0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
57 tayangan78 halaman

Asuhan Kebidanan Keluarga di Nabire 2022

Dokumen tersebut membahas tentang asuhan kebidanan keluarga Tn. NM di wilayah kerja Puskesmas Sanoba, Kabupaten Nabire tahun 2022. Dokumen ini disusun oleh mahasiswa Poltekkes Kemenkes Jayapura bernama Nadia Irma Sulistiyowati dan telah disetujui oleh pembimbing.

Diunggah oleh

UMRATUN HAYATI
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
57 tayangan78 halaman

Asuhan Kebidanan Keluarga di Nabire 2022

Dokumen tersebut membahas tentang asuhan kebidanan keluarga Tn. NM di wilayah kerja Puskesmas Sanoba, Kabupaten Nabire tahun 2022. Dokumen ini disusun oleh mahasiswa Poltekkes Kemenkes Jayapura bernama Nadia Irma Sulistiyowati dan telah disetujui oleh pembimbing.

Diunggah oleh

UMRATUN HAYATI
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ASUHAN KEBIDANAN PADA KELUARGA Tn.

NM
DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SANOBA
KABUPATEN NABIRE
TAHUN 2022

Di Susun Oleh :
NADIA IRMA SULISTIYOWATI
NIM. ....................................

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLTEKKES KEMENKES JAYAPURA
PRODI D-III KEBIDANAN NABIRE
LEMBAR PERSETUJUAN

Asuhan kebidanan Keluarga pada “Tn.. NM” di Wilayah Kerja Puskesmas Sanoba

Kabupaten Nabire tahun 2022” mahasiswa atas nama :

NAMA : Nadia Irma Sulistiyowati

NIM : ................................

Telah Disetujui pada tanggal :

Pembimbing Intitusi I Pembimbing Intitusi II

Anisa N. Sulistiyowati, S.SiT.Bd., M.Kes. Umratun Hayati, S.ST. M.Kes.


NIP. 19790830200502008 NIP.
LEMBAR PENGESAHAN

Asuhan kebidanan Keluarga pada “Tn.. NM” di Wilayah Kerja Puskesmas Sanoba

Kabupaten Nabire tahun 2022” mahasiswa atas nama :

NAMA : Nadia Irma Sulistiyowati

NIM : ................................

Telah disahkan pada tanggal :

Pembimbing Intitusi I Pembimbing Intitusi II

Anisa N. Sulistiyowati, S.SiT.Bd., M.Kes. Umratun Hayati, S.ST. M.Kes.


NIP. 19790830200502008 NIP.
TINJAUAN TEORI

A. Konsep Dasar Keluarga

1. Pengertian Keluarga

Keluarga adalah kumpulan dua orang atau lebih yang hidup bersama

dengan keterikatan aturan dan emosional dan individu mempunyai peran masing

– masing yang merupakan bagian dari keluarga (Friedman, 1998).

Keluarga adalah satu atau lebih individu yang tinggal bersama, sehingga

mempunyai ikatan emosional dan mengembangkan dalam interelasi social, peran

dan tugas (Spredley, 1996 dalam Murwani, 2008).

Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa keluarga adalah

beberapa individu yang tinggal dalam sebuah keluarga yang mempunyai ikatan

perkawinan, ada hubungan keluarga, sanak famili, maupun adopsi yang hidup

bersama sesuai dengan tujuan keluarga tersebut.

2. Tipe-tipe keluarga

Tipe-tipe keluarga secara umum menurut Friedman tahun 1998 yang

dikemukakan untuk mempermudah pemahaman literatur tentang keluarga adalah :

a. Keluarga inti (konjugal) adalah keluarga yang menikah, sebagai orang tua

atau pemberian nafkah. Keluarga inti terdiri dari suami, istri dan anak mereka

(anak kandung, anak adopsi atau keduanya).

b. Keluarga orientasi (keluarga asal) adalah unit keluarga yang di dalamnya

seseorang dilahirkan.
c. Keluarga besar adalah keluarga inti dan orang-orang yang berhubungan (oleh

darah), yang paling lazim menjadi anggota keluarga orientasi yaitu salah satu

teman keluarga inti.

Sedangkan menurut Wahid Iqbal (2006) tipe keluarga ada 15 antara lain :

a. Tradisional nuclear

Keluarga inti yang terdiri dari ayah, ibu dan anak yang tinggal dalam satu

rumah ditetapkan oleh sanksi-sanksi legal dalam suatu ikatan perkawinan,

satu/keduanya dapat bekerja di luar rumah.

b. Extended family

Keluarga inti ditambah dengan sanak saudara misalnya nenek, kakek,

keponakan, saudara sepupu, paman, bibi dan lain sebagainya.

c. Reconstituted nuclear

Pembentukan baru dari keluarga inti melalui perkawinan suami / istri,

tinggal dalam pembentukan satu rumah dengan anak-anaknya, baik itu

bawaan dari perkawinan lama maupun hasil dari perkawinan baru. Satu atau

keduanya dapat bekerja di luar rumah.

d. Niddle age / aging couple

Suami sebagai pencari uang, istri dirumah / kedua-duanya bekerja di rumah,

anak-anak sudah meninggalkan rumah karena sekolah / perkawinan / meniti

karier.

e. Dyadic nuclear

Suami istri yang sudah berumur dan tidak mempunyai anak, keduanya /

salah satu bekerja diluar rumah.

f. Single parent
Satu orang tua sebagai akibat perceraian / kematian pasangannya dan

anakanaknya dapat tinggal di rumah / di luar rumah.

g. Dual carrier

Suami istri / keduanya orang karier dan tanpa anak.

h. Commuter married

Suami istri / keduanya orang karier dan tinggal terpisah pada jarak tertentu,

keduanya saling mencari pada waktu-waktu tertentu.

i. Singgle adult

Wanita / pria dewasa yang tinggal sendiri dengan tidak adanya keinginan

untuk kawin.

j. Three generation

Tiga generasi atau lebih tinggal dalam satu rumah.

k. Institusional

Anak-anak / orang dewasa yang tinggal dalam suatu panti.

l. Comunal

Satu rumah terdiri dari dua / lebih pasangan yang monogami dengan

anakanaknyadan bersama-sama dalam penyediaan fasilitas.

m. Group marriage

Satu perumahan terdiri dari orang tua dan keturunananya di dalam satu

kesatuan keluarga dan tiap individu adalah kawin dengan yang lain dan

semua adalah orang tua dari anak-anak.

n. Unmarried parent and child

Ibu dan anak dimana perkawinan tidak dikehendaki, anaknya diadopsi.

o. Cohibing couple

Dua orang atau satu pasangan yang tinggal bersama tanpa kawin.
Menurut Murwani (2008) tipe keluarga dibagi menjadi 2 yaitu :

a. Tipe keluarga tradisional

1) Keluarga inti yaitu suatu rumah tangga yang terdiri dari suami, istri dan

anak (kandung atau angkat).

2) Keluarga besar yaitu keluarga inti ditambah dengan keluarga lain yang

mempunyai hubungan darah, missal kakek, nenek, paman dan bibi.

3) Keluarga Dyad yaitu suatu keluarga yang terdiri dari suami dan istri

tanpa anak.

4) Single parent yaitu suatu rumah tangga yang terdiri dari satu orang tua

(ayah / ibu) dengan anak (kandung / angkat). Kondisi ini dapat

disebabkan oleh perceraian / kematian.

5) Single adult yaitu suatu rumah tangga yang hanya terdiri seorang

dewasa (misalnya seorang yang telah dewasa kemudian tinggal kost

untuk bekerja atau kuliah).

b. Tipe keluarga non tradisional

1) The unmarriedtrenege mather yaitu keluarga yang terdiri dari orang tua

(terutama ibu) dengan anak dari hubungan tanpa nikah.

2) The stepparent family yaitu keluarga dengan orang tua tiri.

3) Commune family yaitu beberapa pasangan keluarga (dengan anaknya)

yang tidak ada hubungan saudara hidup bersama dalam satu rumah,

sumber dan fasilitas yang sama, pengalaman yang sama : sosialisasi

anak dengan melalui aktivitas kelompok atau membesarkan anak

bersama.

4) The non marital heterosexual cohibitang family yaitu keluarga yang

hidup bersama dan berganti-ganti pasangan tanpa melalui pernikahan.


5) Gay and lesbian family yaitu seseorang yang mempunyai persamaan

sex hidup bersama sebagaimana suami istri (marital partners).

6) Cohabiting couple yaitu orang dewasa yang hidup bersama diluar ikatan

perkawinan karena beberapa alasan tertentu.

7) Group marriage family yaitu beberapa orang dewasa menggunakan

alatalat rumah tangga bersama yang saling merasa sudah menikah,

berbagi sesuatu termasuk seksual dan membesarkan anak.

8) Group network family yaitu keluarga inti yang dibatasi aturan atau

nilainilai, hidup bersama atau berdekatan satu sama lainnya dan saling

menggunakan barang-barang rumah tangga bersama, pelayanan, dan

tanggung jawab membesarkan anak.

9) Foster family yaitu keluarga yang menerima anak yang tidak ada

hubungan keluarga atau saudara didalam waktu sementara, pada saat

orangtua anak tersebut perlu mendapatkan bantuan untuk menyatukan

kembali keluarga aslinya.

10) Homeless family yaitu keluarga yang membentuk dan tidak

mendapatkan perlindungan yang permanen karena krisis personal yang

dihubungkan dengan keadaan ekonomi dan atau problem kesehatan

mental.

11) Gang yaitu sebuah bentuk keluarga yang destruktif dari orang-orang

muda yang mencari ikatan emosional dan keluarga yang mempunyai

perhatian tetapi berkembang dalam kekerasan dan kriminal dalam

kehidupan.

3. Tahap perkembangan keluarga

Tahap perkembangan keluarga menurut Friedman (1998) adalah :


a. Tahap 1 : Keluarga pemula Perkawinan dari sepasang insan menandai

bermulanya sebuah keluarga baru, keluarga yang menikah atau

prokreasi dan perpindahan dari keluarga asal atau status lajang ke

hubungan baru yang intim.

b. Tahap II : Keluarga yang sedang mengasuh anak Tahap kedua dimulai

dengan kelahiran anak pertama hingga bayi berumur 30 bulan.

Biasanya orang tua bergetar hatinya dengan kelahiran anak pertama

mereka, tapi agak takut juga. Kekhawatiran terhadap bayi biasanya

berkurang setelah beberapa hari, karena ibu dan bayi tersebut mulai

mengenal. Ibu dan ayah tiba-tiba berselisih dengan semua peran-peran

mengasyikkan yang telah dipercaya kepada mereka. Peran tersebut

pada mulanya sulit karena perasaan ketidakadekuatan menjadi orang

tua baru.

c. Tahap III : Keluarga yang anak usia prasekolah Tahap ketiga siklus

kehidupan keluarga dimulai ketika anak pertama berusia 2,5 tahun dan

berakhir ketika anak berusia 5 tahun. Sekarang, keluarga mungkin

terdiri tiga hingga lima orang, dengan posisi suami - ayah, istri – ibu,

anak laki-laki – saudara, anak perempuan – saudari. Keluarga menjadi

lebih majemuk dan berbeda.

d. Tahap IV : Keluarga dengan anak usia sekolah Tahap ini dimulai ketika

anak pertama telah berusia 6 tahun dan mulai masuk sekolah dasar dan

berakhir pada usia 13 tahun, awal dari masa remaja. Keluarga biasanya

mencapai jumlah anggota maksimum, dan hubungan keluarga di akhir

tahap ini.
e. Tahap V : Keluarga dengan anak remaja Ketika anak pertama melewati

umur 13 tahun, tahap kelima dari siklus kehidupan keluarga dimulai.

Tahap ini berlangsung selama 6 hingga 7 tahun, meskipun tahap ini

dapat lebih singkat jika anak meninggalkan keluarga lebih awal atau

lebih lama jika anak masih tinggal dirumah hingga brumur 19 atau 20

tahun.

f. Tahap VI : Keluarga yang melepaskan anak usia dewasa muda Permulaan

dari fase kehidupan keluarga ini ditandai oleh anak pertama

meninggalkan rumah orang tua dan berakhir dengan rumah kosong,

ketika anak terakhir meninggalkan rumah. Tahap ini dapat singkat atau

agak panjang, tergantung pada berapa banyak anak yang ada dalam

rumah atau berapa banyak anak yang belum menikah yang masih

tinggal di rumah.

g. Tahap VII : Orang tua pertengahan Tahap ketujuh dari siklus kehidupan

keluarga, tahap usia pertengahan dari bagi oarngtua, dimulai ketika

anak terakhir meninggalkan rumah dan berakhir pada saat pensiun atau

kematian salah satu pasangan. Tahap ini biasanya dimulai ketika

orangtua memasuki usia 45-55 tahun dan berakhir pada saat seorang

pasangan pensiun, biasanya 16-8 tahun kemudian.

h. Tahap VIII : Keluarga dalam masa pensiun dan lansia Tahap terakhir

siklus kehidupan keluarga dimulai dengan salah satu atau kedua

pasangan memasuki masa pensiun, terus berlangsung hingga salah satu

pasangan meninggal, dan berakhir dengan pasangan lain meninggal.

4. Tugas perkembangan keluarga

Tugas perkembangan keluarga menurut Friedman (1998) yaitu :


a. Tahap I : Keluarga pemula

1) Membangun perkawinan yang saling memuaskan.

2) Menghubungkan jaringan persaudaraan secara harmonis.

3) Keluarga berencana (keputusan tentang kedudukan sebagai orangtua).

b. Tahap II : Keluarga yang sedang mangasuh anak

1) Membentuk keluarga muda sebagai sebuah unit yang mantap

(mengintegrasikan bayi baru kedalam keluarga).

2) Rekonsilisiasi tugas-tugas perkembangan yang bertentangan dan

kebutuhan anggota keluarga.

3) Mempertahankan hubungan perkawinan yang memuaskan.

4) Memperluas persahabatan dengan keluarga besar dengan

menambahkan peran-peran orangtua dan kakek-nenek.

c. Tahap III : Keluarga dengan anak usia pra sekolah

1) Memenuhi kebutuhan anggota keluarga seperti rumah, ruang bermain,

privasi, keamanan.

2) Mensosialisasikan anak.

3) Mengintegrasikan anak yang baru sementara tetap memenuhi

kebutuhan anak-anak yang lain.

4) Mempertahankan hubungan yang sehat dalam keluarga (hubungan

perkawinan dan hubungan orangtua dan anak) dan diluar keluarga

(keluarga besar dan komunitas).

d. Tahap IV : Keluarga dengan anak usia sekolah

1) Membantu sosialisasi anak dengan tetangga, sekolah dan lingkungan

2) Mempertahankan hubungan perkawinan bahagia

3) Memenuhi kebutuhan dan biaya hidup yang semakin meningkat


4) Meningkatkan komunikasi terbuka

e. Tahap V : Keluarga dengan anak remaja

1) Menyeimbangkan kebebasan dengan tanggung jawab ketika remaja

menjadi dewasa dan semakin mandiri

2) Memfokuskan kembali hubungan perkawinan

3) Berkomunikasi secara terbuka antara orangtua dan anak-anak

f. Tahap VI : Keluarga dengan melepaskan anak usia dewasa muda.

1) Memperluas keluarga inti menjadi keluarga besar

2) Mempertahankan keintiman pasangan

3) Membantu orang tua suami/isteri yang sedang sakit dan memasuki

masa tua

4) Membantu anak untuk mandiri di masyarakat

5) Penataan kembali peran dan kegiatan rumah tangga

g. Tahap VII : Orangtua usia pertengahan.

1) Mempertahankan kesehatan

2) Mempertahankan hubungan yang memuaskan dengan teman sebaya

dan anak-anak

3) Meningkatkan keakraban pasangan

h. Tahap VIII : Keluarga dengan masa pensiun dan lansia.

1) Mempertahankan suasana rumah yang menyenangkan

2) Adaptasi dengan perubahan, kehilangan pasangan, teman, dll

3) Mempertahankan keakraban suami-isteri dan saling merawat

4) Mempertahankan hubungan dengan anak dan sosial masyarakat

5) Melakukan “ Life Review”


5. Fungsi dan tugas keluarga Fungsi keluarga menurut Friedman (1986) dalam

Murwani (2007) sebagai berikut:

a) Fungsi afektif

Fungsi afektif berhubungan erat dengan fungsi internal keluarga, yang

merupakan basis kekuatan keluarga. Fungsi afektif berguna untuk

pemenuhan kebutuhan psikososial. Keberhasilan melaksanakan fungsi

afektif tampak pada kebahagiaan dan kegembiraan dari seluruh anggota

keluarga. Tiap anggota keluarga saling mempertahankan iklim yang

positif. Hal tersebut dapat dipelajari dan dikembangkan melalui interaksi

dan hubungan dalam keluarga. Dengan demikian, keluarga yang berhasil

melaksanakan fungsi afektif, seluruh anggota keluarga dapat

mengembangkan konsep diri positif. Fungsi afektif merupakan sumber

energi yang menentukan kebahagiaan keluarga. Keretakan keluarga,

kenakalan anak atau masalah keluarga, timbul karena fungsi afektif di

dalam keluarga tidak dapat terpenuhi.

b) Fungsi sosialisasi

Sosialisasi adalah proses perkembangan dan perubahan yang dilalui

individu, yang menghasilkan interaksi social dan belajar berperan dalam

lingkungan sosial (Friedman, 1986). Sosialisasi dimulai sejak manusia

lahir. Keluarga merupakan tempat individu untuk belajar bersosialisasi,

misalnya anak yang baru lahir dia akan menatap ayah, ibu dan orang-

orang yang disekitarnya. Kemudian beranjak balita dia mulai belajar

bersosialisasi dengan lingkungan disekitar meskipun demikian keluarga

tetap berperan penting dalam bersosialisasi. Keberhasilan perkembangan

individu dan keluarga dicapai melalui interaksi atau hubungan antar


anggota keluarga yang diwujudkan dalam sosialisasi. Anggota keluarga

belajar disiplin, belajar norma-norma, budaya dan perilaku melalui

hubungan dan interaksi keluarga.

c) Fungsi reproduksi

Keluarga berfungsi untuk meneruskan keturunan dan menambah sumber

daya manusia. Maka dengan ikatan suatu perkawinan yang sah, selain

untuk memenuhi keebutuhan biologis pada pasangan tujuan untuk

membentuk keluarga adalah untuk meneruskan keturunan.

d) Fungsi ekonomi

Fungsi ekonomi merupakan fungsi keluarga seperti memenuhi kebutuhan

seluruh anggota keluarga seperti memnuhi kebutuhan akan makanan,

pakaian, dan tempat tinggal. Banyak pasangan sekarang kita lihat dengan

penghasilan yang tidak seimbang antara suami dan istri hal ini menjadikan

permasalahn yang berujung pada perceraian.

e) Fungsi perawatan kesehatan Keluarga juga berperan atau berfungsi untuk

melaksanakan praktek asuhan kesehatan, yaitu untuk mencegah terjadinya

gangguan kesehatan dan atau merawat anggota keluarga yang sakit.

Kemampuan keluarga dalam memberikan asuhan kesehatan

mempengaruhi status kesehatan keluarga. Kesanggupan keluarga

melaksanakan pemeliharaan kesehatan dapat dilihat dari tugas kesehatan

keluarga yang dilaksanakan. Keluarga yang dapat melaksanakan tugas

kesehatan berarti sanggup menyelesaikan masalah kesehatan.

6. Tugas kesehatan keluarga adalah sebagai berikut : (Friedman, 1998 dalam

Murwani, 2007)

a) Mengenal masalah kesehatan


b) Membuat keputusan tindakan kesehatan yang tepat

c) Memberi perawatan pada anggota keluarga yang sakit

d) Mempertahankan atau menciptakan suasana rumah yang sehat

e) Mempertahankan hubungan dengan fasilitas kesehatan masyarakat

B. Tumbuh Kembang Balita

Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan

interselular, berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian atau

keseluruhan, sehingga dapat diukur dengan satuan panjang dan berat.

Perkembangan adalah bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang lebih

kompleks dalam kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa serta

sosialisasi dankemandirian(Kementerian Kesehatan RI, 2016).

1. Definisi Stimulasi tumbuh kembang

Stimulasi tumbuh kembang adalah kegiatan merangsang kemampuan dasar

anak umur 0-6 tahun agar anak tumbuh dan berkembang secara optimal

(Kementerian Kesehatan RI, 2016).

2. Capaian tumbuh kembang normal pada masa bayi, balita dan anak prasekolah

sesuai periode umurnya:

a. Masa bayi (1-12 bulan) Pada masa bayi, pertumbuhan dan

perkembangan terjadi sangat cepat. Umur 5 bulan berat badan bayi 2x

berat badan lahir dan umur 1 tahun sudah 3x berat badan saat lahir.

Sedangkan untuk panjang badannya pada 1 tahun sudah satu setengah

kali panjang badan saat lahir. Pertambahan lingkar kepala juga pesat.

Pada 6 bulan pertama, pertumbuhan lingkar kepala sudah 50%.

b. Masa anak balita (12-59 bulan) Pertumbuhan fisik anak relatif lebih

pelan daripada masa bayi tetapi perkembangan motoriknya berjalan


lebih cepat. Periode penting dalam tumbuh kembang anak adalah masa

balita. Pertumbuhan dasar yang berlangsung pada masa balita akan

mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya. Masa

anak prasekolah (60-72 bulan). Pada masa ini, pertumbuhan

berlangsung dengan stabil. Terjadi perkembangandengan aktivitas

jasmani yang bertambah.

3. Prinsip dasar dalam melakukan stimulasi tumbuh kembang anak:

a. stimulasi dilakukan dengan dilandasi rasa cinta dan kasih sayang

b. selalu tunjukkan sikap dan perilaku yang baik karena anak akan meniru

tingkah laku orang-orang yang terdekat dengannya

c. berikan stimulasi sesuai dengan kelompok umur anak

d. lakukan stimulasi dengan cara mengajak anak bermain, bernyanyi,

bervariasi, menyenangkan, tanpa paksaan dan tidak ada hukuman

e. lakukan stimulasi secara bertahap dan berkelanjutan sesuai umur anak,

terhadap keempat aspek kemampuan dasar anak

f. gunakan alat bantu/permainan yang sederhana, aman dan ada di sekitar

anak

g. berikan kesempatan yang sama pada anak laki-laki dan perempuan

h. anak selalu diberi pujian, bila perlu diberi hadiah atas keberhasilannya.

4. Kemampuan dasar anak

Kemampuan dasar anak yang dirangsang dengan stimulasi terarah adalah:

a. Kemampuan gerak kasar. Gerak kasar atau motorik kasar adalah aspek

yang berhubungan dengan kemampuan anak melakukan pergerakan

dan sikap tubuh yang melibatkan otot-otot besar seperti duduk, berdiri
dsb. Contoh alat permainan: sepeda roda tiga/dua, bola, mainan yang

ditarik atau didorong

b. Kemampuan gerak halus. Gerak halus atau motorik halus adalah aspek

yang berhubungan dengan kemampuan anak melakukan gerakan

melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu dan dilakukan oleh otot-otot

kecil, tetapi memerlukan koordinasi yang cermat seperti mengamati

sesuatu,menjimpit, menulis dsb.Contoh alat permainan: gunting, pensil,

bola, balok, lilin.

c. Kemampuan bicara dan bahasa. Kemampuan bicara dan bahasa adalah

aspek yang berhubungan dengan kemampuan untuk memberikan

respons terhadap suara, berbicara, berkomunikasi, mengikuti perintah

dsb. Contoh alat permainan: puzzle, lego, buku bergambar dsb.

d. Kemampuan sosialisasi dan kemandirian. Sosialisasi dan kemandirian

adalah aspek yang berhubungan dengan kemampuan mandiri anak

(makan sendiri,membereskan mainan selesai bermain), berpisah dengan

ibu/pengasuh, bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya

dsb. Contoh alat permainan: kotak pasir, congklak gelas/piring plastik

dsb.

5. Stimulasi tumbuh kembang anak dapat dilakukan oleh:

a. Ibu dan ayah yang merupakan orang terdekat dengan anak

b. Pengganti ibu/ pengasuh anak

c. Anggota keluarga lain

d. Kelompok masyarakat di lingkungan rumah tangga masing-masing dan

dalam kehidupan sehari-hari

6. Skrening KPSP (Kuesioner Pra Skrening Perkembangan & Pertumbuhan)


KPSP UNTUK BAYI USIA 3 BULAN
NO SKRINING MOTORIK JAWAB
Pada waktu bayi telentang, apakah masing-masing lengan
dan tungkai bergerak dengan mudah? Jawab TIDAK bila Gerak
1. ya tidak
salah satu atau kedua tungkai atau lengan bayi bergerak tak Kasar
terarah/tak terkendali.
Sosialisasi
Pada waktu bayi telentang apakah ia melihat clan menatap
2. & ya tidak
wajah anda?
kemadirian
Apakah bayi dapat mengeluarkan suara-suara lain (ngoceh), Gerak
3. ya tidak
disamping menangis? halus
Pada waktu bayi telentang, apakah ia dapat mengikuti
gerakan anda dengan menggerakkan kepalanya dari
kanan/kiri ke tengah?
Gerak
4. ya tidak
halus

Pada waktu bayi telentang, apakah. ia dapat mengikuti


gerakan anda dengan menggerakkan kepalanya dari satu sisi
hampir sampai pada sisi yang lain?
Gerak
5. ya tidak
halus

Pada waktu anda mengajak bayi berbicara dan Sosialisasi


6. tersenyum,apakah ia tersenyum kembali kepada anda? & ya tidak
kemadirian
Pada waktu bayi telungkup di
7. alas yang datar, apakah ia dapat Gerak
ya tidak
mengangkat kepalanya seperti Kasar
pada gambar ini?
Pada waktu bayi telungkup di alas yang
datar, apakah ia dapat mengangkat Gerak
8. ya tidak
kepalanya sehingga membentuk sudut Kasar
45° seperti pada gambar

Pada waktu bayi telungkup di alas yang


9. datar, apakah ia dapat mengangkat Gerak ya tidak
kepalanya dengan tegak seperti pada Kasar
gambar?
Apakah bayi suka tertawa keras walau tidak digelitik atau Bicara &
10. ya tidak
diraba-raba? bahasa

KPSP UNTUK BAYI USIA 6 BULAN

MOTOR
NO SKRINING JAWAB
IK
Pada waktu bayi telentang, apakah ia dapat mengikuti gerakan anda
dengan menggerakkan kepala sepenuhnya dari satu sisi ke sisi yang Gerak Tid
1. Ya
halus ak
lain.
Dapatkah bayi mempertahankan posisi kepala dalam keadaan tegak
Gerak Tid
2. dan stabil? Jawab TIDAK bila kepala bayi cenderung jatuh ke Ya
kasar ak
kanan/kiri atau ke dadanya
Sentuhkan pensil di punggung tangan atau ujung jari bayi. (jangan
meletakkan di atas telapak tangan bayi). Apakah bayi dapat
menggenggam pensil itu selama beberapa detik? Gerak Tid
3. Ya
halus ak

Ketika bayi telungkup di alas datar, apakah


ia dapat mengangkat dada dengan kedua
Gerak Tid
4. lengannya sebagai penyangga seperti Ya
halus ak
pada gambar ?

Pernahkah bayi mengeluarkan suara gembira bernada tinggi atau Bicara & Tid
5. Ya
memekik tetapi bukan menangis? bahasa ak
Pernahkah bayi berbalik paling sedikit dua kali, dari telentang ke Gerak Tid
6. Ya
telungkup atau sebaliknya? kasar ak
Pernahkah anda melihat bayi tersenyurn ketika melihat mainan Sosialisa
7. yang lucu, gambar atau binatang peliharaan pada saat ia bermain si & Tid
Ya
sendiri? kemadir ak
ian
Dapatkah bayi mengarahkan matanya pada benda kecil sebesar
Gerak Tid
8. kacang, kismis atau uang logam? Jawab TIDAK jika ia tidak dapat Ya
halus ak
mengarahkan matanya.
Dapatkah bayi meraih mainan yang diletakkan agak jauh namun Gerak Tid
9. Ya
masih berada dalam jangkauan tangannya? halus ak
Pada posisi bayi telentang, pegang kedua tangannya lalu tarik
perlahan-lahan ke posisi duduk. Dapatkah bayi mempertahankan
lehernya secara kaku seperti gambar di sebelah kiri ? Jawab TIDAK
Gerak Tid
10. bila kepala bayi jatuh kembali seperti gambar sebelah kanan. Ya
kasar ak

KPSP UNTUK BAYI USIA 9 BULAN

MOTO
NO SKRINING JAWAB
RIK
Pada posisi bayi telentang, pegang kedua tangannya lalu tarik
perlahan-lahan ke posisi clucluk. Dapatkah bayi mempertahankan
lehernya secara kaku seperti gambar di sebelah kiri ? Jawab TIDAK
bila kepala bayi jatuh kembali seperti gambar sebelah kanan. Gerak Tida
1. Ya
kasar k

Pernahkah anda melihat bayi memindahkan mainan atau kue kering


Gerak Tida
2. dari satu tangan ke tangan yang lain? Benda?benda panjang seperti Ya
halus k
sendok atau kerincingan bertangkai tidak ikut dinilai.
Tarik perhatian bayi dengan memperlihatkan selendang, sapu
tangan atau serbet, kemudian jatuhkan ke lantai. Apakah bayi Gerak Tida
3. Ya
mencoba mencarinya? Misalnya mencari di bawah meja atau di halus k
belakang kursi?
Apakah bayi dapat memungut dua benda seperti mainan/kue
kering, dan masing-masing tangan memegang satu benda pada saat Gerak Tida
4. Ya
yang sama? Jawab TIDAK bila bayi tidak pernah melakukan halus k
perbuatan ini.
Jika anda mengangkat bayi melalui ketiaknya ke posisi berdiri,
dapatkah ia menyangga sebagian berat badan dengan kedua Gerak Tida
5. Ya
kakinya? Jawab YA bila ia mencoba berdiri dan sebagian berat kasar k
badan tertumpu pada kedua kakinya.
Dapatkah bayi memungut dengan tangannya
benda-benda kecil seperti kismis, kacang?
Gerak Tida
6. kacangan, potongan biskuit, dengan gerakan Ya
halus k
miring atau menggerapai seperti gambar ?
Tanpa disangga oleh bantal, kursi atau dinding,
7.
dapatkah bayi duduk sendiri selama 60 detik? Gerak Tida
Ya
kasar k

Apakah bayi dapat makan kue kering sendiri? Sosialis


asi & Tida
8. Ya
keman k
dirian
Pada waktu bayi bermain sendiri dan anda diam-diam datang
berdiri di belakangnya, apakah ia menengok ke belakang seperti Bicara
Tida
9. mendengar kedatangan anda? Suara keras tidak ikut dihitung. Jawab & Ya
k
YA hanya jika anda melihat reaksinya terhadap suara yang perlahan bahasa
atau bisikan.
Letakkan suatu mainan yang dinginkannya di luar jangkauan bayi, Sosialis
apakah ia mencoba mendapatkannya dengan mengulurkan lengan asi & Tida
10. Ya
atau badannya? keman k
dirian

KPSP UNTUK BAYI USIA 12 BULAN

NO SKRINING MOTORIK JAWAB


Jika anda bersembunyi di belakang sesuatu/di pojok, kemudian Sosialisasi
muncui dan menghilang secara berulang-ulang di hadapan anak, & Tida
1. Ya
apakah ia mencari anda atau mengharapkan anda muncul kemandiria k
kembali? n
Letakkan pensil di telapak tangan bayi. Coba ambil pensil
Gerak Tida
2. tersebut dengan perlahan-lahan. Sulitkah anda mendapatkan Ya
halus k
pensil itu kembali?
Apakah anak dapat berdiri selama 30 detik atau lebih dengan Gerak Tida
3. Ya
berpegangan pada kursi/meja? kasar k
Apakah anak dapat mengatakan 2 suku kata yang sama,
Bicara & Tida
4. misalnya: “ma-ma”, “da-da” atau “pa-pa”. Jawab YA bila ia Ya
bahasa k
mengeluarkan salah—satu suara tadi.
Apakah anak dapat mengangkat badannya ke posisi berdiri Gerak Tida
5. Ya
tanpa bantuan anda? kasar k
6. Apakah anak dapat membedakan anda dengan orang yang Sosialisasi Ya Tida
belum ia kenal? la akan menunjukkan sikap malu-malu atau & k
ragu-ragu pada saat permulaan bertemu dengan orang yang kemandiria
belum dikenalnya. n
Apakah anak dapat mengambil Benda kecil seperti
7.
kacang atau kismis, dengan meremas di antara Tida
Geak halus Ya
ibu jari dan jarinya seperti pada gambar? k

Apakah anak dapat duduk sendiri tanpa bantuan? Gerak Tida


8. Ya
kasar k
Sebut 2-3 kata yang dapat ditiru oleh anak (tidak perlu kata-
Bicara & Tida
9. kata yang lengkap). Apakah ia mencoba meniru menyebutkan Ya
bahasa k
kata-kata tadi ?
Tanpa bantuan, apakah anak dapat mempertemukan dua kubus
Gerak Tida
10. kecil yang ia pegang? Kerincingan bertangkai dan tutup panel Ya
halus k
tidak ikut dinilai.

KPSP UNTUK BAYI USIA 15 BULAN

MOTO
NO SKRINING JAWAB
RIK
Tanpa bantuan, apakah anak dapat mempertemukan dua kubus
Gerak
1. kecil yang ia pegang? Kerincingan bertangkai dan tutup, panci tidak Ya Tidak
halus
ikut dinilai
Apakah anak dapat jalan sendiri atau jalan dengan berpegangan? Gerak
2. Ya Tidak
kasar
Tanpa bantuan, apakah anak dapat bertepuk tangan atau melambai- Sosialis
lambai? Jawab TIDAK bila ia membutuh kemandirian kaq bantuan. asi &
3. Ya Tidak
keman
dirian
Apakah anak dapat mengatakan “papa” ketika ia
Bicara
memanggil/melihat ayahnya, atau mengatakan “mama” jika
4. & Ya Tidak
memanggil/melihat ibunya? Jawab YA bila anak mengatakan salah
bahasa
satu diantaranya.
5. Dapatkah anak berdiri sendiri tanpa berpegangan selama kira-kira 5 Gerak Ya Tidak
detik? kasar
Dapatkan anak berdiri sendiri tanpa berpegangan selama 30 detik Gerak
6. Ya Tidak
atau lebih? kasar
Tanpa berpegangan atau menyentuh lantai, apakah anak dapat
Gerak
7. membungkuk untuk memungut mainan di lantai dan kemudian Ya Tidak
kasar
berdiri kembali?
Apakah anak dapat menunjukkan apa yang diinginkannya tanpa Sosialis
menangis atau merengek? Jawab YA bila ia menunjuk, menarik atau asi &
8. Ya Tidak
mengeluarkan suara yang menyenangkan keman
dirian
Apakah anak dapat berjalan di sepanjang ruangan tanpa jatuh atau Gerak
9. Ya Tidak
terhuyung-huyung? kasar
Apakah anak dapat mengambil benda seperti
Kacang, kismis, atau potongan biscuit dengan
Gerak
10. Menggunkan ibu jari dan jari telunjuk seperti Ya Tidak
halus
pada gambar?

KPSP UNTUK BAYI USIA 18 BULAN

NO
SKRINING MOTORIK JAWAB
Tanpa bantuan, apakah anak dapat bertepuk tangan atau
Sosialisasi &
1. melambai-lambai? Jawab TIDAK bila ia membutuhkan Ya Tidak
kemandirian
bantuan.
Apakah anak dapat mengatakan “papa” ketika ia
memanggil/melihat ayahnya, atau mengatakan “mama” jika Bicara &
2. Ya Tidak
memanggil/melihat ibunya? Jawab Ya jika anak mengatakan bahasa
salah satu diantaranya.
Apakah anak dapat berdiri sendiri tanpa berpegangan selama
3. Gerak kasar Ya Tidak
kira-kira 5 detik?
Apakah anak dapat berdiri sendiri tanpa berpegangan selama
4. Gerak kasar Ya Tidak
30 detik atau lebih?
5. Tanpa berpegangan atau menyentuh lantai, apakah anak dapat Gerak kasar Ya Tidak
membungkuk untuk memungut mainan di lantai dan
kemudian berdiri kembali?
Apakah anak dapat menunjukkan apa yang diinginkannya
Sosialisasi &
6. tanpa menangis atau merengek? Jawab YA bila ia menunjuk, Ya Tidak
kemandirian
menarik atau mengeluarkan suara yang menyenangkan.
Apakah anak dapat berjalan di sepanjang ruangan tanpa jatuh
7. Gerak kasar Ya Tidak
atau terhuyung-huyung?
Apakah anak anak dapat mengambil benda kecil
Seperti kacang, kismis, atau potongan biskuit dengan
8. Gerak halus Ya Tidak
menggunakan ibu jari dan jari telunjuk seperti
pada gambar ?
Jika anda menggelindingkan bola ke anak, apakah ia Gerak halus;
9. menggelindingkan/melemparkan kembali bola pada anda? Sosialisasi & Ya Tidak
kemandirian
Apakah anak dapat memegang sendiri cangkir/gelas dan Sosialisasi &
10. Ya Tidak
minum dari tempat tersebut tanpa tumpah? kemandirian

KPSP UNTUK BAYI USIA 21 BULAN

MOTORI
NO SKRINING JAWAB
K
Tanpa berpegangan atau menyentuh lantai, apakah anak dapat
Gerak
1. membungkuk untuk memungut mainan di lantai dan kemudian Ya Tidak
kasar
berdiri kembali?
Apakah anak dapat menunjukkan apa yang diinginkannya tanpa Soialisasi
menangis atau merengek? Jawab YA bila ia menunjuk, menarik &
2. Ya Tidak
atau mengeluarkan suara yang menyenangkan. kemandiri
an
Apakah anak dapat berjalan di sepanjang ruangan tanpa jatuh Gerak
3. Ya Tidak
atau terhuyung-huyung? kasar
Apakah anak dapat mengambil benda kecil seperti kacang,
kismis, atau potongan biskuit dengan menggunakan ibu jari clan
jari telunjuk seperti pada gambar ? Gerak
4. Ya Tidak
halus

Jika anda menggelindingkan bola ke anak, apakah ia Gerak


5. Ya Tidak
menggelindingkan/melemparkan kembali bola pada anda? halus
Apakah anak dapat memegang sendiri cangkir/gelas clan minum Sosialisasi
dari tempat tersebut tanpa tumpah? &
6. Ya Tidak
kemandiri
an
Jika anda sedang melakukan pekerjaan rumah tangga, apakah Sosialisasi
anak meniru apa yang anda lakukan? &
7. Ya Tidak
kemandiri
an
Apakah anak dapat meletakkan satu kubus di atas kubus yang
Gerak
8. lain tanpa menjatuhkan kubus itu? Kubus yang digunakan ukuran Ya Tidak
halus
2.5-5.0cm
Apakah anak dapat mengucapkan paling sedikit 3 kata yang Bicara &
9. Ya Tidak
mempunyai arti selain “papa” dan “mama”?. bahasa
Apakah anak dapat berjalan mundur 5 langkah atau lebih tanpa
Gerak
10. kehilangan keseimbangan? (Anda mungkin dapat melihatnya Ya Tidak
kasar
ketika anak menarik mainannya)

KPSP UNTUK BAYI USIA 24 BULAN

MOTORI
NO SKRINING JAWAB
K
Jika anda sedang melakukan pekerjaan rumah tangga, apakah anak Sosialisasi
meniru apa yang anda lakukan? & Tida
1. Ya
kemandiri k
an
2. Apakah anak dapat meletakkan 1 buah kubus di atas kubus yang Gerak Ya Tida
lain tanpa menjatuhkan kubus itu? Kubus yang digunakan ukuran
halus k
2.5 — 5 cm.
Apakah anak dapat mengucapkan paling sedikit 3 kata yang Bicara & Tida
3. Ya
mempunyai arti selain "papa" dan "mama"? bahasa k
Apakah anak dapat berjalan mundur 5 langkah atau lebih tanpa
Gerak Tida
4. kehilangan keseimbangan? (Anda mungkin dapat melihatnya ketika Ya
kasar k
anak menarik mainannya).
Dapatkah anak melepas pakaiannya seperti: baju, rok, atau Gerak
celananya? (topi dan kaos kaki tidak ikut dinilai). halus;
sosialisasi Tida
5. Ya
& k
kemandiri
an
Dapatkah anak berjalan naik tangga sendiri? Jawab YA jika ia naik
tangga dengan posisi tegak atau berpegangan pada dinding atau
Gerak Tida
6. pegangan tangga. Jawab TIDAK jika ia naik tangga dengan Ya
kasar k
merangkak atau anda tidak membolehkan anak naik tangga atau
anak harus berpegangan pada seseorang
Tanpa bimbingan, petunjuk atau bantuan anda, dapatkah anak
7. Bicara & Tida
menunjuk dengan benar paling sedikit satu bagian badannya Ya
bahasa k
(rambut, mata, hidung, mulut, atau bagian badan yang lain)?
Dapatkah anak makan nasi sendiri tanpa banyak tumpah? Sosialisasi
& Tida
8. Ya
kemandiri k
an
Dapatkah anak membantu memungut mainannya sendiri atau Bicara & Tida
9. Ya
membantu mengangkat piring jika diminta? bahasa k
Dapatkah anak menendang bola kecil (sebesar bola tenis) ke depan Gerak Tida
10. Ya
tanpa berpegangan pada apapun? Mendorong tidak ikut dinilai kasar k

KPSP UNTUK BAYI USIA 30 BULAN

NO SKRINING MOTOR JAWAB


IK
Sosiaisa
Dapatkah anak melepas pakaiannya seperti: baju, rok, Sosialisasi & si & Tida
1. Ya
atau celananya? (topi clan kaos kaki tidak ikut dinilai) kemandi k
rian
Dapatkah anak berjalan naik tangga sendiri? Jawab YA jika ia naik
tangga dengan posisi tegak atau berpegangan pada Binding atau
Gerak Tida
2. pegangan tangga. Jawab TIDAK jika ia naik tangga dengan Ya
kasar k
merangkak atau anda tidak membolehkan anak naik tangga atau
anak harus berpegangan pada seseorang.
Tanpa bimbingan, petunjuk atau bantuan anda, dapatkah anak
Bicara & Tida
3. menunjuk dengan benar paling seclikit satu bagian badannya Ya
bahasa k
(rambut, mata, hidung, mulut, atau bagian badan yang lain)?
Dapatkah anak makan nasi sendiri tanpa banyak tumpah? Sosialisa
si & Tida
4. Ya
kemandi k
rian
Dapatkah anak membantu memungut mainannya sendiri atau Bicara & Tida
5. Ya
membantu mengangkat piring jika diminta? bahasa k
Dapatkah anak menendang bola kecil (sebesar bola tenis) Gerak
Gerak Tida
6. kasar ke depan tanpa berpegangan pada apapun? Mendorong tidak Ya
kasar k
ikut dinilai
Bila diberi pensil, apakah anak mencoret-coret kertas tanpa Gerak Tida
7. Ya
bantuan/petunjuk? halus k
Dapatkah anak meletakkan 4 buah kubus satu persatu di atas kubus
Gerak Tida
8. yang lain tanpa menjatuhkan kubus itu? Kubus yang digunakan Ya
halus k
ukuran 2.5 – 5 cm.
Dapatkah anak menggunakan 2 kata pada saat berbicara seperti
Bicara & Tida
9. “minta minum”, “mau tidur”? “Terimakasih” dan “Dadag” tidak ikut Ya
bahasa k
dinilai.
Apakah anak dapat menyebut 2 diantara gambar-gambar ini tanpa
Bicara & Tida
10. bantuan? Ya
bahasa k
KPSP UNTUK BAYI USIA 36 BULAN

NO
SKRINING MOTORIK
1. Bila diberi pensil, apakah anak mencoret-coret kertas tanpa Gerak
Ya Tidak
bantuan/petunjuk? halus
Dapatkah anak meletakkan 4 buah kubus satu persatu di atas kubus
2. Gerak
yang lain tanpa menjatuhkan kubus itu? Kubus yang digunakan Ya Tidak
halus
ukuran 2.5 – 5 cm.
Dapatkah anak menggunakan 2 kata pada saat berbicara seperti
3. Bicara &
“minta minum”; “mau tidur”? “Terimakasih” dan “Dadag” tidak ikut Ya Tidak
bahasa
dinilai.
Apakah anak dapat menyebut 2 diantara gambar-gambar ini tanpa
bantuan?

4. Bicara &
Ya Tidak
bahasa

5. Dapatkah anak melempar bola lurus ke arah perut atau dada anda Gerak
Ya Tidak
dari jarak 1,5 meter? kasar
Ikuti perintah ini dengan seksama. Jangan memberi isyarat dengan
6. telunjuk atau mata pada saat memberikan perintah berikut ini: Bicara &
Ya Tidak
“Letakkan kertas ini di lantai”. bahasa
“Letakkan kertas ini di kursi”.
“Berikan kertas ini kepada ibu”.
Dapatkah anak melaksanakan ketiga perintah tadi?
Buat garis lurus ke bawah sepanjang sekurangkurangnya 2.5 cm.
Suruh anak menggambar garis lain di samping garis tsb.
7.
Gerak
Ya Tidak
halus

Letakkan selembar kertas seukuran buku di lantai. Apakah anak


8. Gerak
dapat melompati bagian lebar kertas dengan mengangkat kedua Ya Tidak
kasar
kakinya secara bersamaan tanpa didahului lari?
Dapatkah anak mengenakan sepatunya sendiri? Sosialisa
9. si &
Ya Tidak
kemandi
rian
10. Dapatkah anak mengayuh sepeda roda tiga sejauh sedikitnya 3 Gerak
Ya Tidak
meter? kasar

KPSP UNTUK BAYI USIA 42 BULAN

MOTOR
NO SKRINING JAWAB
IK
Dapatkah anak mengenakan sepatunya sendiri? Sosialisa
si & Tida
1. Ya
kemandi k
rian
Dapatkah anak mengayuh sepeda rods tiga sejauh sedikitnya 3 Gerak Tida
2. Ya
meter? kasar k
Setelah makan, apakah anak mencuci dan mengeringkan Sosialisa
tangannya dengan balk sehingga anda ticlak perlu mengulanginya? si & Tida
3. Ya
kemandi k
rian
Suruh anak berdiri satu kaki tanpa berpegangan. Jika perlu
tunjukkan caranya clan beri anak anda kesempatan melakukannya Gerak Tida
4. Ya
3 kali. Dapatkah ia mempertahankan keseimbangan dalam waktu 2 kasar k
detik atau lebih?
Letakkan selembar kertas seukuran buku ini di lantai. Apakah anak
Gerak Tida
5. dapat melompati panjang kertas ini dengan mengangkat kedua Ya
kasar k
kakinya secara bersamaan tanpa didahului lari?
Jangan membantu anak clan jangan menyebut lingkaran. Suruh
anak menggambar seperti contoh ini di kertas kosong yang
tersedia. Dapatkah anak menggambar lingkaran?

Gerak Tida
6. Ya
halus k

Dapatkah anak meletakkan 8 buah kubus satu persatu di atas yang


7. Gerak Tida
lain tanpa menjatuhkan kubus tersebut? Ya
halus k
Kubus yang digunakan ukuran 2.5 – 5 cm.
Apakah anak dapat bermain petak umpet, ular naga atau Sosialisa
permainan lain dimana ia ikut bermain clan mengikuti aturan si & Tida
8. Ya
bermain? kemandi k
rian
Dapatkah anak mengenakan celana panjang, kemeja, baju atau Sosialisa
kaos kaki tanpa di bantu? (Tidak termasuk kemandirian si & Tida
9. Ya
memasang kancing, gesper atau ikat pinggang) kemandi k
rian

KPSP UNTUK BAYI USIA 48 BULAN

NO MOTOR
SKRINING JAWAB
IK
Dapatkah anak mengayuh sepeda roda tiga sejauh sedikitnya 3 Gerak Tida
1. Ya
meter? kasar k
Setelah makan, apakah anak mencuci dan mengeringkan Sosialisa
Tida
2. si & Ya
tangannya dengan baik sehingga anda tidak perlu mengulanginya? k
kemandi
rian
Suruh anak berdiri satu kaki tanpa berpegangan. Jika perlu
tunjukkan caranya dan beri anak anda kesempatan melakukannya Gerak Tida
3. Ya
3 kali. Dapatkah ia mempertahankan keseimbangan dalam waktu 2 kasar k
detik atau lebih?
Letakkan selembar kertas seukuran buku ini di lantai. Apakah anak
dapat melompati panjang kertas ini dengan mengangkat kedua Gerak Tida
4. Ya
kasar k
kakinya secara bersamaan tanpa didahului lari?
Jangan membantu anak dan jangan menyebut lingkaran. Suruh
anak menggambar seperti contoh ini di kertas kosong yang
tersedia. Dapatkah anak menggambar lingkaran?

Gerk Tida
5. Ya
halus k

Dapatkah anak meletakkan 8 buah kubus satu persatu di atas yang


lain tanpa menjatuhkan kubus tersebut? Gerak Tida
6. Ya
halus k
Kubus yang digunakan ukuran 2.5 – 5 cm.
Apakah anak dapat bermain petak umpet, ular naga atau Sosialisa
7.
permainan lain dimana ia ikut bermain dan mengikuti aturan si & Tida
Ya
kemandi k
bermain?
rian
Dapatkah anak mengenakan celana panjang, kemeja, baju atau Sosialisa
kaos kaki tanpa di bantu? (Tidak termasuk memasang kancing, si & Tida
8. Ya
kemandi k
gesper atau ikat pinggang)
rian
Dapatkah anak menyebutkan nama lengkapnya tanpa dibantu?
9. Jawab TIDAK jika ia hanya menyebutkan sebagian namanya atau Bicara & Ya
Tida
bahasa k
ucapannya sulit dimengerti

C. Nutrisi Balita
Anak usia balita memang sedang aktif-aktifnya untuk bermain ke sana kemari.

Nah, agar perkembangan balita Anda berjalan secara optimal, maka asupan nutrisi

yang tepat sangat dibutuhkan. Hal ini bisa Anda mulai dengan merancang pola

makan sehat untuk balita sejak dini. Tak hanya mendukung perkembangannya,

pola makan sehat untuk balita juga dapat mencegah obesitas, malnutrisi, dan

masalah kesehatan lainnya di kemudian hari.

Jika Anda bingung bagaimana cara memulainya, simak panduannya di bawah ini.

Nutrisi penting untuk mendukung pertumbuhan balita.

1. Protein

Protein berperan penting untuk membangun serta memperbaiki jaringan

yang rusak. Tak hanya itu, protein juga berperan untuk meningkatkan sistem

kekebalan tubuh anak. Oleh karena itu, asupan protein yang cukup dapat

membuat daya tahan tubuh anak lebih kuat, sehingga ia tak mudah sakit.

Nutrisi satu ini bisa Anda peroleh dari makanan, baik dari sumber nabati

maupun hewani. Daging, ayam, ikan, telur, seafood, dan kacang-kacangan

adalah sumber makanan yang kaya protein.

2. Karbohidrat

Karbohidrat berfungsi sebagai bahan energi utama tubuh. Zat gizi ini terbagi

menjadi dua bentuk, yaitu karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks.

Karbohidrat sederhana bisa Anda temukan pada gula atau makanan manis,

sedangkan karbohidrat kompleks bisa Anda temukan di makanan pokok yang

setiap hari dikonsumsi, seperti nasi, kentang, singkong, jagung, pasta, dan

sejenisnya.
Anak Anda harus membatasi karbohidrat sederhana agar terhindar dari

penyakit diabetes dan obesitas akibat terlalu banyak makan makanan manis.

3. Serat

Serat membantu memperlancar sistem pencernaan, menurunkan kadar

kolesterol, dan mengontrol kadar gula darah. Serat banyak terkandung dalam

sayuran dan buah-buahan. Jadi, biasakan anak Anda untuk makan buah dan

sayur setiap hari.

Pilih buah segar dan hindari makan buah yang sudah ditambahkan gula,

misalnya jus buah kemasan, buah kaleng, buah kering, dan manisan buah.

Selain itu, biasakan makan buah dan sayur dengan berbagai variasi warna

setiap harinya. Pasalnya, setiap warna pada buah dan sayuran mengandung gizi

yang berbeda. Misalnya, warna kuning pada lemon menandakan buah ini kaya

akan vitamin C. Sementara sayuran yang berwarna hijau pekat artinya

mengandung zat besi yang tinggi.

4. Lemak

Tak selalu buruk, lemak juga dibutuhkan tubuh untuk kesehatan. Ya,

asupan lemak yang tepat diperlukan untuk membantu penyerapan vitamin,

mengatur suhu tubuh, sumber energi, dan nutrisi untuk otak si kecil. Pastikan

anak Anda mendapatkan asupan lemak yang baik.


Lemak baik, alias lemak tak jenuh bisa Anda dapatkan dari ikan tuna,

sarden, teri, tongkol, kakap, salmon, alpukat, kacang-kacangan, dan minyak

zaitun.

Balita membutuhkan kalori sekitar 1.000-1.500 kkal per hari tergantung

dari usia, jenis kelamin, dan aktivitas fisiknya. Nah, untuk memenuhi

kebutuhan kalori tersebut, berikut contoh porsi makan yang dapat diberikan ke

anak dalam satu hari:

 Karbohidrat sebanyak 2-3 porsi. Satu porsinya setara dengan 100 gram

atau ¾ gelas belimbing.

 Protein 4–5 porsi. Satu porsinya setara dengan 35-50 gram. Anda bisa

memberikan satu ayam paha bawah atau daging setengah ukuran tangan

orang dewasa.

 Minyak 2-5 sdt.

 Buah–buahan ½-2 porsi. Satu porsinya sama dengan satu buah jeruk

besar atau sepotong semangka.

 Sayuran ½-2 porsi. Satu porsinya setara dengan satu mangkuk sayuran

matang tanpa kuah.

 Produk susu 1–2 porsi. Satu porsinya setara dengan 150-200 ml atau

segelas belimbing.

Balita idealnya makan sebanyak 5-6 kali setiap hari. Orangtua bisa

membaginya menjadi:

 Sarapan
 Camilan menjelang siang

 Makan siang

 Camilan tengah hari

 Makan malam

 Camilan sebelum tidur

Camilan malam bisa dilewati saja jika anak sudah tidur. Beberapa camilan

sehat yang bisa Anda berikan untuk si kecil adalah buah, sayur, puding,

yoghurt, keju, biskuit, dan susu.

Berikut beberapa pantangan makanan untuk balita yang harus orangtua

ketahui:

 Makanan tinggi gula seperti permen, jus dengan tambahan gula,

cokelat, es krim, soda, dan lain sebagainya. Makan yang terlalu banyak

gula akan memicu obesitas, resistensi insulin, hingga diabetes.

 Makanan tinggi asam lemak jenuh dan trans seperti gorengan,

pizza, dan martabak. Berbagai jenis makanan tersebut dapat

menyebabkan kenaikan kolesterol dan risiko penyakit jantung.

Sebaiknya, pilih makanan dengan lemak sehat seperti dari minyak

zaitun, kacang, dan alpukat.

 Junk food atau makanan siap saji. Makanan ini biasanya tinggi

karbohidrat dan garam, tapi rendah serat, vitamin, dan mineral. Oleh

sebab itu, jika dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan obesitas

hingga gangguan penyakit lainnya yang ditimbulkan akibat kegemukan.

Selain menyebabkan masalah kesehatan, obesitas juga dapat


menyebabkan anak menjadi tidak percaya diri dan cenderung menarik

diri dari lingkungan sekitarnya.

 Makanan tinggi garam. Makanan jenis ini dapat membuat

penumpukkan air di dalam tubuh, sehingga perut terasa lebih begah dan

kembung. Makanan tinggi garam juga dapat

menyebabkan hipertensi dan gangguan pembuluh darah.

(https://hellosehat.com/parenting/anak-1-sampai-5-tahun/gizi-balita/gizi-pada-

balita/diakses tgl 18/9/2021).

D. Infeksi Saluran Pernafasan Atas

1. Pengertian ISPA Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) adalah infeksi saluran

pernafasan akut yang menyerang tenggorokan, hidung dan paru-paru yang

berlangsung kurang lebih 14 hari, ISPA mengenai struktur saluran di atas laring,

tetapi kebanyakan penyakit ini mengenai bagian saluran atas dan bawah secara

stimulan atau berurutan (Muttaqin, 2008).

ISPA adalah penyakit yang menyerang salah satu bagian dan atau lebih dari

saluran pernafasan mulai dari hidung hingga alveoli termasuk jaringan

adneksanya seperti sinus, rongga telinga tengah dan pleura (Nelson, 2003).

Jadi disimpulkan bahwa ISPA adalah suatu tanda dan gejala akut akibat infeksi

yang terjadi disetiap bagian saluran pernafasan atau struktur yang berhubungan

dengan pernafasan yang berlangsung tidak lebih dari 14 hari.

2. Etiologi ISPA

Etiologi ISPA terdiri lebih dari 300 jenis bakteri, virus dan riketsia. Bakteri

penyebab ISPA antara lain adalah dari genus Streptokokus, Stafilokokus,


Pneumokokus, Hemofillus, Bordetelia dan Korinebakterium. Virus penyebab

ISPA antara lain adalah golongan Miksovirus, Adnovirus, Koronavirus,

Pikornavirus, Mikoplasma, Herpesvirus dan lain-lain (Suhandayani, 2007).

3. Klasifikasi ISPA

Klasifikasi penyakit ISPA dibedakan untuk golongan umur di bawah 2 bulan

dan untuk golongan umur 2 bulan-5 tahun (Muttaqin, 2008):

a. Golongan Umur Kurang 2 Bulan

1) Pneumonia Berat Bila disertai salah satu tanda tarikan kuat di dinding pada

bagian bawah atau napas cepat. Batas napas cepat untuk golongan umur

kurang 2 bulan yaitu 6x per menit atau lebih.

2) Bukan Pneumonia (batuk pilek biasa) Bila tidak ditemukan tanda tarikan

kuat dinding dada bagian bawah atau napas cepat. Tanda bahaya untuk

golongan umur kurang 2 bulan, yaitu:

a) Kurang bisa minum (kemampuan minumnya menurun sampai kurang

dari ½ volume yang biasa diminum)

b) Kejang

c) Kesadaran menurun

d) Stridor

e) Wheezing

f) Demam / dingin.

b. Golongan Umur 2 Bulan-5 Tahun

1) Pneumonia Berat Bila disertai napas sesak yaitu adanya tarikan di dinding

dada bagian bawah ke dalam pada waktu anak menarik nafas (pada saat

diperiksa anak harus dalam keadaan tenang, tidak menangis atau meronta).

2) Pneumonia Sedang Bila disertai napas cepat. Batas napas cepat ialah:
a) Untuk usia 2 bulan-12 bulan = 50 kali per menit atau lebih

b) Untuk usia 1-4 tahun = 40 kali per menit atau lebih.

3) Bukan Pneumonia Bila tidak ditemukan tarikan dinding dada bagian

bawah dan tidak ada napas cepat. Tanda bahaya untuk golongan umur 2

bulan-5 tahun yaitu :

a) Tidak bisa minum

b) Kejang

c) Kesadaran menurun

d) Stridor

e) Gizi buruk Klasifikasi ISPA menurut Depkes RI (2002) adalah :

a. ISPA ringan Seseorang yang menderita ISPA ringan apabila

ditemukan gejala batuk, pilek dan sesak.

b. ISPA sedang ISPA sedang apabila timbul gejala sesak nafas, suhu

tubuh lebih dari 390 C dan bila bernafas mengeluarkan suara

seperti mengorok.

c. ISPA berat Gejala meliputi: kesadaran menurun, nadi cepat atau

tidak teraba, nafsu makan menurun, bibir dan ujung nadi membiru

(sianosis) dan gelisah.

4. Penyebab penyakit ISPA

ISPA disebabkan oleh bakteri atau virus yang masuk kesaluran nafas.

Salah satu penyebab ISPA yang lain adalah asap pembakaran bahan bakar

kayu yang biasanya digunakan untuk memasak. Asap bahan bakar kayu ini

banyak menyerang lingkungan masyarakat, karena masyarakat terutama

ibu-ibu rumah tangga selalu melakukan aktifitas memasak tiap hari

menggunakan bahan bakar kayu, gas maupun minyak. Timbulnya asap


tersebut tanpa disadarinya telah mereka hirup sehari-hari, sehingga banyak

masyarakat mengeluh batuk, sesak nafas dan sulit untuk bernafas. Polusi

dari bahan bakar kayu tersebut mengandung zat-zat seperti Dry basis, Ash,

Carbon, Hidrogen, Sulfur, Nitrogen dan Oxygen yang sangat berbahaya

bagi kesehatan (Depkes RI, 2002).

5. Faktor Resiko

Faktor resiko timbulnya ISPA menurut Dharmage (2009) :

A. Faktor Demografi Faktor demografi terdiri dari 3 aspek yaitu :

1) Jenis kelamin Bila dibandingkan antara orang laki-laki dan perempuan,

lakilakilah yang banyak terserang penyakit ISPA karena mayoritas orang

laki-laki merupakan perokok dan sering berkendaraan, sehingga mereka

sering terkena polusi udara.

2) Usia Anak balita dan ibu rumah tangga yang lebih banyak terserang

penyakit ISPA. Hal ini disebabkan karena banyaknmya ibu rumah tangga

yang memasak sambil menggendong anaknya.

3) Pendidikan Pendidikan merupakan salah satu faktor yang sangat

berpengaruh dalam kesehatan, karena lemahnya manajemen kasus oleh

petugas kesehatan serta pengetahuan yang kurang di masyarakat akan

gejala dan upaya penanggulangannya, sehingga banyak kasus ISPA yang

datang kesarana pelayanan kesehatan sudah dalam keadaan berat karena

kurang mengerti bagaimana cara serta pencegahan agar tidak mudah

terserang penyakit ISPA.

B. Faktor Biologis

Faktor biologis terdiri dari 2 aspek yaitu (Notoatmodjo, 2007):


1) Status gizi Menjaga status gizi yang baik, sebenarnya bisa juga mencegah

atau terhindar dari penyakit terutama penyakit ISPA. Misal dengan

mengkonsumsi makanan 4 sehat 5 sempurna dan memperbanyak minum

air putih, olah raga yang teratur serta istirahat yang cukup. Karena

dengan tubuh yang sehat maka kekebalan tubuh akan semakin menigkat,

sehingga dapat mencegah virus ( bakteri) yang akan masuk kedalam

tubuh.

2) Faktor rumah Syarat-syarat rumah yang sehat (Suhandayani, 2007):

a) Bahan bangunan

1) Lantai : Ubin atau semen adalah baik.

Syarat yang penting disini adalah tdak berdebu pada musim kemarau dan

tidak basah pada musim hujan. Untuk memperoleh lantai tanah yang

padat (tidak berdebu) dapat ditempuh dengan menyiram air kemudian

dipadatkan dengan benda-benda yang berat, dan dilakukan berkali-kali.

Lantai yang basah dan berdebu merupakan sarang penyakit gangguan

pernapasan.

2) Dinding : Tembok adalah baik,

namun disamping mahal tembok sebenarnya kurang cocok untuk daerah

tropis, lebih-lebih bila ventilasinya tidak cukup. Dinding rumah di

daerah tropis khususnya di pedesaan lebih baik dinding atau papan.

Sebab meskipun jendela tidak cukup, maka lubang-lubang pada dinding

atau papan tersebut dapat merupakan ventilasi, dan dapat menambah

penerangan alamiah.

3) Atap Genteng : Atap genteng


adalah umum dipakai baik di daerah perkotaan maupun pedesaan.

Disamping atap genteng cocok untuk daerah tropis, juga dapat

terjangkau oleh masyarakat dan bahkan masyarakat dapat membuatnya

sendiri. Namun demikian, banyak masyarakat pedesaan yang tidak

mampu untuk itu, maka atap daun rumbai atau daun kelapa pun dapat

dipertahankan. Atap seng ataupun asbes tidak cocok untuk rumah

pedesaan, di samping mahal juga menimbulkan suhu panas didalam

rumah.

4) Lain-lain (tiang, kaso dan reng)

Kayu untuk tiang, bambu untuk kaso dan reng adalah umum di pedesaan.

Menurut pengalaman bahan-bahan ini tahan lama. Tapi perlu

diperhatikan bahwa lubanglubang bambu merupakan sarang tikus yang

baik. Untuk menghindari ini cara memotongnya barus menurut ruas-ruas

bambu tersebut, maka lubang pada ujung-ujung bambu yang digunakan

untuk kaso tersebut ditutup dengan kayu.

b) Ventilasi Ventilasi rumah mempunyai banyak fungsi.

Fungsi pertama adalah untuk menjaga agar aliran udara di dalam rumah

tersebut tetap segar. Hal ini berarti keseimbangan O2 yang diperlukan

oleh penghuni rumah tersebut tetap terjaga. Kurangnya ventilasi akan

menyebabkan O2 (oksigen) didalam rumah yang berarti kadar CO2

(karbondioksida) yang bersifat racun bagi penghuninya menjadi

meningkat. Tidak cukupnya ventilasi akan menyebabkan kelembaban

udara didalam ruangan naik karena terjadinya proses penguapan dari

kulit dan penyerapan. Kelembaban ini akan merupakan media yang baik

untuk bakteri-bakteri, patogen (bakteri-bakteri penyebab penyakit)


c) Cahaya Rumah yang sehat

Memerlukan cahaya yang cukup, tidak kurang dan tidak terlalu banyak.

Kurangnya cahaya yang masuk kedalam ruangan rumah, terutama

cahaya matahari di samping kurang nyaman, juga merupakan media atau

tempat yang baik untuk hidup dan berkembangnya bibit-bibit penyakit.

Sebaliknya terlalu banyak cahaya didalam rumah akan menyebabkan

silau, dam akhirnya dapat merusakan mata.

C. Faktor Polusi

Adapun penyebab dari faktor polusi terdiri dari 2 aspek yaitu (Lamsidi,

2003) :

1) Cerobong asap Cerobong asap sering kita jumpai diperusahaan atau

pabrik-pabrik industri yang dibuat menjulang tinggi ke atas (vertikal).

Cerobong tersebut dibuat agar asap bisa keluar ke atas terbawa oleh

angin. Cerobong asap sebaiknya dibuat horizontal tidak lagi vertikal,

sebab gas (asap) yang dibuang melalui cerobong horizontal dan

dialirkan ke bak air akan mudah larut. Setelah larut debu halus dan

asap mudah dipisahkan, sementara air yang asam bisa dinetralkan

oleh media Treated Natural Zeolid (TNZ) yang sekaligus bisa

menyerap racun dan logam berat. Langkah tersebut dilakukan supaya

tidak akan ada lagi pencemaran udara, apalagi hujan asam. Cerobong

asap juga bisa berasal dari polusi rumah tangga, polusi rumah tangga

dapat dihasilkan oleh bahan bakar untuk memasak, bahan bakar untuk

memasak yang paling banyak menyebabkan asap adalah bahan bakar

kayu atau sejenisnya seperti arang.


2) Kebiasaan merokok Satu batang rokok dibakar maka akan

mengelurkan sekitar 4.000 bahan kimia seperti nikotin, gas karbon

monoksida, nitrogen oksida, hidrogen cianida, ammonia, acrolein,

acetilen, benzol dehide, urethane, methanol, conmarin, 4-ethyl

cathecol, ortcresorperyline dan lainnya, sehingga di bahan kimia

tersebut akan beresiko terserang ISPA.

d. Faktor timbulnya penyakit

Faktor yang mempengaruhi timbulnya penyakit menurut Bloom dikutip

dari Effendy (2004) menyebutkan bahwa lingkungan merupakan salah

satu faktor yang dapat mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat, sehat

atau tidaknya lingkungan kesehatan, individu, keluarga dan masyarakat

sangat tergantung pada perilaku manusia itu sendiri. Disamping itu, derajat

kesehatan juga dipengaruhi oleh lingkungan, misalnya membuat ventilasi

rumah yang cukup untuk mengurangi polusi asap maupun polusi udara,

keturunan, misalnya dimana ada orang yang terkena penyakit ISPA di situ

juga pasti ada salah satu keluarga yang terkena penyakit ISPA karena

penyakit ISPA bisa juga disebabkan karena keturunan, dan dengan

pelayanan seharihari yang baik maka penyakit ISPA akan berkurang dan

kesehatannya sedikit demi sedikit akan membaik, dan pengaruh

mempengaruhi satu dengan yang lainnya.

6. Tanda dan gejala ISPA

merupakan proses inflamasi yang terjadi pada setiap bagian saluran pernafasan

atas maupun bawah, yang meliputi infiltrat peradangan dan edema mukosa,

kongestif vaskuler, bertambahnya sekresi mukus serta perubahan struktur

fungsi siliare (Muttaqin, 2008). Tanda dan gejala ISPA banyak bervariasi
antara lain demam, pusing, malaise (lemas), anoreksia (tidak nafsu makan),

vomitus (muntah), photophobia (takut cahaya), gelisah, batuk, keluar sekret,

stridor (suara nafas), dyspnea (kesakitan bernafas), retraksi suprasternal

(adanya tarikan dada), hipoksia (kurang oksigen), dan dapat berlanjut pada

gagal nafas apabila tidak mendapat pertolongan dan mengakibatkan kematian.

(Nelson, 2003).

Sedangkan tanda gejala ISPA menurut Depkes RI (2002) adalah :

a. Gejala dari ISPA Ringan

Seseorang anak dinyatakan menderita ISPA ringan jika ditemukan satu

atau lebih gejala-gejala sebagai berikut:

1) Batuk

2) Serak, yaitu anak bersuara parau pada waktu mengeluarkan suara

(misal pada waktu berbicara atau menangis).

3) Pilek, yaitu mengeluarkan lender atau ingus dari hidung.

4) Panas atau demam, suhu badan lebih dari 370 C atau jika dahi anak

diraba.

b. Gejala dari ISPA Sedang

Seorang anak dinyatakan menderita ISPA sedang jika dijumpai gejala

dari ISPA ringan disertai satu atau lebih gejala-gejala sebagai berikut:

1)Pernafasan lebih dari 50 kali per menit pada anak yang berumur

kurang dari satu tahun atau lebih dari 40 kali per menit pada anak

yang berumur satu tahun atau lebih. Cara menghitung pernafasan

ialah dengan menghitung jumlah tarikan nafas dalam satu menit.

Untuk menghitung dapat digunakan arloji.

2)Suhu lebih dari 390 C (diukur dengan termometer).


3) Tenggorokan berwarna merah.

4) Timbul bercak-bercak merah pada kulit menyerupai bercak

campak.

5) Telinga sakit atau mengeluarkan nanah dari lubang telinga.

6) Pernafasan berbunyi seperti mengorok (mendengkur).

7) Pernafasan berbunyi menciut-ciut.

b. Gejala dari ISPA Berat

Seorang anak dinyatakan menderita ISPA berat jika dijumpai gejala-

gejala ISPA ringan atau ISPA sedang disertai satu atau lebih gejala-

gejala sebagai berikut:

1) Bibir atau kulit membiru.

2) Lubang hidung kembang kempis (dengan cukup lebar) pada waktu

bernafas.

3) Anak tidak sadar atau kesadaran menurun.

4) Pernafasan berbunyi seperti orang mengorok dan anak tampak

gelisah.

5) Sela iga tertarik ke dalam pada waktu bernafas.

6) Nadi cepat lebih dari 160 kali per menit atau tidak teraba.

7) Tenggorokan berwarna merah.

7. Penatalaksanaan Kasus ISPA

Penemuan dini penderita pneumonia dengan penatalaksanaan kasus yang

benar merupakan strategi untuk mencapai dua dari tiga tujuanprogram (turunnya

kematian karena pneumonia dan turunnya penggunaan antibiotik dan obat batuk

yang kurang tepat pada pengobatan penyakit ISPA). Pedoman penatalaksanaan

kasus ISPA akan memberikan petunjuk standar pengobatan penyakit ISPA yang
akan berdampak mengurangi penggunaan antibiotik untuk kasus-kasus batuk

pilek biasa, serta mengurangi penggunaan obat batuk yang kurang bermanfaat.

Strategi penatalaksanaan kasus mencakup pula petunjuk tentang pemberian

makanan dan minuman sebagai bagian dari tindakan penunjang yang penting

bagi pederita ISPA . Penatalaksanaan ISPA meliputi langkah atau tindakan

sebagai berikut (Smeltzer & Bare, 2002) :

a. Pemeriksaan

Pemeriksaan artinya memperoleh informasi tentang penyakit anak dengan

mengajukan beberapa pertanyaan kepada ibunya, melihat dan

mendengarkan anak. Hal ini penting agar selama pemeriksaan anak tidak

menangis (bila menangis akan meningkatkan frekuensi napas), untuk ini

diusahakan agar anak tetap dipangku oleh ibunya. Menghitung napas

dapat dilakukan tanpa membuka baju anak. Bila baju anak tebal, mungkin

perlu membuka sedikit untuk melihat gerakan dada. Untuk melihat tarikan

dada bagian bawah, baju anak harus dibuka sedikit. Tanpa pemeriksaan

auskultasi dengan steteskop penyakit pneumonia dapat didiagnosa dan

diklassifikasi.

b. Klasifikasi ISPA

Program Pemberantasan ISPA (P2 ISPA) mengklasifikasi ISPA sebagai

berikut :

1) Pneumonia berat: ditandai secara klinis oleh adanya tarikan dinding

dada kedalam (chest indrawing).

2) Pneumonia: ditandai secara klinis oleh adanya napas cepat.


3) Bukan pneumonia: ditandai secara klinis oleh batuk pilek, bisa disertai

demam, tanpa tarikan dinding dada kedalam, tanpa napas cepat.

Rinofaringitis, faringitis dan tonsilitis tergolong bukan pneumonia.

c. Pengobatan

1) Pneumonia berat : dirawat di rumah sakit, diberikan antibiotik

parenteral, oksigendan sebagainya.

2) Pneumonia : diberi obat antibiotik kotrimoksasol peroral. Bila penderita

tidak mungkin diberi kotrimoksasol atau ternyata dengan pemberian

kontrmoksasol keadaan penderita menetap, dapat dipakai obat

antibiotik pengganti yaitu ampisilin, amoksisilin atau penisilin prokain.

3) Bukan pneumonia: tanpa pemberian obat antibiotik. Diberikan

perawatan di rumah, untuk batuk dapat digunakan obat batuk

tradisional atau obat batuk lain yang tidak mengandung zat yang

merugikan seperti kodein,dekstrometorfan dan, antihistamin. Bila

demam diberikan obat penurun panas yaitu parasetamol.

Penderitadengan gejala batuk pilek bila pada pemeriksaan tenggorokan

didapat adanya bercak nanah (eksudat) disertai pembesaran kelenjar

getah bening dileher, dianggap sebagai radang tenggorokan oleh kuman

streptococcuss dan harus diberi antibiotik (penisilin) selama 10 hari.

Tanda bahaya setiap bayi atau anak dengan tanda bahaya harus

diberikan perawatan khusus untuk pemeriksaan selanjutnya.

d. Perawatan di rumah

Beberapa hal yang perlu dikerjakan seorang ibu untuk mengatasi anaknya

yang menderita ISPA.


1) Mengatasi panas (demam) Untuk anak usia 2 bulan sampai 5 tahun

demam diatasi dengan memberikan parasetamol atau dengan kompres,

bayi dibawah 2 bulan dengan demam harus segera dirujuk. Parasetamol

diberikan 4 kali tiap 6 jam untuk waktu 2 hari. Cara pemberiannya, tablet

dibagi sesuai dengan dosisnya, kemudian digerus dan diminumkan.

Memberikan kompres, dengan menggunakan kain bersih, celupkan pada

air (tidak perlu air es).

2) Mengatasi batuk Dianjurkan memberi obat batuk yang aman yaitu

ramuan tradisional yaitu jeruk nipis ½ sendok teh dicampur dengan

kecap atau madu ½ sendok teh , diberikan tiga kali sehari.

3) Pemberian makanan Berikan makanan yang cukup gizi, sedikit-sedikit

tetapi berulangulang yaitu lebih sering dari biasanya, lebih-lebih jika

muntah. Pemberian ASI pada bayi yang menyusu tetap diteruskan.

4) Pemberian minuman Usahakan pemberian cairan (air putih, air buah dan

sebagainya) lebih banyak dari biasanya. Ini akan membantu

mengencerkan dahak, kekurangan cairan akan menambah parah sakit

yang diderita.

5) Lain-lain

a) Tidak dianjurkan mengenakan pakaian atau selimut yang terlalu tebal

dan rapat, lebih-lebih pada anak dengan demam.

b) Jika pilek, bersihkan hidung yang berguna untuk mempercepat

kesembuhan dan menghindari komplikasi yang lebih parah.

c) Usahakan lingkungan tempat tinggal yang sehat yaitu yang

berventilasi cukup dan tidak berasap.


d) Apabila selama perawatan dirumah keadaan anak memburuk maka

dianjurkan untuk membawa kedokter atau petugas kesehatan.

e) Untuk penderita yang mendapat obat antibiotik, selain tindakan diatas

usahakan agar obat yang diperoleh tersebut diberikan dengan benar

selama 5 hari penuh. Dan untuk penderita yang mendapatkan

antibiotik, usahakan agar setelah 2 hari anak dibawa kembali ke

petugas kesehatan untuk pemeriksaan ulang.

8. Pencegahan ISPA Menurut Depkes RI, (2002)

Pencegahan ISPA antara lain:

a. Menjaga kesehatan gizi agar tetap baik

Dengan menjaga kesehatan gizi yang baik maka itu akan mencegah kita atau

terhindar dari penyakit yang terutama antara lain penyakit ISPA. Misalnya

dengan mengkonsumsi makanan empat sehat lima sempurna, banyak minum air

putih, olah raga dengan teratur, serta istirahat yang cukup, kesemuanya itu akan

menjaga badan kita tetap sehat. Karena dengan tubuh yang sehat maka

kekebalan tubuh kita akan semakin meningkat, sehingga dapat mencegah virus /

bakteri penyakit yang akan masuk ke tubuh kita.

b. Imunisasi

Pemberian immunisasi sangat diperlukan baik pada anak-anak maupun orang

dewasa. Immunisasi dilakukan untuk menjaga kekebalan tubuh kita supaya tidak

mudah terserang berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh virus / bakteri.

c. Menjaga kebersihan perorangan dan lingkungan

Membuat ventilasi udara serta pencahayaan udara yang baik akan mengurangi

polusi asap dapur / asap rokok yang ada di dalam rumah, sehingga dapat

mencegah seseorang menghirup asap tersebut yang bisa menyebabkan terkena


penyakit ISPA. Ventilasi yang baikdapat memelihara kondisi sirkulasi udara

(atmosfer) agar tetap segar dan sehat bagi manusia.

d. Mencegah anak berhubungan dengan penderita ISPA

Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) ini disebabkan oleh virus/ bakteri yang

ditularkan oleh seseorang yang telah terjangkit penyakit ini melalui udara yang

tercemar dan masuk ke dalam tubuh. Bibit penyakit ini biasanya berupa virus /

bakteri di udara yang umumnya berbentuk aerosol (anatu suspensi yang

melayang di udara). Adapun bentuk aerosol yakni Droplet, Nuclei (sisa dari

sekresi saluran pernafasan yang dikeluarkan dari tubuh secara droplet dan

melayang di udara), yang kedua duet (campuran antara bibit penyakit).

(http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/124/jtptunimus-gdl-nurhadig2a-6164-2-

babii.pdf/diakses tanggal 18/9/2021)

E. Bahaya Merokok

Seperti yang kita ketahui, di zaman sekarang ada begitu banyak remaja

yang berusia kurang dari 18 tahun sudah mengonsumsi rokok. Padahal, usia

seseorang yang diperbolehkan mengonsumsi rokok adalah remaja dengan usia di

atas 18 tahun. Mengingat begitu banyak efek negatif dari rokok, sudah seharusnya

orang tua menghimbau anak agar tidak mengonsumsi rokok di usia kurang dari 18

tahun, bila perlu tidak mengonsumsinya sama sekali.

Rokok sebenarnya sudah dikenal masyarakat luas sebagai salah satu

penyebab kematian yang cukup besar di dunia. Rokok juga tidak hanya memberika

efek negatif bagi orang yang mengonsumsi saja, tetapi juga dapat membahayakan

dan memberikan efek negatif bagi orang disekitar perokok.


Beberapa hal yang terjadi pada tubuh ketika asap rokok dihisap antara lain:

1. Tekanan darah serta detak jantung Anda akan meningkat. Namun, aliran darah

ke pembuluh darah kapiler Anda berkurang.

2. Kadar oksigen dalam darah berkurang karena karbon monoksida yang ada pada

darah justru mengalami peningkatan dari asap rokok.

3. Paparan bahan kimia yang terkandung pada asap rokok menyebabkan rambut

halus di saluran pernapasan rusak. Selain itu, otot-otot kecil di saluran

pernapasan juga akan terus berkontraksi.

4. Sistem imun (kekebalan tubuh) melemah sehingga membuat Anda rentan

mengalami berbagai penyakit infeksi.

Rokok memberikan beberapa efek pada perokok salah satunya adalah

menurunkan kekebalan tubuh. Penurunan kekebalan tubuh ditandai dengan

kurangnya kemampuan tubuh dalam melawan bibit penyakit penyebab infeksi yang

masuk melalui rokok yang dihisap asapnya. Ketika seseorang merokok, tanpa

disadari, organ dan komponen imunitas mengalami kerusakan sehingga tidak dapat

bekerja dengan baik saat tubuh kekurangan asupan penting yang dibutuhkan seperti

antioksidan dan oksigen.

Selain itu, berbagai penelitian telah membuktikan ada banyak bahaya merokok

bagi kesehatan diantaranya dapat menyebabkan penyakit asma, infeksi paru-paru,

kanker mulut, kanker tenggorokan, kanker paru-paru, serangan jantung, stroke,

demensia, disfungsi ereksi (impoten), dan sebagainya.

(http://ners.unair.ac.id/site/index.php/news-fkp-unair/30-lihat/1048-bahaya-

rokok#:~:text=Selain%20itu%2C%20berbagai%20penelitian%20telah,(impoten)

%2C%20dan%20sebagainya.diakses tanggal 18/9/2021).


Dalam ilmu medis seseorang dikatakan sebagai perokok ketika sudah

mengisap lebih dari 100 batang rokok. Perokok aktif adalah seseorang yang sudah

menghabiskan 100 batang rokok dan tetap merokok dalam satu tahun terakhir.

Sedangkan perokok pasif adalah seseorang yang tinggal satu rumah dan bekerja

dalam satu ruangan bersama perokok aktif secara berkelanjutan.

Menurut para ahli, satu batang rokok mengandung kurang lebih 4000 jenis

zat berbahaya, ada 400 jenis zat yang dikenali, dan lebihnya zat bersifat

karsinogenik, satu diantaranya adalah zat nikotin yang menyebabkan kecanduan.

Zat nikotin adalah zat yang bisa menembus darah di dalam otak yang menyebabkan

otak menjadi terstimulasi atau terangsang untuk mengeluarkan suatu hormon

nikmat di dalam tubuhnya. Seorang perokok yang sudah terbiasa dengan zat

nikotin tinggi di dalam tubuh, ketika kadar nikotin berkurang, tubuh tidak bisa

secara maksimal mengeluarkan rasa nikmat di dalam tubuh, akibatnya seorang

perokok tersebut akan merasakan tidak bergairah, lemas, dan kecanduan. Dalam 7

menit pertama menghisap rokok, zat nikotin sudah menembus darah di dalam otak.

Efek samping dari merokok sendiri sangat banyak yaitu:

1. Terjadinya PPOK pada pasien.

PPOK adalah penyakit paru obstruktif kronis, menyebabkan sumbatan pada

saluran pernafasan yang sifatnya lama atau kronis dan irreversible, tidak

dapat kembali seperti semula.

2. Bronkitis

adalah sebuah peradangan pada bronkus atau saluran udara dari luar menuju

paru dimana brongkus menjadi tebal akibat lendir yang berlebihan sehingga

penderita menjadi tidak nyaman, sesak nafas, dan batuk-batuk.


3. Kanker paru.

Kanker paru adalah efek karsinogenik, efek panjang dari merokok. Pada

perokok pasif 70% hingga 80% dipastikan terkena kanker. Kanker paru

merupakan suatu keganasan dimana proknosis atau masa depannya

cenderung suram dan apabila sudah terkena namun dalam 6 bulan tidak

segera diobati dapat menyebabkan kematian.

Perokok aktif terbagi menjadi 3 jenis, sesuai dengan banyaknya batang rokok

yang dihisap, perokok aktif ringan menghisap rokok kurang dari 200 batang

pertahun, perokok aktif sedang antara 200 hingga 600 batang pertahun, dan di atas

600 batang pertahun baru dikatakan perokok aktif yang berat.

“Rokok adalah candu” merupakan sebuah kenyataan yang menyebabkan

perokok aktif yang ingin berhenti merokok sangat sulit. Keinginan berhenti

merokok harus berasal dari dalam diri sendiri, jika hanya karena paksaan atau

keinginan orang lain, merokok akan sangat sulit diberhentikan. Terapi merokok

dalam sebuah pelayanan rumah sakit akan sangat membutuhkan komitmen dari

pasien, keluarga dan dokter sendiri, dan jika sudah setengah perjalanan terapi yang

dilakukan sang pasien belum ada kemajuan maka dalam hal ini psikiater juga

dilibatkan. Maka dari itu sangat dihimbau kepada seluruh masyarakat jangan

sekedar mencoba-coba merokok karena sekali mencoba akan merasa kecanduan

selamanya. (Kontributor:dr.Meldi RSUP Dr. Sardjito,

https://sardjito.co.id/2019/10/30/bahaya-merokok/diakses tangal 18/9/2021)


ASUHAN KEBIDANAN KELUARGA

A. PENGKAJIAN

Tanggal Pengkajian : 14 April 2021

Pengkajian/Pengumpulan Data Keluarga (Keluarga)

I. STRUKTUR DAN SIFAT KELUARGA


A. Identitas Kepala Keluarga
1. Nama KK : Tn. Nuril Mahmud (NM)
2. Jenis Kelamin : Laki-laki
3. Umur/Tgl lahir : 38 tahun
4. Suku : Jawa/Indonesia
5. Agama : Islam
6. Pendidikan : SD
7. Pekerjaan : Pendulang
8. Alamat : Sanoba Kampung Baru, RT 01/RW 03

B. SUSUNAN ANGGOTA KELUARGA


No Nama Umur L/P Hub. Dgn Pendidikan Pekerjaa ket
KK n
1. Ny. 30 tahun P Istri SD IRT
Warsinih
2. An. Jendri 4 tahun L Anak Belum -
sekolah
3. An. 1 tahun P Anak Belum -
Nurrapiah sekolah

C. GENOGRAM (3 Generasi)
Ayah Ibu
67 60 47

38 35 35 29 28 27 25 24
30 22
3 1 5 5

4 1

Keterangan :

: Meninggal
: Laki laki

: perempuan

D. TIPE KELUARGA

Di keluarga Tn.NM Merupakan Nuclear Family yang terdiri dari keluarga inti
yaitu : Bapak, Ibu, dan anak.

E. TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA


1. Tahap perkembangan keluarga saat dikaji
( ) pasangan baru menikah
( ) Menjelang kelahiran anak
( ) tahap menghadapi bayi
(√ ) Menghadapi anak pra sekolah
( ) menghadapi anak sekolah
( ) menghadapi anak remaja
( ) Melepaskan anak ke masyarakat
( ) Tahapan berdua kembali
( ) tahap masa tua
F. PENGAMBILAN KEPUTUSAN
1. Pola pengambilan keputusan:
( ) otoriter ( ) suara terbanyak
( ) penawaran ( ) sendiri-sendiri
(√ ) musyawarah ( ) lain-lain ……
2. Siapakah pengambil keputusan dalam keluarga?
(√ ) ayah ( ) ibu
( ) mertua ( ) anak laki tertua
( ) anak-anak ( ) lain-lain
3. Apakah perlu bantuan orang lain untuk memecahkan masalah dalam keluarga?
( ) ya (√ ) tidak ( ) bila ya, siapa Mertua
G. HUBUNGAN DALAM KELUARGA
1. Hubungan antar anggota keluarga:
( √) harmonis ( ) tidak harmonis, alasannya ……..
2. Siapa anggota keluarga yang paling dipercaya oleh kepala keluarga untuk
membantu masalah kesehatan yang ada dalam keluarga?
( ) anak tertua (√ ) istri
( ) lain-lain, Mertua

II. KEBUTUHAN DALAM HIDUP SEHARI-HARI


(dikaji masing-masing anggota keluarga)
A. KEBUTUHAN NUTRISI
1. Pengadaan makanan keluarga sehari-hari
( ) membeli (√ ) memasak sendiri
( ) lain-lain ………
2. Komposisi jenis makanan

Jenis makanan Tidak pernah Kadang-kadang Selalu ada


Makanan pokok ( ) ( ) (√)
Lauk pauk ( ) ( ) (√)
Sayur ( ) ( ) (√)
Buah ( ) (√ ) ( )
Susu ( ) (√ ) ( )

3. Cara menyajikan makanan dalam keluarga


( ) tebuka (√ ) tertutup ( ) kadang-kadan saja ditutup

4. Pantangan terhadap makanan dalam keluarga


(√) tidak ada ( ) ada, sebutkan kepiting, udang dancumi-cumi
5. Kebiasaan keluarga dalam mengolah air minum
( ) tidak dimasak (√) dimasak ( ) kadang-kadang dimasak
6. Kebiasaan keluarga dalam mengolah makanan
( ) tidak dicuci (√ ) dipotong baru dicuci
( ) dicuci baru di potong
7. Bagaimana kebiasaan makanan dalam keluarga
(√) bersama ( ) sendiri-sendiri ( ) lain-lain ….

B. KEBUTUHAN ELIMINASI (masing-masing anggota kelurga)


1. Pola BAB : 1x per hari
2. Pola BAK : 5x per hari

C. ISTIRAHAT/TIDUR (masing-masing anggota keluarga)


1. Apakah setiap anggota keluarga mempunyai kebiasaan tidur setiap hari?
(√) ya ( ) tidak
2. Apakah setiap anggota keluarga memiliki kamar tidur masing-masing?
( ) ya (√) tidak
( ) bila tidak,bagaimana pembagian kamar tidur bersama anak tidur bersama
ibunya
3. Bila anggota keluarga yang sulit tidur, bagaimana mengatasinya? …………..
4. Istirahat/Tidur Selama Sakit (Khusus Pada Pasien)

D. AKTIVITAS DAN OLAHRAGA (Masing-masing anggota keluarga)


1. Apakah keluarga senang olahraga?
( ) ya (√ )tidak ( ) ya,sebutkan jenisnya ……….
2. Kapan biasanya olah raga dilakukan?
( ) setiap hari (√) tidak tentu
( ) setiap minggu ( ) lain-lain ……….
3. Apakah semua anggota keluarga mengikuti olah raga?
( ) ya (√ ) tidak ( ) alasannya ….
4. Aktifitas Olah Raga Selama Sakit (Khusus Pada Pasien)

E. KEBERSIHAN DIRI (Masing-masing anggota keluarga)


1. Mandi : 2x per hari
2. Sikat gigi : 2x per hari
3. Cuci rambut : 3x per minggu
4. Ganti baju : 1x sehari
5. Kebersihan Diri Selama Sakit (Khusus Pada Pasien)

F. REKREASI/WAKTU SENGGANG
1. Apakah keluarga mempunyai kebiasaan rekreasi teratur?
(√) ya, frekuensinya 1x perbulan
2. Lokasi yang sering keluarga gunakan untuk rekreasi?
( ) luar kota (√) dalam kota ( ) lain-lain, sebutkan ….
3. Apakah setiap anggota keluarga menggunakan waktu senggangnya dengan hal
yang bermanfaat?
(√) ya ( ) tidak
4. Apakah kegiatan tersebut berpengaruh tidak baik untuk dirinya?
(√ ) ya, terhadap aspek apa … ( ) tidak
5. Apakah kegiatan tersebut berpengaruh tidak baik terhadap kehidupan
keluarga?
( ) ya, apa bentuknya … (√ ) tidak
6. Rekreasi/Waktu senggang Selama Sakit (Khusus Pada Pasien)

G. POLA ASUH ANAK


1. Bagaimana keluarga mengasuh anaknya (bila ada anak dalam tabel di atas)?
( ) bebas ( ) bebas terbatas (√) sangat dilindungi
2. Harapan keluarga terhadap anak
Menjadi anak yang berbakti kepada orang tua, taat pada agama, dan sukses
dalam segala hal.

III. FAKTOR SOSIAL BUDAYA EKONOMI


A. PENGHASILAN DAN PENGELUARAN
1. Apakah setiap anggota keluarga sudah mempunyai penghasilan sendiri?
( ) ya (√ ) tidak
2. Apakah penghasilannya tersebut digunakan untuk kepentingan keluarga?
(√) ya ( ) tidak
3. Bila digabungkkan pendapatan sebulan?
( ) kurang dari Rp. 500.000 ( ) Rp. 500.000 s/d Rp. 1.000.000
(√) lebih dari Rp. 1.000.000
4. Apakah penghasilan keluarga mencukupi untuk biaya hidup sehari-hari?
(√) ya ( ) tidak ( ) bila tidak, apa yang dilakukan..
5. Apakah ayah bekerja?
(√) ya ( ) tidak
Bila ya berapa jam dalam sehari 7-8 jam Di kilo (pendulangan emas)
6. Apakah ibu bekerja?
( ) ya ( √) tidak
7. Apakah ada anggota keluarga yang mempunyai tabungan?
(√) tidak ( )ya, siapa …..
8. Siapakah pengelola keuangan dalam keluarga?
( ) ayah (√) ibu
( ) anak tertua ( ) lain-lain….

B. PENDIDIKAN (masing-masing anggota keluarga)


1. Adakah anggota keluarga yang sedang mengikuti pendidikan diluar pendidikan
formal?
( ) ya, siapa dan dimana ……… (√) tidak
2. Adakah anggota keluarga yang tidak bisa membaca?
(√) tidak ( ) ya, alasannya ……..
3. Adakah anggota keluarga yang memiliki keterampilan khusus?
(√) tidak ( ) ya, sebutkan ….
4. Bagaimana pandangan keluarga terhadap pendidikan anggota keluarga? Sangat
penting

C. SISTEM NILAI
1. Suku ayah Jawa Barat
Suku ibu Cirebon
2. Adakah nilai-nilai tertentu yang dianut yang bertentangan dengan kesehatan?
(√) tidak ( ) ya, sebutkan mengapa …..
3. Apakah keluarga mengikuti kegiatan keagamaan?
( ) tidak (√) ya, sebutkan pengajian
4. Adakah kegiatan/nilai agama yang menurut keluarga bertentangan dengan
kesehatan?
(√) tidak ( ) ya, sebutkan….
5. Apakah persepsi keluarga terhadap kesehatan?
(√) merupakan hal penting ( ) tidak merupakan masalah bagi keluarga
( ) tidak tahu
D. HUBUNGAN DENGAN MASYARAKAT
1. Apakah anggota keluarga ikut dalam organisasi kemasyarakatan khususnya
dalam bidang kesehatan?
( ) tidak, alasannya …… (√ ) ya, sebutkan rutin menimbang anaknya di
posyandu
2. Adakah penghargaan yang diterima dari masyarakat karena keikutsertaannya
dalam kegiatan kesehatan di masyarakat?
(√ ) tidak ada ( ) ada, sebutkan ……
3. Apakah keluarga cukup berpengaruh di masyarakat?
(√ ) tidak ( ) ya, contohnya …..
4. Adakah konflik keluarga dalam masyarakat?
(√) tidak ada ( ) ada, sebutkan ….
5. Apakah keluarga menggunakan foktor-faktor penunjang yang ada
dilingkungannya untuk memecahkan masalah kesehatannya?
(√ ) ya, sebutkan posyandu,puskesmas ( ) tidak, alasannya ……

IV. FAKTOR LINGKUNGAN


A. PERUMAHAN
1. Jenis rumah?
( ) pavilion (√) tersendiri ( ) petak ( ) lain-lain
2. Jenis bangunan?
( √) non permanen ( ) semi permanen ( ) permanen
3. Luas bangunan : 5 x 6 m2
4. Luas pekarangan : 250 m2
5. Status rumah?
( ) sewa bulanan (√) milik pribadi
( ) kontrakan ( ) lain-lain
6. Adakah ventilasi dirumah?
(√) ya ( ) tidak
7. Bila ya, berapa luasnya?
(√) > 10% luas lantai ( ) cukup ( ) tidak
8. Apakah cahaya dapat masuk rumah pada siang hari?
(√) ya ( ) tidak
9. Penerangan pada malam hari?
( ) pelita ( ) petromax
(√) listrik ( ) lain-lain
10. Bentuk lantai rumah?
( ) tanah (√ ) papan
( ) plester/semen ( ) ubin
11. Bagaimana kondisi kebersihan rumah secara keseluruhan?
(√ ) berdebu ( ) sampah bertebaran
( ) banyak lawa-lawanya ( ) lain-lain,sebutkan
( ) banyak lalatnya
12. Kelengkapan bagian rumah?

Bagian rumah Tidak ada Bila Ada


Kotor Bersih
Halaman √
Ruang tamu √

Ruang tidur

Ruang makan √
Dapur √
Kamar mandi √

WC
Catatan : ( adakah faktor-faktor resiko bahaya fisik )
Lingkungan rumah atau halaman yang kotor `
13. Denah rumah (dengan ukurannya)

Kamar
Mandi
Dapur & Ruang Makan

Ruang Teras
Tamu Rumah
Kamar
Kamar
2
1

B. PENGELOLAAN SAMPAH
1. Apakah keluarga mempunyai tempat pembuangan sampah?
( ) ya (√) tidak ada
Bila tidak lanjutkan ke no. 3
2. Bila ya, bagaimana kondisi tempat sampah tersebut?
(√ ) terbuka ( ) tertutup
3. Bila tidak, bagaimana pengelolaan tempat sampah rumah tangga tersebut?
( ) dibuang ke kali ( ) ditimbun
(√ ) dibakar ( ) lain-lain, sebutkan ………
( ) diambil petugas

C. SUMBER AIR
1. Apakah keluarga mempunyai sumber air?
(√) ya ( ) tidak
2. Jika ya, apa jenis sumber air?
(√ ) sumur gali ( ) pompa listrik ( ) air hujan
( ) air PAM ( ) sungai ( ) lain-lain …….
3. Apakah air untuk minum diambil dari sumber air tersebut?
(√ ) ya ( ) tidak
( ) bila tidak, bagaimana memperolehnya? dari air hujan
4. Bagaimana keadaan fisiknya (perlu observasi)?
( ) berasa (√ ) tidak berwarna
(√) tidak berasa ( ) ada pengendapan
( ) berbau ( ) tidak ada pengendapan
(√) tidak berbau ( ) berwarna
D. JAMBAN KELUARGA
1. Apakah keluarga mempunyai WC sendiri?
(√) ya ( ) tidak
( ) bila tidak, dimana tempat BAB? ………………
2. Bila ya, apa jenis jambannya?
(√)leher angsa ( ) cemplung ( ) lain-lain …….
3. Berapa jarak tempat jamban dengan sumber air minum?
( ) < 10 meter (√ ) > 10 meter

E. PEMBUANGAN AIR LIMBAH


1. Apakah rumah ini mempunyai saluran pembuangan air kotor?
(√) ya, bagaimana kondisinya (SPAL tidak permanen)
Dialirkan ke selokan belakang rumah.
F. FASILITAS SOSIAL DAN FASILITAS KESEHATAN
1. Adakah perkumpulan kegiatan kemasyarakatan/sosial diwilayah ini?
( ) tidak (√) ya, jenisnya posyandu
2. Adakah fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah ini?
( ) tidak (√) ya, jenisnya Puskesmas, Posyandu
3. Apakah keluarga menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan tersebut?
(√) ya ( ) tidak, alasannya ……
4. Apakah fasilitas pelayanan kesehatan tersebut dapat di jangkau dengan
angkutan umum dari rumah ini?
(√) ya, dengan apa motor
( ) tidak, bagaimana menanggulanginya ……..
5. Berapa jarak fasilitas kesehatan dengan rumah ini?
( ) 1 kilometer (√ ) 2 kilometer
( ) 3 kilometer ( ) lebih dari 5 kilometer

V. FAKTOR PSIKOLOGIS
A. STATUS EMOSI
1. Bagaimana respon keluarga jika ada salah satu anggota keluarga yang
berhasil?
(√) bangga ( ) acuh tak acuh ( ) lain-lain ….
2. Bagaimana respon keluarga terhadap kehilangan salah satu anggota
keluarga (terangkan)? sedih

B. KONSEP DIRI
1. Apakah keluarga dapat menerima dirinya sebagai sesuatu yang berharga
atau penting?
(√) ya ( ) tidak jelaskan …….
2. Adakah konflik harga diri sehubungan dengan tahapan tumbuh kembang?
( ) ya (√ ) tidak sebutkan dan jelaskan …..
3. Apakah ada perubahan/konflik/ketidaksesuaian peran dalam keluarga?
(√) tidak ada ( ) ada
Jika ada sebutkan dan jelaskan ………………..
C. POLA INTERAKSI
1. Kapan paling sering terjadi interaksi dalam keluarga?
( ) pagi hari ( ) tidak menentu ( ) sore hari
( ) siang hari (√) malam hari
2. Dalam situasi apa interaksi dapat terjadi?
(√) makan bersama ( ) rekreasi
( ) nonton TV ( ) lain-lain
3. Gambarkan pola interaksi keluarga? (antara ayah dengan ibu, ayah dengan
anak, ibu dengan anak, anak dengan anak)
4. Apakah yang dirasakan sebagai masalah keluarga dalam berinteraksi?
( ) bahasa ( ) budaya ( ) lain-lain, sebutkan …..
5. Sejauh mana interaksi tersebut berlangsung?
( ) hanya sekedar ( ) diskusi/sharing perasaan
( ) tidak ada interaksi
6. Adakah konflik dalam keluarga tentang pola interaksi?
(√) tidak ada ( ) ada, jelaskan ………….

D. POLA KOMUNIKASI
1. Cara komunikasi yang sering diterapkan dalam keluarga?
(√) langsung ( ) tidak langsung
2. Sifat komunikasi yang sering diterapkan dalam keluarga?
(√) terbuka ( ) tertutup
3. Siapakah anggota keluarga yang paling dominan berbicara?
(√) ayah ( ) anak
( ) ibu ( ) lain-lain ……
4. Bahasa yang sering digunakan oleh anggota keluarga?
( ) bahasa daerah (√) bahasa Indonesia
( ) lain-lain, sebutkan …..

E. POLA PERTAHANAN
1. Mekanisme penaggulangan masalah dalam keluarga di atasi secara :
( ) mandiri (√) bersama-sama
( ) meminta bantuan orang lain ( ) lain-lain, sebutkan …….
2. Bagaimana respon keluarga jika salah satu anggota keluarga bermasalah
dalam pola pertahanannya:
(√) membantu mencari jalan keluar ( ) acuh tak acuh
( ) meminta bantuan orang lain ( ) lain-lain, sebutkan …..
3. Jika masalah tidak teratasi, bagaimana keluarga menanganinya:
( ) putus asa ( ) acuh tak acuh
(√) mencari jalan keluar ( ) pasrah
( ) lain-lain, sebutkan ………..

VI. DERAJAT KESEHATAN


A. KEJADIAN KESEHATAN
1. Apakah saat ini ada anggota keluarga yang sedang menderita sakit?
(√) tidak ada ( ) ada
Jika ada sebutkan (Keluhan utama, Riwayat keluhan utama, Faktor pencetus,
Riwayat penyakit masa lalu)
Bagaimana cara penanggulangannya ………
2. Apakah ada anggota keluarga yang menderita penyakit kronis/keturunan?
(√) tidak ada ( ) ada, jelaskan ……
Jika ada, bagaimana cara menanggulanginya …………..
3. Apakah ada anggota keluarga yang sakit 1 tahun terakhir?
( ) tidak ada (√) ada, jelaskan ISPA

B. Riwayat kesehatan masing-masing anggota keluarga

No Nama Umur BB Keadaan Imunisasi Masalah Tindakan


kesehatan (BCG/polio/ kesehatan yang telah
DPT/HB/ dilakukan
campak)
1. Tn. N 38 Sehat
tahun

2. Ny. 30 Sehat
W tahun
3. An. J 4 Sehat Lengkap
tahun

4. An. 1 Sehat Lengkap


N tahun

C. PERILAKU KELUARGA DALAM PENAGGULANGAN SAKIT


1. Bagaimana kebiasaan berobat keluarga jika ada anggota keluarga yang
sakit?
( ) tidak berobat (√) ke medis
( ) beli obat sendiri ( ) ke dukun
2. Sehubungan dengan no.1, apabila beli obat sendiri apa alasannya?
( ) diberitahu tetangga/teman ( ) sudah tahu obatnya
( ) lain-lain, sebutkan ……..
3. Sehubungan dengan pertanyaan no.1, apabila berobat ke medis, kemana
mencari pertolongan medis?
( ) mantri ( ) bidan ( ) BP/rumah sakit
(√) Puskesmas ( ) dokter praktek

D. KEJADIAN CACAT
1. Adakah anggota keluarga yang menderita cacat?
( ) ada (√) tidak ada
2. Jika ada, cacat apa?
( ) fisik, sebutkan …… ( ) mental, sebutkan …….

E. PEMAHAMAN KELUARGA TENTANG PENYAKIT SPESIFIK


1. Apakah bapak/ibu pernah mendengar tentang penyakit HIV/AIDS?
(√) ya ( ) tidak
2. Bila ya, dari mana bapak/ibu mendapatkan informasi tentang
penyakitHIV/AIDS?
( ) puskesmas ( ) posyandu
( ) rumah sakit (√ ) media masa
3. Bila ya, apakah bapak/ibu tahu cara penularan penyakit HIV/AIDS?
(√) ya ( ) tidak
4. Bila ya, sebutkan cara penularan penyakit HIV/AIDS?
(√) hubungan kelamin (sex) (√) jarum suntik
(√) transfuse darah ( ) dari ibu ke anak dari palsenta/ari
( ) lain-lain ……..

VII. MASALAH KESEHATAN SPESIFIK


A. KELUARGA BERENCANA
1. Apakah bapak/ibu saat ini ikut KB?
(√ ) ya ( ) tidak
2. Bila ya, menggunakan kontrasepsi apa?
( ) spiral ( ) MOW/MOP ( ) susuk ( ) system kalender
( ) pil ( ) suntik (√ ) kondom ( ) lain-lain ….
3. Bila ya, apa alasan ibu memilih cara KB tersebut? Suami sering ke
pendulangan, tidak selalu dirumah jadi pakai kondom
4. Bila ikut KB dari mana memperoleh pelayanan KB tersebut?
(√ ) puskesmas ( ) rumah sakit ( ) posyandu
( ) praktek bidan ( ) praktek dokter ( ) BKIA/ pos KB
5. Apakah bapak/ibu selama menggunakan alat kontrasepsi mempunyai
keluhan?
( ) ya (√ ) tidak
6. Jika ya, apa keluhannya? ……………………………………….
Bagaimana cara menanggulanginya? ………………………….
7. Bila tidak ikut KB, alasannya?
( ) takut ( ) alasan agama ( ) ingin punya anak
( ) tidak di ijinkan suami ( ) alasan medis ( ) tidak tahu
8. Apakah bapak/ibu mendapat informasi tentang keluarga berencana?
(√ ) ya ( ) tidak
9. Bila ya, informasi mengenai apa? Jenis KB
10. Bila ya, darimana bapak/ibu mendapat informasi tersebut?
(√ ) Puskesmas ( ) media masa
(√ ) Posyandu ( ) lain-lain Bidan
B. KESEHATAN IBU DAN ANAK
IBU HAMIL
1. Apakah ada ibu hamil dalam keluarga ini?
( ) ya (√ ) tidak
2. Bila ya, berapa usia ibu?
( ) < 20 tahun ( ) 20-35 tahun ( ) > 35 tahun
3. Status kehamilan?
 Kehamilan ke berapa ?
 Berapa usia kehamilan ibu ?
 Apakah kehamilan yang sekarang di inginkan?
( ) ya ( ) tidak
C. Riwayat kehamilan sekarang
a. Apakah ibu memeriksakan kehamilan ?
( ) ya ( ) tidak
b. Bila tidak memeriksakan kehamilan, alasannya apa? ………
c. Bila ya, berapa kali ibu sudah memeriksakan kehamilannya?
( ) 1 kali ( ) 2 kali ( ) 3 kali
( ) 4 kali ( ) >4 kali
d. Apakah ibu mendapatkan imunisasi TT?
( ) ya ( ) tidak
e. Bila ya mendapatkan imunisasi TT, berapa kali?
( ) 1 kali ( ) 2 kali ( ) 3 kali
( ) 4 kali ( ) 5 kali
f. Apakah ibu mendapatkan tablet Fe?
( ) ya ( ) tidak
g. Bila ya mendapatkan Fe, berapa kali?
( ) 1 kali ( ) 2 kali ( ) > 2 kali
h. Apakah ibu memperoleh informasi/penuyuluhan kesehatan tentang
kehamilan?
( ) ya ( ) tidak
( ) bila ya, apa materinya KIA
i. Bila ya, darimana ibu memperoleh informasi tersebut?
( ) puskesmas ( ) kader ( ) posyandu
( ) praktek bidan ( ) praktek dokter ( ) media informasi
D. Pemeriksaan kehamilan
a. Pengukuran
Berat badan :
Tekanan darah :
b. Pemeriksaan fisik
Kepala : Wajah/muka : ( ) edema ( ) tidak
edema
Konjungtiva : ( ) anemis ( ) tidak anemis
Sclera : ( ) ikterik ( ) tidak ikterik
Hidung :
Telinga :
Leher :
Payudara : ( ) puting menonjol ( ) puting datar
( ) colostrums

Abdomen : ( ) striae
Leopold I :
Leopold II :
Leopold III :
Leopold IV : ………………….
DJJ : ………………….
Tungkai bawah : ( ) bengkak ( ) tidak bengkak
( ) varises ( ) refleks patella

IBU MENYUSUI

1. Apakah ada ibu menyusui dalam keluarga ini? ya

2. Apakah ibu menyusui bayinya? ya

3. Jika ya, berpa usia anak yang sedang di susui? 1 tahun

4. Sampai usia berapa anak ibu rencana berhenti disusui? 2 tahun


5. Jika tidak menyusui apa alasannya?

6. Apakah ibu tahu cara meneteki yang benar? ya

7. Kapan ibu member ASI pada bayinya/anaknya? Setiap anaknya mau

menyusu

8. Bagaiman pola ibu memberi ASI ( jelaskan frekwensi dan waktunya )

9. Apakah porsi makan ibu lebih banyak dari porsi makan ibu sebelum

menyusui? ya

10. Jika tidak, apa alasannya?

BAYI DAN BALITA

1. Apakah ada bayi dan balita dalam keluarga ini? ya

2. Berapa usia bayi/balita Ibu/Bapak ? 1 tahun dan 4 tahun

3. Adakah bayi atau balita yang meninggal dalam 1 tahun terakhir ini? tidak

4. Jika ya, apakah penyebabnya

5. Pernahkah ibu memperoleh informasi kesehatan mengenai perawatan tali

pusat bayi/ ? ya

6. Jika ya, apa prinsip perwatan tali pusat diganti tiap mandi

7. Apaka bayi Bapak/Ibu sudah mendapatkan imunisasi dasar? Ya dapat

8. Jika sudah, imunisasi apa saja yang telah diberikan BCG,DPT,Polio,

Campak

9. Jika sudah, dimana mendapatkan pelayanan imunisasi tersebut? Posyandu

dan Puskesmas

10. Jika belum, apa alasannya

11. Pemeriksaan fisik bayi 4 th: 1 th :

a. TB/PB : 98 cm : 78 cm

b. BB sekarang : 11,5 kg : 7,5 kg


c. BB lahir : 2900 gr : 2800 gr

d. Lila : 13 cm : 10 cm

12. Apakah bayi bapak/ibu memiliki KMS? ya

13. Jika ya, apakah ibu mengerti cara membaca KMS? tidak

14. Bagaiman kesimpulan grafik BB dalam KMS? datar

15. Dalam grafik KMS BB bayi berada pada garis kuning

16. Berapa kali bayi bapak/ibu makan dalam 1 hari? 3 kali

17. Bagaiman pengadaan bahan makanan bayi/balita? ibu memasak makanan

sendiri

18. Apa jenis makanan yang dikonsumsi bayi/balita ibu? Nasi, sayur dan ikan

laut

19. Apakah bayi/balita ibu mendapat vitamin A setiap bulan? ya

USILA

1. Apakah ada anggota keluarga yang berusia > 55 tahun? tidak

2. Apakah anggota keluarga tersebut dalam kondisi sehat/

3. Bila tidak, apa keluhan yang dialami

4. Apakah usila dibantu keluarga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari

5. Apakah usila mengikuti program usila di puskesmas

6. Jika ya, program apa yang diikuti

7. Jika tidak, apa alasannya

8. Apakah usila mengikuti kegiatan social di lingkungannya

9. Apakah ada penyakit degenerative yang dialami usila saat ini

10. Pemeriksaan fisik

TB BB TD ND RR
VIII. PEMERIKSAAN FISIK

No Variable Nama Anggota Keluarga


Tn.NM Ny. W An. J An. N
1. TTV TB: 159 cm TB : 151 cm TB/PB 98 cm TB/PB : 78 cm
BB sekarang
(TB,BB,TD,N,RR) BB: 63 kg BB : 47 kg BB sekarang:
11 kg
TD:110/90 TD:110/70 BB lahir 2900 7,8 kg
gr
mmHg mmHg BB lahir: 2800
Lila 13 cm
ND: 80xm ND : 88xm BB :11,5 kg gr
RR: 20 xm RR : 24xm Lila: 10 cm
2. Kepala tidak oedema, tidak oedema, tidak oedema, tidak oedema,
rambut bersih, rambut bersih, rambut bersih, rambut bersih
tidak ada tidak ada tidak ada
ketombe, tidak ketombe, tidak ketombe, tidak
rontok rontok rontok

3. Mata Simetris, Simetris, Simetris, Simetris,


konjungtiva tidak konjungtiva tidak konjungtiva tidak konjungtiva
anemis, sclera anemis, sclera anemis, sclera tidak anemis,
tidak ikterus tidak ikterus tidak ikterus sclera tidak
icterus
4. Hidung Bersih, tidak ada Bersih, tidak ada Bersih, tidak ada Bersih, tidak
polip, tidak ada polip, tidak ada polip, tidak ada ada polip, tidak
sekret sekret secret ada sekret

5. Telinga Simetris, tidak Simetris, tidak Simetris, tidak Simetris, tidak


ada pengeluaran ada pengeluaran ada pengeluaran ada
sekret sekret secret pengeluaran
secret
6. Mulut Bersih, Bersih, Bersih, Bersih,
Bibir lembab, Bibir lembab Bibir lembab Bibir lembab
hitam karena
kebiasaan
merokok
7. Leher Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada
pembesaran vena pembesaran vena pembesaran vena pembesaran
jugularis,dan jugularis,dan jugularis,dan vena
kelenjar tiroid kelenjar tiroid kelenjar tiroid jugularis,dan
kelenjar tiroid
8. Dada Simetris,tidak Simetris,tidak ada Simetris,tidak Simetris,tidak
ada kelainan kelainan ada kelainan ada kelainan

9. Perut/abdomen Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada


kelainan kelainan kelainan kelainan

10. Ekstremitas atas Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada
kelainan kelainan kelainan kelainan

12. Ekstremitas bawah Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada
kelainan kelainan kelainan kelainan

ANALISA DATA / DAFTAR MASALAH

NO DATA MASALAH KESEHATAN


1. DS : Ibu mengatakan anaknya susah Kurangnya pengetahuan Ibu tentang
makan pemenuhan nutrisi balita dan
DO : BB An. J usia 4 tahun berada kurangnya nafsu makan balita
pada garis kuning yaitu 11,5 kg
2. DS : Ibu mengatakan anaknya pernah Resiko terjadinya ISPA pada An.N
mengalami batuk pilek dalam satu
bulan terakhir
DO :
- BB An. N usia 1 tahun yaitu
7,9 kg
- kondisi rumah berdebu dan
lantai terbuat dari papan
- kebersihan rumah kurang
bersih
3. Kurangnya pengetahuan keluarga
DS : ibu mengatakan dalam keluarga Tn.NM mengenai bahaya merokok
ada yang mempunyai kebiasaan
merokok yaitu Tn.NM
DO : Tn.NM merokok di dalam
maupun di luar rumah

SKORING / PRIORITAS MASALAH

Kurangnya pengetahuan Ibu tentang nutrisi balita dan kurangnya nafsu makan balita

No Kriteria Perhit Skor Pembenaran


1. Sifat masalah 2/3 x 1 2/3 Kurangnya pengetahuan ibu tentang nutrisi
- Ancaman balita dan kurangnya nafsu makan balita
merupakan ancaman bagi status gizi balita
dan proses tumbuh kembangnya
2. Kemungkinan 1/2 x 2 1 Kurangnya nafsu makan dapat diubah
masalah dapat diubah meskipun memerlukan biaya
- sebagian

3. Potensial masalah 3/3 x 1 1 Setelah diberikan penyuluhan tentang


dapat dicegah nutrisi balita, Ny.W akan lebih
- tinggi memperhatikan kebutuhan nutrisi balitanya

4. Menonjolnya masalah 2/2 x 1 1


Kurangnya nafsu makan balita harus segera
- Masalah berat ditangani karena bias berakibat
dan harus terhambatnya pertumbuhan dan
segera pekembangan balita
ditangani

Jumlah skor 3 2/3

Resiko terjadinya ISPA pada An.N

No Kriteria Perhit Skor Pembenaran


1. Sifat masalah 2/3 x 1 2/3 Riwayat ISPA pada anak dan lingkungan
- Ancaman yang kurang bersih merupakan ancaman
kesehatan bagi bayi

2. Kemungkinan 1/2 x 2 1 Perilaku keluarga dalam menjaga


masalah dapat diubah kebersihan lingkungan rumah dapat diubah
- sebagian meskipun secara perlahan-lahan

3. Potensial masalah 3/3 x 1 1 Setelah mengatahui tentang ISPA dan cara


dapat dicegah menjaga kebersihan rumah dapt
- tinggi mengurangi resiko ISPA pada bayi

4. 0/2 x 1 0
Menonjolnya masalah Keluarga Tn.NM mengetahui riwayat ISPA
- Tidak pada anaknya dan kondisi rumah yang
dirasakan kurang bersihtetapi keluarga tidak
menyadari bahaya dari hal tersebut
Jumlah skor 2 2/3

Kurangnya pengetahuan keluarga Tn.N mengenai bahaya merokok

No Kriteria Perhit Skor Pembenaran


1. Sifat masalah 2/3 x 1 2/3 Merokok merupakan ancaman kesehatan
- Ancaman yang akan mengakibatkan terganggunya
kesehatan

2. Kemungkinan 1/2 x 2 1 Kebiasaan merokok bisa dihentikan sedikit


masalah dapat diubah demi sedikit dan akhirnya berhenti total
- sebagian walau membutuhkan waktu yang lama

3. Potensial masalah 3/3 x 1 1 Dengan diberikan penyuluhan tentang


dapat dicegah bahaya merokok , Tn. NM akan berhenti
- tinggi merokok

4. Menonjolnya masalah 0/2 x 1 0


Keluarga Tn.NM mengetahui kebiasaan
- Tidak Tn.NM merokok tetapi tidak menyadari
dirasakan bahaya dan dampak merokok bagi
kesehatan keluarganya

Jumlah skor 2 2/3

RENCANA TINDAKAN KEBIDANAN

No Masalah Kebidanan Tujuan Rencana asuhan


1. Kurangnya pengetahuan Setelah dilakukan a. Jelaskan pada ibu tentang
Ibu tentang nutrisi balita konseling gizi kebutuhan gizi balita
dan kurangnya nafsu diharapkan ibu b. Beri penambah nafsu
makan balita mengerti kebutuhan makan untuk balita
gizi balita c. Anjurkan ibu untuk teratur
menimbang anaknya di
posyandu
2. Resiko terjadinya ISPA Setelah dilakukan  Jelaskan pada ibu tentang
pada An.N penyuluhan pengerian dan tanda gejala
diharapkan ibu ISPA
mengerti tentang  Jelaskan pada ibu cara
pengertian ISPA, pencegahan ISPA
tanda dan gejala  Anjurkan keluarha untuk
ISPA, cara menjaga kebersihan rumah
pencegahan ISPA,
dan keluarga mau
menjaga kebersihan
lingkungan rumah

3. Kurangnya pengetahuan
keluarga Tn.NM mengenai Setelah dilakukan a. Beritahu kelusrga tentang
bahaya merokok penyuluhan tentang zat yang terkandung dalam
bahaya merokok rokok
diharapkan keluarga b. Beritahu keluarga tentang
mengeti tentang zat efek dari rokok
yang terkandung c. Beritahu keluarga tentang
dalam rokok, efek cara agar dapat berhenti
dari rokok, dan cara merokok
agar dapat berhenti d. Motivasi Tn.NM agar
merokok berhenti merokok

IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

No Masalah kebidanan Tanggal Implementasi Evaluasi (soap)


1. Kurangnya 14-4-2021  menjelaskan pada S : ibu mengatakan
pengetahuan Ibu ibu tentang anaknya mulai
tentang nutrisi balita kebutuhan gizi bertambah nafsu
dan kurangnya nafsu balita makannya setelah di
makan balita  memberi beri penambah nafsu
penambah nafsu makan
makan untuk O : An.J Nampak
balita mulai lahap saat
 menganjurkan ibu menyantap makanan
untuk teratur A : masalah teratasi
menimbang P : tetap berikan
anaknya di penambah nafsun
posyandu makan untuk An.J
2. Resiko terjadinya 14-4-2021
ISPA pada An.N a. menjelaskan pada S : ibu mengerti
ibu tentang tentang penjelasan
pengerian dan dan anjuran yang
tanda gejala ISPA telah diberikan
b. menjelaskan pada O:
ibu cara - kebersihan rumah
pencegahan ISPA sudah semakin
c. menganjurkan baik
keluarha untuk - An. N tidak
menjaga mengalami tanda
kebersihan rumah gejala ISPA
A : masalah teratasi
P : intervensi
dihentikan
3. Kurangnya 14-4-2021
pengetahuan keluarga a. memberitahu
Tn.N mengenai bahaya keluargs tentang S : Tn. N
merokok zat yang mengatakan akan
terkandung dalam mengurangi
rokok frekuensi merokok
b. memberitahu O : Tn.N merokok
keluarga tentang hanya di luar rumah
efek dari rokok dan jauh dari
c. memberitahu anggota keluarga
keluarga tentang A : masalah teratasi
cara agar dapat sebagian
berhenti merokok P : intervensi
d. memotivasi Tn.N dihentikan
agar berhenti
merokok

Anda mungkin juga menyukai