Nama : Seni Hati Wau
No. Peserta : 201900711897
LPTK PPG : UPS Tegal
LK. 2.2 Menentukan Solusi
Masalah yang Analisis Penentuan Hasil Analisis Penentuan
No. Eksplorasi Alternatif Solusi Solusi yang Relevan
Terpilih Solusi Solusi
1 Rendahnya Berdasarkan kajian literatur dan Alternatif solusi yang Argumentasi dalam Penerapan model
motivasi belajar alternatif solusi. relevan yang dapat pemilihan solusi yaitu: pembelajaran Problem
peserta didik Menurut Winkel (dalam Aina diterapkan yaitu dengan 1. Problem Besad Besad Learning pada
memahami materi Mulyana, 2018) mengartikan menerapkan model Learning merupakan materi Arti Penting Norma
Arti Penting motivasi belajar adalah segala usaha pembelajaran Problem model pembelajaran Dalam Wewujudkan
Norma Dalam di dalam diri sendiri yang Besad Learning. yang menggunakan Keadilan yaitu dengan
Newujudkan menimbulkan kegiatan belajar, dan masalah dunia nyata langkah-langkah sebagai
Keadilan menjamin kelangsungan dari sebagai suatu konteks berikut:
kegiatan belajar serta memberi arah bagi peserta didik 1. Mengorentasikan
pada kegiatan kegiatan belajar untuk belajar tentang Peserta Didik pada
sehingga tujuan yang dikehendaki berpikir kritis dan Masalah.
tercapai. Motivasi belajar merupakan keterampilan 2. Mengorganisasi
faktor psikis yang bersifat non pemecahan masalah Peserta Didik Untuk
intelektual dan berperan dalam hal serta memperoleh Belajar.
menumbuhkan semangat belajar konsep yang esensial 3. Membimbing
untuk individu. (sumber https://stp- dari materi Penyelidikan
mataram.e-journal.id/JIP/article/dow pembelajaran dan Individu Maupun
nload/51/4) melatih peserta didik Kelompok.
Menurut Sardiman A.M (2007: menjadi pembelajar 4. Mengembangkan dan
92-95), ada beberapa cara untuk mandiri (Arends, Menyajikan hasil
menumbuhkan motivasi belajar 2008; Bachtiar). karya.
siswa, antara lain: 2. Kelebihan model 5. Menganalisis dan
1. Memberi angka. Umumnya Problem Besad mengevaluasi proses
setiap siswa ingin mengetahui Learning pemecahan masalah.
hasil pekerjaannya, yakni berupa Pemecahan masalah
angka yang diberikan oleh guru. dalam PBL cukup
2. Hadiah/Reward. Cara ini dapat bagus untuk
dilakukan oleh guru dalam batas- memahami isi
batas tertentu misalnya Pembelajaran.
pemberian hadiah kepada siswa Pemecahan masalah
yang mendapat atau berlangsung selama
menunjukan hasil belajar yang proses pembelajaran
baik. menantang
3. Saingan/ kompetisi. Saingan atau kemampuan peserta
kompetisi dapat digunakan didik serta
sebagai alat motivasi untuk memberikan
mendorong belajar siswa. kepuasan kepada
4. Ego-involvement. Sebagai salah peserta didik;
satu bentuk motivasi yang cukup PBL dapat
penting karena menumbuhkan meningkatkan
kesadaran kepada peserta didik aktivitas
betapa pentingnya tugas-tugas pembelajaran;
dan menerimanya sebagai Membantu proses
tantangan sehingga mereka transfer peserta didik
bekerja keras dengan untuk memahami
mempertaruhkan harga diri. masalah-masalah
5. Memberi ulangan. Peserta didik dalam kehidupan
akan menjadi giat belajar apabila sehari-hari.
mengetahui akan ada ulangan. Membantu
6. Mengetahui hasil. Dengan mahasiswa
mengetahui hasil pekerjaan, mengembangkan
apalagi jika mengalami pengetahuannya dan
kemajuan/ peningkatan, akan membantu peserta
mendorong siswa untuk terus didik untuk
belajar dan lebih giat lagi. bertanggungjawab
7. Pujian atas pembelajarannya
8. Hukuman sendiri;
9. Hasrat untuk belajar Membantu peserta
10. Minat didik untuk
11. Tujuan yang diakui. memahami hakikat
(sumber belajar sebagai cara
https://eprints.uny.ac.id/21859/6/BA
B%20II.pd) berpikir bukan hanya
Berdasarkan hasil wawancara, sekedar mengerti
alternatif solusi adalah: pembelajaran
1. Kepala Sekolah berdasarkan buku
Solusi dalam meningkatkan teks;
motivasi belajar peserta didik, PBL menciptakan
dapat dilakukan dengan cara lingkungan belajar
mengembangkan model yang menyenangkan
pembelajaran yang inovatif dan dan disukai peserta
kraetif seperti model didik;
pembelajaran problem based Memungkinkan
learning. aplikasi dalam dunia
2. Teman sejawat nyata; dan
Dengan memberikan motivasi Merangsang peserta
belajar terhadap peserta didik. didik untuk belajar
3. Pengawas secara berkelanjutan.
Dengan menerapkan 3. Dampak penerapan
pembelajaran yang bervariasi model pembelajara
sehingga anak tidak merasa Problem Besad
bosan. Learning
Meningkatkan hasil
belajar peserta didik;
Meningkatkan
motivasi belejar
peserta didik;
Meningkat minat dan
keaktifan peserta
didik dalam kelas;
4. Dampak apablia tidak
menerapan model
pembelajaran
Problem Besad
Learning;
Tidak meningkatkan
hasil belajar peserta
didik;
Tidak meningkatkan
motivasi belejar
peserta didik; dan
Tidak meningkatkan
minat dan keaktifan
peserta didik dalam
kelas.
2 Sebagaian peserta Berdasarkan kajian literatur, Alternatif solusi yang Argumentasi dalam Penerapan model
didik mengalami alternatif solusi adalah relevan yang dapat pemilihan solusi yaitu: pembelajaran Projek
kesulitan dalam Menurut Mulyadi (2010: 6), diterapkan yaitu dengan 1. Model pembelajaran Besad Learning (PjBL)
memahami kesulitan belajar mempunyai Penerapan model Projek Besad pada materi Arti Penting
pembelajaran pengertian yang luas, meliputi: pembelajaran Projek Learning (PjBL) Norma Dalam
PPKn pada materi 1. Learning Disorder adalah Besad Learning (PjBL). adalah Metode Wewujudkan Keadilan
Norma Dalam keadaan dimana proses belajar pembelajaran yang yaitu dengan langkah-
Kehidupan seseorang terganggu karena menggunakan langkah sebagai berikut:
Bermasyarakat timbulnya respon yang proyek/kegiatan 1. Menyusun pertanyaan
bertentangan. Dengan demikian, sebagai media. mendasar
hasil belajar yang dicapai akan Peserta didik 2. Menyusun
lebih rendah dari potensi yang melakukan perencanaan proyek
dimiliki. eksplorasi, penilaian, 3. Menyusun jadwal
2. Learning Disabilities interpretasi, sintesis, 4. Monitoring
(ketidakmampuan belajar) adalah dan informasi untuk 5. Menguji hasil
ketidakmampuan seseorang yang menghasilkan 6. Evaluasi pengalaman
mengacu kepada gejala dimana berbagai bentuk hasil
seseorang tidak mampu belajar belajar.
(menghindari belajar) sehingga 2. Kelebihan model
hasil belajarnya dibawah potensi pembelajaran Projek
intelektualnya. Besad Learning
3. Learning Disfunction (PjBL) yaitu:
(ketidakfungsian belajar) adalah Meningkatkan
menunjukkan gejala dimana motivasi belajar
proses belajar tidak berfungsi peserta didik.
dengan baik meskipun pada
dasarnya tidak ada tanda-tanda Meningkatkan
subnormalitas mental, gangguan kemampuan
alat indera atau gangguan pemecahan masalah.
psikologis lainnya. Peserta didik menjadi
4. Under Achiever adalah mengacu lebih aktif dan
pada seseorang yang memiliki berhasil memecahkan
tingkat potensi intelektual diatas problem-problem
normal, tetapi prestasi belajarnya yang kompleks.
tergolong rendah. Meningkatkan
5. Slow Learner adalah seseorang kolaborasi.
yang lambat dalam proses Mendorong peserta
belajarnya sehingga didik untuk
membutuhkan waktu mengembangkan dan
dibandingkan seseorang yang mempraktikan
lain yang memiliki taraf potensi keterampilan
intelektual yang sama. komunikasi.
(sumber Meningatkan
http://siat.ung.ac.id/files/wisuda/ keterampilan peserta
2012-1-87205-221408045-bab1- didik dalam
16082012035708.pdf) mengelola sumber.
Project based learning adalah Memberikan
model pembelajaran yang pengalaman kepada
mengorganisasi kelas dalam sebuah peserta didik
proyek (Thomas, 2000, hlm. 1). pembelajaran dan
Menurut NYC Departement of praktik dalam
Education (2009), PjBL merupakan mengorganisasi
strategi pembelajaran dimana siswa praktik proyek.
harus membangun pengetahuan
Menyediakan
konten mereka sendiri dan
pengalam belajar
mendemonstrasikan
yang melibatkan
pemahaman baru melalui berbagai
peserta didik secara
bentuk representasi. (sumber
komplek dan
https://d1wqtxts1xzle7.cloudfront.net
dirancang untuk
/56413151/MakalahPjBLJakaAfrian)
berkembang sesuai
1. Guru melakukan pembelajaran
inovatif dunia nyata.
2. Guru menggunakan media 3. Dampak jika
pembelajaran inovatif diterapkan model
3. Guru melaksanakan pembelajaran projek
pembelajaran kontektual besad learning yaitu:
4. Guru memaanfaatkan sumber Meningkatkan
belajar berbasis TIK.. motivasi belajar
(Sumber Widodo, 2020) peserta didik.
Berdasarkan hasil wawancara, Meningkatkan
alternatif solusi yaitu: kemampuan
1. Kepala Sekolah keterampilan peserta
Dengan penerapan model didik.
pembelajaran yang mampu Meningkatkan
meningkatkan hasil belajar kerjasa dalam
peserta didik, maka guru harus kelompok peserta
mampu apdate setiap model didik.
pembelajaran yang bervariasi. Hasil belajar
2. Teman Sejawat meningkat, dll.
Dengan menerapkan model 4. Dampak jika tidak
pembelajaran yang kreatif dan diterapkan model
inovatif. pembelajaran projek
3. Pengawas besad learning yaitu:
Dengan menampilkan bahan ajar Motivasi belajar
yang menarik misal peserta didik tidak
menayangkan materi dalam meningkat.
bentuk peta konsep. Hasil belajar peserta
didik semakin
menurun.
Keterampilan peserta
didik tidak
berkembang.
Tidak tercipta
kerjasama dalam
kelompok.
3 Partisipasi peserta Berdasarkan kajian literatur, Alternatif solusi yang Argumentasi dalam Penerapan model
didik masih alternatif solusi yaitu: relevan yang dapat pemilihan solusi yaitu: pembelajaran Problem
rendah pada Menurut Ilmadi (2014), diterapkan yaitu dengan 1. Problem Besad Besad Learning pada
materi Perilaku pembelajaran yang masih terfokus menerapkan model Learning merupakan materi Arti Penting Norma
Sesuai Norma pada guru akan mengakibatkan pembelajaran Problem model pembelajaran Dalam Wewujudkan
Dalam Kehidupan penyajian materi belum mampu Besad Learning yang menggunakan Keadilan yaitu dengan
Sehari-hari mengkontruksi pemahaman peserta masalah dunia nyata langkah-langkah sebagai
didik sehingga akan menyebabkan sebagai suatu konteks berikut:
rendahnya kemampuan pemahaman bagi peserta didik 1. Mengorentasikan
matematis peserta didik. Oleh karena untuk Peserta Didik pada
itu metode pembelajaran project belajar tentang Masalah
based learning dapat diterapkan. berpikir kritis dan 2. Mengorganisasi
Project based learning ini memiliki keterampilan Peserta Didik Untuk
tujuan utama untuk memberikan pemecahan masalah Belajar.
pelatihan kepada pelajar untuk lebih serta memperoleh 3. Membimbing
bisa berkolaborasi, gotong royong, konsep yang esensial Penyelidikan
dan empati dengan dari materi Individu Maupun
sesama. Metode project based pembelajaran dan Kelompok.
learning ini sangat efektif diterapkan melatih peserta didik 4. Mengembangkan dan
untuk para pelajar dengan menjadi pembelajar Menyajikan hasil
membentuk kelompok belajar kecil mandiri (Arends, karya.
dalam mengerjakan projek, 2008. 5. Menganalisis dan
eksperimen, dan inovasi. 2. Kelebihan model mengevaluasi proses
(sumber Problem Besad pemecahan masalah.
https://ayoguruberbagi.kemdikbud.g Learning
o.id/artikel/project-based-learning/) Pemecahan masalah
Penerapan model pembelajaran dalam PBL cukup
PBL. PBL merupakan model bagus untuk
pembelajaran yang menggunakan memahami isi
masalah dunia nyata sebagai suatu Pembelajaran.
konteks bagi peserta didik untuk Pemecahan masalah
belajar tentang berpikir kritis dan berlangsung selama
keterampilan pemecahan masalah proses pembelajaran
serta memperoleh konsep yang menantang
esensial dari materi pembelajaran kemampuan peserta
dan melatih peserta didik menjadi didik serta
pembelajar mandiri (Arends, 2008). memberikan
Berdasarkan hasil wawancara, kepuasan kepada
alternatif solusi yaitu: peserta didik;
Hasil wawancara dengan guru bahwa PBL dapat
pembelajaran PPKn masih berpusat meningkatkan
pada guru. Guru juga menggunakan aktivitas
model pembelajaran yang lain, yaitu pembelajaran;
model pembelajaran yang berpusat Membantu proses
pada siswa. Siswa sudah terbiasa transfer peserta didik
dengan metode ceramah, guru untuk memahami
menjelaskan materi pelajaran masalah-masalah
kemudian di akhir pelajaran siswa dalam kehidupan
mengerjakan LKS. Sementara itu sehari-hari.
model pembelajaran yang berkaitan Membantu
dengan kegiatan praktikum sangat mahasiswa
jarang digunakan sehingga siswa mengembangkan
lebih pasif di dalam kelas. pengetahuannya dan
membantu peserta
didik untuk
bertanggungjawab
atas pembelajarannya
sendiri;
Membantu peserta
didik untuk
memahami hakikat
belajar sebagai cara
berpikir bukan hanya
sekedar mengerti
pembelajaran
berdasarkan buku
teks;
PBL menciptakan
lingkungan belajar
yang menyenangkan
dan disukai peserta
didik;
Memungkinkan
aplikasi dalam dunia
nyata; dan
Merangsang peserta
didik untuk belajar
secara berkelanjutan.
3. Dampak penerapan
model pembelajara
Problem Besad
Learning;
Meningkatkan hasil
belajar peserta didik.
Meningkatkan
motivasi belejar
peserta didik.
Meningkat minat dan
keaktifan peserta
didik dalam kelas.
4. Dampak apablia tidak
menerapan model
pembelajara Problem
Besad Learning
Tidak meningkatkan
hasil belajar peserta
didik
Tidak meningkatkan
motivasi belejar
peserta didik
Tidak meningkatkan
minat dan keaktifan
peserta didik dalam
kelas.
4 Kemampuan Berdasarkan kajian literatur, Alternatif solusi yang Argumentasi dalam Langkah-langkah
berpikir kritis alternatif solusi adalah: relevan yang dapat pemilihan solusi yaitu: pembuatan LKPD yang
peserta didik Widjajanti (2008:1) diterapkan yaitu dengan 1. Trianto (2010: 222) baik dan benar. Menurut
masih rendah mengatakan bahwa Lembar Kerja Penerapan model menyatakan bahwa Suyanto, dkk (2011: 5-6)
pada pelajaran Peserta Didik (LKPD) adalah salah pembelajaran PBL lembar kegiatan langkah-langkah tersebut
PPKn pada materi satu sumber belajar yang dapat berbantuan media peserta didik adalah yaitu:
Perumusan dan dikembangkan oleh pendidik sebagai pembelajaran berupa panduan peserta didik 1. Judul
Pengesahan UUD fasilitator dalam kegiatan LKPD kepada peserta yang digunakan a. Relevan dengan
Negara Republik pembelajaran. LKPD yang disusun didik. untuk melakukan kompetensi dasar,
Indonesia Tahun dapat dirancang dan dikembangkan kegiatan penyelidikan materi pokok.
1945 sesuai dengan kondisi dan situasi atau pemecahan b. Menggunakan
kegiatan pembelajaran yang akan masalah yang dapat kalimat yang
dihadapi. digunakan untuk singkat.
Menurut Wright Place latihan 2. Kompetensi yang akan
Consulting, berfikir kritis adalah pengembangan aspek dicapai
sebuah proses. Proses berfikir ini kognitif maupun a. Mencamtumkan KI
bermuara pada tujuan akhir yang panduan untuk dan KD.
membuat kesimpulan ataupun pengembangan b. Diturunkan dari
keputusan yang masuk akal tentang semua aspek indikator
apa yang akan kita lakukan. Dalam pembelajaran yang pencapaian hasil
lingkup keperawatan sendiri, berfikir digunakan untuk belajar yang harus
kritis adalah suatu kemampuan melakukan kegiatan dikuasai peserta
bagaimana perawat mampu berfikir penyelidikan atau didik.
dengan sistematis dan menerapkan pemecahan masalah 3. Petunjuk belajar.
standar intelektual untuk dalam bentuk Berisi langkah bagi
menganalisis proses berfikir. Berfikir panduan eksperimen peserta didik untuk
kritis dalam. (sumber atau demostrasi. . mempelajari bahan
https://mfr.osf.io/export?format) 2. Dampak jika ajar.
Berdasarkan hasil wawancara diterapkan model 4. Informasi
dari berbagai sumber, alternatif pembelajaran PjBL pendukung/Penyajian
solusi adalah dengan meningkatkan berbantuan media permasalahan
cara berpikir peserta didik melalui pembelajaran berupa a. Mencamtumkan
rangsangan pada materi yang sudah LKPD kepada peserta pertanyaan
disampaikan sebelumnya dan dengan didik yaitu: essensial.
menerapkan model-model Peserta didik dapat b. Permasalahan
pembelajaran serta metode yang membangun berkaitan dengan
sesuai dengan materi yang akan ketrampilan pokok bahasan.
diajarkan. komunikasi dan c. Topik permasalahan
menghilangkan batas- sesuai dengan
batas kultural serta realitas dunia nyata.
memperoleh sebuah 5. Tugas atau langkah
konsensus. Kerja
Peserta didik dapat a. Perencanaan
membangun 1) Mencantumkan
keterampilan ikuiri tujuan aktivitas.
dan menimbulkan 2) Mencamtumkan
sikap ingin tahu pada petunjuk-petujuk
fenomena sekitar. kerja.
Peserta didik belajar 3) Mencantumkan alat
untuk menyesuaikan dan bahan yang
waktu tugas yang dapat diakses untuk
didapat karena membantu
peserta didik tahu penyelesaian
pekerjaannya proyek.
berkaitan dengan 4) LKPD
teman membimbing
sekelompoknya pada peserta didik
batas waktu tertentu. berkontribusi
Peserta didik secara aktif dalam
membangun merencanakan
pemahaman yang proyek.
utuh bagaimana 5) LKPD
sesuatu terjadi, tidak membimbing
hanya sebatas di peserta didik untuk
lingkungan sekitar mengelola proyek
peserta didik. dengan baik.
Peserta didik akan 6) LKPD
memperoleh kesan membimbing
peserta didik
dapat mengubah menunjukkan sikap
dunia dengan cara hormat
komunikasi yang mendengarkan
baik dan memahami pendapat orang lain
teman pada saat
sekelompoknya. berdiskusi
3. Dampak jika tidak merencanakan
diterapkan model proyek.
pembelajaran PjBL b. Penjadwalan
berbantuan media 1) Mencantumkan
pembelajaran berupa timeline atau
LKPD kepada peserta matriks untuk
didik yaitu: menyelesaikan
Peserta didik tidak proyek.
dapat membangun 2) Mencantumkan
ketrampilan deadline
komunikasi dan penyelesaian
menghilangkan batas- proyek.
batas kultural serta 3) Mencantukan
memperoleh sebuah progress/ tahapan
konsensus. yang akan dicapai.
Peserta didik tidak 4) Penulisan jadwal
dapat membangun sesuai dengan
keterampilan ikuiri urutan langkah
dan menimbulkan kerja proyek.
sikap ingin tahu pada 5) LKPD
fenomena sekitar. membimbing
Peserta didik tidak peserta didik
membangun menunjukkan
pemahaman yang fleksibilitas dan
utuh bagaimana berkompromi
sesuatu terjadi, tidak dalam
hanya sebatas di merencanakan
lingkungan sekitar proyek.
peserta didik. c. Pembuatan proyek dan
Peserta didik tidak monitor
akan memperoleh 1) Mencantumkan
kesan dapat tabel monitoring
mengubah dunia yang berisi tanggal
dengan cara monitoring, nama
komunikasi yang anggota, hasil
baik dan memahami monitoring, paraf
teman guru.
sekelompoknya. 2) Mencantumkan
kontrak kerja tim
3) LKPD
membimbing
peserta didik
bekerja secara
produktif dengan
orang lain.
4) LKPD
membimbing
peserta didik untuk
bertanggung jawab
selama pembuatan
proyek.
6. Penilaian
a. Penilaian
1) Mencantumkan
soal-soal
pemahaman peserta
didik berkaitan
dengan
pelaksanaan
proyek.
2) LKPD
membimbing
peserta didik
mengungkapkan
kata-kata secara
efektif saat
penilaian
(presentasi).
3) LKPD
membimbing
peserta didik
menyampaikan ide
atau pertanyaan
dengan jelas dan
mudah dipahami
saat penilaian
(presentasi).
4) LKPD membing
peserta didik
menunjukkan
bahasa tubuh yang
baik ketika
presentasi.
5) LKPD
membimbing
peserta didik
mendengarkan
dengan penuh
perhatian saat
presentasi tim lain.
6) LKPD
membimbing
peserta didik untuk
aktif
mengungkapkan
pendapat dalam
menanggapi
presentasi tim lain.
b. Evaluasi
1) Mencantumkan
kolom evaluasi.
2) LKPD
membimbing
peserta didik untuk
aktif/berani
mengkomunikasika
n perasaannya
selama proses
penyelesaian
proyek.
3) LKPD
membimbing
peserta didik untuk
menghargai
kontribusi atau
pekerjaan teman.
4) LKPD
membimbing
peserta didik untuk
bersedia menerima
kritik dan saran.
7. Sumber
https://journal.stkipyp
mbangko.ac.id/index.p
hp/ekopendia/article/d
ownload/359/294)