Anda di halaman 1dari 49

Tambang Umum 2023

DAFTAR ISI

SAMPUL..........................................................................................................................
KATA PENGANTAR....................................................................................................
DAFTAR ISI..................................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN...............................................................................................
1.1.............................................................................................................Latar Belakang
...................................................................................................................................
1.2.........................................................................................................Tujuan Praktikum
...................................................................................................................................
1.3.......................................................................................................Manfaat Praktikum
...................................................................................................................................
1.4.......................................................................................................Manfaat Praktikum
...................................................................................................................................
BAB II TINJAUAN PUSTAKA.....................................................................................
2.1. Batuan......................................................................................................................
2.1.1.Definisi Batuan.......................................................................................................
2.1.2.Sifat Batuan............................................................................................................
2.1.3.Mekanika Batuan....................................................................................................
2.2. Sifat fisik dan mekanik batuan...............................................................................
2.2.1 Sifat fisik batuan.....................................................................................................
2.2.2 Sifat mekanik batuan..............................................................................................
2.3. Tegangan dan Regangan......................................................................................17
2.3.1.Tegangan..............................................................................................................17
2.3.2.Regangan..............................................................................................................18
2.4. Hammer test...........................................................................................................25
2.5. Densitas Batuan......................................................................................................27
2.6. Kuat tekan dan kuat Tarik beberapa jenis batuan..................................................29
2.7. Slicking Index........................................................................................................30
2.8. Stress, Strain, dan Geological strength Index (GSI) .............................................36
BAB III KEGIATAN PRAKTIKUM...........................................................................40
3.1. Penilaian Rock Mass Rating (RMR)....................................................................41
3.1.1.Hasil Pengukuran Lapangan.................................................................................41

i
Tambang Umum 2023

3.1.2.Penentuan nilai parameter (RMR)........................................................................42


3.2. Penilaian Geological strength Index (GSI)..........................................................43
3.2.2.Penentuan nilai GSI..............................................................................................45

K ATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillah, segala puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT yang
telah melimpahkan rahmat dan karunianya kepada kita semua sehingga kita bisa
melaksanakan analisis ini, Alhamdulillah, analisis pada daerah Tambang PT Watu
Merimba Jaya berjalan dengan lancar dan penuh dengan kemudahan. Sehingga
akhirnya tersusunlah sebuah laporan. Laporan ini telah saya susun dengan sebaik
mungkin. Hal ini bertujuan untuk memenuhi tugas Mata kuliah Tambang umum
Dengan selesainya laporan ini, Saya juga menyampaikan terima kasih kepada
semua pihak yang terlibat dalam penyusunan laporan. Saya mohon kritik dan
sarannya apabila terdapat kekurangan dengan penyusunan laporan ini. Semoga
laporan ini dapat bermanfaat.
Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

Palu, 28 Januari 2023

Amrana

ii
Tambang Umum 2023

1
Tambang Umum 2023

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Batuan adalah benda padat yang terbentuk secara alami dan terdiri atas
mineral-mineral tertentu yang tersusun membentuk kulit bumi. Batuan
mempunyai sifat-sifat tertentu yang perlu diketahui dalam kepentingan rekayasa
batuan, sifat- sifat tersebut dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu: Sifat fisik
batuan yaitu sifat yang berasal dari batuan itu sendiri dari material batuan itu
sendiri, sifat mekanika batuan yaitu sifat batuan ketika dikenakan gaya baik
secara alami maupun buatan. Kedua sifat batuan tersebut dapat ditentukan baik
di laboratorium maupun di lapangan (insitu). Penentuan sifat fisik dan mekanika
batuan di laboratorium pada umumnya dilakukan terhadap contoh (sampel) yang
diambil di lapangan. Satu percontoh dapat digunakan untuk menentukan kedua
sifat batuan tersebut. Pertama-tama adalah penentuan sifat fisik batuan yang
merupakan pengujian tak merusak (non destructive test), kemudian dilanjutkan
dengan pengujian sifat mekanika batuan yang merupakan pengujian merusak
(destructive test) sehingga contoh batu hancur.
Mekanika batuan merupakan ilmu yang mempelajari sifat-sifat mekanik
batuan dan massa batuan. Hal ini menyebabkan mekanika batuan memiliki peran
yang dominan dalam operasi penambangan, seperti pekerjaan penerowongan,
pemboran, penggalian, peledakan dan pekerjaan lainnya. Sehingga untuk
mengetahui sifat mekanik batuan dan massa batuan dilakukan berbagai macam
uji coba baik itu dilaboratorium maupun dilapangan langsung atau secara insitu.
Untuk mengetahui sifat mekanik batuan dilakukan beberapa percobaan seperti
uji kuat tekan uniaksial, uji kuat tarik, uji triaksial dan uji tegangan insitu.

1.2 Tujuan Praktikum

Adapun tujuan diadakannya analisis pada area penambangan tepatnya di PT


Watumerimba Jaya, adalah agar mahasiswa dapat mengetahui bagaimana
Kondisi area Penambangan, serta metode yang digunakan pada peroses
penambangan di Perusahaan tersebut.

1
Tambang Umum 2023

1.3 Manfaat Praktikum

Adapun manfaat diadakanya analis area tambang adalah agar mahasiswa


dapat mengetahui tingkat keamanan lereng dan mengetahui metode
penambangan yang digunakan perusahaan tersebut.

1.4 Tempat dan Tanggal Pelaksanaan Praktikum

Kegiatan analisis pada area tambang PT Watumerimba Jaya dilaksanakan pada


hari Sabtu, Tanggal 27 Mei 2023. Lokasi penambangan terletak di daerah Buluri,
Kecamatan Ulujjadi, Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, lokasi ditempuh
dengan menggunakan kendaraan roda dua (Sepeda Motor).

2
Tambang Umum 2023

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Batuan
Batuan umumnya diklasifikasikan berdasarkan komposisi mineral dan kimia,
dengan tekstur partikel unsur dan oleh proses yang membentuknya. Batuan adalah
proses terjadinya secara alamiah. Batuan lebih diklasifikasikan berdasarkan ukuran
partikel yang membentuknya. Transformasi dari satu jenis batuan yang lain
digambarkan oleh model geologi. Pengkelasan ini dibuat dengan berdasarkan :
1. Kandungan mineral yaitu jenis-jenis mineral yang terdapat di dalam batu ini.
2. Tekstur batu, yaitu ukuran dan bentuk hablur-hablur mineral di dalam batu.
3. Struktur batu, yaitu susunan hablur mineral di dalam batu.
4. Proses pembentukan.
(Anonim, 2014)
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa batuan mempunyai
krakteristik yang berbeda-beda. Meskipun secara deskriptif nama dari batuan tersebut
sama misalnya batugamping di daerah Tanjung dengan batugamping di daerah
Bajuin, tetapi antara batugamping satu dengan yang lain hampir pasti tidak sama
persis. Oleh karena itulah maka sifat massa batuan di alam adalah heterogen,
anisotrop dan diskontinu.
1.1.1. Definisi Batuan
Batuan adalah campuran dari satu atau lebih mineral yang berbeda dimana
tidak mempunyai komposisi kimia tetap. Batuan terdiri dari bagian yang padat baik
berupa kristal maupun yang tidak mempunyai bentuk tertentu dan bagian kosong
seperti pori-pori, fissure, crack, joint dan lain-lain. Dari definisi di atas dapat
disimpulkan bahwa batuan tidak sama dengan tanah. Tanah dikenal sebagai material
yang mobile, rapuh dan letaknya dekat dengan permukaan bumi.
Berbagai definisi dari batuan sebagai objek dari mekanika batuan telah
diberikan oleh para ahli dari berbagai disiplin ilmu yang saling berhubungan, yaitu :
a. Menurut para ahli geologiwan

3
Tambang Umum 2023

Batuan adalah susunan mineral dan bahan organis yang bersatu


membentuk kulit bumi.
b. Menurut para ahli teknik sipil khususnya para ahli geoteknik
Istilah batuan hanya untuk formasi yang keras dan solid dari kulit bumi,
serta batuan tidak dapat digali dengan cara yang biasa, misalnya dengan
menggunakan cangkul.
c. Menurut Talobre
Batuan adalah material yang membentuk kulit bumi termasuk fluida
yang ada di dalamnya seperti air, minyak dan lain-lain.
d. Menurut ASTM
Batuan adalah suatu bahan yang terdiri dari mineral padat (solid) berupa
massa yang berukuran besar ataupun yang berupa fragmen-fragmen.
e. Secara Umum
Batuan adalah campuran dari satu atau lebih mineral yang berbeda,
tidak mempunyai komposisi kimia tetap.
2.1.2. Sifat Batuan
Sifat batuan yang sebenarnya di alam terbagi menjadi 3 bagian, ketiga sifat
batuan tersebut adalah sebagai berikut ;
a. Heterogen, disebut heterogen karena :
1) Jenis mineral pembentuk batuan yang berbeda.
2) Ukuran dan bentuk partikel atau butir berbeda di dalam batuan.
3) Ukuran, bentuk dan penyebaran pori berbeda di dalam batuan.
b. Diskontinu, dikatakan diskontinu karena adanya bidang-bidang lemah seperti
fault, fissure, crack, joint dimana kekerapan, perluasan dan orientasi dari bidang-
bidang lemah tersebut tidak kontinu.
c. Anisotrop, yaitu mempunyai sifat yang berbeda. Bisa saja jenis batuan memiliki
sifat yang bervariasi. Misalnya sifat batuan seperti porositas, permeabilitas,
kerapatan, kekuatan dan ketahanan dapat memberikan informasi geoteknis.

2.1.3. Mekanika Batuan


Definisi Mekanika Batuan telah diberikan oleh beberapa ahli atau komisi-
komisi yang bergerak dibidang tersebut, seperti :

4
Tambang Umum 2023

a. Menurut Talobre
Mekanika batuan adalah sebuah teknik dan juga sains yang tujuannya
adalah mempelajari perlikau batuan di tempat asalnya untuk dapat
mengendalikan pekerjaan-pekerjaan yang dibuat pada batuan tersebut.
b. Menurut Coates
Mekanika batuan adalah ilmu yang mempelajari efek dari gaya terhadap
batuan.
c. Menurut US National Committee On Rock Mechanics (1984)
Mekanika batuan adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku
batuan baik secara teoritis maupun terapan, merupakan cabang ilmu mekanika
yang berkenaan dengan sikap batuan terhadap medan-medan gaya pada
lingkungannya.
d. Menurut Budavari
Mekanika batuan adalah ilmu yang mempelajari mekanika perpindahan
padatan untuk menentukan distribusi gaya-gaya dalam dan deformasi akibat
gaya luar pada suatu benda padat.
e. Menurut Hudson dan Harrison
Mekanika batuan adalah ilmu yang mempelajari reaksi batuan yang
apabila padanya dikenakan suatu gangguan.
f. Secara Umum
Mekanika batuan adalah ilmu yang mempelajari sifat dan perilaku
batuan bila terhadapnya dikenakan gaya atau tekanan.

1.2. Sifat Fisik dan Sifat Mekanik


Batuan mempunyai sifat-sifat tertentu yang perlu diketahui dalam mekanika
batuan dan dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu :
1. Sifat fisik batuan seperti bobot isi, berat jenis, porositas, absorpsi, dan void ratio.
2. Sifat mekanik batuan seperti kuat tekan, kuat tarik, modulus elastisitas, dan
nisbah poisson.
Kedua sifat tersebut dapat ditentukan baik di laboratorium maupun lapangan (in-
situ). Penentuan di laboratorium pada umumnya dilakukan terhadap sampel yang
diambil di lapangan. Satu sampel dapat digunakan untuk menentukan kedua sifat
batuan. Pertama-tama adalah penentuan sifat fisik batuan yang merupakan pengujian

5
Tambang Umum 2023

tanpa merusak (non destructive test), kemudian dilanjutkan dengan penentuan sifat
mekanik batuan yang merupakan pengujian merusak(destructive test) sehingga
sampel batuan hancur.
1.2.1. Sifat Fisik Batuan
Menentukan sifat fisik batuan di laboratorium terbagi menjadi beberapa
bagian, yaitu :
a. Pembuatan sampel
1) Di laboratorium
Pembuatan sampel di laboratorium dilakukan dari blok batuan yang
diambil dari lapangan dan telah dihancurkan. Kemudian dicampurkan dengan
semen dan dicetak dalam bentuk silinder. Sampel yang dihasilkan mempunyai
diameter pada umumnya antara 50-60 mm dan tingginya dua kali diameter
tersebut. Ukuran sampel dapat lebih kecil maupun lebih besar dari ukuran yang
telah di tentukan tergantung dari maksud uji.
2) Di lapangan
Hasil pemboran inti ke dalam massa batuan yang akan berupa sampel
inti batuan dapat digunakan untuk uji di laboratorium dengan syarat tinggi
sampel dua kali diameternya. Setiap contoh yang diperoleh kemudian diukur
diameter dan tingginya, kemudian dihitung luas permukaan dan volumenya.
Setelah penghitungan tinggi, diameter, luas dan volumenya, kemudian mulai
pada tahap pengujian seperti :
b. Penimbangan berat sampel
1) Berat asli (natural) : Wn
2) Berat kering (sesudah dimasukkan ke dalam oven selama 24 jam dengan
temperatur kurang lebih 100o C) : Wo
3) Berat jenuh (sesudah dijenuhkan dengan air selama 24 jam) : Ww
4) Berat jenuh + berat air + berat bejana : Wb
5) Berat jenuh di dalam air : Ws = (Wa – Wb)
6) Volume sampel tanpa pori-pori : Wo – Ws
7) Volume sampel total : Ww - Ws
c. Sifat fisik batuan

6
Tambang Umum 2023

Wn
1) Bobot isi asli = ……………………………..
Ww−Ws

(2.1.)

W0
2) Bobot isi kering = ……………………………..
Ww−Ws

(2.2.)

Ww
3) Bobot isi jenuh = …………………...……......
Ww−Ws

(2.3.)

Wo
4) Berat jenis semu = / bobot isi air ……………..
Ww−Ws

(2.4.)

Wo
5) Berat jenis asli................................= / bobot isi air ……………..
Wo−Ws

(2.5.)

Wn−Wo
6) Kadar air asli = x 100 % …………........... ...
Wo

(2.6.)

Ww−Wo
7) Saturated water content = x 100 % …………..............
Wo

(2.7.)

Wn−Wo
8) Derajat kejenuahan = x 100 % ……………………
Ww−Wo

(2.8.)

Ww−Wo
9) Porositas (n) = x 100 % ……………………
Ww−Ws

(2.9.)

n
10) Voidratio (e) = ……………………....………..
1−n
(2.10.)
(Kramadibrata, dkk, 2000)

7
Tambang Umum 2023

Sifat fisik batuan adalah sifat yang terdapat pada suatu batuan setelah
dilakukan pengujian tanpa melakukan pengrusakan. Setelah batuan selesai
dipreparasi kemudian setiap sample yang diperoleh diukur diameter dan tingginya
kemudian dihitung luas permukaan dan volumenya. Adapun sifat fisik pada batuan
meliputi :
1. Bobot Isi
Bobot isi adalah perbandingan antara berat batuan dengan volume batuan.
Bobot isi berdasarkan sifatnya dibagi menjadi 3, yaitu :
a. Bobot isi asli, yaitu perbandingan antara berat batuan asli dengan volume batuan.
b. Bobot isi jenuh, yaitu perbandingan antara berat batuan jenuh dengan volume
batuan.
c. Bobot isi kering, yaitu perbandingan antara berat batuan kering dengan volume
batuan.
2. Spesific Gravity
Spesific gravity adalah perbandingan antara bobot isi dengan bobot isi air.
Spesific gravity dapat dibagi menjadi dua, yaitu :
a. Apparent spesific gravity, yaitu perbandingan antara bobot isi kering batuan
dengan bobot isi air.
b. True spesific gravity, yaitu perbandingan antara bobot isi basah batuan dengan
bobot isi air.
3. Kadar Air
Kadar air adalah perbandingan antara berat air yang ada di dalam batuan
dengan berat butiran batuan itu sendiri yang terbagi menjadi :
a. Kadar air asli, yaitu perbandingan antara berat air asli yang ada dalam batuan
dengan berat butiran batuan itu sendiri dalam %.
b. Kadar air jenuh, yaitu perbandingan antara berat air jenuh yang ada dalam batuan
dengan berat butiran batuan itu sendiri dalam %.
4. Porositas
Porositas didefinisikan sebagai perbandingan volume pori-pori atau rongga
batuan terhadap volume total batuan yang dinyatakan dalam %.
5. Angka Pori

8
Tambang Umum 2023

Angka pori adalah perbandingan antara volume pori-pori dalam batuan


dengan volume batuan.
6. Derajat Kejenuhan
Derajat kejenuhan adalah perbandingan antara kadar air asli dengan kadar air
jenuh yang dinyatakan dalam %.
(Ahlizar, 2014)
1.2.2. Sifat Mekanik Batuan
Batuan memiliki sifat mekanik yang dilakukan dengan merusak, dimana
dalam menentukan sifat mekanik batuan di laboratorium dilakukan beberapa
pengujian, seperti :
a. Uji Kuat Tekan Uniaksial
1) Uji Kuat Tekan (Unconfined Compressive Strength Test)
Uji ini menggunakan mesin tekan (compression machine) untuk
menekan sampel batuan yang berbentuk silinder dari satu arah (uniaxial).
Penyebaran tegangan di dalam sampel batuan secara teoritis adalah searah
dengan gaya yang dikenakan pada sampel tersebut. Tetapi dalam kenyataannya
arah tegangan tidak searah dengan gaya yang dikenakan pada sampel tersebut
karena ada pengaruh dari plat penekan mesin tekan yang menghimpit sampel,
sehingga bentuk pecahan tidak terbentuk bidang pecah yang searah dengan gaya
melainkan berbentuk kerucut cone.
Perbandingan antara tinggi dan diameter sampel (l/d) mempengaruhi
nilai kuat tekan batuan. Untuk pengujian kuat tekan digunakan yaitu 2 < l/d <
2,5. Semakin besar maka kuat tekannya bertambah kecil seperti ditunjukkan
oleh persamaaan dibawah ini.
a) Menurut ASTM : C (l = d) = C ............................(2.11.)

0 ,222
0,788 + l/d
…………………...(2.12.)

b) Menurut Proto Diakonov : C (l = 2d) = C………………..….(2.13.)

9
Tambang Umum 2023

8 σC
2
7+
l/d

…………………………(2.14.)

Dengan C kuat tekan batuan.


l
Makin besar d , maka kuat tekannya akan bertambah kecil.

*Sumber : Eucalypto. 2014


Gambar 2.1.
Perubahan Sampel

Persamaan umum kuat tekan (tegangan)


F
σ=
A
………………………………...……(2.15.)

Keterangan :
D = Diameter (m)
l = Panjang (m)
σ = Tegangan (N/m2)

F = Besarnya gaya yang bekerja pada percontohan batuan pada


saat terjadi keruntuhan (failure) sehingga pada grafik merupakan
keadaan yang paling puncak (N).

10
Tambang Umum 2023

A = Luas penampang percontohan batuan yang diuji (m2)


2) Batas Elastis
Plastisitas adalah karakteristik batuan yang membuat regangan
(deformasi) permanen yang besar sebelum batuan tersebut hancur (failure).
Perilaku batuan dikatakan elastis (linier maupun non linier) jika tidak
terjadi deformasi permanen jika suatu tegangan dibuat nol.
Pada tahap awal batuan dikenakan gaya. Kurva berbentuk landai
dan tidak linier yang berarti bahwa gaya yang diterima oleh batuan
dipergunakan untuk menutup rekahan awal (pre exiting cracks) yang
terdapat di dalam batuan. Sesudah itu kurva menjadi linier sampai batas
tegangan tertentu, yang kita kenal dengan batas elastis lalu terbentuk
rekahan baru dengan batas elastis perambatan stabil sehingga kurva tetap
linier. Sesudah batas elastis dilewati maka perambatan rekahan menjadi
tidak stabil, kurva tidak linier lagi dan tidak berapa lama kemudian batuan
akan hancur. Titik hancur ini menyatakan kekuatan batuan.
Harga batas elastis dinotasikan dengan C dimana pada grafik
diukur pada saat grafik regangan aksial meninggalkan keadaan linier pada
suatu titik tertentu, Titik ini dapat ditentukan dengan membuat sebuah garis
singgung pada daerah linier dengan kelengkungan tertentu hingga mencapai
puncak (peak). Pada titik tersebut diproyeksikan tegak lurus ke sumbu
tegangan aksial sehingga didapat nilai batas elastis C.

τc
l
τE a

τl d

11 a
l a

li ai
Tambang Umum 2023

*Sumber : Rasidah, 2010

Gambar 2.2.
Kurva Tegangan-Regangan

Harga batas elastis dinotasikan dengan C dimana pada grafik


diukur pada saat grafik regangan aksial meninggalkan keadaan linier pada
suatu titik tertentu, titik ini dapat ditentukan dengan membuat sebuah garis
singgung pada daerah linier dengan kelengkungan tertentu hingga mencapai
puncak (peak). Pada titik tersebut diproyeksikan tegak lurus ke sumbu
tegangan aksial sehingga didapat nilai batas elastis C.

3) Modulus Young
Harga dari Modulus Young dapat ditentukan sebagai perbandingan
antara selisih tegangan aksial (τ) dengan selisih tegangan aksial (o),
yangdiambil pada perbandingan tertentu pada grafis regangan aksial
dihitung pada rata-rata kemiringan kurva dalam kondisi linier, atau bagian
linier yang terbesar di kurva sehingga didapat nilai Modulus Young rata-
rata dalam hubungan sebagai berikut :

12
Tambang Umum 2023

*Sumber : Penuntun Praktikum Mekanika Batuan, 2014: hal 12

Gambar 2.3.
Kurva Pengambilan Nilai σ dan a

4) Possion’s Ratio
Harga poisson’s ratio didefinisikan sebagai harga perbandingan
antara regangan lateral dan regangan aksial pada kondisi tegangan sebesar
σi. Harga tegangan sebesar σi yang diukur pada titik singgungantara grafik
tegangan volumetrik dengan garis sejajar sumbu tegangan aksial pada saat
regangan grafik volumetrik mulai berubah arah.
Titik singgung tersebut diproyeksikan tegak lurus sumbu tegangan
aksial didapat nilai σi. Melalui titik σi buat garis tegak lurus ke sumbu
tegangan aksial, sehingga memotong kurva regangan aksial dan
lateral.Kemudian masing-masing titik potong tersebut diproyeksikan tegak
lurus ke sumbu regangan aksial dan lateral sehingga didapatkan nilai ε ai dan
εli.
Sehingga dari nilai-nilai tersebut dapat ditentukan besarnya
poisson’s ratio dalam hubungan sebagai berikut :
ε li
v=
ε ai , pada tegangan σ i …………………………………………….(2.16.)

13
Tambang Umum 2023

*Sumber : Penuntun Praktikum Mekanika Batuan, 2014: hal 13

Gambar 2.4.
Pengambilan Nilai εai dan εli

b. Uji Kuat Tarik Tak Langsung


Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui kuat tarik (tensile strength)
dari percontoh batu berbentuk silinder secara tidak langsung. Alat yang
digunakan adalah mesin tekan seperti pada pengujian kuat tekan.
Kuat tarik :

P
σt =
πRH
*Sumber : Eucalypto, 2014
Gambar 2.5.
Pengujian Kuat Tarik

(Penuntun Praktikum Mekanika Batuan, 2014)

c. Uji Point Load


Uji ini dilakukan untuk mengetahui kekuatan dari sampel batuan secara
tak langsung di lapangan. Sampel batuan dapat berbentuk silinder atau tidak
beraturan.

L P L L

D D

D = 50
P L > 0.7D
P
Diametricaltest D
=1,
Irregular lump test0−1 , 4
L
D

14 D
P =¿ 1,1+
AxialL
test
Tambang Umum 2023

*Sumber : Kramadibrata, dkk, 2000 : hal 37

Gambar 2.6.
Bentuk Sampel Batu Untuk Point Load Test

d. Uji Triaksial
Salah Pengujian ini adalah salah satu pengujian yang terpenting dalam
mekanika batuan untuk menentukan kekuatan batuan di bawah tekanan triaksial.
Percontoh yang digunakan berbentuk silinder dengan syarat-syarat sama pada
pengujian kuat tekan.

*Sumber : Eucalypto. 2014


Gambar 2.7.
Kondisi Tekanan Pada Pengujian Triaksial

Dari hasil uji triaksial dapat ditentukan :


1) Strength envelope (kurva intrinsik), yaitu kurva yang menunjukan kekuatan
batuan terhadap tahanan batuan yang berada di atasnya dimana terdapat
kohesi dan sudut geser dalam sebagai parameter keruntuhan batuan.
2) Kuat geser (shear strength), yaitu gaya tahanan internal yang bekerja per
satuan luas masa batuan untuk menahan keruntuhan atau kegagalan sepanjang
bidang runtuh dalam masa batuan tersebut.
3) Sudut geser dalam (ϕ), yaitu sudut yang dibentuk dari hubungan antara
tegangan normal dan tegangan geser di dalam material tanah atau batuan.

15
Tambang Umum 2023

Sudut geser dalam adalah sudut rekahan yang dibentuk jika suatu material
dikenai tegangan atau gaya terhadapnya yang melebihi tegangan gesernya.
4) Kohesi (C), yaitu gaya tarik menarik antara partikel dalam batuan, dinyatakan
dalam satuan berat per satuan luas. Kohesi batuan akan semakin besar jika
kekuatan gesernya makin besar.
e. Uji Punch Shear
Uji ini untuk mengetahui kuat geser dari sampel batuan secara
langsung. Sampel berbentuk silinder tipis yang ukurannya sesuai dengan alat uji
punch dengan tebal t dan diameter d.
Sesudah sampel dimasukkan ke dalam alat uji punch shear kemudian
ditekan dengan mesin tekan sampai sampel pecah (P).
Dari percobaan terhadap sampel yang dilakukan maka didapatlah
persamaannya, yaitu :
P
Kuat geser (shear strength) ¿ kg/cm2 …………………….….
π . d .t
(2.17.)

1 t

Pembebanan Penampang tegak


punch shear sampel

*Sumber : Kramadibrata, dkk, 2000 : hal 40


Gambar 2.8.
Uji Punch Shear

f. Uji Sudut Geser Langsung


Uji ini untuk mengetahui kuat geser batuan pada tegangan normal
tertentu. Dari hasil uji dapat ditentukan:

16
Tambang Umum 2023

1) Garis coulomb`s shear strength


2) Kuat geser (shear strength)
3) Sudut geser dalam (ϕ)
4) Kohesi (C)
(Kramadibrata, dkk, 2000)
g. Uji Terhadap Gelombang Ultrasonik
Uji kecepatan rambat gelombang ultrasonik dilakukan untuk
menentukan cepat rambat gelombang ultrasonik yang merambat melalui contoh
batuan. Pada uji ini, waktu tempuh gelombang primer yang merambat melalui
contoh batuan diukur dengan menggunakan Portable Unit Non-destructive
Digital Indicated Tester (PUNDIT).
L
Vp =
tp
……………………………………………………………………………..(2.18.)
Vp = Waktu tempuh gelombang ultrasonic primer (detik)
L = Panjang contoh batuan yang diuji (m)
t p = Cepat rambat primer atau tekan (m/detik)
Cepat rambat gelombang ultrasonik yang merambat di dalam batuan
dipengaruhi oleh beberapafaktor, yaitu ukuran butir dan bobot isi, porositas dan
kandungan air, temperatur kehadiran bidang lemah.

*Sumber : http://www.aea.gov.lk

Gambar 2.9.
Pengujian Cepat Rambat dengan PUNDIT

(Malik, 2014)

17
Tambang Umum 2023

1.3. Tegangan (Stress) dan Regangan (Strain)

1.3.1. Tegangan
Tegangan adalah suatu reaksi akibat adanya beban atau gaya. Ada 3 macam
tegangan sebelum massa batuan mengalami gangguan, antara lain :
a. Tegangan gravitasi, yaitu tegangan yang terjadi karena berat dari batuan yang
berada di atas massa batuan.
b. Tegangan tektonik, yaitu tegangan yang terjadi akibat aktivitas tektonik pada
kulit bumi.
c. Tegangan sisa, yaitu tegangan yang masih tersisa walaupun penyebab terjadinya
tegangan tersebut sudah hilang.
Pada gambar di bawah memeperlihatkan diagram tegangan yang
berkerja pada sebuah benda berbentuk segi empat dalam dua dimensi (bidang)
dengan sumbu x dan y. pada bidang miring dimana normalnya membuat sudut θ
terhadap sumbu x bekerja tegangan normal Tn dan tegangan geser t nt yang nilainya
merupakan fungsi dari Tx, Ty dan Txy yang bekerja pada bidang-bidang yang tegak
lurus terhadap sumbu x dan y.

y
T θ T
Tx A
T θ
x θ A T
T T T
A
T Txy
T
2.10. T
Diagram Tegangan pada Bidang

Ax = An cos θ………………………………………………………..………(2.19.)
Ay = An sin θ………………………………………………………….…….(2.20.)
Dimana :
Ax = Luas penampang bidang yang tegak lurus sumbu x
Ay = Luas penampang bidang yang tegak lurus sumbu y
An = Luas penampang bidang miring

18
Tambang Umum 2023

Dalam keadaan setimbang :


Tx+Ty Tx−Ty
+
Tn = 2 2 cos 2 θ + Txy sin 2 θ…………………………..…(2.21.)
(Kramadibrata, dkk, 2000)
1.3.2. Regangan
Regangan adalah perubahan bentuk atau volume akibat adanya tegangan.
Pada saat sampel batuan yang di uji menerima beban yang meningkat secara teratur,
maka kondisi sampel batuan cenderung mengalami perubahan bentuk. Perubahan
bentuk ini akan terjadi dalam arah lateral (Δ d) dan aksial (Δ1), sehingga pada sampel
batuan secara langsung mengalami pula perubahan bentuk secara volumetrik.
Berdasarkan keadaan tersbut dapatlah didefinisikan bahwa perubahan
bentuk arah lateral terhadap diameter disebut ”regangan lateral” (ε l) dan perubahan
bentuk arah aksial terhadap tinggi disebut ”regangan aksial” (ε a) serta perubahan
bentuk secara volumetrik disebut ”regangan volumetrik” (εv).

d
Δl1

Δl2
Δd1 Δd2
Δd = Δd1 – Δd2
*Sumber : Panduan Praktikum Mekanika Batuan, 2014 : hal 11

Gambar 2.11.
Kondisi Batuan Yang Menerima Beban

19
Tambang Umum 2023

Sehingga didapat :
a. Regangan lateral :εl = Δd / d………………………………...…………(2.22.)
b. Regangan aksial : εa = Δl / l ............................................................(2.23.)
c. Regangan volumetrik : εv = εa + 2 εl ……………………………………...(2.24.)

Perubahan yang terjadi dari gambar di atas adalah bertambahnya diameter


dan berkurangnya tinggi dari benda uji. Sehingga regangan lateral seringkali
dinyatakan dalam minus. Dengan nilai-nilai regangan tersebut oleh Bieniawski
ditentukan sebagai dasar untuk menyatakan gambaran tahap utama dari kelakukan
batuan, yang digambarkan dalam suatu grafik hubungan antara tegangan aksial
dengan regangan aksial, regangan lateral, serta regangan volumetrik. Grafik tersebut
dapat digunakan untuk menentukan sifat mekanik batuan.
1.3.3. Hubungan Tegangan-Regangan
Bila ada sebuah batang yang mengalami gaya tekan maka batang tersebut
akan mengalamai perpendekan dan regangan yang terjadi disebut regangan tekan.
Dari teori kekuatan bahan tegangan tarik dapat ditentukan dengan membagi beban
dengan luas penampang.
Hubungan tegangan (σ) dan regangan (∈) yang berbanding lurus di dapat
dengan rumus :
σ = E x ∈……………………………………………………………………(2.25.)
σ = Tegangan (N/m2) E = Modulus Elastis (N/m3)
∈ = Regangan (m)

*Sumber : Anonim, 2014

20
Tambang Umum 2023

Gambar 2.12.
Hubungan Tegangan-Regangan

(Anonim, 2014)

a. Mohr Coloumn
Pemecahan geometri untuk tegangan-tegangan dengan arah yang
berbeda didapat dengan mohr coloumn. Dari gambar 2.13. menunjukan adanya
hubungan antara kuat tekan uniaksial, triaksial dan kuat tarik batuan utuh dalam
mohr coloumn. Langkah-langkah dalam pembuatan mohr coloumn dan cara
mendapatkan nilai kohesi dan sudut geser dalam, sebagai berikut :
1) Buat sumbu vertikal untuk tegangan geser dan sumbu horisontal untuk kuat
tekan dan kuat tarik dengan skala yang sama.
2) Nilai dari kuat tekan berada disebelah kanan sumbu vertikal sedangkan nilai
kuat tarik berada disebelah kiri sumbu vertikal.
3) Plotkan nilai kuat tekan dan nilai kuat tarik dari data yang telah diketahui
membentuk setengah lingkaran.
4) Setelah diplot tarik garis singgung menyinggung lingkaran kuat tekan dan
kuat tarik.
5) Nilai kohesi didapatkan dari perpotongan antara garis singgung dan sumbu
tegak.
6) Sudut geser dalam diperoleh dari besarnya sudut yang dibentuk garis
singgung tersebut.

*Sumber : Eucalypto. 2014

Gambar 2.13.
Lingkaran Mohr dan Kurva Intrinsik Hasil Pengujian Triaksial

b. Metode Hoek dan Bray

21
Tambang Umum 2023

Hoek dan Bray membuat lima buah diagram untuk masing-masing


kondisi air tanah tertentu mulai dari sangat kering sampai jenuh. Dari gambar
dibawah ini maka dapat diartikan dan dijelaskan, yaitu sebagai berikut :
1) Gambar 1 dalam keadaan sangat kering (tidak terisi air tanah sama sekali).
2) Gambar 2 dalam keadaan 1/2 jenuh (terisi 1/2 penuh oleh air tanah).
3) Gambar 3 dalam keadaan 1/4 jenuh (terisi 1/4 penuh oleh air tanah).
4) Gambar 4 dalam keadaan 1/8 jenuh (terisi 1/8 penuh oleh air tanah).
5) Gambar 5 dalam keadaan jenuh (terisi penuh oleh air tanah).

22
Tambang Umum 2023

Gambar 2.14.
Keadaan atau Pola Aliran Air Tanah untuk Diagram 1-5

Gambar 2.15.
DiagramHoek and Bray pada Keadaan Gambar 1

23
Tambang Umum 2023

*Sumber:http://www.slideshare.net
Gambar 2.16.
Diagram Hoek and Bray pada Keadaan Gambar 2

*Sumber:http://www.slideshare.net
Gambar 2.17.
Diagram Hoek and Bray pada Keadaan Gambar 3

24
Tambang Umum 2023

*Sumber:http://www.slideshare.net
Gambar 2.18.
Diagram Hoek and Bray pada Keadaan Gambar 4

*Sumber:http://www.slideshare.net
Gambar 2.19.
Diagram Hoek and Bray pada Keadaan Gambar 5
1.4. Hammer Test

Hammer test adalah suatu metode pemeriksaan mutu batuan tanpa merusak
batuan. Disamping itu dengan menggunakan metode ini akan diperoleh cukup
banyak data dalam waktu yang relatif singkat dengan biaya yang murah. Metode
pengujian ini dilakukan dengan memberikan beban impact (tumbukan) pada
permukaan batuan dengan menggunakan suatu massa yang diaktifkan dengan
menggunakan energi yang besarnya tertentu. Jarak pantulan yang timbul dari massa
tersebut pada saat terjadi tumbukan dengan permukaan batuan dapat memberikan
indikasi kekerasan juga setelah dikalibrasi, dapat memberikan pengujian ini adalah
jenis hammer.
Alat ini sangat berguna untuk mengetahui keseragaman batuan pada
struktur. Karena kesederhanaannya, pengujian dengan menggunakan alat ini sangat
cepat, sehingga dapat mencakup area pengujian yang luas dalam waktu yang singkat.

25
Tambang Umum 2023

Alat ini sangat peka terhadap variasi yang ada pada permukaan batuan, misalnya
keberadaan partikel batu pada bagian-bagian tertentu dekat permukaan. Oleh karena
itu, diperlukan pengambilan beberapa kali pengukuran disekitar setiap lokasi
pengukuran, yang hasilnya kemudian dirata-ratakan. British Standards (BS)
mengisyaratkan pengambilan antara 9 sampai 25 kali pengukuran untuk setiap daerah
pengujian seluas maksimum 300 mm2.
Cara penggunaan dari alat hammer test sangat sederhana dan mudah, seperti
berikut ini :
1. Letakkan ujung plunger yang terdapat pada ujung alat hammer test pada titik
yang akan ditembak dengan memegang hammer dengan arah tegak lurus atau
miring bidang permukaan beton yang akan ditest.
2. Plunger ditekan secara perlahan - lahan pada titik tembak dengan tetap menjaga
kestabilan arah dari alat hammer. Pada saat ujung plunger akan lenyap masuk
kesarangnya akan terjadi tembakan oleh plunger terhadap beton, dan tekan
tombol yang terdapat dekat pangkal hammer, kemudian baca hasil yang
ditunjukan oleh alat di pangkal hammer.
3. Lakukan pengetesan terhadap masing-masing titik tembak yang telah ditetapkan
semula dengan cara yang sama.
(Anonim, 2014)

Secara umum pengujian hammer test ini mempunyai beberapa kegunaan,


yaitu:
1. Memeriksa keseragaman kualitas batuan pada struktur.
2. Mendapatkan perkiraan kuat tekan batuan.
3. Mengoreksi hasil pengujian batuan.
Kelebihan dan kekurangan dari pengujian hammer test adalah sebagai
berikut :
1. Kelebihan :
a. Pengukuran bisa dilakukan dengan cepat.
b. Mudah diaplikasikan.
c. Tidak merusak batuan.

26
Tambang Umum 2023

d. Murah dari segi biaya.


2. Kekurangan :
a. Hasil pengujian dipengaruhi oleh kerataan permukaan, kelembaban batuan,
sifat-sifat dan jenis agregat kasar, derajad karbonisasi, umur batuan dan titik
pengambilan sampel pengetesan.
b. Sulit mengkalibrasi hasil pengujian.
c. Tingkat keakurasian hasil pengujiannya rendah.
d. Hanya memberikan informasi kekuatan karakteristik batuan pada permukaan
struktur.

*Sumber : Anonim, 2014

Gambar 2.20.
Pengujian Hammer Test

1.5. Densitas Batuan

Massa jenis atau densitas (density) suatu batuan secara harafiah merupakan
perbandingan antara massa dengan volume total pada batuan tersebut. Secara
sederhana, suatu batuan memiliki dua komponen, komponen padatan dan komponen
rongga (pori).
Keberadaan komponen padatan maupun komponen rongga mempunyai nilai
yang beragam pada tiap-tiap batuan sehingga massa jenis dari suatu batuan berbeda
dengan batuan yang lainnya. Ilustrasi pada gambar di bawah menunjukan dua jenis
batuan yang terdiri dari presentase padatan dan rongga yang berbeda-beda. Namun
rongga yang terdapat pada batuan tersebut juga dapat terisi oleh fluida, seperti air,
minyak, ataupun gas bumi (Septyaningsih, 2014)

27
Tambang Umum 2023

Setiap material bumi memiliki densitas berbeda. Densitas batuan adalah


perbandingan antara berat batuan terhadap volume (rata-rata dari material tersebut).
Berikut ini adalah grafik dari densitas batuan :

*Sumber : Azhariphysics.blogspot.com, 2014


Gambar 2.21.
Grafik Densitas Batuan

Batuan mempunyai perilaku yang berbeda-beda pada saat menerima beban.


Perilaku ini dapat ditentukan dengan pengujian di laboratorium yaitu dengan
pengujian kuat tekan, seperti :
1. Elastik
Batuan dikatakan berperilaku elastik apabila tidak ada deformasi permanen
pada saat tegangan dihilangkan (dibuat nol). Dari kurva tegangan-regangan hasil
pengujian kuat tekan terdapat dua macam sifat elastik, yaitu elastik linier dan elastik
non linier.

28
Tambang Umum 2023

*Sumber : Hutabarat, 2014

Gambar 2.22.
Elastik

2. Elasto Plastik
Perilaku plastik batuan dapat dicirikan dengan adanya deformasi (regangan)
permanen yang besar sebelum batuan runtuh atau hancur (failure).

*Sumber : Hutabarat, 2014

Gambar 2.23.
Elasto Plastik

2.6 Kuat Tekan dan Kuat Tarik Beberapa Jenis Batuan

Terdapat beberapa jenis kekuatan batuan, yaitu :


1. Kuat Tekan (Uniaxial)
Kuat tekan (uniaxial) yang diuji dengan suatu silinder atau prisma terhadap
titik pecahnya. Penekanan uniaksial terhadap contoh batuan silinder merupakan uji
sifat mekanik yang paling umum digunakan.Uji kuat tekan uniaksial dilakukan untuk

29
Tambang Umum 2023

menentukan kuat tekan batuan (σi), Modulus Young (E), Nisbah Poisson (v) dan
kurva tegangan-regangan.Contoh batuan berbentuk silinder ditekan atau dibebani
sampai runtuh. Perbandingan antara tinggi dan diameter contoh silinder yang umum
digunakan adalah 2 sampai 2,5 dengan luas permukaan pembebanan yang datar,
halus dan paralel tegak lurus terhadap sumbu aksis contoh batuan.
2. Kuat Tarik (Tensile Strength)
Kuat tarik (tensile strength) ditentukan dengan uji Brazilian dimana suatu
piringan ditekan sepanjang diameter atau dengan uji langsung yang meliputi tarikan
sebenarnya atau bengkokan dari prisma batuan.Kekuatan batuan dapat diukur secara
insitu (di lapangan) sebaik pengukuran di laboratorium. Regangan (deformasi) diukur
di areatambang kemudian dihubungkan terhadap tegangan dengan berpedoman pada
konstanta elastik dari laboratorium. Tegangan sebelum penambangan merupakan
kondisi tegangan asli, sulit dihitung, tetapi merupakan parameter desain tambang
yang penting.
Kondisi tegangan yang berkembang selama penambangan merupakan hal
penting yang harus diperhatikan dalam operasi tambang sebaik dalam perancangan
tambang. Regangan yang dihasilkan dari pola tegangan baru diukur dari waktu ke
waktu atau dimonitor secara menerus selama penambangan berlangsung.
Kekuatan batuan dapat diukur secara insitu (di lapangan) sebaik pengukuran
dilaboratorium. Regangan (deformasi) diukur di area tambang kemudian
dihubungkan terhadap tegangan dengan berpedoman pada konstanta elastik dari
laboratorium. Tegangan sebelum penambangan merupakan kondisi tegangan asli,
sulit dihitung, tetapi merupakan parameter desain tambang yang penting. Tegangan
tersebut umumnya diperkirakan dan diberi beberapa kuantifikasi dengan memasang
sekelompok pengukur tegangan elektrik dalam rosette pada permukaan batuan,
memindahkan batuan-batuan yang berdekatan, dan mengukur respons tegangan
sebenarnya yang dilepaskan. Kondisi tegangan yang berkembang selama
penambangan merupakan hal penting yang harus diperhatikan dalam operasi
tambang sebaik dalam perancangan.

30
Tambang Umum 2023

2.7. Aplikasi
Kuat Tekan Kuat Tarik
Jenis Batuan
(MPa) (MPa)
Batuan Intrusif
Granit 1000-2800 40-250
Diorit 1800-3000 150-300
Gabro 1500-3000 50-300
Dolerit 2000-3500 150-350
Batuan Ekstrusif
Riolit 800-1600 50-90
Dasit 800-1600 30-80
Andesit 400-3200 50-110
Basal 800-4200 60-300
Tufa Vulkanik 50-600 5-45
Batuan Sedimen
Batupasir 200-1700 40-250
Batugamping 300-2500 50-250
Dolomit 800-2500 150-250
Serpih 100-1000 20-100
Batubara 50-500 20-50
Batuan Metamorfik
Kuarsit 1500-3000 100-300
Gneiss 500-2500 40-200
Marmer 1000-2500 70-200
Sabak 1000-2000 70-200
Mekanika Batuan

Mekanika batuan banyak sekali aplikasinya di dunia pertambangan


contohnya seperti untuk geoteknik, peledakan batuan (rock blasting), pembuatan
jenjang terowongan bawah tanah dan kestabilan lereng.
2.7.1. Kestabilan Lereng
Kestabilan dari suatu lereng pada kegiatan penambangan dipengaruhi oleh
kondisi geologi daerah setempat, bentuk keseluruhan lereng pada lokasi tersebut,
kondisi air tanah setempat, faktor luar seperti getaran akibat peledakan ataupun alat
mekanis yang beroperasi dan juga dari teknik penggalian yang digunakan dalam
pembuatan lereng. Faktor pengontrol ini jelas sangat berbeda untuk situasi
penambangan yang berbeda dan sangat penting untuk memberikan aturan yang
umum untuk menentukan seberapa tinggi atau seberapa landai suatu lereng untuk
memastikan lereng itu akan tetap stabil.

31
Tambang Umum 2023

Apabila kestabilan dari suatu lereng dalam operasi penambangan meragukan,


maka analisa terhadap kestabilannya harus dinilai berdasarkan dari struktur geologi,
kondisi air tanah dan faktor pengontrol lainnya yang terdapat pada suatu lereng.
Kestabilan lereng penambangan dipengaruhi oleh geometri lereng, struktur
batuan, sifat fisik dan mekanik batuan serta gaya luar yang bekerja pada lereng
tersebut. Suatu cara yang umum untuk menyatakan kestabilan suatu lereng
penambangan adalah dengan faktor keamanan. Faktor ini merupakan perbandingan
antara gaya penahan yang membuat lereng tetap stabil, dengan gaya penggerak yang
menyebabkan terjadinya longsor.
Kekuatan yang sangat berperan dalam analisa kestabilan lereng terdiri dari
sifat fisik dan sifat mekanik dari batuan tersebut. Sifat fisik batuan yang digunakan
dalam menganalisa kemantapan lereng adalah bobot isi tanah (g), sedangkan sifat
mekaniknya adalah kuat geser batuan yang dinyatakan dengan parameter kohesi (c)
dan sudut geser dalam (f). Kekuatan geser batuan ini adalah kekuatan yang berfungsi
sebagai gaya untuk melawan atau menahan gaya penyebab kelongsoran.
a. Bobot isi tanah atau batuan
Nilai bobot isi tanah atau batuan akan menentukan besarnya beban yang
diterima pada permukaan bidang longsor, dinyatakan dalam satuan berat per
volume. Bobot isi batuan juga dipengaruhi oleh jumlah kandungan air dalam
batuan tersebut. Semakin besar bobot isi pada suatu lereng tambang maka gaya
geser penyebab kelongsoran akan semakin besar. Bobot isi diketahui dari
pengujian laboratorium. Nilai bobot isi batuan untuk analisa kestabilan lereng
terdiri dari 3 parameter yaitu nilai bobot isi batuan pada kondisi asli (gn), kondisi
kering (gd) dan bobot isi pada kondisi basah (gw).
b. Kohesi
Kohesi adalah gaya tarik menarik antara partikel dalam batuan,
dinyatakan dalam satuan berat per satuan luas. Kohesi batuan akan semakin besar
jika kekuatan gesernya makin besar. Nilai kohesi (c) diperoleh dari pengujian
laboratorium yaitu pengujian kuat geser langsung (direct shear strength test) dan
pengujian triaksial (triaxial test).
c. Sudut geser dalam (f)

32
Tambang Umum 2023

Sudut geser dalam merupakan sudut yang dibentuk dari hubungan antara
tegangan normal dan tegangan geser di dalam material tanah atau batuan. Sudut
geser dalam adalah sudut rekahan yang dibentuk jika suatu material dikenai
tegangan atau gaya terhadapnya yang melebihi tegangan gesernya. Semakin
besar sudut geser dalam suatu material maka material tersebut akan lebih tahan
menerima tegangan luar yang dikenakan terhadapnya.
Untuk mengetahui nilai kohesi dan sudut geser dalam, dinyatakan dalam
persamaan berikut :
τnt = σn tan f + c………………………..……………………………….(2.26.)
Dimana :
τnt = tegangan geser (N/m2)
σn = tegangan normal(N/m2)
f = sudut geser dalam
c = kohesi
Prinsip pengujian direct shear strength test atau juga dikenal dengan shear
box test adalah menggeser langsung contoh tanah atau batuan di bawah kondisi
beban normal tertentu. Pergeseran diberikan terhadap bidang pecahnya, sementara
untuk tanah dapat dilakukan pergeseran secara langsung pada conto tanah tersebut.
Beban normal yang diberikan diupayakan mendekati kondisi sebenarnya di
lapangan.
Faktor keamanan ditentukan berdasarkan jarak dari titik pusat lingkaran
Mohr ke garis kekuatan batuan (kurva intrinsik) dibagi dengan jari-jari lingkaran
Mohr. Faktor keamanan ini menyatakan perbandingan keadaan kekuatan batuan
terhadap tegangan yang bekerja pada batuan tersebut.

33
Tambang Umum 2023

*Sumber : Hutabarat, 2014


Gambar 2.24.
Faktor Kemanan

a
Faktor keamanan = =
c
tan ϕ
+ [
σ 1+ σ 2
2
sin ϕ ]
............................................................
b σ 1−σ 2

(2.27.)

Dimana :
C = Kohesi
ϕ = Sudut geser dalam
σ❑ = Tegangan (N/m2)
(Anonim, 2014)
2.7.2. Penyelidikan Tanah dan Batuan di Lapangan
Informasi kondisi tanah dan batuan dasar fondasi, dapat diperoleh dengan
cara menggali lubang secara langsung di permukaan tanah yang disebut lubang uji
(test-pit), maupun dengan cara pengeboran tanah. Penyelidikan mendetail dengan
pengeboran yang diikuti dengan pengujian-pengujian di laboraturium dan dilapangan
selalu dilakukan untuk penyelidikan tanah pada proyek-proyek besar seperti gedung
bertingkat tinggi, jembatan, bendungan dan bangunan industri.
Penyelidikan tanah dan batuan terdiri dari 3 tahap, yaitu pengeboran atau
penggalian lubang uji, pengambilan contoh tanah dan batuan (sampling) dan
pengujian contoh tanah atau batuan. Pengujian contoh dapat dilakukan di
laboraturium atau dilapangan bergantung pada tingkat ketelitian yang dikehendaki.

34
Tambang Umum 2023

Pengambilan contoh tanah dilakukan pada setiap jarak kedalaman 0,75-2 meter
dengan cara menekan tabung contoh tanah (sampler) secara hati-hati (terutama untuk
contoh tak terganggu) yang dipasang pada ujung bawah batang bor. Pada waktu
pengeboran dilakukan, contoh tanah dapat diperiksa didalam pipa bor yang ditarik
keluar. Jika pada tahap ini ditemui perubaan jenis tanah, kedalaman perubahan jenis
tanah dan kedalamannya dicatat. Pada lapisan-lapisan yang dianggap penting untuk
dikatahui karakteristik tanahnya, kadang-kadang pengambilan contoh kontinu
(continous sampling) diperlukan. Bila pengeboran dilakukan pada lapisan batuan,
contoh inti batu (rock core) diambil dengan alat bor putar (rotary drill).
Kedalaman muka air tanah harus diperiksa dengan teliti. Kesalahan data
muka air tanah dapat mempersulit pelaksanaan pembangunan fondasi dan dapat
mengakibatkan kesalahan analisis stabilitasnya.
Ilmu mekanika batuan sangat penting penggunaannya dalam hal pemboran.
Contohnya adalah studi yang mendetail telah membuktikan bahwa kuat geser tanah
lempung yang diperoleh dari uji geser di lapangan terlalu besar . Hal ini disebabkan
oleh zona geser yang terjadi saat tanah geser,lebih besar dari bidang runtuh tanahnya.
Perluasan bidang runtuh, tergantung dari macam dan kohesi tanah. Bjerrum (1972),
mengusulkan koreksi kuat geser dari kuat geser yang diperoleh dari uji geser kipas di
lapangan, sebagai berikut :
Su (nyata) = α Su (lapangan)……………………………………………………….
(2.28.)
Dengan:
Su = Kohesi tak terdrainasi (kohesi undrained).
Su (nyata) = Kuat geser tak terdrainasi yang digunakan dalam perancangan.
Su (lapangan) = Kuat geser tak terdrainasi yang diperoleh dari uji geser kipas
dilapangan.
α = Faktor kohesi

35
Tambang Umum 2023

*Sumber : Vidayanti, 2009


Gambar 2.25.
Koreksi Kuat Geser Tanah Lempung

(Vidayanti, 2009)

2.7.3. Ventilasi Tambang


Penggalian di dalam tanah biasanya menjumpai banyak bahaya. Dalam
penggalian bawah tanah yang perlu dikendalikan adalah masalah mekanika batuan
dan ventilasi tambang tempat kerja. Karena pada kenyataannya merupakan sistem
penunjang kehidupan penambang yang utama.
Selanjutnya ventilasi merupakan pengendalian jumlah dan arah pergerakan
udara. Sebagai sarana utama dari pengendalian kuantitas ini merupakan bagian dari
pada proses total air conditioning, yaitu pengendalian secara simultan terhadap
kuantitas, kualitas, dan temperatur-kelembaban udara.
Oleh karena itu ventilasi bukan merupakan satu-satunya proses dari total air
conditioning. Ventilasi tambang dan total air conditioning saling melengkapi tetapi
merupakan proses yang terpisah. Pada perkembangannya yang diperlukan adalah
membuat kondisi udara memenuhi kualitas dan temperatur kelembaban sebaik
kuantitasnya.

36
Tambang Umum 2023

*Sumber : fileq.wordpress.com
Gambar 2.26.
Aplikasi Mekanika Batuan pada Ventilasi Tambang

2.8 Stress, Strain, dan Geological Strenght Index


Klasifikasi massa batuan adalah proses menempatkan massa batuan ke
dalam suatu grup atau kelas berdasarkan hubungan atau kriteria yang ditentukan.
Massa batuan adalah gabungan individu material yang terbentuk secara alamiah
termasuk didalamnya yang terpisahkan oleh kekar, perlapisan, atau sesar yang
membentuk suatu kesatuan (Rai dkk, 2019). Dengan sistem klasifikasi massa
batuan, dapat dengan mudah menempatkan massa batuan dalam suatu kelas yang
relevan. Beberapa tujuan dari klasifikasi massa batuan yaitu mengidentifikasi
parameter penting yang berpengaruh pada perilaku massa batuan,
mengelompokkan massa batuan berdasarkan kesamaan perilaku massa batuan
pada setiap kelasnya, memberikan dasar pengertian karakteristik massa batuan
pada masing-masing kelasnya, menghubungkan kondisi massa batuan di setiap

37
Tambang Umum 2023

Klasifikasi massa batuan banyak diterapkan dalam membuat desain perencanaan


terowongan, lereng, dan tambang bawah tanah (Agustawijaya, 2019). Hal ini
disebabkan bahwa klasifikasi massa batuan memberikan prediksi awal tentang
perilaku massa batuan. Terdapat beberapa macam sistem klasifikasi massa
batuan yang sering digunakan untuk mengetahui kualitas massa batuan seperti
Geological Strength Index, Rock Mass Rating, Slope Mass Rating, Rock Quality
Designation, Q-System, dan lain-lain. Geological Strength Index merupakan
sistem klasifikasi massa batuan yang dikembangkan untuk membantu Rock
Mass Rating System yang tidak akurat dalam menentukan kualitas pada massa
batuan yang mempunyai kondisi yang sangat buruk. Secara khusus aplikasi
Geological Strength Index bermanfaat untuk mengestimasi nilai kekuatan massa
batuan dan besar modulus deformasi (Hoek, 2007). Data-data yang harus
diperhatikan dalam melakukan analisis klasifikasi massa batuan dengan
menggunakan metode Geological Strength Index ialah :
 Peringkat Struktur (Structure Rating, SR);
 Peringkat Kondisi Permukaan (Surface Condition Rating, SCR).

1. Peringkat Struktur Secara kuantitatif peringkat struktur diperoleh dari


besaran volumetric block terhitung, pada batuan terkekarkan kuat dan acak,
volumetric massa batuan (Jv) dihitung dengan menggunakan persamaan Jv
= ( 𝑀 𝐿 )³ (2.1) dimana: M = jumlah kekar pada scanline L = panjang
scanline
2. Peringkat Kondisi Permukaan Mengestimasikan besarnya peringkat kondisi
permukaan (SCR) berdasarkan penjumlahan 3 parameter, yaitu tingkat
kekasaran (roughness, Rr), tingkat pelapukan (weathering, Rw), dan
material pengisi (infilling, Rf). Perhitungan SCR menggunakan persamaan
SCR = Rr + Rw + Rf (2.2) Dimana: Rr = tingkat kekasaran Rw = tingkat
pelapukan Rf = material pengisi a. Tingkat Kekasaran (Rr) Tingkat
kekasaran merupakan parameter yang penting untuk menentukan kondisi
kekasaran dari suatu permukaan bidang kekar. Adapun klasifikasi tingkat
kekasaran meliputi :
1. Sangat Kasar Jika tonjolan yang terdapat pada permukaan bidang kekar
hampir seluruhnya vertikal.

38
Tambang Umum 2023

2. Kasar Jika kekasaran pada permukaan bidang kekar dapat dilihat jelas dan
jika diraba terasa sangat abrasif.

3. Sedikit Kasar Jika kekasaran pada permukaan bidang kekar kekasarannya


diketahui dengan jelas jika diraba.

4. Halus Permukaan terasa kesat.

5. Licin Kenampakan visual yang licin. Tingkat Pelapukan (Rw) Tingkat


pelapukan merupakan parameter yang menunjukkan derajat pelapukan
kondisi permukaan pada bidang kekar. Adapun pembagian tingkat
pelapukan dari permukaan suatu bidang kekar dapat dilihat pada Tabel 2.1.

Tabel 2.1. Tingkat Pelapukan (Price, 2009)

Material Pengisi (Rf) Material pengisi merupakan salah satu parameter yang
digunakan untuk mendapatkan nilai peringkat kondisi permukaan. Nilai tersebut akan
digunakan untuk menentukan nilai Geological Strength Index sehingga dapat
diketahui kualitas pada massa batuan. Material pengisi adalah material yang terdapat
diantara dua permukaan dinding yang berdekatan yang dipisahkan suatu kekar.
Adapun contoh material pengisi dapat berupa:

39
Tambang Umum 2023

 Mineral keras dan resisten Contoh: kuarsa.


 Material lunak Contoh: lempung, klorit, dan talk.
 Mineral mudah larut Contoh: kalsit dan gipsum.
 Mineral mudah mengembang Contoh: lempung.
 Material lepas Contoh: lanau, pasir, dan kerikil.
Nilai tingkat kekasaran, tingkat pelapukan, dan material pengisi tersebut di atas
selanjutnya digunakan untuk mengetahui nilai peringkat kondisi permukaan.
Pengklasifikasian nilai-nilai tersebut dilakukan berdasarkan grafik standar klasifikasi
Geological Strength Index yang dapat dilihat pada Gambar. Berdasarkan total nilai
Geological Strength Index yang diperoleh dari perhitungan berbagai parameter
penting meliputi peringkat struktur (SR) dan peringkat kondisi permukaan kekar
(SCR), maka massa batuan diklasifikasikan menjadi 5 kelas utama, yaitu sangat baik,
baik, sedang, buruk, dan sangat buruk (Bieniawski, 1989). Nilai kisaran klasifikasi
Geological Strength Index berdasarkan kelasnya tersebut dapat dilihat pada Tabel 2.2

BAB III
HASIL KEGIATAN PRAKTIKUM

3.1 Penilaian Rock Mass Retting

40
Tambang Umum 2023

3.1.1 Hasil Pengukuran Lapangan

A. Lereng

Lereng 1 Lokasi : Buluri


Cuaca : cerah
Data Lereng Nilai Rating Sketsa Lereng / Catatan
Tinggi Lereng (m) 14
Panjang Scanline (m) 14.5
Jurus dan Kemiringan Lereng 264/45
Nilai UCS .. Schmidt Hammer 50 7
Nilai RQD
- Jumlah Diskontinuitas 15
- Panjang Scanline 14.5
- Frekuensi Diskontinuitas 1.034482759 4
- Nilai RQD
Spasi Diskontinuitas
- Panjang Scanline (m) 14.5
- Jumlah Diskontinuitas 15
- Spasi Diskontinuitas Rata-Rata (m) 0.97 15
Kondisi Diskontinuitas (KD)
- Panjang Retakan (m) 0.93 6
- Retakan Terbuka atau Tertutup tertutup
- Kekasaran Sedang 3
- Pengisian -
- Pelapukan sedikit lapuk 6
- Total Rating KD 15
Pengaruh Air Tanah
- Kering kering 15
- Lembab -
- Basah -
- Air Menetes -
- Air Mengalir -
Pengaruh Orientasi Kekar pada Lereng -
- Sangat Baik -
- Baik - -5
- Sedang -
- Tidak Baik -
- Sangat Tidak Baik -
51
JUMLAH TOTAL RATING

3.1.2 Penentuan nilai parameter (RMR)

41
Tambang Umum 2023

Menggunakan Metode Scanline

jumlah scanline
RQD =
panjang scanline

1
RQD = =¿0,06
14 , 5

Kurva RQD Scanline A dengan Nilai RQD = 90,9

Tabel Klasifikasi :

RQD ( % ) Kualitas Batuan


<25 Sangat jelek ( very poor )
25-50 Jelek ( poor )

42
Tambang Umum 2023

50-75 Sedang ( fair )


75-90 Baik ( good )
90-100 Sangat baik ( excellent )

Maka untuk nilai RMR : 90

Berdasarkan RMR

Profil massa Deskripsi


batuan
Rating 100-81 80-61 60-41 40-21 20-0
Kelas massa batuan Sangat Baik Sedang Jelek Sangat
baik Jelek
Kohesi >400kPa 300- 200-300 100-200 <100 kPa
400 kPa kPa
kPa
Sudut geser dalam >45° 35°- 25°-35° 15°-25° <15°
45°
Kestabilan Sangat Stabil Agak Tidak Sangat
stabil Stabil stabil tidak stabil
Keruntuhan Tidak Sedikit Rekahan, Planar, Bidang
ada blok beberapa baji planar
membaji besar besar atau
seperti
tanah
Support Tidak Kadang Sistematis Koreksi Penggalian
perlu - penting ulang
kadang

43
Tambang Umum 2023

No. Lereng Tinggi Panjang Jurus


Kemiringan Jurus
Lereng Lereng Lereng Metode Penambangan
Lereng (bs) Disc (aj)
(m) (L) (as)
1 14 14,5 47 48 44 Penambangan terbuka

3.2 Penilaian Geological Strenght Index (GSI)

3.2.1 Hasil Penyelidikan Lapangan

3.2.2 Penentuan nilai GSI

44
Tambang Umum 2023

45
Tambang Umum 2023

Pada scanline 1 (0-7,2 m) Berdasarkan klasifikasi Geological Strength


Index, didapat bahwa lereng ini memiliki tingkat kekerasan agak kasar , tingkat
pelapukan sedikit lapuk, material pengisi kuarsa dengan bukaan tidak ada,
Maka berdasarkan analisis yang telah dilakukan maka nilai GSI lereng ini
adalah : 70

Stasiun 01 (2-4 m). Berdasarkan klasifikasi Geological Strength Index,


didapat bahwa lereng ini memiliki tingkat kekerasan agak kasar , tingkat
pelapukan sedikit lapuk, material pengisi batupasir halus dengan bukaan tidak
ada, Maka berdasarkan analisis yang telah dilakukan maka nilai GSI lereng ini
adalah : 65

Jadi nilai GSI yang didapatkan yaitu

70+6 5
= 67,5
2

46

Anda mungkin juga menyukai