Anda di halaman 1dari 18

Jenis-Jenis Incinerator

Oleh : Amer Purnama Jaya (101424001) 3A-TKPB

Jenis-jenis incinerator
Fluidizedbed Incenerator Multiplehearth Incenerator Rotary Kiln Incenerator

Fluidizedbed Incenerator
Reaktor fluidized bed terdiri dari bejana/tabung baja berbentuk silinder vertikal yang dasarnya diisi pasir. Fluidized bed incinerator dapat mengelola berbagai macam limbah sludge dan limbah cair. Incinerator ini dapat di operasikan terhadap limbah yang datang per-kumpulan, karena pasirnya dapat mempertahankan suhu diantara masa operasionalnya. Berisi pasir yang difluidisasi oleh aliran udara dari sebelah bawah. Suhu relatif seragam (700 - 800 C) Penggunaan energi lebih efisien

Emisi yang dikeluarkan

Multiple hearth Incenerator


Aplikasi utama : - Pembakaran lumpur kimia dan biologi - Pembakaran lumpur kilang - Karbon aktif regenerasi - Pengecoran pasir regenerasi Insenerator tipe ini memiliki tungku pembakaran ganda dengan umpan masuk yang diputar secara spiral untuk dibakar, kemudian dihembuskan udara dari bawah yang dibantu oleh fan untuk membantu proses pembakarannya.

Rotary Kiln Incenerator


Incinerator tungku putar terdiri dari tabung silinder yang berputar pelahan, yang dipasang miring pada suatu tempat. Limbah dimasukkan ke incinerator dari salah satu ujung dan dibakar sampai menjadi abu setelah limbah tersebut bergerak sampai ke ujung lain. Bahan bakar tambahan digunakan untuk menaikan suhu tungku dan mempertahankan suhu selama operasional.

Incinerator tungku putar dapat mengelola berbagai limbah padatan, cairan dan gas yang dimasukkan secara terpisah atau bersama. Tipe ini cocok untuk menginsinerasi limbah sludge bekas WWT atau limbah yang mempunyai kandungan air (water content) yang cukup tinggi dan volumenya cukup besar. Karena mahalnya bahan bakar guna memanaskan tungku putar, maka tungku ini digunakan terbatas bagi limbah dalam jumlah besar yang dimasukkan secara terus menerus.

Emisi & Regulasinya


Kualitas emisi gas buang incinerator merupakan salah satu parameter kinerja incinerator. Dengan metode perancangan yang telah teruji terhadap emisi gas buang yang sesuai dengan Kep 03/Bapedal/9/1995 atau Kep.13 MENLH/1995

Fungsi utama ; mengurangi volume sampah dan membunuh bakteri sampah (suci hama) Sasaran utama (bagi B3) : mengurangi sifat-sifat yang berbahaya (racun, radiasi) Faktor-faktor penting didalamnya : temperatur, Waktu tinggal (td)

Keuntungan :
Minim lahan Efisien, tidak terpengaruh iklim Menghilangkan bahan-bahan organik dan bebas dari gangguan kesehatan lingkungan Panas (kalor) dapat dijadikan sumber arus listrik uap dapat mengeringkan lumpur pada penggolongan limbah (sludge)

Kerugian / kekurangan
Modal awal sangat besar Biaya operasional tinggi Masih memerlukan langkah-langkah lanjutan pada akhir proses (abu dan sisa pembakaran) di buang ke lahan lain Belum dapat membakar bahan material

Referensi
Dangtran, Ky, Mayrose Dale T, Mullen John F.(2000), A Comparison of Fluid Bed and Multiple Hearth Biosolids Incineration Paper Presented At The 14th Annual Residuals & Sludge Management Conference Boston, MA http://www.delmonego.com/uk_multiple_hearth_incinerators.asp http://www.delmonego.com/uk_rotary_incinerators.asp http://www.delmonego.com/uk_industrial_waste_incinerators.asp http://dewienvironmental.blogspot.com/2011/03/cara-kerjaincinerator-rotary-kiln.html http://elearning.upnjatim.ac.id/courses/TPS/document/INCINERASI (9-10).ppt?cidReq=TPS http://lh.surabaya.go.id/weblh/?c=main&m=detail&id=52 https://sites.google.com/site/semenapimjt/modifikasiboiler/fluidized-bed-combustion