Anda di halaman 1dari 9

Contoh Kerangka Pemikiran dan Cara Membuatnya

By Devi - 19 August 2020

Sebelum melakukan penelitian, seorang peneliti harus menentukan serangkaian urutan kegiatan
penelitian terlebih dahulu. Urutan tersebut bisa dimulai dari menentukan permasalahan yang akan
dibahas, mencari solusi, mengumpulkan variabel data, dan lain-lain. Kegiatan tersebut disebut dengan
kerangka pemikiran atau kerangka berpikir.

Daftar Isi

1 Pengertian Kerangka Pemikiran Menurut Para Ahli

2 Tahap Kerangka Pemikiran

2.1 Menetapkan variabel yang lebih rinci

2.2 Memperbanyak membaca buku dan hasil penelitian

2.3 Menjelaskan teori-teori tentang variabel yang diteliti

2.4 Menganalisis teori dan hasil penelitian secara kritis

2.5 Melakukan analisis komparatif tentang teori dan hasil penelitian

2.6 Mengambil kesimpulan sementara

2.7 Menyusun kerangka berpikir

3 Jenis Kerangka Pemikiran

3.1 Kerangka Teoretis

3.2 Kerangka Konseptual

3.3 Kerangka Operasional

4 Cara Membuat Kerangka Pemikiran

4.1 Menentukan Kunci Masalah Penelitian yang Akan Dibahas

4.2 Mengevaluasi Definisi, Teori, dan Model yang Relevan

4.3 Menunjukkan kontribusi penelitian sendiri

4.4 Menuliskan Langkah-langkah yang Diambil Dalam Mencapai Tujuan

5 Contoh Kerangka Pemikiran


5.1 Contoh Kerangka Pemikiran Skripsi

5.2 Contoh Kerangka Teori

5.3 Contoh Kerangka Teoretis

5.4 Contoh Kerangka Pemikiran Berupa Skema

5.5 Contoh Kerangka Pemikiran

Pengertian Kerangka Pemikiran Menurut Para Ahli

Menurut Widayat dan Amirullah (2002), kerangka pemikiran merupakan model konseptual tentang
hubungan antara teori dengan berbagai faktor yang diidentifikasi sebagai masalah yang penting.
Kerangka berpikir berguna membangun suatu hipotesis sehingga dapat disebut sebagai dasar penyusun
hipotesis.

Menurut Purnomo, dkk (1998), kerangka pemikiran menjelaskan gejala yang menjadi objek
permasalahan yang dibahas serta disusun berdasarkan tinjauan pustaka dan hasil penelitian yang
relevan. Kerangka pemikiran merupakan argumentasi peneliti dalam merumuskan suatu hipotesis.

Menurut Suriasumantri (1986), kerangka pemikiran adalah penjelasan sementara terhadap gejala-gejala
yang menjadi objek permasalahan. Seorang peneliti harus menguasai teori-teori ilmiah sebagai dasar
argumentasi dalam menyusun kerangka pemikiran yang memunculkan hipotesis.

Secara umum, kerangka pemikiran adalah garis besar alur logika berjalannya penelitian yang dapat
digambarkan menggunakan suatu diagram yang di dalamnya menjelaskan mengenai keterkaitan antar
variabel.

Penamaan kerangka pemikiran bisa bervariasi, seperti kerangka konsep, kerangka teoretis atau model
teoretis. Selain itu, penyajiannya dalam bentuk diagram kerangka pemikiran pun juga dapat bervariasi.
Kerangka pemikiran ini dapat memudahkan peneliti dalam merumuskan suatu hipotesis penelitiannya.

Baca juga: Contoh Makalah Serta Cara Membuatnya

Tahap Kerangka Pemikiran

Tahap Kerangka Pemikiran

Sumber: StockSnap from Pixabay

Tahapan yang dapat dilalui dalam menyusun kerangka pemikiran, yaitu sebagai berikut.
Menetapkan variabel yang lebih rinci

Ketika peneliti ingin mendapatkan berbagai macam teori yang jelas untuk menyusun kerangka berpikir,
maka perlu menentukan variabel terlebih dahulu. Variabel dapat ditentukan dengan cara
memperhatikan judul yang dibuat, menentukan variabel-variabel data dari judul tersebut, dan kemudian
menulis seluruh variabel yang sudah ditentukan tersebut. Variabel-variabel itulah yang nantinya menjadi
titik tolak dalam pengembangan teori.

Memperbanyak membaca buku dan hasil penelitian

Banyak membaca adalah langkah umum yang dilakukan dalam mempelajari sesuatu. Begitu juga pada
penelitian, seorang peneliti perlu membekali dirinya dengan berbagai pengetahuan yang relevan dengan
penelitian yang akan dilakukan. Seorang peneliti dapat membaca buku teks, jurnal, hasil-hasil penelitian
seperti skripsi, tesis, dan disertasi untuk dapat mendapatkan pengetahuan tentang penelitian yang akan
dilakukan.

Menjelaskan teori-teori tentang variabel yang diteliti

Berdasarkan pengetahuan yang telah didapatkan dari membaca banyak bacaan tersebut, selanjutnya
dapat dipilih teori-teori yang berkaitan dengan variabel yang diteliti. Keterkaitan antar variabel juga
perlu dijelaskan. Penjelasan mengenai variabel tersebut dapat dilakukan secara deduktif. Adapun tahap
berpikir deduktif meliputi, tahap penelaahan konsep, tahap pertimbangan, dan tahap penyimpulan.

Menganalisis teori dan hasil penelitian secara kritis

Analisis teori dan hasil penelitian ini dilakukan untuk bisa memberikan argumen teoretis sebagai upaya
untuk memperoleh jawaban atas rumusan masalah. Argumen teoretis nantinya dapat digunakan sebagai
petunjuk arah bagi pelaksanaan penelitian. Argumen teoretis ini adalah jawaban sementara dari
rumusan masalah sehingga produk akhir dari kerangka pemikiran adalah sebuah jawaban sementara
dari suatu hipotesis.

Melakukan analisis komparatif tentang teori dan hasil penelitian

Pada tahap ini dilakukan komparasi antara teori yang satu dengan yang lainnya. Dari hal tersebut
kemudian peneliti dapat menggabungkan teori yang satu dengan teori yang lainnya. Selain itu, apabila
hasil analisis komparatif ini terlalu luas, peneliti dapat mereduksi sehingga lebih sesuai dengan
penelitian yang akan dilakukan.

Mengambil kesimpulan sementara


Setelah dilakukan analisis teori dan komparasi, tahap selanjutnya adalah menarik kesimpulan
sementara. Perpaduan beberapa kesimpulan sementara antar variabel tersebut dapat menghasilkan
beberapa kerangka pemikiran yang selanjutnya dapat digunakan untuk merumuskan hipotesis.

Menyusun kerangka berpikir

Tahap terakhir adalah menyusun kerangka pemikiran yang dapat disajikan menggunakan skema.
Kerangka berpikir bisa berupa kerangka asosiatif dan komparatif.

Jenis Kerangka Pemikiran

Kerangka pemikiran dapat dikategorikan menjadi tiga jenis, yaitu kerangka teoretis, kerangka
konseptual, dan kerangka operasional. Ketiga jenis kerangka pemikiran tersebut dapat dijelaskan
sebagai berikut.

Kerangka Teoretis

Kerangka teoretis adalah kerangka pemikiran yang menegaskan tentang teori yang dijadikan landasan
serta asumsi-asumsi teoretis. Selanjutnya teori tersebut digunakan untuk menjelaskan fenomena yang
diteliti.

Kerangka Konseptual

Kerangka konseptual adalah uraian kerangka pemikiran yang menjelaskan konsep-konsep apa saja yang
terdapat di dalam asumsi teoretis. Konsep-konsep tersebut akan digunakan untuk mengistilahkan unsur-
unsur yang terdapat di dalam fenomena yang akan diteliti dan mengetahui hubungan di antara konsep-
konsep tersebut.

Kerangka Operasional

Kerangka operasional adalah uraian yang menjelaskan tentang variabel-variabel yang diturunkan dari
konsep-konsep terpilih dan mengetahui hubungan di antara variabel-variabel tersebut. Selain itu, juga
menjelaskan hal-hal apa saja yang dijadikan indikator untuk mengukur variabel-variabel yang
bersangkutan.

Cara Membuat Kerangka Pemikiran

Cara membuat kerangka pemikiran dapat dilakukan dengan tiga cara, sebagai berikut.
Menentukan Kunci Masalah Penelitian yang Akan Dibahas

Langkah pertama dalam membuat kerangka pemikiran adalah memilih istilah kunci dari permasalahan
penelitian. Kunci permasalahan tersebut harus didefinisikan dengan jelas untuk setiap istilahnya karena
seringkali memiliki definisi yang banyak. Kerangka pemikiran dapat dibangun dari masalah penelitian.

Mengevaluasi Definisi, Teori, dan Model yang Relevan

Peneliti dapat menggambarkan hubungan antar konsep-konsep dengan melakukan tinjauan pustaka
yang menyeluruh. Menulis kerangka pemikiran bertujuan untuk membandingkan dan mengevaluasi
secara kritis pendekatan yang telah diusulkan.

Menunjukkan kontribusi penelitian sendiri

Selain menjelaskan teori dan ide orang lain, kerangka pemikiran harus juga bertujuan menunjukkan
proyek yang sedang dilakukan oleh peneliti. Teori-teori yang sudah ada digunakan untuk memperkuat
penelitian yang sedang dilakukan oleh peneliti.

Menuliskan Langkah-langkah yang Diambil Dalam Mencapai Tujuan

Langkah-langkah yang akan dilakukan dalam penelitian bertujuan untuk mengetahui urutan penelitian
sehingga nantinya pelaksanaan penelitian dapat terarah dengan jelas. Hal ini juga dapat digunakan oleh
peneliti untuk memprediksi kemungkinan yang akan terjadi sehingga bisa melakukan antisipasi.

Baca juga: Contoh Latar Belakang Makalah

Contoh Kerangka Pemikiran

Contoh kerangka pemikiran

Sumber: OpenClipart-Vectors from Pixabay

Contoh Kerangka Pemikiran Skripsi

Berikut adalah contoh kerangka pemikiran skripsi yang dapat kamu jadikan referensi.

Buah naga merupakan salah satu buah unggulan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur yang
produksinya melimpah. Produksi yang melimpah tersebut terkadang malah menimbulkan masalah baru
yaitu tidak terserapnya seluruh di pasaran. Hal tersebut menyebabkan buah naga yang tidak terserap
pasar dijadikan pakan ternak atau bahkan dibuang.
Di sisi lain, buah naga memiliki kandungan nutrisi dan senyawa antioksidan yang baik untuk kesehatan
manusia. Oleh karena itu, pada penelitian ini membahas tentang buah naga yang diolah menjadi buah
buatan sebagai bentuk pengembangan produk baru dan untuk memperpanjang umur simpan buah.

Penelitian tentang buah buatan telah dilakukan oleh Sharma et al. (2013) Lins et al. (2014) Danalache et
al. (2015), dan Costa et al. (2020) dengan menggunakan buah apricot, mombin kuning, mangga, dan
jambu. Pada penelitian tersebut digunakan jenis hidrokoloid yang berbeda-beda, seperti pektin,
alginate, gelatin, dan gellan gum.

Pada penelitian sebelumnya, tekstur buah tiruan yang paling bisa diterima oleh konsumen adalah ketika
menggunakan hidrokoloid gellan gum. Akan tetapi, harga gellan gum begitu tinggi sehingga
menghasilkan produk yang kurang ekonomis. Sehingga pada penelitian ini digunakan hidrokoloid lain
yang lebih umum dan lebih ekonomis untuk menghasilkan produk yang layak secara ekonomi.

Hidrokoloid yang digunakan dalam penelitian ini adalah kombinasi alginate-agar dan pektin-agar.
Konsentrasi yang gunakan untuk masing-masing alginate dan pektin, yaitu 0,5%, 1,0%, dan 1,5% dengan
konsentrasi agar 0,75%. Penetapan konsentrasi tersebut berdasarkan penelitian pendahuluan yang telah
dilakukan.

Contoh Kerangka Teori

Di masa pandemi corona ini, banyak pembelajaran yang dilakukan secara online. Salah satu media online
atau media konferensi yang digunakan adalah aplikasi zoom. Penggunaan media pembelajaran
menggunakan aplikasi zoom bertujuan untuk membantu pengajar dan murid untuk dapat melakukan
pembelajaran di mana pun dan kapan pun.

Aplikasi zoom ini dapat membantu murid untuk mendapatkan penjelasan langsung dari pengajar
tentang materi yang diajarkan selayaknya belajar di kelas. Murid juga bisa langsung bertanya apabila ada
materi yang ingin langsung mereka tanyakan.

Akan tetapi, pada pelaksanaannya terkadang masih ada beberapa kendala dalam pelaksanaannya. Oleh
karena itu, pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan hambatan yang dihadapi oleh
murid dalam menggunakan media pembelajaran online berbasis aplikasi zoom.

Studi ini dilakukan untuk menemukan solusi yang bisa diterapkan dalam mengatasi hambatan yang
terjadi selama menggunakan media online untuk pembelajaran. Hal tersebut supaya para murid tetap
mendapatkan haknya mendapatkan ilmu selayaknya pada kondisi kehidupan normal.
Contoh Kerangka Teoretis

Kimpul adalah salah satu umbi inferior yang ada di Indonesia. Disebut sebagai umbi inferior karena
kimpul belum banyak diolah untuk menjadi produk turunannya. Selama ini pemanfaatan umbi kimpul
hanya diolah secara dikukus dan dibuat keripik.

Umbi kimpul memiliki kandungan karbohidrat sebanyak 20,9 g/100 g sehingga berpotensi diolah
menjadi tepung. Akan tetapi, tepung yang dihasilkan dari umbi kimpul memiliki warna yang cenderung
gelap sehingga kenampakannya kurang menarik. Selain itu, pada kimpul juga terdapat senyawa anti gizi
asam oksalat yang dapat menyebabkan rasa gatal pada tubuh.

Senyawa anti pada umbi kimpul dapat dihilangkan melalui beberapa cara salah satunya yaitu dengan
fermentasi (Oke et al., 2011). Selain itu, fermentasi juga telah dilaporkan dapat meningkatkan kecerahan
warna (Wisyasputra, 2013). Oleh karena itu, pada penelitian ini membahas fermentasi tepung kimpul
secara spontan untuk meningkatkan warna tepung dan menurunkan kadar oksalat tepung.

Fermentasi dilakukan spontan karena dianggap lebih ekonomis dan aplikatif dibandingkan dengan
fermentasi dengan penambahan starter. Waktu fermentasi dilakukan selama 12, 24, 36, dan 48 jam
dengan pertimbangan pada waktu tertentu sudah terjadi perkembangbiakan mikroba yang berperan
dalam proses fermentasi.

Contoh Kerangka Pemikiran Berupa Skema

Skema 1#

Konsep pembatasan sosial berskala besar.

Skema 2#

Sebagai bentuk perang melawan wabah covid-19 ini, pemerintah menerapkan pembatasan sosial
berskala besar atau familiar disebut PSBB.

Skema 3#
PSBB dirancang untuk mengurangi interaksi sosial sehingga tercipta social distancing yang dimaksudkan
untuk mencegah penyebaran virus yang lebih luas lagi.

Skema 4#

Penjelasan mengenai penanganan epidemi telah dijelaskan juga dari perspektif islam. Cara paling
penting untuk mencegah penyebaran penyakit menular yaitu dengan melakukan karantina diri.

Skema 5#

Pada prinsipnya, islam menganut pengobatan secara preventif dibandingkan dengan pengobatan
penyembuhan.

Skema 6#

Tindakan preventif dalam menangani wabah covid-19 ini dapat dilakukan dengan mengurangi interaksi
sosial.

Contoh Kerangka Pemikiran

Di masa pandemi ini, terjadi krisis ekonomi dimana-mana. Termasuk UMKM di Indonesia juga terkena
dampaknya. Oleh karena itu, pada penelitian ini ingin mengetahui variabel apa yang dapat digunakan
untuk menentukan strategi pemasaran supaya kegiatan perekonomian UMKM tetap bisa berjalan
dengan baik.

Skema 1#

Permasalahan mengenai krisis ekonomi di masa pandemi saat ini adalah berubahnya selera konsumen
sehingga berpengaruh pada kegiatan perekonomian.

Skema 2#
Strategi pemasaran, pelayanan, harga, dan promosi perlu dikembangkan untuk meningkatkan
perekonomian UMKM.

Skema 3#

Sebelum itu, perlu diketahui pengaruh pelayanan, harga, dan promosi terhadap keputusan pembelian.
Serta perlu diketahui variabel yang memiliki pengaruh terbesar terhadap keputusan pembelian.

Skema 4#

Pengaruh variabel pelayanan, harga, dan promosi dapat memberikan umpan balik terhadap penentuan
strategi pemasaran.

Baca juga: Berbagai Macam Contoh Kata Pengantar

Nah, itulah penjelasan mengenai kerangka pemikiran dan beberapa contohnya yang bisa membantu
kamu dalam menulis proposal penelitian. Semoga bisa membantu!

Sumber:

Hamdi, A. S., & Bahruddin, E. (2015). Metode penelitian kuantitatif aplikasi dalam pendidikan.
Deepublish.

Nurdin, I., & Hartati, S. (2019). Metodologi Penelitian Sosial. MEDIA SAHABAT CENDEKIA.

Anda mungkin juga menyukai