Hyperosmolar Hyperglycemic State (HHS)
DEFENISI
Merupakan komplikasi akut dari diabetes mellitus selain ketoasidosis diabetikum
HHS ditandai dengan hiperglikemia, hiperosmolar, tanpa disertai ketosis serta disertai
gejala dehidrasi berat
ETIOLOGI
HHS disebabkan karena komplikasi akut dari DM tipe 2
Faktor pencetus HHS dibagi menjadi 6 kategori, yaitu :
1. Infeksi (sepsis)
2. Pengobatan (imunosupresan, Fenitoin, Glukokortikoid, diuretic)
3. Ketidakpatuhan
4. DM yang tidak terdiagnosis
5. Penyalahgunaan obat
6. Penyakit penyerta (stroke, infark miokardium, gagal jantung, gagal ginjal)
ANAMNESIS DAN PEMERIKSAAN FISIK
Lemah
Poliuria, Polidipsia
Perubahan status mental (disorientasi hingga koma)
Tanda dehidrasi berat (turgor yang buruk, mukosa kering, mata cekung, akral dingin, nadi
cepat dan lemah)
Gangguan neurologis (Hemiparesis, kejang)
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Kadar glukosa darah ≥600 mg/dL
Elektrolit osmolaritas serum efektif ≥320 mOSm/kg, anion gap <12
Analisa gas darah pH arteri >7,3 ; kadar bikarbonat >15 mEq/L
Urinalisis Ketonuria minimal, glukosuria
EKG mengidentifikasi infark miokardium (factor presipitat pada HHS)
Fungsi ginjal
Darah rutin
DIAGNOSIS BANDING
Ketoasidosis Diabetikum
Hipoglikemia
Diabetes Insipidus
Infark miokardium
Perbandingan KAD dan HHS
Variabel KAD HHS
Ringan Sedang Berat
Kadar Glukosa >250 >250 >250 >600
Plasma (mg/dL)
Kadar pH arteri 7,25-7,30 7,00-7,24 <7,00 >7,30
Kadar Bikarbonat 15-18 10-<15 <10 >15
Serum (mEq/L)
Keton pada urin Positif Positif Positif Sedikit/negatif
atau serum*
Osmolaritas Serum Bervariasi Bervariasi Bervariasi >320
Efektif
(mOsm/kg)**
Anion gap*** >10 >12 >12 Bervariasi
Kesadaran Sadar Sadar, mengantuk Stupor, koma Stupor, koma
*Metode reaksi Nitroprusida
**Menghitung osmolaritas serum efektif : 2x[Jumlah Na(mEq/L)] + glukosa darah (mg/dL)/18
***Menghitung anion gap: (Na+) – (Cl- + HCO3-) dalam mEq/L