PENENTUAN ARAH RUNWAY
Pertemuan 6
Arah Runway dan Klasifikasi
• Setiap landas pacu diberi identitas angka 2 digit yang menunjukkan
arah sudut azimuth dgn ketelitian 10°.
• Untuk landas pacu paralel, diberi tambahan huruf R untuk kanan dan
L untuk kiri. Jika ada 3 paralel maka yang di tengah diberi kode C
• Landas pacu juga diklasifikasikan sebagai noninstrument (visual)
runway dan instrument runway
• Instrument runway kemudian dibagi lagi menjadi nonprecision
runway dan precision approach runway
Runway Designation
• Runway merupakan area persegi empat yang digunakan oleh pesawat
untuk melakukan take off dan pendaratan.
• Untuk konfigurasi runway tertentu, juga digunakan sebagai taxiway
• Runway diberi kode berupa dua digit angka
• Kode runway menunjukkan dua angka depan dari arah (azimuth) dari
runway (pembulatan ke 10o terdekat)
• Arah 0o merupakan arah utara
• Jika satu runway mempunyai 28, maka pada ujung satunya akan
mempunyai kode 10
• Untuk bandara yang mempunyai lebih dari satu runway dengan konfigurasi
paralel, maka penunjukkan runway akan diberi kode L (= left), R (=right), C
(=center) dsb
Contoh : runway dengan arah 278o
maka akan dibulatkan menjadi 280o ,
sehingga penulisan kode runway
adalah 28
Analisa Angin
• Arah runway harus sedemikian sehingga searah dan berimpit dengan arah angin dominan.
• Ketika mengadakan landing atau take-off, pesawat dapat bermanufer dengan baik bila komponen
angin samping (Cross Wind) tidak berlebihan.
• Crosswind = angin yang bertiup dari arah samping mendekati sudut 90o terhadap arah pergerakan
pesawat.
• Maksimum Cross Wind yang diizinkan tergantung jenis dan ukuran pesawat yang beroperasi,
susunan sayap dan kondisi permukaan landasan pacu.
• ICAO mensyaratkan bahwa landasan pacu harus diorientasi sehingga pesawat udara dapat
mendarat dengan usability factor minimum 95%., dengan komponen cross wind tidak melebihi:
• 20 Knots (37 km/jam) dengan ARFL 1500 m atau lebih.
• 13 Knots (24 km/jam) dengan ARFL antara 1200 m – 1499 m
• 10 Knots (19 km/jam) dengan ARFL kurang dari 1200 m.
• Usability factor 95% artinya pesawat dapat take off dan landing paling sedikit 95% dari seluruh
komponen angin yang bertiup.
• Kecepatan dicatat
sesuai dengan arah
angin
• Masing-masing
kecepatan dibuat
dalam bentuk
prosentase
• Masing-masing tingkat
kecepatan diplot pada
diagram windrose
sesuai dengan arah
angin
• Arah N – S (Utara – Selatan)
6,683 + [ 9,516 + 5,613 + 4,304 + 8,233 + 5,346 + 4,197 + 2,673 + 5,413 ] + [
8,180 + 6,883 + 4,170 + 5,346 + 2,887 + 2,673 + 2,379 + 4,210 ] + [ 3,341 + 2,058 +
0,615 + 0,722 + 1,337 + 0,829 + 0,722 + 0,481 ] + [ 0,227 + ( 0,2 × 0,9984 ) + (
0,134 × 0,6259 ) + ( 0,107 × 0,9984 ) + 0,120 + ( 0,107 × 0,9984 ) + ( 0,107 ×
0,6259 ) + ( 0,067 × 0,9984 ) ] + [ 0,053 + ( 0,040 × 0,8825 ) + ( 0,027 × 0,8825 ) ] =
99,9012 % > 95 %
• Arah E – W (Timur – Barat)
6,683 + [ 9,516 + 5,613 + 4,304 + 8,233 + 5,346 + 4,197 + 2,673 + 5,413 ] + [
8,180 + 6,883 + 4,170 + 5,346 + 2,887 + 2,673 + 2,379 + 4,210 ] + [ 3,341 + 2,058 +
0,615 + 0,722 + 1,337 + 0,829 + 0,722 + 0,481 ] + [ ( 0,227 × 0,6259 ) + ( 0,2 ×
0,9984 ) + 0,134 + ( 0,107 × 0,9984 ) + ( 0,120 × 0,6259 ) + ( 0,107 × 0,9984 ) +
0,107 + ( 0,067 × 0,9984 ) ] + [ ( 0,040 × 0,8825 ) + ( 0,027 × 0,8825 ) ] = 99,80855
% > 95 %
• Arah NE – SW (Timur Laut – Barat Daya)
6,683 + [ 9,516 + 5,613 + 4,304 + 8,233 + 5,346 + 4,197 + 2,673 + 5,413 ] + [
8,180 + 6,883 + 4,170 + 5,346 + 2,887 + 2,673 + 2,379 + 4,210 ] + [ 3,341 +
2,058 + 0,615 + 0,722 + 1,337 + 0,829 + 0,722 + 0,481 ] + [ ( 0,227 × 0,9984 ) +
0,2 + ( 0,134 × 0,9984 ) + ( 0,107 × 0,6259 ) + ( 0,120 × 0,9984 ) + 0,107 + (
0,107 × 0,9984 ) + ( 0,067 × 0,6259 ) ] + [ ( 0,053 × 0,8825 ) + 0,027 ] =
99,88457 % > 95 %
• Arah SE – NW (Tenggara – Barat Laut)
6,683 + [ 9,516 + 5,613 + 4,304 + 8,233 + 5,346 + 4,197 + 2,673 + 5,413 ] + [
8,180 + 6,883 + 4,170 + 5,346 + 2,887 + 2,673 + 2,379 + 4,210 ] + [ 3,341 +
2,058 + 0,615 + 0,722 + 1,337 + 0,829 + 0,722 + 0,481 ] + [ ( 0,227 × 0,9984 ) +
( 0,2 × 0,6259 ) + ( 0,134 × 0,9984 ) + 0,107 + ( 0,120 × 0,9984 ) + ( 0,107 ×
0,6259 ) + ( 0,107 × 0,9984 ) + 0,067 ] + [ ( 0,053 × 0,8825 ) + 0,04 ] = 99,85098
% > 95 %
Penentuan Arah Runway
Dari perhitungan analisa angin didapat usability tiap-tiap arah angin
sebagai berikut :
•N–S = 99,9012 %
• W–E = 99,80855 %
• NE – SW = 99,88457 %
• SE – NW = 99,85098 %
Penentuan arah runway berdasarkan arah yang memberikan
prosentase Wind Coverage minimal 95 %. Arah runway yang digunakan
: N – S.