Anda di halaman 1dari 2

TUGAS TUTORIAL I

Nama : Kelvin Agam Nanda Wijaya


NIM : 049036996
Tugas : Pengantar Ilmu Hukum/PTHI 269 (ISIP4130.269)

SOAL NO 1

1. Kita perlu mempelajari ilmu hukum karena hukum adalah aturan yang
mengatur tindakan manusia dan memastikan keadilan dalam masyarakat.
Metode untuk mempelajarinya meliputi membaca dokumen hukum, mengikuti
kuliah dan seminar serta berlatih menerapkan analisis hukum pada sejumlah
kasus yang berbeda.

SOAL NO 2

a. Kaitannya ialah manusia itu adalah zoom politicon artinya bahwa manusia
sebagai makhluk hidup pada dasarnya selalu ingin bergaul dan berkumpul
dengan sesama manusia lainnya, jadi makhluk yang suka bermasyarakat. Dan
oleh karena sifatnya suka bergaul satu sama lain, maka manusia disebut
mahkluk sosial.

b. Hubungan antara manusia , masyarakat, dan hukum sangat terikat dan


tidak bisa dipisahkan seperti berdasarkan Sajipto Rahardjo bagi hukum,
masyarakat dan manusia merupakan sumber daya yang daoat memberi hidup
dan menggerakan hukum tersebut

SOAL NO 3

a. Teori ini mengatakan bahwa sistem hukum merupakan sistem anak


tangga atau piramid dengan kaidah bertingkat di mana norma hukum yang paling
rendah harus berpegangan pada norma hukum yang lebih tinggi, dan kaidah
hukum yang tertinggi (seperti konstitusi) harus berpegangan pada norma hukum
yang paling mendasar (grundnorm). Menurut Kelsen norma hukum yang paling
dasar (grundnorm) bentuknya tidak konkret (abstrak). Contoh konkret dari
penerapan teori stufenbau di Indonesia yaitu peraturan mengenai UU PKS.

b. Dalam sistem hukum Indonesia, hukum tertinggi adalah Undang-Undang


Dasar 1945, yang menetapkan prinsip-prinsip dasar negara, hak asasi manusia,
dan tugas negara. Kemudian di bawahnya terdapat hirarki peraturan perundang-
undangan yang lebih rendah, seperti undang-undang, peraturan pemerintah,
peraturan presiden, peraturan daerah, dan kebijakan pemerintah. Setiap
peraturan atau norma harus sesuai dengan hukum yang lebih tinggi di
atasnya, dan tidak boleh bertentangan dengan Undang-Undang Dasar.
Dalam teori piramida hukum, kekuasaan legislatif memiliki peran penting
dalam menetapkan hukum tertinggi, sedangkan kekuasaan yudikatif memiliki
peran penting dalam menegakkan hukum tersebut. Oleh karena itu, prinsip
pemisahan kekuasaan antara eksekutif, legislatif, dan yudikatif sangat penting
untuk menjaga keseimbangan dan keadilan dalam sistem hukum.
Dalam pendapat saya, penggunaan teori piramida hukum atau norma
berjenjang dari Hans Kelsen sangat relevan dengan sistem hukum di Indonesia.
Dengan mengakui hirarki peraturan perundang-undangan dan prinsip supremasi
hukum, kita dapat memastikan bahwa hukum di Indonesia berdasarkan pada
aturan yang jelas dan adil, dan mampu menjamin keamanan, perlindungan hak
asasi manusia, serta kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Anda mungkin juga menyukai