Anda di halaman 1dari 24

BENIGN PAROXYSMAL

POSITIONAL VERTIGO
(BPPV)
MUHAMMAD FAUZAN AZHIMAN

Laporan Kasus
LAPORAN KASUS

I. Identitas Pasien
Nama : Ny. L
Umur : 36 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Status : Menikah
Pendidikan : Sarjana
Pekerjaan : Ibu rumah tangga
Alamat : Jl. Tentara Pelajar
Tanggal masuk : 15 November 2017

II. Subyektif
Autoanamnesis tanggal : 15 November 2017

 Keluhan Utama
Kepala pusing berputar
 Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien datang ke poli syaraf rumah sakit umum
daerah kota mataram dengan keluhan kepala terasa
pusing berputar sejak 3 hari yang lalu. Pusing
dirasakan selama kurang lebih 20 detik. Pusing yang
dirasakan timbul secara tiba-tiba dan dirasakan hilang
timbul. Pasien merasa dirinya melayang mengitari
ruangan, terutama jika pasien membuka mata dan
mengubah posisi kepala, dari posisi tidur ke posisi
duduk atau tegak/berdiri.
Pasien merasakan rasa penuh dan suara berdenging
pada telinga kiri. Penurunan pendengaran sebelah
kanan sudah di rasakan pasien sejak msh bersekolah di
SMA. Sebelumnya pasien tidak pernah merasakan
pusing yang sehebat ini. Keluhan juga disertai dengan
mual dan muntah selama kepala terasa pusing. Pasien
akan merasakan pusing jika berubah posisi ke arah kiri.
Pasien lebih nyaman jika memejamkan matanya. Tidak
ada gangguan penglihatan selama keluhan ini dirasakan.
Tidak ada riwayat trauma/terjatuh dan demam
sebelumnya. Tidak ada riwayat kejang dan penurunan
kesadaran. Di keluarga pasien tidak ada yang merasakan
keluhan yang seperti dirasakan pasien saat ini. Keluhan
seperti ini baru dirasakan pertama kali.
 Riwayat Penyakit Dahulu
Riwayat merokok disangkal
Riwayat darah tinggi disangkal

 Riwayat Penyakit Keluarga


Tidak ada keluarga pasien yang mengeluh adanya
keluhan yang sama seperti yang dirasakan pasien.

 Riwayat Sosial Ekonomi dan Pribadi


Cukup
III. Objektif (11 November 2017)
Status Present
 Kesadaran : Composmentis
 GCS : 15 (E4.M6.V5)
 Tekanan darah : 130/70 mmHg
 Nadi : 79 x/ menit
 Respirasi : 20 x/ menit
 Suhu : 36,7 oC
 Kesadaran : GCS = E4M6V5 (Compos mentis)
 FKL : Dalam batas normal
 Rangsang menings : Kaku kuduk (-), Kernig sign (-)
 Nn. Cr : Pupil bulat isokor diameter 2,5 mm ODS
RCL +/+ RCTL +/+
Nn. Cr lain : Dalam Batas Normal
 Nistagmus : (+) Horizontal
 Motorik :
 Sensibilitas : Dalam batas normal

 Otonom : BAB dan BAK lancar


DIAGNOSIS KERJA

 Diagnosis Klinis : Vertigo

 Diagnosis Topis : Vestibular

 Diagnosis Etiologis : Benign Paroxysmal Positional


Vertigo
Pemeriksaan Laboratorium (16/11/2017) :
 Darah rutin : Dalam batas normal
 Ureum : meningkat
 Kreatinin : meningkat
PLANNING (RENCANA AWAL)

Terapi :
Non Farmakologi
 Tirah baring total

Farmakologi
 IVFD RL 20 tpm
 Inj. Paracetamol 3 gr/ 8j/ IV
 Inj. Sohobion 1 amp/drips
 Inj. Ranitidin amp/ 12j/ IV
 Inj Dexametason amp/extra/IV
 Flunarizine tab 2x1
 Vastigo 6 mg 2x1
 Fe tab 2x1
 Citicolin 250 mg/12j/IV
 As. Traksenamat 500 mg/8j/IV
 Cek Ureum Kreatinin
 Cek Darah Rutin
 Koordinasi, Gait dan Keseimbangan
 Cara berjalan : tidak dilakukan
 Test Romberg : tidak dilakukan
 Disdiadokokinesis : baik
 Test finger to nose : baik
 Test hell to knee : baik
 Ataksia : tidak dilakukan
 Rebound phenomen : tidak dilakukan
Prognosis
 Ad vitam : ad bonam
 Ad fungsionam : ad bonam
 Ad sanationam : ad bonam
TINJAUAN PUSTAKA

I. Definisi BPPV (Benign Paroxysmal


Positional Vertigo) :
 salah satu jenis vertigo vestibular tipe perifer yang
paling sering dijumpai dalam praktek sehari-hari,
ditandai dengan serangan-serangan yang
menghilang spontan
 kelainan pada telinga bagian dalam yang mana
ada pengulangan episodic dari vertigo posisional
 kelainan pada bagian vestibular
II. Etiologi
 Idiopatik
Sekitar 50% penderita BPPV tidak diketahui
penyebabnya.
 Simtomatik
Pasca trauma, pasca-labirinitis virus, insufisiensi
vertebrobasilaris, Meniere, pasca-operasi, ototoksisitas,
mastoiditis kronik.
Pada orang tua, penyebab paling umum adalah
degenerasi dari sistem vestibular dari telinga bagian
dalam
III. Patofisiologi
Terdapat 2 hipotesa yang menerangkan patofisiologi
BPPV, yaitu :
 Hipotesa kupulotiasis
 Hipotesa kanalitiasis
IV. Manisfestasi Klinis
 Gejala umum : pusing biasanya muncul setelah
beberapa gerakan kepala, bermasalah dengan
keseimbangan, dan rasa ingin muntah (mual)
 Vertigo pada BPPV dirasakan berputar, bisa disertai
rasa mual, kadang-kadang muntah. Setelah rasa
berputar menghilang pasien bisa merasa melayang
 Umumnya BPPV menghilang sendiri dalam
beberapa hari sampai minggu dan kadang-kadang
bisa kambuh lagi
V. Diagnosis
Diagnosis BPPV ditegakkan secara klinis berdasarkan :
 Anamnesis
Adanya vertigo yang terasa berputar, timbul mendadak
pada perubahan posisi kepala atau badan, lamanya
kurang dari 30 detik, bisa disertai oleh rasa mual,
kadang-kadang muntah.
 Pemeriksaan fisik
Pada yang idiopatik tidak ditemukan kelainan. Pada
yang sistomatik bisa ditemukan kelainan neurologic
fokal, atau kelainan sistemik
VI. Penatalaksanaan
 Komunikasi dan informasi
 Medikamentosa
 Latihan
a. Metode brandt daroff
b. Manuver Epley
c. Manuver Semont
d. Manuver Lempert
 Terapi bedah
1. Lesi Sentral, gejalanya: Pada penderita ditemukan gejala:

PEMBAHASAN
• Onset bertahap dan berlangsung dalam • Onsetnya mendadak dan berlangsung
hari sampai minggu (permanen) beberapa detik sampai beberapa menit.
• Pusing tidak tergantung perubahan • Pusing tergantung perubahan posisi dan
posisi dan gerakan kepala. gerakan kepala.
• Serangan ringan • Serangan berat.
• Nystagmus bisa (-) dan bila (+) arah • Nystagmus (+) arah horizontal
vertical atau multidireksi • Tidak ada gejala gangguan batang otak,
• Terdapat gejala gangguan serebelum dan korteks serebral.
o batang otak: diplopia, disartria,
disfagia, disfonia
o serebelum: gangguan koordinasi,
kesulitan melakukan pergerakan yang
butuh ketrampilan.
o korteks serebral: gejala iritatif, gejala
fokal, deficit sensori dan motorik.

 Jadi kemungkinan lesi sentral dapat disingkirkan


2. Lesi Perifer, gejalanya: Pada penderita ditemukan gejala:

• Organ yang terkena bisa: • Gejalanya berlangsung dalam beberapa


• gejalanya berlangsung dalam beberapa beberapa detik serta diperberat oleh
detik sampai beberapa menit dan perubahan posisi dan gerakan kepala.
intermiten serta tergantung posisi dan • Serangan berat.
gerakan kepala. • Nystagmus (+) horizontal.
• Serangan berat • Terdapat mual dan muntah.
• Selalu disertai nystagmus (+) arah • Tidak ada gangguan pendengaran.
horisontal.
• Terdapat gejala otonom, seperti mual,
muntah, keringatan.
• Biasanya ada disfungsi pendengaran.

 Jadi kemungkinan lesi perifer belum dapat disingkirkan


Etiologi dan gejalanya: Pada penderita ditemukan gejala:

1. Trauma Kepala • Nystagmus (+) horizontal.


• Terdapat riwayat trauma kepala • Terdapat mual dan muntah.
sebelumnya • ada gangguan pendengaran
• Tidak terdapat riwayat keluar cairan
2. Infeksi Telinga Tengah berbau dari telinga
• Terdapat riwayat keluar cairan berbau • terdapat riwayat rasa penuh dalam
dari telinga telinga
• Terdapat riwayat rasa penuh dalam
telinga.

3. Idiopatik
• Tidak terdapat riwayat trauma kepala
• Tidak terdapat riwayat keluar cairan
berbau dari telinga dan rasa penuh
dalam telinga.
• Terjadi tanpa diketahui penyebabnya.

 Jadi kemungkinan etiologi trauma kepala dan infeksi


telinga tengah dapat disingkirkan, kemungkinan
etiologi idiopatik belum dapat disingkirkan.
PENUTUP

 Kesimpulan
 Benign Paroxysmal Positional Vetigo didefinisikan
sebagai kelainan pada telinga bagian dalam yang
mana ada pengulangan episodic dari vertigo
posisional
 Penyebab dari BPPV yaitu Idiopatik dan simtomatik
(pasca trauma, pasca-labirinitis virus, degenerasi
dari sistem vestibular dari telinga bagian dalam)
 Terdapat 2 hipotesa yang menerangkan patofisiologi
BPPV, yaitu : hipotesa kupulotiasis dan hipotesa
kanalitiasis
 Vertigo pada BPPV dirasakan berputar, bisa disertai
rasa mual, kadang-kadang muntah. Setelah rasa
berputar menghilang pasien bisa merasa melayang.
 Umumnya BPPV menghilang sendiri dalam beberapa
hari sampai minggu dan kadang-kadang bisa kambuh
lagi.
 Diagnosa BPPV didapatkan dari anamnesa,
pemeriksaan fisik, tes Dix Hallpike dan
Elektronistagmografi
 Terapi dari BPPV yaitu komunikasi dan informasi,
medikamentosa, latihan (manuver Brandt Daroff,
Manuver Epley), terapi pembedahan (Cannal Plugging)