Anda di halaman 1dari 51

MANUAL MIKE 21-HD

Nita Yuanita
Program Studi Teknik Kelautan
Kamis, 10 September 2009
OUTLINE
PARAMATER DASAR (BASIC PARAMETERS)
PARAMETER HIDRODINAMIKA
(HYDRODYNAMICS PARAMETER)
UMUM

Basic Parameter
Hydrodynamics
Parameter
Persamaan Pengatur
Persamaan Kontinuitas


x, y - space coordinates (m)
t - time (s)
h (x,y,t) - water depth (m)
(x,y,t) - surface elevation (m)
p, q (x,y,t) - flux densities in x-, y-directions
(m3/s/m)
0 =
c
c
+
c
c
+
c
c
y
q
x
p
t
,
Persamaan Pengatur
Persamaan Momentum arah-x



Persamaan Momentum arah-y

( )
( )
( )
2 2 2
1
2 2
0
p p pq gp p q
gh h h
xx xy
t x h y h x x y
C h
w
h
p fVV p
x a
x
w
,
t t

c c c c + c c
+ + + + +
c c c c c c

c
O + =
c
| |
(
| |
|
|
(
|
\ .

\ .
( ) ( )
( )
2 2 2
1
2 2
0
q q pq gq p q
gh h h
yy xy
t y h x h y y x
C h
w
h
p fVV p
y a
y
w
,
t t

c c c c + c c
+ + + + + +
c c c c c c

c
O + =
c
| |
(
| |
|
|
(
|
\ .

\ .
Persamaan Momentum
g - acceleration due to gravity (m/s2)
f(V) - wind friction factor
V, Vx, Vy, Vy (x,y,t) - wind speed and components
in x- and y-directions (m/s)
O (x,y) - Corriolis parameter, latitude dependent. O =
2esin ();e is angular rotation velocity of the earth and
is latitude of interested position
pa (x,y,t) - atmospheric pressure (kg/m/s2)
w - density of water (kg/m3)
txx, txy, tyy - components of effective shear stress due
to turbulence and viscous effects
Module Selection
Hydrodynamic only hanya modul HD
Hydrodynamic and Advection-Dispersion
HD dan AD
Hydrodynamic and Mud Transport modul
HD, AD dan MT
Hydrodynamic and ECO Lab modul HD, AD dan
ECO Lab
Bathymetry
Maksimum nested file adalah 9
Jenis simulasi berdasarkan kondisi awal
Cold Start memulai simulasi dengan kondisi
kecepatan awal = 0
Hot Start simulasi merupakan lanjutan dr
hasil simulasi pemodelan lain
Pemasukan file bathyimetry (*.dfs2)
Nested Model
Model area
memiliki beberapa
area lain (di
dalam
cakupannya) yang
memiliki grid yang
berbeda
Nested Model
Keuntungan: untuk menghemat CPU time,
dengan mengatur grid yang lebih besar di
luar area kajian.

MIKE21
Nested Model
memungkikan
aplikasi
sampai
dengan 9
area
Nested Model
Dalam nested model, interaksi antara
daerah di area grid lebih rapat (finer)
dengan area grid lebih kasar (coarser)
berjalan secara dinamis.
Semua paramater diinputkan untuk setiap
area.
Keterbatasan:
Nested Model
Detail dari nested model manual
Standard vs. nested HD module
Gunakan tools border adjustment
dalam pre&post processing MIKE Zero
Toolbox.
Bathymetry
Bathymetry
Bathymetry
Bathymetry
Bathymetry
Simulation Period

Simulation Period
Time step range jumlah time step
Time step interval internal waktu
Simulation start date tanggal mulai simulasi
Warm up period pemanasan, jumlah time step dimana
fungsi gaya dinaikan secara bertahap dari 0 100 %
Pada menu ini akan dihitung dan
diperlihatkan maksimum courant number
dalam model
Courant Number
Courant number didefinisikan


Jumlah grid points dimana informasi bergerak
dalam satu time step
Normalnya courant number tidak lebih dari 5.
MIKE-21 dirancang untuk courant number
sampai 20, untuk kondisi batimetri yang halus.
Untuk simulasi muara dengan alur pasut (tidal
channel), max courant number = 1
Boundary

Boundary
Boundary dari area model dapat
ditentukan sendiri atau dideteksi secara
otomatis oleh program
Dalam hal boundary ditentukan sendiri,
user harus memasukan jumlah open
boundary dan lokasinya (titik awal dan
akhir)
Diperbolehkan sampai 14 open boundaries
Boundary User specified boundary
Boundary User specified boundary
Source and Sink
Isolated Source: titik dimana sejumlah air
dialirkan kedalam sistem, dengan
kecepatan tertentu.
Isolated Sink: titik dimana air dialirkan
keluar dari model.
Sepasangan Source dan Sink yang saling
terkait. Contoh untuk resirkulasi studi
untuk modul AD
Diizinkan sampai 256 sources dan sinks
Mass Budget
Diisi jika diinginkan studi lebih lanjut
tentang perhitungan budget untuk salah
satu parameter (Modul AD, MT dan Eco
Lab)
Flood and dry
Perlu diisi untuk lokasi yang sangat
dipengaruhi dengan pasut (pada saat
pasang tergenang, saat surut kering).
Drying depth: minimum water depth yang
diijinkan dalam satu titik sebelum
dikeluarkan dari perhitungan.
Flooding Depth: water depth di titik
dimana akan dimasukkan kembali dalam
perhitungan

Hydrodynamics Parameter
Initial Surface Elevation
Boundary
Source and Sink
Eddy Viscosity
Resistance
Wave Radiation
Wind Conditions
Results
Initial Surface Elevation
Kondisi awal permukaan air, perlu di
inputkan ke dalam model
Ada 2 cara:
constant value
dibaca dari 2D data file (dfs2)
Biasanya digunakan nilai konstan utk
seluruh area. Umumnya 0 (muka air
tenang)
Perlu disesuaikan dng kondisi batas (BC)

Boundary
Jenis: Debit dan Elevasi Muka Air
Perioda data harus sesuai dengan perioda
simulasi yg terisi di Simulation Period
Jenis data
Persamaan sinusoidal
Konstan
Membaca dari File: point seri (dfs0), profile
seri (dfs1) atau transfer file (hot start)



Boundary

Boundary
Petunjuk untuk sinusoidal


Flux Along the Boundary(FAB)
0 Aliran di boundary tegak lurus
1 arah aliran di boundary diekstrapolasi dr titik
terdekat di dalam model
2 arah aliran diberikan
12 gabungan 1 dan 2


Source and Sink
Diisikan besaran source and sink (inlet atau
outlet), yang lokasi titiknya sudah
diidentifikasikan sebelumnya
Dapat diisikan dengan flux (debit, m
3
/s) atau
kecepatan dan arah alirannya
Dapat berupa nilai konstan atau time series
(dfs0)
Hindari meletakan titik sources/sinks di area
yang kemungkinan akan terjadi lokasi
flooding/drying




Eddy Viscosity
Nilai effective shear stress (pd persamaan
momentum) berkaitan dengan eddy
viscosity
Satuan eddy viscosity [m
2
/s]
Flux based

Velocity based
Eddy Viscosity
Flux based baik untuk kedalaman yang
cenderung seragam, waktu running lebih
cepat
Velocity based lebih akurat, waktu
running lebih lama krn sistem menghitung
flux bkn velocity

Eddy Viscosity
Diabaikan
Nilai konstan
Tergantung formula Smagorinsky. Perlu
ditentukan nilai Cs (0.25 1)


Hints: nilai Eddy dapat mempengaruhi
kestabilan program.

Resistance
Dinyatakan: Chezy (C) atau Manning
Berpengaruh pada pers. Momentum


Hubungan antara Chezy dan Manning

Resistance
Dinyatakan: Chezy (C) atau Manning
Berpengaruh pada pers. Momentum


Hubungan antara Chezy dan Manning

C = Chezy (m
1/2
/ s)
M =Manning (m
1/3
/ s)
h = kedalaman
Resistance
Dapat berupa nilai konstan di semua titik
Atau dalam file type 2 (dfs 2)
Merupakan parameter kalibrasi.
Berpengaruh pada hasil water level
Rekomendasi nilai:
Manning: 20 40 m
1/3
/s. Jika tidak ada
informasi lain gunakan 32 m
1/3
/s. Di muara 25
m
1/3
/s
Chezy: 30 50 m
1/2
/s
Pier
MIKE-21 memungkinkan untuk menghitung
efek dari tiang-tiang jembatan yang
berada di wilayah perairan
Resistance yang terjadi akibat adanya
pier, selanjutnya mempengaruhi shear
stress dan arus yang terjadi.
Jumlah, Posisi, dan Dimensi pier
dinyatakan dalam file type 1. Dalam
menu Resistance
Wave Radiation
Digunakan jika ingin menggabungkan efek
arus dari gelombang (wave generated
currents)
Secara teori menambahkan term
Radiation Stress pd pers. Momentum

Wave Radiation
Nilai radiation stress didapat dengan
melakukan simulasi gelombang
menggunakan wave modules: MIKE-21
NSW, MIKE-21 PMS
Secara umum direkomendasikan untuk
menghindari aplikasi flood and drying dan
wave radiation stress.
Wind Conditions
Untuk memperhitungkan efek angin
didalam area model
Input data: kecepatan, arah dan koefisien
gesek angin
Gaya akibat angin dihitung dari:
C
W
= koefisien gesek angin (rekomendasi
0.0026)

air
/
water
= massa jenis (rasio = 1/800)
W = kecepatan angin pada elevasi 10 m

Wind Conditions
Orientasi arah angin





Data angin dapat berupa konstan di semua titik,
bervariasi pada ruang saja, bervariasi pada
ruang dan waktu
Blow up
Jika terjadi ketidakstabilan (blow up)
program, periksa log file untuk
mengetahui permasalahan.
Ketika blow up periksa hal-hal berikut:
Time step interval (At)
Data batimetri
Eddy viscosity
Bed resistance
Flooding and drying

Blow up
Jika belum diketahui penyebab blow up,
mulai simulasi tanpa memperhitungkan
sources/sink, angin, dan gelombang.
Umumnya terjadi karena data batimetri
yang tidak baik

CPU Time
CPU Time = waktu yang dibutuhkan untuk
melakukan running
CPU time bergantung secara linear
dengan jumlah titik perhitungan (water
points)
CPU time juga bergantung secara linear
terhadap time step jika flooding and
drying tidak dipilih.
CPU Time
Rumus umum perkiraan CPU time:

BCS = Basic Computational speed:
jumlah water points yang dihitung dalam
satu detik CPU time
Faktor-faktor :
Penggunaan Manning vs Chezy (1.10)
Flooding and Drying (1.15)
Smagorinsky formula vs konstan (1.2)
Menyimpan hasildi semua titip di setiap time step (1.25)

BCS
Faktor
x points Jmlh water x step Jmlh time
Disk Space
File default yang dihasilkan dalam sebuah
simulasi MIKE-21
File spesifikasi pemodelan (Parameter File
Standar) .m21 (~ 2 kb)
File log mencatat pesan dan ringkasan hasil dr
setiap langkah perhitungan disimpan dlm
direktori yang sama .log (< 200 kb)
File hot (jika disyaratkan), untuk simulasi
selanjutnya (9 x file batimetri)
Disk Space
Perlu diingat bahwa MIKE21 tidak akan
memeriksa apakah terdapat space yang
cukup dalam hardisk kita untuk
menyimpan hasil pemodelan.
Bijaksana dalam menentukan file yang
ingin disimpan (daerah kajian dan time
step)
Diskusi
Mike Zero Toolbox
Mike21 Toolbox
Contoh Kasus Muara Cimanuk