MAKALAH KOMUNITAS 1
KONSEP DASAR KEPERAWATAN KOMUNITAS
Disusun oleh
Ayu Maharani Mardhotillah (14201.14.22012)
Isvina Mardhotillah Masruro (14201.14.22012)
Eny Puspiya Sari (14201.16.24116)
PROGRAM STUDI KEPERWATAN
FAKULTAS KESEHATAN UNIVERSITAS HAFSHAWATY
ZAINUL HASAN GENGGONG – PROBOLINGGO
2024
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa dan
Rahmat, serta Nikmat sehat sehingga penyusunan makalah untuk
memenuhi tugas dapat selesai sesuai dengan yang di harapkan. Puji
syukur serta salam selalu tercurahkan kepadan Tuhan yang Maha Esa dan
semoga kita selalu berpegang teguh pada ajarannya. Penyusunan
makalah ini tentu jabatannya selalu mengiringi namun atas bantuan,
dorongan dan bimbingan dari orang tua, dosen pembimbing dan teman-
teman yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu, tidak lupa saya
ucapakan banyak terimakasih kepada
1. KH.Muhammad Hasan Mutawakkil Alallah, SH, MM. selaku pembina
Yayasan Pondok Pesantren Zainul Hasan Probolinggo.
2. Dr. H. Nur Hamim, S.KM.,S.Kep.Ns.,M. Kes selaku ketua Universitas
Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Probolinggo
3. Bapak Nafolion Nur Rahmat, S.Kep.,N.Kep,Selaku Kepala Prodi
Sarjana Keperawatan STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan
Probolinggo
4. Dr. Ro’isah,S.kep.,Ns.,M,Kes.selaku Dosen Pembimbing Mata Kuliah
keperwatan komunitas 1
Karena tanpa dukungan dan bimbingan dari beliau makalah ini tidak
akan terselesaikan. Seiring doa semoga semua kebaikan yang telah di
berikan kepada kami mendapatkan balasan yang berlipat gandadari Allah
SWT. Harapan penulis,semoga makalah ini dapat bermanfaat baik untuk
siri sendiri dan para pembaca untuk dijadikan referensi.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan.
Oleh sebab itu, Kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat
membangun dari pembacanya untuk kesempurnaan makalah ini.
Genggong. 14 september 2024
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Seiring berkembangnya zaman dan ilmu pengetahuan di bidang kesehatan, serta
bertambahnya penduduk dan masyarakat maka, maka perlu adanya perawat kesehatan
komunitas yang dapat melayani masyarakat dalam dalam hal pencegahan, pemeliharaan,
promosi kesehatan dan pemulihan penyakit, yang bukan saja ditujukan kepada individu,
keluarga, tetapi juga dengan masyarakat dan inilah yang disebut dengan keperawatan
komunitas.
Keperawatan komunitas ditujukan untuk mempertahankan dan meningkatkan
kesehatan serta memberikan bantuan melalui intervensi keperawatan sebagai dasar
keahliannya dalam membantu individu, keluarga, kelompok dan masyarakat dalam
mengatasi berbagai masalah keperawatan yang dihadapinya dalam kehidupan sehari-hari
(Ferry Efendi dan Makhfudli, 2009). Keperawatan komunitas lebih menekankan kepada
upaya peningkatan kesehatan dan pencegahan terhadap berbagai gangguan kesehatan
dengan tidak melupakan upaya-upaya pengobatan, perawatan, serta pemulihan bagi yang
sedang menderita penyakit maupun dalam kondisi pemulihan terhadap penyakit (Wahit
Iqbal dkk, 2011). Dari penjelasan diatas maka kelompok tertarik membahas mengenai
konsep keperawatan komunitas.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa definisi keperawatan komunitas ?
2. Apa saja tujuan keperawatan komunitas ?
3. Siapa saja sasaran keperawatan komunitas ?
4. Bagaimana pelayanan keperawatan komunitas ?
5. Bagaimana strategi keperawatan komunitas ?
C. TUJUAN
a) Tujuan Umum
Adapun tujuan umumnya adalah untuk memenuhi tugas keperawatan komunitas
1.untuk memberi pengetahuan kepada mahasiswa mengenai bagaimana konsep teori
keperawatan komunitas dan bagaimana asuhan keperawatan komunitas.
b) Tujuan khusus
1. Untuk mengetahui definisi keperawatan komunitas
2. Untuk mengetahui apa saja tujuan keperawatan komunitas
3. Untuk mengetahui Siapa saja sasaran keperawatan komunitas
4. Untuk mengetahui Bagaimana pelayanan keperawatan komunitas
5. Untuk mengetahui Bagaimana strategi keperawatan komunitas
D. MANFAAT
a) Adapun manfaat dari makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Bagi Mahasiswa
Sebagai bahan materi atau referensi pembelajaran dan menambah pengetahuan
khususnya mengenai asuhan keperawatan komunitas
2. Bagi Institusi Pendidikan
Sebagai referensi bagi institusi Pendidikan khususnya prodi keperawatan
universitas hafshawaty
BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi Keperawatan Komunitas
Komunitas berarti sekelompok individu yang tinggal pada wilayahtertentu, memiliki
nilai-nilai keyakinan dan minat yang relative sama, serta berinteraki satu sama lain untuk
mencapai tujuan. (Mubarak & Chayatin,2009). Keperawatan komunitas merupakan suatu
sintesis dari praktikkeperawatan dan praktik kesehatan masyarakat yang diterapkan
untukmeningkatkan serta memelihara kesehatan penduduk. Sasaran darikeperawatan
kesehatan komunitas adalah individu yaitu balita gizi buruk,ibu hamil resiko tinggi, usia
lanjut, penderita penyakit menular. Sasarankeluarga yaitu keluarga yang termasuk rentan
terhadap masalah kesehatandan prioritas. Sasaran kelompok khusus, komunitas baik yang
sehat maupunsakit yang mempunyai masalah kesehatan atau perawatan (Ratih DwiAriani,
2015)
Keperawatan Komunitas adalah pelayanan keperawatan profesional yang ditujukan
kepada masyarakat dengan pendekatan pada kelompok resiko tinggi dalam upaya
pencapaian derajat kesehatan yang optimal melalui pencegahan penyakit dan peningkatan
kesehatan dengan menjamin keterjangkauan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan dan
melibatkan klien sebagai mitra dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pelayanan
keperawatan. Pelayanan Keperawatan Komunitas adalah seluruh masyarakat termasuk
individu, keluarga dan kelompok yang beresiko tinggi seperti keluarga penduduk didaerah
kumuh, daerah terisolasi dan daerah yang tidak terjangkau termasuk kelompok bayi, balita,
lansia dan ibu hamil (Veronica, Nuraeni, & Supriyono, 2017).
B. Tujuan Keperawatan Komunitas
Tujuan keperawatan komunitas adalah untuk pencegahan dan peningkatan kesehatan
masyarakat melalui upaya-upaya sebagai berikut:
1. Pelayanan keperawatan secara langsung (direct care) terhadap individu, keluarga,
kelompok, dalam kontekskomunitas
2. Perhatian langsung terhadap kesehatan seluruh masyarakt (health general community)
dengan mempertimbangkan permasalahan atau isu kesehatanmasyarakat yang dapat
mempengaruhi keluarga, individu dankelompok
Selanjutnya secara spesifik diharapkan individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat
mempunyai kemampuan untuk:
1. Mengidentifikasi masalah kesehatan yang dialami
2. Menetapkan masalah kesehatan dan memprioritaskan masalahtersebut
3. Merumuskan serta memecahkan masalahkesehatan
4. Menanggulangi masalah kesehatan yang merekahadapi
5. Mengevaluasi sejauh mana pemecahan msaalah yang mereka hadapi. yang akhirnya
dapat meningkatkan kemampuan dalam mempelihara kesehatan secara mandiri (selfcare)
C. Sasaran keperawatan komunitas
Fokus utama kegiatan pelayanan keperawatan kesehatan komunitas adalah
meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keperawatan, membimbing dan mendidik
individu, keluarga, kelompok, masyarakat untuk menanamkan pengertian, kebiasaan dan
perilaku hidup sehat sehingga mampu memelihara dan meningkatkan derajad
kesehatannya.
Sasaran Keperawatan Kesehatan Komunitas (Depkes, 2006)
1. Sasaran individu
Sasaran priotitas individu adalah balita gizi buruk, ibu hamil risiko tinggi, usia lanjut,
penderita penyakit menular (TB Paru, Kusta, Malaria, Demam Berdarah, Diare, ISPA
Pneumonia) dan penderita penyakit degeneratif.
2. Sasaran keluarga
Sasaran keluarga adalah keluarga yang termasuk rentan terhadap masalah kesehatan
(vulnerable group) atau risiko tinggi (high risk group), dengan prioritas:
a) Keluarga miskin belum kontak dengan sarana pelayanan kesehatan (Puskesm dan
jaringannya) dan belum mempunyai kartu sehat.
b) Keluarga miskin sudah memanfaatkan sarana pelayanan kesehatan mempunyai
masalah kesehatan terkait dengan pertumbuhan dan perkembangan balita, kesehatan
reproduksi, penyakitmenular.
c) Keluarga tidak termasuk miskin yang mempunyai masalah kesehatan prioritas serta
belum memanfaatkan sarana pelayanan kesehatan.
3. Sasaran kelompok
Sasaran kelompok adalah kelompok masyarakat khusus yang rentan terhadap
timbulnya masalah kesehatan baik yang terikat maupun tidak terikat dalam suatu institusi.
a) Kelompok masyarakat khusus tidak terikat dalam suatu institusi antaralain Posyandu,
Kelompok Balita, Kelompokibuhamil, Kelompok Usia Lanjut, Kelompok penderita
penyakit tertentu, kelompok pekerja informal.
b) Kelompok masyarakat khusus terikat dalam suatu institusi, antara lain sekolah,
pesantren, panti asuhan, panti usia lanjut, rumah tahanan (rutan), lembaga
pemasyarakatan(lapas).
4. Sasaran masyarakat
Sasaran masyarakat adalah masyarakat yang rentan atau mempunyai risiko tinggi
terhadap timbulnya masalah kesehatan, diprioritaskan pada a. Masyarakat di suatu wilayah
(RT, RW, Kelurahan/Desa) yang mempunyai:
1) Jumlah bayi meninggal lebih tinggi di bandingkan daerahlain
2) Jumlah penderita penyakit tertentu lebih tinggi dibandingkan daerahlain
3) Cakupan pelayanan kesehatan lebih rendah dari daerah lain
4) Masyarakat di daerah endemis penyakit menular (malaria, diare demam berdarah.dll)
5) Masyarakat di lokasi/barak pengungsian, akibat bencana atau akibatlainnya
D. Pelayanan Keperawatan Kesehatan Komunitas
Menurut Depkes (2006) Pelayanan keperawatan kesehatan komunitas dapat diberikan
secara langsung pada semua tatanan pelayanan kesehatan. yaitu:
1) Di dalam unit pelayanan kesehatan (Rumah Sakit, Puskesmas, dll) yang mempunyai
pelayanan rawat jalan dan rawat inap
2) Di rumah Perawat "home care" memberikan pelayanan secara langsung pada keluarga
di rumah yang menderita penyakit akut maupun kronis. Peran home care dapat
meningkatkan fungsi keluarga dalam merawat anggota keluarga yang mempunyai
resiko tinggi masalah kesehatan.
3) Di sekolah Perawat sekolah dapat melakukan perawatan sesaat (day care) diberbagai
institusi pendidikan (TK, SD, SMP, SMA, dan Perguruan tinggi, guru dan karyawan).
Perawat sekolah. melaksanakan program screening kesehatan, mempertahankan
kesehatan, dan pendidikan kesehatan
4) Di tempat kerja/industri Perawat dapat melakukan kegiatan perawatan langsung
dengan kasus kesakitan kecelakaan minimal di tempat kerja/kantor, home industri
industri, pabrik dll. Melakukan pendidikan kesehatan untuk keamanan dan
keselamatan kerja, nutrisi seimbang. penurunan stress, olah raga dan penanganan
perokok serta pengawasan makanan.
5) Di barak-barak penampungan Perawat memberikan tindakan perawatan langsung
terhadap kasus akut, penyakit kronis, dan kecacatan fisik ganda, dan mental.
6) Dalam kegiatan Puskesmas keliling Pelayanan keperawatan dalam puskesmas keliling
diberikan kepada individu, kelompok masyarakat di pedesaan, kelompok terlantar.
Pelayanan keperawatan yang dilakukan adalah pengobatan sederhana, screening
kesehatan, perawatan kasus penyakit akut dan kronis, pengelolaan dan rujukan kasus
penyakit.
7) Di Panti atau kelompok khusus lain, seperti panti asuhan anak, panti wreda, dan panti
sosial lainya serta rumah tahanan (rutan) atau lembaga pemasyarakatan (Lapas).
8) Pelayanan pada kelompok kelompok resikotinggi
a) Pelayanan perawatan pada kelompok wanita, anak-anak, lansia mendapat
perlakukankekerasan
b) Pelayanan keperawatan di pusat pelayanan kesehatanjiwa
c) Pelayanan keperawatan dipusat pelayanan penyalahgunaanobat
d) Pelayanan keperawatan ditempat penampungan kelompok lansia, gelandangan
pemulung pengemis, kelompok penderita HIV (ODHA/Orang Dengan Hiv-Aids),
danWTS
e) Fokus utama kegiatan pelayanan keperawatan kesehatan komunitas adalah
meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keperawatan, membimbing dan
mendidik individu, keluarga, kelompok, masyarakat untuk menanamkan
pengertian, kebiasaan dan perilaku hidup sehat sehingga mampu memelihara dan
meningkatkan. derajad kesehatannya
E. Strategi Intervensi Keperawatan Komunitas
1. Proses kelompok (group process)
Seseorang dapat mengenal dan mencegah penyakit, tentunya setelah belajar dari
pengalaman sebelumnya, selain dari faktor pendidikan/ pengetahuan individu, media
massa, televisi, penyuluhan yang dilakukan oleh petugas kesehatan, dan sebagainya.
Begitu juga dengan masalah kesehatan lingkungan sekitar masyarakat, tentunya
gambaran penyakit yang paling sering mereka temukan sebelumnya sangat
memengaruhi upaya penanganan atau pencegahan penyakit yang mereka lakukan. Jika
masyarakat sadar bahwa penanganan yang bersifat individual tidak akan mampu
mencegah, apalagi memberantas penyakit tertentu, maka mereka telah melakukan
pendekatan pemecahan masalah kesehatan menggunakan proses kelompok.
2. Pendidikan kesehatan (health promotion)
Pendidikan kesehatan adalah proses perubahan perilaku yang dinamis, dimana
perubahan tersebut bukan sekedar proses transfer materi teori dari seseorang ke orang
lain dan bukan pula seperangkat prosedur. Akan tetapi, perubahan tersebut terjadi
adnya kesadaran dari dalam diri individu, kelompok atau masyarakat sendiri. Tujuan
utama pendidikan kesehatan adalah agar seorang mampu:
a) Menetapkan masalah dan kebutuhan mereka sendiri:
b) Memahami apa yang dapat mereka lakukan terhadap maslaahnya, dengan
sumberdaya yang ada pada mereka dan di tambah dengan dukungan dariluar
c) Memutuskan kegiatan yang paling tepat guna, untuk meningkatkan taraf hidup
sehat dan kesejahteraanmasyarakat.
Sedangkan tujuan dari pendidikan kesehatan menurut Undang- Undang Kesehatan No.
23 Tahun 1992 maupun WHO yaitu "meningkatkan kemampuan masyarakat untuk
memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan baik fisik, mental, dan sosialnya:
sehingga produktif secara ekonomi maupun secara social.
3. Kerja Sama (PartnerShip)
Berbagai persoalan kesehatan yang terjadi dalam lingkungan masyarakat jika tidak di
tangani dengan baik akan menjadi ancaman bagi lingkungan masyarakat luas. Oleh
karena itu, kerja sama sangat dibutuhkan dalam upaya mencapai tujuan asuhan
keperawatan komunitas, melalui upaya ini berbagai persoalan di dalam lingkungan
masyarakat akan dapat diatasi dengan lebih cepat
BAB III
PENUTUP
F. KESIMPULAN
Keperawatan Komunitas adalah pelayanan keperawatan profesionalyang ditujukan
kepada masyarakat dengan pendekatan pada kelompokresiko tinggi dalam upaya pencapaian
derajat kesehatan yang optimalmelalui pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan
denganmenjamin keterjangkauan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan danmelibatkan klien
sebagai mitra dalam perencanaan, pelaksanaan, danevaluasi pelayanan keperawatan.
Pelayanan Keperawatan Komunitasadalah seluruh masyarakat termasuk individu, keluarga
dan kelompokyang beresiko tinggi seperti keluarga penduduk didaerah kumuh,daerah
terisolasi dan daerah yang tidak terjangkau termasuk kelompok bayi, balita, lansia dan ibu
hamil.
Tujuan keperawatan komunitas adalah Pelayanan keperawatan secaralangsung ( direct
care) terhadap individu, keluarga, kelompok, dalamkonteks komunitas, Perhatian langsung
terhadap kesehatan seluruhmasyarakt (health general community) dengan
mempertimbangkan permasalahan atau isu kesehatan masyarakat yang dapatmempengaruhi
keluarga, individu dan kelompok .
G .SARAN
Diharapkan mahasiswa dapat menjadikan makalah ini sebagai bahanmateri atau referensi
pembelajaran dan menambah pengetahuan mahasiswakhususnya mengenai Konsep
Keperawatan Komunitas dan Asuhan KeperawatanKomunitas.
DAFTAR PUSTAKA
American Public Health Association. 2004. Diagnostic And Statistical Manua Of Mental
Disorders. Dsm-Iv-Tr: Washington Dc
Anderson, E,.T. 2006.Buku Ajar Keperawatan Komunitas: Teori dan Praktek.
Jakarta: EGC
Depkes, 2006. Pedoman Kegiatan Perawat Kesehatan Masyarakat di Puskesmas.
Jakarta: Direktorat Bina Pelayanan Keperawatan Dan Keteknisan Medik
Effendi & Makhfudli, 2010. Komunikasi Teori Dan Praktek.
Jakarta: Pt GrasindoRosda karya
Kemenkes RI, 2013. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2013
. Jakarta: KemenkesRI
Kusnanto,2009.Pengantar Profesi dan Praktik Keperawatan Professional
.Jakarta: EGC
Mubarak & Chayatin, 2009. Keperawatan Kesehatan Masyarakat : Teori Dan Praktek
Dalam Keperawatan.
Jakarta: Salemba Medika
Mubarak, Dkk., 2012. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Salmba Medika
Padila, 2012. Buku Ajar Keperawatan Keluarga. Yogyakarta: Nuha Medika
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat
Ratih Dwi Ariani, 2015. Efektivitas Senam Ergonomic Terhadap Penurunan
Kadar Gula. E-Jurnal
Satria negara, M Fais. 2014. Organisasi Dan Manajemen Pelayanan KesehatanTeori dan
Aplikasi dalam Pelayanan Puskesmas dan Rumah Sakit
. Jakarta:Salemba MedikaSetiadi, 2008
Konsep dan Proses Keperawatan Keluarga. Yogyakarta : GrahaIlmu