Anda di halaman 1dari 34

Fiqih Nikah

Urgensi
Urgensi
1.Sunnah Para Nabi



Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul
sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka isteri-
isteri dan keturunan. (QS. Ar-Ra'd : 38).

Dari Abi Ayyub ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Empat hal


yang merupakan sunnah para rasul : [1] Hinna', [2]
berparfum, [3] siwak dan [4] menikah. (HR. At-Tirmizi 1080)
Urgensi
2. Tanda Kekuasan Allah






Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia
menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri,
supaya kamu cenderung dan merasa tenteram
kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih
dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu
benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang
berfikir.(QS. Ar-Ruum : 21)
Urgensi
3. Jalan Menjadi Kaya




Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu,
dan orang-orang yang layak dari hamba-hamba sahayamu
yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan.
Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka
dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas lagi Maha
Mengetahui.(QS. An-Nur : 32)
Urgensi
4. Ibadah & Setengah Dari Agama

Dari Anas ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Orang yang


diberi rizki oleh Allah SWT seorang istri shalihah berarti
telah dibantu oleh Allah SWT pada separuh agamanya.
Maka dia tinggal menyempurnakan separuh sisanya.
(HR. Thabarani dan Al-Hakim 2/161).
Urgensi
5. Tidak Ada Pembujangan Dalam Islam






Hai orang-orang yang beriman! Jangan kamu mengharamkan
yang baik-baik dari apa yang dihalalkan Allah untuk kamu
dan jangan kamu melewati batas, karena sesungguhnya
Allah tidak suka kepada orang-orang yang melewati batas.
(QS. Al-Maidah: 87)
Mujahid berkata: Ada beberapa orang laki-laki, di antaranya
Usman bin Madh'un dan Abdullah bin Umar bermaksud
untuk hidup membujang dan berkebiri serta memakai kain
karung goni. Kemudian turunlah ayat di atas.
Urgensi
6. Menikah : Ciri Khas Makhluk Hidup



Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan
semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan
dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka
ketahui.(QS. Yaasin : 36)
Hukum Pernikahan
Dalam Islam
Hukum Pernikahan Dalam Islam
Wajib

mampu secara finansial


sangat beresiko jatuh ke
dalam perzinaan
Hukum Pernikahan Dalam Islam
Sunnah

mampu secara finansial


tidak terlalu beresiko jatuh ke
dalam perzinaan
Hukum Pernikahan Dalam Islam
Mubah

Tidak mampu secara finansial


tidak beresiko jatuh ke dalam
perzinaan
Hukum Pernikahan Dalam Islam
Makruh

tidak mampu secara finansial


nafkah ditanggung istri
Hukum Pernikahan Dalam Islam
Haram

tidak mampu secara finansial


tidak mampu melakukan
hubungan seksual
atau menularkan penyakit
yang membahayakan
atau tidak memenuhi syarat
sah nikah
Kriteria
Memilih Pasangan Hidup
Kriteria
Memilih Pasangan Hidup
Kriteria Dasar : 4 hal








Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW
bersabda,`Wanita itu dinikahi karena empat hal : karena
agamanya, nasabnya, hartanya dan kecantikannya. Maka
perhatikanlah agamanya kamu akan selamat (HR. Bukhari,
Muslim)
Kriteria
Memilih Pasangan Hidup
Kriteria Dasar : AGAMA

Aqidahnya benar dan kuat


Ibadahnya rajin
Akhlaqnya mulia
Menutup Aurat
Menjaga kohormatan dirinya
Fasih membaca Al-Quran
Pemahaman syariahnya tidak terbata-bata
Berbakti kepada orang tuanya
Menjaga lisannya
Pandai mengatur waktunya
Menjaga amanah yang diberikan kepadanya
Menjaga diri dari dosa-dosa meskipun kecil
Kriteria
Memilih Pasangan Hidup
Kriteria Berikutnya : Kesuburan


Nikahilah wanita yang banyak anak karena Aku berlomba
dengan nabi lain pada hari kiamat.
(HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Ibnu Hibbam)

Dari Abi Umamah bahwa Rasulullah SAW


bersabda,"Menikahlah, karena aku berlomba dengan umat
lain dalam jumlah umat. Dan janganlah kalian menjadi
seperti para rahib nasrani. (HR. Al-Baihaqi 7/78)
Kriteria
Memilih Pasangan Hidup
Kriteria Berikutnya :

Kesehatan Badan
Intelektualitas
Kejiwaan
Kebersahajaan (tidak matre)
Kemampuan Mendidik Anak
Mengenal Calon Pasangan
Mendapatkan Informasi Dasar
Melihat Langsung


:




Apabila salah seorang di antara kamu hendak meminang seorang perempuan, kemudian
dia dapat melihat sebahagian apa yang kiranya dapat menarik untuk mengawininya,
maka kerjakanlah. (HR Ahmad dan Abu Daud)

:



: . :
Dari Abu Hurairah RA bahwa Nabi SAW bertanya kepada seseorang yang hendak
menikahi wanita,"Apakah kamu sudah pernah melihatnya?". "Belum", jawabnya.
Nabi SAW bersabda,"Pergilah melihatnya dahulu". (HR. Muslim)
Wanita
Yang Haram Dinikahi
(mahram)
Mahram

Mahram Selamanya
(muabbad)
Mahram Sementara
(ghairu muabbad)
Mahram
Mahram Selamanya

Boleh Berduaan (khalwah)


Boleh Terlihat Sebagain Aurat
Boleh Bersentuhan Kulit
Mahram
Mahram Selamanya

Nasab
Pernikahan
Persusuan
1. Nasab

1
4 ayah Ibu 5
Bibi (ayah) Bibi (ibu)

saudara LAKI-LAKI 3
saudari

6 2 7
Anak pr
keponakan keponakan
2. pernikahan

1 ayah 4
Mertua Istri ayah

istri LAKI-LAKI

2 3
Anak tiri Anak laki Istri anak
(menantu)
3. Persusuan

Ibu yang menyusui.


Ibu dari wanita yang menyusui (nenek).
Ibu dari suami yang istrinya menyusuinya (nenek juga).
Anak wanita dari ibu yang menyusui (saudara wanita
sesusuan).
Saudara wanita dari suami wanita yang menyusui.
Saudara wanita dari ibu yang menyusui.
Mahram Sementara

Istri orang lain


Saudara ipar
Wanita yang masih dalam masa Iddah
Istri yang telah ditalak tiga
Menikah dalam keadaan Ihram
Menikahi wanita pezina
Menikahi istri yang telah dili`an
Menikahi non muslim yang bukan
kitabiyah
Rukun Nikah
WALI IJAB KABUL

KEDUA
2 SAKSI
MEMPELAI
Rukun Nikah

MUSLIM

LAKI-LAKI

SYARAT
AKIL
WALI
NIKAH BALIGH

MERDEKA

ADIL
Rukun Nikah
Para Wali

Ayah kandung
Kakek, atau ayah dari ayah
Saudara (kakak / adik laki-laki) se-ayah dan se-ibu
Saudara (kakak / adik laki-laki) se-ayah saja
Anak laki-laki dari saudara yang se-ayah dan se-ibu
Anak laki-laki dari saudara yang se-ayah saja
Saudara laki-laki ayah
Anak laki-laki dari saudara laki-laki ayah (sepupu)
KAKEK

IBU 2 IBU AYAH PAMAN

SAUDARA SAUDARA GADIS SEPUPU

KEPONAKAN KEPONAKAN
Rukun Nikah
Syarat Saksi
Dua orang
Laki-laki
Muslim
Akil
Baligh
Merdeka
Adil (tidak fasik)
Rukun Nikah
Syarat Ijab Kabul
Satu Majelis
Suami-Wali sudah tamyiz
Suami-Wali saling paham
Ijab dan Kabul tidak bertentangan
Dengan fi`il Madhi
Tidak harus bahasa arab
Tidak harus bersambung