LAPORAN PRAKTIKUM
KIMIA ANALITIK
Disusun Oleh :
MUHAMMAD YUDA PRASETYA
NIM : P07234021077
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN KALIMANTAN TIMUR
TINGKAT 1B JURUSAN TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK
TAHUN AJARAN 2021/2022
LAPORAN PRAKTIKUM
A. No. Praktikum
05
B. Hari/Tanggal
Senin, 18 April 2022
C. Judul
Penentuan kadar KIO3 Dalam Garam Dapur
D. Tujuan :
Mampu melakukan titrasi untuk menentukan kadar KIO3 dalam garam dapur.
E. Prinsip :
Natrium Kalium iodate (KIO3) mengoksidasi iodida menjadi iodin, selanjutnya iodin
yang terbentuk dititrasi dengan natrium thiosulfat . Sebagai indikator digunakan larutan
kanji.
Larutan baku Natrium Thiosulfat ditetapkan normalitetnya dengan larutan baku
primer Kalium dikromat atau Kalium iodat.
F. Dasar Teori
Garam adalah senyawa kimia yang komponen utamanya berupa natrium klorida dan
dapat mengandung unsur lain, seperti magnesium, kalsium, besi, dan kalium dengan
bahan tambahan atau tanpa bahan tambahan iodium. Garam dapur sebagian besar berasal
dari penguapan air laut dan sedikitnya mengandung 95% natrium klorida. Garam dapur
sebagai garam konsumsi harus memenuhi beberapa syarat atau kriteria standar mutu
diantaranya penampakan yang bersih, berwarna putih, tidak berbau, tingkat kelembaban
rendah dan tidak terkontaminasi oleh timbal dan bahan logam lainnya. Adapun Sifat
garam dapur adalah sebagai berikut:
a. Garam dapur sebagian besar berasal dari penguapan air laut dan sedikitnya
mengandung 95% natrium klorida.
b. Merupakan kristal berwarna putih dan berbentuk kubus.
c. Mudah larut dalam air.
d. Dalam keadaan padat garam dapur tidak berair tetapi bersifat higroskopis
yaitu dapat menarik air baik dalam bentuk uap maupun cair.
e. Pada suhu dibawah 00 C garam dapur mempunyai rumus NaCl. H2O
f. Pada suhu normal (150C) larutan jenuh dari garam dapur mempunyai berat
jenis 1, 204 dan mengandung NaCl 26, 4%.
KIO3 atau Kalium Iodat adalah serbuk hablur warna putih dan tidak berbau, serta
mempunyai BM 214. Kalium Iodat mudah larut dalam air dan mudah rusak bila terkena
cahaya dan panas. KIO3stabil dalam keadaan murni tetapi dalam iodisasi garam sudah
tidak murni lagi, karena telah tercampur dengan garam serta zat-zat lain yang terkandung
di dalamnya. KIO3 juga merupakan zat pengoksidasi (oksidator) kuat, sehingga mudah
berubah menjadi iodium yang mudah menguap. Reaksi ini lambat dalam larutan netral
dan cepat dalam keadaan asam dan panas. Penambahan suatu senyawa iodium berupa
kalium iodat dalam garam dimaksudkan untuk mencukupi kebutuhan tubuh manusia,
karena tubuh tidak dapat memproduksi sendiri, sehingga harus diperoleh dari luar.
Garam beriodium mempunyai bentuk, rasa dan bau sama seperti garam yang tidak
ditambahkan kalium iodat, sehingga sulit untuk memastikankecukupan kalium iodat
dalam garam.Bentuk garam yang beredar di pasaran ada 3 jenis yaitu garam halus,
bata/briket dan curai/krosok. Garam halus adalah garam yang kristalnya sangat halus
menyerupai gula pasir, dan biasanya disebut dengan garam meja. Garam ini biasanya
ditambahkan dengan iodium. Berdasarkan kestabilannya kandungan kalium iodat (KIO3)
pada saat ini merupakan senyawa iodium yang sangat banyak digunakan dalam proses
iodisasi garam. Kalium iodat (KIO3) merupakan garam yang sukar larut dalam air,
sehingga dalam membuat larutannya diperlukan larutan yang baik. Untuk iodisasi
diperlukan larutan kalium iodat (KIO3) 4% yang dibuat dengan jalan melarutkan
40 gram kalium iodat dalam satu liter air (1 Kg KIO3 /25 Liter air).
Persyaratan umum kalium iodat (KIO3) yang digunakan yaitu:
1. Kadar KIO3 : Minimal 99%
2. Kehalusan : 100 Mesh
3. logam berbahaya (Pb, Hg, Zn, Cu, As) : Nihil
4. Grade : Food grade
Sodium tiosulfat berbentuk padat, yaitu berupa serbuk kristal atau granula yang tidak
berbau, tidak berwarna atau berwarna putih, dan bersifat higroskopik atau dapat
menyerap kelembaban dari udara. Namun, sodium tiosulfat untuk antidotum tersedia
dalam bentuk larutan atau solution yang sudah tercampur dengan air, kalium klorida
(KCl), dan asam borat. Berdasarkan kestabilannya kandungan kalium iodat (KIO3) pada
saat ini merupakan senyawa iodium yang sangat banyak digunakan dalam proses iodisasi
garam. Kalium iodat (KIO3) merupakan garam yang sukar larut dalam air,
sehingga dalam membuat larutannya diperlukan larutan yang baik. Untuk iodisasi
diperlukan larutan kalium iodat (KIO3) 4% yang dibuat dengan jalan melarutkan
40 gram kalium iodat dalam satu liter air (1 Kg KIO3 /25 Liter air).
Persyaratan umum kalium iodat (KIO3) yang digunakan yaitu:
1. Kadar KIO3 : Minimal 99%
2. Kehalusan : 100 Mesh
3. logam berbahaya (Pb, Hg, Zn, Cu, As) : Nihil
4. Grade : Food grade
G. Alat
1)Buret
2)Labu ukur
3)Pipet gondok 10ml
4)Erlemenyer 250ml
5)Bola hisap
6)Pipet tetes
7)Timbangan analitik
H. Bahan
- Natrium Thiosulfat 0,1 N : Timbang 500 gram kristal Natrium Thiosulfat 5 hidrat
(Na2S2O3.5H2O), dalam 1 liter air suling yang baru saja dididihkan dan didinginkan
dan tambahkan 0,2 gram Natrium karbonat sebagai pengawet.
- Natrium Thio Sulfat 0,005 N, dalam labu ukur 100ml encerkan 5 ml Na 2S2O3 0,1N
kemudian encerkan dengan air suling sampai tanda. ( harus selalu dibuat baru)
- Kalium diKromat 0,1 N , larutkan 4,903 gram larutkan dalam 1liter air suling (dalam
labu ukur)
- Kalium dikromat 0,005 N, dalammlabu ukur 100ml encerkan 5 ml K2Cr2O7
kemudian encerkan dengan air suling sampai tanda.
- Kristal KI
- Asam fosfat (H3PO4) pekat atau H2SO4 pekat
- Natrium karbonat kristal
- Larutan amilum : 2 gram amilum aduk dengan 25 ml air suling kemudian masukkan
sedikit demi sedikit dalam 500 ml air yang sedang mendidih sambil diaduk teruskan
mendidih samai 1 – 2 menit, tambahkan 0,5 gram asam borat sebagai pengawet dan
biarkan larutan mendingin. simpan dalam botol yang bersih.
- Larutan Ammonium Molibdate 3%.
I. Cara Kerja
1. Penetapan faktor baku Thio sulfat : 10 ml Kalium dikromat 0,005 N masukan dalam
erlenmeyer 250 ml yang telah erisi air + 90 ml, tambah 2 ml H2SO4 pekat campur
tambah sedikit Natrium Karbonat ( untuk menghilangkan O2 terlarut) , tambahkan
sedikit (+ 1 gram) kristal KI , campur pelan-pelan, biarkan selama 3 menit , kemudian
titer dengan Natrium Thio Sulfat 0,005 N, sampai warna kuning muda , tambahkan 5
ml larutan kanji dan titer kembali sampai warna biru hilang ( warna larutan menjadi
hijau jamrud jernih karena iun Cr+3).
Ulangi sampai didapatkan hasil yang hampir sama.
2. Timbang dengan teliti + 25 gram garam dapur masukkan kedalam erlenmeyer 250ml,
tambahkan 100 ml air suling dan kocok sampai larut. tambah 25 ml Asam fosfat
pekat , atau 2 ml H2SO4 pekat , sedikit (+ 1 gram) kristal KI campur pelan – pelan
( kalau ada tambahkan setetes larutan ammonium molibdate 3% sebagai katalisator)
, iodin yang terbentuk titrasi dengan larutan Natrium thiosulfat 0,005N sampai
warna kuning muda tambahkan 5 ml larutan kanji dan titrasi kembali sampai warna
biru hilang. Ulangi pekerjaan ini hingga didapatkan hasil yang hampir sama.
Kadar KIO3 dihitung dalam mgr/Kgr garam (ppm)
Perhitungan :
(ml x N) Na-thiosulfat) x 214 x 1000
KADAR KIO3 (ppm) : ---------------------------------------------
gram bahan
J. Hasil
- Hasil penimbangan sampel garam dapur I = 25,02 gram.
- Hasil titrasi penentuan faktor Natrium Tiosulfat
V1 = 8,2 ml
V2 = 8,7 ml
Rata-rata = 8,15 ml
- Hasil titrasi sampel garam dapur “Refina”
V1 = 10 ml
V2 = 10,5 ml
Rata-rata = 10,25 ml
- Hasil penimbangan sampel garam dapur II = 25,00 gram
- N = 0,0061
- Ppm = 88,99
K. Pembahasan
Pada praktikum ini, kami melakukan analisa penetapan kadar KIO 3 yang terkandung
dalam garam dapur. Kami menggunakan titrasi metode iodometri. Titrasi iodometri
merupakan titrasi redoks. Banyaknya volume natrium tiosulfat yang digunakan sebagai
titran setara dengan iodium yang dihasilkan sebagai titrat dan setara dengan banyaknya
sampel. Larutan natrium tiosulfat merupakan larutan standar yang digunakan dalam
kebanyakan proses iodometri. Dalam titrasi iodometri, berat ekivalen suatu zat dihitung
dari banyaknya zat (mol) yang menghasilkan atau membutuhkan atom iod KIO3
menghasilkan 6 atom iod permolekulnya, sedangkan Na2S2O3 membutuhkan 1 atom iod
permolekulnya.
Pada proses titrasi untuk penentuan titik akhir umumnya digunakan suatu indikator.
Indikator yang digunakan pada titrasi iodometri untuk penentuan kadar. KIO3 adalah
indikator amilum. Pemberian indikator amilum ini bertujuan untuk memperjelas titik
akhir dari titrasi. Pemakaian indikator amilum dapat memberikan warna biru gelap dari
komplek iodin-amilum sehingga indikator ini bertindak sebagai suatu tes yang amat
sensitif untuk iodin. Penambahan indikator amilum harus menunggu hingga titrasi
mendeteksi sempurna, hal ini disebabkan bila pemberian indikator terlalu awal maka
ikatan antara ion dan amilum sangat kuat, amilum akan membungkus iod sehingga iod
sukar lepas, akibatnya warna biru sukar hilang dan titik akhir titrasi tidak kelihatan tajam
lagi. Titik akhir titrasi dinyatakan dengan hilangnya warna biru dari larutan yang dititrasi
L. Kesimpulan
Dari praktikum yang di lakukan praktikan mendapatkan hasil kadar KIO3 dalam
garam dapur 88,99 ppm.
M. Dokumentasi
N. Daftar Pustaka
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan. 2008. Riset
Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2007.
Depkes RI. 2001. Pedoman Pemantauan Garam Beriodium. Jakarta : Departemen
Kesehatan RI.
Sutidja,Trim. 1996. Makanan dan Kesehatan. PT Bumi Aksara. Jakarta.
Samarinda, 28 April 2022
Mengetahui,
Dosen Pembimbing Praktikan
Tim Dosen Muhammad Yuda Prasetya
P07234021077