Anda di halaman 1dari 10

Proses Defekasi

Refleks Defekasi
Proses Miksi

Proses Defekasi
Defekasi adalah suatu tindakan atau
proses makhluk hidup untuk
membuang kotoran atau tinja yang
padat atau setengah-padat yang
berasal dari sistem pencernaan
mahkluk hidup.

Sewaktu makanan masuk kelambung, terjadi gerakan massa


di kolon yang terutama disebabkan oleh refleks gastrokolik,
yang diperantai oleh gastrin dari lambung ke kolon dan oleh
saraf otonom ekstrinsik. Pada banyak orang , refleks ini
paling jelas setelah makanan pertama (pagi hari) dan sering
diikuti oleh keinginan kuat untuk segera buang air besar.
Dengan demikian, makanan baru memasuki saluran
pencernaan, akan terpicu oleh refleks-refleks untuk
memindahkan isi yang sudah ada ke bagian saluran cerna
yang lebih distal dan member jalan bagi makanan baru
tersebut. Refleks gastroileum memindahkan isi usus halus
yang tersisa ke dalam usus besar, dan refleks gastrokolik
mendorong isi kolon ke dalam rectum yang memicu refleks
defekasi

Sewaktu gerakan massa kolon mendorong isi kolon ke dalam


rektum, terjadi peregangan rektum yang kemudian
merangsang reseptor regang di dinding rectum dan memicu
refleks defekasi. Bila feses memasuki rektum, distensi
dinding rektum menimbulkan sinyal-sinyal aferen yang
menyebar melalui pleksus mienterikus untuk menibulkan
gelombang peristaltik di dalam kolon desenden, sigmoid,
dan rektum, mendorong feses ke arah anus. Sewaktu
gelombang peristaltik mendekati anus, sfingter ani internus
direlaksasi oleh sinyal-sinyal penghambat dari pleksus
mienterikus. Jika sfingter ani eksternus juga dalam keadaan
sadar, dan berelaksasi secara volunter pada waktu yang
bersamaan, terjadilah defekasi.

Proses Defekasi
Reflek gastrokolika biasanya terjadi ketika makan

pagi -> makanan masuk lambung peristaltic


dalam usus besar terangsang - sisa makanan
kemaren dan malam yang mencapai cekum mulai
bergerak - rektum - peristaltic meningkat .
Kontraksi diafragma dan otot abdomen meningkat
- tekanan intra abdominal bertambah - spinter
anus mengendor - defekasi.

Refleks Defekasi
Sewaktu gerakan massa kolon mendorong isi

kolon ke dalam rektum, terjadi peregangan


rektum yang kemudian merangsang reseptor
regang di dinding rectum dan memicu refleks
defekasi.1 Satu dari refleks-refleks ini adalah
refleks intrinsik yang diperantarai oleh sistem
saraf enterik setempat di dalam rektum.

Secara umum, terdapat dua macam refleks


yang membantu proses defekasi yaitu
pertama, refieks, defekasi intrinsik yang
dimulai dari adanya zat sisa makanan (feses)
dalam rektum sehingga terjadi distensi,
kemudian flexus mesenterikus merangsang
gerakan peristaltik, dan akhirnya feses sampai
di anus, lalu pada saat sfingter interna
relaksasi, maka terjadilah proses defekasi.

Kedua, refieks defekasi parasimpatis. Adanya


feses dalam rektum yang merangsang saraf
rektum, ke spinal cord, dan merangsang ke
kolon desenden, ke;mudian ke sigmoid, lalu ke
rektum dengan gerakan peristaltik dan
akhirnya terjadi relaksasi sfingte:r interna,
maka terjadilah proses defekasi saat sfingter
interna berelaksasi.

Proses Miksi
Kandung sebagian besar berisi urin ( 250 cc )

reflek kontraksi dinding kandung kemih -


relaksasi spinter internus relaksasi spinter
eksternus pengosongan kandung kemih .
Kontraksi kandung kemih dan relaksasi
spinter dihantarkan melalui serabut saraf
simpatis .
Persarafan kandung kemih diatur oleh
torakolumbal dan cranial dari system syaraf
otonom.

TERIMA KASIH