Anda di halaman 1dari 11

EKUASAAN

ORPORAT

K
Khairiansyah (C1C114031)

UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
BANJARMASIN
2016
PEMISAHAN KEPEMILIKAN DAN
KONTROL MANAJERIAL
Pemegang saham dapat melakukan diversifikasi risiko dengan membeli saham dari beberapa
perusahaan. Begitu pemilik melakukan diversifikasi investasi mereka pada sejumlah
perusahaan, risiko berkurang (kinerja buruk atau kegagalan setiap perusahaan tempat mereka
menenmkan investasi mempunyai pengaruh yang lebih kecil secara keseluruhan. Dengan
demikian pemegang saham melakukan spesialisasi dalam mengelola risiko investasinya.
Manajer perusahaan perusahaan besar melakukan spesialisasi dalam mengambil keputusan.
Tanpa spesialisasi manajemen dalam mengambil keputusan dan spesialisasi pemilik dalam
beban risiko sebuah perusahaan barangkali akan dikelola oleh kemampuan pemiliknya yang
terbatas. Oleh karena itu, pemisahan dan spesialisasi kepemilikan (beban risiko) dan kontrol
manajerial (pengambilan keputusan) adalah efisien secara ekonomis.
PEMISAHAN KEPEMILIKAN DAN
KONTROL MANAJERIAL
Diversifikasi mendatangkan 2 keuntungan bagi manajer yang tidak dapat dinikmati
pemegang saham:

1. Diversifikasi dan besarnya perusahaan mempunyai hubungan positif, sebagaimana juga


besarnya perusahaan dan kompensasi eksekutif. Jadi diversifikasi yang semakin banyak
membuka kemungkinan lebih tingginya kompensasi manajer lewat pertumbuhan
besarnya perusahaan
2. Diversifikai dapat mengurang risiko ketenagakerjaan manajer. Risiko ketenagakerjaan
adalah risiko kehilangan pekerjaan, kehilangan kompensasi, atau kehilangan reputasi
manajer.
PEMISAHAN KEPEMILIKAN DAN
KONTROL MANAJERIAL
Mekanisme kekuasaan dirancang untuk memantau dan mendorong manajer mengambil
keputusan strategis yang memihak kepentingan terbaik pemegang saham adalah :
1. Konsentrasi kepemilikan saham dalam jumlah besar
2. Pemegang saham institusional
3. Kepemilikan saham manajer
4. Dewan direktur
5. Kompensasi eksekutif
6. Struktur organisasi
KONSENTRASI KEPEMILIKAN
Umumnya kepemilikan yang tersebar luas (sejumlah besar pemegang saham dengan saham
kecil-kecil dan bukan pemegang saham dengan blok besar) akan melakukan pemantauan
yang lemah terhadap keputusan dan tindakan manajerial. Misalnya tingkat pemantauan
yang lebih tinggi akan mendorong para manajer menghindari tingkat diversifikasi yang tak
efisien. Oleh karena itu, pemantauan seperti juga tidak akan memungkinkan kompensasi
berlebihan yang dibayarkan kepada manajer dengan menekan diversifikasi dan besarnya
perusahaan itu juga.

Konsentrasi kepemilikan ialah jumlah pemilik dengan blok besar (biasanya mereka yang
memegang lima persen atau lebih saham yang diterbitkan) dan seluruh persentase yang
dipegang oleh pemilik blok besar saham ini.

Pemilik konstitusional ialah institusi-institusi keuangan seperti dana saham bersama dan
dana pesiun, yang mengontrol posisi pemegang saham terbesar
DEWAN DIREKTUR
Peranan utama dewan direktur ialah memantau dan meratifikasi keputusan strategis
manajerial untuk melindungi kepentingan pemilik. Dewan direktur juga mempunyai
peranan tambahan tambahan yaitu :

Melindungi hubungan kontrak antara perusahaan dan menajernya termasuk penggajian


Soal penggajian
Soal disiplin
Penentuan kebijkan penggajian eksekutif dan eksekutif top
KOMPENSASI EKSEKUTIF
Kompensasi eksekutif ialah mekanisme kekuasaan yang berusaha mensejajarkan kepentingan manajer
dan pemilik lewat gaji, bonus, dan khusunya insentif jangka panjang, seperti pemilikan saham.
Kompensasi eksekutif dapat membantu mensejajarkan kepentingan manajer dan pemilik dengan
mengaitkan pembayaran manajer dengan kinerja perusahaan. Sebagaimana dalam fokus strategis
tentang kompensasi eksekutif, diantara tahun 1970an dan 1990an terjadi penambahan signifikan
dalam kompensasi jangka panjang berdasarkan pilihan saham, dibandingkan dengan kompensasi
berdasarkan gaji.

Kompensasi insentif tidaklah sederhana:


1. Keputusan strategis yang diambil top eksekutif biasanya kompleks dan tidak rutin
2. Keputusan manajemen sering mempengaruhi kenerja keuangan perusahaan untuk tenggang waktu
yang agak lama dan menjadikan sulit menilai pengaruh keputusan sekarang terhadap kinerja
perusahaan
3. Sejumlah variabel turut campur diantara perilaku manajemen dan kinerja perusahaan.
STRUKTUR MULTIDIVISIONAL
Oliver Williamson berkata bahwa strutur organisasi, khusunya struktur multidivisonal
(bentuk-M) berfungsi sebagai mekanisme kekuatan. Williamson berpendapat struktur
bentuk-M lebih efektif dalam menyelesaikan masalah-masalah opportunisme manajerial
diperusahaan-perusahaan besar. Struktur bentuk-M berfungsi sebagai mekanisme
kekuasaan melalui pejabat-pejabat korporat pusat yang bersama dewan direktur,
memantau strategi dan kinerja manajer divisi. Ini berarti bahwa manajer, khusunya
manajer divisi perusahaan dengan tipe struktur ini lebih tertarik pada maksimalisasi
keuntungan daripada manajer perusahaan dengan tipe struktur lain (misalnya
fungsional). Struktur bentuk-M mungkin membatasi tindakan opportunistik manajer
divisi, tetapi tidak dapat mebatasi tindakan manajer korporat yang mementingkan diri
sendiri
PASAR SEBAGAI KONTROL
KORPORAT
Pasar sebagai kontrol korporat befungsi sebagai sarana kekuasaan, biasanya setelah
kontrol internal telah gagal. Pasar sebagai kontrol korporat terdiri dari individu dan
perusahaan yang membeli posisi kepemilikan (atau pengambialihan) perusahaan yang
kemungkinan besar akan merugi sehingga meraka dapat membentuk divisi baru
perusahaan mapan yang terdiversifikasi atau melakukan merger dua perusahaan yang
sebelumnya terpisah, mereka biasanya menggantikan tim manajemen sasaran usaha yang
merevisi strategi yang menyebabkan kinerja perusahaan itu buruk dibandingkan dengan
pesaing dalam industri yang sama. Kekuasaan internal yang buruk atau tak memadai akan
menghasilkan kinerja buruk serupa, dengan demikian memicu ancaman pengambialihan
KEKUASAAN KORPORAT: JEPANG
DAN AMERIKA SERIKAT
Perbandingan mekanisme kekuasaan yangdigunakan dalam sistem ekonomi yang berbeda seperti Jepang,
dengan mekanisme yang digunakan di Amerika Serikat memberikan gambaran yang menarik.
Perbandingan seperti itu harus memperhatikan lebih daripada mekanisme pada umumnya, seperti dewan
direktur. Dewan dan perlengkapan kekuasaan lain hanya mempelihatkan sebagian perangkat pengaman
dan insentif yang mempengaruhi aktivitas korporasi dan pemegang sahamnya. Efektivitas sistem
kekuasaan Jepang diperlihatkan oleh pasar sebagai kontrol korporat di Jepang yang teratas.

Di Amerika Serikat, pemilik dan dewan direktur memainkan peran pengontrol yang penting. Sebaliknya
bank memainkan peranan yang lebih penting dalam pendanaan dan pemantauan perusahaan-perusahaan
umum besar di Jepang. Diantara bank-bank Jepang yang memegang saham dalam sebuah perusahaan,
bank yang khususnya memiliki lembar saham dan utang terbesar disebut bank utama memiliki hubungan
paling erat dengan manajemen perusahaan tersebut. Bank utama tidak hanya memberikan nasihat
keuangan kepada perusahaan itu, tetapi juga bertanggung jawab dalam pemantauan manajemen tersebut
secara melekat. Jadi Jepang mempunyai sistem keuangan dan kekuasaan berdasarkan bank, sementara
Amerika Serikat mempunyai sistem keuangan dan kekuasaan berdasarkan pasar
TERIMA KASIH