Anda di halaman 1dari 6

Isolasi penyebab patogen oleh fungi Ada tiga jenis penyakit jamur akar pada tanaman kakao, yaitu:

Penyakit jamur akar merah yang disebabkan Ganoderma philippii; Penyakit jamur akar coklat disebabkan Fomes lamaoensis( dan Penyakit jamur akar putih disebabkan Fomes lignosus. Ketiganya menular melalui kontak akar, umumnya penyakit akar terjadi pada pertanaman baru bekas hutan. Pembukaan lahan yang tidak sempurna, karena banyak tunggul dan sisa-sisa akar sakit dari tanaman sebelumnya tertinggal di dalam tanah akan menjadi sumber penyakit. Ketiga jenis penyakit ini mempunyai gejala: daun menguning, layu dan gugur, kemudian diikuti dengan kematian tanaman. Untuk mengetahui penyebabnya, harus melalui pemeriksaan akar. Pencegahan penyakit dilakukan dengan membongkar semua tunggul pada saat persiapan lahan terutama yang terinfeksi jamur akar. Lubang bekas bongkaran diberi 150gr belerang dan dibiarkan minimal 6 bulan. Pada saat tanam diberi 100 gr Trichoderma sp. per lubang. Pada areal pertanaman, pohon kakao yang terserang berat dibongkar sampai ke akarnya dan dibakar di tempat itu juga. Lubang bekas bongkaran dibiarkan terkena sinar matahari selama 1 tahun. Minimal 4 pohon di sekitarnya diberi Trichoderma sp. 200gr/pohon pada awal musim hujan dan diulang setiap 6 bulan sekali sampai tidak ditemukan gejala penyakit akar di areal pertanaman kakao tersebut. Selain pencegahan diatas dapat pula dilakukan dengan membuat parit isolasi dengan lebar 30 cm kedalam 60-100 cm. Pembuatan parit isolasi ini dimaksudkan untuk: 1. Mencegah akar tanaman yang sakit bersentuhan dengan tanaman kakao yang sehat sehingga penyebaran penyakit akar ini dapat ditekan. 2. Parit isolasi ini juga berfungsi sebagai jalan masuknya sinar matahari. Sehingga kelembaban di sekitar parit dapat dikurangi dengan adanaya sinar matahari yang sampai kekedalaman parit isolasi. 3. Parit isolasi juga dapat sebagai saluran drainase agar areal bebas gengan air pada musim hujan

Tetapi parit isolasi tidak efektif jika saat hujan turun karena air hujan menggenang dan spora spora jamur akar akan berada digenangan dan akan lebih parah lagi jika penyerapan air digenangan tidak secara lancar. Hal ini dapat menghanyutkan spora spora dan menjangkiti tanaman kakao yang sehat. Agar parit isolasi dapat berfungsi dengan baik maka dilakukan pemeliharaan dengan cara: 1. Bersihkan parit dengan cangkul dari tanaman pengganggu, parit yang runtuh diperbaiki kembali dengan cangkul.
2. Dasar parit dibuat miring agar air dapat mengalir dengan lancer

3. Agar air dapat mengalir di parit perlu dilakukan penataan parit pada tanaman yang sakit

10 gejala penyakit oleh patogen jamur Gejala Jenis fungi Kelas fungi 1. Akar gada pada Plasmodiophora brassicae Phycomycetes tanaman kol Wor. 2. Busuk daun kentang Phytophtora infestans Phycomycetes (Mont) De Bary. 3. Semai roboh pada Phytium debaryanum Phycomycetes cabe Hesse. 4. Embun tepung apel Podosphaera leucotricha Ascomycetes (E. and E) Salm. 5. Embun tepung Erisiphe cichoracearum De Ascomycetes mangga Cand. 6. Embun tepung kapri Erisiphe polygoni DC. Ascomycetes 7. Cendawan jelaga Meliola mangiferae Earle. Ascomycetes pada mangga 8. Cendawan jelaga Meliola penzigi Sacc. Ascomycetes pada jeruk manis 9. Cendawan jelaga Meliola ipomoeae Earle. Ascomycetes pada ubi jalar 10. Penyakit roboh Selerotinia selerotiorum Ascomycetes selada (Lib) Sacc. Et Trott

Isolasi penyebab penyakit tanaman oleh patogen bakteri

1.

Screening test : ada tidaknya bakteri : IF test , PCR, mikroskop (400-10.000 x perbesaran).

2. Isolasi pada media selektif : dengan melihat tipe koloni dibuat biakan murni yang selanjutnya analisa asam lemak, uji biokimia, dan molekular.

3. Uji Patogenisitas : inokulasi pada tanaman tomat.

4.

Reisolasi (isolasi kembali) dan identifikasi bakteri : tipe koloni pada biakan murni harus sama dengan isolat yang diinokulasikan pada tanaman sehat selanjutnya di identifikasi dengan uji IF, PCR, Uji BIOLOG.

Langkah-langkah pengujian Postulat Koch adalah sebagai berikut :

a.

Organisme (bakteri) harus ditemukan berasosiasi dengan gejala penyakit yang ada (bagian tanaman yang sakit diuji).

b.

Organisme harus dapat diisolasi dari jaringan yang sakit dan dapat dibuat biakan murni.

c.

Organisme dari biakan murni harus dapat diinokulasikan pada tanaman inang yang sehat dan menghasilkan gejala penyakit yang sama dengan gejala pada tanaman sebelumnya.

d.

Organisme harus dapat diisolasi kembali (reisolasi) dari tanaman yang di inokulasi dan hasilnya harus sama dengan organisme yang dipakai untuk inokulasi.

Jika semua langkah diatas telah diikuti dan dibuktikan kebenarannya maka organisme yang di reisolasi dapat diidentifikasi sebagai organisme yang bertanggung jawab terhadap penyakit. Identifikasi lanjutan untuk penentuan spesies, sub spesies, patovar dan sebagainya, dapat dilakukan berdasarkan karakter morfologi, fisiologi dan biokimia, molekuler dan sebagainya sesuai metode identifikasi yang dikemukakan pada berbagai manual atau buku pedoman lainnya.

Gejala penyakit 1. Penyakit layu bakteri 2. Penyakit layu bakteri 3. Penyakit layu bakteri 4. Penyakit layu bakteri 5. Busuk hitam

10 gejala penyakit tanaman oleh bakteri Bakteri patogen Tanaman Pseudomonas Tomat solanacearum (E.F. Smith). Xanthomonas Tembakau solanacearum (E.F. Smith). Bacterium solanacearum Terung (E.F. Smith). Phytomonas solanacearum Wijen, kacang tanah (E.F. Smith) Bergey. Pseudomonas campestris Kol (kubis) (Pam) E.F.S 6. Kudis bakteri Xanthomonas campestris Tomat pv. vesivatoria 7. Busuk lunak bakteri Erwinia carotovora (L.R. Wortel Jones) 8. Busuk lunak bakteri Erwinia carotovora (L.R. Kol, sawi. Jones) 9. Busuk lunak bakteri Erwinia carotovora (L.R. Kentang, kacang tanah, Jones) buncis 10. Busuk lunak bakteri Bacillus carotovora Selada

L.R.Jones

TUGAS FITOPATOLOGI

OLEH : ALAN HANDRU 07 133 046

JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA SAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS ANDALAS PADANG, 2011