100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
456 tayangan13 halaman

Elbow Joint

Laporan praktikum ini membahas teknik radiografi articulatio cubiti dengan proyeksi AP dan lateral. Terdapat penjelasan tentang persiapan alat, posisi pasien dan objek, serta arah sinar X untuk mendapatkan citra yang baik. Selanjutnya diuraikan proses pencucian film di kamar gelap hingga film siap diamati.

Diunggah oleh

Ayuning Sinchitta
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
456 tayangan13 halaman

Elbow Joint

Laporan praktikum ini membahas teknik radiografi articulatio cubiti dengan proyeksi AP dan lateral. Terdapat penjelasan tentang persiapan alat, posisi pasien dan objek, serta arah sinar X untuk mendapatkan citra yang baik. Selanjutnya diuraikan proses pencucian film di kamar gelap hingga film siap diamati.

Diunggah oleh

Ayuning Sinchitta
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PRAKTEK

ARTICULATIO CUBITI

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah

TEKNIK RADIOGRAFI EKSTREMITAS DAN TULANG BELAKANG

Dosen Pengampu:

Andrey Nino Kurniawan S. St. M. Eng

Oleh :

AYUNING SINCHITTA

P1337430222074

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI RADIOLOGI PENCITRAAN


PROGRAM SARJANA TERAPAN
JURUSAN TEKNIK RADIODIAGNOSTIK DAN RADIOTERAPI
POLTEKKES KEMENTERIAN KESEHATAN SEMARANG
TAHUN 2022/2023
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas
limpahan rahmatnya penyusun dapat menyelesaikan laporan praktikum ini tepat
waktu tanpa ada halangan yang berarti dan sesuai dengan harapan.

Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada bapak Andrey Nino Kurniawan,
S.ST, M.Eng sebagai dosen pengampu mata kuliah Teknik Radiografi
Ekstraminitas dan Tulang Belakang yang telah membantu memberikan arahan
dan pemahaman dalam penyusunan laporan ini.

Saya menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini masih banyak


kekurangan karena keterbatasan saya. Maka dari itu penyusun sangat
mengharapkan kritik dan saran untuk menyempurnakan laporan ini. Semoga apa
yang ditulis dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkan.

Semarang, 27 Agustus 2022

Ayuning Sinchitta
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Persendian antara humerus dan radioulna sering disebut sebagai sendi


cubiti/elbow joint. Sendi cubiti termasuk jenis sendi engsel/hinge joint yang
hanya memungkinkan pergerakan fleksi dan juga ekstensi, namun sendi tersebut
menjadi penting karena lokasi dan frekuensi penggunaannya dalam aktivitas
seharihari maupun olahraga yang melibatkan persendian tersebut.
Pada elbow joint normal dapat digerakkan fleksi dan ekstensi dengan
kondisi elbow joint normal akan lebih mudah untuk memposisikan siku yang
akan diperiksa. Bagian distal elbow joint merupakan satu per tiga dari ante
brachii proksimal. Sedangkan untuk bagian proksimal elbow joint yaitu satu per
tiga dari humerus distal.

1.2 Tujuan
- Dapat melakukan ekspose pada bagian articulatiocubiti (ellbow joint)
- Dapat melakukan pencucian film pada kamar gelap

1.3 Waktu Pelaksanaan


Hari : Kamis
Tanggal : 25 Agustus 2022
Jam : 09.30 - 11.30

Tempat : Laboratorium 1 dan Kamar Gelap


BAB II

ISI

Teknik radiografi merupakan prosedur pembuatan pengambilan


gambaran anatomi fisiologi menggunakan sinar-X . Sinar-X digunakan dalam
pemeriksaan radiologi dan memiliki sifat,seperti :

1. Dapat menembus bahan


2. Dapat menimbulkan ionissi
3. Dapat menghitamkan plat film
4. Berjalan pada garis lurus

Elbow adalah sendi intermediate extremitas superior , yang membantu


mekanikal pada mata rantai antara segment pertama yaitu lengan atas dan
segment kedua lengan bawah dari extremitas superior . Elbow memungkinkan
lengan bawah berada pada beberapa posisi dalam keadaan tertentu , contoh
seseorang yang membawa makanan ke mulut dengan fleksi elbow .

Sendi siku atau elbow joint terjadi di persimpangan tiga tulang , humerus
(tulang lengan atas) , ulna (lebih besar dari dua tulang lengan bawah) dan radius.
Humerus membentuk bagian atas dari sendi dan melebar mendekati akhir untuk
membentuk Epicondyles Medial . Sendi siku terdiri atas tiga sendi yaitu
articulation humero radialis , articulation humero ulnaris , dan articulation
radioulnaris proksimal.
Dan dalam kesempatan kali ini akan dibahas mengenai teknik
pemeriksaan radografi Articulatio Cubiti dengan proyeksi AP (Anterior
Posterior) dan Lateral.

1. Pengeksposan
Sebelum mengekspos, pastikan kaset sudah terisi dengan film. Pengisian
film pada kaset dilakukan di kamar gelap. Saat pengisian film dari tempat
penyimpanan ke kaset, pastikan tidak ada cahaya sama sekali.
a. Elbow joint Proyeksi AP
Sebelum pasien melakukan pemeriksaan seorang radiografer harus
melakukan anamnesa kepada pasien, menanyakan kepastiannya seperti nama,
alamat, umur, keluhan riwayat penyakit, dan lain sebagainya. Seorang
radiografer yang baik juga harus mampu berkomunikasi baik dengan pasien, agar
pasien dapat mempercayai kita, dan proses pengeksposan akan berjalan baik
tidak ada pihak manapun yang dirugikan. Selanjutnya, di bawah ini akan dibahas
urutan urutan yang harus diperhatikan sebelum melakukan pemeriksaan :
gambar 2. 1 posisi objek AP

1) Persiapan Alat
 Pesawat rontgen
 Tabung sinar – x
 Timbal ( sebagai pembatas )
 Meteran
 Kaset ( 24 cm x 30 cm )
 Film ( 24 cm x 30 cm )
 Marker
 Aprone
 Phantom
 Alat fiksasi ( sandbag,softbag )
2) Posisi pasien
 Melepas semua benda logam yang sedang digunakan
 Pasien duduk menyamping meja pemeriksaan, duduk dengan rileks
 Dapat memakai aprone timbal
 Arahkan pasien agar waktu pengeksposan, ia melihat ke arah yang
berkebalikan dengan bagian tubuh yang akan di ekspos dan
diupayakan jangan bergerak
3) Posisi objek
 Lengan diletakkan di atas kaset
 Atur elbow joint sesuaikan dengan proyeksi AP
 Pastikan satu per tiga antebrachii proksimal dan satu per tiga humerus
distal berada di atas kaset
 Elbow joint harus lurus dan berukuran sama
4) Posisi sinar
 CR vertical tegak lurus terhadap kaset
 Sinar mencakup marker, satu per tiga ante brachii proksimal dan satu
per tiga humerus distal
 Ukur antara tabung kolimator dan kaset menggunakan meteran, FFD
sepanjang 100 cm
 CP terletak pada pertengahan elbow joint

b. Elbow Joint Proyeksi Lateral


Sebelum pasien melakukan pemeriksaan seorang radiografer harus
melakukan anamnesa kepada pasien, menanyakan kepastiannya seperti nama,
alamat, umur, keluhan riwayat penyakit, dan lain sebagainya. Seorang
radiografer yang baik juga harus mampu berkomunikasi baik dengan pasien, agar
pasien dapat mempercayai kita, dan proses pengeksposan akan berjalan baik
tidak ada pihak manapun yang dirugikan. Selanjutnya, di bawah ini akan dibahas
urutan urutan yang harus diperhatikan sebelum melakukan pemeriksaan :
gambar 2. 2 posisi objek lateral

1) Persiapan Alat
 Pesawat rontgen
 Tabung sinar – x
 Timbal ( sebagai pembatas )
 Meteran
 Kaset ( 24 cm x 30 cm )
 Film ( 24 cm x 30 cm )
 Marker
 Aprone
 Phantom
 Alat fiksasi ( sandbag,softbag )
2) Posisi pasien
 Melepas semua benda logam yang sedang digunakan
 Pasien duduk menyamping meja pemeriksaan, duduk dengan rileks
 Dapat memakai apron timbal
 Arahkan pasien agar waktu pengeksposan, ia melihat ke arah yang
berkebalikan dengan bagian tubuh yang akan di ekspos dan diupayakan
jangan bergerak
3) Posisi objek
 Siku membentuk 90 derajat
 Tepi ulnaris menempel pada kaset, ibu jari menghadap ke atas
 Bantu objek atau fiksasi dengan menggunakan softbag pada ujung tangan
4) Arah sinar
 CR vertical tegak lurus terhadap kaset
 Sinar mencakup marker, satu per tiga ante brachii proksimal dan satu per
tiga humerus distal
 Ukur antara tabung kolimator dan kaset menggunakan meteran, FFD
sepanjang 100 cm
 CP terletak pada pertengahan elbow joint

2. Pencucian film
a. Alat, bahan, dan ruangan yang perlu dipersiapkan :
- Ruang Kamar Gelap
- Cairan developer, fixer, dan air bersih
- Hanger
- Alat Pengering
b. Proses Pencucian :
1. Setelah pengeksposan, kaset dibawa ke kamar gelap
2. Pastikan sebelum membuka kaset, tidak ada cahaya sama sekali kecuali
lampu berwarna merah ( safetylight )
3. Kaitkan film dengan hanger sesuai dengan ukurannya
4. Celupkan film ke develop (developing) sekitar 20 detik, air (cleansing)
sebanyak dua kali celupan, fixer (fixing) sekitar satu menit, air (washing)
lagi secukupnya, dan yang terakhir drying hingga kering dengan suhu 120
derajat
5. Film sudah dapat di amati
BAB III
PEMBAHASAN
Atas kerja kelompok yang kami lakukan, maka menghasilkan hasil exposed
sebagai berikut:

A. Kriteria Radiograf
a. Proyeksi AP
1.Kolimasi tepat menunjukkan epicondilus sejajar, bagian distal elbow joint
merupakan satu per tiga dari ante brachii proksimal. Sedangkan untuk
bagian proksimal elbow joint yaitu satu per tiga dari humerus distal.
2.Soft tissue dan trabecula tampak

b. Proyeksi Lateral

1. Kolimasi tepat menunjukkan epicondilus sejajar, bagian distal elbow joint


merupakan satu per tiga dari ante brachii proksimal. Sedangkan untuk
bagian proksimal elbow joint yaitu satu per tiga dari humerus distal.
2. Tidak ada fleksi phalang sehngga tidak ada superposisi berlebihan dan
mangkaburkan metacarpal
3.Soft tissue dan trabecula tampak

B. Kualitas citra

a.Proyeksi AP

1. Densitas cukup baik, dilihat dari background objek yang hitam pekat dan
objek yang diperiksa sudah tampak

2. Kontras cukup baik, dilihat dari Soft tissue yang tampak dan kontras antar
tulang terlihat pada objek

3. Detail cukup baik, dapat dilihat bahwa batas objek satu per tiga dari humerus
distal tampak

4. Ketajaman sangat baik sebab detail tiap tiap bagian tulang dan objek tampak

b. Proyeksi Lateral

1. Densitas cukup baik, dilihat dari background objek yang hitam pekat dan
objek yang diperiksa sudah tampak

2. Kontras cukup baik, dilihat dari Soft tissue yang tampak dan kontras antar
tulang terlihat pada objek

3. Detail cukup baik, dapat dilihat bahwa batas objek satu per tiga dari humerus
distal tampak

4. Ketajaman sangat baik sebab detail tiap tiap bagian tulang dan objek tampak

Evaluasi Anatomi Radiologi

A. Proyeksi AP
Tampak epicondilus dan elbow joint

B. Proyeksi Lateral
Tampak epicondilus dan, elbow joint
BAB IV

KESIMPULAN

Cubiti atau elbow joint yaitu persendian antara humerus dan radioulna.
Bagian distal elbow joint merupakan satu per tiga dari ante brachii proksimal.
Sedangkan untuk bagian proksimal elbow joint yaitu satu per tiga dari humerus
distal.

Pada elbow joint kita bisa menggunakan proyeksi AP (Anterior Posterior)


dan Lateral. Kedua proyeksi tersebut sama-sama menggunakan marker yang
terbaca. Serta sama – sama mencakup satu per tiga dari ante brachii proksimal
dan satu per tiga dari humerus distal.

Sedangkan, saat pengisian film di kamar gelap harus dipastikan tidak ada
cahaya yang masuk sama sekali. Tetapi, pada saat pencucian film, diperbolehkan
untuk menggunakan cahaya merah yang ada di kamar gelap.

Anda mungkin juga menyukai