SAP
(Satuan Acara Penyuluhan)
Topik : Hipertensi
Tempat : Daerah Tingga masing-masing Pengurus HIMA
Hari, tanggal : Jumat, 17 Maret 2023
Waktu : 08.00 – 10.05 WIB
Sasaran : Mayarakat di sekitar tepat tinggal pengurus
1.1 Latar Belakang
Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan masalah yang ditemukan pada
masyarakat baik di negara maju maupun berkembang termasuk Indonesia. Hipertensi
merupakan suatu keadaan meningkatnya tekanan darah sistolik lebih dari sama
dengan 140 mmHg dan diastolik lebih dari sama dengan 90 mmHg. Hipertensi dapat
diklasifikasikan menjadi dua jenis yaitu hipertensi primer atau esensial yang
penyebabnya tidak diketahui dan hipertensi sekunder yang dapat disebabkan oleh
penyakit ginjal, penyakit endokrin, penyakit jantung, dan gangguan anak ginjal.
Hipertensi seringkali tidak menimbulkan gejala, sementara tekanan darah yang terus-
menerus tinggi dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan komplikasi. Oleh
karena itu, hipertensi perlu dideteksi dini yaitu dengan pemeriksaan tekanan darah
secara berkala (Sidabutar, 2009).
Hipertensi sangat erat hubungannya dengan faktor gaya hidup dan pola
makan. Gaya hidup sangat berpengaruh pada bentuk perilaku atau kebiasaan
seseorang yang mempunyai pengaruh positif maupun negatif pada kesehatan.
Hipertensi belum banyak diketahui sebagai penyakit yang berbahaya, padahal
hipertensi termasuk penyakit pembunuh diam-diam, karena penderita hipertensi
merasa sehat dan tanpa keluhan berarti sehingga menganggap ringan penyakitnya.
Sehingga pemeriksaan hipertensi ditemukan ketika dilakukan pemeriksaan rutin/saat
pasien datang dengan keluhan lain. Dampak gawatnya hipertensi ketika telah terjadi
komplikasi, jadi baru disadari ketika telah menyebabkan gangguan organ seperti
gangguan fungsi jantung koroner, fungsi ginjal, gangguan fungsi kognitif/stroke.
Hipertensi pada dasarnya mengurangi harapan hidup para penderitanya. Penyakit ini
menjadi muara beragam penyakit degeneratif yang bisa mengakibatkan kematian.
Hipertensi selain mengakibatkan angka kematian yang tinggi juga berdampak kepada
mahalnya pengobatan dan perawatan yang harus ditanggung para penderitanya. Perlu
pula diingat hipertensi berdampak pula bagi penurunan kualitas hidup. Bila seseorang
mengalami tekanan darah tinggi dan tidak mendapatkan pengobatan secara rutin dan
pengontrolan secara teratur, maka hal ini akan membawa penderita ke dalam kasus-
kasus serius bahkan kematian. Tekanan darah tinggi yang terus menerus
mengakibatkan kerja jantung ekstra keras, akhirnya kondisi ini berakibat terjadi
kerusakan pembuluh darah jantung, ginjal, otak dan mata (Wolff, 2006).
Kurangnya pengetahuan akan mempengaruhi pasien hipertensi untuk dapat
mengatasi kekambuhan atau melakukan pencegahan agar tidak terjadi komplikasi. Hal
ini dikarenakan sebagian besar penderita hipertensi lansia bertempat tinggal di
pedesaan dan pendidikannya masih rendah. Pendidikan yang rendah pada pasien
hipertensi lansia tersebut mempengaruhi tingkat pengetahuan mengenai penyakit
hipertensi secara baik. Pengetahuan pasien hipertensi lansia yang kurang ini berlanjut
pada kebiasaan yang kurang baik dalam hal perawatan hipertensi. Lansia tetap
mengkonsumsi garam berlebih, kebiasaan minum kopi merupakan contoh bagaimana
kebiasaan yang salah tetap dilaksanakan. Pengetahuan yang kurang dan kebiasaan
yang masih kurang tepat pada lansia hipertensi dapat mempengaruhi motivasi lansia
dalam berobat.
1.2. Tujuan
A. Tujuan Umum
Program peduli lingkungan ini ditujukan oleh pengurus himpunan kepada masyarakat
untuk memberikan edukasi kesehatan seputar penyakit yang tengah marak ada di
masyarakat dan termaktub dalam top 10 deseases penelitian.
B. Tujuan Khusus
• Sebagai sarana peningkatan potensi diri untuk kemajuan profesi kedepannya.
• Sebagai sarana untuk mengabdikan diri dan terjun langsung ke masyarakat.
• Mewujudkan kegiatan yang berkualitas dan penuh inovasi.
• Meningkatkan kualitas hubungan dan menjalin kerjasama yang baik antar
mahasiswa, baik internal kampus maupun eksternal.
• Pengabdian kepada masyarakat f. Mengamalkan tri dharma perguruan tinggi
• Menjadi ajang branding Himpunan Mahasiswa Keperawatan dan Institut
Kesehatan Rajawali di kalangan Masyarakat
1.3 Pokok Bahasan
Hipertensi
1.4 Sub Pokok Bahasan
1. Menjelaskan pengertian Hipertensi
2. Menjelaskan tanda dan gejala hipertensi
3. Menjelaskan Komplikasi Hipertensi
4. Menjelaskan makanan yang dihindari dan dianjurkan
1.5 Metode
1. Diskusi
2. Demonstrasi
3. Tanya jawab
1.6 Media dan Alat Pengajaran
Leaflet
1.7 Susunan Panitia
Pelaksana :
1. Presentator
2. Masyarakat
1.8 Kegiatan Penyuluhan
Waktu Tahap Kegiatan Penanggung
kegiatan Penyuluh Sasaran Jawab
10 mnt Pembukaan 1. Membuka acara 1. Menjawab
dengan salam
mengucapkan
salam kepada
sasaran
2. Menyampaikan 2. Mendengarkan
topik dan tujuan penyuluh Presentator
penkes kepada menyampaikan
sasaran topik dan
tujuan.
3. Kontrak waktu 3. Menyetujui
untuk kesepakatan
kesepakatan waktu
pelaksanaan pelaksanaan
penkes dengan penkes
sasaran
30 mnt Penyampai 1. Mengkaji ulang 1. Menyampaikan Presentator
an materi pengetahuan pengetahuannya
sasaran tentang tentang materi
materi penyuluhan
penyuluhan
2. Menjelaskan 2. Mendengarkan Presentator
materi penyuluh
penyuluhan menyampaikan
kepada sasaran materi
dengan
menggunakan
leaflet
3. Menanyakan Presentator
hal-hal yang
3. Memberikan tidak dimengerti
kesempatan kepada dari materi
sasaran untuk penyuluhan
menanyakan hal-
hal yang belum di
mengerti dari
meteri yang
dijelaskan
penyuluh.
30 mnt Pengisian 1. Presentaror Presentator
Presensi menanyakan 1. Menjawab
identitas sasaran identitas dengan
2. Menanyakan lengkap
apakah materi nya
bermanfaat
3. Dokumentasi 2. Menjawab Moderator
4. Menutup acara dan dengan jujur
mengucapkan apakah
salam serta terima materinya
kasih kepada bermanfaat
sasaran. untuk Moderator
kehidupan
sehari-harinya
3. Dokumentasi
dengan
presentator
4. Menjawab
salam
1.9 Evaluasi
1. Evaluasi struktur : Audience terkoordinasi dengan
2. Evaluasi proses :- Penyaji menyampaikan materi dengan baik.
- Audience mengikuti penyampaian materi oleh penyaji dan
demonstrasi hipertensi dengan baik
3. Evaluasi hasil : Audience merespon/memberikan feedback dengan baik.
1.10 Materi
(Terlampir)
MATERI PENDIDIKAN KESEHATAN
“Hipertensi ”
Pengertian
Hipertensi (darah tinggi) adalah tekanan darah sistolik pada pengukuran selama dua hari
berturut-turut menunjukkan hasil yang lebih besar dari 140 mmHg, dan/atau pembacaan
tekanan darah diastolik menunjukkan hasil yang lebih besar dari 90 mmHg.
Klasifikasi Hipertensi Menurut JNC VII
Klasifikasi Tekanan Darah Tekanan darah sistol (mmHg) Tekanan darah diastol (mmHg)
Normal <120 <80
Prehipertensi 120 - 139 80 – 89
Hipertensi Stadium 1 140 – 159 90 – 99
Hipertensi Stadium 2 160 100
Faktor Risiko
• Usia di atas 65 tahun.
• Konsumsi makanan tinggi garam berlebihan.
• Kelebihan berat badan atau obesitas.
• Riwayat keluarga
• Kurang asupan buah dan sayuran.
• Jarang berolahraga.
• Mengonsumsi terlalu banyak makanan atau minuman yang mengandung kafein.
• Mengonsumsi minuman beralkohol.
Penyebab
1. Hipertensi Primer; Tidak diketahui dan cenderung berkembang secara bertahap
selama bertahun-tahun.
2. Hipertensi Sekunder
• Ginjal.
• Tumor
• Tiroid.
• Keracunan
• Obat-obatan( pil KB, obat flu, dekongestan, obat penghilang rasa sakit )
• Obat-obatan terlarang.
Gejala
• Sakit kepala
• Rasa berat ditengkuk
• Lemas/Mudah lelah
• Mata kunang - kunang
• Nyeri dada/Sesak napas
• Telinga berdenging
• Mimisan
Pencegahan
• Mengonsumsi makanan sehat.
• Batasi asupan garam.
• Mengurangi konsumsi kafein yang berlebihan.
• Berhenti merokok.
• Berolahraga secara teratur.
• Menjaga berat badan.
• Mengurangi konsumsi minuman beralkohol.
PENGATURAN MAKANAN UNTUK HIPERTENSI
HIPERTENSI
MAKANAN YANG • Makanan segar : Sumber hidrat arang, protein nabati dan hewani,
DIANJURKAN sayuran dan buah – buahan yang banyak mengandung serat
• Makanan yang diolah tanpa atau sedikit menggunakan garam
natrium, vetisin, kaldu bubuk
• Sumber protein hewani : Penggunaan daging/ayam/ikan paling
banyak 100 gram perhari. Telur ayam/bebek 1 butir perhari
MAKANAN YANG • Pemakaian garam dapur
DIBATASI
• Penggunaan bahan makanan yang mengandung natrium seperti soda
kue