BAB II
RANCANGAN PROGRAM MAHASISWA WIRAUSAHA
1. LATAR BELAKANG
Mahasiswa, pada umumnya mengikuti proses perkuliahan dengan tujuan untuk
mendapatkan pekerjaan setelah lulus, baik pada instansi pemerintahan maupun swasta.
Namun, dengan tidak seimbangnya rasio jumlah lapangan pekerjaan dan pencari kerja,
mengakibatkan lulusan perguruan tinggi kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan.Hal ini
menyebabkan penigkatan jumlah pengangguran di Indonesia.
Kondisi tersebut tentunya sangat merugikan masyarakat maupun pemerintah.Dalam
hal ini, mahasiswa sebagai calon tenaga produktif, baik dalam segi usia, mental maupun
pendidikan, harus mampu berpikir kreatif dan inovatif dalam membaca dan memanfaatkan
peluang dengan menciptakan lapangan pekerjaan sesuai dengan kemampuan yang
dimiliki.
Salah satu pilihan yang paling tepat bagi mahasiswa untuk menyikapi hal tersebut
adalah dengan melakukan wirausaha. Kewirausahaan bagi mahasiswa adalah pilihan yang
tepat karena selain membuka peluang lapangan kerja baru, kewirausahaan secara otomatis
akan dapat mengurangi jumlah pengangguran.
Salah satu pilihan kewirausahaan yang mudah dilakukan dan tidak membutuhkan
modal yang besar adalah usaha kuliner. Selain tidak membutuhkan modal yang terlalu
besar dan relatif mudah dilakukan, usaha kuliner juga sangat potensial untuk bisa
ditingkatkan atau dikembangkan. Salah satunya yaitu kuliner Ice Cream yang membuat
remaja masa kini suka akan berbagai rasanya. Memang banyak penjual Ice Cream maupun
Industri yang memproduksi hanya dengan menggunakan Bahan Baku buah – buahan saja.
Kali ini kami membuat atau memproduksi sebuah Ice Cream yang belum ada dalam
lingkup sekitar. Namanya Ice Cream Lidah Buaya yang kami beri nama “Buaya Darat”.
Asal usul dari nama tersebut kita ambil dari tanaman Lidah Buaya yang hidup di darat.
Tanaman ini mengandung kesehatan yang sangat baik untuk tubuh. Lidah buaya
mempunyai kandungan nutrisi cukup lengkap antara lain vitamin, mineral, asam amino
dan enzim. Banyak kelebihan dan potensi sebagai bahan pangan karena semua bagian dari
tanaman dapat dimanfaatkan. Bagian-bagian lidah buaya yang digunakan antara lain daun
dapat digunakan langsung maupun dalam bentuk ekstrak. Getah daun yang berwarna
kuning dan rasanya pahit digunakan untuk penyembuhan luka. Gel bersifat mendinginkan,
mudah rusak karena mengandung zat aktif dan enzim maka gel sangat sensitif terhadap
suhu, udara dan cahaya serta sangat mudah teroksidasi sehingga berubah warna menjadi
kuning hingga coklat.
Potensi ini sebenarnya sudah mulai dikembangkan namun sampai saat ini belum
termanfaatkan secara maksimal. Berdasarkan hasil penelitian tanaman lidah buaya
mempunyai begitu banyak manfaat untuk kesehatan, maka penggunaan lidah buaya yang
semakin bervariasi akan meningkatkan nilai ekonomi dan selera konsumen terhadap lidah
buaya. Salah satu pengolahan dengan membuat makanan yang diminati yaitu
mengolahnya menjadi es krim lidah buaya.
Es krim merupakan sejenis makanan semi padat yang dibuat dengan cara pembekuan
tepung es krim atau campuran susu, lemak hewani atau nabati, gula dan dengan atau tanpa
bahan makanan lain. Permasalahan yang sering timbul pada proses pembuatan es krim
adalah kecepatan melelehnya yang relatif cepat. Oleh karena itu perlu adanya usaha untuk
mencapai kondisi kecepatan leleh yang sesuai dengan kualitas es krim. Untuk
PROPOSAL PMW 2015 UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN 1
meningkatkan kualitas es krim lidah buaya ditambahkan bahan penstabil, pembentuk gel
(gelling agents) atau bahan pengental yang banyak dimanfaatkan dalam industri makanan.
2. PROGRAM YANG DIUSULKAN
Buaya Darat (Ice Cream Lidah Buaya yang Baik Untuk Kesehatan)
Ice Cream adalah sebuah makanan beku dibuat dari produk susu seperti krim (atau
sejenisnya), digabungkan dengan perasa dan pemanis. Campuran ini didinginkan dengan
mengaduk sambil mengurangi suhunya untuk mencegah pembentukan kristal es besar.
Tradisionalnya, suhu dikurangi dengan menaruh campuran es krim ke sebuah wadah
dimasukkan ke dalam campuran es pecah dan garam. Garam membuat air cair dapat
berada di bawah titik beku air murni, membuat wadah tersebut mendapat sentuhan merata
dengan air dan es tersebut.
Meskipun istilah es krim sering digunakan untuk menunjuk ke “dessert” beku dan
makanan ringan, tapi sebenarnya digunakan unuk menunjuk ke “dessert” beku dan
makanan ringan yang terdiri dari lemak susu. Banyak negara, termasuk Amerika Serikat,
membatasi penggunaan istilah tersebut berdasarkan kuantitas dari bahan dasar makanan
tersebut.
Inti dari usaha ini adalah untuk memberikan inovasi pangan baru yang memiliki nilai
lebih dan menjadi pelopor makanan di Indonesia yang kedepannya mampu bersaing
dengan makanan – makanan di dalam maupun luar negeri.
3. MEKANISME DAN RANCANGAN AKTIVITAS
Mekanisme dan rancangan aktivitas dalam melaksanakan program kewirausahaan ini
dengan 3 tahapan, diantaranya yaitu sebagai pemasok, sebagai produksi, dan sebagai
pemasaran. Untuk tahap itu sendiri kita juga memiliki poin poin yang harus kita rancang
dengan se-rinci mungkin. Untuk tahap pemasok, kita membutuhkan petani atau seseorang
penanam Lidah Buaya yang sesuai dengan produk yang kita buat. Serta bahan pelengkap
pembuatan Ice Cream. Tahap produksi, kita membutuhkan Sumber Daya Manusia sebagai
kelancaran dalam pembuatan Ice Cream. Dan tahap pemasaran, kita juga membutuhkan
banyak SDM serta sosial media untuk mempromosikan produk yang kita jual. Dan dari
situlah kita membuat sebuah tabel tentang mekanisme dan rancangan aktivitas.
Mekanisme dan Rancangan
Aktivitas
Pemasok Produksi Pemasaran
Petani atau SDM Sosial Media dan
Masyarakat Place Promosi di
penanam Lidah Konsumen Kalangan
Buaya Masyarakat
PROPOSAL PMW 2015 UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN 2
Gambar 1.1 Mekanisme dan Rancangan Aktivitas
3.1. Strategi Pemasaran
Kebanyakan Ice Cream saat ini terkontaminasi dengan bahan-bahan yang
seharusnya tidak baik untuk dikonsumsi oleh kalangan masyarakat. Rasa dari Ice
Cream itu sendiri hanya sekedar rasa dari buah-buahan saja. Dan masyarakat hanya
mengetahui jenis dari Ice Cream yang hanya itu-itu saja. Ada baiknya mereka
mengetahui manfaat dan khasiat dari Ice Cream yang mereka konsumsi.
Walaupun sudah banyak industri yang membuat Ice Cream, tapi kali ini
kaiakan memproduksi Ice Cream yang memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan,
serta memiliki daya saing yang bisa dikatakan bisa membanjiri di kalangan pasar.
Serta lebih memiliki keunggulan dalam bahan baku yang mudah didapat.
Strategi pemasaran yang akan digunakan dalam penjualan Ice Cream ini
menggunakan analisis marketing mix 4P, diantaranya :
1. Kebijakan Produk
Usaha ini bergerak dalam bidang pembuatan dan penjualan. Jenis jasa ini yaitu
pembuatan Ice Cream Lidah Buaya yang kaya akan kesehatan dan berbeda dari
Ice Cream Lainnya
2. Kebijakan Harga
Harga yang diberikan merupakan perhitungan dari keseluruhan biaya bahan baku
penunjang, bahan baku habis pakai, dan biaya lain-lain.
3. Kebijakan Promosi
Untuk meningkatkan hasil penjualan ini maka perlu dilakukan promosi. Bentuk
promosi ini di antaranya dengan menggunakan panflet, brosur, dan jejaring sosial.
Sistem penjualan yang dilakukan yaitu sistem penjualan secara tunai.
Selain itu juga dapat mengikuti pameran atau bazar karena pada event tersebut
bisa menarik perhatian masyarakat luas dan mengenal produk Ice Cream yang
beda dari produk Ice Cream biasanya. Dan menggunakan strategi berikut ini :
Advertising
1. Memasang iklan pada surat kabar.
2. Membuat kartu nama yang menarik.
3. Membuat brosur yang menarik dan jelas isinya.
4. Membuat sosialisasi kepada masyarakat mengenai tanaman Lidah Buaya
yang kayya akan manfaat.
Personal Selling
Mendatangi langsung konsumen/toko/caffe/restoran yang perspektif.
Sales Promotion
1. Melakukan sebuah promosi ke tempat-tempat yang membutuhkan
produk yang kami jual.
2. Promosi pada masyarakat sekitar.
Public Relations
1. Memberikan Pelayanan yang memuaskan dengan membuat design yang
lebih inovatif dan kreatif.
2. Melakukan kerja sama dengan pengusaha umum yang berkecimpung
dalam usaha pembuatan Ice Cream.
PROPOSAL PMW 2015 UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN 3
3. Menjaga hubungan baik dengan pelanggan tetap.
4. Kebijakan Distribusi
Distribusi Langsung, dimana kami memasarkan produk kami langsung ke
konsumen dan secara langsung kami mengetahui kritik dan saran dari produk
yang kami buat.
3.2. Memulai Usaha
a. Persiapan Bahan Baku
4 Kaleng Susu Cair
2 Kaleng Susu kental manis putih
2 butir Putih Telur
2 Sendok Makan Tepung maizena
1 Sendok Teh Vanili
2 Sendok Makan Gula Pasir
Gel Lidah Buaya yang telah dihilangkan rasa pahitnya.
Garam
Tabel 1.1 Persiapan Bahan Baku
b. Peralatan yang Digunakan
2 buah baskom
1 Mixer
1 Blander
25 Cup
2 Sendok
1 Pisau
Lemari Es
Tabel 1.2 Peralatan yang Digunakan
c. Proses Pembuatan
1. Pertama, siapkan lidah buaya segar, kemudian dihilangkan kulitnya dan ambil
dagingnya. Lalu, dicampur garam secukupnya dan diremas-remas untuk
menghilangkan lendirnya.
2. Selanjutnya daging lidah buaya tadi dicuci, kemudian dimasak dengan air
mendidih sekitar lima menit. Daging daun lidah buaya kemudian diblender
hingga halus dan dimasak kembali. Campur dengan gula pasir dan susu
secukupnya.
3. Setelah dingin kemudian dimasukkan dalam almari es. Es krim yang sudah
setengah matang kemudian diblender lagi hingga benar-benar lembut dan
merata. Setelah itu, es krim dimasukkan kembali ke dalam freezer.
4. Dan Ice Cream Lidah Buaya siap di santap.
3.3. Pengelolaan Keuangan
a. Biaya Bahan Baku
Tabel 1.4 Biaya Bahan Baku
Keterangan Harga Satuan Total Harga
4 Kaleng Susu Cair Rp. 13.000 Rp. 52.000
PROPOSAL PMW 2015 UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN 4
2 Kaleng Susu kental manis putih Rp. 7.000 Rp. 14.000
2 butir Putih Telur Rp. 1.500 Rp. 3.000
2 Sendok Makan Tepung maizena Rp. 2.000 Rp. 4.000
1 Sendok Teh Vanili Rp. 1.000 Rp. 1.000
2 Sendok Makan Gula Pasir Rp. 3.000 Rp. 6.000
1 Gel Lidah Buaya yang telah
Rp. 7.500/ kg Rp. 7.500
dihilangkan rasa pahitnya.
Garam Rp. 1.000 Rp. 1.000
Total Rp. 88.500
b. Biaya Tetap
Tabel 1.4 Biaya Tetap
Keterangan Jumlah
B. Listrik dan Air Rp. 100.000
B. Telepon Rp. 50.000
B. Transportasi Rp. 50.000
B. Tenaga Kerja (5 orang)/minggu Rp. 100.000
Total Rp. 300.000
c. Biaya Investasi Awal
Tabel 1.5 Biaya Investasi Awal
No Keterangan Kuantitas Jumlah
1 Baskom 3 Rp. 18.000
2 Mixer 1 Rp. 350.000
3 Blender 1 Rp. 300.000
4 Sendok 6 Rp. 15.000
5 Pisau 2 Rp. 20.000
6 Lemari Es 1 Rp. 2.500.000
7 Telnan 2 Rp. 30.000
8 Meja Lipat 2 Rp. 2.300.000
9 Kursi 4 Rp. 100.000
10 Tenda Bazar 1 Rp. 1.500.000
11 Tisu 2 Rp. 20.000
12 Kresek Kecil 1 wadah Rp. 15.500
13 Celemek 2 Rp. 100.000
Total Rp. 7.268.500
d. Biaya Lain – Lain
Tabel 1.6 Biaya Lain -Lain
No Keterangan Kuantitas Jumlah
1 Cup Ice Cream 100 buah Rp. 100.000
2 Sendok Ice Cream 100 buah Rp. 50.000
3 Tutup Cup 100 buah Rp. 35.000
4 Banner 2 buah Rp. 30.000
PROPOSAL PMW 2015 UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN 5
5 Plastik Sendok 100 buah Rp. 10.000
6 Stiker Wadah 100 buah Rp. 100.000
7 Elpiji 3kg 1 tabung Rp. 18.000
Total Rp. 343.000
e. Analisa Break Event Point (BEP)
Tabel 1.7 Analisa Break Event Point
PENGELUARAN
Total Biaya Bahan Baku Rp. 88.500
Total Biaya Tetap Rp. 300.000
Total Biaya Lain –Lain Rp. 343.000
Total Pengeluaran Rp. 651.500
Harga Pokok Produksi
Untuk pembuatan 100 buah cup Ice Rp .651 .500
Cream Lidah Buaya dalam seminggu
=
100
= Rp. 6.515,-
diperoleh hasil persatuan berikut ini :
Keterangan :
Jadi apabila dalam seminggu menghasilkan 100 cup Ice Cream Lidah Buaya
dengan harga Rp. 6.515 dan Harga Jual Rp. 7.000, maka di perolehkeuntungan
dalam seminggu sebesar :
Harga Jual : Rp. 7.000 x 100 cup = Rp. 700.000
Harga Pokok Produksi : Rp. 6.515 x 100 cup = Rp. 651.500
Laba dalam seminggu = Rp. 48.500
Tabel 1.8 Laba produk selama seminggu
4. JADWAL PELAKSANAAN
Bulan I Bulan II Bulan III
No Uraian
I II III IV I II III IV I II III IV
1. Tahap Persiapan
a. Rapat
Koordinasi
b. Survey Awal
c. Uji Coba
Produk
Dll...
2. Tahap pelaksanaan
a. Promosi
b. Produksi
PROPOSAL PMW 2015 UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN 6
c. Penjualan
3. Tahap Pelaporan
a. Rapat
Koordinasi
b. Penulisan
Laporan
c. Presentasi Hasil
Tabel 1.9 Jadwal Pelaksanaan
5. INDIKATOR KEBERHASILAN
Bagi Mahasiswa Tim PMW dapat dikatakan berhasil apabila mencapai keberhasilan
sebagai berikut:
1. Terdapat kenaikan jumlah pembeli setiap hari. Hal ini menunjukkan minat konsumen
terhadap Ice Cream Lidah Buaya “Buaya Darat”
2. Mencapai target penjualan.
3. Break Event Point (BEP) tercapai.
6. SUMBER DAYA YANG DIBUTUHKAN
Program Mahasiswa Wirausaha ini didampingi oleh satu orang Dosen Pendamping yang
berkompeten di bidang wirausaha dan mahasiswa.Sementara itu pendidikan dan pelatihan
dibimbing oleh tenaga professional yang berpengalaman membuka wirausaha kuliner.
No Aktivitas Pelaksana
1. Koordinator Program 1 orang
2. UKM Mitra 1 orang
3. Dosen Pembimbing 1 orang
4. Mahasiswa 5 orang
Total 8 orang
Tabel 1.10 Sumber Daya yang Dibutuhkan
7. KEBERLANJUTAN
Dalam pelaksanaannya, program yang telah dikembangkan akan dievaluasi dan
dimonitor sehingga memungkinkan untuk melakukan tindakan perbaikan pada saat yang
tepat. Tindakan koreksi yang cepat terhadap permasalahan yang timbul akan
memungkinkan untuk perbaikan yang lebih cepat. Proses pelaksanan program akan
dievaluasi secara regular termasuk proses evaluasi strategi yang ditetapkan, hasil evaluasi
akan dibicarakan dalam rapat pimpinan jika diperlukan guna meningkatkan efektifitas dan
efisiensi proses secara menyeluruh.
Keberlanjutan dari produk Ice Cream Lidah Buaya “Buaya Darat” ini yaitu
menjangkau daerah pemasaran dari kalangan muda hingga remaja ataupun orang tua, serta
menciptakan karya terbaru dengan berbagai campuran rasa.
PROPOSAL PMW 2015 UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN 7
8. PENANGGUNG JAWAB KEGIATAN
Yang menjadi penanggung jawab terhadap seluruh kegiatan Program Mahasiswa
Wirausaha ini adalah seorang dosen pendamping.Penanggung jawab yang dipilih harus
mempunyai pengalaman, kompetensi, dan kemampuan dalam kewirausahaan.
Wakil Rektor II
Koordinator
Program UKM Mitra
Dosen Pembimbing /
Penanggung Jawab
Pelaksana
Unit Usaha
Mahasiswa
(Kelompok
Mahasiswa)
Gambar 1.2 Bagan Penanggung Jawab Kegiatan
PROPOSAL PMW 2015 UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN 8
BAB III
PENGORGANISASIAN PROGRAM
1. ORGANISASI PELAKSANA KEGIATAN
Organisasi pelaksana kegiatan PMW 2015 ini dibuat sesederhana mungkin, karena
semua program sudah dipersiapkan sebelumnya, seperti sosialisasi dan perekrutan
peserta sudah dipersiapkan sebelumnya. Dan telah bekerja sama dengan UMK Mitra
yang telah bersedia untuk join dalam produk ini. Dengan demikian praktis pelaksanaan
kegiatan ini tinggal di tingkat mahasiswa yang akan didampingi oleh dosen Pendamping.
Secara umum organisasi PMW hanya terdiri dari Koordinator, Dosen Pendamping,
UMKM Mitra dan Mahasiswa Pelaksana. Evaluasi dan monitoring internal dilakukan
oleh Tim Universitas Islam Lamongan.
Gambaran oraganisasi pelaksana dapat diperiksa dalam gambar dibawah.
Wakil Rektor II
Koordinator
Program UKM Mitra
Dosen Pembimbing /
Penanggung Jawab
Pelaksana
Unit Usaha
Mahasiswa
(Kelompok
Mahasiswa)
Keterangan :
: Koordinasi
: Konsolidasi
PROPOSAL PMW 2015 UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN 9
Gambar 1.3 Struktur Organisasi Pelaksana PMW
2. MEKANISME ORGANISASI
Wakil Rektor II atas nama Rektor punya tangungjawab secara umum, suhubungan
dengan adanya hibah ini. Pelaksanaan hibah akan dipercayakan kepada Koordinator
Program untuk melaksanakannya. Koordinator Program akan koordinasi dengan UKM
Mitra untuk menindaklanjuti implementasi perjanjian kerjasama untuk mendukung
pelaksanaan kegiatan ini. UKM Mitra akan memberi kesempatan kepada mahasiswa
untuk melaksanakan magang dan akan dilakukan pula pendampingan sampai dengan
mahasiswa melaksakan usahanya.
Dosen pendamping sebagai penanggungjawab pelaksanaan ditingkat mahasiswa juga
selalu melaksanakan pendapingan hingga seluruh kegiatan dapat dilaksanakan dengan
baik oleh mahasiswa.
Tim Monitoring dan Evaluasi Universitas Islam Lamongan akan turut membantu
memonitor dan mengevaluasi kegiatan ini, sehinga kegiatan berjalan sesuai dengan
usulan yang tertuang dalam proposal, demikian juga pencapaian hasilnya. Tim Monev
Internal akan selalu meberi masukan yang dianggap perlu. Tim Monev Internal akan
berkoordinasi dengan Koordinator Program.
Tim pelaksana mahasiswa akan dikoordinir oleh ketuanya untuk membagi tugas
dalam pelaksanaan kegiatan. Mahasiswa diberi tanggungjawab untuk mengelola
keuangan PMW sesuai dengan porsinya. Hal ini dilakukan, karena merupakan bagian
dari pembelajaran mengelola keuangan usaha.
3. MEKANISME MONITORING DAN EVALUASI INTERNAL
Tim Monitoring dan Evaluasi Interrnal (Monevin) akan mempelajari semua prosedur
proses pengusulan PMW 2015 ini dari Buku-buku Panduan yang ada, baik yang
dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan
Nasional maupun yang dikeluarkan oleh Kopertis Wilayah VII Jawa Timur termasuk
materi-materi pelatihan untuk Dosen Pendamping yang diselenggarakan oleh Kopertis.
Tim Monevin UniversitasIslam Lamongan juga akan mempelajari semua Proposal
yang diajukan. Melalui koordinasi dengan Koordinator Program, Tim akan
melaksanakan diskusi dengan Tim PMW secara keseluruhan untuk mendapatkan
pemahaman yang lebih komprehensif. Dengan demikian Tim Monevin akan dapat
membuat Rencana Kerja Evaluasi PMW 2015.
Berbagai masukan dan saran akan diberikan oleh Tim sebelum pelaksanaan kegiatan
PMW dimulai, selama berlangsungnya kegiatan hingga selesai. Semua kegiatan Tim
selalu akan dikoordinasikan dengan Koordinator Program. Dengan adanya Tim,
diharapkan Program PMW 2015 Universitas Islam Lamongan, dapat berjalan dengan
baik dan terjamin keberlanjutannya.
PROPOSAL PMW 2015 UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN 10
Sedangkan untuk monitoring dan evaluasi eksternal Tim PMW Universitas Islam
Lamongan, akan mengikutinya sesuai dengan waktu dan tempat yang disediakan serta
persyaratan yang harus dipenuhi.
BAB IV
RANCANGAN ANGGARAN
Kegiatan PMW ini dilaksanakan atas dukungan sumber dana yang diperoleh dari
Ditjen Dikti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau Kopertis Wilayah VII Jawa
Timur dan dana pendampingan Universitas Islam Lamongan dengan rincian sbb. :
No Keterangan Unit Harga Satuan Sub. Total Total
Dana Start Rp. 8.000.000
Up Business
1. Biaya Investasi Awal
Baskom 3 Rp. 6.000 Rp. 18.000
Mixer 1 Rp. 350.000 Rp. 350.000
Blender 1 Rp. 300.000 Rp. 300.000
Sendok 6 Rp. 2.500 Rp. 15.000
Pisau 2 Rp. 10.000 Rp. 20.000
Lemari Es 1 RP. 2.500.000 Rp. 2.500.000
Telnan 2 Rp. 15.000 Rp. 30.000
Meja Lipat 2 Rp. 1.150.000 Rp. 2.300.000
Kursi 4 Rp. 25.000 Rp. 100.000
Tenda Bazar 1 Rp. 1.500.000 Rp. 1.500.000
Tisu 2 Rp. 10.000 Rp. 20.000
Kresek Kecil 1
Rp. 15.500 Rp. 15.500
wadah
Celemek 2 Rp. 50.000 Rp. 100.000
Total Investasi Rp. 7.268.500
Awal
2. Biaya Bahan Baku
Kaleng Susu Cair 4 Rp. 13.000 Rp. 52.000
Kaleng Susu kental 2 Rp. 7.000 Rp. 14.000
manis putih
Putih Telur 2 Rp. 1.500 Rp. 3.000
Sendok Makan 2 Rp. 2.000 Rp. 4.000
Tepung maizena
Sendok Teh Vanili 1 Rp. 1.000 Rp. 1.000
Sendok Makan 2 Rp. 3.000 Rp. 6.000
Gula Pasir
PROPOSAL PMW 2015 UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN 11
Gel Lidah Buaya 1
yang telah
Rp. 7.500/ kg Rp. 7.500
dihilangkan rasa
pahitnya.
Garam 1 Rp. 1.000 Rp. 1.000
Total Biaya Bahan Rp. 88.500
Baku
3. Biaya Tetap
B. Listrik dan Air Rp. 100.000
B. Telepon Rp. 50.000
B. Transportasi Rp. 50.000
B. Tenaga Kerja (5 Rp. 100.000
orang)/minggu
Total Biaya Tetap Rp. 300.000
4 Biaya Lain – Lain
Cup Ice Cream 100 Rp. 100.000
buah
Sendok Ice Cream 100 Rp. 50.000
buah
Tutup Cup 100 Rp. 35.000
buah
Banner 2 buah Rp. 30.000
Plastik Sendok 100 Rp. 10.000
buah
Stiker Wadah 100 Rp. 100.000
buah
Elpiji 3kg 1 Rp. 18.000
tabung
Total Biaya Lain - Rp. 343.000
Lain
Total Pengeluaran Rp. 8.000.000
Tabel 1.11 Rancangan Anggaran Biaya
PROPOSAL PMW 2015 UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN 12
DAFTAR LAMPIRAN
PROPOSAL PMW 2015 UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN 13