Anda di halaman 1dari 47

KELOMPOK 3

HIDAYATUS SOLIHAH (1304015223)


KHANSA NABILAH (1304015261)
SUSILOWATI (1304015500)
KELAS : 3K

PENDAHULUAN
Mikologi merupakan cabang ilmu pengetahuan
yang mempelajari tentang fungi, banyak orang juga
menyebut cendawan.
Fungi berperan di ekosistem sebagai decomposer,
hidup dengan mencerna materi organic dari sisasisa makhluk hidup seperti sampah daun, kayu
tumbang serta jasad organisme yang sudah mati.
Fungi juga bisa berperan sebagai parasit, hidup
dengan menyerap nutrient dari sel hidup dari
organism inang yang mereka serang.

Definisi Fungi
Ciri-ciri Fungi
Struktur Fungi

Reproduksi Fungi
Cara Hidup dan Habitat

Definisi Fungi
Fungi merupakan mikroorganisme eukariota,
memiliki dinding sel yang sebagian besar
tersusun atas berbagai polisakarida dan kitin.
Fungi disebut organisme heterotrof karena
memanfaatkan senyawa karbon organik
sebagai sumber nutrien melalui penyerapan.

Ciri-ciri Fungi
1. Mempunyai membran Inti (eukariot), tetapi dapat
membuat makanan sendiri kanena mengandung kiorofil.
Jamur memperoleh makanan dari lingkungan di sekitarnya.
2. Jamur bersel banyak (multiseluler) terdiri atas benangbenang halus yang disebut hifa.
3. Cabang dan hifa disebut dengan miselium yang berfungsi
menyerap makanan dan substratnya.
4. Bersifat saprofit dan parasit.
5. Berkembang biak secara aseksual dan seksual.
6. Perkembangbiakan secara aseksual dilakukan oleh jamur
yang bersel tunggal (uniseluler), yaitu dengan pertunasan
dan pemutusan hifa (fragmentasi).
7. Perkembangbiakan secara seksual dilakukan dengan
membentuk askus spora.

Struktur Fungi
Tubuh jamur tersusun dari komponen dasar yang disebut hifa.
Hifa adalah struktur menyerupai benang yang tersusun dari
dinding berbentuk pipa. Hifa membentuk jaringan yang
disebut miselium. Miselium menyusun jalinan-jalinan semu
menjadi tubuh buah. Ada 2 macam miselium, yaitu miselium
vegetatif (berfungsi sebagai alat penyerap makanan) dan
miselium generatif (berfungsi sebagai alat reproduksi).

Hifa dibatasi oleh dinding melintang atau septa. Septa


mempunyai pori besar yang cukup untuk dilewati ribosom,
mitokondria, dan kadangkala inti sel yang mengalir dari sel ke
sel.

Reproduksi Fungi
Reproduksi pada jamur umumnya terjadi dalam
dua cara, yaitu
1. Seksual (generatif)
2. Aseksual (vegetatif)

Pada pembiakan seksual terjadi persatuan dua buah hifa


(suatu proses yang disebut plasmogami), kemudian nukleus
berpasangan tetapi tidak segera bersatu dan berkembanglah
miselium dikariotik (2 inti sel). Akhirnya nukleus bersatu
Menghasilkan tahapan diploid (2n), penyatuan inti ini disebut
karyogami. Sel-sel diploid kemudian mengalami meiosis
menghasilkan spora-spora haploid (n) yang disebut juga spora
seksual.

Reproduksi Fungi
Pembiakan aseksual yaitu dengan cara :
1. Pembentukan spora aseksual ( spora yang
dihasilkan dari pembelahan secara mitosis yang
terjadi di dalam sporangium, askus atau
basidium). Spora tumbuh membentuk hifa.
2. Pembelahan tubuh atau bertunas Yaitu
terbentuknya semacam sel berukuran kecil yang
kemudian tumbuh dalam ukuran sempurna . Cara
reproduksi tersebut biasa terjadi pada jamur
uniselluler misalnya ragi.

Reproduksi Seksual Pada Kapang dan Cendawan

Cara Hidup dan Habitat


Sebagai makhluk heterotrof, jamur dapat bersifat parasit
obligat, parasit fakultatif, atau saprofit.
a) Parasit obligat
Parasit obligat merupakan sifat jamur yang hanya
dapat hidup pada inangnya, sedangkan di luar
inangnya tidak dapat hidup. Misalnya, Pneumonia
carinii (khamir yang menginfeksi paru-paru penderita
AIDS).
b) Parasit fakultatif
Parasit fakultatif adalah jamur yang bersifat parasit jika
mendapatkan inang yang sesuai, tetapi bersifat saprofit
jika tidak mendapatkan inang yang cocok.

Cara Hidup dan Habitat


c) Saprofit
Saprofit merupakan jamur pelapuk dan pengubah susunan zat
organik yang mati. Jamur saprofit menyerap makanannya dari
organisme yang telah mati seperti kayu tumbang dan buah jatuh.
Sebagian besar jamur saprofit mengeluar-kan enzim hidrolase pada
substrat makanan untuk mendekomposisi molekul kompleks
menjadi molekul sederhana sehingga mudah diserap oleh hifa.
Selain itu, hifa dapat juga langsung menyerap bahanbahan organik
dalam bentuk sederhana yang dikeluarkan oleh inangnya.
Cara hidup jamur lainnya adalah melakukan simbiosis mutualisme.
Jamur yang hidup bersimbiosis, selain menyerap makanan dari
organisme lain juga menghasilkan zat tertentu yang bermanfaat
bagi simbionnya. Simbiosis mutualisme jamur dengan tanaman
dapat dilihat pada mikoriza, yaitu jamur yang hidup di akar
tanaman kacang-kacangan atau pada liken.

Definisi Kapang
Kapang (mould/filamentous fungi) merupakan
mikroorganisme anggota Kingdom Fungi yang
membentuk hifa. Kapang merupakan jenis
jamur multiseluler yang bersifat aktif karena
merupakan organisme saprofit dan mampu
memecah bahan-bahan organik kompleks
menjadi bahan yang lebih sederhana.

Morfologi Kapang
Kapang terdiri dari suatu thallus yang tersusun dari
filamen yang bercabang yang disebut dengan hifa.
Kumpulan dari hifa disebut dengan miselium.
Kapang dapat dibedakan menjadi dua kelompok
berdasarkan struktur hifa yaitu hifa tidak bersekat atau
nonseptat dan hifa bersekat atau septat yang membagi
hifa dalam ruangan-ruangan, dimana setiap ruangan
mempunyai satu atau lebih inti sel (nukleus). Dinding
penyekat yang disebut septum tidak tertutup rapat
sehingga sitoplasma masih bebas bergerak dari suatu
ruangan ke ruangan lainnya.

Sifat Fisiologis Kapang


1. Kebutuhan air
Pada umumnya kebanyakan kapang membutuhkan air minimal
untuk pertumbuhan lebih rendah dibandingkan dengan khamir
dan bakteri.
2. Suhu pertumbuhan
Kebanyakan kapang bersifat mesofilik yaitu tumbuh baik pada
suhu kamar. Suhu optimum pertumbuhan untuk kebanyakan
kapang adalah sekitar 25-30tetapi beberapa dapat tumbuh pada
suhu 35-37atau lebih tinggi. Beberapa kapang bersifat
psikrotrofik dan beberapa bersifat termofilik.
3. Kebutuhan oksigen dan Ph
Semua kapang bersifat aerobik, yaitu membutuhkan oksigen
untuk pertumbuhannya. Kebanyakan kapang dapat pada kisaran
pH yang luas, yaitu 2-8,5 tetapi biasanya pertumbuhannya akan
lebih baik pada kondisi asam atau pH rendah.

Sifat Fisiologis Kapang


4. Makanan
Pada umumnya kapang dapat menggunakan berbagai komponen
makanan, dari yang sederhana hingga kompleks. Kebanyakan
kapang memproduksi enzim hidrolitik, misal amylase, pektinase,
proteinase dan lipase, oleh karena itu dapat tumbuh pada
makanan-makanan yang mengandung pati, pektin, protein atau
lipid.

5. Komponen penghambat
Beberapa kapang mengeluarkan komponen yang dapat
menghambat organisme lainnya. Komponen itu disebut antibiotik,
misalnya penisilin yang diproduksi oleh Penicillium chrysogenum
dan clavasin yang diproduksi oleh Aspergillus clavatus.
Pertumbuhan kapang biasanya berjalan lambat bila dibandingkan
dengan pertumbuhan khamir dan bakteri.

Klasifikasi Kapang
1. Kapang Tidak Bersepta
a) Kelas Oomycetes (spora seksual disebut oospora)
terdiri
dari
ordo
saprolegniales
(spesies
Saprolegnia) dan ordo Peronosporales (spesies
Pythium).
b) Kelas Zygomycetes (spora seksual zigospora) terdiri
dari ordo Mucorales (spora aseksual adalah
sporangiospora)
seperti:
Mucor
mucedo,
Zygorrhynchus, Rhizopus, Absidia dan Thamnidium.

Klasifikasi Kapang
2. Kapang Bersepta
a) Kelas fungi tidak sempurna (imperfecti) tidak mempungai
spora seksual
Ordo Moniales
- Famili Monialiaceae : Aspergillus, Penicillium,
Trichothecium, Geotrichum, Neurospora, Sporatrichum,
Botrytis, Cephalosporium, Trichoderma, Scopulariopsis,
Pullularia.
- Famili Dematiceae : Cladosporium, Helminthosporium,
Alternaria, Stempylium.
- Famili Tuberculariaceae : Fusarium
- Famili Cryptococcaceae (fungsi seperti khusus atau false
yeast) : Candida (khamir),Cryptococcus
- Famili Rhodotorulacee : Rhodotorula (khamir)

Klasifikasi Kapang
- Ordo Melancoliaceae : Colletotrichum, Gleosporium,
Pestalozzia
- Ordo Sphaeropsidales (konidia berbentuk botol
dinamakan piknidia): Phoma, Dlipodia
b) Kelas Ascomycetes. Spora seksual adalah askospora,
seperti: jenis Endomyces, Monascus, Sclerotinia. Yang
termasuk dalam fungi imperfecti : Neurospora,
Eurotium (tahap seksual dari Aspergillus), dan
Penicillium.

Reproduksi Kapang
Secara alamiah kapang berkembang biak dengan berbagai
cara, baik aseksual dengan pembelahan, penguncupan, atau
pembentukan spora. Dapat pula secara seksual dengan
peleburan nukleus dari kedua induknya.
Spora aseksual yaitu:
1. Konidiospora atau konidia, yaitu spora yang dibentuk di
ujung atau di sisi suatu hifa. Konidia kecil dan bersel satu
disebut disebut mikrokonidia. Sedangkan konidia besar
dan banyak disebut makrokonidia.
2. Sporangiospora. Spora bersel satu, terbentuk di dalam
kantung spora yang disebut sporangium di ujung hifa
khusus yang disebut sporangiofora.

Reproduksi Kapang
3. Oidium atau arthrospora, spora bersel satu ini terjadi
karena segmentasi pada ujung-ujung hifa. Sel-sel
tersebut selanjutnya membulat dan akhirnya
melepaskan diri sebagai spora.

4. Klamidospora, spora ini berdinding tebal, dan sangat


resisten terhadap keadaan yang buruk yang terbentuk
pada sel-sel hifa vegetatif.
5. Blastospora, terbentuk dari tunas pada miselium yang
kemudian tumbuh menjadi spora. Juga terjadi pada
pertunasan sel-sel khamir.

Reproduksi Kapang
Spora seksual yaitu:
1. Askospora. Spora bersel satu terbentuk di dalam kantung
yang disebut dengan askus. Biasanya terdapat 8
askospora di dalam setiap askus.
2. Basidiospora. Spora bersel satu terbentuk gada yang
dinamakan basidium.
3. Zigospora. Spora besar dan berdinding tebal yang
terbentuk apabila ujung-ujung dua hifa yang secara
seksual serasi dinamakan gametangia.
4. Oospora. Spora terbentuk di dalam struktur betina
khusus yang disebut oogonium. Pembuahan telur atau
oosfer oleh gamet jantan di anteridium menghasilkan
oospora. Dalam setiap oogonium terdapat satu atau lebih
oosfer.

Kerusakan Oleh Kapang


Kapang mempunyai kisaran pH pertumbuhan yang luas, yaitu
1.5-11. Kebusukan makanan kaleng yang disebabkan oleh
kapang sangat jarang terjadi, tetapi mungkin saja terjadi.
Kebanyakan kapang tidak tahan panas sehingga adanya
kapang pada makanan kaleng disebabkan oleh kurangnya
pemanasan (under process) atau karena terjadi kontaminasi
setelah proses. Kapang memerlukan oksigen untuk tumbuh
sehingga pertumbuhan pada kaleng hanya mungkin terjadi
apabila kaleng bocor. Kapang lebih tahan asam, sehingga
kapang sering membusukkan makanan asam, seperti buahbuahan asam dan minuman asam.

Manfaat Kapang
Beberapa jenis kapang yang dapat dimanfaatkan pembuatan
bahan makanan antara lain:
1. Rhizopus Oligospora (dimanfaatkan dalam pembuatan

tempe dan pembuatan oncom hitam)


2. Rhizopus Oryzae (digunakan dalam pembuatan tempe)
3. Neurospora sitophia (digunakan dalam pembuatan oncom
merah)
4. Aspergillus Oryzae (digunakan dalam pembuatan kecap dan
tauco)
5. Rhizopus, Aspergillus, khamir( tape)
6. Penicililium roqueforti (Keju biru)
7. P. camemberti (keju camembert)

Manfaat Kapang
Selain dimanfaatkan dalam bidang industri pangan
kapang juga sangat bermanfaat dalam bidang nonpangan.
Pemanfaatan kapang dalam bidang industri non pangan
adalah sebagai berikut:
1. Asam sitrat selain digunakan dalam obat-obatan (transfusi
darah), juga digunakan dalam industri tinta dan cat. Dalam
hal ini jenis kapang yang berperan penting adalah
Asperigillus neger dan A.wentii.
2. Asam glukonat salah satu produk yang dimanfaatkan
dalam bidang farmasi fotografi dan tekstil. Jenis kapang
yang digunakan dalam memproduksi asam glukonat
adalah A.Niger.

Beberapa Jenis Kapang Yang Penting


Dalam Mikrobiologi Pangan
Rhizopus
Beberapa spesies Rhizopus juga digunakan dalam
pembuatan beberapa makanan fermentasi
tradisional, misal R. oligosporus dan R. oryzae yang
digunakan dalam fermentasi berbagai macam tempe
dan oncom hitam.

3dham.com

Aspergillus
Grup A. flavus-oryzae termasuk spesies yang penting
dalam fermentasi beberapa makanan tradisional dan
untuk memproduksi enzim, tetapi kapang dalam
grup ini sering menyebabkan kerusakan makanan. A.
oryzae digunakan dalam fermentasi tahap pertama
dalam pembuatan kecap dan tauco.

Penicillium
Kapang ini sering menyababkan kerusakan pada
sayuran, buah-buahan dan serealia. Penicillium juga
digunakan oleh dalam industri untuk memproduksi
antibiotik.

faculty. ccbcmd.edu

Neurospora (Monila)
Neurospora (Monila) sitophila dan N. crassa
merupakan spesies yang umum dijumpai pada
makanan dan disebut kapang roti merah atau kapang
nasi merah karena pertumbuhannya yang cepat pada
roti atau nasi dengan membentuk warna merahoranye. N. sitophila juga digunakan dalam pembuatan
oncom merah.

publications.nigms.nih.gov

Definisi Khamir
Khamir merupakan jenis jamur uniseluler. Istilah
khamir umumnya digunakan untuk bentukbentuk yang menyerupai jamur dari kelompok
Ascomycetes yang tidak berfilamen tetapi
uniseluler berbentuk ovoid atau spheroid. Bentuk
khamir dapat sperikal sampai ovoid, kadang
dapat membentuk miselium semu. Ukuran juga
bervariasi. Struktur yang dapat diamati meliputi
dinding sel, sitoplasma, vakuol air, globula lemak
dan granula.

Morfologi Khamir
Sel kamir mempunyai ukuran bervariasi, yaitu
dengan panjang 1-5 mm sampai 20-50 mm dan
lebar 1-10 mm. Bentuk khamir dapat berbentuk
bulat oval, seperti jeruk, silindris, segitiga,
memanjang seperti miselium sejati atau
meselium palsu, ogival yaitu bulat panjang
dengan salah satu ujung runcing, segitiga
melengkung, dan lain-lain. Bagian struktur yang
terlihat adalah dinding sel, sitoplasma, vakuola,
butir lemak, albumin, dan pati. Pewarnaan
khusus akan membantu kita melihat intinya.
Khamir tidak bergerak karena itu tidak
mempunyai struktur tambahan di bagian luarnya
seperti flagella.

Sifat Fisiologis Khamir


1. Kebutuhan air

Khamir kebanyakan tumbuh paling baik pada kondisi dengan


air yang cukup. \Batas aktivitas air khamir terendah untuk
pertumbuhan berkisar antara 0,88-0,94. Selain itu banyak
kamir yang bersifat osmofilik yakni dapat tumbuh pada
medium dengan aktivitas air relative rendah, yaitu 0,62-0,65.

2. Kisaran suhu
Kisaran suhu untuk pertumbuhan kebanyakan khamir pada
umumnya hamper sama denga kapang, yaitu suhu optimum
25-30 derajat celcius dan suhu maksimum 34-47 derajat
celcius, tetapi beberapa khamir dapat tumbuh pada suhu 0
derajat celcius. Kebanyakan khamir lebih cepat tumbuh pada
pH 4.0-4,5, dan tidak dapat tumbuh dengan baik pada medium
alkali, kecuali jika telah beradaptasi.

Sifat Fisiologis Khamir


3. Kebutuhan oksigen

Khamir bersifat aerob yaitu mutlak memerlukan oksigen.


Kecuali khamir yang bersifat fermentatif yang hidup dalam
keadaan anaerob yaitu tidak memerlukan oksigen bebas.
4. Resistensi Khamir terhadap Panas
Askospora (spora) khamir dapat dibunuh pada suhu 5 10oC lebih besar dari sel vegetatifnya. Sebagian besar
askospora khamir terbunuh pada suhu 60oC selama 10 15
menit. Ada juga yang resisten pada keadaan tersebut tetapi
pada umumnya tidak dapat hidup pada suhu 100oC.

Klasifikasi Khamir
Berdasarkan morfologinya, khamir diklasifikasikan menjadi dua kelompok
yaitu:
1. Yeast sejati
Kelompok yeast sejati pada dasarnya termasuk kedalam kelas
Ascomycetes, dengan ciri memiliki spora. Termasuk kedalam kelompok
ini adalah berbagai spesies Saccharomyces, Schizosaccharomyces,
Zygosaccharomyces,
Pichia,
Hansenula,
Debaryomyces dan
Hanseniaspora. Sedangkan pada kelompok jenis yeast sejati ini spesies
yang umum digunakan dalam industri adalah Saccharomyces cerevisiae
yaitu untuk pembuatan roti, minuman beralkohol, glyserol dan enzim
invertase.
2. Kelompok yeast yang liar
Kelompok yeast ini tidak mempunyai spora. Yeast liar ini
pertumbuhannya terkadang diharapkan ada yang tidak diharapkan
dalam suatu fermentasi. Termasuk dalam kelompok yeast ini adalah
Candida, Torulopsis, Brettanomyces, Rhodotorula, Trichosporon dan
Kloeckera.

Reproduksi Khamir
Reproduksi dengan cara pertunasan, pembelahan, pembelahan
tunas dan pembentukan spora aseksual dinamakan reproduksi
vegetatif sedangkan pembentukan spora seksual disebut dengan
reproduksi seksual.
Pembentukan Spora Aseksual
1. Terjadi melalui pembentukan spora dibedakan atas beberapa
macam yaitu:
2. Blastospora membentuk kumpulan tunas menempel pada sel
yang memanjang.
3. Balliospora, tumbuh pada ujung sel yang meruncing satu demi
satu dilepaskan dengan tekanan.
4. Khlamidospora, bentuk spora istirahat yang mempunyai
dinding sel tebal.

Reproduksi Khamir
Pembentukan Spora Seksual
Spora seksual terdiri dari basidiospora dan askospora.
Khamir dibedakan atas dua kelompok berdasarkan jumlah
kromosom di dalam inti sel yakni khamir diploid dan
khamir haploid. Inti sel pada khamir diploid terbentuk dari
pengabungan inti dua sel haploid atau dua askospora,
karena itu mengandung kromoson 2n.

Kerusakan Oleh Khamir


Khamir hanya sedikit resisten terhadap pemanasan,
dimana kebanyakan khamir dapat terbunuh pada suhu
60oC. Jika makanan kaleng busuk karena pertumbuhan
khamir, maka dapat diduga pemanasan makanan
tersebut tidak cukup atau kaleng telah bocor. Pada
umumnya kebusukan karena khamir disertai dengan
pembentukan alkohol dan gas CO2 yang menyebabkan
kaleng menjadi kembung. Khamir dapat membusukkan
buah kaleng, jam dan jelly serta dapat
menggembungkan kaleng karena produksi CO2. Seperti
halnya kapang, khamir yang tumbuh pada makanan
yang diolah dengan pemanasan tidak menyebabkan
penyakit pada manusia.

Manfaat Khamir
Berikut beberapa produk olahan susu menggunakan yeast:
a) Susu segar, pasteurisasi: Rhodotorula spp., Candida famata,
C. diffluens, C. curvata, Kluyveromyces marxianus,
Cryptococcus flavus.
b) Mentega: Rhodotorula rubra, R. glutinis, Candida famata,
C. diffluens, C. lipolytica, Cryptococcus laurentii.
c) Yogurt: Kluyveromyces marxianus, Candida famata,
Debaryomyces hansenii, Saccharomyces cerevisiae,
Hansenula anomala.
d) Keju cottage: Cryptococcus laurentii, Sporobolmyces roseus
e) Keju lunak: Candida lipolytica, Pichia membranafaciens, P.
fermentans, Debaryomyces hansenii, Saccharomyces
cerevisiae,

Manfaat Khamir
Khamir merupakan salah satu mikroorganisme yang telah
diproduksi secara komersial. Salah satu manfaat utama dari
ragi atau khamir adalah pembentukan alkohol dari bahan
baku karbohidrat. Selain dimanfaatkan dalam industri pangan
seperti pembuatan minuman, roti dan bir, ragi juga
dimanfaatkan dalam bidang nonpangan. Beberapa contoh
khamir yang dimanfaatkan dalam bidang nonpangan antara
lain:
a) Saccharomycopsis lipolityca digunakan untuk memproduksi
protein mikroba dari produk minyak tanah.
b) Candida utilis digunakan untuk memproduksi Riboflavin
dari limbah industri kertas.

Sifat-sifat Beberapa Khamir Makanan

Cryptococcus
Salah satu contoh dari Cryptococcus adalah Cryptococcus
neofarmans. Cryptococcus neofarmans adalah jamur
seperti ragi (yeast like fungus) yang ada dimana-mana di
seluruh dunia. Jamur ini menyebabkan penyakit jamur
sistemik yang disebut cryptococcosis, dahulu dikenal
dengan nama Torula histolitica. Jamur ini paling dikenal
sebagai penyebab utama meningitis jamur dan
merupakan penyebab terbanyak morbiditas dan
mortalitas pasien dengan gangguan imunitas.

microbiology.mtsinai.on.ca

Debaryomyces
Debaryomyces adalah genus dari Saccharomycetaceae.
Sel debaryomyces berbentuk bulat atau oval dinding
bergerigi, dan sering tumbuh dan membentuk partikel
pada larutan garam dalam kering daging. Biasanya
terdapat di tanah, air, tumbuhan, makanan dan spesimen
yang berasal dari klinik.

www.visualphotos.com

Rhodotorula
Rhodotorula adalah khamir yang berpigmen, bagian dari
filum Basidiomycota, cukup mudah diidentifikasi dari warna
koloni jingga/merah yang khas bila ditanam pada SDA
(Sabouraud's Dextrose Agar). Warna khas ini merupakan
hasil dari pigmen yang dibuat oleh ragi untuk memblokir
panjang gelombang tertentu dari cahaya yang dapat
merusak sel. Warna koloni bervariasi dari warna krem
sampai berwarna jingga/merah/merah muda atau kuning.
Rhodotorula dapat dibiakkan dari sampel tanah, air, dan
udara. Rhodotorula dapat memperoleh senyawa nitrogen
dari lingkungannya dengan baik, dan dapat tumbuh
di udara yang telah bersih dari kontaminan. Ia juga dapat
tumbuh pada manusia (misal : kulit, pernapasan, saluran
pencernaan) dan dapat bersifat patogen dan menyebabkan
penyakit.

Saccharomyces
Saccharomyces merupakan genus
khamir/ragi/yeast yang memiliki kemampuan
mengubah glukosa menjadi alkohol dan CO2.
Saccharomyces merupakan mikroorganisme bersel
satu tidak berklorofil, termasuk termasuk
kelompok Eumycetes. Tumbuh baik pada suhu
30oCdan pH 4,8. Beberapa kelebihan
saccharomyces dalam proses fermentasi yaitu
mikroorganisme ini cepat berkembang biak, tahan
terhadap kadar alkohol yang tinggi, tahan terhadap
suhu yang tinggi, mempunyai sifat stabil dan cepat
mengadakan adaptasi.
www.visualphotos.com

Penggunaan Khamir dalam Industri


Penggunaan khamir dalam industri terutama adalah dalam
produksi alcohol dari sumber karbohidrat, misalnya pati
dan molase, prisip fermentasi ini digunakan dalam produksi
alkohol, anggur, brem, minuman keras, dan sebagainya. Jika
sebagai sumber karbohidrat digunakan pati, misalnya pati
jagung, ubi kayu, beras, dan pati lain-lainnya, pati tersebut
harus terlebih dahulu dihidrolisis menjadi gula-gula
sederhana yaitu glukosa. Hidrolisis pati dapat dilakukan
dengan beberapa cara, misalnya mengguna- kan enzim dari
malt barlel atau kapang, atau dengan kombinasi asam dan
pemanasan. Selain untuk memproduksi alkohol, khamir
juga digunakan dalam industry lainnya misalnya dalam
pembuatan roti untuk memproduksi gas karbon dioksida
secara cepat sehingga membuat lubang-lubang pada roti
dan mengembangkan roti, pembuatan protein sel tunggal,
dan pembuatan makanan-makanan tradisional seperti tape
dan brem.