Anda di halaman 1dari 39

PELAYANAN OBSTETRI

DAN NEONATAL
EMERGENSI DASAR
PREEKLAMPSIA
EKLAMPSIA
PENDAHULUAN
50,000 KEMATIAN IBU / TAHUN (Duley 1994)
INSIDENS EKLAMPSIA DI NEGARA BER-
KEMBANG 1:100 1:1700 (Crowther, 1985)
MAGNESIUM SULFAT DITETAPKAN
SEBAGAI OBAT PALING EFEKTIF UNTUK
MENGATASI KEJANG EKLAMPSIA (The
Eclampsia Collaborative Trial Group 1995, Neilson 1995,
Lucas, Levano dan Cunningham 1995)
EKLAMPSIA MERUPAKAN SALAH SATU
PENYEBAB UTAMA KEMATIAN IBU DI
SEMUA NEGARA
MAGNESIUM SULFAT MERUPAKAN OBAT
TERPILIH UNTUK PENGELOLAAN PRE-
EKLAMPSIA/
EKLAMPSIA
PRINSIP DASAR
WANITA HAMIL ATAU BARU
MELAHIRKAN MENGELUH NYERI
KEPALA HEBAT ATAU PENGLIHATAN
KABUR

WANITA HAMIL ATAU BARU


MELAHIRKAN MENDERITA KEJANG
ATAU KEHILANGAN KESADARAN /
KOMA
PENGELOLAAN UMUM
SEGERA RAWAT
LAKUKAN PENILAIAN KLINIK

JIKA PASIEN TIDAK BERNAFAS


BEBASKAN JALAN NAFAS
BERIKAN O2 DENGAN SUNGKUP
LAKUKAN INTUBASI BILA PERLU

JIKA PASIEN KEHILANGAN KESADARAN


BEBASKAN JALAN NAFAS
BARINGKAN PADA SATU SISI
UKUR SUHU
PERIKSA APAKAH ADA KAKU KUDUK
PENGELOLAAN UMUM
JIKA PASIEN SYOK
LIHAT PENGELOLAAN SYOK

JIKA TERDAPAT PERDARAHAN


LIHAT PENGELOLAAN PERDARAHAN

JIKA PASIEN KEJANG


BARINGKAN PADA SATU SISI, TEMPAT TIDUR
ARAH KEPALA DITINGGIKAN SEDIKIT UNTUK
MENCEGAH ASPIRASI
BEBASKAN JALAN NAFAS
PASANG SPATEL LIDAH
FIKSASI
TEKANAN DARAH PENILAIAN
MENINGKAT
KLINIK
( 140/90 mmHg)

NYERI KEPALA HIPERTENSI


GANGGUAN KRONIK
HAMIL
PENGLIHATAN
HIPERREFLEKSIA < 20 MG SUPERIMPOSED
PROTEINURIA PREECLAMPSIA
KOMA

KEJANG + EKLAMPSIA

HAMIL HIPERTENSI
> 20 MG
PREEKLAMPSIA
KEJANG
RINGAN

PREEKLAMPSIA
BERAT
PENILAIAN KEJANG
RIWAYAT KEJANG
KLINIK DEMAM (-) EPILEPSI
KAKU KUDUK (-)

DEMAM MALARIA
NYERI KEPALA SEREBRAL
KAKU KUDUK (+) MENINGITIS
DISORIENTASI ENSEFALITIS
TEKANAN
DARAH TRISMUS
NORMAL SPASME OTOT TETANUS
MUKA

NYERI KEPALA
GANGGUAN
PENGLIHATAN MIGRAINE
MUNTAH
RIWAYAT GEJALA
SERUPA
GEJALA DAN TANDA
TEKANAN DARAH DIASTOLIK MERUPAKAN
INDIKATOR
MENGUKUR TAHANAN PERIFER
TIDAK TERPENGARUH KEADAAN EMOSI

DIAGNOSIS HIPERTENSI BILA TEKANAN


DIASTOLIK 90 mmHg PADA DUA KALI
PENGUKURAN BERJARAK 1 JAM

HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN


HIPERTENSI KARENA KEHAMILAN
HIPERTENSI KRONIK
KLASIFIKASI
HIPERTENSI KARENA KEHAMILAN
DIAGNOSIS TEKANAN DARAH TANDA LAIN
HIPERTENSI KENAIKAN DIASTOLIK PROTEINURIA (-)
15 mmHg ATAU 90 KEHAMILAN > 20 mg
mmHg DALAM 2
PENGUKURAN JARAK
1 JAM

PREEKLAMPSIA IDEM PROTEINURIA 1+


RINGAN

PREEKLAMPSIA TEKANAN DIASTOLIK PROTEINURIA 2+


BERAT > 110 mmHg OLIGURIA
HIPERREFLEKSIA
GANGG.PENGLIHATAN
NYERI EPIGASTRIUM
KLASIFIKASI
HIPERTENSI KRONIK DALAM KEHAMILAN

DIAGNOSIS TEKANAN DARAH TANDA LAIN

HIPERTENSI KRONIK HIPERTENSI KEHAMILAN < 20 mg

SUPERIMPOSED HIPERTENSI KRONIK PROTEINURIA DAN


PREECLAMPSIA TANDA LAIN
PREEKLAMPSIA
HIPERTENSI KARENA KEHAMILAN
LEBIH SERING PADA PRIMIGRAVIDA
RISIKO MENINGKAT PADA
MASSA PLASENTA BESAR (GEMELI, PENYAKIT
TROFOBLAS)
HIDRAMNION
DIABETES MELLITUS
ISOIMUNISASI RHESUS
FAKTOR HEREDITER
MASALAH VASKULER

HIPERTENSI KARENA KEHAMILAN


HIPERTENSI TANPA PROTEINURIA ATAU EDEMA
PREEKLAMPSIA RINGAN
PREEKLAMPSIA BERAT
EKLAMPSIA
HIPERTENSI KARENA KEHAMILAN
HIPERTENSI KARENA KEHAMILAN DAN
PREEKLAMPSIA RINGAN SERING TANPA
GEJALA
PROGNOSIS LEBIH BURUK DENGAN
PROTEINURIA
DIAGNOSIS PREEKLAMPSIA BERAT
TEKANAN DARAH DIASTOLIK > 110 mmHg
PROTEINURIA 2+
OLIGURIA < 400 ml/24 JAM
EDEMA PARU: NAFAS PENDEK, SIANOSIS, RONKHI
NYERI EPIGASTRIUM/KUADRAN ATAS KANAN
GANGGUAN PENGLIHATAN: SKOTOMA
NYERI KEPALA HEBAT
HIPERREFLEKSIA
MATA: SPASME ARTERIOLER, EDEMA, ABLASIO
RETINA
KOAGULASI: KOAGULASI INTRAVASKULER DISSEMI-
NATA, SINDROM HELLP
PERTUMBUHAN JANIN TERHAMBAT
OTAK: EDEMA SEREBRI
JANTUNG: GAGAL JANTUNG
EKLAMPSIA
KEJANG DAPAT TERJADI TANPA
TERGANTUNG PADA BERAT
RINGANNYA HIPERTENSI
SIFAT KEJANG TONIK-KLONIK
KOMA TERJADI SETELAH KEJANG DAN
DAPAT BERLANGSUNG LAMA
HIPERTENSI KRONIK
DIDETEKSI SEBELUM KEHAMILAN 20 MG
SUPERIMPOSED PREEKLAMPSIA ADALAH
HIPERTENSI KRONIK + PREEKLAMPSIA
HIPERTENSI KRONIK
KELOLA SEBAGAI HIPERTENSI KARENA KEHAMILAN

PROTEINURIA
SEKRET VAGINA / CAIRAN AMNION
INFEKSI SALURAN KEMIH, ANEMIA BERAT, PAYAH
JANTUNG, PARTUS LAMA
DARAH DALAM URIN, SKISTOSOMIASIS, KONTAMINASI
DARAH VAGINA

KEJANG DAN KOMA


EPILEPSI MALARIA SEREBRAL TRAUMA KEPALA
PENYAKIT SEREBROVASKULER
INTOKSIKASI (ALKOHOL, OBAT, RACUN)
KELAINAN METABOLISME MENINGITIS
ENSEFALOPATI INTOKSIKASI AIR
HISTERIA DLL.
DIAGNOSIS BANDING
KOMPLIKASI
ISKEMIA UTEROPLASENTER
SPASME ARTERIOLAR
KEJANG DAN KOMA
PENANGANAN TIDAK TEPAT
PENCEGAHAN
PEMBATASAN KALORI, CAIRAN, DIIT
RENDAH GARAM TIDAK MENCEGAH
HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN
BAHKAN MEMBAHAYAKAN JANIN
MANFAAT ASPIRIN, KALSIUM DLL.
BELUM TERBUKTI
DETEKSI DINI DAN PENANGANAN
CEPAT-TEPAT
ALUR TERAPI

HIPERTENSI HAMIL TERMINASI


KARENA > 37 MG KEHAMILAN
KEHAMILAN
TANPA HAMIL PEMANTAUAN
PROTEINURIA < 37 MG TEKANAN
DARAH

MENINGKAT

PREEKLAMPSIA
PENGELOLAAN
HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN
TANPA PROTEINURIA
JIKA KEHAMILAN < 37 MINGGU
RAWAT JALAN
PEMANTAUAN TEKANAN DARAH, PROTEINURIA &
KONDISI JANIN TIAP MINGGU
BILA KONDISI JANIN MEMBURUK / GANGGUAN PER-
TUMBUHAN JANIN RAWAT DAN PERTIMBANGKAN
TERMINASI KEHAMILAN

JIKA KEHAMILAN > 37 MINGGU


TERMINASI KEHAMILAN
ALUR TERAPI
HAMIL TERMINASI
> 37 MG KEHAMILAN
PREEKLAMPSIA
RINGAN PEMANTAUAN
HAMIL TEKANAN DARAH,
< 37 MG PROTEINURIA,
REFLEKS, KONDISI
JANIN

KENAIKAN GANGGUAN KENAIKAN


PROTEINURIA PERTUMBUHAN TEKANAN
JANIN DARAH

PREEKLAMPSIA TERMINASI RAWAT INAP


KEHAMILAN
PENGELOLAAN
PREEKLAMPSIA RINGAN

JIKA KEHAMILAN < 37 MINGGU DAN TIDAK


TERJADI PERBAIKAN, LAKUKAN
PENILAIAN 2 KALI/MG RAWAT JALAN
PEMANTAUAN TEKANAN DARAH 2X/HR,
PROTEINURIA 1X/HR & KONDISI JANIN
BANYAK ISTIRAHAT
DIIT BIASA
TIDAK PERLU PENGOBATAN
PENGELOLAAN
PREEKLAMPSIA RINGAN
JIKA KEHAMILAN < 37 MINGGU DAN TIDAK MEMUNG-
KINKAN RAWAT JALAN, RAWAT DI RS
PEMANTAUAN TEKANAN DARAH 2X/HR, PROTEINURIA 1X/HR &
KONDISI JANIN
BANYAK ISTIRAHAT
DIIT BIASA
TIDAK PERLU PENGOBATAN
TIDAK PERLU DIURETIK, KECUALI TERDAPAT EDEMA PARU,
DEKOMPENSASI KORDIS & GAGAL GINJAL AKUT
PERTUMBUHAN JANIN TERHAMBAT PERTIMBANGKAN
TERMINASI
PROTEINURIA KELOLA SEBAGAI PREEKLAMPSIA BERAT
TEKANAN DIASTOLIK TURUN SAMPAI NORMAL
PASIEN DIPULANGKAN
ISTIRAHAT & PERHATIKAN TANDA PREEKLAMPSIA BERAT
TEKANAN DIASTOLIK NAIK RAWAT
PENGELOLAAN
PREEKLAMPSIA RINGAN

JIKA KEHAMILAN > 37 MINGGU


PERTIMBANGKAN TERMINASI
KEHAMILAN
SERVIKS MATANG LAKUKAN INDUKSI
OKSITOSIN 5 IU / 500 ml DEKSTROSE 5% 10
TETES/MENIT ATAU PROSTAGLANDIN
SERVIKS BELUM MATANG PROSTA-
GLANDIN / MISOPROSTOL / KATETER
FOLEY / BEDAH CAESAR
ALUR TERAPI
KEJANG ANTI KONVULSAN
PREEKLAMPSIA
BERAT DAN
ANTI KONVULSAN ANTI HIPERTENSI
EKLAMPSIA PASANG INFUS KESEIMBANGAN CAIRAN
PENGAWASAN OBSERVASI TANDA
VITAL, REFLEKS, DJJ, EDEMA PARU, UJI
PEMBEKUAN DARAH

OLIGURIA PERSALINAN 12 GAWAT JANIN


SINDROM JAM (EKLAMPSIA)
HELLP / 24 JAM
(PREEKLAMPSIA)
KOMA

PARTUS BEDAH
RUJUK PERVAGINAM CAESAR
PENGELOLAAN
PREEKLAMPSIA BERAT & EKLAMPSIA

PENGELOLAAN KEJANG
ANTI KONVULSAN
PERLENGKAPAN PENGELOLAAN KEJANG
LINDUNGI DARI TRAUMA
ASPIRASI MULUT DAN TENGGOROK
BARINGKAN PADA SISI KIRI,
TRENDELENBURG
O2 4-6 LITER/MEN
PENGELOLAAN
PREEKLAMPSIA BERAT & EKLAMPSIA
PENGELOLAAN UMUM
JIKA DIASTOLIK > 110 mmHg BERIKAN ANTI HIPERTENSI
SAMPAI DIASTOLIK ANTARA 90-100 mmHg
PASANG INFUS RINGER LAKTAT
UKUR KESEIMBANGAN CAIRAN
KATETERISASI URIN
JIKA JUMLAH URIN < 300 ML/JAM PANTAU EDEMA
PARU
PENGAWASAN
OBSERVASI TANDA VITAL, REFLEKS & DJJ TIAP 1 JAM
LAKUKAN UJI PEMBEKUAN DARAH
MAGNESIUM SULFAT UNTUK PREEKLAMPSIA DAN
EKLAMPSIA
Alternatif I Dosis MgSO4 4 g IV sebagai larutan 40% selama
awal 5 menit
Segera dilanjutkan dengan 15 ml MgSO4
(40%) 6 g dalam larutan Ringer Asetat /
Ringer Laktat selama 6 jam
Jika kejang berulang setelah 15 menit,
berikan MgSO4 (40%) 2 g IV selama 5
menit
Dosis Pemeliharaan MgSO4 1 g / jam melalui infus Ringer
Asetat / Ringer Laktat yang diberikan
sampai 24 jam postpartum
MAGNESIUM SULFAT UNTUK PREEKLAMPSIA DAN
EKLAMPSIA
Alternatif II Dosis awal MgSO4 4 g IV sebagai larutan 40% selama 5 menit
Dosis pemeliharaan Diikuti dengan MgSO4 (40%) 5 g IM dengan 1 ml
Lignokain (dalam semprit yang sama)
Pasien akan merasa agak panas pada saat pemberian
MgSO4
Sebelum pemberian Frekuensi pernafasan minimal 16 kali/menit
MgSO4 ulangan, Refleks patella (+)
lakukan pemeriksaan: Urin minimal 30 ml/jam dalam 4 jam terakhir
Frekuensi pernafasan < 16 kali/menit
Hentikan pemberian Refleks patella (-), bradipnea (<16 kali/menit)
MgSO4, jika: Urin < 30 ml/jam pada hari ke 2
Siapkan antidotum Jika terjadi henti nafas:
Bantu pernafasan dengan ventilator
Berikan Kalsium glukonas 1 g (20 ml dalam larutan
10%) IV perlahan-lahan sampai pernafasan mulai lagi
Pengelolaan antihipertensi
Obat pilihan adalah Nifedipin, yang diberikan 5-
10 mg oral yang dapat diulang sampai 8 kali/24
jam
Jika respons tidak membaik setelah 10 menit,
berikan tambahan 5 mg Nifedipin sublingual.
Labetolol 10 mg oral. Jika respons tidak membaik
setelah 10 menit, berikan lagi Labetolol 20 mg
oral.
PENGELOLAAN
DIASEPAM
DOSIS AWAL DIASEPAM 10 MG IV SELAMA 2 MENIT

DOSIS DIASEPAM 40 MG / 500 ML RINGER LAKTAT


PEMELIHARAAN TIDAK MELEBIHI 100 MG/24 JAM
PEMBERIAN DIASEPAM 20 MG DALAM SEMPRIT 10 ml
MELALUI JIKA MASIH ADA KEJANG DOSIS
REKTUM TAMBAHAN 10 MG/JAM
DAPAT DIBERIKAN MELALUI KATETER URIN
KE DALAM REKTUM
PENGELOLAAN PERSALINAN
PREEKLAMPSIA BERAT PERSALINAN DALAM 24 JAM
EKLAMPSIA PERSALINAN DALAM 12 JAM

BILA DILAKUKAN BEDAH CAESAR


TIDAK ADA KOAGULOPATI
ANESTESIA TERPILIH ANESTESIA UMUM

JIKA TIDAK TERSEDIA ANESTESI UMUM


JANIN MATI
BBLR
LAKUKAN PERSALINAN PERVAGINAM

JIKA PEMATANGAN SERVIKS BAIK INDUKSI OKSITOSIN 5


IU / 500 ML DEKSTROSE 5% ATAU PROSTAGLANDIN
LAKUKAN RUJUKAN
BILA:

OLIGURIA (<400 ML/24 JAM)


SINDROM HELLP
(HEMOLYSIS, ELEVATED LIVER ENZYMES &
LOW PLATELETS)
KOMA BERLANJUT > 24 JAM
SETELAH KEJANG
PERAWATAN POSTPARTUM

ANTI KONVULSAN DITERUSKAN


SAMPAI 24 JAM POSTPARTUM /
KEJANG TERAKHIR
ANTI HIPERTENSI JIKA TEKANAN
DIASTOLIK > 110 mmHg
PEMANTAUAN JUMLAH URIN
ALUR TERAPI

ANTI HIPERTENSI
HIPERTENSI SUPERIMPOSED PREEKLAMPSIA
KRONIK ? ISTIRAHAT PEMANTAUAN
JANIN OBSERVASI KOMPLIKASI

PREEKLAMPSIA
GANGGUAN PERTUMBUHAN
JANIN
GAWAT JANIN

TERMINASI
KEHAMILAN
PENGELOLAAN
HIPERTENSI KRONIK
LANJUTKAN PENGOBATAN HIPERTENSI SEBELUM-NYA
BILA DIASTOLIK > 110 mmHg ATAU SISTOLIK 160 mmHg
BERIKAN ANTI HIPERTENSI
PROTEINURIA SUPERIMPOSED PREECLAMPSIA ?
ISTIRAHAT
PEMANTAUAN PERTUMBUHAN & KONDISI JANIN
TANPA KOMPLIKASI TUNGGU PERSALINAN ATERM
JIKA TERDAPAT PREEKLAMPSIA, PERTUMBUHAN JANIN
TERHAMBAT ATAU GAWAT JANIN TERMINASI
KEHAMILAN
OBSERVASI KOMPLIKASI
TERIMA KASIH ATAS
PERHATIANNYA