Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN HASIL PRAKTIKUM ILMU MATERIAL II

Topik : Semen Seng FosIat


Grup : I-4
Tgl Praktikum : 28 September 2011
Pembimbing : Titien Hary Agustantina, drg., M.Kes




Penyusun :
No.Nama NIM
1. Tiarisna Hidayatun Nisa 021011022
2. Servy Aulia Prihardianti 021011023
3. Nisa Prabawati 021011024
4. Achmad Firdi Tanzil 021011025
5. Cyintia Oriana F N 021011026
6. Ana Mariya UlIah 021011028



DEPARTEMEN MATERIAL KEDOKTERAN GIGI
FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI
UNIVERSITAS AIRLANGGA
2011


1

1. Tujuan
a. Mahasiswa mampu memanipulasi semen seng IosIat yang digunakan sebagai basis
dengan cara yang tepat.
b. Mahasiswa mampu memanipulasi semen seng IosIat yang digunakan sebagai luting
(penyemenan) dengan cara yang tepat.
2. Manipulasi semen seng fosfat
2.1. Bahan:
a. Bubuk (54/07) dan cairan (liqui/) semen seng IosIat
b. 'aselin
2.2. Alat:
a. Jarum Gilmore
b. !lasctic filling inst7um0nt
c. Spatula semen
d. lass slab (kaca tebal)
e. Kaca tipis
I. $t45atch
g. Catakan sampel
h. Kuas kecil
i. Gunting/cutt07
j. 0llul4i/ st7i5









Gambar 1. Alat dan bahan praktikum
(a) jarum Gillmore, (b) 5lastic filling inst7um0nt, (c) spatula semen, (d) glass slab,
(e) kaca tipis, (I) st45atch, (g) catakan sampel, (h) kuas kecil, (i) cutt07, (j) vaselin, (k) bubuk dan cairan semen
seng IosIat.

2

2.3. ara kerja


2.3.1. Semen seng fosfat sebagai :93
a. Bubuk semen diambil sebanyak 1 sendok takar, kemudian diletakkan di
atas glass slab dan dibagi menjadi beberapa bagian (3 bagian).
b. Cairan dikoocok dahulu kemudian pegang botol secara vertikal, teteskan
3 tetes (sesuai aturan pabrik) cairan semen pada glass slab.






Gambar 2. Penetesan cairan pada glass slab

c. Bubuk bagian pertama dimasukkan ke dalam cairan dan diaduk secara
memutar dengan tekanan selama 10 detik, catat waktu mulai pengadukan
antara bubuk dan cairan, selanjutnya bagian kedua ditambahkan dan
diaduk dengan cara yang sama sambil dilakukan s570a/ing demikian
seterusnya sampai semua bubuk habis hingga homogen. Pencampuran
seluruh bubuk dan cairan hingga homogen memerlukan waktu sesuai
aturan pabrik. Batas waktu pengadukan antara bubuk dan cairan adalah
selama 30 detik.

Gambar 3. Pengadukan semen seng IosIat.

d. etak spatula dimiringkan dengan sudut 45
0
terhadap garis glass slab
dan adonan semen diambil lalu tarik ke atas, maka semen akan ikut
terangkat ke atas (tanpa jatuh), konsistensi adonan tersebut merupakan
konsistensi untuk luting (penyemenan).
3


2.3.2. Semen seng fosfat sebagai basis
a. Bubuk semen diambil sebanyak 1 sendok takar, kemudian diletakkan di
atas glass slab dan dibagi menjadi beberapa bagian (3 bagian).
b. Cairan dikocok dahulu dan pegang botol secara vertikal, teteskan 2 tetes
cairan semen pada glass slab.
c. Bubuk bagian pertama dimasukkan ke dalam cairan dan diaduk secara
memutar dengan tekanan kemudian s570a/ing dan seterusnya sampai
habis, setelah konsistensi untuk luting tercapai, maka penambahan bubuk
berikutnya ke dalam cairan dilakukan dengan cepat. Batas waktu
pengadukan antara bubuk dan cairan adalah selama 30 detik.
d. Konsistensi untuk basis tercapai apabila adonan dapat dibentuk menjadi
bola/bulatan dan tidak melekat pada glass slab.

2.3.3. Uji 80993 semen seng fosfat
a. Adonan semen seng IosIat yang telah homogen dimasukkan ke dalam
cetakan dengan bantuan 5lastic filling inst7um0nt hingga penuh.

Gambar 4. Pemasukan adonan semen seng IosIat ke dalam cetakan.

b. Cetakan sampel diletakkan di atas kaca tipis yang di atasnya telah di beri
c0llul4i/ st7i5.
c. Permukaan adonan semen seng IosIat ditutup c0llul4i/ st7i5 lagi dan
ditekan dengan kaca tipis.
4


Gambar 5. Penekanan adonan semen seng IosIat dengan kaca tipis.

d. Kaca tipis dan c0llul4i/ sti5 dilepas, permukaan semen seng IosIat siap
dilakukan uji s0tting tim0. Pada percobaan semen seng IosIat sebagai
luting, siap dilakukan uji s0tting pada menit ke 8, sedangkan untuk
percobaan semen seng IosIat sebagai basis, siap dilakukan uji s0tting
pada menit ke 4. Jika pada saat uji s0tting dilakukan ternyata konsistensi
semen masih agak lunak, maka uji s0tting ditunda sekitar 1 menit. Jarum
Gillmore ditekankan pada permukaan semen seng IosIat dengan interval
tiap 5 detik (jarum Gillmore yang digunakan adalah ukuran 1/24 inch).
Bekas tekanan dari jarum Gillmore tidak boleh ditempat yang sama. Uji
s0tting tim0 dilakukan hingga semen seng IosIat s0tting, yang ditandai
dengan tidak ada bekas dari jarum Gillmore.


Gambar 6. Pengujian s0tting tim0 semen seng IosIat dengan jarum Gillmore.

e. Pengukuran nilai s0tting tim0 dimulai sejak awal pencampuran hingga
semen s0tting.



3

3. Hasil praktikum

Tabel 1. Tabel hasil pengamatan s0tting tim0 pada semen seng IosIat untuk luting dan basis
Percobaan ke-
Setting time
uting Basis
1 12 menit 30 detik 7 menit 35 detik
2 13 menit 10 detik 6 menit 10 detik
3 10 menit 35 detik 6 menit 50 detik
Rata-rata 12 menit 5 detik 6 menit 45 detik


4. Pembahasan
Seng IosIat merupakan semen luting tertua, sehingga seng IosIat memiliki t7ack
70c47/ klinik terbanyak dan bertindak sebagai standar agar dapat dibandingkan dengan
sistem yang lebih baru. (Anusavice, K.J 2003)
Meskipun /0ntal c0m0nt hanya digunakan dalam kuantitas yang kecil, namun /0ntal
c0m0nt memungkinkan jadi material terpenting di dalam klinik kedokteran gigi karena
dapat diaplikasikan sebagai: (O`Brien W.J, 2002)
1. uting ag0nt untuk mengikat/menguatkan restorasi dan ortodonti di dalam maupun
di luar gigi.
2. avity lin07s dan bas0 untuk melindungi pulpa dan pondasi/dasar dari restorasi.
3. Bahan restorasi.
Kebanyakan /0ntal c0m0nt dijual dalam 2 komponen, yaitu komponen bubuk dan
cairan. (Anusavice K.J, 2003). Kedua komponen bahan /0ntal c0m0nt dapat dijual
dengan pencampuran manual atau yang tercampur secara mekanik dalam kapsul. Semen
terbuat dari reaksi kimia antara komposisi (reaksi asam-basa) atau reaksi-reaksi
polimerisasi komponen monomer. (O`Brien W.J, 2002)
Komposisi bubuk terdiri dari ZnO 90,2, MgO 38,2, SiO
2
1,4, Bi
2
O
3
0,1 dan
BaO,Ba
2
SO
4,
CaO sebesar 0,1. Komposisi cairan terdiri dari H
3
PO
4
38,2, dan H
3
PO
4
yang dicampurkan Al 2,5, Zn 7,1, H
2
O 36. (Craig,2002, 595) Komposisi cairan
terdiri dari 50-60 larutan 5h4s5h47ic aci/ dan sekitar 10 buff07 yang terdiri dari
AlPO
4
dan Zn
3
(PO
4
)
2
. Senyawa ini membentuk IosIat yang menstabilkan pH dari asam
dan mengurangi reaktivitas. (McCabe, 2008,273)
6

Semen seng IosIat sering digunakan untuk penyemenan in/i70ct 70st47ati4n, seperti
c74n dan b7i/g0. Tapi semen ini juga digunakan untuk tumpatan sementara, cavity
bas0s, dan buil/ u5 pada gigi di bawah c74n. (Schmaltz, 2009,141)
Semen akan s0tting dalam waktu 5-7 menit, waktu pencampuran kurang lebih sekitar
4 menit dan memungkinkan lebih lama dengan penggunaan glass slab yang dingin.
(O`Brien W.J 2002). Dua siIat Iisik lain dari semen seng IosIat ini adalah memungkinkan
terjadinya retensi. Protesa bisa tercabut jika batas semen tertekan terlalu kuat. Kelarutan
yang tinggi dapat mengurangi retensi pada semen dan memungkinkan terjadinya tempat
retensi plak. (Anusavice, K.J 2003)
Hasil praktikum menunjukkan bahwa s0tting tim0 dengan interval waktu 5 sampai 7
menit ternyata diperlukan untuk manipulasi semen seng IosIat sebagai basis dengan
waktu pengadukan total adalah selama 30 detik, sesuai dengan instruksi pabrik.
Sedangkan s0tting tim0 untuk manipulasi semen seng IosIat sebagai luting adalah sekitar
12 menit, juga dengan waktu pengadukan total selama 30 detik sesuai instruksi pabrik.
Hal ini tentu tidak persis sesuai dengan teori yang telah dijabarkan di atas. Perbedaan
s0tting tim0 dapat dipengaruhi oleh beberapa Iaktor seperti suhu ruangan maupun glass
slab yang tidak benar-benar diketahui secara pasti, teknik pengadukan atau pun terjadi
kesalahan teknis dari pihak peneliti (seperti kesalahan dalam pengamatan s0tting tim0).
Selain itu, kesalahan teknis dalam pengambilan bubuk dan cairan semen seng IosIat,
serta Iaktor psikis dari operator seperti tegang, tangan gemetaran saat penakaran bahan,
dan lain- lain mungkin juga bisa terjadi.
Manipulasi semen seng IosIat adalah sebagai berikut: (Anusavice K.J 2003, hal 465-
466)
1. Memungkinkan untuk tidak menggunakan alat timbang/ukur proporsi bahan karena
ketepatan konsistensi memungkinkan sedikit perubahan tergantung situasi dalam
klinik.
2. Pencampuran menggunakan kondisi glass slab yang dingin sangat dianjurkan karena
dapat memperpanjang 47king tim0 dan s0tting tim0.
3. Bahan bubuk dibagi dalam beberapa bagian/porsi dan dicampurkan dengan instruksi.
4. Protesa harus diisi dengan cepat sebelum terjadi s0tting.
5. Kelebihan semen dapat dihilangkan setelah semen s0tting.
Ketika bubuk dicampurkan dengan cairan, 5h4s5h47ic aci/ memecahkan permukaan
partikel, melarutkan inc Oxi/0 sehingga melepaskan ion-ion inc menjadi cairan.
Aluminium pada cairan penting untuk pembentukan semen, karena bereaksi dengan
7

5h4s5h47ic aci/ untuk membentuk gel zinc alumin45h4s5hat0 pada bagian partikel yang
tersisa. Jadi, semen yang sudah mengeras membentuk suatu struktur inti, terdiri dari
partikel inc Oxi/0 yang tidak bereaksi, yang menempel dalam matriks zinc
alumin45h4s5hat0 yang tidak berbentuk. (Schmaltz, 2009,141)
Berikut reaksi kimia yang terjadi:

3ZnO 2H
3
PO
4
H
2
O Zn
3
(PO
4
)
2
. 4 H
2
O (McCabe,2008,273)

Reaksi yang terjadi siIatnya cepat dan eksotermik, walau tingkatannya ditentukan
oleh adanya buff07 dalam asam dan proses deaktivasi bubuk inc Oxi/0 yang melibatkan
pemanasan dan pengerasan dengan oksida yang kurang reaktiI lainnya.
(McCabe,2008,273)
angkah pertama yang dilakukan kelompok kami adalah menaburkan bubuk semen
seng IosIat sesuai dengan takaran pabrik pada satu sisi glass slab, lalu membaginya
menjadi 3 bagian. Pada sisi glass slab yang lain diteteskan cairan sesuai aturan pabrik.
Kemudian bagian pertama bubuk dicampurkan dengan cairan selama 10 detik sampai
homogen. Pengadukan dilakukan dengan menekan spatula pada glass slab secara
memutar, membentuk angka 8, dan s570a/ing (meluas). Selanjutnya bagian kedua
ditambahkan, dan diaduk dengan cara yang sama selama 10 detik. Baru kemudian
ditambahkan bagian ketiga dan diulangi proses yang sama. Pengadukan yang dilakukan
secara memutar, membentuk angka delapan, dan s570a/ing atau meluas bertujuan agar
semen bersiIat homogen. Selain itu juga mengurangi panas yang diakibatkan oleh reaksi
eksotermis.
Pada proses manipulasi ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Untuk
mengatasi reaksi eksotermis yang siIatnya merugikan, manipulasi resin komposit
dilakukan pada glass slab dingin. Pencampuran pada area glass slab yang dingin dan
luas akan mengurangi pemanasan. lass slab harusnya didinginkan agar dapat
mengurangi panas secara eIektiI, tetapi tidak boleh di bawah titik embun (kurang lebih
15
o
C). Hal ini akan menimbulkan kondensasi air yang mengurangi s0tting tim0. (Hatrick,
2003, 181)
Berdasarkan dari kegunaannya semen seng IosIat dapat di gunakan sebagai luting dan
juga basis. Konsistensi semen untuk luting lebih encer daripada basis karena perbedaan
rasio, untuk menciptakan konsistensi yang padat berarti memerlukan jumlah bubuk yang
lebih besar.
8

Komposisi luting dan basis berbeda. Rasio bubuk : cairan untuk basis sesuai dengan
aturan pabrik adalah 3,5:1. (McCabe,2008, 273) Konsistensi basis bersiIat s0c4n/a7y
c4nsist0ncy adalah kental, 5utty-lik0 dapat dikondensasi dan dibulatkan. Cocok sebagai
th07mal insulat47 dan mendukung restorasi. (Hatrick, 2003, 174)
Sedangkan luting adalah penyemenan dua komponen menjadi satu, seperti inlays
c74n b7i/g0 v0n007s dan 47th4/4ntic b7ack0t (ban/ 54sts 5in). Untuk luting,
campuran yang dibutuhkan adalah cairan yang lebih encer, dengan rasio bubuk : cairan
lebih rendah. Sedangkan basis adalah lapisan tipis semen yang digunakan untuk
melindungi gigi dari iritasi kimia dan suhu. (Hatrick, 2003, 173)
Adanya perbedaan rasio berarti berpengaruh pula pada s0tting tim0-nya. Berdasarkan
dari percobaan semen seng IosIat untuk luting memerlukan waktu lebih lama untuk
s0tting daripada semen untuk basis. Dapat dilihat dari tabel hasil praktikum, s0tting tim0
rata-rata yang dibutuhkan untuk basis adalah sekitar 6 menit 45 detik. Sedangkan s0tting
tim0 rata-rata yang dibutuhkan untuk luting adalah sekitar 12 menit 5 detik. Hal ini
disebabkan perbedaan rasio. Dengan takaran bubuk yang sama, namun memiliki jumlah
tetes cairan yang berbeda (untuk luting 3 tetes dan basis 2 tetes), yang berarti rasio bubuk
pada basis lebih besar, hal tersebut yang membuat s0tting tim0 basis lebih cepat.


5. Kesimpulan

1. Konsistensi semen semen seng IosIat sebagai luting lebih encer daripada konsistensi
semen seng IosIat sebagai basis.
2. $0tting tim0 semen seng IosIat sebagi luting lebih lama daripada s0tting tim0 semen
seng IosIat sebagai basis.









9

6. Daftar Pustaka

Anusavice, Kenneth J. 2003. !hilli5s $ci0nc0 4f D0ntal Mat07ials. 11
th
Ed. WB.
Saunders Co. Pp:445-466
Hatrick CD, Eakle WS, Bird WF. 2003. D0ntal Mat07ial. linical A55licati4n f47 D0ntal
Assistants an/ D0ntal hygi0nist. Saunders. Elsevier Science imited. Philadelphia,
ondon.
McCabe, JF and Walls, AWG. 2008. A55li0/ D0ntal Mat07ial. 9
th
Ed. Munksgraad.
Blackwell.
O`Brien, William J. 2002. D0ntal Mat07ials an/ Th0i7 $0l0cti4n. 3
th
Ed. Quintessence
Pub. Co. Pp:132-135
Schmalz, Arenholt-Bindslev. 2009. Bi4c4m5atibility 4f D0ntal Mat07ials. 16
th
Ed.
German. Elsevier.