waktu yang telah
ditentukan dalam struktur program
Ko-kurikuler Kegiatan yang bertujuan untuk memperdalam
dan menghayati materi pelajaran yang telah
dipelajari dalam kegiatan intrakurikuler dalam
kelas

K. REFERENSI
Ali, Nur Berlian, dkk. 2017. Pendidikan Kebhinekaan pada Satuan
Pendidikan Menengah. Jakarta: Puslitjakdikbud (4 Agustus 2021).
https://puslitjakdikbud.kemdikbud.go.id/assets_front/images/pro
duk/1-
gtk/buku/2016_GTK_G_PKPM_K01001_Pendidikan_Kebinekaan_P
ada_Satuan_Pendidikan_Menengah.pdf
Modul Panduan Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Kemendikbud RI 2021.
Pursika, I Nyoman. 2009. Kajian Analitik terhadap Semboyan “Bhinneka
Tunggal Ika” (4 Agustus 2021).
https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JPP/article/viewFile/17
26/1512

30
CONTOH DOKUMEN KEGIATAN KEBHINEKAAN TUNGGAL IKA

Foto Kegiatan Shalat Berjamaah Bagi yang Beragama Islam

Foto Kegiatan Kajian Islam

31
Foto Ibadah ke Gereja Bagi Peserta didik yang Beragama Kristen

Foto Ibadah ke Gereja Bagi Peserta didik yang Beragama Kristen

32
Foto Kegiatan Memperingati Hari Sumpah Pemuda

Foto Kegiatan Memperingati Hari Sumpah Pemuda

33
Foto Kegiatan Memperingati Hari Santri Nasional

Foto Kegiatan Memperingati Hari Santri Nasional

34