Anda di halaman 1dari 16

KERACUNAN MINYAK TANAH

Harris Hardian 090100075


Maral Bimanti Febrilina 090100133
Mentari Fitria Rachman 090100139
Gia Cellisa Sianosa 090100271
Anita 090100293

Pembimbing: dr. Surjit Singh, Sp. F, DFM
DEPARTEMEN KEDOKTERAN FORENSIK
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SUMATERAA UTARA
2014
PENDAHULUAN
Toksikologi adalah cabang ilmu forensik yang
menekunkan pada aplikasi atau pemanfaatan ilmu
toksikologi dan kimia analisisuntuk kepentingan
peradilan
Keracunan : zat kimia, insektisida, tumbuhan,
hewan
Latar belakang: - Anak-anak : Rasa ingin tahu dan
kelalaian orang tua
- Dewasa : usaha bunuh diri
TINJAUAN PUSTAKA
Definisi Kerosene
merupakan cairan bahan bakar yang jernih, tidak
berwarna, tidak larut dalam air, berbau dan mudah
terbakar.
campuran cairan hidrokarbon yang dihasilkan dari
penyulingan minyak mentah.
Kadar toksiknya tergantung tingginya kadar
hidrokarbon aromatik dan naphthenic.
Angka
Kejadian
Anak-anak
dibawah 6
tahun >
dewasa
Perkotaan >
Pedesaan
Negara
berkembang
> Negara
Maju
Laki-laki >
Perempuan
Aspirasi pada saluran pernapasa
Secara oral ke saluran pencernaan
Jalur Paparan
Utama
Dapat melalui penyerapan oleh kulit
Uap minyak tanah paru
Jumlah toksin yang diserap dipengaruhi oleh
jumlah/dosis dan lama paparan
Penelitian hewan: metabolisme melalui hati dan
paru-paru
Kinetik &
Metabolisme
TOKSIKOLOGI
Bahaya utama
Pneuminitis merupakan komplikasi tersering. Komplikasi lain seperti
aritmia jantung, fibrilasi ventrikel akibat katekolamin endogen.
Neurotoksisitas
Efek pada SSP, iritabilitas, gelisah, ataksia, mengantuk, kejang, koma,
kematian
Dosis & Period Fatal
Konsentrasi max di udara : 500 ppm
Dosis fatal oral: 30-100 ml
TANDA DAN GEJALA
Saluran Napas (Inhalasi)
Uap yang sedikit iritasi saluran pernapasan
Paparan ruang tertutup & suhu tinggi : efek narkotik
seperti narkolepsi, cataplexy, dan kebingungan.
Pneumonitis kimiawi (akibat aspirasi) : tercekik, batuk,
mengi, sesak napas, sianosis, dan demam. Penetrasi
membran mukosa merusak epitel jalan napas, septa
alveoli dan menurunkan jumlah surfaktan pendarahan,
edema paru, ataupun kolaps pada paru. Kematian dapat
terjadi akibat oedem dan konsolidasi paru.
1 ml dari aspirasi kerusakan bermakna
kematian diakibatkan aspirasi 2,5 ml pada paru
TANDA DAN GEJALA
Kulit
Iritasi, kulit kering dan retak akibat defatting
timbul nyeri sementara disertai dengan timbulnya eritema, lepuh dan
luka bakar superfisial. Akhirnya menyebabkan dermatitis
Mata
rasa tersengat, sensasi terbakar, konjungtivitis, hiperemi dan lakrimasi
Oral
diare, mual dan muntah
kasus keracunan yang fatal dikaitkan dengan dosis mulai 2 - 17 g/kg atau
menelan 350 ml pada lambung
Inhalasi ,
meminum/menelan
Belum ada penelitian
yang
menghubungkan
paparan minyak
tanah kronis atau
berulang jangka
panjang terhadap
disfungsi paru dan
slauran cerna.
bukti terbatas untuk
menunjukkan bahwa
paparan kronis
mungkin
berhubungan dengan
sesak dada dan
kesulitan bernapas
serta peningkatan
insidensi kanker paru
Paparan kulit/mata
Dermatitis
Iritasi mata
Neurotoksisitas
efek SSP non-spesifik
seperti gelisah,
kehilangan nafsu
makan dan mual
yang tidak terkait
dengan hipoksia
Genotoksisitas
Peningkatan
perubahan
sitogenetik (pada
limfosit perifer dan
micronuclei sumsum
tulang)
Pengaruh Paparan yang Kronis/Berulang
D
i
a
g
n
o
s
i
s

Anamnesa
Gejala Klinik: euphoria, mual,
muntah, diare, dan nyeri perut,
somnolen, sakit kepala,
kebingungan
Gejala awal aspirasi: Batuk, rasa
tercekik dikuti dengan takikardia
dan takipnea. Dalam waktu 6 jam
timbul merintih, pernafasan cuping
hidung, retraksi dan mengi.
Gejala yang berat dapat timbul
koma dan kejang
fibrilasi ventrikel akibat eksogen dan
endogen. (epinefrin dan
norepinefrin).
rash pada kulit dan dermatitis
P
e
m
e
r
i
k
s
a
a
n

P
e
n
u
n
j
a
n
g

Laboratorium : Darah rutin, urin
rutin, tes fungsi renal, tes fungsi
hepar, dan analisa gas darah (BGA)
Radiologis : Foto thorak
pneumonia tampak pada foto
rontgen setelah 6 18 jam.
Terapi
Gawat darurat: Primary
Survey (ABC)
Suportif: Tanpa
kelainan
klinis/radiologik
observasi minimal 4
jam. Antibiotik,
Kortikosteroid, Antasida
Prognosis
Prognostic score = (poin dari panas) + (poin dari malnutrisi) + (poin dari distress
pernapasan) + (poin dari gejala neurologis)
Interpretasi :
Skor minimum = 0
Skor maksimum = 10
Skor 4 berhubungan dengan lamanya MRS dan komplikasi
Skor 8 berhubungan dengan peningkatan resiko kematian
Skor 7 mengindikasikan anak akan selamat
tanda umum dari asfiksia, Bau dari
kerosene dapat tercium pada paru,
lambung, usus, dan urin, oedem
paru dan bronkopneumonia,
degenerasi pada hati dan ginjal dan
hypoplasia sumsum tulang
belakang timbul pada kasus
inhalasi kronis dan dalam
konsentrasi tinggi. Lambung dan
usus dapat mengalami inflamasi
akut dengan perdarahan
submukosa.
GAMBARAN POST-MORTEM
banyak dijumpai kasus keracunan
minyak tanah pada anak anak
terutama akibat kelalaian orang
tua.
Beberapa kasus keracunan
minyak tanah terjadi pada orang
dewasa yang misinterpretasi
kerosene sebagai minuman
keras.
usaha bunuh diri dengan
meminum atau menyirami
pakaian mereka dengan kerosene
dan membakarnya.
Kadang untuk menutupi kasus
pembunuhan, mayat dibakar
dengan kerosene.
ASPEK
MEDIKOLEGAL
Minyak tanah merupakan cairan bahan bakar yang jernih, tidak berwarna, tidak larut dalam
air, berbau dan mudah terbakar.
Insidensi lebih sering dialami pada anak usia dibawah 6 tahun.
Toksisitas minyak tanah biasanya terjadi komplikasi paru akibat aspirasi. Jumlah toksin yang
diserap bergantung pada dosis dan lamanya paparan
Kasus keracunan pada anak biasanya akibat kelalaian orangtua. Sedangkan pada dewasa
biasanya akibat paparan berulang pada pekerja dan penggunaan dalam usaha bunuh diri
Gamabran post-mortem berupa tanda-tanda asfiksia, bau kerosene pad organ dalam,
oedem paru, bronkopneumonia, degenerasi hati dan ginjal, hipoplasia sum-sum tulang
belakang.
KESIMPULAN