Anda di halaman 1dari 31

Demam Dengue (DD) dan Demam

Berdarah Dengue (DBD)


Matrianis Haria
123307080

Bagian Ilmu Kesehatan Anak


RSU Royal Prima
Fakultas Kedokteran
Universitas Prima Indonesia

Pendahuluan
Definisi Demam Berdarah Dengue
Demam berdarah dengue(DBD) atau dengue haemorrhagic fever/DHF
merupakan penyakit infeksi yang disebabkan virus dengue

Gejala Klinis DD

Gejala Klinis DBD

1. Demam 2-7 hari yang timbul


mendadak, bifasik
2. Perdarahan spontan
3. Nyeri kepala, mialgia
4. Terdapat kasus DBD di
sekitar lingkungan
5. Leukopenia <4000/mm3.
6. Trombositopenia
<100.000/mm3

1. Demam 2-7 hari yang timbul


mendadak, kontinu
2. Perdarahan spontan
3. Nyeri kepala, mialgia
4. Terdapat kasus DBD di
sekitar lingkungan
5. Hepatomegali
6. Perembesan plasma
6. Trombositopenia
<100.000/mm3

Gejala tanda bahaya ( warning


signs)
1. Demam turun tetapi keadaan anak memburuk
2. Nyeri perut dan nyeri tekan abdomen
3. Muntah yang menetap
4. Letargi, gelisah
5. Perdarahan mukosa
6. Pembesaran hati
7. Akumulasi cairan
8. Oliguria
9.Peningkatan kadar hematokrit bersamaan dengan penurunan
cepat jumlah trombosit
10. Hematokrit awal tinggi

Tanda
dan
gejala
terkompensasi

syok Tanda
dan
gejala
dekompensasi

syok

1. Takikardia
1. Takikardia
2. Takipnea
2. Hipotensi (sistolik dan diastolik
3. Tekanan
nadi
(perbedaan
turun)
antara sistolik dan diastolik) 3. Nadi cepat dan kecil
<20 mmHg
4. Pernapasan
kusmaull
atau
4. Waktu
pengisian
kapiler
hiperapnue
(capillary refill time/ CRT) > 2 5. Sianosis
detik
6. Kulit lembab dan dingin
5. Kulit dingin
7. Profound shock: nadi tidak
6. Produksi urin (urine output)
teraba dan tekanan darah tidak
menurun < 1ml/kgBB/jam
teratur
7. Anak gelisah
Pemeriksaan laboratorium untuk infeksi virus dengue adalah:
1. Pemeriksaan NS-1 antigen virus dengue (NS-1 dengue antigen)
2. Pemeriksaan serologi IgM dan IgG anti dengue

Penatalaksanaan
Terapi DD
1. Cukup minum selain air putih dapat
diberikan susu, jus buah, cairan elektrolit,
air tajin
2. Parasetamol 10 mg/kgBB/kali dengan
interval 46 jam. Berikan kompres hangat.
Terapi DBD
Terapi simtomatik:
1. Antipiretik (paracetamol 1015 mg/kgBB)
2. Penggantian cairan

Tatalaksana sindrom syok dengue


terkompensasi

Beri oksigen 2-4 L/menit


Periksa hematokrit, kristaloid RL/RS 10-20 mL/kg/BB dalam
60 menit

Sindrom Syok Dengue Dekompensasi


Berikan oksigen 2-4 L/menit
Bolus kristaloid dan atau koloid 10-20 mL/kg/BB dalam waktu 10-20 menit.
Periksa ABCS: hematokrit, analisis gas darah, gula darah, kalsium

KASUS

IDENTITAS PASIEN
KASUS DD
Nama
: Izaz Aqilla
Lintang
Umur
: 3 tahun
Jenis kelamin : Laki laki
No RM
: 02.99.44
Tanggal masuk : 16- 06-2016
Tanggal keluar : 23- 06-2016
Keluhan Utama : Demam Tinggi
Telaah K/ U : Os mengalami demam
tinggi 2 hari yang lalu sebelum
masuk
rumah
sakit.
Demam
dirasakan tinggi mendadak, pasien
juga mengeluh nyeri otot dan sakit
perut namun tidak begitu hebat.
Sudah mengkonsumsi obat demam
tapi demam tidak turun, mimisan
(-), gusi berdarah (-), sesak (-). Tidak
ada keluhan BAB dan BAK.

IDENTITAS PASIEN
KASUS DBD
Nama
Umur
Jenis kelamin
No RM
Tanggal masuk
Tanggal keluar

:
:
:
:
:
:

Aisyah fattah
10 tahun
Perempuan
02.99.44
18- 06-2016
23- 06-2016

Keluhan Utama : Demam Tinggi


Telaah K/ U : Os mengalami demam
tinggi 5 hari yang lalu sebelum
masuk
rumah
sakit.
Demam
dirasakan tinggi mendadak, batuk
sejak 5 hari, sakit perut (+), muntah
(+), mimisan (-), gusi berdarah (-),
sesak (-), BAB (-) selama sakit, BAK
(+).

Riwayat penyakit terdahulu:


Riwayat penyakit terdahulu :
Pasien
tidak
pernah Pasien
tidak
pernah
menderita hal seperti ini. menderita hal seperti ini.
Riwayat
alergi,
asma
di
sangkal.
Riwayat kehamilan ibu:
Kunjungan antenatal dilakukan
kepada dokter.
Sudah mendapatkan vaksin TT

Riwayat kehamilan ibu :


Kunjungan antenatal dilakukan
kepada dokter.
Sudah mendapatkan vaksin TT

Riwayat persalinan :
Tempat kelahiran : Rumah Sakit
Ditolong oleh : Dokter
Cara kelahiran : Spontan
BBL
: 3000 gram
PBL : 49 cm

Riwayat persalinan :
Tempat kelahiran : Rumah Sakit
Ditolong oleh : Dokter
Cara kelahiran : SC
BBL
: 4000 gram
PBL : 50 cm

Riwayat makanan :
0-6 bulan : ASI
6 bulan 2 tahun
formula dan bubur.

Riwayat makanan :
0-6 bulan : ASI
: ASI, susu 6 bulan 2 tahun
formula dan bubur.

: ASI, susu

Riwayat imunisasi
:
Orang tua pasien mengatakan
imunisasi sudah lengkap
(BCG, Polio, DPT, Hepatitis B,
Campak).

Riwayat imunisasi
:
Orang tua pasien mengatakan
imunisasi
sudah
lengkap
(BCG, Polio, DPT, Hepatitis B,
Campak).

Riwayat penyakit keluarga :


Riwayat penyakit keluarga :
Tidak ada keluarga yang
Tidak
ada
keluarga
yang
mengalami hal yang sama.
mengalami hal yang sama
Riwayat DM, Hipertensi, asma,
penyakit jantung pada keluarga di
sangkal.
Riwayat pemakaian
Paracetamol

obat

: Riwayat pemakaian obat


Paracetamol

Keadaan Umum :
Keadaan sakit
: Tampak
sakit sedang
Kesadaran
:
Composmentis
Status gizi
:
BB/TB : 11,4/14 x 100% =
81% (Gizi kurang)

Keadaan Umum :
Keadaan sakit
: Tampak
sakit sedang
Kesadaran
: Composmentis
Status gizi:
BB/TB : 32/33 x 100% = 96%
(Gizi baik)

Vital Sign
Nadi
: 110 x/i
TD
: 90/60 mmHg
RR
: 30 x/i
T
: 38 c
BB
: 11, 4 kg
TB
: 92 cm

Vital Sign
Nadi
: 88 x/i
TD
: 93/65 mmHg
RR
: 18 x/i
T
: 38.5 c
BB
: 32 kg
TB
: 135 cm

Status Lokalisasi

Status Lokalisasi

a. Kulit
a. Kulit
Warna kulit : Coklat
Warna kulit : Coklat
Turgor kulit : Baik
Turgor kulit : Baik
Kelembaban kulit : Ekstremitas Kelembaban kulit
: Tangan dan
hangat
Kaki agak dingin
b. Rambut
Hitam,
distribusi
dicabut

rata,

b. Rambut
sulit Hitam,
distribusi
dicabut

rata,

sulit

c. Kelenjar Getah Bening (KGB)


c. Kelenjar Getah Bening (KGB)
Tidak ditemukan pembesaran Tidak ditemukan pembesaran
KGB
KGB
d. Kepala dan Leher
Bentuk kepala : Normocephal
Rambut
dan
kulit
kepala
:Rambut
berwarna
hitam,
distribusi rata, sulit dicabut, tidak
ditemukan lesi pada kulit kepala.

d. Kepala dan Leher


Bentuk kepala : Normocephal
Rambut dan kulit kepala :
Rambut
berwarna
hitam,
distribusi rata, sulit dicabut, tidak
ditemukan lesi pada kulit kepala.

Ubun-ubun
:
Tidak
ada Ubun-ubun
: Tidak ada
kelainan, tertutup normal
kelainan, tertutup normal
Wajah
: Simetris, tidak Wajah
: Simetris, tidak
ditemukan benjolan
ditemukan benjolan
Mata

: DBN

Telinga

: DBN

Mata
Telinga

: DBN
: DBN

Hidung
: DBN, Secret
Hidung
: DBN, Secret (-) (+) Deviasi septum nasi -/-,
Deviasi septum nasi -/-, tidak tidak ada nafas cuping
ada nafas cuping hidung, hidung, nyeri tekan
nyeri tekan
Mulut
: Bentuk mulut
normal saat bicara dan diam,
tidak
terdapat
gangguan
bicara, sudut bibir kiri kanan
tampak simetris saat bicara
dan tersenyum, bibir tidak
kering, tidak sianosis, lidah
tidak kotor, tidak tremor.
Tonsil T1T1 (Normal)

Mulut
: Bentuk mulut
normal saat bicara dan diam,
tidak terdapat gangguan
bicara, sudut bibir kiri kanan
tampak simetris saat bicara
dan tersenyum, bibir sedikit
kering, tidak sianosis, lidah
tidak kotor, tidak tremor.
Tonsil T1T1 (Normal).

Thorax

Thorax

Inspeksi :
Bentuk thorax
: Inspeksi :
Bentuk thorax
:
Simetris, tidak ada pernapasan Simetris, tidak ada pernapasan
yang tertinggal.
yang tertinggal
Palpasi :
Pada palpasi secara umum tidak
terdapat nyeri tekan, tida teraba
benjolan pada dinding dada.
Gerak nafas simetris .
Teraba ictus cordis pada sela iga
ke IV, 2 jari medial dari garis
midclavicularis kiri.

Palpasi :
Pada palpasi secara umum tidak
terdapat nyeri tekan, tida teraba
benjolan pada dinding dada
Gerak nafas simetris
Teraba ictus cordis pada sela iga
ke IV, 2 jari medial dari garis
midclavicularis kiri

Perkusi : DBN

Perkusi : DBN

Auskultasi : Suara nafas vesikuler


+/+, Ronkhi -/-, Wheezing -/stidor (-). BJ I, BJ II regular, galop
(-).

Auskultasi : Suara nafas vesikuler


+/+, Ronkhi -/-, Wheezing -/stidor (-). BJ I, BJ II regular, galop
(-).

Abdomen

Abdomen

Inspeksi :
Inspeksi
Bentuk perut datar
Bentuk perut datar
Venektasi (-), caput medusae (-). Venektasi (-), caput medusae (-).
Palpasi :
Dinding abdomen teraba soepel,
turgor kulit baik.
Tidak ditemukan nyeri tekan
Hepar dan lien tidak teraba

Palpasi
Dinding abdomen teraba soepel,
turgor kulit baik.
Tidak ditemukan nyeri tekan
Hepar dan lien tidak teraba

Perkusi
Timpani diseluruh kuadran
abdomen

Perkusi
Shifting dullness (-)

Auskultasi
Bising usus (+) normal

Auskultasi
Bising usus (+) normal

Ekstremitas
Atas : Akral hangat
Bawah : Akral hangat

Ekstremitas
Atas : Akral agak dingin
Bawah : Akral agak dingin

Diagnosis banding
DD (Demam Dengue)
Demam Thypoid
Malaria

Diagnosis banding
DBD + ISPA + Konstipasi
Demam thypoid + ISPA +
Konstipasi
Malaria+ ISPA + Konstipasi
ISPA + Konstipasi

Diagnosis sementara
DD (Demam Dengue)

Diagnosis sementara
DBD + ISPA + Konstipasi

Terapi sementara
IVFD RL 15 gtt/i, makro
Paracetamol Syr 4x6 mL pc
Apialys Syr 2x5 mL pc
Diet MB
Susu pediasure

Terapi sementara
IVFD Kaen 3B 20 gtt/i, makro
Tempra forte Syr 4x7,5 mL P.C
Opilax 1x25 cc P.C
Lapifed 3x1 (5 mL) P.C
Toplexil 3x1 (5 mL) P.C
Diet MB

PEMERIKSAAN LABORATORIUM

PEMERIKSAAN LABORATORIUM

No

Pemeriksaan

Hasil

No

Pemeriksaan

Hasil

Hemoglobin

13.6 mm/dl

Hemoglobin

17.8 mm/dl

Leukosit

6.200 /mm3

Leukosit

2.800 /mm3

Laju endap

6 mm/jam

Laju endap

10 mm/jam

darah
4

Trombosis

darah
161. 000

Trombosis

49. 000
/mm3

/mm3
5

Hematocrit

38.4 %

Hematocrit

Eritrosit

4.37

Eritrosit

39.1 %
6.05
106/mm3

106/mm3

IMMUNOSEROLOGI INFECTION
No

Pemeriksaan

Hasil

Satuan

Normal

metode

Dengue NS-1 Ag

Positive

Negative

Diagnosa Kerja : Demam


Dengue (DD)

Diagnosa Kerja: Demam


Berdarah Denguen DBD

Terapi Definitif
IVFD RL S/S Kaen 3B 21 gtt/i
Paracetamol Syr 4x6 mL pc
Apialys Syr 2x5 mL pc
Diet MB

Terapi Definitif
IVFD Asering 100 cc/j
Tempra forte Syr 4x7,5 mL P.C
Lapifed 3x1 (5 mL) P.C
Toplexil 3x1 (5 mL) P.C
Diet (MB) diteruskan

FOLLOW UP
Follow up tanggal 18 juni 2016 :
Subjektif
: Demam (+), nyeri otot (+)
Objektif
: T: 38.2c
HR: 112x/i
RR: 26x/i
Assessment : Demam dengue

FOLLOW UP

Follow up tanggal 19 juni 2016


Subjektif : Demam (+), susah BAB,
muntah (-) batuk (+), kulit agak
dingin, sianosis (-), anak tidak
gelisah.
Objektif : TD : 100/80 mmHg
T: 34,6c
Planning :
HR: 120x/i
1. IVFD RL s/s KAEN 3B-15 gtt/i macro
RR: 22x/i
2. Paracetamol syr 4x6 ml
Assessment : DHF Grade III
3. Apialys syr 2x5 ml
4. Diet MB
Planning :
5. Pediasure
1. IVFD Asering cor
2. Cek darah
Cek Darah:
Trombosit : 91. 000
Leukosit : 1600
HB : 13.3
LED : 4
Hematokrit : 36.6
Eritrosit : 4.24

Follow up tanggal 19 juni 2016

Follow up tanggal 20 juni 2016

Subjektif : Demam turun (), nyeri otot (+),

Subjektif : Demam turun (),susah BAB

Objektif

Objektif

T: 36.5c

TD : 100/60 mmHg

RR: 22x/i

HR: 100x/i

T: 37.4c

HR: 112x/i

RR: 26x/i
Assessment : Demam dengue

Assessment : DHF Grade III

Planning :

Planning

1. IVFD RL s/s KAEN 3B 15 gtt/i macro

IVFD Asering 100 cc/j

2. Paracetamol syr 4x6 ml

Diet (MB) diteruskan

3. Apialys syr 2x5 ml

Cek Darah Rutin :


Trombosit : 41. 000
Leukosit : 3200
HB : 16.6

4. Diet MB
5. Pediasure

LED : 7
Hematokrit : 45.5

Eritrosit : 5.62

Follow up tanggal 20 juni 2016

Follow up tanggal 21 juni 2016

Subjektif

Subjektif

Tidak ada keluhan, demam tidak ada


Objektif

Tidak ada keluhan, demam tidak ada


Objektif

T: 37.4c

T: 36.5c

HR: 120x/i

HR: 100x/i

RR: 28x/i
Assessment
Demam dengue
Planning

RR: 26x/i
Assessment
DHF III
Planning

1. IVFD RL s/s KAEN 3B 21 gtt/i

1. IVFD RL 60 cc/j

2. Paracetamol syr

2. Diet MB

3. Apialys syr 2x5 ml

Trombosit : 41. 000


Leukosit : 3200
HB : 16.6
LED : 7
Hematokrit : 45.5
Eritrosit : 5.62

4. Diet MB
5. Pediasure

Cek Darah Rutin :

Follow up tanggal 21 juni 2016

Follow up tanggal 22 juni 2016

Subjektif

Subjektif

Tidak ada keluhan, demam tidak ada


Objektif

Demam - , pilek, petekie (+)


Objektif

T: 37.1c

T: 36.5c

HR: 118x/i

HR: 100x/i

RR: 26x/i

RR: 26x/i

Assessment

Assessment

Demam dengue

DHF

Planning

Planning

1.

IVFD RL s/s KAEN 3B 21 gtt/i

1.

IVFD Asering 20 cc/jam

2.

Apialys syr 2x5 ml

2.

Ryvel syr 2x5 mL P.C

3.

Diet MB

3.

Diet MB

4.

Pediasure

Cek darah lengkap

5.

Cek darah

Trombosit : 37. 000


Leukosit : 3900
HB : 14.8
LED : 8
Hematokrit : 43.3
Eritrosit : 5. 07

Follow up tanggal 22 juni 2016

Follow up tanggal 23 juni 2016

Subjektif

Subjektif

Demam tidak ada, lemas (+), petekie (+)


Objektif

Tidak ada keluhan, demam tidak ada


Objektif

T: 35.6c

T: 36.5c

HR: 110x/i

HR: 100x/i

RR: 26x/i

RR: 26x/i

Assessment
Demam dengue
Planning

Assessment
DHF III
Planning

1.

IVFD RL s/s KAEN 3B 21 gtt/i

Ryvel 2x5 ml P.C

2.

Apialys syr 2x5 ml

3.

Diet MB

4.

Pediasure

Cek darah rutin :


Trombosit : 128. 000
Leukosit : 7200
HB : 12.9
LED : 8
Hematokrit : 35.4
Eritrosit : 4.33

Cek Darah Rutin:


-.

Trombosit : 68. 000

-.

Leukosit : 4100

-.

HB : 12.9

-.

LED : 3

-.

Hematokrit : 35.9

-.

Eritrosit : 4.51

Follow up tanggal 23 juni 2016


Subjektif
Tidak ada keluhan, demam tidak ada
Objektif
T: 36.5c
HR: 110x/i
RR: 26x/i
Assessment
Demam dengue
Planning
1.

Apialys syr 1x5 ml

Cek Darah Rutih:


-.

Trombosit : 108. 000

-.

Leukosit : 4000

-.

HB : 13.6

-.

LED : 5

-.

Hematokrit : 37.4

-.

Eritrosit : 4.37

ANALISIS KASUS 1

Pada pasien ini ditegakkan diagnosis Demam Dengue (DD) berdasarkan anamnesis,
pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Berdasarkan anamnesis, pasien laki-laki
berumur 3 tahun dibawa ibunya ke RSU Royal Prima dengan keluhan : Demam dirasakan
tinggi mendadak 2 hari sebelum masuk rumah sakit , disertai nyeri otot, sakit perut. Orang
tua Os mengatakan, Os sudah mengkonsumsi obat demam tapi demam tidak turun.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu bifasik, manifestasi perdarahan spontan spt petekie
di ekstremitas bawah (+), tidak di temukan pembesaran KGD, Hepatomegali ().
Pada pemeriksaan penunjang, didapatkan penurunan trombosit (91.000/mm3), penurunan
leukosit (1600/mm3), pemeriksaan Dengue NS-1 Ag menunjukan hasil positive.
Berdasarkan literatur (Pedoman Diagnosis dan Tata Laksana Infeksi Virus
Dengue pada Anak, 2014) mengatakan bahwa gejala klinis Demam
Dengue ialah:
Demam 2-7 hari timbul mendadak, terus menerus dan bifasik
Manifestasi perdarahan spontan seperti peteki, purpura.
Nyeri kepala, mialgia (nyeri otot) dan nyeri perut
Leukopenia <4000/mm3.
Trombositopenia <100.000/mm3

Berdasarkan literatur (Pedoman Diagnosis dan Tata Laksana Infeksi Virus Dengue
pada Anak, 2014) Penatalaksanaan pada kasus Demam Dengue ini diberikan
paracetamol untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri perut dan otot, cairan RL
dan Kaen 3B diberikan untuk penggantian cairan tubuh, Pemberian cairan Hipotonik di
atas >6 tidak di anjurkan, karena hanya 1/12 volume yang bertahan dalam ruang
intravaskular sedangkan cairan isotonik volume yang bertahan, sisanya didistribusi ke
ruang intraselular dan ekstraselular. Pemberian obat Apialys syr untuk menambah nafsu
makan pasien. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Andriani., NWE, et.all., 2013
data hasil penelitian menunjukkan terapi terbanyak ialah pemberian parasetamol
sebanyak 58 penderita (78.38%) dan pemberian duplikasi ibuprofen dan parasetamol
sebanyak 1 penderita (1.35%), pemberian parasetamol dianjurkan jika suhu tubuh
>38,50C. Andriani., NWE, et.all., 2013.

Pemberian edukasi mengenai pencegahan penyakit DBD juga penting kepada


keluarga. Cara terbaik untuk mengontrol penyakit ini adalah dengan pemberantasan
nyamuk pembawa virus, lebih banyak memberikan minum ke pasien dan jika demam
tinggi diberikan kompres hangat.

Kasus ini dapat didiagnosis banding dengan Demam Thypoid karena terdapat
gejala demam, nyeri otot, mual dan hepatomegali, tetapi dapat disingkarkan karena
pada demam thypoid terdapat gejala: lidah kotor, tremor lidah, dan terdapat ruam
(rose spot). Kasus ini juga dapat didiagnosis malaria karena terdapat gejala demam
tinggi, nyeri otot, muntah sakit kepala. Tetapi diagnosis banding malaria dapat
disingkirkan karena tidak terdapat manifestasi perdarahan spontan, tidak ada
perembesan plasma.

ANALISIS KASUS 2

Pada pasien ini ditegakkan diagnosis Demam Berdarah Dengue (DBD) berdasarkan
anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Berdasarkan anamnesis, pasien
perempuan berumur 10 tahun dibawa ibunya ke RSU Royal Prima dengan keluhan: demam
tinggi 5 hari sebelum masuk rumah sakit. Demam dirasakan tinggi mendadak, batuk sejak 5
hari, sakit perut (+), muntah (+), mimisan (-), gusi berdarah (-), sesak (-), BAK (+).

Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu kontinu,

manifestasi perdarahan spontan spt

petekie di ekstremitas atas dan bawah (+), tidak di temukan pembesaran KGD,
Hepatomegali (), Shifting dullness (-).

Pada pemeriksaan penunjang, didapatkan penurunan trombosit (41.000/mm3), penurunan


leukosit (3200/mm3), peningkatan HB: 16.6 mm/dl, peningkatan Hematokrit 45.5 %.

Berdasarkan literatur (Pedoman Diagnosis dan Tata Laksana Infeksi Virus Dengue pada
Anak, 2014 dan Pedoman Pelayanan Medis, IDAI, 2009) mengatakan bahwa gejala klinis
Demam Berdarah Dengue ialah:
Demam 2-7 hari timbul mendadak, terus menerus dan kontinu
Manifestasi perdarahan spontan seperti peteki, purpura.
Nyeri kepala, mialgia (nyeri otot) dan nyeri perut
Hepatomegali
Terdapat kebocoran plasma yang ditandai dengan salah satu tanda/gejala
Peningkatan nilai hematokrit >20% dari pemeriksaan awal atau dari data populasi
menurut umur
Ditemukan adanya efusi pleura, ascites
Hipoalbuminemia, hipoproteinemia.
Trombositopenia <100.000/mm3

Berdasarkan literatur (Pedoman Diagnosis dan Tata Laksana Infeksi Virus Dengue pada
Anak, 2014) Paracetamol diberikan untuk untuk menurunkan demam dan meredakan sakit
perut, cairan yang diberikan untuk Kaen 3B, Asering, Rl untuk penggantian cairan tubuh.
Pemberian cairan Hipotonik di atas >6 tidak di anjurkan, karena hanya 1/12 volume yang
bertahan dalam ruang intravaskular sedangkan cairan isotonik volume yang bertahan,
sisanya didistribusi ke ruang intraselular dan ekstraselular. Pemberian opilax untuk susah
buang air besar. Pada pasien ini juga diberikan obat Lapifed dan Toplexil untuk meredakan
pilek dan batuk berdahak.
Pemberian edukasi mengenai pencegahan penyakit DBD juga penting kepada keluarga.
Cara terbaik untuk mengontrol penyakit ini adalah dengan pemberantasan nyamuk
pembawa virus, lebih banyak memberikan minum ke pasien dan jika demam tinggi
diberikan kompres hangat.
Kasus ini dapat didiagnosis banding dengan Demam Thypoid karena terdapat gejala
demam, nyeri otot, mual dan hepatomegali, tetapi dapat disingkarkan karena pada demam
thypoid terdapat gejala: lidah kotor, tremor lidah, dan terdapat ruam (rose spot). Kasus ini
juga dapat didiagnosis malaria karena terdapat gejala demam tinggi, nyeri otot, muntah
sakit kepala. Tetapi diagnosis banding malaria dapat disingkirkan karena tidak terdapat
manifestasi perdarahan spontan, tidak ada perembesan plasma.