Anda di halaman 1dari 3

Risiko adalah kondisi dimana 3.

Menjamin proses produksi ini sifatnya merata dan luas, bisa


terdapat kemungkinan timbulnya berjalan lancar dijumpai di wilayah Muara Enim,
kecelakaan atau penyakit akibat Sumatera Selatan
kerja oleh karena adanya suatu 2.      Teori drift
bahaya. Analisis adalah penguraian suatu Berdasarkan teori ini,
pokok atas berbagai bagiannya batubara terbentuk bukan di
Definisi: Bahaya adalah sifat dari dan penelaahan bagian itu tempat asal tumbuhan itu
suatu bahan, cara kerja suatu sendiri serta hubungan antar berada. Tumbuhan  yang telah
alat, cara melakukan suatu bagian untuk memperoleh mati akan terangkut air hingga
pekerjaan, tempat dan posisi pengertian yang tepat dan terkumpul di suatu tempat dan 
atau kondisi pemahaman arti keseluruhan mengalami proses sedimentasi
lingkungan kerja yang dapat
Analisis adalah aktivitas yang dan pembatubaraan.
menimbulkan kerusakan harta Kualitas batubara yang
benda, memuat sejumlah kegiatan
seperti mengurai, membedakan, dihasilkan dari proses ini
penyakit akibat kerja, cedera, tergolong kurang baik karena
cacat sementara dan permanen, memilah sesuatu untuk
digolongkan dan dikelompokkan tercampur  material pengotor
maupun kematian. pada saat proses pengangkutan.
kembali menurut kriteria
Manajemen Risiko adalah suatu tertentu kemudian dicari Penyebaran batubara ini tidak
proses manajemen yang kaitannya dan ditafsirkan begitu  luas, namun dapat
dilakukan maknanya. dijumpai di beberapa tempat
untuk meminimalkan. seperti di lapangan batubara
ana.li.sis delta Mahakam Purba,
Definisi Insiden: adalah suatu [n] (1) penyelidikan thd suatu Kalimantan Timur
kejadian yang tak diinginkan yang peristiwa (karangan, perbuatan,
bila kondisinya sedikit berbeda dsb) untuk mengetahui keadaan
bisa mengakibatkan luka pada yg sebenarnya (sebab-musabab, Skala adalah angka yang
manusia, rusaknya harta benda duduk perkaranya, dsb); (2) Man menunjukkan perbandingan jarak
dan terhentinya proses. penguraian suatu pokok atas di peta dengan jarak sebenarnya.
berbagai bagiannya dan
Definisi Kecelakaan: Kecelakaan penelaahan bagian itu sendiri B. Jenis Skala
(accident) adalah suatu kejadian serta hubungan antarbagian
yang tak diinginkan, datangnya untuk memperoleh pengertian yg 1. Skala angka
tiba-tiba dan tidak terduga yang tepat dan pemahaman arti
menyebabkan kerugian pada keseluruhan; (3) Kim contoh 1:500.000 dibaca setiap 1
manusia (luka, cacat, sakit, penyelidikan kimia dng
meninggal), cm pada peta mewakili 500.000
menguraikan sesuatu untuk cm di lapangan
perusahaan (kerusakan properti, mengetahui zat bagiannya dsb;
terhentinya proses produksi), (4) penjabaran sesudah dikaji 2. Skala garis
masyarakat (rusaknya sarana, sebaik-baiknya; (5) pemecahan
prasarana publik) dan lingkungan persoalan yg dimulai dng dugaan contoh  0_2_4_6_8_10 km
(polusi, eko-sistem rusak). akan kebenarannya             0_1_2_3_4_5 cm
Potensi Bahaya adalah sesuatu dibaca setiap 1 cm pada peta
yang berpotensi untuk terjadinya 1.      Teori insitu mewakili 2km di lapangan
insiden yang Proses pembentukan batu
berakibat pada kerugian. bara terjadi di tempat asal Penyebut kilometer yang terakhir
Risiko adalah kombinasi dan (10km) dibagi penyebut
tumbuhan tersebut berada.
konsekuensi suatu kejadian yang Tumbuhan yang telah mati akan centimeter yang terakhir (5cm)
berbahaya dan Jadi, 10 : 5 = 2 km
langsung tertimbun lapisan
peluang terjadinya kejadian sedimen dan kemudian
tersebut. mengalami proses
Tujuan K3: pembatubaraan tanpa
1. Melindungi para pekerja dan mengalami proses perpindahan
orang lain di tempat kerja tempat.
2. Menjamin agar setiap sumber Batubara yang dihasilkan dari
produksi dapat dipakai secara proses ini memiliki kualitas yang
aman dan efisien baik. Penyebaran batubara jenis
Jumlah varians 4. Pertambangan Batubara
2
total ( st ) dan varians adalah pertambangan endapan
Uji validitas 2 karbon yang terdapat di dalam
butir ( si ¿ dapat dicari
n ( Σ XY ) −( Σ X )(Σ Y )dengan rumus sebagai bumi, termasuk bitumen padat,
r xy = gambut, dan batuan aspal.
√ {n Σ X 2−¿ ¿ berikut: 2 5. Usaha Pertambangan
(Sumber: Sugiyono, 2 ( Σ Xt) adalah kegiatan dalam rangka
2011:183) Σ Xt −
2 n pengusahaan mineral atau
Keterangan: S t =
n batubara yang meliputi tahapan
rxy = 2 kegiatan penyelidikan umum,
( Σ Xi)
Σ X 2i − eksplorasi, studi kelayakan,
Menunjukkan n
S2i = konstruksi, penambangan,
indeks korelasi n pengolahan dan pemurnian,
antara dua (Sumber: Arikunto, pengangkutan dan penjualan,
variabel yang 2010:239) serta pascatambang.
dikorelasikan Keterangan: 6. Izin Usaha
R = Koefisien st 2 = Varians Pertambangan, yang selanjutnya
validitas item total disebut IUP, adalah izin untuk
yang dicari, dua si2 = varians melaksanakan usaha
varibel yang pertambangan.
butir
dikorelasikan
Σx = Jumlah 7. Penambangan adalah
X = Skor untuk bagian kegiatan usaha
skor
pernyataan yang
n = Jumlah pertambangan untuk
dipilih memproduksi mineral dan/atau
responden
Y = Skor total batubara dan mineral ikutannya.
yang diperoleh 8. Pengolahan dan
dari seluruh item Pemurnian adalah kegiatan
∑X = Jumlah skor Pertambangan adalah sebagian
atau seluruh tahapan kegiatan usaha pertambangan untuk
dalam distribusi X meningkatkan mutu mineral
∑Y = Jumlah skor dalam rangka penelitian,
pengelolaan dan pengusahaan dan/atau batubara serta untuk
dalam distribusi Y memanfaatkan dan memperoleh
∑X2 = Jumlah mineral atau batubara yang
meliputi penyelidikan umum, mineral ikutan.
kuadrat dalam 9. Pengangkutan adalah
skor distribusi X eksplorasi, studi kelayakan,
konstruksi, penambangan, kegiatan usaha pertambangan
∑Y2 = Jumlah untuk memindahkan mineral
kuadrat dalam pengolahan dan pemurnian,
pengangkutan dan penjualan, dan/atau batubara dari daerah
skor distribusi Y tambang dan atau tempat
n = Banyaknya serta kegiatan pascatambang.
pengolahan dan pemurnian
responden sampai tempat penyerahan.
Uji reliabilitas dalam 1. Mineral adalah senyawa
anorganik yang terbentuk di 10. Penjualan adalah
penelitian ini menggunakan kegiatan usaha pertambangan
metode Koefisien Alpha alam, yang memiliki sifat fisik dan
kimia tertentu serta susunan untuk menjual hasil
Cronbach’s. Adapun rumusnya pertambangan mineral atau
sebagai berikut: kristal teratur atau gabungannya
yang membentuk batuan, baik batubara.
Σ si2
r i=
k
( k −1 ) {
1− 2
st } dalam bentuk lepas atau padu.
2.
endapan
Batubara
senyawa
adalah
organik
11.
Dampak
Analisis

selanjutnya
Lingkungan,
disebut
Mengenai
yang
amdal,
(Sumber: Sugiyono,
karbonan yang terbentuk secara adalah kajian mengenai dampak
2015:365)
alamiah dari sisa tumbuh- besar dan penting suatu usaha
Keterangan:
tumbuhan. dan/atau kegiatan yang
ri = Reabilitas
3. Pertambangan Mineral direncanakan pada lingkungan
instrumen
adalah pertambangan kumpulan hidup yang diperlukan bagi
k = Banyak butir
mineral yang berupa bijih atau proses pengambilan keputusan
instrumen
batuan, di luar panas bumi, tentang penyelenggaraan usaha
st 2 = Varians total dan/atau kegiatan. 
minyak dan gas bumi, serta air
Σ s i2 = Jumlah varians tanah. 12. Reklamasi adalah
butir kegiatan yang dilakukan
sepanjang tahapan usaha
pertambangan untuk menata,
memulihkan, dan memperbaiki
kualitas lingkungan dan
ekosistem agar dapat berfungsi
kembali sesuai peruntukannya. 
13. Kegiatan pascatambang,
yang selanjutnya disebut
pascatambang, adalah kegiatan
terencana, sistematis, dan
berlanjut setelah akhir sebagian
atau seluruh kegiatan usaha
pertambangan untuk
memulihkan fungsi lingkungan
alam dan fungsi sosial menurut
kondisi lokal di seluruh wilayah
penambangan. 
14. Pemberdayaan
Masyarakat adalah usaha untuk
meningkatkan kemampuan
masyarakat, baik secara
individual maupun kolektif, agar
menjadi lebih baik tingkat
kehidupannya. 
15. Wilayah Pertambangan,
yang selanjutnya disebut WP,
adalah wilayah yang memiliki
potensi mineral dan/atau
batubara dan tidak terikat
dengan batasan administrasi
pemerintahan yang merupakan
bagian dari tata ruang nasional