Anda di halaman 1dari 23

KY

PROSTODONTI
LAPORAN
KASUS GTL
Oleh :
Elsa Adia Watmi
Yunike Fadila
Gigi tiruan lengkap (GTL) adalah gigi tiruan yang dibuat
untuk menggantikan semua gigi asli beserta bagian jaringan gusi yang
hilang, karena apabila seseorang telah hilang semua gigi geliginya,
maka dapat menghambat fungsi pengunyahan, fungsi fonetik, fungsi
estetik dan dapat mempengaruhi keadaan psikis.

Tujuan pemakaian atau perawatan dengan GTL antara lain:


Untuk mengembalikan fungsi mastikasi.
Untuk memperbaiki dimensi wajah dan kontur yang terganggu
dengan memperhatikan segi estetik.
Untuk memulihkan fungsi bicara (fonetik) yang diakibatkan oleh
kehilangan seluruh gigi.
Klasifikasi Psikologis Pasien

1. House 1967

a. Class I : Filosofik
Pasien percaya penuh pada dokter, pada tipe ini pasien dapat bekerja sama dengan dokter (tipe yang
baik) pasien dapat menerima keadaan mulutnya serta mengerti bahwa dokter gigi akan bekerja
sebaik mungkin dan pasien datang dengan keinginan sendiri untuk dibuatkan gigi tiruan.

b. Class II : Exacting
Pasien golongan ini pernah mendapatkan perawatan yang kurang berhasil sehingga pasien kurang
percaya atau ragu dengan kemampuan dokter,sehingga pasien ingin memakai gigi tiruan yang
sempurna.

c. Class III : Hysterical


Pasien pada golongan ini beranggapan bahwa semua yang dilakukan adalah salah,mereka tidak pernah
puas dengan pertolongan dokter gigi yang pernah dikunjinginya dan biasanya karena dokter gigi itu
tidak pernah mengikuti permintaannya.

d. Class IV : Indeferent
Pasien dari golongan ini kurang mempedulikan kesehatan gigi dan mulut datang tidak atas keinginan
sendiri tapi motivasi dari keluarga atau orang lain,sehingga pasien tidak memerlukan gigi tiruan dan
sebaiknya keluarga terdekat ikut menemani pasien.
Kasus
Pasien perempuan usia 52 tahun
datang ke RSGM Baiturrahmah
dengan keluhan ingin dibuatkan gigi
palsu untuk seluruh giginya
dikarenakan pasien merasa malu dan
tidak nyaman dengan keadaan gigi
yang ompong semuanya serta
sulitnya dalam pengunyahan dan
berbicara.
Identifikasi Pasien
Nama : Ratna
Jenis Kelamin: Perempuan
Umur : 52 tahun
Alamat : Kampung Tanjung
Pemeriksaan Subjektif
Anamnesa
Keluhan Utama : Pasien datang ingin
dibuatkan gigi palsu
Keluhan tambahan : pasien merasa
malu dan tidak nyaman dengan
keadaan gigi yang ompong
semuanya serta sulitnya dalam
pengunyahan dan berbicara.
Riwayat Dental : Gigi pasien telah
dicabut semuanya
Pemeriksaan Obyektif
General : -
Lokal
a. Extra Oral :
Muka : -
Mata : -
Hidung : -
Telinga : -
Bibir : -
Kelenjar submandibularis : -
Sendi : -
b. Intra Oral
:
1.Vestibulum
Posterior Anterior
Atas : Kiri : Sedang Atas : Kiri : Sedang
Kanan : Sedang Kanan : Dalam

Bawah : Kiri : Dangkal Bawah: Kiri : Sedang


Kanan : Dangkal Kanan : Sedang

2. Frenulum
Atas Bawah
Labialis : Sedang Labialis : Sedang
Lingualis :
Sedang
Bukalis : Kiri : Rendah Bukalis : Kiri : Sedang
Kanan : Sedang Kanan : Sedang
3. Bentuk Linggir
Sisa Anterior Posterior
RA : Kiri : Normal RA : Kiri : Normal
Kanan: Normal Kanan: Normal

RB : Kiri : Normal RB : Kiri : Normal


Kanan: Normal Kanan: Normal

4. Hubungan
Linggir Sisa
Sagital Transversal
RA/RB : Klas I RA/RB : kiri : Klas I
Kanan: Klas I
5. Torus palatinus : -
6. Torus mandibularis: -

7. Tahanan
Jaringan
Linggir Sisa Palatum
1. Atas : Tinggi 1. Tinggi

2. Bawah : Rendah

8. Eksostosis :
-
9.
Retromylohioid
Kiri Kanan
Dangkal Sedang

10. Tuber
Maksilaris
Kiri Kanan
Sedang Dalam
Diagnosa
Edentulous RA/RB

Rencana Perawatan
Awal : Vestibuloplasti RB Retensi >>

Akhir : Membuatkan pasien gigi tiruan lengkap


lepasan dengan bahan akrilik.
Desain Gigi Tiruan
Tahap Kerja
NO Tahap Klinis Tahap Laboratoris
1 Diagnosa Model anatomis
2 Cetak study model Beading dan boxing
3 Border molding Model kerja
4 Mencetak fisiologis Pembuatan basis
5 Try in basis Pembuatan bite rim
6 Try in bite rim Transfer artikulator
7 Menentukan MMR Penyusunan gigi:
- Anterior atas dan
bawah
- Posterior atas dan
bawah
8 Try in penyusunan Wax up
gigi
9 Insersi Packing akrilik dan polis
10 Kontrol : Remonting artikulator
- Pemeriksaan subyekif
- Pemeriksaan obyektif
- Final remounting
1. Kunjungan pertama
Mencetak study model
Sendok cetak : perforated stock tray
no. 2
Bahan cetak : Alginate
Metode mencetak : mukostatis

Tahap laboratorium
pertama
Buat sendok cetak individual dari
bahan self curing acrylic.
2. Kunjungan kedua
Mencetak work model
Sendok cetak : Individual designed
tray
Bahan cetak : Elastomer
Meode Mencetak : Mukodinamik
Tahap laboratories kedua
Sendok cetak dikeluarkan dari
mulut pasien dan diisi dengan stone
gips.
Membuat basis akrilik
3. Kunjungan ketiga
Try in basis akrilik
Pembuatan bite rim diatas base plate, diatas
prosesus alveolaris. Perhatikan : - Median line
pasien
- Garis kaninus
- Garis ketawa
- Try-in base plate, perhatikan retensi
dan stabilisasinya
- Pencataan Maxillo Mandibular
Relationship (MMR) vertikal dimensi
- Centric relation record
Tahap laboratories ketiga
Pemasangan gigi-geligi.
Urutan : 1. Gigi-gigi anterior rahang atas
2. Gigi-gigi anterior rahang bawah
3. Gigi-gigi posterior rahang atas
4. Gigi-gigi posterior rahang bawah
4. Kunjungan keempat
Setelah pemasangan gigi anterior, dilakukan
try in untuk melihat : - Overbite dan overjet.
- Garis kaninus (pada rest posisi terletak 2/3
dari gigi caninus).
- Garis ketawa (batas servikal gigi atas, gusi
tidak terlihat pada saat tertawa)
- Fungsi fonetik (pasien disuruh mengucapkan
huruf s, f, t, r, m)
Pemasangan gigi geligi posterior RA
Pemasangan gigi geligi posterior RB
Try in penyusunan gigi
5. Kunjungan kelima
Perhatikan : Retensi GTL : - Tepi GTL harus
mengikuti batas forniks.
- Jaringan keras harus dihindari
untuk memberi kesempatan
bergerak.
- Protesa harus relief sesuai
dengan keadaan mulut.
Stabilisasi : - Pengecekan dilakukan
dengan articulating paper trauma
oklusi selective grinding
- Artikulasi
- Penyusunan gigi
Instruksi pasien
Pasien dianjurkan agar dibiasakan dengan
protesanya tersebut.
Pada waktu tidur protesa dilepas agar jaringan
mulut istirahat lalu protesa direndam dalam air
dingin.
Protesa dibersihkan sesudah makan.
Bila ada rasa sakit, gangguan bicara, protesa tidak
stabil, pasien dianjurkan untuk mengemukakannya
pada waktu kontrol.
5. Kunjungan keenam

Pasien datang untuk kontrol setelah


pemakaian selama seminggu. lakukan
Pemeriksaan Subyektif
- Ditanyakan apakah ada keluhan atau tidak.
- Ditanyakan apakah ada gangguan atau tidak.
- Ditanyakan apakah ada rasa sakit.
Obyektif
- Dilihat keadaan mukosa mulut, apakah ada
peradangan.
- Diperiksa retensi dan stabilisasi GTL.
- Diperiksa posisi GTL, terhadap jaringan mulut.



TERIMA
KASIH