Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN KASUS

PERAN KOLABORASI ANTAR PROFESI DALAM PENANGANAN


KASUS KESEHATAN IBU PENYAKIT KEK
Skenario :
Ny. O berusia 28 tahun hamil anak pertama dengan usia kandungan 20-21 minggu datang ke
Puskesmas untuk pemeriksaan kehamilan dengan keluhan sering pusing, badan terasa lemah,
dan nafsu makan berkurang. Didapatkan pemeriksaan tanda-tanda vital, Tekanan Darah
100/70 mmHg, Denyut Nadi 80 x/menit, Frekuensi nafas 20x/menit, dan suhu tubuh 36°C.
Pada pemeriksaan fisik ditemukan berat badan 39 kg, tinggi badan 144 cm, IMT : 44,92, TFU
20 cm, dan lila 21. Kemudian dilakukan pemeriksaan laboratorium dengan hasil Hb 10,2
g/dL, test gula dan protein urin negatif dan golongan darah O.

Selama masa kehamilan nafsu makan Ny. O menurun. Dalam sehari Ny. O hanya makan 2×
dalam sehari dikarenakan Ny. O mengalami mual selama masa kehamilan. Ny. O tidak
menyukai daging, telur dan ikan. Ny. O juga hanya mengkonsumsi sayuran tertentu saja
seperti wortel, kangkung dan bayam. Namun Ny. O sering mengkonsumsi berbagai macam
buah sebagai kudapannya dan sering mengkonsumsi minuman kemasan. Ny. O suka
mengkonsumsi obat penambah darah.

Aktifitas Ny. O sehari - hari bekerja disebuah toko yang berada di pasar. Setiap harinya Ny.
O harus naik turun tangga untuk menuju toko tempat ia bekerja. Ia bekerja dari mulai pukul
08.00 hingga 16.00. Ny. O tidak pernah melakukan olahraga dikarenakan sudah kelelahan.

Ny. O tinggal bersama suami dan keluarganya. Suami dan keluarganya tidak mengetahui
bahwa Ny. O mengalami KEK pada masa kehamilan saat ini. Pastinya suami dan
keluarganya juga tidak mengetahui mengenai penyebab, dampak, serta penanganan pada
kondisi tersebut. Selain itu Ny. O tidak pernah mendapatkan penyuluhan atau informasi
terkait permasalahan KEK yang di alami.

Saat ini sang suami bekerja sebagai buruh di suatu pabrik, dengan gaji bisa dibilang cukup.
Sementara kondisi tempat tinggal Ny. O memiliki 2 lantai rumah, lantai atas digunakan untuk
mencuci dan menjemur pakaian. Saat beliau mencuci beliau harus naik untuk mencuci dan
menjemur baju.
PEMICU 1.1
JUDUL : Penyakit KEK Pada Ibu Hamil
TUGAS
TAHAP I DISKUSI KELOMPOK
FASILITATOR
PENULIS Kelompok 3
SKENARIO
SASARAN Memahami penanganan penderita KEK pada ibu hamil Bahwa diskusi
PEMBELAJARAN saat ini
mencakup
sasaran yang
telah ditentukan.
LINGKUP 1. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya KEK pada ibu
BAHASAN hamil
2. Dampak terjadinya KEK pada ibu hamil
3. Penanganan terjadinya KEK pada ibu hamil

PENGETAHUAN 1. Pengetahuan tentang faktor penyebab terjadinya KEK pada Fasilitator harus
AWAL ibu hamil menggali
2. Pengetahuan tentang dampak KEK pada ibu hamil pengetahuan
3. Pengetahuan penanganan KEK pada ibu hamil awal bila diskusi
tidak berjalan.

(Apabila tidak
mampu
menyebutkan
pengetahuan
awal, cukup di
catat saja)
PEMICU Ny. O berusia 28 tahun hamil anak pertama dengan usia
kandungan 20-21 minggu datang ke Puskesmas untuk pemeriksaan
kehamilan dengan keluhan sering pusing, badan terasa lemah, dan
nafsu makan berkurang.
KATA BARU Belum ada
(Kata Baru

adalah kata yang


menurut anggota
kelompok sebagai
kata yang baru
diketahuinya)

IDENTIFIKASI
1. Selama masa kehamilan nafsu makan Ny. O menurun. Dalam
FAKTA
sehari Ny. O hanya makan 2× dalam sehari dikarenakan Ny.
O mengalami mual selama masa kehamilan. Ny. O tidak
(Identifikasi fakta
menyukai daging, telur dan ikan.
adalah fakta-fakta
2. Ny. O berusia 28 tahun hamil anak pertama dengan usia
dari pemicu yang
kandungan 20-21 minggu datang ke Puskesmas untuk
dianggap menjadi
pemeriksaan kehamilan dengan keluhan sering pusing, badan
masalah / atau
terasa lemah, dan nafsu makan berkurang.
bagian dari
3. Aktifitas Ny. O sehari - hari bekerja disebuah toko yang
masalah
berada di pasar. Setiap harinya Ny. O harus naik turun tangga
untuk menuju toko tempat ia bekerja. Ia bekerja dari mulai
pukul 08.00 hingga 16.00. Ny. O tidak pernah melakukan
olahraga dikarenakan sudah kelelahan.

MASALAH Terjadinya KEK pada ibu hamil


UTAMA

RUMUSAN 1. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya KEK


pada ibu hamil?
MASALAH
2. Bagaimana dampak terjadinya KEK pada ibu hamil ?
(Yaitu kalimat 3. Bagaimana penanganan terjadinya KEK pada ibu hamil ?
bertanya yang
dirumuskan dengan
mengacu pada
masalah utama dan
data lain di
pemicu)

DATA 1. Pemeriksaan Hemoglobin.


TAMBAHAN 2. Pemeriksaan IMT

(Dapat ditanyakan 3. Pemeriksaan Lingkar Lengan


pada fasilitator)

LEARNING Jurusan Keperawatan :


ISSUES YANG 1. Apa sajakah penyebab terjadikan KEK pada ibu hamil?
MUNGKIN 2. Apa saja tanda dan gejala terjadinya KEK pada ibu
TERJARING hamil?
3. Apa saja komplikasi yang terjadi pada penderita KEK?
(Kelompok 4. Apakah pasien mempunyai riwayat keluarga yang
membuat menderita KEK?

pertanyaan- Jurusan Kebidanan :


pertanyaan yang 1. Apa faktor penyebab terjadinya KEK pada ibu hamil?
bertujuan untuk 2. Bagaimana pencegahan terjadinya KEK pada ibu?
menjawab 3. Apa saja pemeriksaan yang menunjang pada ibu hamil
/menyelesaikan dengan KEK?
masalah pada 4. Apa saja komplikasi yang terjadi pada ibu hamil dengan
Pemicu) KEK?
Jurusan Teknologi Laboratorium Medis :
1. Pemeriksaan apa yang digunakan untuk mendiagnosis
penyakit KEK pada ibu hamil?
2. Apa saja yang harus dipersiapkan pasien sebelum
pengambilan sampel?
3. Bagaimana pengambilan sampel yang benar pada pasien
ibu hamil yang memiliki riwayat penyakit KEK?
4. Faktor apa saja yang mempengaruhi ibu hamil yang
mengalami kondisi kekurangan energi kronik?

Jurusan Keperawatan Gigi :


1. Bagaimana manifestasi rongga mulut pada ibu hamil?
2. Bagaimana pemeriksaan tindakan oral hygine pada ibu
hamil?
3. Bagaimanakah upaya promotif pada kesehatan gigi dan
mulut pasien kek?
4. Bagaimana upaya preventif pada kesehatan gigi dan mulut
pasien kek?
Jurusan Sanitasi :
1. Apakah terjadinya KEK pada ibu akibat dari gaya hidup
dan faktor lingkungan?
Jurusan Tekmed :
1. Bagaimana cara menentukan keakuratan mengenai alat
tensimeter, termometer, timbangan badan, spirometer, dan
Hematologi analyzer?
2. Bagaimana SOP penggunaan alat saat pemeriksaan, supaya
tidak terjadi kerusakan dan membahayakan pasien maupun
petugas medis?
3. Apakah alat sudah layak pakai
Jurusan Gizi :
1. Apa saja riwayat penyakit yang dimiliki pasien saat ini,
dahulu, dan keluarga?
2. Bagaimana status gizi pasien dilihat dari hasil pengukuran
antropometri?
3. Bagaimana riwayat atau kebiasaan makan dan hasil recall 24
jam asupan makanan pasien?
4. Berapa kebutuhan energi, protein, lemak dan karbohidrat
pasien?
5. Apakah pasien memiliki alergi terhadap jenis makanan atau
obat-obatan tertentu?
6. Terapi diet apa yang dapat diberikan sesuai dengan kondisi
dan keluhan pasien?
ANALISIS
Kurangnya Klien belum
MASALAH
pengetahuan mengetahui akan
ibu pentingnya
(yaitu kelompok
mengkonsumsi
diminta membuat bahan makanan
diagram alur/ peta yang mengandung
konsep dari protein, peyebab,
dampak serta
penyebab dan
penanganan saat
proses terjadinya terjadinya KEK
masalah tersebut
berdasarkan
Ny. O
Faktor Kondisi tempat
pengetahuan yang Menderita
KEK pada lingkungan tinggal Ny. O
sudah dimiliki dan memiliki 2 lantai
ibu hamil
diskusi kelompok). rumah, lantai atas
digunakan untuk
mencuci dan
menjemur pakaian.

Sosial Klien
merupakan
Ekonomi
penjaga toko di
pasar dan
suaminya buruh
di sebuah pabirk

Tenaga Kurangnya
Kesehatan pemberian
informasi
mengenai
bahayanya
KEK pada
ibu hamil
HIPOTESIS Penyebab KEK pada ibu hamil dikarenakan kekurangan nutrisi
pada ibu dan pola makan yang tidak sehat

REFERENSI Penyebab KEK pada ibu hamil


TERKAIT

PERTANYAAN 1. Apakah ada pengetahuan baru yang diperoleh mengenai


REFLEKSI penanganan ibu hamil dengan KEK ?
INTERPROFESI
2. Apakah ada pengetahuan yang sudah dimiliki untuk dapat
menyelesaikan kasus ini?

3. Apakah ada informasi/ilmu yang tidak diketahui oleh


kelompok?

4. Apakah semua anggota tiap kelompok memahami keilmuan


atau profesi masing-masing

Solusi/penaganan antar profesi

A. Jurusan Keperawatan
1. Identifikasi pasien
2. Monitor tanda-tanda vital
3. Monitor asupan makanan pada ibu hamil
4. Identifikasi status nutrisi
5. Monitor BB pasien
6. Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan jenis nutrien yang
dibutuhkan pasien, jika perlu
7. Edukasi tentang penyakit KEK kepada pasien dan keluarga
8. Berikan makanan yang tinggi kalori dan tinggi protein
9. Monitor hasil pemeriksaan lab
10. Identifikasi kebutuhan kalori dan jenis nutrien
B. Jurusan Kebidanan
1. Identifikasi pasien
2. Melakukan pemeriksaan fisik pada pasien.
3. Melakukan pemeriksaan hemoglobin pada pasien
4. Memberikan konseling kepada ibu untuk mengkonsumsi sayur-sayuran, pola makan
yg sehat, olahraga dan istirahat yg cukup.

C. Jurusan Teknologi Laboratorium Medis

1. Identifikasi Pasien
2. Melakukan proses pengambilan sampel
3. Melakukan pemeriksaan darah perifer lengkap disertai hapusan darah tepi
4. Melakukan pengukuran status protein darah melalui pemeriksaan kadar albumin
serum, kreatinin dan Blood Urea Nitrogen (BUN)
5. Melakukan pemeriksaan elektrolit
6. Melakukan pemeriksaan urine lengkap
D. Jurusan Keperawatan Gigi
1. Komunikasi secara benar saat akan memeriksa pasien
2. Pastikan identifikasi pasien, nama, alamat, golongan darah dll
3. Mengisi kartu status kesehatan gigi secara subjektif, baik riwayat kesehatan gigi
maupun kondisi kesehatan gigi nya saat ini
4.TGM M memakai APD level 2 saat melakukan tindakan pemeriksaan
5. Melakukan pemeriksaan objektif pada rongga mulut menggunakan alat steril
6. Menginformasikan kepada pasien mengenai kondisi rongga mulutnya serta
tindakan yang perlu dilakukan untuk mengatasi masalah kesehatan rongga mulut
nya apabila diperlukan.
7. Merujuk pasien ke dokter untuk melakukan swab jika akan dilakukan tindakan
perawatan untuk menjaga keamanan pasien dan tenaga kesehatan.
E. Jurusan Sanitasi

1. Melakukan konseling kesehatan mengenai pentingnya PHBS ( perilaku hidup bersih


dan sehat) dalam keluarga.
2. Edukasi mengenai pentingnya mengatur menu makanan yang sehat , dan menjaga
pola makan yg teratur.
F. Jurusan Tekmed
1. Mengkalibrasi alat ukur pada lembaga kalibrasi yang telah tersertifikasi setiap tahun
secara terjadwal sesuai dengan Permenkes Nomor 54 Tahun 2015, juga setiap telah
dilakukan perbaikan agar terjaga keakuratannya.
2. Mengedukasi atau melakukan training mengenai penggunaan dan penyimpanan alat
baik alat yang akan digunakan secara tepat pada tenaga kesehatan yang menggunakan.
3. Melakukan maintenance terhadap setiap alat secara rutin agar memiliki lifetime yang
panjang. Jika terdapat suatu alat yang berstatus KSO maka harus menghubungi pihak
ketiga.

G. Jurusan Gizi
1. Identifikasi data personal, riwayat penyakit yang dimiliki pasien saat ini, dahulu dan
keluarga
2. Pengukuran antropometri yakni berat badan, tinggi badan dan mengidentifikasi status
gizi pasien
3. Melakukan asesmen terkait riwayat pola makan atau kebiasaan makan dan recall 24
jam pasien
4. Menghitung kebutuhan energi, protein, lemak dan karbohidrat pasien
5. Edukasi terapi diet dengan sasaran pasien dan keluarga dengan metode konseling
selama 10-15 menit.
6. Membuat perencanaan menu yang disesuaikan dengan kondisi dan keluhan pasien

Anda mungkin juga menyukai