Asuhan Kebidanan Keluarga di Nabire 2022
Asuhan Kebidanan Keluarga di Nabire 2022
NM
DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SANOBA
KABUPATEN NABIRE
TAHUN 2022
Di Susun Oleh :
NADIA IRMA SULISTIYOWATI
NIM. ....................................
Asuhan kebidanan Keluarga pada “Tn.. NM” di Wilayah Kerja Puskesmas Sanoba
NIM : ................................
Asuhan kebidanan Keluarga pada “Tn.. NM” di Wilayah Kerja Puskesmas Sanoba
NIM : ................................
1. Pengertian Keluarga
Keluarga adalah kumpulan dua orang atau lebih yang hidup bersama
dengan keterikatan aturan dan emosional dan individu mempunyai peran masing
Keluarga adalah satu atau lebih individu yang tinggal bersama, sehingga
beberapa individu yang tinggal dalam sebuah keluarga yang mempunyai ikatan
perkawinan, ada hubungan keluarga, sanak famili, maupun adopsi yang hidup
2. Tipe-tipe keluarga
a. Keluarga inti (konjugal) adalah keluarga yang menikah, sebagai orang tua
atau pemberian nafkah. Keluarga inti terdiri dari suami, istri dan anak mereka
seseorang dilahirkan.
c. Keluarga besar adalah keluarga inti dan orang-orang yang berhubungan (oleh
darah), yang paling lazim menjadi anggota keluarga orientasi yaitu salah satu
Sedangkan menurut Wahid Iqbal (2006) tipe keluarga ada 15 antara lain :
a. Tradisional nuclear
Keluarga inti yang terdiri dari ayah, ibu dan anak yang tinggal dalam satu
b. Extended family
c. Reconstituted nuclear
bawaan dari perkawinan lama maupun hasil dari perkawinan baru. Satu atau
karier.
e. Dyadic nuclear
Suami istri yang sudah berumur dan tidak mempunyai anak, keduanya /
f. Single parent
Satu orang tua sebagai akibat perceraian / kematian pasangannya dan
g. Dual carrier
h. Commuter married
Suami istri / keduanya orang karier dan tinggal terpisah pada jarak tertentu,
i. Singgle adult
Wanita / pria dewasa yang tinggal sendiri dengan tidak adanya keinginan
untuk kawin.
j. Three generation
k. Institusional
l. Comunal
Satu rumah terdiri dari dua / lebih pasangan yang monogami dengan
m. Group marriage
Satu perumahan terdiri dari orang tua dan keturunananya di dalam satu
kesatuan keluarga dan tiap individu adalah kawin dengan yang lain dan
o. Cohibing couple
Dua orang atau satu pasangan yang tinggal bersama tanpa kawin.
Menurut Murwani (2008) tipe keluarga dibagi menjadi 2 yaitu :
1) Keluarga inti yaitu suatu rumah tangga yang terdiri dari suami, istri dan
2) Keluarga besar yaitu keluarga inti ditambah dengan keluarga lain yang
3) Keluarga Dyad yaitu suatu keluarga yang terdiri dari suami dan istri
tanpa anak.
4) Single parent yaitu suatu rumah tangga yang terdiri dari satu orang tua
5) Single adult yaitu suatu rumah tangga yang hanya terdiri seorang
1) The unmarriedtrenege mather yaitu keluarga yang terdiri dari orang tua
yang tidak ada hubungan saudara hidup bersama dalam satu rumah,
bersama.
6) Cohabiting couple yaitu orang dewasa yang hidup bersama diluar ikatan
8) Group network family yaitu keluarga inti yang dibatasi aturan atau
nilainilai, hidup bersama atau berdekatan satu sama lainnya dan saling
9) Foster family yaitu keluarga yang menerima anak yang tidak ada
mental.
11) Gang yaitu sebuah bentuk keluarga yang destruktif dari orang-orang
kehidupan.
berkurang setelah beberapa hari, karena ibu dan bayi tersebut mulai
tua baru.
c. Tahap III : Keluarga yang anak usia prasekolah Tahap ketiga siklus
kehidupan keluarga dimulai ketika anak pertama berusia 2,5 tahun dan
terdiri tiga hingga lima orang, dengan posisi suami - ayah, istri – ibu,
d. Tahap IV : Keluarga dengan anak usia sekolah Tahap ini dimulai ketika
anak pertama telah berusia 6 tahun dan mulai masuk sekolah dasar dan
berakhir pada usia 13 tahun, awal dari masa remaja. Keluarga biasanya
tahap ini.
e. Tahap V : Keluarga dengan anak remaja Ketika anak pertama melewati
dapat lebih singkat jika anak meninggalkan keluarga lebih awal atau
lebih lama jika anak masih tinggal dirumah hingga brumur 19 atau 20
tahun.
ketika anak terakhir meninggalkan rumah. Tahap ini dapat singkat atau
agak panjang, tergantung pada berapa banyak anak yang ada dalam
rumah atau berapa banyak anak yang belum menikah yang masih
tinggal di rumah.
g. Tahap VII : Orang tua pertengahan Tahap ketujuh dari siklus kehidupan
anak terakhir meninggalkan rumah dan berakhir pada saat pensiun atau
orangtua memasuki usia 45-55 tahun dan berakhir pada saat seorang
h. Tahap VIII : Keluarga dalam masa pensiun dan lansia Tahap terakhir
privasi, keamanan.
2) Mensosialisasikan anak.
masa tua
1) Mempertahankan kesehatan
dan anak-anak
a) Fungsi afektif
b) Fungsi sosialisasi
misalnya anak yang baru lahir dia akan menatap ayah, ibu dan orang-
c) Fungsi reproduksi
daya manusia. Maka dengan ikatan suatu perkawinan yang sah, selain
d) Fungsi ekonomi
pakaian, dan tempat tinggal. Banyak pasangan sekarang kita lihat dengan
penghasilan yang tidak seimbang antara suami dan istri hal ini menjadikan
Murwani, 2007)
interselular, berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian atau
kompleks dalam kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa serta
anak umur 0-6 tahun agar anak tumbuh dan berkembang secara optimal
2. Capaian tumbuh kembang normal pada masa bayi, balita dan anak prasekolah
berat badan lahir dan umur 1 tahun sudah 3x berat badan saat lahir.
kali panjang badan saat lahir. Pertambahan lingkar kepala juga pesat.
b. Masa anak balita (12-59 bulan) Pertumbuhan fisik anak relatif lebih
b. selalu tunjukkan sikap dan perilaku yang baik karena anak akan meniru
anak
h. anak selalu diberi pujian, bila perlu diberi hadiah atas keberhasilannya.
a. Kemampuan gerak kasar. Gerak kasar atau motorik kasar adalah aspek
dan sikap tubuh yang melibatkan otot-otot besar seperti duduk, berdiri
dsb. Contoh alat permainan: sepeda roda tiga/dua, bola, mainan yang
b. Kemampuan gerak halus. Gerak halus atau motorik halus adalah aspek
dsb.
MOTOR
NO SKRINING JAWAB
IK
Pada waktu bayi telentang, apakah ia dapat mengikuti gerakan anda
dengan menggerakkan kepala sepenuhnya dari satu sisi ke sisi yang Gerak Tid
1. Ya
halus ak
lain.
Dapatkah bayi mempertahankan posisi kepala dalam keadaan tegak
Gerak Tid
2. dan stabil? Jawab TIDAK bila kepala bayi cenderung jatuh ke Ya
kasar ak
kanan/kiri atau ke dadanya
Sentuhkan pensil di punggung tangan atau ujung jari bayi. (jangan
meletakkan di atas telapak tangan bayi). Apakah bayi dapat
menggenggam pensil itu selama beberapa detik? Gerak Tid
3. Ya
halus ak
Pernahkah bayi mengeluarkan suara gembira bernada tinggi atau Bicara & Tid
5. Ya
memekik tetapi bukan menangis? bahasa ak
Pernahkah bayi berbalik paling sedikit dua kali, dari telentang ke Gerak Tid
6. Ya
telungkup atau sebaliknya? kasar ak
Pernahkah anda melihat bayi tersenyurn ketika melihat mainan Sosialisa
7. yang lucu, gambar atau binatang peliharaan pada saat ia bermain si & Tid
Ya
sendiri? kemadir ak
ian
Dapatkah bayi mengarahkan matanya pada benda kecil sebesar
Gerak Tid
8. kacang, kismis atau uang logam? Jawab TIDAK jika ia tidak dapat Ya
halus ak
mengarahkan matanya.
Dapatkah bayi meraih mainan yang diletakkan agak jauh namun Gerak Tid
9. Ya
masih berada dalam jangkauan tangannya? halus ak
Pada posisi bayi telentang, pegang kedua tangannya lalu tarik
perlahan-lahan ke posisi duduk. Dapatkah bayi mempertahankan
lehernya secara kaku seperti gambar di sebelah kiri ? Jawab TIDAK
Gerak Tid
10. bila kepala bayi jatuh kembali seperti gambar sebelah kanan. Ya
kasar ak
MOTO
NO SKRINING JAWAB
RIK
Pada posisi bayi telentang, pegang kedua tangannya lalu tarik
perlahan-lahan ke posisi clucluk. Dapatkah bayi mempertahankan
lehernya secara kaku seperti gambar di sebelah kiri ? Jawab TIDAK
bila kepala bayi jatuh kembali seperti gambar sebelah kanan. Gerak Tida
1. Ya
kasar k
MOTO
NO SKRINING JAWAB
RIK
Tanpa bantuan, apakah anak dapat mempertemukan dua kubus
Gerak
1. kecil yang ia pegang? Kerincingan bertangkai dan tutup, panci tidak Ya Tidak
halus
ikut dinilai
Apakah anak dapat jalan sendiri atau jalan dengan berpegangan? Gerak
2. Ya Tidak
kasar
Tanpa bantuan, apakah anak dapat bertepuk tangan atau melambai- Sosialis
lambai? Jawab TIDAK bila ia membutuh kemandirian kaq bantuan. asi &
3. Ya Tidak
keman
dirian
Apakah anak dapat mengatakan “papa” ketika ia
Bicara
memanggil/melihat ayahnya, atau mengatakan “mama” jika
4. & Ya Tidak
memanggil/melihat ibunya? Jawab YA bila anak mengatakan salah
bahasa
satu diantaranya.
5. Dapatkah anak berdiri sendiri tanpa berpegangan selama kira-kira 5 Gerak Ya Tidak
detik? kasar
Dapatkan anak berdiri sendiri tanpa berpegangan selama 30 detik Gerak
6. Ya Tidak
atau lebih? kasar
Tanpa berpegangan atau menyentuh lantai, apakah anak dapat
Gerak
7. membungkuk untuk memungut mainan di lantai dan kemudian Ya Tidak
kasar
berdiri kembali?
Apakah anak dapat menunjukkan apa yang diinginkannya tanpa Sosialis
menangis atau merengek? Jawab YA bila ia menunjuk, menarik atau asi &
8. Ya Tidak
mengeluarkan suara yang menyenangkan keman
dirian
Apakah anak dapat berjalan di sepanjang ruangan tanpa jatuh atau Gerak
9. Ya Tidak
terhuyung-huyung? kasar
Apakah anak dapat mengambil benda seperti
Kacang, kismis, atau potongan biscuit dengan
Gerak
10. Menggunkan ibu jari dan jari telunjuk seperti Ya Tidak
halus
pada gambar?
NO
SKRINING MOTORIK JAWAB
Tanpa bantuan, apakah anak dapat bertepuk tangan atau
Sosialisasi &
1. melambai-lambai? Jawab TIDAK bila ia membutuhkan Ya Tidak
kemandirian
bantuan.
Apakah anak dapat mengatakan “papa” ketika ia
memanggil/melihat ayahnya, atau mengatakan “mama” jika Bicara &
2. Ya Tidak
memanggil/melihat ibunya? Jawab Ya jika anak mengatakan bahasa
salah satu diantaranya.
Apakah anak dapat berdiri sendiri tanpa berpegangan selama
3. Gerak kasar Ya Tidak
kira-kira 5 detik?
Apakah anak dapat berdiri sendiri tanpa berpegangan selama
4. Gerak kasar Ya Tidak
30 detik atau lebih?
5. Tanpa berpegangan atau menyentuh lantai, apakah anak dapat Gerak kasar Ya Tidak
membungkuk untuk memungut mainan di lantai dan
kemudian berdiri kembali?
Apakah anak dapat menunjukkan apa yang diinginkannya
Sosialisasi &
6. tanpa menangis atau merengek? Jawab YA bila ia menunjuk, Ya Tidak
kemandirian
menarik atau mengeluarkan suara yang menyenangkan.
Apakah anak dapat berjalan di sepanjang ruangan tanpa jatuh
7. Gerak kasar Ya Tidak
atau terhuyung-huyung?
Apakah anak anak dapat mengambil benda kecil
Seperti kacang, kismis, atau potongan biskuit dengan
8. Gerak halus Ya Tidak
menggunakan ibu jari dan jari telunjuk seperti
pada gambar ?
Jika anda menggelindingkan bola ke anak, apakah ia Gerak halus;
9. menggelindingkan/melemparkan kembali bola pada anda? Sosialisasi & Ya Tidak
kemandirian
Apakah anak dapat memegang sendiri cangkir/gelas dan Sosialisasi &
10. Ya Tidak
minum dari tempat tersebut tanpa tumpah? kemandirian
MOTORI
NO SKRINING JAWAB
K
Tanpa berpegangan atau menyentuh lantai, apakah anak dapat
Gerak
1. membungkuk untuk memungut mainan di lantai dan kemudian Ya Tidak
kasar
berdiri kembali?
Apakah anak dapat menunjukkan apa yang diinginkannya tanpa Soialisasi
menangis atau merengek? Jawab YA bila ia menunjuk, menarik &
2. Ya Tidak
atau mengeluarkan suara yang menyenangkan. kemandiri
an
Apakah anak dapat berjalan di sepanjang ruangan tanpa jatuh Gerak
3. Ya Tidak
atau terhuyung-huyung? kasar
Apakah anak dapat mengambil benda kecil seperti kacang,
kismis, atau potongan biskuit dengan menggunakan ibu jari clan
jari telunjuk seperti pada gambar ? Gerak
4. Ya Tidak
halus
MOTORI
NO SKRINING JAWAB
K
Jika anda sedang melakukan pekerjaan rumah tangga, apakah anak Sosialisasi
meniru apa yang anda lakukan? & Tida
1. Ya
kemandiri k
an
2. Apakah anak dapat meletakkan 1 buah kubus di atas kubus yang Gerak Ya Tida
lain tanpa menjatuhkan kubus itu? Kubus yang digunakan ukuran
halus k
2.5 — 5 cm.
Apakah anak dapat mengucapkan paling sedikit 3 kata yang Bicara & Tida
3. Ya
mempunyai arti selain "papa" dan "mama"? bahasa k
Apakah anak dapat berjalan mundur 5 langkah atau lebih tanpa
Gerak Tida
4. kehilangan keseimbangan? (Anda mungkin dapat melihatnya ketika Ya
kasar k
anak menarik mainannya).
Dapatkah anak melepas pakaiannya seperti: baju, rok, atau Gerak
celananya? (topi dan kaos kaki tidak ikut dinilai). halus;
sosialisasi Tida
5. Ya
& k
kemandiri
an
Dapatkah anak berjalan naik tangga sendiri? Jawab YA jika ia naik
tangga dengan posisi tegak atau berpegangan pada dinding atau
Gerak Tida
6. pegangan tangga. Jawab TIDAK jika ia naik tangga dengan Ya
kasar k
merangkak atau anda tidak membolehkan anak naik tangga atau
anak harus berpegangan pada seseorang
Tanpa bimbingan, petunjuk atau bantuan anda, dapatkah anak
7. Bicara & Tida
menunjuk dengan benar paling sedikit satu bagian badannya Ya
bahasa k
(rambut, mata, hidung, mulut, atau bagian badan yang lain)?
Dapatkah anak makan nasi sendiri tanpa banyak tumpah? Sosialisasi
& Tida
8. Ya
kemandiri k
an
Dapatkah anak membantu memungut mainannya sendiri atau Bicara & Tida
9. Ya
membantu mengangkat piring jika diminta? bahasa k
Dapatkah anak menendang bola kecil (sebesar bola tenis) ke depan Gerak Tida
10. Ya
tanpa berpegangan pada apapun? Mendorong tidak ikut dinilai kasar k
NO
SKRINING MOTORIK
1. Bila diberi pensil, apakah anak mencoret-coret kertas tanpa Gerak
Ya Tidak
bantuan/petunjuk? halus
Dapatkah anak meletakkan 4 buah kubus satu persatu di atas kubus
2. Gerak
yang lain tanpa menjatuhkan kubus itu? Kubus yang digunakan Ya Tidak
halus
ukuran 2.5 – 5 cm.
Dapatkah anak menggunakan 2 kata pada saat berbicara seperti
3. Bicara &
“minta minum”; “mau tidur”? “Terimakasih” dan “Dadag” tidak ikut Ya Tidak
bahasa
dinilai.
Apakah anak dapat menyebut 2 diantara gambar-gambar ini tanpa
bantuan?
4. Bicara &
Ya Tidak
bahasa
5. Dapatkah anak melempar bola lurus ke arah perut atau dada anda Gerak
Ya Tidak
dari jarak 1,5 meter? kasar
Ikuti perintah ini dengan seksama. Jangan memberi isyarat dengan
6. telunjuk atau mata pada saat memberikan perintah berikut ini: Bicara &
Ya Tidak
“Letakkan kertas ini di lantai”. bahasa
“Letakkan kertas ini di kursi”.
“Berikan kertas ini kepada ibu”.
Dapatkah anak melaksanakan ketiga perintah tadi?
Buat garis lurus ke bawah sepanjang sekurangkurangnya 2.5 cm.
Suruh anak menggambar garis lain di samping garis tsb.
7.
Gerak
Ya Tidak
halus
MOTOR
NO SKRINING JAWAB
IK
Dapatkah anak mengenakan sepatunya sendiri? Sosialisa
si & Tida
1. Ya
kemandi k
rian
Dapatkah anak mengayuh sepeda rods tiga sejauh sedikitnya 3 Gerak Tida
2. Ya
meter? kasar k
Setelah makan, apakah anak mencuci dan mengeringkan Sosialisa
tangannya dengan balk sehingga anda ticlak perlu mengulanginya? si & Tida
3. Ya
kemandi k
rian
Suruh anak berdiri satu kaki tanpa berpegangan. Jika perlu
tunjukkan caranya clan beri anak anda kesempatan melakukannya Gerak Tida
4. Ya
3 kali. Dapatkah ia mempertahankan keseimbangan dalam waktu 2 kasar k
detik atau lebih?
Letakkan selembar kertas seukuran buku ini di lantai. Apakah anak
Gerak Tida
5. dapat melompati panjang kertas ini dengan mengangkat kedua Ya
kasar k
kakinya secara bersamaan tanpa didahului lari?
Jangan membantu anak clan jangan menyebut lingkaran. Suruh
anak menggambar seperti contoh ini di kertas kosong yang
tersedia. Dapatkah anak menggambar lingkaran?
Gerak Tida
6. Ya
halus k
NO MOTOR
SKRINING JAWAB
IK
Dapatkah anak mengayuh sepeda roda tiga sejauh sedikitnya 3 Gerak Tida
1. Ya
meter? kasar k
Setelah makan, apakah anak mencuci dan mengeringkan Sosialisa
Tida
2. si & Ya
tangannya dengan baik sehingga anda tidak perlu mengulanginya? k
kemandi
rian
Suruh anak berdiri satu kaki tanpa berpegangan. Jika perlu
tunjukkan caranya dan beri anak anda kesempatan melakukannya Gerak Tida
3. Ya
3 kali. Dapatkah ia mempertahankan keseimbangan dalam waktu 2 kasar k
detik atau lebih?
Letakkan selembar kertas seukuran buku ini di lantai. Apakah anak
dapat melompati panjang kertas ini dengan mengangkat kedua Gerak Tida
4. Ya
kasar k
kakinya secara bersamaan tanpa didahului lari?
Jangan membantu anak dan jangan menyebut lingkaran. Suruh
anak menggambar seperti contoh ini di kertas kosong yang
tersedia. Dapatkah anak menggambar lingkaran?
Gerk Tida
5. Ya
halus k
C. Nutrisi Balita
Anak usia balita memang sedang aktif-aktifnya untuk bermain ke sana kemari.
Nah, agar perkembangan balita Anda berjalan secara optimal, maka asupan nutrisi
yang tepat sangat dibutuhkan. Hal ini bisa Anda mulai dengan merancang pola
makan sehat untuk balita sejak dini. Tak hanya mendukung perkembangannya,
pola makan sehat untuk balita juga dapat mencegah obesitas, malnutrisi, dan
Jika Anda bingung bagaimana cara memulainya, simak panduannya di bawah ini.
1. Protein
yang rusak. Tak hanya itu, protein juga berperan untuk meningkatkan sistem
kekebalan tubuh anak. Oleh karena itu, asupan protein yang cukup dapat
membuat daya tahan tubuh anak lebih kuat, sehingga ia tak mudah sakit.
Nutrisi satu ini bisa Anda peroleh dari makanan, baik dari sumber nabati
2. Karbohidrat
Karbohidrat berfungsi sebagai bahan energi utama tubuh. Zat gizi ini terbagi
Karbohidrat sederhana bisa Anda temukan pada gula atau makanan manis,
setiap hari dikonsumsi, seperti nasi, kentang, singkong, jagung, pasta, dan
sejenisnya.
Anak Anda harus membatasi karbohidrat sederhana agar terhindar dari
penyakit diabetes dan obesitas akibat terlalu banyak makan makanan manis.
3. Serat
kolesterol, dan mengontrol kadar gula darah. Serat banyak terkandung dalam
sayuran dan buah-buahan. Jadi, biasakan anak Anda untuk makan buah dan
Pilih buah segar dan hindari makan buah yang sudah ditambahkan gula,
misalnya jus buah kemasan, buah kaleng, buah kering, dan manisan buah.
Selain itu, biasakan makan buah dan sayur dengan berbagai variasi warna
setiap harinya. Pasalnya, setiap warna pada buah dan sayuran mengandung gizi
yang berbeda. Misalnya, warna kuning pada lemon menandakan buah ini kaya
4. Lemak
Tak selalu buruk, lemak juga dibutuhkan tubuh untuk kesehatan. Ya,
mengatur suhu tubuh, sumber energi, dan nutrisi untuk otak si kecil. Pastikan
zaitun.
dari usia, jenis kelamin, dan aktivitas fisiknya. Nah, untuk memenuhi
kebutuhan kalori tersebut, berikut contoh porsi makan yang dapat diberikan ke
Karbohidrat sebanyak 2-3 porsi. Satu porsinya setara dengan 100 gram
Protein 4–5 porsi. Satu porsinya setara dengan 35-50 gram. Anda bisa
memberikan satu ayam paha bawah atau daging setengah ukuran tangan
orang dewasa.
Buah–buahan ½-2 porsi. Satu porsinya sama dengan satu buah jeruk
Sayuran ½-2 porsi. Satu porsinya setara dengan satu mangkuk sayuran
Produk susu 1–2 porsi. Satu porsinya setara dengan 150-200 ml atau
segelas belimbing.
Balita idealnya makan sebanyak 5-6 kali setiap hari. Orangtua bisa
membaginya menjadi:
Sarapan
Camilan menjelang siang
Makan siang
Makan malam
Camilan malam bisa dilewati saja jika anak sudah tidur. Beberapa camilan
sehat yang bisa Anda berikan untuk si kecil adalah buah, sayur, puding,
ketahui:
cokelat, es krim, soda, dan lain sebagainya. Makan yang terlalu banyak
karbohidrat dan garam, tapi rendah serat, vitamin, dan mineral. Oleh
penumpukkan air di dalam tubuh, sehingga perut terasa lebih begah dan
(https://hellosehat.com/parenting/anak-1-sampai-5-tahun/gizi-balita/gizi-pada-
1. Pengertian ISPA Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) adalah infeksi saluran
berlangsung kurang lebih 14 hari, ISPA mengenai struktur saluran di atas laring,
tetapi kebanyakan penyakit ini mengenai bagian saluran atas dan bawah secara
ISPA adalah penyakit yang menyerang salah satu bagian dan atau lebih dari
adneksanya seperti sinus, rongga telinga tengah dan pleura (Nelson, 2003).
Jadi disimpulkan bahwa ISPA adalah suatu tanda dan gejala akut akibat infeksi
yang terjadi disetiap bagian saluran pernafasan atau struktur yang berhubungan
2. Etiologi ISPA
Etiologi ISPA terdiri lebih dari 300 jenis bakteri, virus dan riketsia. Bakteri
3. Klasifikasi ISPA
1) Pneumonia Berat Bila disertai salah satu tanda tarikan kuat di dinding pada
bagian bawah atau napas cepat. Batas napas cepat untuk golongan umur
2) Bukan Pneumonia (batuk pilek biasa) Bila tidak ditemukan tanda tarikan
kuat dinding dada bagian bawah atau napas cepat. Tanda bahaya untuk
b) Kejang
c) Kesadaran menurun
d) Stridor
e) Wheezing
f) Demam / dingin.
1) Pneumonia Berat Bila disertai napas sesak yaitu adanya tarikan di dinding
dada bagian bawah ke dalam pada waktu anak menarik nafas (pada saat
diperiksa anak harus dalam keadaan tenang, tidak menangis atau meronta).
2) Pneumonia Sedang Bila disertai napas cepat. Batas napas cepat ialah:
a) Untuk usia 2 bulan-12 bulan = 50 kali per menit atau lebih
bawah dan tidak ada napas cepat. Tanda bahaya untuk golongan umur 2
b) Kejang
c) Kesadaran menurun
d) Stridor
b. ISPA sedang ISPA sedang apabila timbul gejala sesak nafas, suhu
seperti mengorok.
tidak teraba, nafsu makan menurun, bibir dan ujung nadi membiru
ISPA disebabkan oleh bakteri atau virus yang masuk kesaluran nafas.
Salah satu penyebab ISPA yang lain adalah asap pembakaran bahan bakar
kayu yang biasanya digunakan untuk memasak. Asap bahan bakar kayu ini
masyarakat mengeluh batuk, sesak nafas dan sulit untuk bernafas. Polusi
dari bahan bakar kayu tersebut mengandung zat-zat seperti Dry basis, Ash,
5. Faktor Resiko
2) Usia Anak balita dan ibu rumah tangga yang lebih banyak terserang
penyakit ISPA. Hal ini disebabkan karena banyaknmya ibu rumah tangga
B. Faktor Biologis
air putih, olah raga yang teratur serta istirahat yang cukup. Karena
dengan tubuh yang sehat maka kekebalan tubuh akan semakin menigkat,
tubuh.
a) Bahan bangunan
Syarat yang penting disini adalah tdak berdebu pada musim kemarau dan
tidak basah pada musim hujan. Untuk memperoleh lantai tanah yang
pernapasan.
penerangan alamiah.
mampu untuk itu, maka atap daun rumbai atau daun kelapa pun dapat
rumah.
Kayu untuk tiang, bambu untuk kaso dan reng adalah umum di pedesaan.
Fungsi pertama adalah untuk menjaga agar aliran udara di dalam rumah
kulit dan penyerapan. Kelembaban ini akan merupakan media yang baik
Memerlukan cahaya yang cukup, tidak kurang dan tidak terlalu banyak.
C. Faktor Polusi
Adapun penyebab dari faktor polusi terdiri dari 2 aspek yaitu (Lamsidi,
2003) :
Cerobong tersebut dibuat agar asap bisa keluar ke atas terbawa oleh
dialirkan ke bak air akan mudah larut. Setelah larut debu halus dan
tidak akan ada lagi pencemaran udara, apalagi hujan asam. Cerobong
asap juga bisa berasal dari polusi rumah tangga, polusi rumah tangga
dapat dihasilkan oleh bahan bakar untuk memasak, bahan bakar untuk
sangat tergantung pada perilaku manusia itu sendiri. Disamping itu, derajat
rumah yang cukup untuk mengurangi polusi asap maupun polusi udara,
keturunan, misalnya dimana ada orang yang terkena penyakit ISPA di situ
juga pasti ada salah satu keluarga yang terkena penyakit ISPA karena
pelayanan seharihari yang baik maka penyakit ISPA akan berkurang dan
merupakan proses inflamasi yang terjadi pada setiap bagian saluran pernafasan
atas maupun bawah, yang meliputi infiltrat peradangan dan edema mukosa,
fungsi siliare (Muttaqin, 2008). Tanda dan gejala ISPA banyak bervariasi
antara lain demam, pusing, malaise (lemas), anoreksia (tidak nafsu makan),
(adanya tarikan dada), hipoksia (kurang oksigen), dan dapat berlanjut pada
(Nelson, 2003).
1) Batuk
4) Panas atau demam, suhu badan lebih dari 370 C atau jika dahi anak
diraba.
dari ISPA ringan disertai satu atau lebih gejala-gejala sebagai berikut:
1)Pernafasan lebih dari 50 kali per menit pada anak yang berumur
kurang dari satu tahun atau lebih dari 40 kali per menit pada anak
campak.
gejala ISPA ringan atau ISPA sedang disertai satu atau lebih gejala-
bernafas.
gelisah.
6) Nadi cepat lebih dari 160 kali per menit atau tidak teraba.
benar merupakan strategi untuk mencapai dua dari tiga tujuanprogram (turunnya
kematian karena pneumonia dan turunnya penggunaan antibiotik dan obat batuk
kasus ISPA akan memberikan petunjuk standar pengobatan penyakit ISPA yang
akan berdampak mengurangi penggunaan antibiotik untuk kasus-kasus batuk
pilek biasa, serta mengurangi penggunaan obat batuk yang kurang bermanfaat.
makanan dan minuman sebagai bagian dari tindakan penunjang yang penting
a. Pemeriksaan
mendengarkan anak. Hal ini penting agar selama pemeriksaan anak tidak
dapat dilakukan tanpa membuka baju anak. Bila baju anak tebal, mungkin
perlu membuka sedikit untuk melihat gerakan dada. Untuk melihat tarikan
dada bagian bawah, baju anak harus dibuka sedikit. Tanpa pemeriksaan
diklassifikasi.
b. Klasifikasi ISPA
berikut :
c. Pengobatan
tradisional atau obat batuk lain yang tidak mengandung zat yang
Tanda bahaya setiap bayi atau anak dengan tanda bahaya harus
d. Perawatan di rumah
Beberapa hal yang perlu dikerjakan seorang ibu untuk mengatasi anaknya
diberikan 4 kali tiap 6 jam untuk waktu 2 hari. Cara pemberiannya, tablet
4) Pemberian minuman Usahakan pemberian cairan (air putih, air buah dan
yang diderita.
5) Lain-lain
Dengan menjaga kesehatan gizi yang baik maka itu akan mencegah kita atau
terhindar dari penyakit yang terutama antara lain penyakit ISPA. Misalnya
dengan mengkonsumsi makanan empat sehat lima sempurna, banyak minum air
putih, olah raga dengan teratur, serta istirahat yang cukup, kesemuanya itu akan
menjaga badan kita tetap sehat. Karena dengan tubuh yang sehat maka
kekebalan tubuh kita akan semakin meningkat, sehingga dapat mencegah virus /
b. Imunisasi
dewasa. Immunisasi dilakukan untuk menjaga kekebalan tubuh kita supaya tidak
mudah terserang berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh virus / bakteri.
Membuat ventilasi udara serta pencahayaan udara yang baik akan mengurangi
polusi asap dapur / asap rokok yang ada di dalam rumah, sehingga dapat
Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) ini disebabkan oleh virus/ bakteri yang
ditularkan oleh seseorang yang telah terjangkit penyakit ini melalui udara yang
tercemar dan masuk ke dalam tubuh. Bibit penyakit ini biasanya berupa virus /
melayang di udara). Adapun bentuk aerosol yakni Droplet, Nuclei (sisa dari
sekresi saluran pernafasan yang dikeluarkan dari tubuh secara droplet dan
(http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/124/jtptunimus-gdl-nurhadig2a-6164-2-
E. Bahaya Merokok
Seperti yang kita ketahui, di zaman sekarang ada begitu banyak remaja
yang berusia kurang dari 18 tahun sudah mengonsumsi rokok. Padahal, usia
atas 18 tahun. Mengingat begitu banyak efek negatif dari rokok, sudah seharusnya
orang tua menghimbau anak agar tidak mengonsumsi rokok di usia kurang dari 18
penyebab kematian yang cukup besar di dunia. Rokok juga tidak hanya memberika
efek negatif bagi orang yang mengonsumsi saja, tetapi juga dapat membahayakan
1. Tekanan darah serta detak jantung Anda akan meningkat. Namun, aliran darah
2. Kadar oksigen dalam darah berkurang karena karbon monoksida yang ada pada
3. Paparan bahan kimia yang terkandung pada asap rokok menyebabkan rambut
kurangnya kemampuan tubuh dalam melawan bibit penyakit penyebab infeksi yang
masuk melalui rokok yang dihisap asapnya. Ketika seseorang merokok, tanpa
disadari, organ dan komponen imunitas mengalami kerusakan sehingga tidak dapat
bekerja dengan baik saat tubuh kekurangan asupan penting yang dibutuhkan seperti
Selain itu, berbagai penelitian telah membuktikan ada banyak bahaya merokok
(http://ners.unair.ac.id/site/index.php/news-fkp-unair/30-lihat/1048-bahaya-
rokok#:~:text=Selain%20itu%2C%20berbagai%20penelitian%20telah,(impoten)
mengisap lebih dari 100 batang rokok. Perokok aktif adalah seseorang yang sudah
menghabiskan 100 batang rokok dan tetap merokok dalam satu tahun terakhir.
Sedangkan perokok pasif adalah seseorang yang tinggal satu rumah dan bekerja
Menurut para ahli, satu batang rokok mengandung kurang lebih 4000 jenis
zat berbahaya, ada 400 jenis zat yang dikenali, dan lebihnya zat bersifat
Zat nikotin adalah zat yang bisa menembus darah di dalam otak yang menyebabkan
nikmat di dalam tubuhnya. Seorang perokok yang sudah terbiasa dengan zat
nikotin tinggi di dalam tubuh, ketika kadar nikotin berkurang, tubuh tidak bisa
perokok tersebut akan merasakan tidak bergairah, lemas, dan kecanduan. Dalam 7
menit pertama menghisap rokok, zat nikotin sudah menembus darah di dalam otak.
2. Bronkitis
adalah sebuah peradangan pada bronkus atau saluran udara dari luar menuju
paru dimana brongkus menjadi tebal akibat lendir yang berlebihan sehingga
Kanker paru adalah efek karsinogenik, efek panjang dari merokok. Pada
perokok pasif 70% hingga 80% dipastikan terkena kanker. Kanker paru
cenderung suram dan apabila sudah terkena namun dalam 6 bulan tidak
Perokok aktif terbagi menjadi 3 jenis, sesuai dengan banyaknya batang rokok
yang dihisap, perokok aktif ringan menghisap rokok kurang dari 200 batang
pertahun, perokok aktif sedang antara 200 hingga 600 batang pertahun, dan di atas
perokok aktif yang ingin berhenti merokok sangat sulit. Keinginan berhenti
merokok harus berasal dari dalam diri sendiri, jika hanya karena paksaan atau
keinginan orang lain, merokok akan sangat sulit diberhentikan. Terapi merokok
dalam sebuah pelayanan rumah sakit akan sangat membutuhkan komitmen dari
pasien, keluarga dan dokter sendiri, dan jika sudah setengah perjalanan terapi yang
dilakukan sang pasien belum ada kemajuan maka dalam hal ini psikiater juga
dilibatkan. Maka dari itu sangat dihimbau kepada seluruh masyarakat jangan
A. PENGKAJIAN
C. GENOGRAM (3 Generasi)
Ayah Ibu
67 60 47
38 35 35 29 28 27 25 24
30 22
3 1 5 5
4 1
Keterangan :
: Meninggal
: Laki laki
: perempuan
D. TIPE KELUARGA
Di keluarga Tn.NM Merupakan Nuclear Family yang terdiri dari keluarga inti
yaitu : Bapak, Ibu, dan anak.
F. REKREASI/WAKTU SENGGANG
1. Apakah keluarga mempunyai kebiasaan rekreasi teratur?
(√) ya, frekuensinya 1x perbulan
2. Lokasi yang sering keluarga gunakan untuk rekreasi?
( ) luar kota (√) dalam kota ( ) lain-lain, sebutkan ….
3. Apakah setiap anggota keluarga menggunakan waktu senggangnya dengan hal
yang bermanfaat?
(√) ya ( ) tidak
4. Apakah kegiatan tersebut berpengaruh tidak baik untuk dirinya?
(√ ) ya, terhadap aspek apa … ( ) tidak
5. Apakah kegiatan tersebut berpengaruh tidak baik terhadap kehidupan
keluarga?
( ) ya, apa bentuknya … (√ ) tidak
6. Rekreasi/Waktu senggang Selama Sakit (Khusus Pada Pasien)
C. SISTEM NILAI
1. Suku ayah Jawa Barat
Suku ibu Cirebon
2. Adakah nilai-nilai tertentu yang dianut yang bertentangan dengan kesehatan?
(√) tidak ( ) ya, sebutkan mengapa …..
3. Apakah keluarga mengikuti kegiatan keagamaan?
( ) tidak (√) ya, sebutkan pengajian
4. Adakah kegiatan/nilai agama yang menurut keluarga bertentangan dengan
kesehatan?
(√) tidak ( ) ya, sebutkan….
5. Apakah persepsi keluarga terhadap kesehatan?
(√) merupakan hal penting ( ) tidak merupakan masalah bagi keluarga
( ) tidak tahu
D. HUBUNGAN DENGAN MASYARAKAT
1. Apakah anggota keluarga ikut dalam organisasi kemasyarakatan khususnya
dalam bidang kesehatan?
( ) tidak, alasannya …… (√ ) ya, sebutkan rutin menimbang anaknya di
posyandu
2. Adakah penghargaan yang diterima dari masyarakat karena keikutsertaannya
dalam kegiatan kesehatan di masyarakat?
(√ ) tidak ada ( ) ada, sebutkan ……
3. Apakah keluarga cukup berpengaruh di masyarakat?
(√ ) tidak ( ) ya, contohnya …..
4. Adakah konflik keluarga dalam masyarakat?
(√) tidak ada ( ) ada, sebutkan ….
5. Apakah keluarga menggunakan foktor-faktor penunjang yang ada
dilingkungannya untuk memecahkan masalah kesehatannya?
(√ ) ya, sebutkan posyandu,puskesmas ( ) tidak, alasannya ……
WC
Catatan : ( adakah faktor-faktor resiko bahaya fisik )
Lingkungan rumah atau halaman yang kotor `
13. Denah rumah (dengan ukurannya)
Kamar
Mandi
Dapur & Ruang Makan
Ruang Teras
Tamu Rumah
Kamar
Kamar
2
1
B. PENGELOLAAN SAMPAH
1. Apakah keluarga mempunyai tempat pembuangan sampah?
( ) ya (√) tidak ada
Bila tidak lanjutkan ke no. 3
2. Bila ya, bagaimana kondisi tempat sampah tersebut?
(√ ) terbuka ( ) tertutup
3. Bila tidak, bagaimana pengelolaan tempat sampah rumah tangga tersebut?
( ) dibuang ke kali ( ) ditimbun
(√ ) dibakar ( ) lain-lain, sebutkan ………
( ) diambil petugas
C. SUMBER AIR
1. Apakah keluarga mempunyai sumber air?
(√) ya ( ) tidak
2. Jika ya, apa jenis sumber air?
(√ ) sumur gali ( ) pompa listrik ( ) air hujan
( ) air PAM ( ) sungai ( ) lain-lain …….
3. Apakah air untuk minum diambil dari sumber air tersebut?
(√ ) ya ( ) tidak
( ) bila tidak, bagaimana memperolehnya? dari air hujan
4. Bagaimana keadaan fisiknya (perlu observasi)?
( ) berasa (√ ) tidak berwarna
(√) tidak berasa ( ) ada pengendapan
( ) berbau ( ) tidak ada pengendapan
(√) tidak berbau ( ) berwarna
D. JAMBAN KELUARGA
1. Apakah keluarga mempunyai WC sendiri?
(√) ya ( ) tidak
( ) bila tidak, dimana tempat BAB? ………………
2. Bila ya, apa jenis jambannya?
(√)leher angsa ( ) cemplung ( ) lain-lain …….
3. Berapa jarak tempat jamban dengan sumber air minum?
( ) < 10 meter (√ ) > 10 meter
V. FAKTOR PSIKOLOGIS
A. STATUS EMOSI
1. Bagaimana respon keluarga jika ada salah satu anggota keluarga yang
berhasil?
(√) bangga ( ) acuh tak acuh ( ) lain-lain ….
2. Bagaimana respon keluarga terhadap kehilangan salah satu anggota
keluarga (terangkan)? sedih
B. KONSEP DIRI
1. Apakah keluarga dapat menerima dirinya sebagai sesuatu yang berharga
atau penting?
(√) ya ( ) tidak jelaskan …….
2. Adakah konflik harga diri sehubungan dengan tahapan tumbuh kembang?
( ) ya (√ ) tidak sebutkan dan jelaskan …..
3. Apakah ada perubahan/konflik/ketidaksesuaian peran dalam keluarga?
(√) tidak ada ( ) ada
Jika ada sebutkan dan jelaskan ………………..
C. POLA INTERAKSI
1. Kapan paling sering terjadi interaksi dalam keluarga?
( ) pagi hari ( ) tidak menentu ( ) sore hari
( ) siang hari (√) malam hari
2. Dalam situasi apa interaksi dapat terjadi?
(√) makan bersama ( ) rekreasi
( ) nonton TV ( ) lain-lain
3. Gambarkan pola interaksi keluarga? (antara ayah dengan ibu, ayah dengan
anak, ibu dengan anak, anak dengan anak)
4. Apakah yang dirasakan sebagai masalah keluarga dalam berinteraksi?
( ) bahasa ( ) budaya ( ) lain-lain, sebutkan …..
5. Sejauh mana interaksi tersebut berlangsung?
( ) hanya sekedar ( ) diskusi/sharing perasaan
( ) tidak ada interaksi
6. Adakah konflik dalam keluarga tentang pola interaksi?
(√) tidak ada ( ) ada, jelaskan ………….
D. POLA KOMUNIKASI
1. Cara komunikasi yang sering diterapkan dalam keluarga?
(√) langsung ( ) tidak langsung
2. Sifat komunikasi yang sering diterapkan dalam keluarga?
(√) terbuka ( ) tertutup
3. Siapakah anggota keluarga yang paling dominan berbicara?
(√) ayah ( ) anak
( ) ibu ( ) lain-lain ……
4. Bahasa yang sering digunakan oleh anggota keluarga?
( ) bahasa daerah (√) bahasa Indonesia
( ) lain-lain, sebutkan …..
E. POLA PERTAHANAN
1. Mekanisme penaggulangan masalah dalam keluarga di atasi secara :
( ) mandiri (√) bersama-sama
( ) meminta bantuan orang lain ( ) lain-lain, sebutkan …….
2. Bagaimana respon keluarga jika salah satu anggota keluarga bermasalah
dalam pola pertahanannya:
(√) membantu mencari jalan keluar ( ) acuh tak acuh
( ) meminta bantuan orang lain ( ) lain-lain, sebutkan …..
3. Jika masalah tidak teratasi, bagaimana keluarga menanganinya:
( ) putus asa ( ) acuh tak acuh
(√) mencari jalan keluar ( ) pasrah
( ) lain-lain, sebutkan ………..
2. Ny. 30 Sehat
W tahun
3. An. J 4 Sehat Lengkap
tahun
D. KEJADIAN CACAT
1. Adakah anggota keluarga yang menderita cacat?
( ) ada (√) tidak ada
2. Jika ada, cacat apa?
( ) fisik, sebutkan …… ( ) mental, sebutkan …….
Abdomen : ( ) striae
Leopold I :
Leopold II :
Leopold III :
Leopold IV : ………………….
DJJ : ………………….
Tungkai bawah : ( ) bengkak ( ) tidak bengkak
( ) varises ( ) refleks patella
IBU MENYUSUI
menyusu
9. Apakah porsi makan ibu lebih banyak dari porsi makan ibu sebelum
menyusui? ya
3. Adakah bayi atau balita yang meninggal dalam 1 tahun terakhir ini? tidak
pusat bayi/ ? ya
6. Jika ya, apa prinsip perwatan tali pusat diganti tiap mandi
Campak
dan Puskesmas
a. TB/PB : 98 cm : 78 cm
d. Lila : 13 cm : 10 cm
13. Jika ya, apakah ibu mengerti cara membaca KMS? tidak
sendiri
18. Apa jenis makanan yang dikonsumsi bayi/balita ibu? Nasi, sayur dan ikan
laut
USILA
TB BB TD ND RR
VIII. PEMERIKSAAN FISIK
10. Ekstremitas atas Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada
kelainan kelainan kelainan kelainan
12. Ekstremitas bawah Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada
kelainan kelainan kelainan kelainan
Kurangnya pengetahuan Ibu tentang nutrisi balita dan kurangnya nafsu makan balita
4. 0/2 x 1 0
Menonjolnya masalah Keluarga Tn.NM mengetahui riwayat ISPA
- Tidak pada anaknya dan kondisi rumah yang
dirasakan kurang bersihtetapi keluarga tidak
menyadari bahaya dari hal tersebut
Jumlah skor 2 2/3
3. Kurangnya pengetahuan
keluarga Tn.NM mengenai Setelah dilakukan a. Beritahu kelusrga tentang
bahaya merokok penyuluhan tentang zat yang terkandung dalam
bahaya merokok rokok
diharapkan keluarga b. Beritahu keluarga tentang
mengeti tentang zat efek dari rokok
yang terkandung c. Beritahu keluarga tentang
dalam rokok, efek cara agar dapat berhenti
dari rokok, dan cara merokok
agar dapat berhenti d. Motivasi Tn.NM agar
merokok berhenti merokok