Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN ILMIAH

BAHAYA NARKOBA BAGI GENERASI MUDA


UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH APLIKASI PERKANTORAN

DISUSUN OLEH :
NAMA : RIKA YULIA SARI
NIM : 220170028

PRODI TEKNIK INFORMATIKA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS
MALIKUSSALEH 2022
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, Karena rahmat-Nya penulis
dapat menyelesaikan dan dapat menyusun makalah tentangg “narkoba”. Guna memenuhi
tugas mata kuliah Aplikasi Perkantoran .
Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada(Pd 2010) semua
pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan penyusunan maklah ini. Penulis menyadari
bahwa makalah ini masih belum sempurna. Oleh karen itu, penulis mengharapkan saran dan
kritik membangun yangg dtunjukan demi kesempurnan makalah ini. semoga makalah ini bisa
bermanfaat bagi semua pihak.(Pd 2010)

Lhokseumawe, 29 September 2022

RIKA YULIA SARI

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.............................................................................................................................i
DAFTAR ISI...........................................................................................................................................ii
DAFTAR GAMBAR.............................................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN......................................................................................................................1
1.1 Latar Belakang.........................................................................................................................1
1.2 Identifikasi Masalah.................................................................................................................2
1.3 Batasan Masalah......................................................................................................................2
1.4 Rumusan Masalah....................................................................................................................2
1.5 Tujuan Masalah........................................................................................................................3
BAB II PEMBAHASAN.......................................................................................................................4
2.1 KAJIAN TEORI............................................................................................................................4
2.1.1 Pengertian Narkoba.................................................................................................................4
2.1.2 Jenis-Jenis Narkoba................................................................................................................6
2.2 HAKIKAT TEORI........................................................................................................................8
2.2.1 Penyebab Penyalahgunaan Narkoba Pada Generasi Muda.....................................................8
2.2.2 Dampak Negatif Penyalahgunaan Narkoba Bagi Generasi....................................................9
Muda................................................................................................................................................9
2.2.3 Pencegahan Terhadap Penyalahgunaan Narkoba Pada........................................................10
Generasi Muda...............................................................................................................................10
2.2.4 Penerapan Pola Hidup Sehat Yang Baik Dan Benar Pada....................................................11
Generasi Muda...............................................................................................................................11
BAB III PENUTUP.............................................................................................................................13
3.1 KESIMPULAN............................................................................................................................13
3.2 SARAN........................................................................................................................................13
REFERENSI..........................................................................................................................................iv

ii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 NARKOBA...........................................................................................................................4
Gambar 2 JENIS-JENIS NARKOBA..................................................................................................7
Gambar 3 ORANG KECANDUAN NARKOBA................................................................................9

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Narkoba merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif lainnya.
Terminologi narkoba familiar digunakan oleh aparat penegak hukum; seperti polisi (termasuk
didalamnya Badan Narkotika Nasional), jaksa, hakim dan petugas Pemasyarakatan. Selain
narkoba, sebutan lainyang menunjuk pada ketiga zat tersebut adalah Narkoba yaitu
Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif. Istilah Narkoba biasanya lebih banyak dipakai oleh
para praktisi kesehatan dan rehabilitasi. Akan tetapi pada intinya pemaknaan dari kedua
istilah tersebut tetap merujuk pada tiga jenis zat yang sama tadi.
Menurut UU No. 22 Tahun 1997 tentang Narkotika disebutkan pengertian Narkotika.
Narkotika adalah “zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintesis
maupun semi sintesis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran,
hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan
ketergantungan”.
Sebenarnya Narkoba adalah obat legal yang digunakan dalam dunia kedokteran, namun
dewasa ini Narkoba banyak disalahgunakan. Bahkan di kalangan remaja tidak sedikit yang
terjerumus dalam bahaya narkoba. Banyak dari mereka yang menggunakan Narkoba dengan
alasan untuk kesenangan batin, namun sayangnya tidak banyak yang mengetahuai bahaya
narkoba.
Di Indonesia, pencandu narkoba ini perkembangannya semakin pesat. Para pencandu
narkoba itu pada umumnya berusia antara 11 sampai 24 tahun. Artinya usia tersebut ialah
usia produktif atau usia pelajar.Pada awalnya, pelajar yang mengonsumsi narkoba biasanya
diawali dengan perkenalannya dengan rokok. Karena kebiasaan merokok ini sepertinya sudah
menjadi hal yang wajar di kalangan pelajar saat ini. Dari kebiasaan inilah, pergaulan terus
meningkat, apalagi ketika pelajar tersebut bergabung ke dalam lingkungan orang-orang yang
sudah menjadi pencandu narkoba. Awalnya mencoba, lalu kemudian mengalami
ketergantungan.
Dalam kurun waktu dua dasawarsa terakhir ini Indonesia telah menjadi salah satu negara
yang dijadikan pasar utama dari jaringan sindikat peredaran narkotika yang berdimensi
internasional untuk tujuan-tujuan komersial.3 Untuk jaringan peredaran narkotika di negara-
negara Asia, Indonesia diperhitungakan sebagai pasar (market-state) yang paling prospektif
secara komersial bagi sindikat internasional yang beroperasi di negara-negara sedang
berkembang. Remaja yang seharusnya menjadi kader-kader penerus bangsa kini tidak bisa
lagi menjadi jaminan untuk kemajuan Bangsa dan Negara. Bahkan perilaku mereka
cenderung merosot.melihat latar belakang diatas maka kami mengangkat judul Makalah
Kenakalan remaja ( tentang Narkoba ) yang terfokus pada pengetahuan tentang narkoba dan
akibatnyan bagi remaja.
Oleh karena itu, selain untuk menyelesaikan tugas dari mata pelajaran Pendidikan
Jasmani dan Kesehatan, saya menyusun makalah ini bertujuan untuk memberikan informasi
betapa bahayanya Narkoba, khususnya di kalangan remaja atau generasi muda. (Monica
Damanik Kelas, Mia-, and Jasmani Olahraga Dan Kesehatan Sma Negeri 2020)

1
1.2 IDENTIFIKASI MASALAH
Berdasarkan latar belakang masalah, masalah-masalah yang muncul dapat diidentifikasi
sebagai berikut:
1. Banyaknya masyarakat, khususnya generasi muda, belum mengetahui
bahayanya narkoba.
2. Banyaknya masyarakat, khususnya generasi muda, belum memiliki
pemahaman tentang bahaya narkoba.
3. Banyaknya masyarakat, khususnya generasi muda, belum memiliki konsep
hidup sehat.
4. Banyaknya masyarakat, khususnya generasi muda, belum memiliki pemahaman
tentang pencegahan-pecegahan yang dapat dilakukan untuk menghindari bahaya
narkoba.
5. Banyaknya masyarakat, khususnya generasi muda, belum mengetahui pengaruh
bahaya narkoba bagi kehidupan di masa kini maupun di masa yang akan datang.
(Monica Damanik Kelas, Mia-, and Jasmani Olahraga Dan Kesehatan Sma Negeri
2020)
1.3 BATASAN MASALAH
Untuk memudahkan pembaca memahami karya tulis ini, maka saya akan membatasi
pembahasan dalam makalah yang sederhana ini. Sehingga maksud dan tujuan penulis sampai
kepada pembaca dan bisa dilaksanakan dalam menjalani kehidupan sehari hari menuju
suasana hidup yang lebih baik. Adapun batasan masalah yang akan dipaparkan penulis dalam
karya tulis ini adalah :
a. Pengertian Narkoba.
b. Jenis-jenis Narkoba yang dikonsumsi di masyarakat
c. Penyebab Penyalahgunaan Narkoba di kalangan Generasi Muda
d. Dampak Negatif Penyalahgunaan Narkoba pada Generasi Muda.
e. Kiat Mengatasi Penyalahgunaan Narkoba Pada Generasi Muda.
f. Penerapan pola hidup sehat di kalangan Generasi Muda
(Monica Damanik Kelas, Mia-, and Jasmani Olahraga Dan Kesehatan Sma Negeri 2020)

1.4 RUMUSAN MASALAH


Adapun rumusan masalah dari karya ilmiah ini, yaitu:
1. Apa Pengertian atau definisi Narkoba?
2. Apa saja jenis-jenis narkoba yang dikonsumsi di masyarakat?
3. Apa penyebab penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda?
4. Apa saja dampak atau bahaya narkoba terhadap generasi muda?
5. Bagaimana pencegahan terhadap penyebaran dan penyalahgunaan narkoba
dikalangan generasi muda?
6. Bagaimana penerapan pola hidup sehat yang baik dan benar di kalangan generasi
muda? (Monica Damanik Kelas, Mia-, and Jasmani Olahraga Dan Kesehatan Sma
Negeri 2020)

2
1.5 TUJUAN MASALAH
Tujuan pembuatan karya ilmiah ini, yaitu:
1. Memahami pengertian narkoba.
2. Lebih mengatahui jenis-jenis narkoba di kalangan masyarakat.
3. Mencari tahu apa dampak atau bahaya narkoba terhadap generasi muda.
4. Lebih mengetahui penyebab penyalahgunaan narkoba dikalangan kalangan
generasi muda.
5. Mengetahui bagaimana cara pencegahan terhadap penyebaran dan
penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda.
6. Mengetahui bagaimana penerapan pola hidup sehat yang baik dan benar di
kalangan generasi muda

3
BAB II
PEMBAHASA
N

2.1 KAJIAN TEORI


2.1.1 PENGERTIAN NARKOBA

Gambar 1 NARKOBA
Narkoba merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, bahan adiktif lainnya.
Secara etimologis narkoba atau narkotika berasal dari bahasa Inggris narcose atau narcosis
yang berarti menidurkan dan pembiusan. Narkotika berasal dari bahasa Yunani yaitu narke
atau narkam yang berarti terbius sehingga tidak merasakan apa-apa. Narkotika berasal dari
perkataan narcotic yang artinya sesuatu yang dapat menghilangkan rasa nyeri dan dapat
menimbulkan efek stupor (bengong), bahan-bahan pembius dan obat bius. Dan dalam Kamus
Besar Bahasa Indonesia mengistilahkan narkoba atau narkotika adalah obat yang dapat
menenangkan syaraf, menghilangkan rasa sakit, menimbulkan rasa mengantuk atau
merangsang.
Narkoba adalah obat untuk menenangkan saraf, menghilangkan rasa sakit, dan
menidurkan (dapat memabukkan, sehingga dilarang dijual untuk umum). Narkoba
mempunyai banyak macam, bentuk, warna, dan pengaruh terhadap tubuh. Akan tetapi dari
sekian banyak macam dan bentuknya, narkoba mempunyai banyak persamaan, diantaranya
adalah sifat adiksi (ketagihan), daya toleran (penyesuaian) dan daya habitual (kebiasaan)
yang sangat tinggi. Ketiga sifat inilah yang menyebabkan pemakai narkoba tidak dapat lepas
dari “cengkraman” nya. Narkoba terdiri dari dua zat, yakni narkotika dan psikotropika.
Dan secara khusus dua zat ini memiliki pengertian, jenis (golongan), serta diatur
dengan undang- undang yang berbeda. Narkotika diatur dengan Undang – Undang No.35
Tahun 2009, sedangkan psikotropika diatur dengan Undang – Undang No.5 Tahun 1997. Dua
undang – undang ini merupakan langkah pemerintah Indonesia untuk meratifikasi Konferensi
PBB Gelap Narkotika Psikotropika Tahun 1988. Narkotika, sebagaimana bunyi pasal 1 UU
No.22 Tahun 1997 di definisikan sebagai zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan
tanaman baik buatan atau semi buatan yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan

4
kesadaran, mengurangi sampai menimbulkan nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan.
Berikut beberapa defenisi mengenai narkotika :
Pasal 1 UU No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, disebutkan bahwa :
Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik
sintetis maupun semisintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran,
hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan
ketergantungan, yang dibedakan ke dalam golongan - golongan sebagaimana terlampir dalam
Undang- Undang ini.
Smith Kline dan french Clinical staff juga membuat defenisi tentang narkotika sebagai
berikut :
Narcotic are drugs which produce insensibility or stupor due to their deppressent
effect on the central nervous syste. Included in this definition are opium, opium derivaties
(morphine, codein, heroin) and synthetic opiates (meperidine, methadone).
Narkotika adalah zat-zat (obat) yang dapat mengakibatkan ketidak sadaran atau
pembiusan di karenakan zat-zat tersebut bekerja mempengaruhi susunan saraf sentral. Dalam
defenisi narkotika ini sudah termasuk jenis candu (morphine, codein, heroin) dan candu
sintesis (meperidine, methadone).
Hari Sasangka juga menjelaskan bahwa defenisi lain narkotika
Narkotika adalah candu, ganja, cocaine, zat-zat yang bahan mentahnya diambil dari
benda-benda tersebut yakni morphine, heroin, codein, hashish, cocaine. Dan termasuk juga
narkotika sintesis yang menghasilkan zat- zat, obat-obat yang tergolong dalam Hallucinogen,
Depressant, dan Stimulant.8 Pengertian narkotika secara farmakologis medis, menurut
Ensiklopedia VI adalah obat yang dapat menghilangkan (terutama) rasa nyeri yang berasal
dari daerah VISERAL dan dapat menimbulkan efek stupor (bengong, masih sadar tapi harus
digertak) serta adiksi.
Sementara Psikotropika, menurut UU No. 5 Tahun 1997 pasal didefinisikan psikotropika
sebagai:
Zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat
psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan
khas pada aktivitas mental dan perilaku. Bahan adiktif lainnya adalah zat atau bahan lain
bukan narkotika dan psikotropika yang berpengaruh pada kerja otak dan dapat menimbulkan
ketergantungan.
Jasa psikotropika sangat besar dalam kehidupan masa lalu, masa kini, dan masa
depan. Tindak operasi yang dilakukan oleh dokter harus didahului dengan pembiusan.
Padahal, obat bius tergolong narkotika. Orang yang mengalami stres dan gangguan jiwa
diberi obat-obatan yang tergolong psikotropika oleh dokter agar dapat sembuh.
Sehingga dapat disimpulkan,
Narkoba atau narkotika adalah obat atau zat yang dapat menenangkan syaraf,
mengakibatkan ketidaksadaran, atau pembiusan, menghilangkan rasa nyeri dan sakit,
menimbulkan rasa mengantuk atau merangsang, dapat menimbulkan efek stupor, serta dapat
menimbulkan adiksi atau kecanduan. (Janosik 2005)

5
2.1.2 JENIS-JENIS NARKOBA
Menurut UU RI No 22 / 1997, Narkotika adalah: zat atau obat yang berasal dari tanaman
atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan
atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan
dapat menimbulkan ketergantunganNarkotika sendiri dikelompokkan lagi menjadi:
 Golongan I: Narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu
pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat tinggi
mengakibatkan ketergantungan. Contoh: Heroin, Kokain, Ganja.
 Golongan II: Narkotika yang berkhasiat pengobatan, digunakan sebagai pilihan
terakhir dan dapat digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan pengembangan
ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan.
Contoh: Morfin, Petidin.
 Golongan III: Narkotika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam
terapi dan/ atau tujuan pengebangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi
ringan mengakibatkan ketergantungan. Contoh: Codein.
Menurut UU RI No 5 / 1997, Psikotropika adalah: zat atau obat, baik alamiah maupun
sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan
saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku.
Psikotropika terdiri dari 4 golongan :
 Golongan I: Psikotropika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan ilmu
pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi kuat
mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh: Ekstasi.
 Golongan II: Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan dapat digunakan dalan
terapi dan/ atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi kuat
mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh: Amphetamine.
 Golongan III: Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam
terapi dan/atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi sedang
mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh: Phenobarbital.
 Golongan IV: Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan sangat luas digunakan
dalam terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi
ringan mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh: Diazepam, Nitrazepam
(BK, DUM). Zat Adiktif Lainnya

6
Gambar 2 JENIS-JENIS NARKOBA

Yang termasuk Zat Adiktif lainnya adalah bahan atau zat yang berpengaruh psikoaktif
diluar Narkotika dan Psikotropika, meliputi:
Minuman Alkohol, mengandung etanol etil alkohol, yang berpengaruh menekan susunan
saraf pusat, dan sering menjadi bagian dari kehidupan manusia sehari – hari dalam
kebudayaan tertentu. Jika digunakan bersamaan dengan Narkotika atau Psikotropika akan
memperkuat pengaruh obat / zat itu dalam tubuh manusia. Ada 3 golongan minuman
beralkohol:
a. Golongan A: kadar etanol 1-5 % (Bir)
b. Golongan B: kadar etanol 5-20 % (Berbagai minuman anggur)
c. Golongan C: kadar etanol 20-45 % (Whisky, Vodca, Manson House, Johny Walker)
Inhalasi, gas yang dihirup dan solven (zat pelarut) mudah menguap berupa senyawa organik,
yang terdapat pada berbagai barang keperluan rumah tangga, kantor, dan sebagai pelumas
mesin. Yang sering disalahgunakan adalah: Lem, Tiner, Penghapus Cat Kuku, Bensin.
Tembakau, pemakaian tembakau yang mengandung nikotin sangat luas di masyarakat. Dalam
upaya penanggulangan NAPZA di masyarakat, pemakaian rokok dan alkohol terutama pada
remaja, harus menjadi bagian dari upaya pencegahan, karena rokok dan alkohol sering
menjadi pintu masuk penyalahgunaan NAPZA lain yang berbahaya. Berdasarkan efeknya
terhadap perilaku yang ditimbulkan dari NAPZA dapat digolongkan menjadi 3 golongan:
a. Golongan Depresan (Downer), adalah jenis NAPZA yang berfungsi mengurangi aktifitas
fungsional tubuh. Jenis ini membuat pemakainya menjadi tenang dan bahkan membuat
tertidur bahkan tak sadarkan diri. Contohnya: Opioda (Morfin, Heroin, Codein), sedative
(penenang), Hipnotik (obat tidur) dan Tranquilizer (anti cemas).
b. Golongan Stimulan (Upper), adalah jenis NAPZA yang merangsang fungsi tubuh dan
meningkatkan kegairahan kerja. Jenis ini menbuat pemakainnya menjadi aktif, segar dan
bersemangat. bersemangat. Contoh: Amphetamine (Shabu, Ekstasi), Kokain.
c. Golongan Halusinogen, adalah jenis NAPZA yang dapat menimbulkan efek halusinasi
yang bersifat merubah perasaan, pikiran dan seringkali menciptakan daya pandang yang
berbeda sehingga seluruh persaan dapat terganggu. Contoh: Kanabis (ganja).

7
Di dalam masyarakat NAPZA/NARKOBA yang sering disalahgunakan adalah:
1. Opiada, terdapat 3 golonagan besar:
 Opioda alamiah (Opiat): Morfin, Opium, Codein.
 Opioda semisintetik: Heroin / putauw, Hidromorfin.
 Opioda sintetik: Metadon.
2. Kokain Kokain berupa kristal putih, rasanya sedikit pahit dan lebih mudah larut Nama
jalanan: koka, coke, happy dust, chalie, srepet, snow / salju. Cara pemakainnya: membagi
setumpuk kokain menjadi beberapa bagian berbaris lurus diatas permukaan kaca atau alas
yang permukaannya datar kemudian dihirup dengan menggunakan penyedot seperti sedotan
atau dengan cara dibakar bersama dengan tembakau. Penggunaan dengan cara dihirupakan
beresiko kering dan luka pada sekitar lubang hidung bagian dalam. Efek pemakain kokain:
pemakai akan merasa segar, kehilangan nafsu makan, menambah percaya diri, dan dapat
menghilangkan rasa sakit dan lelah.
3. Kanabis Nama jalanan: cimeng, ganja, gelek, hasish, marijuana, grass, bhang. Berasal dari
tanaman kanabis sativa atau kanabis indica. Cara penggunaan: dihisap dengan cara
dipadatkan menyerupai rokok atau dengan menggunakan pipa rokok. Efek rasa dari kanabis
tergolong cepat, pemakai cenderung merasa lebih santai, rasa gembira berlebihan (euphoria),
sering berfantasi/menghayal, aktif berkomunikasi, selera makan tinggi, sensitive, kering pada
mulut dan tenggorokan.
4. Amphetamine Nama jalanan: seed, meth, crystal, whiz. Bentuknya ada yang berbentuk
bubuk warna putih dan keabuan dan juga tablet. Cara penggunaan: dengan cara dihirup.
Sedangkan yang berbentuk tablet diminum dengan air. Ada 2 jenis Amphetamine:.
 MDMA (methylene dioxy methamphetamine) Nama jalanan: Inex, xtc. Dikemas
dalam bentuk tablet dan capsul.
 Metamphetamine ice, nama jalanan: SHABU, SS, ice. Cara pengunaan dibakar
dengan mengunakan alumunium foil dan asapnya dihisap atau dibakar dengan
menggunakan botol kaca yang dirancang khusus (boong). (Napitupulu 2020)

2.2 HAKIKAT TEORI


2.2.1 PENYEBAB PENYALAHGUNAAN NARKOBA PADA GENERASI MUDA
Penyebab penyalahagunaan narkoba pada generasi muda dapat disebabkan oleh
banyak faktor, baik faktor internal maupun eksternal. Oleh karena itu penulis akan
memaparkan faktor faktor tersebut sebagai berikut :
1. Faktor Internal : faktor yang berasal dari diri seseorang.
a. Keluarga : Jika hubungan dengan keluarga kurang harmonis (Broken Home) maka
seseorang akan mudam merasa putus asa dan Frustasi. Akibat lebih jauh, orang
akhirnya mencari kompensasi diluar rumah dengan menjadi konsumen narkoba.
b. Ekonomi : Kesulitan mencari pekerjaan menimbulkan keinginan untuk bekerja
menjadi pengedar narkoba. Seseorang yang ekonomi cukup mampu, tetapi kurang
perhatian yang cukup dari keluarga atau masuk dalam lingkungan yang salah lebih
mudah terjerumus jadi pengguna narkoba.
c. Kepribadian :Apabila kepribadian seseorang labil, kurang baik, dan mudah
dipengaruhi orang lain maka lebih mudah terjerumus kejurang narkoba.

8
2. Faktor Eksternal : Berasal dari luar seseorang. Faktor yang cukup kuat
mempengaruhi seseorang.
1. Pergaulan : Teman sebaya mempunyai pengaruh cukup kuat bagi terjerumusnya
seseorang kelembah narkoba, biasanya berawal dari ikut-ikutan teman. Terlebih bagi
seseorang yang memiliki mental dan keperibadian cukup lemah, akan mudah
terjerumus.
2. Sosial /Masyarakat : Lingkungan masyarakat yang baik terkontrol dan memiliki
organisasi yang baik akan mencegah terjadinya penyalahgunaan narkoba.
Kebanyakan zat dalam narkoba sebenarnya digunakan untuk pengobatan dan penelitian.
Tetapi karena berbagai alasan – mulai dari keinginan untuk coba-coba, ikut trend/gaya,
lambang status sosial, ingin melupakan persoalan, dan lain lain, maka narkoba kemudian
disalahgunakan. Penggunaan terus menerus dan berianjut akan menyebabkan ketergantungan
atau dependensi, disebut juga kecanduan.
Tingkatan penyalahgunaan biasanya sebagai berikut:
1. Coba-coba
2. Senang-senang
3. Menggunakan pada saat atau keadaan tertentu
4. Penyalahgunaan
5. Ketergantungan
(Monica Damanik Kelas, Mia-, and Jasmani Olahraga Dan Kesehatan Sma Negeri
2020)

2.2.2 DAMPAK NEGATIF PENYALAHGUNAAN NARKOBA BAGI


GENERASI MUDA

Gambar 3 ORANG KECANDUAN NARKOBA

Bila narkoba digunakan secara terus menerus atau melebihi takaran yang telah
ditentukan akan mengakibatkan ketergantungan. Kecanduan inilah yang akan mengakibatkan
gangguan fisik dan psikologis, karena terjadinya kerusakan pada sistem syaraf pusat (SSP)
dan organ-organ tubuh seperti jantung, paru-paru, hati dan ginjal.

9
Dampak penyalahgunaan narkoba pada seseorang sangat tergantung pada jenis
narkoba yang dipakai, kepribadian pemakai dan situasi atau kondisi pemakai. Secara umum,
dampak kecanduan narkoba dapat terlihat pada fisik, psikis maupun sosial seseorang.
Dampak Fisik:
1. Gangguan pada system syaraf (neurologis) seperti: kejang-kejang, halusinasi,
gangguan kesadaran, kerusakan syaraf tepi .
2. Gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) seperti: infeksi akut otot
jantung, gangguan peredaran darah
3. Gangguan pada kulit (dermatologis) seperti: penanahan (abses), alergi, eksim
4. Gangguan pada paru-paru (pulmoner) seperti: penekanan fungsi pernapasan, kesukaran
bernafas, pengerasan jaringan paru-paru
5. Sering sakit kepala, mual-mual dan muntah, murus-murus, suhu tubuh meningkat,
pengecilan hati dan sulit tidur
6. Dampak terhadap kesehatan reproduksi adalah gangguan padaendokrin,
seperti: penurunan fungsi hormon reproduksi (estrogen, progesteron,
testosteron), serta gangguan fungsi seksual
7. Dampak terhadap kesehatan reproduksi pada remaja perempuan antara lain
perubahan periode menstruasi, ketidakteraturan menstruasi, dan amenorhoe (tidak
haid)
8. Bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik, khususnya pemakaian jarum suntik
secara bergantian, risikonya adalah tertular penyakit seperti hepatitis B, C, dan
HIV yang hingga saat ini belum ada obatnya
9. Penyalahgunaan narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi Over Dosis yaitu konsumsi
narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya. Over dosis bisa
menyebabkan kematian
Dampak Psikis dan Sosial bagi pemakai narkoba antara lain :
1. Lamban kerja, ceroboh kerja, sering tegang dan gelisah.
2. Hilang kepercayaan diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga.
3. Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal.
4. Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan.
5. Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri.
6. Gangguan mental, anti-sosial dan asusila, dikucilkan oleh lingkungan
7. Merepotkan dan menjadi beban keluarga.
8. Pendidikan menjadi terganggu, masa depan suram.
(Monica Damanik Kelas, Mia-, and Jasmani Olahraga Dan Kesehatan Sma Negeri
2020)

2.2.3 PENCEGAHAN TERHADAP PENYALAHGUNAAN NARKOBA


PADA GENERASI MUDA
Upaya pencegahan terhadap penyebaran narkoba di kalangan pelajar, sudah
seyogianya menjadi tanggung jawab kita bersama. Dalam hal ini semua pihak termasuk orang
tua, guru, dan masyarakat harus turut berperan aktif dalam mewaspadai ancaman narkoba
terhadap anak-anak kita. Adapun upaya-upaya yang lebih kongkret yang dapat dilakukan
adalah melakukan kerja sama dengan pihak yang berwenang untuk melakukan penyuluhan
tentang bahaya narkoba, atau mungkin mengadakan razia mendadak secara rutin.

10
Kemudian pendampingan dari orang tua siswa itu sendiri dengan memberikan
perhatian dan kasih sayang. Pihak sekolah harus melakukan pengawasan yang ketat terhadap
gerak-gerik anak didiknya, karena biasanya penyebaran (transaksi) narkoba sering terjadi di
sekitar lingkungan sekolah. Yang tak kalah penting adalah, pendidikan moral dan keagamaan
harus lebih ditekankan kepada siswa.Karena salah satu penyebab terjerumusnya anak-anak ke
dalam lingkaran setan ini adalah kurangnya pendidikan moral dan keagamaan yang mereka
serap, sehingga perbuatan tercela seperti ini pun, akhirnya mereka jalani. Oleh sebab itu,
mulai saat ini, selaku pendidik, pengajar, dan sebagai orang tua, harus sigap dan waspada,
akan bahaya narkoba yang sewaktu-waktu dapat menjerat anak-anak yang masih rentan akan
pengaruh budaya asing.
Banyak hal yang masih bisa dilakukan untuk mencegah remaja menyalahgunakan
narkoba dan membantu remaja yang sudah terjerumus penyalahgunaan narkoba. Ada tiga
tingkat intervensi, yaitu :
a. Primer, sebelum penyalahgunaan terjadi, biasanya dalam bentuk pendidikan,
penyebaran informasi mengenai bahaya narkoba, pendekatan melalui keluarga, dll.
Instansi pemerintah, seperti halnya BKKBN, lebih banyak berperan pada tahap
intervensi ini. kegiatan dilakukan seputar pemberian informasi melalui berbagai
bentuk materi KIE yang ditujukan kepada remaja langsung dan keluarga.
b. Sekunder, pada saat penggunaan sudah terjadi dan diperlukan upaya penyembuhan
(treatment). Fase ini meliputi: Fase penerimaan awal (initialintake)antara 1 – 3 hari
dengan melakukan pemeriksaan fisik dan mental, dan Fase detoksifikasi dan terapi
komplikasi medik, antara 1 – 3 minggu untuk melakukan pengurangan
ketergantungan bahan-bahan adiktif secara bertahap.
c. Tersier, yaitu upaya untuk merehabilitasi merekayang sudah memakai dan dalam
proses penyembuhan. Tahap ini biasanya terdiri atas Fase stabilisasi, antara 3-12
bulan, untuk mempersiapkan pengguna kembali ke masyarakat, dan Fase sosialiasi
dalam masyarakat, agar mantan penyalahguna narkoba mampu mengembangkan
kehidupan yang bermakna di masyarakat. Tahap ini biasanya berupa kegiatan
konseling, membuat kelompok-kelompok dukungan, mengembangkan kegiatan
alternatif, dll.

2.2.4 PENERAPAN PLA HIDUP SEHAT YANG BAIK DAN BENAR


PADA GENERASI MUDA
Menjaga kesehatan bagi kita tentunya akan lebih baik dan menguntungkan daripada
kita mengobati akan penyakit yang di derita. Karena manfaat menjaga kesehatan bagi kita
antara lain adalah kita dapat melakukan segala aktifitas keseharian kita dengan lebih baik dan
optimal. Baik yang berhubungan dengan pekerjaan kita atau pun berhubungan dengan
silaturahmi keluarga dan juga dalam menjaga hubungan sosial dengan masyarakat kita.
Beberapa manfaat hidup sehat yang bisa kita dapatkan dengan kita melakukan cara
menjaga kesehatan antara lain adalah mengurangi pengeluaran kita. Tentunya ini akan
menghemat biaya. Karena bila kita sakit maka akan banyak biaya yang harus dikeluarkan
untuk melakukan pengobatan. Selain itu juga dengan nikmat sehat yang kita miliki dan harus
disyukuri akan bisa kita manfaatkan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita
terhadap Allah dengan banyak melakukan amal ibadah dan juga amalan kebaikan.

11
Begitu banyak nikmat yang telah Allah anugerahkan kepada kita semuanya. Dan
nikmat yang terbesar adalah iman dan Islam serta juga nikmat sehat. Dan jalan untuk
menunjukkan kita bersyukur atas nikmat hidup sehat ini adalah dengan melakukan berbagai
hal dan cara menjaga kebugaran tubuh serta kesehatan diri kita dan juga keluarga kita dan
pada umumnya kesehatan masyarakat kita juga.
1) Menjalankan Pola Hidup Sehat pengertian pola hidup sehat adalah segala aktifitas
kehidupan kita dalam melaksanakan kehidupan sehat baik dari segi pola makan yang baik
dan juga pola keseharian kita yang mencerminkan kehidupan sehat. Baik itu dalam aktifitas
olahraga yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan juga menghindarkan dari hal-hal
yang bisa mendatangkan penyakit bagi tubuh kita.
2) Mengkonsumsi Makanan dan Buah Yang Sehat serta Bergizi.
Konsumsi makanan yang sehat bisa kita lakukan dengan memperbanyak sayuran hijau, buah-
buahan dan menghindari berbagai macam jenis makanan cepat saji. Untuk bisa hidup sehat
terutama dalam hal pola makan maka kita harus benar-benar selektif dalam memilih beraneka
ragam jenis makanan. Menghindari makanan yang berkolesterol tinggi juga baik untuk
kesehatan kita terutama kepada kesehatan jantung kita. Untuk itulah diperlukan cara dan tips
pola makan sehat juga.
3) Mempunyai Waktu Istirahat Yang Cukup.
Ada beberapa jenis penyakit yang disebabkan dan di picu oleh karena kurang tidur. Untuk
itulah agar tubuh kita terjaga kebugarab dan tetap dalam kondisi fit maka jangan lupakan
untuk istirahat tidur yang cukup. Dalam keadaan tidur yang baik, maka ini akan
mengistirahatkan segala aktifitas tubuh kita baik secara fisik maupun mental.
4) Menghindari Kebiasaan Yang Merusak Kesehatan.
Ada beberapa kebiasaan yang berbahaya dan merugikan kesehatan tubuh kita. Salah satunya
adalah merokok dan juga meminum minuman alkohol serta kebiasaan yang berkaitan dengan
NAPZA (narkotika, psikotropika, zat adiktif). Ini yang harus kita perhatikan benar-benar bila
kita menginginkan kesehatan senantiasa mendampingi aktifitas kegiatan sehari-hari kita
dengan baik.
5) Olahraga Secara Teratur.
Berolah raga secara teratur sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh badan kita. Dengan
berolahraga maka akan dapat memacu jantung, pernafasan dan peredaran darah menjadi lebih
baik lagi. Membiasakan diri untuk berolah raga setiap hari dengan kegiatan yang ringan yang
bisa kita lakukan contohnya seperti berjalan kaki, senam, fitnes, joging, bersepeda, atau
melakukan olah raga penuh seperti main badminton, sepak bola, lari maraton, tenis, bola
basket, dan lain sebagainya adalah merupakan bagian dari cara untuk menjaga kesehatan
serta kebugaran tubuh kita.
6) Minum Air Putih Yang Cukup.
Kita cukup mengenal akan banyak manfaat minum air putih bagi kesehatan. Kesehatan telah
menganjurkan untuk kita menkonsumsi air putih dalam seharinya adalah tidak kurang dari 8
gelas. Air putih ini sangat baik untuk membersihkan serta memperbaiki dan menjaga
kesehatan pencernaan kita. Serta kandungan nutrisi, oksigen dalam air baik untuk kelancaran
peredaran darah kita.

12
BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Dari uraian makalah yang disusun kami menyimpulkan bahwa terjadinya
penyalahgunaan narkoba pada generasi muda dapat disebabkan oleh dua faktor yakni : faktor
internal dan eksternal. Tetapi pada akhirnya narkoba hanya menghancurkan masa depan,
sehingga dibutuhkan kepedulian orang tua, insan pendidik, tokoh masyarakat dan instansi
pemerintahan dalam membina generasi muda. Agar mereka bisa bebas dari bahaya narkoba.
Sebagai anak bangsa yang menjadi tumpuan orangtua, masyarakat, negara dan agama
sudah saatnya kita berkata,”Katakan tidak pada Narkoba” atau say “ No To Drugs”. Dengan
tidak terjebak pada penyalahgunaan narkoba kita bisa lebih berprestasi dan mandiri. Jangan
kita sia-siakan masa depan yang lebih baik hanya karena ingin mendapat kenikmatan sesaat
yang dapat mengahancurkan fisik dan menganggu kesehatan mental dengan mencoba coba
menggunakan narkoba.

3.2 SARAN
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, hal ini
disebabkan karena keterbatasan ilmu yang melekat dalam diri kami. Oleh karena itu saran
dan kritikan akan makalah dari pembaca sangat membantu dalam penyempurnaan makalah
ini.
Semoga kita senantiasa terhindar dari bahaya narkoba, mari kita isi waktu luang
dengan kegiatan kegiatan yang bermanfaat yang dapat meningkatkan kualitas diri kita.
Seperti berolahraga, maupun mengikuti kegiatan berorhganisasi yang dapat mengembangkan
kreativitas kita.
Dengan demikian berarti kita dapat menjadi anak yang berbakti kepada kedua
orangtua, dengan senantiasa berusaha sekuat tenaga membahagiakan mereka. Dengan
membahagiakan mereka tampa kita sadari kita telah membuka pintu-pintu kemudahan dan
kesuksesan bagi diri kita sendiri di masa yang akan datang

13
REFERENSI

Janosik, Steven M. 2005. “Narkoba Merupakan Singkatan Dari Narkotika, Psikotropika, Bahan
Adiktif Lainnya. Secara Etimologis Narkoba Atau Narkotika Berasal Dari Bahasa Inggris
Narcose Atau Narcosis Yang Berarti Menidurkan Dan Pembiusan.” NASPA Journal 42 (4): 1.
Monica Damanik Kelas, Rehani, X Mia-, and Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan Sma
Negeri. 2020. “MAKALAH BAHAYA NARKOBA BAGI GENERASI MUDA Disusun Oleh.”
Napitupulu, Nelly. 2020. “Oleh : Nama : Nelly Astiana Napitupulu Kelas : X MIA - 3 SMA NEGERI
3 MEDAN.”
Pd, H Novian A Efendi S. 2010. “KATA PENGANTAR Puji Syukur Penulis Panjatkan Kehadirat
Allah SWT , Karena Rahmat-Nya Penulis Dapat Menyelesaikan Dan Dapat Menyusun Makalah
Tentangg ‘ Narkoba ’. Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia . Pada
Kesempatan Ini Penulis Ingin Mengucap.”

iv

Anda mungkin juga menyukai