Anda di halaman 1dari 11

ABORTUS INKOMPLIT

Disusun Oleh :
Meri Dian Sera (08310193)

Pembimbing :
dr. Herizal B Razali, Sp.OG

Definisi
Menurut World Health Organization, abortus adalah
penghentian kehamilan sebelum janin mencapai
viabilitas sebelum usia kehamilan 20-22 minggu,
dengan berat badan kurangdari 500 gram.
Abortus Inkomplet adalah janin kemungkinan
sudah keluar bersama-sama dengan plasenta pada
abortus yang terjadi sebelum minggu ke-10, tetapi
sesudah usia kehamilan 10 minggu, pengeluaran
janin dan plasenta akan terpisah. Bila plasenta
seluruhnya atau sebagian tetap tinggal dalam
uterus maka bisa menimbulkan perdarahan.

Etiologi

Abortus inkomplit merupakan salah satu abortus


spontan, banyak faktor penyebab terjadinya abortus
spontan.
Penyebab abortus spontan (Manuaba,2009) :
Faktor genetik
Faktor hormonal
Kelainan anatomi uterus
Faktor infeksi genitalia interna
Postur ibu hamil
Faktor paternal
Faktor imunologis
Faktor alloimmune

Patofisiologi
abortus terjadi pendarahan dalam desidua basalis,
kemudian diikuti oleh nekrosis jaringan disekitarnya yang
menyebabkan hasil konsepsi terlepas dan dianggap
benda asing dalam uterus. uterus berkontraksi untuk
mengeluarkan benda asing tersebut.
Pada kehamilan kurang dari 8 minggu vili korialis belum
menembus desidua secara dalam, jadi hasil konsepsi
dapat dikeluarkan seluruhnya.
Pada kehamilan 8 sampai 14 minggu penembusan sudah
lebih dalam hingga plasenta tidak dilepaskan sempurna
dan menimbulkan banyak pendarahan.
Pada kehamilan lebih 14 minggu, janin dikeluarkan lebih
dahulu dari pada plasenta.

Manifestasi Klinis
perdarahan pervaginam derajat sedang sampai
berat disertai dengan kram pada perut bagian
bawah, bahkan sampai ke punggung.
Janin kemungkinan sudah keluar bersama-sama
plasenta pada abortus yang terjadi sebelum
minggu ke-10, tetapi sesudah usia kehamilan 10
minggu, pengeluaran janin dan plasenta akan
terpisah.
Sedangkan pada abortus dalam usia kehamilan
yang lebih lanjut, sering pendarahan berlangsung
amat banyak dan kadang-kadang masif sehingga
terjadi hipovolemik berat.

Pemeriksaan Penunjang
pemeriksaan penunjang abortus
inkomplit yaitu USG. USG kehamilan
untuk mendeteksi adanya sisa
kehamilan. Pada USG didapatkan
endometrium yang tipis.

Penatalaksanaan
Jika perdarahan tidak seberapa banyak dan kehamilan kurang
dari 10 minggu, evakuasi dapat dilakukan secara digital atau
cunam ovum untuk mengeluarkan hasil konsepsi yang keluar
melalui serviks. Jika pendarahan berhenti, beri ergometrin 0,2
mg intramuskular atau misoprostol 40 mcg per oral.
Jika perdarahan banyak atau terus berlangsung dan usia
kehamilan kurang dari 16 minggu, evakuasi hasil konsepsi
dengan :
Aspirasi Eakum merupakan metode evakuasi yang terpilih. evakuasi
dengan kuret tajam sebaiknya dilakukan jika aspirasi vakum manual
tidak tersedia.
Jika evakuasi belum dapat dilakukan segera, beri ergometrin 0,2 mg
intramuskular (diulangi setelah 15 menit jika perlu) atau misoprostol
400 mcg per oral (dapat diulangi setelah 4 jam jika perlu).

...........Lanjutan
Jika kehamilan lebih dari 16 minggu :
Berikan infus oksitosin 20 unit dalam 500 ml
cairan intravena (garam fisiologis atau Linger
laktat) dengan kecepatan 40 tetes per menit
sampai terjadi ekspulsi hasil konsepsi.
Jika perlu berikan misoprostol 20 mcg
pervaginam setiap 4 jam sampai terjadi
ekspulsi hasil konsepsi (maksimal 800 mcg).
Evakuasi sisa hasil konsepsi yang tertinggal
dalam uterus.

Komplikasi
Abortus inkomplit yang tidak ditangani
dengan baik dapat mengakibatkan syok
akibat perdarahan hebat dan terjadinya
infeksi akibat retensi sisa hasil konsepsi yang
lama didalam uterus. Sinekia intrauterin dan
infertilitas juga merupakan komplikasi dari
abortus.
Berbagai kemungkinan komplikasi tindakan
kuretase dapat terjadi, seperti perforasi
uterus, laserasi serviks, perdarahan, evakuasi
jaringan sisa yang tidak lengkap dan inveksi.

Komplikasi yang dapat terjadi akibat


tindakan kuretase antara lain :
komplikasi jangka pendek
Dapat terjadi refleks vagal yang menimbulkan
muntah-muntah, bradikardi dan cardiac arrest.
Perforasi uterus
Serviks robek
Perdarahan yang biasanya disebabkan sisa
jaringan konsepsi.
Infeksi akut

Komplikasi jangka panjang


Infertilitas baik karena infeksi atau tehnik kuretase
Nyeri pelvis yang kronis.