Anda di halaman 1dari 5

Konsentrasi Krisis Misel Zat pengaktif permukaan (surfaktan) dalam larutan encer bersifat sebagai zat terlarut normal.

Untuk larutan dengan konsentrasi tinggi/ larutan pekat, maka akan terjadi perubahan mendadak pada beberapa sifat fisik seperti: tekanan osmosis, turbiditas, daya hantar listrik dan tegangan muka. Surfaktan dan zat aktif permukaan merupakan spesies yang aktif pada antarmuka antara dua fase, seperti antarmuka antara fase hidrofil dan hidrofob. Surfaktan berakumulasi pada antarmuka, dan mengubah tegangan permukaan Koloid terdiri dari koloid anionic, kationik dan non ionic. Surfaktan termasuk micelles anion yang umumnya merupakan suatu garam.. Dan pada temperature tinggi, dapat menaikkan cmc dan tidak terjadi lagi micelles. Tetapi dengan adanya elektrolit dapat merendahkan cmc. Banyak koloid anionic yang mrupakan emulgator, detergent dan stabilizer dispersi koloid yang baik Surfaktan (sabun) merupakan salah satu contoh koloid asosiasi. Sabun merupakan molekul organic yang terdiri dari dua kelompok gugus.Gugus pertama, dinamakan liofolik (hidrofob bila medium pendespersinya adalah air) yang berarti benci air dan gugus kedua,dinamakan liofilik (hidrofilik bila medium pendespirsinya air) yang mempunyai arti suka air.Pada sabun, gugus hidrofilik memiliki afinitas yang sangat kuat terhadap medium air, sedangkan gugus hidrofob bergabung dengan gugus hidrofob dari molekul sabun lain membentuk agregat yang dinamakan misel. Misel-misel ini dapat terdiri dari 100 molekul. Gugus-gugus hidrofob akan berkumpul dibagian dalam misel, sedangkan gugus hidrofilik akan berada diluar Misel adalah kumpulan molekul berukuran koloid, walaupun tidak ada tetesan lemak. Hal ini, disebabkan oleh adanya ekor hidrofobnya cenderung berkumpul, dan kepala hidrofilnya memberikan perlindungan. Dan misel merupakan penggabungan (agregasi dari ion ion surfaktan), dimana rantai hidrokarbon yang lipofil akan menuju ke bagian dalam misel, meninggalkan gugus hidrofil yang berkontak dengan medium air. Misel hanya terbentuk diatas konsentrasi misel kritis (CMC) dan di atas temperature Kraft Fenomena terbentuknya misel dapat diterangkan, yaitu dibawah konsentrasi kritis misel, konsentrasi surfaktan (sabun) yang mengalami adsorpsi pada antar muka bertambah jika konsentrasi surfaktan total dinaikkan. Akhirnya tercapailah suatu titik dimana baik antar muka
1

maupun dalam cairan menjadi jenuh dengan monomer keadaan inilah yang disebut KKN jika sulfaktan terus bertambah lagi hingga berlebihan, maka mereka akan beragregasi terus membentuk misel.Pada peristiwa ini tenaga bebas system berkurang Pembentukan misel dapat terjadi pada konsentrasi diatas kkm untuk mengetahui harga kkm yang paling tepat diperlukan tabel entalpi, karena entalpi sangat erat kaitannya dengan kkm. Jika konstanta kesetimbangan k, dan perubahan energy standart = G0, maka untuk miselisasi 1 mol zat pemantap sesuai dengan persamaan berikut: Pada kkm x = 0 dan G0 = RT ln (kkm) Termodinamika terbentuknya misel menunjukan bahwa entalpi pembentukan dalam system air mungkin positif ( jadi, pembentukan tersebut endotermik ) dengan H 1-2 kJ per mol satuan surfaktan. Pembentukan misel di atas, CMC menunjukkan bahwa perubahan entropi yang menyertai pembentukannya pasti positif, dan pengukuran menghasilkan nilai sekitar +140 Jk -1 mol-1 pada temperature kamar. Perubahan entropi yang positif walaupun molekul itu berkumpul, menunjukkan adanya kontribusi pelarut pada entropi molekul akan lebih bebas bergerak setelah molekul pelarut terkumpul menjadi kumpulan kecil. Hal ini masuk akal, karena tiap molekul terlarut individual terkurung dalam pelarut yang teratur, tetapi setelah sel misel terbentuk, molekul pelarut hanya perlu membentuk satu kurungan yang lebih besar. Kenaikan energi ketika gugus hidrofob berkumpul dan mengurangi tuntutan strukturnya pada pelarut, merupakan asalusul antaraksi hidrofob yang akan menstabilkan pengelompokan gugus hidrofob dalam makromolekul biologis. Antaraksi hidrofob merupakan contoh dari proses keteraturan, yang distabilkan oleh kecenderungan menuju ketakteraturan pelarut yang lebih besar http://rega42.wordpress.com/2010/12/07/konsentrasi-krisis-misel/ Misel merupakan penggabungan (agregasi dari ion ion surfaktan), dimana rantai hidrokarbon yang lipofil akan menuju ke bagian dalam misel, meninggalkan gugus hidrofil yang berkontak dengan medium air. Konsentrasi dimana misel mulai terbentuk disebut konsentrasi kritis misel kkm. Surfaktan adalah molekul amfifilik yang mempunyai sifat hidrofobik dan hidrofilik. Molekul surfaktan secara umum mempunyai ekor berupa rantai hidrokarbon panjang yang larut dalam
2

hidrokarbon dan pelarut non polar lain, dan kepala hidrofilik yang larut dalam pelarut polar (misalnya air). Salah satu sifat khas surfaktan adalah pembentukan misel, yaitu fenomena penting yang mempengaruhi sifat permukaan seperti detergensi, solubilisasi dan tegangan permukaan. Misel adalah struktur bulat dengan diameter sekitar 5 nm yang terbentuk dari monomer-monomer surfaktan. Bagian dalam misel tersusun dari rantai hidrokarbon surfaktan sedangkan bagian luar misel tersusun dari kepala ioniknya. Keseimbangan antara kecenderungan pembentukan struktur misel dan tolakan kepala ionic pada permukaan menentukan karakter larutan surfaktan dan Konsentrasi Kritis Misel (KKM) atau Critical Micelle Concentration (CMC). Sabun adalah surfaktan yang digunakan dengan air untuk mencuci dan membersihkan. Sabun biasanya berbentuk padatan tercetak yang disebut batang karena sejarah dan bentuk umumnya. Penggunaan sabun cair juga telah telah meluas, terutama pada sarana-sarana publik. Jika diterapkan pada suatu permukaan, air bersabun secara efektif mengikat partikel dalam suspensi mudah dibawa oleh air bersih. Di negara berkembang, deterjen sintetik telah menggantikan sabun sebagai alat bantu mencuci.

Konsentrasi kritis misel Molekul sabun dapat berkumpul sebagai misel, yaitu kumpulan molekul berukuran koloid, walaupun tidak ada tetesan lemak. Hal ini disebabkan ekor hidrofobnya cenderung berkumpul dan kepala hidrofilnya memberikan perlindungan. Misel hanya terbentuk diatas konsentrasi misel kritis (CMC) dan diatas temperatur Kraft. Molekul surfaktan nonionik dapat berkumpul dalam kerumunan 1000 atau lebih, tetapi spesies ionik terganggu oleh tolakan elektrostatik antara gugus kepala, sehingga biasanya terbatas sampai antara 10 dan 100 molekul. Populasi misel sering bersifat polidispersi, dan ukuran misel individual bervariasi dengan konsentrasi. Walaupun misel bulat juga ada, tetapi umumnya didekat CMC bentuknya bulat pipih, dan pada konsentrasi lebih tingi berbantuk seperti batang. Bagian dalam misel menyerupai tetesan minyak dan resonansi magnet menunjukkan bahwa ekor hidrokarbon itu mobil tetapi sedikit lebih terbatas dari pada didalam bagian terbesar larutannya. Misel ini penting dalam industri dan biologi disebabkan oleh fungsi pelarutannya, materi dapat ditransportasikan oleh air setelah materi itu melarut dalam hidrokarbon dari misel. Dengan alas an inilah, sitem misel digunakan sebagai deterjen, pembawa obat, sitesis organik, pengapungan buih, dan penemuan minyak bumi

Penambahan K-oleat kedalam air, pada suhu 50oC akan menurunkan tegangan muka air. Bila penambahan dilakukan terus, maka pada konsentrasi 0,0035 molar, air tidak turun lagi dan berharga 30 dyne cm-1. Hal ini juga terlihat pada sifat-sifat fisika lainnya, yaitu : - Tekanan osmose - Daya hantar - Turbiaty - Volume larutan spesifik Hal diatas disebabkan karena ion oleat membentuk cluster (gumpalan) yang disebut micelles. Konsentrasi pada saat mulainya terjadi micelles disebut critical micellization concentration (CMC). Dibawah CMC oleat berbentuk ion, diatas CMC berbentuk micelles, yang mempunyai ukuran koloid. Perubahan ini bersifat reversible. Koloid seperti diatas disebut asosiasi koloid, ini meliputi : - Sabun-sabun - Alkil sufat tinggi - Garam anina tinggi - Alkil sulfonat tinggi - Zat-zat warna tertentu - Ester gliserol tinggi - Polietilena oksida Sabun, alkil sulfat, dan alkil sufonat termasuk micelles anion, garam amina termasuk micelles kation sedang polietilena oksida termasuk micellis non ionik Cara penggolongan koloid yang lebih umum adalah sebagai berikut : 1. Dipersi koloid : sitemini secara termodinamik tidak stabil karena nisbah permukaan volume yang sangat besar. 2. Larutan koloid sejati : yang terdiri dari larutan dengan zat terlarut yang berat molekulnya tinggi (makromolekul seperti protein, karbohidrat, dan sebagainya). Sistem ini secara dinamik stabil. 3. Koloid asosiasi (Association Colloid) kadang-kadang dinamakan koloid elektrolit (Coloidal Electrolyte). Sistem ini terdiri dari molekol-molekul yang berat molekulnya rendah yang beragregasi membentuk pertikel berukuran koloid. Sistem ini juga stabil secara termodinamik. Contoh dari koloid asosiasi adalah sabun dan deterjen. Sabun dan deterjen merupakan molekul
4

organic yang terdiri dari dua kelompok gugus. Gugus pertama, dinamakan liofilik (atau hidrofilikbila medium pendispersinya air) yang mempunyai arti suka akan pelarut dan gugus kedua, dinamakan liofolik (atau hidrofobik bila medium pendispersinya adalah air) yang berarti tidak menyukai pelarut. Pada sabun, gugus hidrofilik memiliki afinitas yang sangat kuat terhadap medium air, sedangkan gugs hidrofobik bergabung dengan gugus hidrofobik dari molekul sabun lain membentuk agregat yang dinamakan misel. Misel-misel ini dapat terdiri dari seratus molekul. Gugus-gugus hidrofobik akan terkumpul dibagian dalam misel, sedangkan gugus hidrofilik akan berada diluar

Koloid dapat dibedakan sebagai (1) partikel kecil yang mempunyai struktur yang sama seperti padatan atau cairan ruahnya, (2) agregat yang terbentuk dari molekul lebih kecil, dan (3) molekul yang demikian besar ukurannya sehingga dimensinya ada dalam daerah ukuran koloid. Dispersi zat padat yang sangat halus, sepert emas, atau cairan, seperti benzena, adalah contoh jenis pertama. Sabun dan deterjen adalah contoh jenis kedua. Zatnya terdiri dari molekul organik, dengan bagian hidrofob (benci air) dan hidrofil (suka air), yang beragregasi membentuk misel. Misel-misel ini, yang dapat mengandung sampai 100 molekul banyaknya, tersusun dengan bagian hidrofob kedalam dan bagian hidrofil keluar. Protein dan polimer tinggi adalah contoh jenis ketiga. Zat-zat yang terdiri dari molekul yang saling terikat oleh ikatan kovalen ; karakteristik yang dipunyainya, yang sama dengan partikel koloid adalah ukurannya. Protein dan makromolekul biologi lainnya seperti asam deoksinukleat (DNA) penting untuk dapat mengerti proses kimia yang terjadi dalam organism hidup. Polimer tinggi sitetik makin bertambah kepentingannya dalam industri www.scribd.com/doc/51135537/konsentrasi-kritis-misel