Rencana Drainase Pondok Benda 2022
Rencana Drainase Pondok Benda 2022
D IN A S S UM BE R D A Y A A IR , BIN A M A R G A D A N BIN A K O N S T R UK S I
LAPORAN AKHIR
Perencanaan Saluran Drainase/ Gorong -Gorong
Lingkungan Kelurahan Pondok Benda
Kecamatan Pamulang TA 2022
LAPORAN PENDAHULUAN
Perencanaan Saluran Drainase/ Gorong -Gorong
Lingkungan Kelurahan Pondok Benda
Kecamatan Pamulang TA 2022
Di Kota Tangerang Selatan merupakan kota penyangga Kota Metropolitan dengan berbagai
kegiatannya yang ada di kota Tangerang Selatan.
Kegiatan-kegiatan fisik seperti pembangunan jalan dilakukan sebagai salah satu upaya
penanganan kelayakan sarana dan prasarana yang dilakukan oleh UPTD Jalan dan Drainase
Lingkungan Wilayah I Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga Dan Bina Konstruksi Kota Tangerang
Selatan. Pelaksanaan Perencanaan Simplified Saluran Drainase Lingkungan Kelurahan Pondok
Benda Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan TA. 2022 dengan sumber dana dari APBD
(Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Kota Tangerang Selatan untuk Tahun Anggaran 2022.
Laporan ini merupakan Laporan Akhir dalam rangka pelaksanaan pekerjaan Perencanaan
Saluran Drainase/ Gorong-Gorong Lingkungan Kelurahan Pondok Benda Kecamatan Pamulang TA
2022 . Laporan ini merupakan penjabaran dari proposal teknis dalam bentuk operasional, yang
diharapkan dapat bermanfaat sebagai perangkat pemantauan (monitoring) kemajuan kerja, sesuai
dengan ketentuan seperti yang tercantum dalam kerangka acuan kerja. Atas kesempatan dan
kepercayaan yang telah diberikan oleh UPTD Jalan dan Drainase Lingkungan Wilayah I Dinas
Sumber Daya Air, Bina Marga Dan Bina Konstruksi Kota Tangerang Selatan kepada konsultan
untuk melaksanakan pekerjaan ini, kami mengucapkan terimakasih dan berupaya semaksimal
mungkin untuk memberikan hasil pekerjaan yang terbaik.
Tangerang Selatan, 2022
1|Page
DAFTAR ISI
2|Page
3.5 Jadwal Pekerjaan ............................................................................................................. 40
3.5.1 Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan ................................................................................. 40
3.5.2 Jadwal Personil ........................................................................................................ 40
3.5.3 Jadwal Pelaporan ..................................................................................................... 42
BAB 4 KRITERIA DESAIN DAN ANALISA TEKNIK ..................................................... 43
4.1 Umum.............................................................................................................................. 43
4.2 Fabrikasi Beton Pracetak U-Ditch .................................................................................... 43
4.3 Pemasangan Beton Pracetak U-Ditch .............................................................................. 44
BAB 5 PERENCANAAN DRAINASE ...................................................................... 47
5.1 Lokasi Pekerjaan ............................................................................................................. 47
5.2 Gambar Rencana ............................................................................................................. 47
3|Page
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Luas Wilayah Kota Tangerang Selatan Per Kecamatan ..................................... 9
Tabel 2.2 Data Curah Hujan Kota Tangerang Selatan ............................................. 12
Tabel 2.3 Suhu Udara Kota Tangerang Selatan ........................................................ 13
Tabel 3.1 Penerapan Periode Ulang Curah Hujan Maksimum ....................................... 25
Tabel 3.2 Kriteria Kekasaran Dinding Saluran dan Alur Sungai ..................................... 26
Tabel 3.3 Dimensi Saluran ................................................................................. 27
Tabel 3.4 Standarisasi Desain Gorong-Gorong Bulat.................................................. 28
Tabel 3.5 Standarisasi Desain Box Culvert .............................................................. 28
Tabel 3.6 Jadwal Personil.................................................................................. 40
4|Page
BAB 1 PENDAHULUAN
5|Page
1.2 Maksud
Maksud pengadaan jasa konsultasi Perencanaan Saluran Drainase/ Gorong-Gorong
Lingkungan Kelurahan Pondok Benda Kecamatan Pamulang TA 2022 adalah menyusun
dokumen perencanaan ruas Saluran Drainase di Lingkungan Kelurahan Pondok Benda
Kecamatan Pamulang .
1.3 Tujuan
Tujuan pengadaan jasa konsultansi Perencanaan Saluran Drainase/ Gorong-Gorong
Lingkungan Kelurahan Pondok Benda Kecamatan Pamulang TA 2022 sebagai acuan atau
dasar dalam pekerjaan perbaikan ruas saluran drainase di Lingkungan Kelurahan Pondok
Benda Kecamatan Pamulang .
6|Page
4. Rencana anggaran biaya
7|Page
BAB 2 GAMBARAN UMUM WILAYAH STUDI
2.1 Administrasi
Secara administratif luas wilayah Kota Tangerang Selatan berdasarkan Undang-
Undang No. 51 Tahun 2008 Tentang Pembentukan Kota Tangerang Selatan adalah 147,19
Km2 atau 14.719 Ha terdiri dari 7 kecamatan, 49 kelurahan dan 5 desa. Kota Tangerang
Selatan terletak di bagian timur Provinsi Banten yaitu pada titik koordinat 106˚38’ - 106˚47’
Bujur Timur dan 06˚13’30” - 06˚22’30” Lintang Selatan.
Wilayah Kota Tangerang Selatan dilintasi oleh Kali Angke, Kali Pasanggrahan dan
Sungai Cisadane sebagai batas administrasi kota di sebelah barat. Letak geografis Kota
Tangerang Selatan yang berbatasan dengan provinsi DKI Jakarta pada sebelah utara dan
timur memberikan peluang pada Kota Tangerang Selatan sebagai salah satu daerah
8|Page
penyangga provinsi DKI Jakarta. Selain itu, wilayah ini juga menjadi daerah perlintasan yang
menghubungkan Provinsi Banten dengan Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Jawa Barat.
Batas administratif Kota Tangerang Selatan sebagai berikut :
• Sebelah utara berbatasan dengan Propinsi DKI Jakarta dan Kota Tangerang
• Sebelah timur berbatasan dengan Propinsi DKI Jakarta dan Provinsi Jawa Barat yaitu
Kota Depok
• Sebelah Selatan berbatasan dengan Propinsi Kabupaten Bogor dan Kota Depok
• Sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Tangerang
Tabel 2.1 Luas Wilayah Kota Tangerang Selatan Per Kecamatan
Persentase Terhadap
No Kecamatan Luas Daerah (km2)
Luas Kota (%)
1 Serpong 28,27 17,15
2 Serpong Utara 22,36 13,56
3 Ciputat 21,11 12,81
4 Ciputat Timur 17,81 10,8
5 Pamulang 28,74 17,43
6 Pondok Aren 29,8 18,08
7 Setu 16,76 10,17
Jumlah 164.85 100
9|Page
antara Kecamatan Setu dan kecamatan Pamulang serta sebagian di kecamatan Ciputat
Timur.
Kondisi geologi Kota Tangerang Selatan umumnya adalah batuan alluvium, yang
terdiri dari batuan lempung, lanau, pasir, kerikil, kerakal dan bongkah. Berdasarkan
klasifikasi dari United Soil Classification System, batuan ini mempunyai kemudahan
dikerjakan atau workability yang baik sampai sedang, unsur ketahanan terhadap erosi cukup
baik oleh karena itu wilayah Kota Tangerang Selatan masih cukup layak untuk kegiatan
perkotaan.
10 | P a g e
4. Satuan Batuan Kipas Alluvium: endapan lempung, pasir, kerikil, kerakal clan
5. Satuan Endapan Alluvial (Qa)
Struktur geologi di daerah ini merupakan lapisan horizontal atau sayap lipatan dengan
kemiringan lapisan yang hampir datar, Berta sesar menclatar yang diperkirakan berarah
utara-selayan (Anonimous, 2010).
Menurut Laporan Penelitian Sumberdaya Air Permukaan di Kota Tangerang Selatan
(Anonimous, 2010) kondisi geologi Kota Tangerang Selatan termasuk dalam sistem geologi
cekungan Botabek yang dibentuk oleh endapan kuarter yang berupa rombakan gunung api
muda clan endapan sungai. Singkapan batuan terrier yang membatasi cekungan Bogor–
Tangerang–Bekasi terclapat pada bagian barat–barat days dimana di jumpai pada. Formasi
Serpong, Genteng clan Bojongmanik.
2.5 Klimatologi
2.5.1 Curah hujan
Secara umum dapat dikatakan bahwa Kota Tangerang beriklim tropis dan
memiliki 2 musim yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Sesuai dengan
siklus hidrologi, hujan adalah sumber air yang paling awal dari seluruh aliran
permukaan dan air tanah. Oleh karena itu besarnya hujan yang turun, sangat terkait
dengan potensi terjadinya banjir. Adapun yang dimaksud dengan curah hujan adalah
tingginya air hujan yang tertampung dalam daerah seluas 1 m2 tanpa mengalami
penyerapan dan penguapan. Sehingga dapat diilustrasikan bahwa curah hujan 1 mm
11 | P a g e
setara dengan volume air hujan 1 m x 1 m x 0,001 m = 0,001 m3 atau 1 liter untuk
setiap m2 lahan. Peningkatan debit air pada musim hujan, sangat terkait erat
dengan perubahan tataguna lahan akibat perkembangan kota. Penentuan besar-
kecilnya aliran permukaan, ditentukan oleh pola penggunaan lahan, yang
diekspresikan dalam nilai koefisien pengaliran © dengan besaran yang berfariasi
dari 0,10 pada hutan datar, 0,30 pada ruang terbuka hijau, sampai dengan 0,95
pada perkerasan jalan. Hal ini mengilustrasikan bahwa terjadinya pengalihan fungsi
lahan dari hutan menjadi perkerasan jalan, akan menyebabkan meningkatnya debit
puncak banjir, setidaknya 9,5 kalinya dari kondisi semula.
Wilayah Kota Tangerang Selatan termasuk daerah beriklim tropis yang
dipengaruhi oleh iklim muson, musim kemarau Bulan April – September dan musim
penghujan antara Bulan Oktober – Maret. Kondisi iklim di daerah Tangerang Selatan
relatif sama yang ditandai oleh perbedaan curah hujan yang cukup kecil.
Berdasarkan data curah hujan di Kota Tangerang Selatan dalam setahun terjadi
195 hari hujan. Curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Febuari yaitu 537,9 mm dan
curah hujan terendah terjadi pada bulan Juli yaitu 54,3 mm.
12 | P a g e
Desember 226,9 22
Sumber: Kota Tangerang Selatan Dalam Angka 2022
Wilayah Kota Tangerang Selatan termasuk daerah beriklim tropis yang dipengaruhi
oleh iklim muson, musim kemarau Bulan April – September dan musim penghujan antara
Bulan Oktober – Maret. Kondisi iklim di daerah Tangerang Selatan relatif sama yang ditandai
oleh perbedaan curah hujan yang cukup kecil.
Berdasarkan data suhu udara yang ditunjukkan pada Tabel di bawah rata-rata suhu
berkisar antara 28,7 ºC hinggá 30,5 ºC. Suhu udara tertinggi rata-rata terjadi pada bulan
September dengan suhu 30,5 ºC, sedangkan suhu terendah terjadi pada bulan Januari-
Februari yaitu 28,7 ºC.
Tabel 2.3 Suhu Udara Kota Tangerang Selatan
Suhu (oC)
Bulan
Minimum Maximum Rata-rata
Januari 22,2 34,6 28,7
Februari 22,5 35 28,7
Maret 21,8 35,4 30
April 23,2 36 30,1
Mei 22,5 35,3 30,3
Juni 23 35 29,3
Juli 23 35,6 30,4
Agustus 22,8 35,4 30,2
September 23 36,6 30,5
Oktober 23 36,2 30,3
November 22,4 36 29,4
Desember 22 37 29,3
Sumber: Kota Tangerang Selatan Dalam Angka 2022
13 | P a g e
1. Tanah alluvial, tanah endapan yang masih muda, terbentuk dari endapan lempung,
debu dan pasir, umumnya tersingkap di jalur-jalur sungai, tingkat kesuburan sedang –
tinggi.
2. Tanah latosol coklat kemerahan, tanah yang belum begitu lanjut perkembangannya,
terbentuk dari tufa vulkan andesitis – basaltic, tingkat kesuburannya rendah – cukup,
mudah meresapkan air, tahan terhadap erosi, tekstur halus
3. Asosiasi latosol merah dan laterit air tanah, tanah latosol yang perkembangannya
dipengaruhi air tanah, tingkat kesuburan sedang kandungan air tanah cukup banyak,
sifat fisik tanah sedang-kurang baik.
14 | P a g e
DAS Cisadane memiliki daerah tangkapan seluas 1.100 km2 dan merupakan
salah satu sungai utama di Provinsi Banten dan Jawa Barat. Sumbernya berada di
Gunung Salak – Pangrango (Kabupaten Bogor, sebelah Selatan Kabupaten
Tangerang) dan mengalir ke Laut Jawa. Fluktuasi aliran sungai Cisadane sangat
bergantung pada curah hujan di daerah tangkapannya. Aliran yang tinggi terjadi saat
musim hujan dan menurun saat musim kemarau. Pertanian dan galian pasir,
sedangkan pada bagian hilir sebagian besar merupakan daerah permukiman.
2. DAS Kali Angke
DAS Kali Angke merupakan Bentuk DAS yang memanjang yang melewati Kota
Tangerang Selatan. Bagian hulu terletak di daerah Pamulang dan pada bagian hilir
terletak daerah Pondok Aren. Berdasarkan data Dinas Bina Marga dan Pengairan
Umum Kota Tangerang Selatan (2011) Panjang sungai Kali Angke ± 45.000 meter
dengan leebar dan kedalaman masing-masing ± 11 meter dan ± 2,05 meter. Debit
maksimum Sungai Kali Angke tercatat sebesar 105.000 lt/detik sedangkan debit
minimum Sungai Kali Angke sebesar 42.500 lt/detik.DAS Kali angke pada bagian hulu
yang terletak di dataran tinggi merupakan daerah rawan terjadinya erosi dan bagian
hilir yang terletak di dataran rendah merupakan daerah terjadinya deposisi. Menyadari
bahwa sungai adalah suatu perairan sistem terbuka maka lingkungan di sekitarnya
akan sangat mempengaruhi keadaan perairannya. Sebagaimana dimaklumi lingkungan
yang akan mempengaruhi keadaan sungai mulai dari hulu ke hilir adalah aktivitas
usaha di sekitar sungai.Di daerah hulu aktivitas usaha perhutanan dan perkebunan
adalah dominan. Di daerah tengah aktivitas perkebunan dan pertanian boleh dianggap
dominan, sedangkan di daerah hilir aktivitas pemukiman dan industri adalah dominan.
DAS Kali Angke terdiri dari 17 Sub DAS yang berada di wilayah Kota Tangerang
Selatan, yaitu :
a. Sub DAS Kali Sarua, terlatak di Kecamatan Ciputat dan Kecamatan Pondok Aren
b. Sub DAS Kali Parigi, terlatak di Kecamatan Pondok Aren
c. Sub DAS Kali Ciputat, terlatak di Kecamatan Pondok Aren
d. Sub DAS Kali Ciledug, terlatak di Kecamatan Pamulang dan Kecamatan Ciputat
e. Sub DAS Kali Parigi II, terlatak di Kecamatan Ciputat dan Kecamatan Pondok Aren
f. Sub DAS Kali Pamulang, terlatak di Kecamatan Pamulang
g. Sub DAS Kali Pondok Jagung, terlatak di Kelurahan SetuUtara
15 | P a g e
h. Sub DAS Kali Kedaung, terlatak di Kecamatan
i. Sub DAS Kalai Rompong, terlatak di Kecamatan Ciputat Timur
j. Sub DAS Kali Baru, terlatak di Kecamatan Pondok Aren
k. Sub DAS Kali Pondok Bahar, terlatak di Kecamatan Pondok Aren
l. Sub DAS Kali Cantiga, terlatak di Kecamatan Ciputat
m. Sub DAS Kali Ciater, terlatak di Kelurahan Setu
n. Sub DAS Kali Kunciran, terlatak di Kelurahan Setu
o. Sub DAS Kali Bojong, terlatak di Kelurahan Setu
p. Sub DAS Kali Legoso, terlatak di Kelurahan Setu
q. Sub DAS Kali Bungur, terlatak di Kecamatan Ciputat Timur
DAS Kali Angke dengan sungai yang mengalir di wilayah kota disamping
berfungsi sebagai sumber irigasi juga sebagai saluran drainase Kota Tangerang
Selatan. Penduduk yang tinggal di sekitar sungai memanfaatkan air sungai tersebut
sebagai sumber utama untuk keperluan irigasi lahan, mencuci, dan juga keperluan
rumah tangga.
3. DAS Kali Pesanggrahan
DAS Kali pasanggrahan merupakan salah satu sungai yang membatasi Kota
Tangerang Selatan dengan Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta. Berdasarkan data
Dinas Bina Marga dan Pengairan Umum Kota Tangerang Selatan (2011) Panjang
sungai Kali Pasanggrahan ± 60.000 meter dengan lebar ± 10 meter dan kedalaman ±
6 meter. Debit maksimum Sungai Kali Pasanggrahan 30.000 lt/detik, dan debit
minimum sebesar 10.000 lt/detik. Sungai Kali Pesanggrahan terletak di Kecamatan
Ciputat Timur.
16 | P a g e
BAB 3 METODOLOGI PELAKSANAAN PEKERJAAN
17 | P a g e
Masalah yang berhubungan dengan sumber daya air tidak hanya pada rekayasa dan
teknologi, tetapi juga mencakup masalah sosial dan lingkungan.
5. Metode kerja ditetapkan dalam merencanakan suatu survey Investigasi design (SID)
penanganan sungai meliputi kegiatan-kegiatan yang berkesinambungan, dimulai
dengan survey untuk mengumpulkan data-data primer dan sekunder, penyusunan
data, pengolahan dan analisa/investigasi data, rancangan pengendalian banjir disertai
dengan gambar system yang kemudian dituangkan dalam bentuk laporan yang
disesuaikan dengan tahapannya.
6. Hasil studi ditambah dengan survei lapangan mengenai kondisi eksisting sistem
jaringan air di lapangan serta keinginan pihak terkait didaerah, akan dijadikan bahan
untuk menganalisa pada kasus studi yang mencangkup bahasan aspek teknis, aspek
institusional, aspek kondisi lapangan dan aspek finansial.
7. Dengan pertambahan jumlah penduduk yang pertumbuhannya sangat cepat, sumber
daya air menjadi salah satu sumber daya yang amat penting diantara sumber daya
lainnya untuk berbagai keperluan kehidupan manusia disamping untuk kepentingan
lainnya seperti :
a. Kebutuhan manusia sehari-hari dan sanitasi
b. Kebutuhan untuk irigasi
c. Kebutuhan untuk industri
d. Kebutuhan untuk transportasi
e. Kebutuhan untuk rekreasi
18 | P a g e
Drainase Perkotaan Dan Lingkungan Wilayah I Ruas II Kelurahan Pondok Benda Kecamatan
Pamulang TA 2022 .
19 | P a g e
PERENCANAAN TEKNIS
A
L
T
E
Daerah Pelayanan
R
Sistem Drainase N
saat ini
A
T
I
Debit Banjir Saat ini
1. Survey Pendahuluan F
dan Debit Rencana
Pengumpulan 2. SurveyJaringan Drainase
dan Pengolahan 3. Survey Trase Saluran Analisis data P
Sistem Drainase Saat ini
data 4. Survey Kondisi Eksisting E
5. Survey Hidrologi dan Pengembangannya Daerah Genangan/
N
Rawan Banjir
G
E
Sistem Drainase M
saat ini dan B
Pengembangannya A
N
G
Bangunan Pelengkap/ A
Penunjang N
Daerah Pelayanan
Bangunan Pelengkap/
Penunjang
PERENCANAAN TEKNIK
Badan Badan Air
Penerima
20 | P a g e
3.2 Pengertian Drainase Primer
Drainasi secara garis besar adalah suatu cara bagaimana mengeringkan suatu lahan
dari pengaruh penggenangan air. Drainase berawal dari kata “drain” atau mengeringkan.
Banyak penyebab terjadinya genangan air, dapat akibat hujan, buangan rumah tangga atau
lainnya. Pada awalnya yang dinamakan drainase adalah bagaimana mengeringkan suatu
daerah dari genangan yang diakibatkan oleh air hujan, tetapi dikarenakan belum
terbiasanya pemisahan antar air bersih dan air kotor, maka masyarakatpun membuang air
kotornya ke dalam sistem jaringan drainasi, sehingga secara langsung akan menjadi
beban bagi sistem drainase.
Pada dasarnya pembuangan air kotor, baik kotoran manusia, dapur tempat cuci,
kamar mandi, indrustri kecil dan lain lain harus dibuang atau dialirkan kesaluran umum
kota, yang biasa disebut riool kota.
Maksud dari pengadaan sarana drainase adalah meningkatkan penyehatan lingkungan
pemukiman sehingga tercipta lingkungan yang nyaman untuk dihuni, representatif dan
layak huni.
Pada umumnya didaerah pedesaan belum mempunyai sistem drainase dan
masyarakat belum merasakan adanya permasalahan dengan drainase, kecuali bila ada
genangan air yang tidak segera meresap.
Untuk daerah perkotaan saluran drainase belum memadai, tidak teratur dan tidak
terpelihara. Pada umumnya lahan hunian padat sehingga pemerintah daerah tidak bias
memperbaiki atau membuat saluran drainase didaerah tersebut. Kepadatan bangunan
tinggi, mengakibatkan angka resapan kecil sehingga jumlah aliran permukaan (run off)
tinggi, maka daya tampung saluran drainase harus besar sedangkan lahan kosong yang
tersedia terbatas.
Page 21 of 47
pada tahapan pelaksanaan pembangunan (construction) dan termasuk pedoman untuk
operasi dan penelitian.
Dari data yang telah terkumpul secara lengkap diharapkan dapat mempermudah
tahapan terwujudnya sebuah bangunan seperti rencana gambar-gambar, perencanaan
struktur, rencana anggaran biaya, dan lain-lain sehingga terwujud sebuah proyek yang
dibangun sesuai dengan rencana.
Ada beberapa hal yang perlu dicatat nantinya dapat membantu dalam hal berhasilnya
dengan baik suatu penelitian atau penyelidikan antara lain :
1. Dipahami tentang maksud dan tujuan dilakukannya survey
2. Tersedianya peralatan yang cukup dan memadai serta memenuhi batas-batas toleransi
pembacaan.
3. Cukup tersedianya tenaga ahli yang berpengalaman pada bidangnya.
4. Lingkup kegiatan lapangan, laboratorium dan analisis yang diperlukan untuk
mengetahui kondisi, konstanta ataupun factor paramedic tertentu yang akan
digunakan dalam perhitungan selanjutnya.
5. Data awal/pendahuluan yang sangat menentukan arah ataupun langkah survey yang
akan dilakukan.
Page 22 of 47
1. Survei Lapangan
a. Gambaran umum survey
Page 23 of 47
penentuan jenis dan dimensi saluran. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada umumnya
meliputi:
a. Melakukan analisis pola aliran pada daerah rencana trase jalur irigasi untuk
direkomendasikan Ahli Sumber Daya Air terhadap rencana bangunan Air, trase jalur
sungai yang paling aman dilihat dari pengaruh pola aliran dan perkembangan pola
aliran tersebut.
b. Mengambil data curah hujan dan banjir tahunan dari sumber-sumber yang
bersangkutan dan menentukan hujan rencana, yang selanjutnya dapat dipakai untuk
menentukan banjir rencana dengan metoda-metoda yang diperlukan.
c. Dari data lapangan dan hasil perhitungan tersebut di atas, selanjutnya dapat
ditentukan jenis dan dimensi sungai yang diperlukan seperti jenis bangunan
pelengkap, pintu air, jenis dan dimensi gorong-gorong serta bangunan sadap.
d. Membuat laporan lengkap mengenai perihal tersebut di atas yang meliputi
perhitungan, grafik, tabel, gambar dan saran-saran yang diperlukan.
e. Data hidrologi yang ditunjang analisis data curah hujan akan menghasilkan debit air
serta estimasi muka air banjir maksimum, yang berguna dalam menentukan elevasi
muka rencana sungai yang direncanakan, serta untuk menentukan dimensi bangunan
pelengkap lainnya termasuk gorong-gorong dsb. Untuk menentukan debit banjir
rencana, yang akan digunakan sebagai dasar dalam menentukan fasilitas drainase
seperti saluran samping dan gorong-gorong diperlukan data curah hujan dan banjir
tahunan yang dapat diperoleh dari sumber yang berkaitan. Debit banjir rencana dapat
dihitung dengan beberapa metode seperti Metode Rasional atau Metoda Haspers.
3. Tahap Perencanaan Drainase Perkotaan Dan Lingkungan Wilayah I Ruas II Kelurahan
Pondok Benda Kecamatan Pamulang TA 2022 .
a. Metodologi pendekatan
Studi hidrologi dilakukan dengan menerapkan dua metode pendekatan yang
saling terkait yaitu dengan pengamatan secara langsung (survey) di lapangan
sepanjang trase rencana sungai. Melalui survey lapangan ini dilakukan pengamatan
kondisi geologi, vegetasi, tataguna lahan (landuse), pendataan alur sungai, prediksi
penempatan gorong-gorong serta dokumentasi kondisi daerah proyek.
Sedangkan metode pendekatan lainnya adalah dengan melalui studi literatur dan
pengumpulan data sekunder dari instansi terkait yang meliputi data curah hujan dari
stasiun yang berada di sekitar daerah proyek, data peta rupabumi serta penentuan
Page 24 of 47
faktro hydrologis yang dapat diterapkan untuk daerah proyek yang terdiri dari faktor
kekasaran saluran, faktor resapan, dan lain-lain. Metode pendekatan yang digunakan
untuk menyelesaikan pekerjaan ini adalah sebagai berikut :
1) Studi perbandingan, pengumpulan data sekunder dari studi studi yang terkait.
2) Observasi dan kunjungan lapangan .
3) Evaluasi awal untuk mengetahui kekurangan data yang diperlukan dan
mempersiapkan tim survey untuk mendapatkan data primer
4) Analisa data primer dan sekunder.
5) Penentuan daerah rawan banjir
6) Penyusunan Konsep dan strategi Penanggulangan
7) Survey detail
8) Perencanaan teknik
9) Pembahasan dan diskusi.
b. Kriteria desain
1) Periode Ulang
Besarnya periode ulang curah hujan maksimum rencana yang akan digunakan
dalam perencanaan adalah sebagai berikut:
2) Perencanaan Saluran
Kemiringan Saluran
Kemiringan hidrolis saluran drainase harus disesuaikan dengan kondisi lapangan
serta disesuaikan pula dengan perencanaan alinyemen vertikal jalur sungai hasil
desain. Namun demikian, kemiringan hidrolis dari sungai ini harus diusahakan
tidak lebih kecil dari 0,003 atau 0,3%.
Dalam hal di mana kondisi lapangan tidak memungkinkan, maka kemiringan
hidrolis bisa lebih landai sampai dengan 0,001 atau 0,1%. Jika kemiringan sungai
Page 25 of 47
terpaksa harus lebih besar 6,0%; maka dianjurkan untuk menggunakan pada
bantaran sungai yang dilapisi dengan pasangan batu kali.
Kekasaran Dinding Saluran
Angka kekasaran dinding alur sungai mengacu pada besaran kriteria yang
ditetapkan oleh Manning (n) seperti berikut:
1 Saluran Rencana:
a Saluran beton 0,014
b Saluran pasangan batu kali 0,010
c Saluran tanah/sungai 0,025-0,030
2 Saluran Alam:
a Saluran tanaman pengganggu, Drainase 0,075-0,100
air penuh ranting
b Belukar, tanaman pengganggu 0,035-0,050
Page 26 of 47
Kecepatan Rencana
Kecepatan rencana ditentukan berdasarkan bahan-bahan saluran yang digunakan,
yaitu :
a) Saluran batu kali, beton V = 0,80–2,00 m/det
b) Saluran tanah V = 0,60–0,80 m/det
Tipe Saluran
Secara umum, dimensi saluran samping ditetapkan dalam dua macam tipe, yaitu :
a) tipe saluran dilapis batu kali (SBK), dan
b) tipe saluran dilapis rumput (SLR), masing-masing terdiri dari tiga jenis dimensi
seperti ditunjukkan pada tabel berikut.
Tabel 3.3 Dimensi Saluran
3) Perencanaan Gorong-gorong
Page 27 of 47
Kemiringan Gorong-Gorong
Kemiringan gorong-gorong ataupun box culvert ditentukan sebesar 0,5%.
Kehilangan Energi
Suatu tempat di mana diperlukan gorong-gorong, saluran atau alur eksisting yang
melintasi Drainase, maka dimensi gorong-gorong akan ditentukan berdasarkan
kehilangan tinggi energi maksimum, sebagai berikut :
a) untuk panjang (L 20 cm) ; maka Z = 10 cm
b) untuk panjang (L 20 cm) ; maka Z = 20 cm
Tipe Gorong-gorong
Desain gorong-gorong dan box culvert berbagai tipe beserta kapasitas maksimum
pengalirannya menerapkan standarisasi sebagai berikut:
Tabel 3.4 Standarisasi Desain Gorong-Gorong Bulat
Page 28 of 47
Tinggi Jagaan (Free Board)
Tinggi jagaan di saluran, gorong-gorong dan sungai ditentukan sebagai berikut:
a) Saluran f = 20 cm
b) Gorong-gorong f = 0,80 D (D: diameter)
c) Box culvert f = 0,80 H (H: tinggi box culvert)
d) Jembatan f = 150–200 cm dari muka air banjir (MAB)
Analisis Hidrologi
a) Melengkapi Data Curah Hujan
Data curah hujan yang hilang perlu dilengkapi sebelum dilakukan analisis untuk
mendapatkan data yang cukup panjang. Cara yang dipakai adalah rasio normal,
di mana syarat-syaratnya adalah :
• Tinggi hujan rata-rata tahunan di pos penakar yang datanya hilang harus
diketahui, dan
• Data tinggi hujan rata-rata tahunan serta data pada saat data hilang pada pos
penakar di sekitarnya.
1 R
Rumus : rx =
n
ri Rnxni
Keterangan :
n : jumlah stasiun hujan di sekitar stasiun x untuk membantu
menentukan data x
Rnx : tinggi hujan rata-rata tahunan di stasiun x
Rni : tinggi hujan rata-rata tahunan di stasiun x untuk membantu
menentukan data x
b) Probabilitas Curah Hujan
Data curah hujan yang sudah lengkap, berupa curah hujan harian maksimum
(sepanjang 24 jam) pertahun selama periode pengamatan, akan dianalisis
terhadap kemungkinan terjadinya hujan maksimum pada periode tertentu sesuai
perencanaan yaitu untuk periode ulang 100, 50, 10 dan 5 tahunan.
Ada beberapa cara yang bisa dipakai dalam membuat analisis statistik semacam
ini. Namun demikian, metoda yang akan digunakan adalah metoda yang sering
dipakai dalam analisis hidrologi pada umumnya, yaitu “Metoda Log Person”
atau “Metoda Gumbel”.
Page 29 of 47
Persamaan-persamaan dasar dalam membuat analisis frekuensi dengan
menggunakan Metoda Gumbel adalah sebagai berikut :
X Tr = X + K S x
Keterangan :
XTr : Curah hujan pada periode ulang Tr
Tr : Periode ulang (tahun)
X : Hujan maksimum rata-rata (mm)
Sx : Standar deviasi
F : Faktor frekuensi
Gumbel menggunakan persamaan distribusi “double exponential” untuk pola
penyebaran harga-harga ekstrim. Menurut EJ. Gumbel, faktor frekuensi akan
mengikuti persamaan di bawah ini :
(YTr − Y n )
K =
Sn
Sn dan Yn tergantung pada jumlah data Ytr adalah “reduced variate” yang
besarnya sebagai berikut :
T
Y Tr = 0,834 + 2,303 log r − 1
Tr
c) Intensitas Hujan
Besarnya intensitas hujan bergantung pada letak geografis daerah yang
bersangkutan serta dipengaruhi oleh karakteristik dari daerah pengaliran sungai
yang bersangkutan. Besarnya intensitas hujan dihitung menurut rumus-rumus
di bawah ini :
(2 / 3)
R 24 24
• Rumus Mononobe : l=
24
tc
L1.15
• Rumus Kirpich : Tc =
(3600H0.38 )
Keterangan :
I : Intensitas hujan (mm/jam)
Page 30 of 47
d) Debit Maksimum
Pada prinsipnya, debit maksimum didapatkan dari besarnya curah hujan di
kawasan perencanaan, luas daerah aliran sungai (catchment area), dan panjang
pengaliran.
Debit maksimum atau debit puncak (Qp) untuk saluran dihitung berdasarkan
rumus Metode Rasional Jepang, sedangkan untuk sungai yang mempunyai
daerah aliran sungai yang besar digunakan hidrograf sintetis Metode “Curve
Number” (CN) yang mengacu pada dimensi unit hidrograf dari SCS/USDA (Soil
Conservation Services, US Department of Agriculture).
Metode Rasional Jepang
I
Rumus: Q = CIA
36
Keterangan :
Q : Debit puncak (m3/det)
C : Koefisien aliran → untuk sungai = 0,50
→ untuk saluran drainase = 0,60
I : Intensitas hujan (mm/jam)
• Koefisien reduksi :
1
=1+
(
)
t + 3,7 10 0,4t f 3/4
(t2 + 15) 12
• Hujan maksimum : q=
Rt
3,6t
Rt = R + S x U
Keterangan :
t : waktu curah hujan (jam)
q : hujan maksimum (m3/km2/detik)
R : curah hujan maksimum rata-rata (mm)
Sx : simpangan baku
U : variabel simpangan untuk kala ulang T tahun
Page 31 of 47
Rt : curah hujan dengan kala ulang T tahun (mm)
Selanjutnya, Harpers menentukan besaran curah hujan maksimum berdasarkan
tiga penggolongan waktu curah hujan, yaitu :
t R 24
t 2 jam: R t =
t + 1 - 0,0008 (260 - R 24 ) (2 - t )
2
Keterangan :
t : waktu curah hujan (jam)
Keterangan :
t : waktu curah hujan (jam)
R24 : curah hujan dalam 24 jam (mm)
Rt : curah hujan dengan waktu 1 jam (mm)
Metoda “Curve Number” (CN)
Pada dasarnya, metode hydrograf banjir sintetis ini membuat hydrograf satuan
untuk daerah perencanaan berdasarkan curah hujan harian, CN dan unit
hidrograf standar WMO-1974. CN ditentukan berdasarkan kondisi lahan, di
antaranya: kemiringan lahan, daerah hijau dan jenis tanah. Harga CN ini
ditentukan berdasarkan tabel dan grafik terlampir.
Setelah hydrograf satuan diperoleh, maka debit dihitung dengan menggunakan
hydrograf itu dan tc. Harga tc diperoleh dari rumus Kirpich seperti telah
dinyatakan di atas.
Dimensi Saluran
Perhitungan hydrolis untuk perencanaan dimensi saluran menggunakan
persamaan Manning dan kontinuitas aliran:
1 2 /3 1/2 A
V = R S Q = AV R=
n O
Untuk jenis saluran trapesium, digunakan:
A = b h + 2 h2 O = b + 2h 1 + z 2 H=h+f
Keterangan :
Page 32 of 47
V : kecepatan aliran (m/det)
Page 33 of 47
Gambar potongan melintang saluran dibuat menurut peta topografi sesuai
dengan lokasi yang ditentukan di atas lembar standar dengan skala 1:100 dan
skala vertikal 1:50. Stationing dilakukan setiap interval 25-50 meter.
d) Standar Potongan Melintang (Typical Cross Section)
Gambar dibuat dalam skala yang pantas dengan memuat detil yang perlu antara
lain: penampang pada daerah galian dan daerah timbunan jika saluran berada
pada kontour eksisting yang rendah.
e) Gambar Bangunan Pelengkap dan Detail
Gambar ini mencakup semua detail bangunan pelengkap seperti ; pintu air,
bangunan bagi, gorong-gorong dan lain-lain. Penggambaran detail mengikuti
aturan gambar yang berlaku umum sehingga mudah dipahami.
5) Dokumen Tender
Pengadaan dan penggandaan dokumen tender bertujuan untuk mengadakan,
menyusun dan menggandakan dokumen yang berhubungan dengan proses
pelelangan. Sebelum melakukan tahap ini, konsultan melakukan diskusi terlebih
dahulu dengan Pemberi Tugas untuk mengkonfirmasikan sekaligus meminta
persetujuan tentang isi dokumen tender yang akan dibuat. Termasuk dalam
penyelesaian tahap ini antara lain :
a) Melakukan penggambaran detil
b) Melakukan perhitungan volume atau kuantitas pekerjaan
c) Melakukan estimasi biaya proyek
d) Melakukan metode pelaksanaa pekerjaan
e) Penyusunan dokumen tender
6) Penggambaran Detail Desain
Pembuatan gambar trase jalur sungai selengkapnya dapat dilakukan setelah
konsep detil perencanaan mendapat persetujuan Pemberi Tugas dengan
mencantumkan koreksi dan saran yang diberikan, berikut posisi alternatif trase
jalur sungai yang pernah diteliti. Desain final digambar di atas lembar standar.
Gambar trase jalur sungai ini sebelum diperbanyak, perlu dimintakan persetujuan
pemberi tugas. Gambar perencanaan akhir selengkapnya terdiri dari:
a) Sampul luar (cover) dan sampul dalam
b) Lembar judul yang memuat tata letak (lay-out) jalur irigasi skala 1:2.000
c) Lembar pengesahan
Page 34 of 47
d) Lembar simbol
e) Gambar as rencana trase jalur irigasi skala 1:100 dilengkapi dengan titik
poligon serta koordinat dari semua patok pengukuran
f) Lembar daftar volume pekerjaan
g) Penampang melintang tipikal skala horisontal 1:100 dan skala vertikal 1:50
h) Alinyemen horisontal dan alinyemen vertikal jalur irigasi
i) Skala horisontal skala 1:1000, skala vertikal 1:100.
j) Dilengkapi dengan detil situasi yang ada, legenda, notasi, letak dan tanda
patok kayu dan beton, letak dan ukuran sungai, tiang listrik, jalur PDAM dan
sebagainya.
k) Penampang melintang
l) Skala horisontal 1:100 dan skala vertikal 1:50
m) Dibuat setiap interval jarak 50 meter (untuk daerah ekstrim setiap interval 25
meter)
n) Lembar daftar bangunan pelengkap
o) Gambar denah bangunan pelengkap skala 1:100
p) Gambar detail bangunan pelengkap skala 1:20 dan 1:10
7) Perhitungan Volume Pekerjaan
Dalam waktu yang simultan dengan proses penggambaran, maka perhitungan
volume pekerjaan dapat dilakukan. Hitungan volume ini disusun berdasarkan
pembagian paket pekerjaan, dan dilakukan dengan bantuan program terapan yang
telah digunakan untuk proyek-proyek sejenis sebelumnya.
Perhitungan volume pekerjaan meliputi semua jenis pekerjaan pembangunan jalur
sungai beserta bangunan-bangunan pelengkapnya. Volume pekerjaan galian dan
timbunan dihitung berdasarkan gambar penampang melintang rencana jalur sungai
dengan perbedaan tinggi dari muka tanah asli setiap interval 50 meter. Selain itu
dihitung pula kebutuhan bahan pembuat gorong-gorong, talang, pintu air dan
bangunan pelengkap lainnya.
8) Estimasi Biaya Pelaksanaan Fisik Saluran Irigasi
Estimasi biaya proyek juga dilakukan untuk setiap paket pekerjaan. Besaran biaya
merupakan hasil operasi perkalian antara volume pekerjaan dengan analisis harga
satuan berdasarkan harga dasar setempat. Estimasi biaya ini telah mencakup biaya
Page 35 of 47
pengadaan material, peralatan, pajak, overhead, keuntungan dan pengawasan
proyek. Bagian-bagian yang diperhitungkan meliputi:
a) Harga satuan bahan dan upah
b) Harga satuan alat
c) Harga satuan tiap jenis pekerjaan
d) Perkiraan biaya pelaksanaan fisik
9) Bagan Alur Metodologi Pendekatan
Ada beberapa tahapan Metodologi Pendekatan pelaksanaan Perencanaan
Simplified Saluran Drainase Lingkungan ruas Saluran Drainase di Lingkungan
Kelurahan Pondok Benda Kecamatan Pamulang yang akan dilaksanakan oleh
Konsultan Perencana seperti yang tergambar pada Skema Bagan alur pelaksanaan
pekerjaan dibawah ini ;
Page 36 of 47
Page 37 of 47
Page 38 of 47
Gambar 3.1 Bagan Alur Metodologi Pendekatan
Page 39 of 47
3.5 Jadwal Pekerjaan
3.5.1 Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan
Page 40 of 47
h. Memiliki KTP, NPWP dan Laporan Bukti Penyelesaian Kewajiban Pajak (SPT Tahun
2022).
i. Team Leader bertanggung jawab atas pengendalian seluruh pelaksanaan
perencanaan pekerjaan berdasarkan ketentuan dan persyaratan yang telah
ditentukan dalam dokumen kontrak.
2. Tugas dan wewenang tenaga pendukung sebagai berikut:
a. Surveyor
Klasifikasinya adalah lulusan minimal SMA/SMK semua jurusan, berpengalaman
minimal 1 tahun dibidangnya masing-masing. Tugas dan tanggung jawab surveyor
adalah mengumpulkan semua data yang dibutuhkan dari lapangan yang berkaitan
dengan topografi dan bertanggung jawab atas keakuratan data yang diperoleh.
Jumlah surveyor yang dibutuhkan sebanyak 1 (satu) orang untuk pekerjaan
selama 1 (satu) bulan.
b. Juru Gambar/Operator Cad
Tenaga juru gambar yang dipersyaratkan adalah seseorang yang benar-benar
memiliki keahlian dan ketrampilan dalam menggunakan computer sebagai media
untuk menyusun gambar (dibuktikan dengan sertifikat) serta memiliki pengalaman
dibidangnya, untuk membantu ketua tim maupun tenaga ahli, khususnya dalam
membuat gambar desain yang di butuhkan di dalam perencanaan pembangunan
Saluran Drainase. Dapat bekerja dengan cepat dengan tingkat ketelitian tinggi.
Mempunyai latar belakang pendidikan SMA/SMK. Juru gambar yang dibutuhkan
adalah sebanyak 1 (satu) orang untuk pekerjaan selama 1 (satu) bulan.
c. Operator Komputer/Administrasi
Tenaga operator komputer yang dibutuhkan adalah seseorang yang memiliki
keahlian dan ketrampilan dibidangnya serta memiliki pengalaman. Tenaga yang
dibutuhkan sebanyak 1 (satu) orang untuk melaksanakan pekerjaan selama 1
(satu) bulan. Mempunyai latar belakang pendidikan minimal SMA/SMK. Tugas
utamanya adalah meyusun hasil kegiatan kedalam bentuk tulisan dan
menyusunnya menjadi laporan.
Page 41 of 47
3.5.3 Jadwal Pelaporan
Page 42 of 47
BAB 4 KRITERIA DESAIN DAN ANALISA TEKNIK
4.1 Umum
Seiring dengan pertumbuhan perkotaan di Kota Tangerang Selatan yang amat
pesat, permasalahan drainase lingkungan semakin meningkat. Pada umumnya
penangananan D drainase lingkungan di banyak kota di Indonesia masih bersifat parsial,
sehingga tidak menyelesaikan permasalahan kelayakan Drainase dan kelebihan
kenyamanan secara tuntas. Pengelolaan drainase perkotaan harus dilaksanakan secara
menyeluruh, dimulai dari tahap perencanaan, konstruksi, operasional dan pemeliharaan,
dimana konstruksi sarana dan prasarana tersebut harus kuat dan mampu menahan daya
rusak sehingga diperlukan konstruksi seperti paving blok, beton untuk Drainase.
Disamping itu sarana dan prasarana yang akan direncanakan harus memperhatikan
kondisi tanah dan kapasitaas beban yang akan ditampung agar sarana dan prasarana
yang ada di sepanjang Drainase tersebut dapat bertahan dan akan memberikan rasa
aman terhadap konstruksi dan kondisi sekitar Drainase lingkungan.
Perhitungan teknis diperlukan untuk mengetahui kemampuan dan daya dukung
sarana dan prasarana yang dapat/harus ditampung oleh oleh Drainase tersebut agar
konstruksi yang akan dibuat harus bisa menahan bebang berupa lalulintas maupun
sebagai penampung aliran air hujan. Sebelum melakukan pemasangan u-ditch perlu
dilaksanakan pekerjaan persiapan terdiri dari :
1. Survey lokasi dan pengukuran awal.
2. Koordinasi dengan pihak terkait.
3. Pembuatan direksi keet, barak pekerja dan gudang.
4. Pembuatan rambu lalu-lintas.
5. Pengaturan access masuk lokasi pekerjaan.
6. Pengaturan tata letak material dan peralatan.
7. Mobilisasi peralatan.
8. Pembuatan shop drawing
5. Lantai kerja
Pada umumnya ketebalan lantai kerja adalah 50 mm dengan mutu beton K125 atau
B0. Permukaan lantai kerja dibuat serata mungkin dan dikontrol elevasinya
Page 44 of 47
berdasarkan elevasi yang sudah disimpan pada patok-paton bantuan. Kerataan lantai
kerja sangat menentukan kerapian elevasi beton pracetak u-ditch yang dipasang di
atasnya.
6. Pemasangan beton pracetak u-ditch
a. Beton pracetak u-ditch yang sudah berumur lebih dari 7 hari dari fabrikasi dikirim
ke lokasi dan di stok di lokasi dekat pemasangan.
b. Pemindahan beton pracetak u-ditch dari stock yard ke tempat pemasangan
menggunakan forklift dengan kapasitas sesuai berat material. Biasanya kapasitan
forklift yang harus disediakan adalah 2 x berat material.
1) Pemasangan beton pracetak u-ditch menggunakan excavator atau crane
tergantung pada berat material yang diangkat. Biasanya kapasitas crane atau
excavator = 5 x berat material yang diangkat. Pemasangan dilakukan setelah cor
lantai kerja berumur minimal 1 hari. Target pemasangan setiap hari rata-rata 6
unit.
2) Di atas beton pracetak u-ditch sebaiknya dipasang caping beam dari beton cor
di tempat, berfungsi untuk menjaga posisi beton pracetak u-dtich agar tidak
bergeser ke kiri atau ke kanan oleh desakan tanah setelah pengurugan kembali.
3) Pengelasan plat penyambung antar beton pracetak u-dtich
4) Pekerjaan nat
Spasi antar beton pracetak u-ditch ditutup dengan spesi.
7. Pengerjaan Pasangan Batu Kali
Pasangan batu kali merupakan salah satu komponen bangunan yang merupakan
struktur paling bawah dimana fungsi dari fondasi ini menerima beban air pada aliran
air/ drainase.
a. Komposisi Pasangan
1) Urugan pasir pada bagian bawah pondasi dengan ketebalan 10 cm
2) Pasangan batu aanstamping atau batu kosong dengan ketebalan 20 cm diatas
urugan pasir tadi.
3) Pasangan batu kali bentuk trapesium dengan campuran batu kali + pasir +
semen PC, untuk tinggi relatif 1 m sampai dengan 2 m tergantung dari kondisi
tanah dan tekstur tanahnya
Page 45 of 47
4) Lebar atas pondasi minimun 25 cm, dan lebar bawah tergantung ketinggian dari
pondasi tersebut. Artinya makin tinggi pondasi makin lebar ukuran bagian
bawah pondasi tersebut.
b. Tahapan Dalam Pelaksanaan
1) Pekerjaan Tanah
a) Pembongkaran dan Pembersihan lokasi atau lapangan yang akan di gali
misalkan pembuangan rumput atau tanah, sampah, bahan lainnya yang
mengganggu, menebang pohon-pohon dan mencabut akarnya serta
membuang keluar lokasi supaya di dalam pengerjaannya lancar.
b) penggalian tanah untuk pondasi disesuai dengan ukuran yang ada dalam
gambar kerja atau penggalian pondasi tersebut harus sampai pada tanah
keras. Apabila diperlukan untuk memadatkan daya dukung yang baik, dasar
galian harus dipadatkan atau ditumbuk.
c) Jika galian melebihi batas kedalaman harus menimbun kembali dan
dipadatkan sampai kepadatan yang maksimum.
d) Hasil galian yang dipakai untuk penimbunan harus diangkat langsung
ketempat yang direncanakan . Sedangkan hasil galian yang tidak dapat
dipakai untuk penimbunan harus disingkirkan.
e) Harga satuan pekerjaan harus sudah mencakup semua biaya pekerjaan-
pekerjaan, pembersihan, sewa alat, penimbunan dan pembuangan hasil
galian.
2) Pekerjaan Pondasi
a) Pondasi untuk bangunan yang digunakan adalah pondasi batu kali yang
memenuhi persyaratan teknis atau sesuai dengan kondisi di lapangan.
b) Pasangan batu kali, dengan ukuran pondasi sesuai dengan gambar rencana
pondasi dengan bagian bawah pondasi dipasang batu kosong atau
aanstamping setebal 20 cm dengan sela- selanya disisi pasir urug, disiram
air sampai penuh dan ditumbuk hingga padat dan rata.
c) Celah–celah yang besar antara batu diisi dengan batu kecil yang cocok
padatnya.
d) Pasangan pondasi batu kali tidak saling bersentuhan
Page 46 of 47
BAB 5 PERENCANAAN DRAINASE
Page 47 of 47
PEMERINTAH KOTA TANGERANG SELATAN
DINAS SUMBER DAYA AIR, BINA MARGA DAN BINA KONSTRUKSI
Lingkungan JL. Keresna 6 RT. 001 / RW. 001 Kelurahan Pondok Benda (F1)
KONSULTAN PERENCANA
PT PARINDO RAYA ENGINEERING
U
kordinat Akhir
X = 689682
Y = 9298415
SEGMEN 2
Exsisting Tanah
panjang=50 m
kordinat Awal
X = 689578
Y = 9298319
jl keresna 4
jl kelurahan
SEGMEN 1
Exsisting Tanah
panjang=70 m
kordinat akhir
X = 689647
Y = 9298275
kordinat Akhir
X = 689682
Y = 9298415
SEGMEN 2
Rencana U-Ditch
lebar=0.4 m
tinggi=0.4 m
panjang=50 m
kordinat Awal
X = 689578
Y = 9298319
jl keresna 4
SEGMEN 1
jl kelurahan
Rencana U-Ditch
lebar=0.5 m
tinggi=0.5 m
panjang=70 m
kordinat akhir
X = 689647
Y = 9298275
Jalan Anggrek RT. 003 / RW. 018 Kelurahan Pondok Benda (F1)
KONSULTAN PERENCANA
PT PARINDO RAYA ENGINEERING
U
JL BENDA
Exsisting
Lebar =0.26 M
Tinggi =0.2 M
Panjang =67 M
JL ANGGREK
SEGMEN 2
Exsisting Tanah
kordinat Awal
panjang=150 m
X = 689621
Y = 9298774
JL BENDA
SEGMEN 1
Rencana U-Ditch kordinat Akhir
X = 689762
Y = 9298900
lebar=0.4 m
tinggi=0.4 m
Panjang =67 M
SEGMEN 2
Rencana U-Ditch
JL ANGGREK
lebar=0.4 m
tinggi=0.4 m
kordinat Awal
X = 689621
panjang=150 m
Y = 9298774
Lingkungan Jl. Kavling P dan K, Kp. Parakan RT. 010 / RW. 009 Kelurahan Pondok Benda (F1)
KONSULTAN PERENCANA
PT PARINDO RAYA ENGINEERING
U
SEGMEN 4
Exsisting
Lebar =0.25 M
Tinggi =0.3 M
Panjang =35 M
JL KAV PDK 14
SEGMEN 3
Exsisting
JL PDK RAYA
Lebar =0.3 M
Tinggi =0.3 M
Panjang = 15 M
K 12
JL KAV PD
SEGMEN 1
Exsisting Tanah SEGMEN 2
panjang=12 m Exsisting
Lebar =0.5 M
Tinggi =0.5 M
Panjang =47 M
kordinat Awal
X = 688292
Y = 9299889
SEGMEN 4
Rencana U-Ditch
lebar=0.5 m
tinggi=0.5 m
Panjang =35 M
JL KAV PDK 14
SEGMEN 3
Rencana U-Ditch
JL PDK RAYA
lebar=0.5 m
tinggi=0.5 m
Panjang = 15 M
K 12
JL KAV PD
SEGMEN 1
Rencana U-Ditch SEGMEN 2
lebar=0.5 m Rencana U-Ditch
tinggi=0.5 m lebar=0.5 m
panjang=12 m tinggi=0.5 m
Panjang =47 M
kordinat Awal
X = 688292
Y = 9299889
Lingkungan Jalan Salak 9, Gg. Setapak RT. 005/ RW. 004 Kelurahan Pondok Benda (F1)
KONSULTAN PERENCANA
PT PARINDO RAYA ENGINEERING
U
kordinat Akhir
JL SETA
X = 690375
Y = 9297756
PAK 2
SEGMEN 1
Exsisting Tanah
panjang=151 m
kordinat Awal
X = 690455
Y = 9297685
kordinat Akhir
JL SETA
X = 690375
Y = 9297756
PAK 2
SEGMEN 1
Rencana U-Ditch
lebar=0.3 m
tinggi=0.3 m
panjang=151 m
kordinat Awal
X = 690455
Y = 9297685
Lingkungan Pamulang Permai 2 Blok C 29 RT. 001 / RW. 013 Kelurahan Pondok Benda (F1)
KONSULTAN PERENCANA
PT PARINDO RAYA ENGINEERING
U
kordinat Awal
X = 688758
Y = 9300497
SEGMEN 1
Exsisting
Lebar =0.43 M
Tinggi =0.4 M
Panjang = 122 M
T 14
A BARA
JL BEND
SEGMEN 2
Exsisting
Lebar =0.5
Tinggi =0.5
Panjang = 25 M
kordinat Akhir
X = 688746
Y = 9300375
MESJID
ATTAQWA
kordinat Awal
X = 688758
Y = 9300497
SEGMEN 1
Rencana U-Ditch
lebar=0.5 m
tinggi=0.5 m
Panjang = 122 M
ARAT 14 AB
JL BEND
SEGMEN 2
Rencana U-Ditch
lebar=0.5 m
tinggi=0.5 m
Panjang = 25 M
kordinat Akhir
X = 688746
Y = 9300375
MESJID
ATTAQWA
Lingkungan Jl. Komp. Villa Pamulang RT. 001 - RT. 005 / RW. 017 Kelurahan Pondok Benda (F1)
KONSULTAN PERENCANA
PT PARINDO RAYA ENGINEERING
U
1
SMA
JL BI
SEGMEN 2
Exsisting
JL VI
Lebar =0.7 M
LLA P
Tinggi =0.7 M
Panjang =26 M
MULAA
NG RAYA
SEGMEN 1
Exsisting
Lebar =0.4 M
Tinggi =0.4 M
Panjang =142 M
kordinat awal
X = 689881
Y = 9297469
1
SMA
JL BI
SEGMEN 2
Rencana U-Ditch
J L VI
lebar=0.7 m
LLA P
tinggi=0.7 m
Panjang =26 M
MULAA
N G RA
YA
SEGMEN 1
Rencana U-Ditch
lebar=0.4 m
tinggi=0.4 m
Panjang =142 M
kordinat awal
X = 689881
Y = 9297469
Lingkungan Jalan Salak 8 RT. 001 RW. 003 Kelurahan Pondok Benda (F2)
KONSULTAN PERENCANA
PT PARINDO RAYA ENGINEERING
U
jl salak raya
jl salak 4
kordinat Akhir
X = 690213 kordinat Awal
Y = 9297850
SEGMEN 1 X = 690297
Y = 9297853
Exsisting Tanah
panjang=93 m
kordinat Akhir
X = 690166
Y = 9297795
jl madrasah raya
jl madrasah 1
SEGMEN 2
Exsisting Tanah
panjang=92 m
kordinat Awal
X = 690155
Y = 9297702
jl salak raya
jl salak 4
kordinat Akhir
X = 690213 kordinat Awal
Y = 9297850
SEGMEN 1 X = 690297
Y = 9297853
Rencana U-Ditch
lebar=0.6 m
tinggi=0.6 m
panjang=93 m
kordinat Akhir
X = 690166
Y = 9297795
jl madrasah raya
jl madrasah 1
SEGMEN 2
Rencana U-Ditch
lebar=0.6 m
tinggi=0.6 m
panjang=92 m
kordinat Awal
X = 690155
Y = 9297702
Lingkungan Jalan Kesadaran RT. 002 RW. 003 Kelurahan Pondok Benda (F2)
KONSULTAN PERENCANA
PT PARINDO RAYA ENGINEERING
U
kordinat awal
X = 689970
Y = 9297629
SEGMEN 1
Exsisting Tanah
Panjang =60 M
ah
n baw
adara
jl kes
SEGMEN 2
Exsisting
Lebar =0.25 M kordinat Akhir
X = 689951
Tinggi =0.2 M Y = 9297533
Panjang =50 M
kordinat awal
X = 689970
Y = 9297629
SEGMEN 1
Rencana U-Ditch
lebar=0.5 m
tinggi=0.5 m
Panjang =60 M
ah
n baw
adara
jl kes
SEGMEN 2
Rencana U-Ditch
lebar=0.5 m kordinat Akhir
X = 689951
tinggi=0.5 m Y = 9297533
Panjang =50 M
Lingkungan Jalan Tembus Salak 005 RW. 003 Kelurahan Pondok Benda (F2)
KONSULTAN PERENCANA
PT PARINDO RAYA ENGINEERING
U
kordinat Akhir
X = 689981
Y = 9297955
jl swadaya
SEGMEN 1
Exsisting
Lebar =0.17 M
Tinggi =0.1 M
Panjang =117 M
kordinat Awal
X = 690008
Y = 9297874
ta
gg sa
kordinat Akhir
X = 689981
Y = 9297955
jl swadaya
SEGMEN 1
Rencana U-Ditch
lebar=0.3 m
tinggi=0.3 m
Panjang =117 M
kordinat Awal
X = 690008
Y = 9297874
ta
gg sa
Lingkungan Jalan Salak 4 RT. 004 RW. 003 Kelurahan Pondok Benda (F2)
KONSULTAN PERENCANA
PT PARINDO RAYA ENGINEERING
U
SEGMEN 2
Exsisting
Lebar =0.3 M
Tinggi =0.3 M
Panjang =16 M
SEGMEN 1
kordinat Akhir
X = 690173
Y = 9298040
Exsisting Tanah
panjang=138 m
JL SALAK RAYA
jl salak 4
kordinat Awal
X = 690304
Y = 9298013
SEGMEN 2
Rencana U-Ditch
lebar=0.4 m
tinggi=0.4 m
Panjang =16 M
SEGMEN 1
kordinat Akhir Rencana U-Ditch
X = 690173
Y = 9298040 lebar=0.4 m
tinggi=0.4 m
panjang=138 m
JL SALAK RAYA
jl salak 4
kordinat Awal
X = 690304
Y = 9298013
Lingkungan Jalan Swadaya 1 dan 2 RT. 005 RW. 003 Kelurahan Pondok Benda (F2)
KONSULTAN PERENCANA
PT PARINDO RAYA ENGINEERING
U
SEGMEN 1
Exsisting
Lebar =0.3 M
Tinggi =0.4 M
awah
Panjang =84 M
daran b
jl kesa
SEGMEN 2
Exsisting
Lebar =0.5 M
Tinggi =0.26 M
Panjang =64 M
kordinat Alhir
X = 689974
Y = 9297621
SEGMEN 1
Rencana U-Ditch
lebar=0.5 m
tinggi=0.5 m
awah
Panjang =84 M
daran b
jl kesa
SEGMEN 2
Rencana U-Ditch
lebar=0.6 m
tinggi=0.6 m
Panjang =64 M
kordinat Alhir
X = 689974
Y = 9297621
Lingkungan Jalan TPU Parakan / SDN Parakan RT. 003 RW. 008 Kelurahan Pondok Benda (F2)
KONSULTAN PERENCANA
PT PARINDO RAYA ENGINEERING
U
JL BENDA B
kordinat Awal
SEGMEN 4 X = 689065
Y = 9299625
Exsisting
ARAT 2
SEGMEN 3 Lebar =0.3 M
Exsisting Tinggi =0.4 M
Tanah Panjang = 73 M
Panjang = 16 M
SEGMEN 1 SEGMEN 6
Exsisting Exsisting
kordinat Akhir Lebar =0.4 M AKA
N Lebar =0.4 M
AR
PU P
X = 688852
Y = 9299585 Tinggi =0.4 M JL T
Tinggi =0.4 M
Panjang = 57 M SEGMEN 5
Panjang = 60 M
Exsisting
SEGMEN 7 Tanah
Exsisting Panjang = 69 M
Lebar =0.2 M
Tinggi =0.2 M
SEGMEN 2
Panjang = 35 M
Exsisting
Lebar =0.4 M
Tinggi =0.4 M
Panjang = 81 M
JL BENDA BA
kordinat Awal
SEGMEN 4 X = 689065
Y = 9299625
Rencana U-Ditch
RAT 2
SEGMEN 3 lebar=0.5 m
Rencana U-Ditch tinggi=0.5 m
lebar=0.5 m Panjang = 73 M
tinggi=0.5 m
Panjang = 16 M
SEGMEN 1 SEGMEN 6
Rencana U-Ditch Rencana U-Ditch
kordinat Akhir lebar=0.5 m AKA
N lebar=0.5 m
AR
PU P
X = 688852
Y = 9299585 tinggi=0.5 m J L T tinggi=0.5 m
Panjang = 57 M SEGMEN 5
Panjang = 60 M
Rencana U-Ditch
SEGMEN 7 lebar=0.5 m
Rencana U-Ditch tinggi=0.5 m
lebar=0.5 m Panjang = 69 M
tinggi=0.5 m
SEGMEN 2
Panjang = 35 M
Rencana U-Ditch
lebar=0.5 m
tinggi=0.5 m
Panjang = 81 M
Lingkungan Jalan Swadaya RT. 004 RW. 008 Kelurahan Pondok Benda (F2)
KONSULTAN PERENCANA
PT PARINDO RAYA ENGINEERING
U
kordinat Akhir
jl swadaya
X = 688858
Y = 9299420
SEGMEN 1
Exsisting
Lebar =0.3 M
Tinggi =0.3 M
SEGMEN 2 Panjang =87 M
Exsisting
Lebar =0.3 M kordinat Awal
X = 689034
Y = 9299303
Tinggi =0.17 M
Panjang =17 M
jl swa
daya 1
SEGMEN 3 SEGMEN 4
Exsisting
Lebar =0.28 M Exsisting Tanah
Tinggi =0.17 M panjang=10 m
Panjang =182 M
DIBUAT OLEH MENYETUJUI MENGETAHUI CATATAN NAMA GAMBAR
PEMERINTAH KOTA TANGERANG SELATAN
PEJABAT PELAKSANA TEKNIS KEGIATAN (PPTK) PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN (PPK)
DINAS SUMBER DAYA AIR, BINA MARGA DAN BINA KONSTRUKSI
Jl. Raya Puspitek Serpong No. Kav. 51B, Kec. Setu, Kota Tangerang Selatan
PT PARINDO RAYA ENGINEERING
DENAH EKSISTING
UNIT PELAYANAN TEKNIS DAERAH
JALAN DAN DRAINASE LINGKUNGAN WILAYAH I
NAMA PEKERJAAN
NO. GAMBAR NO. LEMBAR JUMLAH LEMBAR
Lingkungan Jalan Swadaya RT. 004 RW. 008
Hadi Ismanto, ST. Imanudin, SE.MM.
Kelurahan Pondok Benda (F2) Ferdi Ardianto,ST Ade Supendi,S.Ars
NIP. 19810614 201101 1 001
SKALA NTS 002 004
Team Leader Drafter NIP 19770827200112 1 005
U
kordinat Akhir
jl swadaya
X = 688858
Y = 9299420
SEGMEN 1
Rencana U-Ditch
lebar=0.4 m
tinggi=0.4 m
SEGMEN 2 Panjang =87 M
Rencana U-Ditch
lebar=0.4 m kordinat Awal
X = 689034
Y = 9299303
tinggi=0.4 m
Panjang =17 M
jl swa
daya 1
SEGMEN 3 SEGMEN 4
Rencana U-Ditch Rencana U-Ditch
lebar=0.4 m lebar=0.4 m
tinggi=0.4 m tinggi=0.4 m
Panjang =182 M panjang=10 m
Lingkungan Jalan Pondok Salak RT 01 RW. 022 Kelurahan Pondok Benda (F2)
KONSULTAN PERENCANA
PT PARINDO RAYA ENGINEERING
U
SEGMEN 1
Exsisting Tanah
panjang=23 m
SEGMEN 2
Exsisting
Lebar =0.2 M
Tinggi =0.2 M
Panjang =47 M
1
AH K
RO
kordinat Akhir
X = 690461
BA
Y = 9297065
GG
SEGMEN 3
Exsisting Tanah
panjang=40 m
SEGMEN 1
Rencana U-Ditch
lebar=0.3 m
tinggi=0.3 m
panjang=23 m
SEGMEN 2
Rencana U-Ditch
lebar=0.3 m
tinggi=0.3 m
Panjang =47 M
1
AH
OK
kordinat Akhir
AR
X = 690461
SEGMEN 3
B
Y = 9297065
G
Rencana U-Ditch
G
lebar=0.3 m
tinggi=0.3 m
panjang=40 m
Lingkungan Jl. Rambutan RT. 002 RW. 008 Kelurahan Pondok Benda (F2)
KONSULTAN PERENCANA
PT PARINDO RAYA ENGINEERING
U
SEGMEN 2
Exsisting Tanah kordinat Awal
X = 688652
panjang=98 m Y = 9299280
SEGMEN 4
SEGMEN 3
Exsisting
JL AR
Exsisting
Lebar =0.23 M
Lebar =0.36 M
JUNA
Tinggi =0.4 M
Tinggi =0.4 M
Panjang =65 M
Panjang =40 M
GG NA
N GKA
kordinat Akhir
X = 688586
Y = 9299201
SEGMEN 1
Exsisting Tanah
panjang=390 m
kordinat Awal
X = 688856
Y = 9299108
kordinat Awal
X = 688652
SEGMEN 2 Y = 9299280
Rencana U-Ditch
lebar=0.4 m
tinggi=0.4 m
panjang=98 m
SEGMEN 4
JL AR
SEGMEN 3
Rencana U-Ditch Rencana U-Ditch
JUNA
lebar=0.4 m lebar=0.4 m
tinggi=0.4 m tinggi=0.4 m
Panjang =65 M Panjang =40 M
GG NA
NGKA
kordinat Akhir
X = 688586
Y = 9299201
SEGMEN 1
Rencana U-Ditch
lebar=0.4 m
tinggi=0.4 m
panjang=390 m
kordinat Awal
X = 688856
Y = 9299108
Lingkungan Jl. Pondok Benda RT. 002 Dan RT 03 RW. 005 Kelurahan Pondok Benda (F2)
KONSULTAN PERENCANA
PT PARINDO RAYA ENGINEERING
U
kordinat Awal
X = 691042
Y = 9297135
kordinat Akhir
X = 690943
Y = 9297343
SEGMEN 4
Exsisting Tanah
SEGMEN 2 panjang=51 m
Exsisting
Lebar =0.56 M
SEGMEN 6
Tinggi =0.3 M
JL SAKETI
Exsisting
Lebar =0.4 M
Panjang =14 M Tinggi =0.4 M
SEGMEN 5 Panjang =68 M
SEGMEN 1
Exsisting Tanah Exsisting Tanah
panjang=110 m panjang=40 m
GG A
TTAQ
WA
SEGMEN 3
Exsisting Tanah
panjang=28 m
kordinat Awal SEGMEN 7
X = 690987
Y = 9297280 Exsisting
Lebar =0.4 M
Tinggi =0.4 M
Panjang =45 M
SEGMEN 8
Exsisting Tanah
kordinat Akhir
X = 691033
panjang=26 m
Y = 9296965
kordinat Awal
X = 691042
Y = 9297135
kordinat Akhir
X = 690943
Y = 9297343
SEGMEN 4
Rencana U-Ditch
lebar=0.4 m
SEGMEN 2 tinggi=0.4 m
Rencana U-Ditch panjang=51 m
lebar=0.5 m
tinggi=0.5 m SEGMEN 6
Panjang =14 M Rencana U-Ditch
lebar=0.4 m
JL SAKET
tinggi=0.4 m
SEGMEN 1 SEGMEN 5 Panjang =68 M
Rencana U-Ditch Rencana U-Ditch
I
lebar=0.5 m lebar=0.4 m
tinggi=0.4 m
tinggi=0.5 m panjang=40 m
panjang=110 m
GG A
TTAQ
WA
SEGMEN 3 SEGMEN 7
kordinat Awal
Rencana U-Ditch X = 690987
Rencana U-Ditch
lebar=0.4 m Y = 9297280 lebar=0.4 m
tinggi=0.4 m
tinggi=0.4 m Panjang =45 M
panjang=28 m
SEGMEN 8
Rencana U-Ditch
lebar=0.4 m
kordinat Akhir
tinggi=0.4 m
X = 691033
Y = 9296965
panjang=26 m
Lingkungan Jl. Salak Raya RT. 002 RW. 022 Kelurahan Pondok Benda (F2)
KONSULTAN PERENCANA
PT PARINDO RAYA ENGINEERING
U
kordinat Awal
X = 690487
SEGMEN 2 SEGMEN 1 Y = 9297497
Exsisting Exsisting
Lebar =0.3 M Lebar =0.3 M
Tinggi =0.3 M Tinggi =0.3 M
Panjang =13 M Panjang =30 M kordinat Akhir
X = 690489
Y = 9297463
SEGMEN 4
Exsisting
Lebar =0.3 M
Tinggi =0.2 M
BLOK A 2
Panjang =23 M
kordinat Awal
X = 690463
Y = 9297431
SEGMEN 3
Exsisting
Lebar =0.4 M
Tinggi =0.3 M
Panjang =20 M
kordinat Awal
SEGMEN 1 X = 690487
Y = 9297497
Rencana U-Ditch
lebar=0.4 m
SEGMEN 2 tinggi=0.4 m
Rencana U-Ditch Panjang =30 M
lebar=0.4 m
tinggi=0.4 m
Panjang =13 M kordinat Akhir
X = 690489
Y = 9297463
SEGMEN 4
Rencana U-Ditch
lebar=0.4 m
tinggi=0.4 m
Panjang =23 M
BLOK A 2
kordinat Awal
X = 690463
Y = 9297431
SEGMEN 3
Rencana U-Ditch
lebar=0.4 m
tinggi=0.4 m
Panjang =20 M
Peningkatan Saluran Drainase Lingkungan Jl. Salak Raya RW. 022 Kelurahan Pondok Benda (F2)
KONSULTAN PERENCANA
PT PARINDO RAYA ENGINEERING
U
SEGMEN 5
Exsisting Tanah
panjang=56 m
348
SEGMEN 1
Exsisting
Lebar =0.37 M
Tinggi =0.27 M
Panjang =72 M
k
sala
k
ndo
jl po
SEGMEN 4
Exsisting Tanah
panjang=34 m
SEGMEN 3
Exsisting
SEGMEN 2 Lebar =0.4 M kordinat Akhir
Exsisting Tanah Tinggi =0.3 M
X = 690646
Y = 9296642
panjang=70 m Panjang =23 M
SEGMEN 5
Rencana U-Ditch
lebar=0.4 m
tinggi=0.4 m
panjang=56 m
SEGMEN 1
Rencana U-Ditch
lebar=0.5 m
tinggi=0.5 m
Panjang =72 M
lak
k sa
ndo
jl po
kordinat Akhir
X = 690646
Y = 9296642
SEGMEN 3 SEGMEN 4
SEGMEN 2 Rencana U-Ditch Rencana U-Ditch
Rencana U-Ditch lebar=0.4 m lebar=0.4 m
lebar=0.4 m tinggi=0.4 m tinggi=0.4 m
tinggi=0.4 m Panjang =23 M panjang=34 m
panjang=70 m
Lingkungan Jl. Villa Pamulang RW. 017 Kelurahan Pondok Benda (F2)
KONSULTAN PERENCANA
PT PARINDO RAYA ENGINEERING
U
SEGMEN 2
Exsisting
Lebar =0.52 M
Tinggi =0.5 M
Panjang =64 M
JL BISMA 3
SEGMEN 1
kordinat awal
Exsisting X = 690042
Lebar =0.4 M Y = 9297364
Tinggi =0.4 M
Panjang =65 M
kordinat Akhir
X = 690004
Y = 9297334
SEGMEN 2
Rencana U-Ditch
lebar=0.4 m
tinggi=0.4 m
Panjang =64 M
JL BISMA 3
SEGMEN 1
Rencana U-Ditch kordinat awal
lebar=0.5 m X = 690042
Y = 9297364
tinggi=0.5 m
Panjang =65 M
kordinat Akhir
X = 690004
Y = 9297334
Lingkungan Jalan Benda Barat 10 RT. 002 / RW. 011 Kel. Pondok Benda
KONSULTAN PERENCANA
PT PARINDO RAYA ENGINEERING
U
SEGMEN 1
Exsisting
Lebar =0.15 M
Tinggi =0.18 M
kordinat Akhir
Panjang = 13 M
X = 688866
Y = 9300134
JL BE
SEGMEN 2
Exsisting
NDA
Lebar =0.25 M
Tinggi =0.17 M
PE
Panjang = 26 M
RMAI
3
SEGMEN 3
Exsisting
kordinat Awal
X = 688881 Lebar =0.58 M
Y = 9300078
Tinggi =0.35 M
Panjang = 28 M
SEGMEN 1
Rencana U-Ditch
lebar=0.5 m
tinggi=0.5 m
kordinat Akhir
Panjang = 13 M
X = 688866
Y = 9300134
JL BE
SEGMEN 2
Rencana U-Ditch
NDA
lebar=0.5 m
tinggi=0.5 m
PER
Panjang = 26 M
MAI 3
SEGMEN 3
Rencana U-Ditch
kordinat Awal
X = 688881 lebar=0.6 m
Y = 9300078
tinggi=0.6 m
Panjang = 28 M
KONSULTAN PERENCANA
PT PARINDO RAYA ENGINEERING
U
JL BALI RAYA
kordinat Akhir
X = 690698
Y = 9297264
JL BALI 3
SEGMEN 1
Exsisting
Lebar =0.53 M
Tinggi =0.3 M
Panjang =105 M
kordinat Awal
X = 690702
Y = 9297159
kordinat Akhir
X = 690698
Y = 9297264
JL BALI 3
SEGMEN 1
Rencana U-Ditch
lebar=0.5 m
tinggi=0.5 m
Panjang =105 M
kordinat Awal
X = 690702
Y = 9297159
Lingkungan Jalan Benda Barat 14 & Jalan Benda Barat 14.A RT. 002 & RT. 006 / RW. 010 Kelurahan Pondok Benda
KONSULTAN PERENCANA
PT PARINDO RAYA ENGINEERING
U
kordinat Akhir
X = 688962
Y = 9300493
SEGMEN 2
kordinat Awal
X = 688824 Exsisting
Y = 9300506
Lebar =0.48 M
Tinggi =0.4 M
Panjang = 122 M
SEGMEN 1
Exsisting
Lebar =0.45 M
Tinggi =0.45 M
Panjang = 123 M
kordinat Akhir
X = 688962
Y = 9300493
SEGMEN 2
kordinat Awal
X = 688824 Rencana U-Ditch
Y = 9300506
lebar=0.5 m
tinggi=0.5 m
Panjang = 122 M
SEGMEN 1
Rencana U-Ditch
lebar=0.5 m
tinggi=0.5 m
Panjang = 123 M
KONSULTAN PERENCANA
PT PARINDO RAYA ENGINEERING
U
SEGMEN 1
Exsisting
Lebar =0.6 M
Tinggi =0.7 M
Panjang =146 M
kordinat Aawal
JL BRATASENA 8
X = 690894
Y = 9297462
A RAYA
JL BRATASEN
SEGMEN 1
Rencana U-Ditch
lebar=0.7 m
tinggi=0.7 m
Panjang =146 M
kordinat Aawal
JL BRATASENA 8
X = 690894
Y = 9297462
A RAYA
JL BRATASEN
Lingkungan Jalan Benda Barat 12 RT. 003 / RW. 010 Kelurahan Pondok Benda
KONSULTAN PERENCANA
PT PARINDO RAYA ENGINEERING
U
BA RAT 12
A
JL BEND
kordinat Akhir
SEGMEN 2 X = 688968
Y = 9300336
Exsisting
Lebar =0.45 M
Tinggi =0.4 M
Panjang = 58 M
MESJID ATTAQWA
SEGMEN 1
kordinat Akhir
Exsisting X = 688986
Y = 9300276
Lebar =0.4 M
Tinggi =0.4 M
Panjang = 35 M
A BAR AT 12
JL B E N D
kordinat Akhir
SEGMEN 2 X = 688968
Y = 9300336
Rencana U-Ditch
lebar=0.4 m
tinggi=0.4 m
Panjang = 58 M
MESJID ATTAQWA
SEGMEN 1
kordinat Akhir
Rencana U-Ditch X = 688986
Y = 9300276
lebar=0.4 m
tinggi=0.4 m
Panjang = 35 M