Anda di halaman 1dari 19

ANC Pada Ibu Hamil

Trimester 1
Dosen Pembimbing:

Okta Fitriani, Amd.Keb, SKM

DisusunOleh:

Kurnia Gusti Utami


PO 7124209791
Kementrian Kesehatan Republic Indonesia
Politeknik Kesehatan Riau
Jurusan D III Kebidanan
Pekanbaru
2011

Kata Pengantar
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan
karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah tentang ASUHAN KEBIDANAN
PADA IBU HAMIL TRIMESTER I.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing yang telah memberikan
pengarahan serta pihak- pihak yang ikut berpartisipasi dalam penyusunan makalah ini.
Penulis telah berusaha sebaik mungkin dalam menulis dan membuat makalah ini. Akan
tetapi seperti kata pepatah, tak ada gading yang tak retak. Untuk itu penulis sangat
mengharapkan kritik maupun saran yang membangun demi lebih baiknya makalah

ini

dikemudian hari.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi banyak pihak terutama mahasiswi kebidanan
dalam meningkatkan pengetahuannya tentang Antenatal Care, sehingga menjadi ujung tombak
yang dapat diandalkan untuk meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak, serta dapat menekan
AKI.
Pekanbaru, 1 Desember 2011

Penulis

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN
1.1LATAR BELAKANG
Kehamilan merupakan suatu hal yang alami yang akan dialami oleh setiap wanita yang
normal dan wanita yang telah menikah. Biasanya kehamilan ini dimulai dari hubungan
seksual kemudian terjadinya pertemuan antara sel sperma dan ovum, sehingga terjadilah
ovulasi sampai partus adalah kira-kira8 hari hingga 40 minggu kehamilan yang disebut
sebagai kehamilan matur.
Antenatal care atau pemeriksaan kehamilan ditujukan untuk menyiapkan baik fisik
maupun mental ibu di dalam masa kehamilan dan kelahiran, serta menemukan kelainan
dalam kehamilan dalam waktu dini sehingga dapat diobati secepatnya.
Pemeriksaan kehamilan ( Antenatal Care ) yang dilakukan secara teratur dapat
menurunkan angka kecacatan dan kematian baik ibu maupun janin. Namun ternyata masih
banyak ibu hamil yang tidak memperhatikan pentingnya ANC ini, sehingga banyak
komplikasi pada kehamilan dan persalinan yang terlambat untuk ditangani. Hal inilah yang
melatar belakangi penulis untuk menyusun makalah dengan judul Asuhan Kebidanan Pada
Ibu Hamil, dimana dalam hal ini di khususkan pada kasus kehamilan trimester I yang penulis
temui dilahan praktik klinik kebidanan RB Jambu Mawar. Sehingga pembaca maupun
penulis makalah ini dapat sama- sama mempelajari dan memahami pentingnya ANC dalam
menekan AKI dan AKB.

1.2TUJUAN
Tujuan Umum: Agar mahasiswa dapat mengetahui dan memahami kerangka berfikir seorang
bidan dalam pemberian asuhan kebidanan
Tujuan Khusus :
1. Mampu melakukan pengkajian data pada ibu hamil trimester I

2. Mampu menegakkan diagnosa dari pengkajian data yang telah di dapatkan


3. Mampu melakukan tindakan segera apabila ada masalah potensial
4. Mampu melakukan perencanaan asuhan yang akan diberikan
5. Mampu melakukan penatalaksanaan dari asuhan yang direncanakan
6. Mampu mengevaluasi atas tindakan yang telah dilakukan
7. Mampu melakukan pendokumentasian sesuai SOAP.

BAB II
TINJAUAN TEORITIS

2.1KEHAMILAN
2.1.1

Defenisi Kehamilan
Kehamilan merupakan suatu hal yang alami yang akan dialami oleh setiap wanita yang

normal dan wanita yang telah menikah. Biasanya kehamilan ini dimulai dari hubungan
seksual kemudian terjadinya pertemuan antara sel sperma dan ovum, sehingga terjadilah
ovulasi sampai partus adalah kira-kira 8 hari hingga 40 minggu kehamilan yang disebut
sebagai kehamilan matur.
Kehamilan adalah rangkaian peristiwa yang baru terjadi bila ovum dibuahi dan
pembuahan ovum akhirnya berkembang sampai menjadi fetus yang aterm( Guyton, 1997)
Kehamilan adalah dikandungnya janin hasil pembuahan sel telur oleh sel sperma
( Kushartanti, 2004 )
Masa kehamilan dimulai dan konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya hamil normal
adalah 280 hari ( 40 minggu atau 9 bulan 7 hari) sejak hari pertama haid terakhir ( Hanifa,
2000 )

2.1.2 Fisiologi Kehamilan


Kehamilan melibatkan perubahan fisik maupun emosional dari ibu serta perubahan sosial
dari keluarga, berikut dijelaskan mengenai perubahan fisik yang terjadi pada ibu hamil
berdasarkan buku yang berjudul konsep asuhan kebidanan yaitu:
a. Trimester 1
Tanda fisik pertama yang dapat dilihat adalah adanya spooting atau perdarahan
sedikit terjadi sekitar 11 hari

setelah

yang

konsepsi ( bertemunya sel sperma dan sel ovum).

Jika ibu mempunyai siklus haid 28 hari, perdarahan ini terjadi sebelum ibu mendapatkan

haidnya. Perdarahan ini disebut implantasi. Perdarahan implantasi ini biasanya berlangsung
kurang dari lamanya haid normal.
Perubahan fisik lainnya yaitu adanya nyeri dan pembesaran pada payudara diikuti oleh
rasa kelelahan yang kronis dan sering kencing. Sementara itu, morning sickness atau mual
muntah dipagi hari biasanya dimulai pada usia kehamilan 8 minggu dan mungkin berakhir
sampai 12 minggu. Adapun kenaikan berat badan yang terjadi pada trimester 1 sekitar 1-2 kg.
b. Trimester 2
Uterus akan tumbuh pada usia kehamilan 16 minggu uterus biasanya berada pada
pertengahan antara simfisis pubis dan pusat. Penambahan berat badan sekitar 5-6 kg selama
trimester ke2. pada usia 20 minggu fundus akan berada disekitar pusat. Payudara akan mulai
mengeluarkan colostrum. Ibu mulai merasakan gerakan bayinya dan akan timbul perubahan kulit
seperti cloasma, striae gravidarum dan linea nigra.
c.

Trimester 3

Pada usia kehamilan 28 minggu fundus akan berada disekitar pusat dan xhipoid. Pada
usia 32-36 minggu fundus dapat mencapai prosesus xhipoid. Payudara akan terasa nyeri dan
penuh. Keadaan sering kencing akan timbul kembali. Mulai terjadi mules yang semakin
meningkat. Terjadinya perasaan nyeri punggung karena tahanan di punggung semakin besar.
( Anonim, 2003: 11).

2.2 ANTENATAL CARE


2.2.1 Definisi
Antenatal care adalah cara penting untuk memonitor dan mendukung kesehatan ibu hamil
normal dan mendeteksi ibu dalam kehamilan normal.

2.2.2 Tujuan Asuhan Antenatal.


a. Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang
bayi.
b. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental dan sosial ibu dan bayi.
c. Mengenali secara dini adanya ketidaknormalan atau komplikasi yang mungkin terjadi
selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum, kebidanan dan pembedahan.
d. Mempersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan dengan selamat, ibu maupun
bayinya dengan trauma seminimal mungkin.
e. Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal.
f. Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat
tumbuh kembang secara normal
2.2.3 Kebijakan Program
Pemeriksaan kehamilan dilaksanakan minimal 4 kali selama kehamilan, yaitu:
a. Satu kali pada triwulan pertama.
b. Satu kali pada triwulan kedua.
c. Dua kali pada teriwulan ketiga.
2.2.4 Pelayanan atau Asuhan Standar minimal termasuk 7T
a.

Timbang berat badan.

b.

Ukur tekanan darah.

c.

Ukur tinggi fundus uteri.

d.

Pemberian imunisasi Tetanus Toksoid secara lengkap.

e.

Pemberian tablet Fe, minimal 90 tablet selama kehamilan.

f.

Test terhadap penyakit menular seksual.

g.

Temu wicara dalam rangka persiapan rujukan.


(Saifuddin, 2004: 90)

2.2.5 Penilaian Klinik


a. Anamnesa terdiri dari informasi biodata, riwayat kehamilan sekarang, riwayat kehamilan
yang lalu, riwayat kesehatan dan penyakit yang diderita, riwayat sosial ekonomi.
b. Pemeriksaan Fisik :
1)

Pemeriksaan Fisik Umum meliputi pemeriksaan tinggi badan, berat badan, serta
tanda-tanda vital.

2)

Kepala dan Leher meliputi pemeriksaan rambut dan kulit kepala, kebersihannya,
benjolan abnormal pada kepala, oedema pada wajah, konjungtiva dan sklera,
keadaan mulut dan gigi, pembengkakan pada kelenjar tiroid, lymfe dan vena
jugularis serta reflek menelannya.

3)

Payudara meliputi ukuran dan bentuk payudara, puting menonjol atau tidak,
pengeluaran kolostrum, ada massa atau tidak, adakah pembesaran nodul axilla,
adakah retraksi atau dimpling.

4)

Abdomen meliputi inspeksi luka bekas operasi, palpasi TFU, palpasi bagaimana,
presentasi dan penurunan kepala (kalau lebih dari 36 minggu), auskultasi DJJ (jika
> 18 minggu).

5)

Tangan dan kaki meliputi kepucatan pada kuku, reflek daerah bisep dan trisep,
oedema. Pada ektremitas bagian bawah memeriksa varices, kepucatan pada kuku,
dan oedema pada kaki, reflek patella.

6)

Genetal
a)

Genetal Luar (Eksternal) : varises, oedema, lesi, perdarahan, cairan yang keluar,
palpasi uretra adakah pembengkakkan kelenjar skene dan kelenjar bartholini
serta adakah pengeluaran cairan.

b)

Genetalia Dalam (internal) : Servik meliputi cairan yang keluar, luka (lesi),
kelunakan posisi, mobilitas, tertutup atau membuka, Vagina meliputi cairan
yang keluar, luka. darah dan adakah massa.

2.2.6 Kebijakan Teknis


a. Mengupayakan kehamilan yang sehat
b. Melakukan deteksi dini komplikasi, melakukan penatalaksanaan awal serta rujukan bila
diperlukan
c. Persiapan persalinan yang sehat dan aman
d. Perencanaan antisipatif dan persiapan dini untuk melakukan rujukan jika terjadi
komplikasi
2.2.7 Jadwal Imunisasi TT
Tabel 1.1 : Jadwal Imunisasi TT
Antige
n
TT1
TT2

Interval
Kunjungan antenatal
pertama
4 minggu setelah TT1

Lama

%Perlindunga

Perlindungan

3 tahun

90

TT3
TT4

6 bulan setelah TT1


1 tahun setelah TT3

TT5

1 tahun setelah TT4

5 tahun
10 tahun
25 tahun/
seumur hidup

95
99
99

(Sumber: Saifuddin, 2004: 91)


2.2.8 Tanda Bahaya Kehamilan
Selama periode antenatal bidan harus mampu mewaspadai terhadap tanda-tanda dalam
kehamilan. Jika tanda bahaya tidak mampu terdeteksi dapat menyebabkan kematian ibu. Ada 6
tanda bahaya dalam kehamilan diantaranya:
a.

Perdarahan pervaginam.

b.

Sakit kepala yang hebat (menetap dan tidak hilang)

c.

Perubahan visual secara tiba-tiba (pandangan kabur, rabun senja)

d.

Nyeri abdomen yang berat.

e.

Oedema pada muka atau tangan.

f.

Gerakan janin berkurang, tidak seperti biasanya.

2.2.9 Ketidaknyamanan Pada Kehamilan


Selama kehamilan ibu mengalami ketidaknyamanan yang fisiologis. Penyebab utamanya
adalah karena pengaruh hormonal. Ketidaknyamanan ini merupakan bagian dari perubahan yang
terjadi pada tubuh ibu selama kehamilan.
Beberapa ketidaknyamanan yang umum pada kehamilan antara lain: mual muntah, sakit
kepala, saliva yang berlebihan, keletihan, nyeri punggung bagian bawah, peningkatatan
pengeluaran vagina, varices, nyeri selama berhubungan seks, gusi berdarah, sering kencing,
hyperpigmentasi pada wajah dan payudara, supine hypotention, konstipasi, haemoroid, kram
pada kaki, kaki bengkak dan nyeri pada ligamentum rotundum. (Anonim,2003:71)

2.2.10 Komplikasi Pada Kehamilan


a.

Kelainan dalam tenggang waktu umur kehamilan yaitu abortus, partus prematurus dan
partus imaturus (persalinan kurang bulan).

b.

Kelainan tempat kehamilan yaitu kehamilan ektopik (KE).

c.

Kelainan telur misal mola hidatidosa.

d.

Penyakit dan kelainan plasenta


1) Penyakit-penyakit pada plasenta yaitu infark plasenta, kalsifikasi

plasenta, dan

disfungsi plasenta.
2) Kelainan bentuk plasenta yaitu plasenta suksentaria, plasenta spuria, plasenta
membranase dan plasenta sirkumpalata.
3) Kelainan implantasi plasenta yaitu implantasi dibagian bawah sehingga menimbulkan
berbagai bentuk plasenta previa dan implantasi plasenta terlalu dalam.
e.

Kelainan tali pusat seperti kelainan insersi, simpul tali pusat dan lilitan tali pusat.

f.

Kelainan air ketuban

g.

Kelainan janin.

h.

Gestasi berupa hiperemesis gravidarum, pre-eklampsi dan eklampsi.

i.

Perdarahan antepartum yaitu plasenta previa dan solusio plasenta.

BAB III
TINJAUAN KASUS
FORMAT PENDOKUMENTASIAN
ASUHAN KEBIDANAN
RB Jamb uMawar

CI Lapangan :Bidan Winalti

Nomor RM :
PENGKAJIAN

1.

ANC
Mahasiswa : Kurnia Gusti Utami
1.
2. Data Subjektif
A
3. BIODATA
4. NamaKlien/ Ibu

Tanggal / Pukul Pengkajian : 07 11 2011


: 09.00 WIB
Cara masuk :

:Ny. Rama Denis

NamaSuami

Tn.

Akmal
5. Umur

: 31 thn

Umur

: 34thn

6. Agama

: Islam

Agama

: Islam

7. Pendidikan

: SMA

Pendidikan : SMA

8. Pekerjaan : IRT

Pekerjaan

: Wiraswasta

9. Alamat

Alamat

: Jalan Pemuda

No. Telp

:-

: Jalan Pemuda

10. No. Telp : 11.


12. Penaggung Jawab : SuamiKlien
13.

14. ALASAN KUNJUNGAN / DIRAWAT / KELUHAN UTAMA :


15.
16.

Ibu dating ingin memriksakan kehamlannya, dengan keluhan mual

muntah dan cepat lelah.


17.
18.
20.
2.

19.
21.
22. Riwayat Menstruasi :

3.

4.

5.

6.

7.
8.

9.

23. HPHT
: 15 03 2011
Tafsiran Partus : 22 11 2011
24. Siklus Haid : 28 30 Hari
25.
26. Riwayat perkawinan:
27. Perkawinan Ke
:I
Tahun Ke : 1 tahun
28. Usia Saat Kawin
: 24thn
29.
:G1P0 A0 H0
30. Riwayat Kehamilan/ Persalinans ekarang
31. Pertama kali periksa kehamilan ini pada UK : 5 minggu ,
di : Rumah Bersalin
32.
Oleh : Bidan
33. Pemeriksaan kali iniygke
:2
34. Masalah pada kehamilan ini
:
35.
Kehamilan Muda : Mual, Muntah, Kelelahan
36. Imunisasi
: Tidak ada
37. Pengobatan yang pernah diberikan : Vit. B6
38.
39.
40. Riwayat Penyakit / Operasi yang lalu : ( jenispenyakit / operasi, dimana dan
kapan )
41.
Tidakada
42.
43. RiwayatPenyakitKeluarga ( Ayah, Ibu, Adik, Paman, Bibi ) yang
pernahmenderitasakit:
44. HamilKembar ( Neneksuami)
45.
46. Riwayat yang Berhubungan Dengan masalah Kesehatan Reproduksi :
47.
Tidak Ada
48.
49. Genogram :
50.
51.
52.
53.
54.
55.
56.
57.
58.
59. Kesimpulan :

60. Riwayat Keluarga Berencana


61. Metode KB yang dipakai : tidak ada
62. Komplikasi
:63.

Lama : -

10.

81.
B
1.

64.
65. PolaMakan / Minum / Eliminasi / Istirahat / Psikososial :
66. Makan : 3 kali/hari
67. Minum: 6 - 7 gelas/hari
68. Jenis makanan / minuman yang sering dikonsumsi :
69.
70. Pola eliminasi :
BAK : 5 6 kali/hari
71.
BAB : 1 kali/hari
72. Kelaianan / masalah yang ditemukan pada pola eliminasi :
73.
Tidak Ada
74.
75. PolaIstirahat : Tidur : 6 7 jam/hari
76. Psikososial : Penerimaan klien terhadap kehamilan ini : Senang
77. Sosial Support
: Suami, Orang tua, Mertua, danKeluarga lain
78. Masalah / gangguan pada pola istirahat dan psikososial :
79. Tidakada
80.
82. DATA OBJEKTIF
83. PEMERIKSAAN FISIK
84. Keadaan Umum
85. Kesadaran : Kompos Mentis
86. Sikap Tubuh : Normal
87. Tanda-tanda Vital
: TD : 110/70 N : 84 x/menit
P : 20 x/menitS : 36,30C
88. Turgor
: Baik
89. BB sekarang : 47 kg
BB sebelum hamil : 47 kg
cm
90.
91. Rambut / Kepala
: Bersih
92. Mata
: Seklera
: Tidakikterus
93.
Konjungtiva : TidakPucat
94.
Penglihatan : Jelas
95.
Alat Bantu : Tidakada
96.
97. Muka
: Tidak tampak kelainan
98. Gigi
: Tidak tampak kelainan
99. Telinga : Tidak tampak kelainan
100.
Leher
: Tidak tampak kelainan
101.
102.
Payudara
: Tidak simetris
103.
Putting susu
: Datar
104.
Areola Mammae: Bersih
105.
Pengeluaran ASI : Belum Tampak
106.
107.
Abdomen
108.
Luka operasi
: Tidak ada

TB : 158 cm

LILA : 26

2.
3.
4.

5.

109.
Pembearan
: belum teraba
110.
Striae
:111.
Linea
: Nigra
112.
113.
Ekstremitas
: Tidak tampak cacat dan tidak ada oedema
114.
Reflek patella : ka / ki (+)
115.
Akral
: normal
116.
117.
PemeriksaanPenunjang :
118.
Tidak Ada
119.
120.
Hal yang masih perlu dikaji namun tidak tercantum dalam format
121.
Tidakada
122.
123.
Kesimpulan / Diagnosa / Masalah :
124.
IbuG1P0 A0 H0, UsiaKehamilan : 10 minggu 2 hari, ibu mengalami nausea,
emisis gravidarum, dankelelahan
125.
126.
Penatalaksanaan :
1.
Memina Hubungan baik dengan ibu dan keluarga
127.
2.
Mengiformasikan hasil pemeriksaan :tekanandarah ibu normal
110/70 mmHg, usia kehamilan 10 11 minggu, ibu mengalami ketidaknyamanan
normal pada kehamilan muda.
128.
129.
3.
Menjelaskan pada ibu mengenai keluhanya dan asuhan kebidanan
yg diberikan:
a. Mual yang dialami ibu akibat ketidakseimbangan hormone yang terjadi pada tubuh
ibu diawal kehamilan hal ini mengakibatkan asam lambung ( HCl) meningkat
sehingga ibu sering merasa mual bahkan sampai muntah terutama di pagi hari saat
lambung masih kosong.
b. Merasalelahkarenatubuhibuharusmensuplaidan
mendukung
nutrisi
untuk
kehamilan. Jantung terasa lebih cepat dandetaknyalebihkuat, nadilebihcepat.
c. AsuhankebidananMualmuntah :
1. Makan porsi kecil tapi sering, bahkan setiap 2 jam
2. Makan biskuit kering atau roti bakar sebelum bangun pagi
3. Makan sesuatu yang manis (permen), minuman (jus buah)atauminum air
hangat sebelum tidur malam dan sesudah bangun pagi
4. Hindari makanan yang berminyak, terlalupedas, amis dan berbau tajam karena
dapat menambah mual serta merangsang muntah.

5. Bangun dari tidur secara perlahan dan hindari melakukan gerakan secara tibatiba
6. Hirup udara segar, pastikan cukup udara di dalam rumah
d. Asuhan kebidanan Kelelahan :
130.
1. Yakinkan bahwa hal ini normal terjadi dalam kehamilan
2. Ibu harus sering beristirahat
3. Aktivitas sedang dan nutrisi yang baik dapat mengurangi kelelahan
4. Tidak perlu memberikan obat-obatan
5. Suplemen vitamin bisa membantu
e. Ibu mengerti denganpenjelasan yang diberikan
131.
4.
Memberi ibu :
1. B6
: 1 x 1 / hari
2. Probion
: 1 x 1 / hari
3. Vit. C : 2 x 2 / hari
132. Ibu bersedia meminum obat
133.
134. 5. Menganjurkan ibu kunjungan ulang 1 bulan lagi atau bila ada keluhan.
135.
136.
137.
Pekanbaru, 7
November 2011
138.
Mahasiswi
139.
140.
141.
142.
143.
Kurnia Gusti Utami
144.
P0 7124209 791
145.
146.
147.
BAB 1V
148.
PEMBAHASAN
149.
4.1 Pengkajian
150. Pembahasan Merupakan Analisis penulis mengenai kesenjangan yang terjadi
antara tinjauan teori dengan kenyataan yang ada pada teori masalah yang timbul pada trimester II
keputihan

151. Pada kasus Ny. R G1P0A0H0 dengan UK 10-11 minggu. Ibu mengeluh
mengalami mual, muntah serta kelelahan.
152. Pada Diagnosis di atas penulis tidak menemukan kesenjangan antara teori
praktek, intervensi, implementasi dan evaluasi yang telah dilakukan berdasarkan masalah yang
muncul terhadap Ny. R pada masa kehamilan di RB Jambu Mawar maka banyak kesamaan
antara yang ditemukan dilahan praktek dengan teori yang ada.
153.

4.2 Interpretasi

154.
Data-data yang di temukan sesuai dengan konsep teori yang ada:
Keadaan umum ibu,tanda-tanda vital dalam batas normal
155. TD : 110/70 N : 84 x/menit
P : 20 x/menit
S : 36,30C
TFU pada usia kehamilan 10 - 11 minggu yaitu belum teraba ( masih berada dalam
rongga panggul)
Adanya diperut ibu linea yaitu nigra
Keluhan : mual, muntah dan kelelahan
156.
4.3 Identifikasi Diagnosa /masalah
157. Secara teori pada kasus ini diagnosa yang di tegakkan adalah G1 P0 A0 H0,Usia
kehamilan ibu 10 minggu 2 hari, ibu mengeluh mual, muntah dan kelelahan.
158.
4.4 Merencankaan Asuhan yang Menyeluruh
159. Secara teori perencanaan yang dibuat sesuai diagnose atau masalah yang
ditemukan pada saat pengkajiaan.
160. Pelaksanaan yang dilakukan sesuai dengan perncanaan yang di buat, yang mana
perencanaan tersebut sesuai dengan kebutuhan dan masalah yang dialami ibu. Dalam
pelaksanaan juga tidak dilakukan intervensi yang tidak diperlukan oleh ibu.
161.
162.
4.6 Pelaksanaan
163.
Pada konsep asuhan pelaksanaannya antara lain membina hubungan baik dengan
ibu, memberitahukan pada ibu dan keluarga tentang hasil pemeriksaan, menjelaskan pada ibu
mengenai keluhan dan asuhan kebidanan yang diberikan, ibu pun mengerti dengan penjelasan
yang diberikan. Member tablet Fe serta vitamin pada ibu serta menganjurkan ibu melakukan
kunjungan ulang. Sedangkan pada kasus yang ditemukan di lahan praktek sesuai dengan konsep
asuhan.
164.

4.7 Evaluasi

165.
Setelah dilakukan pemeriksaan dengan penerapan manajemen kebidanan
yang baik pada Ny.R. Sehingga penatalaksanaan berjalan dengan lancer dan ibu
mengerti terhada ppenjelasan yang di berikan.
166.
167.

BAB V

168.

PENUTUP

169.
170.

5.1 Kesimpulan
171. Setiap ibu hamil memiliki resiko dalam menghadapi kehamilannya. Berbagai

macam keluhan atau ketidaknyamanan dirasakan pada ibu hamil, baik trimester I, trimester II,
dan juga Trimester III. Masing masing keluhan tersebut dapat diatasi atau ditangani sesuai
dengan pembagian trimester nya dengan melakukan pemriksaan. Pemeriksaan inilah yang
disebut dengan antenatal care.
172. Dalam melakuan pemriksan antenatal care, ada pembagian waktunya sesuai
dengan standar WHO, yaitu :
1. satu kali kunjungan selama trimester pertama (sebelum 14 minggu)
2. satu kali kunjungan selama trimester kedua (antara minggu 14-28)
3. dua kali kunjungan selama trimester ketiga (antara minggu 28-36 dan sesudah minggu
ke-36)
173. Walaupun demikian, disarankan juga kepada ibu hamil untuk memeriksakan
kehamilannya dengan jadwal sebagai berikut :
1. satu kali kunjungan dalam 4 minggu sampai dengan kehamilan 28 minggu
2. satu kali kunjungan dalam 2 minggu pada kehamilan 28 36 minggu
3. satu kali kunjungan dalam 1 minggu pada kehamilan 36 40 minggu
174. Setiap

melakukan

antenatal

care,

dilakukan

pndokumentasian.

Tujuan

pendokumentasian ini yaitu agar dapat memantau perkembangan kehamilan ibu, sehingga jika
terdapat tanda bahaya kehamilan dapat segera diatasi.

175.

5.2 Saran
176. Sebaiknya sebagai tenaga kesehatan lebih banyak memberikan informasi kepada

ibu mengenai cara mengatasi ketidaknyamanan pada ibu hamil, persiapan persalinan, tanda
persalinan. Sehingga ibu dapat mempersiapkan diri selama kehamilan untuk mengahdapi
persalinan dan nifas.
177.

Anda mungkin juga menyukai