0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
278 tayangan32 halaman

Pelatihan Solar Charge Controller PLTS

Pelatihan Sistem PLTS Solar Charge Controller (SCC) memberikan gambaran dasar-dasar sistem kontroler yang digunakan pada sistem PLTS dan menjelaskan fungsi, prinsip kerja, dan pemilihan kontroler yang sesuai untuk PLTS.

Diunggah oleh

DefrizalAlfatih
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
278 tayangan32 halaman

Pelatihan Solar Charge Controller PLTS

Pelatihan Sistem PLTS Solar Charge Controller (SCC) memberikan gambaran dasar-dasar sistem kontroler yang digunakan pada sistem PLTS dan menjelaskan fungsi, prinsip kerja, dan pemilihan kontroler yang sesuai untuk PLTS.

Diunggah oleh

DefrizalAlfatih
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PELATIHAN SISTEM PLTS

SOLAR CHARGE CONTROLLER (SCC)


Jakarta 13-15 September 2021
TUJUAN DAN SASARAN
TUJUAN:
• Memberikan gambaran tentang dasar-dasar
sistem kontroller (solar charge controller) yang
digunakan pada sistem PLTS
SASARAN:
• Peserta dapat memahami dan menjelaskan
fungsi, prinsip kerja, dan pemilihan jenis
kontroller yang diperlukan pada Sistem PLTS

2
POKOK BAHASAN
• PENDAHULUAN
• PENGERTIAN DAN FUNGSI
• TIPE DAN METODA
CHARGING SCC
• KONFIGURASI SCC PADA
PLTS
• PENGUJIAN DAN APLIKASI
• PENUTUP
3
PENDAHULUAN
▪ Baterai memegang peranan penting sebagai media penyimpan
energi yang paling efektif dalam penerapan sistem PLTS off-grid;
▪ Untuk meningkatkan kinerja dan umur baterai pada sistem PLTS,
maka diperlukan suatu kontroller yang sesuai dengan fungsi dan
jenis baterai;
▪ Solar Charge Controller (SCC) merupakan suatu peralatan elektronik
yang digunakan untuk mengatur pengisian arus searah dari PV ke
baterai;
▪ SCC diperlengkapi dengan ‘hardware’ untuk managemen energi,
dan beberapa fungsi lain seperti proteksi sistem, indikator dan
pencatatan data (recording) sistem.
▪ Saat ini terdapat berbagai jenis kontroller yang menawarkan
berbagai keunggulan;
4
Mengapa Perlu Charge Controller?

• Sinar matahari makin terang; output tegangan PV naik → tegangan berlebih dapat
merusak baterai;
• charge controller digunakan untuk menjaga tegangan charging baterai. Jika
tegangan dari PV naik, charge controller mengatur pengisian ke baterai untuk
mencegah over charging.
• Overcharge pada baterai menyebabkan sel terbuka (open cell batteries) dapat
kehilangan air dengan cepat, Jika electrolyte turun di bawah bagian atas pelat,
baterai akan rusak;
• Baterai yang disegel (Sealed batteries) dapat rusak jika sering overcharged;
• Excessively deep discharge juga dapat merusak baterai

5
PENGERTIAN DAN FUNGSI SOLAR
CHARGE CONTROLLER (SCC)
▪ Solar charge controller (SCC) pada dasarnya merupakan
pengontrol tegangan atau arus untuk mengisi baterai, dan
menjaga baterai dari pengisian yang berlebihan.
▪ SCC mengarahkan tegangan dan arus yang berasal dari panel
surya berangkat ke baterai.
▪ Jika suatu baterai 12V diisi dengan modul PV dengan tegangan 16
hingga 20V, tanpa SCC, maka baterai akan rusak karena pengisian
yang berlebihan.
▪ Umumnya, perangkat penyimpanan listrik membutuhkan sekitar
14 hingga 14,5 V untuk terisi penuh.
▪ SCC tersedia di semua fitur, biaya dan ukuran. Kisaran pengontrol
muatan dari 4,5A dan hingga 60 hingga 80A.

6
FUNGSI SCC
• Proteksi baterai - Mencegah baterai dari :
➢ Overcharge : pemutusan pengisian (charging) baterai pada tegangan batas atas,
untuk menghindari ‘gasing’, yang dapat menyebabkan penguapan air baterai dan
korosi pada grid baterai
➢ Overdischarge : pemutusan pengosongan (discharging) baterai pada tegangan batas
bawah, untuk menghindari pembebanan berlebih yang dapat menyebabkan sulfasi
baterai

• Managemen energi
– Mengatur transfer energi dari modul PV --> baterai secara efisien dan
semaksimal mungkin
– Mencegah beban berlebih dan hubung singkat untuk beban
– Melindungi dari kesalahan polaritas terbalik pada sistem
• Proteksi aliran daya balik (reverse) dari baterai ke PV;
• Beberapa SCC memiliki fitur tambahan, seperti kontrol pencahayaan
dan beban
7
JENIS DAN METODA CHARGING
• Kontroller diklasifikasikan berdasarkan metoda pengisiannya:
1. ON - OFF Regulation (Shunt, Seris)
2. PWM (Pulse Width Modulation)
3. MPPT (maximum power point tracking)
• On/Off – kontrol pengisian baterai menggunakan shunt transistor
untuk mengendalikan tegangan dalam satu atau dua langkah. SCC ini
pada dasarnya hanya menghubung-singkatkan panel surya ketika
mencapai tegangan tertentu;
• PWM – kontrol pengisian baterai menggunakan sakelar
semiconductor, berupa deretan pulsa
• MPPT - kontrol pengisian baterai yang secara elektronik menyalurkan
energi maksimum ke baterai dalam kondisi yang berubah-ubah. Biasanya
digunakan pada instalasi Wp tinggi.

8
1. SCC Tipe ON-OFF
• Untuk sistem yang sangat kecil, menghindari pengisian ulang yang
berlebihan dengan shunting atau hubung-singkat PV saat baterai
terisi penuh.
• Mengawasi tegangan baterai dan mengalihkan arus PV melalui
power transistor saat nilai pre-set tegangan tercapai.
• Memiliki pendingin komponen untuk membantu menghilangkan
produksi panas.
• Memiliki blocking diode untuk menghindari arus dari arus balik dari
baterai ke solar cells pada malam hari.
• Sederhana dan murah, dan dapat diproduksi secara lokal
• Daya dari panel dihubung-singkatkan melalui pengontrol dan
diubah menjadi panas.
• SCC on-off seri, menggunakan sakelar transistor atau relai
digunakan untuk memutuskan panel dari baterai sehingga
pengisian daya yang berlebihan tidak dapat terjadi.
9
Grafik kerja SCC Tipe On-off

10
Contoh SCC Tipe On-off

• Tegangan Nominal : 12 VDC.


• Rating arus input : 6 Amp.
• Rating arus output : 8 Amp
• Tegangan Batas Atas : 14.25  0,05 V
• Tegangan Rekoneksi : 13.80  0,05 V
• LVD : 11.60  0,05 V
• Reconeksi LVD : 12.50  0,05 V

11
2. SCC Tipe PWM
• Dalam pengisian baterai, arus dan rate pengisian bergantung pada
kecepatan dan efisiensi dari kontroler
• Pengisian dengan pulsa energi, arus tinggi dapat digunakan tanpa
overheating pada baterai.
• Kecepatan dari pengisian dapat diatur dengan mengubah rasio
antara jumlah waktu pulsa yg terjadi dan jumlah waktu antar
pulsa
• Suatu metoda pengisian baterai yang pengendali semikonduktor
untuk arus yang cukup tinggi tetapi untuk menghindari panas
akibat pengisian terus menerus.
• Tingkat pengisian disesuaikan dengan mengubah lebar pulsa.
• Lebar pulsa dengan waktu sedikit diantaranya menyediakan
kecepatan pengisian yang tinggi. Pulsa yang jarang dengan banyak
waktu diantaranya menunjukkan pengisian lambat
12
Perubahan charging rate dengan PWM

• Area merah mewakili energi yang masuk ke


baterai untuk mengisi daya
13
Contoh CC Tipe PWM
• Tegangan Nominal : 12 VDC.
• Rating arus Input : 10 Amp.
• Rating arus beban : 10 Amp
• Tegangan Equalize : 14.6V
• Tegangan Boost/Bulk : 14.3V
• Tegangan Float : 13.8V
• Tegangan Rekoneksi Batas Bawa: 12.4V
• Tegangan Batas Bawah: 11.2V

14
Grafik Kerja untuk BCR Tipe PWM

15
Kelebihan & Kekurangan SCC PWM

Kelebihan Kekurangan
• The Solar input nominal voltage must
• PWM controllers are built on a time
match the battery bank nominal voltage
tested technology. They have been used
if you’re going to use PWM
for years in Solar systems, and are well
• There is no single controller sized over
established
60 amps DC as of yet
• These controllers are inexpensive,
• Many smaller PWM controller units are
usually selling for less than $350
not UL listed
• PWM controllers are available in sizes up
• Many smaller PWM controller units
to 60 Amps
come without fittings for conduit
• PWM controllers are durable, most with
• PWM controllers have limited capacity
passive heat sink style cooling
for system growth
• These controllers are available in many
• Can’t be used on higher voltage grid
sizes for a variety of applications
connect modules

16
3. SCCTipe MPPT
• Suatu kontroller yang kompleks tetapi efektif yang selalu
mengambil energi dari PV pada titik maksimum.
• Menaikan deliveri energi pengisian baterai 10-15% atau lebih pada
kontroller standar dan mengijinkan string tegangan tinggi dari PV
panel untuk mengirangi rugi-rugi.
• Biaya efektif untuk pengisian baterai hanya pada skala besar
(umumnya diatas 1kWp ).
• Sering digunakan untuk koneksi langsung dari pompa ke PV panel
tanpa menggunakan baterai, dengan tetap menjaga penggunaan
energi surya secara efisien
• Sulit untuk troubleshoot dan biasanya impossible untuk diperbaiki
secara lokal

17
Grafik Kerja Tipe MPPT
• Solar panel characteristic has non-
linear relationship with Temperature
and Irradiance
• MPP also moves non-linearly
• MPPT can improve efficiency by 15-
20%

18
Contoh MPPT controller
Outback MX-60 MPPT controller: Tracer MPPT controller:

• Includes data logger and remote ▪ Tegangan Equalize:


monitoring 14.8V
• Programmable equalization ▪ Tegangan
• Input voltage up to 140 DC to Boost/Bulk:14.4V
charge a battery ranging from
▪ Tegangan Float :13.8V
12V-60V
▪ Tegangan Rekoneksi
• Claims up to 30% more energy
Batas Bawah : 12.5V
than non MPPT controllers but
more likely 10%-15% if panel ▪ Tegangan Batas
voltage is matched to that of Bawah: 11.3V
batteries.

19
Kelebihan dan Kekurangan SCC
MPPT
Kelebihan Kekurangan
• MPPT controllers offer a potential
• MPPT controllers are more expensive,
increase in charging efficiency up to 30%
sometimes costing twice as much as a
• These controllers also offer the potential
PWM controller
ability to have an array with higher input
• MPPT units are generally larger in
voltage than the battery bank
physical size
• You can get sizes up to 80 Amps
• Sizing an appropriate Solar array can be
• MPPT controller warranties are typically
challenging without MPPT controller
longer than PWM units
manufacturer guides
• MPPT offer great flexibility for system
• Using an MPPT controller forces the
growth
Solar array to be comprised of like
• MPPT is the only way to regulate grid
photovoltaic modules in like strings
connect modules for battery charging

20
PWM - Solar Charge Controller

21
MPPT - Solar Charge Controller

22
PWM vs MPPT
• a 12V battery system with a
‘12V’ solar module
• PWM controllers the PV module
is not feeding the battery from
its maximum power point
(MPP), the system loses a lot of
energy.
• In the following diagram you can
see, the area of the MPP in
blue (Vmpp * Impp) is up to
30% larger than the PWM area
(Vbatt * ~Isc) within the IV
curve.
Aplikasi SCC pada Sistem PLTS
• Sistem PLTS menghasilkan listrik dari sinar matahari lebih popular
daripada sumber alternatif lain, dan Sel PV benar-benar bebas
polusi dan mereka tidak memerlukan pemeliharaan yang tinggi.
• Beberapa penerapan SCC pada sistem PLTS, a.l.:
1. Lampu jalan menggunakan sel fotovoltaik untuk mengubah
sinar matahari menjadi muatan listrik DC. Sistem ini
menggunakan SCC untuk menyimpan listrik DC dalam baterai
dan digunakan di banyak bidang.
2. Solar Home System (SHS) menggunakan modul PV untuk
aplikasi rumah tangga.
3. Sistem PLTS-hibrida menggunakan berbagai sumber energi
untuk menyediakan pasokan cadangan purna waktu ke sumber
lain.
24
KONFIGURASI SCC PADA SISTEM PLTS

1. Single Array-charge
controller-battery
2. Multiple sub-array
and charge controller
3. Multiple battery with
multiple charge
controller
4. Multiple battery with
one charge controller 1. Single Array-charge controller-battery

25
Applikasi pada SHS dan PJU

BCR untuk Paket Solar Home System (SHS)


BCR untuk Penerangan Jalan Umum (PJU)
26
Applikasi PLTS Terpusat Off-grid

SCC terintegrasi dalam Inverter

27
PLTS Hybrid (PV-Wind)

28
PENGUJIAN BCR/SCC
• Tujuan - Menguji kinerja teknis, kriteria lulus uji
suatu BCR/SCC;
• Acuan - SNI – 04-6391- 2000 “Prosedur Uji
dan Persyaratan Elektris Battery Charge
Regulator (BCR)”
• Prosedur uji meliputi :
1. Uji Fungi (meliputi : batas atas, batas bawah,
rekoneksi batas atas dan rekoneksi batas
bawah, Boost, Float, Equalize)
2. Uji Konsumsi diri
3. Uji Switching (pergantian)
4. Uji Tegangan Jatuh (PV-Beban , PV-Baterai)
5. Uji Ketahanan Maksimum (1 jam, Full Load)
6. Uji Proteksi Beban Lebih (Overload)
7. Uji Polaritas Terbalik

29
Penyebab Kerusakan Kontroller
• Sambaran petir - sakelar pengontrol secara langsung
berada di jalur tegangan induksi pada kabel panjang
yang menghubungkan panel dan baterai.
• Suhu tinggi yang disebabkan oleh minim ventilasi di
ruang pengontrol atau menempatkannya di lokasi yang
panas
• Kerusakan oleh teknisi dan pengguna
• Kerusakan serangga
• Korosi papan sirkuit karena desain yang buruk terkait
dengan paparan garam, kelembaban tinggi dan suhu
tinggi

30
PENUTUP
• Penerapan sistem PLTS memerlukan suatu kontroller (SCC/BCR) yang berfungsi
untuk melindungi baterai dari kerusakan akibat overcharged dan atau
overdischrged;
• Kontroller PLTS diklasifikasikan berdasarkan metoda pengisiannya, yakni ON -
OFF Regulation (Shunt, Seris); PWM, dan MPPT;
• Banyak kriteria yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan jenis dan ukuran
kontroller, diantaranya pilih kontroller yang sesuai dengan baterai yang
digunakan;
• PWM - solusi berbiaya rendah untuk sistem kecil, ketika suhu sel surya sedang
hingga tinggi (antara 45 °C dan 75°C).
• MPPT - solusi pilihan untuk sistem daya yang lebih tinggi. MPPT juga akan
menghasilkan energi lebih banyak daya ketika suhu sel surya rendah/(>75°C),
atau ketika radiasi sangat rendah.
• Pengujian kontroller (SCC/BCR) harus dilakukan sesuai standar
nasional/internasional yang berlaku;

31
Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai