Anda di halaman 1dari 26

ANATOMI DAN FISIOLOGI

PAYUDARA
anggota
1. Ai Aisah
2. Ayie Akroyani
3. Eka Inten dewi
4. Lilis Hermaliana
5. Lingga
6. Lisa Damayanti
7. Rizka Nur Fitriani
8. Pranita Andriyati
Anatomi Payudara
Pada wanita kelenjar mamae mulai
berkembang pada permulaan masa
pubertas atau adolesen yaitu pada umur
11-12 tahun
Kelenjar mamae tumbuh menjadi besar
sebelah lateral linea aksilaris
anterior/media sebelah kranial ruang
interkostalis III dan sebelah kaudal ruang
interkostalis 7 dan 8
Struktur kelenjar mamae
Terdapat diatas bagian luar fasia torakalis
super fisialis didaerah jaringan lemak
subkutis.
 Kearah lateral sampai kelinea axkilaris
media
 Medial melewati linea medial mencapai
kelenjar mamae sisi yang lain
 Kearah bawah mencapai daerah aksila (
lipatan ketiak)
Kelenjar mamae menyebar disekitar
areola mamae dan mempunyai lobus antara
15-20.
Tiap lobus berbentuk piramid dengan
puncak mengarah kearah areola mamae.
Masing-masing lobus dibatasi oleh septum
yang terdiri atas jaringan fibrosa yang
padat. Serat jaringan ikat fibrosa terbentang
dari kulit ke fasia pektoralis yang menyebar
diantara jaringan kelenjar.
Tiap lobus kelenjar mamae mempunyai
saluran keluar yang disebut duktus laktiferus
yang bermuara kepapila mamae. Pada daerah
areola mamae, duktus laktiferus melebar
disebut sinus laktiferus. Didaerah terminalis,
lumen sinus ini, mengecil dan bercabang-cabang
ke alveoli.
Diantara jaringan kelenjar dan jaringan
fibrosa, ruangannya diisi oleh jaringan lemak
yang membentuk postur dari mamae sehingga
permukaan mamae terlihat rata. Bagian dalam
kelenjar mamae dapat dipisahkan dengan
mudah dari fasia, dan kedudukan mamae
mudah bergeser.
1. STRUKTUR PAYUDARA

Kelenjar mamae / payudara (buah dada)


adalah perlengkapan organ reproduksi
pada wanita dan mengeluarkan air susu.
Buah dada cenderung kedepan dengan
putting ditengahnya, yang terdiri atas kulit
dan jaringan erektil dan berwarna tua
payudara terletak dibawah kulit dan diatas
otot dada merupakan perubahan dari
kelenjar payudara.
Payudara dewasa beratnya kira-kira 200gr,
yang kiri umumnya lebih besar dari yang
kanan. Pada waktu hamil payudara
membesar, mencapai 600gr dan pada ibu
menyusui 800gr selama 9 bulan kehamilan.
Jaringan payudara tumbuh dan menyiapkan
fungsinya untuk menyediakan makanan bagi
bayi baru lahir.
2. ANATOMI PAYUDARA
A. Letak
Secara vertikal payudara terletak diantara
costa II dan VI, secara horizontal mulai
dari pinggir sternum sampai linea aksilaris
medialis. Kelenjar susu berada di jaringan
subkutan, tepatnya diantara jaringan
subkutan superfisial dan profundus, yang
menutupi muskulus pektoralis mayor,
sebagian kecil 100 anterior dan oblikus
eksterna.
B. Bentuk dan ukuran
Bentuk dan ukuran payudara akan bervariasi
menurut aktifitas fungsionalnya seperti apa
yang didapatkan pada masa sebelum pubertas,
pubertas adolesen dewasa menyusui dan
multipara. Kedua payudara tidak selalu
mempunyai ukuran dan bentuk yang sama.
Bentuk payudara mulai terbentuk lengkap 1
atau 2 tahun setelah menstruasi pertama kali.
Hamil dan menyusui akan menyebabkan
payudara bertambah besar dan akan
mengalami pengecilan (atrofi) setelah
menopause.
Payudara akan menutupi sebagian besar
dinding dada. Payudara di batasi oleh
tulang selangka (klavikula) dan tulang dada
(sternum).
Jaringan payudara bisa mencapai ke daerah
ketiak dan otot yang berada pada
punggung bawah sampai lengan atas
(latissimus dorsi)
Kelenjar getah bening terdiri dari sel
darah putih yang berguna untuk melawan
penyakit.
Kelenjar betah bening didrainase oleh
jaringan payudara melalui saluran limfe dan
menuju nodul-nodul kelnjar di sekitar
payudara sampai ke ketiak dan tulang
selangka. Nodul limfe berperan penting pada
penyebaran kanker payudara terutama nodul
kelenjar di daerah ketiak.
Payudara menjadi besar saat hamil dan
menyusui dan biasanya mengecil setelah
menopause. Pembesaran ini terutama di
sebabkan oleh pertumbuhan stroma jaringan
penyangga dan penimbunan jaringan lemak.
Ukuran payudara rata-rata mahasiswa
tahun 1975 sekitar 3,03 lipiec, sedangkan
siswa SMP tahun 1980 adalah 5,0 lipiec,
maka dapat disimpulkan bahwa memang
ada kecenderungan membesarnya payudara
pada generasi yang mendatang.
Di samping itu juga ada perbedaan
diantara warna, bentuk dan luas kalang
payudara (arcola mammae) serta lokasi dan
bentuk putingnya, malah ukuran dari kedua
payudara kanan dan kiri pada seseorang
pasti jarang yang sama.
Struktur makro
a. Corpus
Alveolus, yaitu unit terkecil yang
memproduksi susu. Bagian dari alveolus
adalah sel aciner, jaringan lemak, sel plasma,
sel otot polos dan pembuluh darah. Lobulus,
yaitu kumpulan dari alveoluslobus yaitu
beberapa lobulus yang berkumpul menjadi
15-20 lobus pada tiap payudara. ASI
disalurkan dari alveolus ke dalam saluran
kecil (duktulus), kemudian beberapa
duktulus bergabung membentuk saluran
yang lebih besar (duktuslaktiverus).
B. Aerolla
Daerah lingkaran yang terdiri dari kulit yang
longgar dan mengalami pigmentasi dan
masing-masing payudara bergaris tengah kira-
kira 2,5 cm. Aerolla berwarna merah muda
pada wanita yang berkulit cerah, lebih gelap
pada wanita yang berkulit coklat, dan warna
tersebut menjadi gelap pada waktu hamil. Di
daerah aerola ini terletak kira kira 20
glandula sebacea. Pada kehamilan aerola ini
membesar dan di sebut tuberculum
montgomery.
 Pada daerah ini akan di dapatkan kelenjar
keringat, kelenjar lemak dari montgomery
yang membentuk tubekell dan akan
membesar selama kehamilan. Kelenjar
lemak ini akan menghasilkan suatu bahan
yang dapat melicinkan kalang payudara
selama menyusui. Di bawah ini kalang
payudara terdapat duktus laktiferus yang
merupakan tempat penampungan air susu.
Luasnya kalang payudara bisa 1/3 sampai
½ dari payudara.
C Papilia mamae
Adalah bagian menonjol dipuncak payudara.
Terletak di pusat areola mamae setinggi iga
(kosca) ke-4. papila mamae merupakan suatu
tonjolan dengan panjang kira-kira 6 mm,
tersusun atas jaringan erektel berpigmen dan
merupakan bangunan yang sangat peka.
Permukaan papila mamae berlubang-lubang
berupa ostium papilarea kecil kecil yang
merupakan muara duktus aktifer. Duktus
laktifer ini dilapisi oleh epitel
Bentuk putting ada 4
Yaitu : bentuk normal, pendek atau datar,
panjang, dan terbenam.
Struktur mikro
A. alveolli
Mengandung sel-sel yang mengsekresikan air
susu setiap alveolus dilapisi oleh sel-sel yang
mensekresi air susu,disebut acini.Yang
mengekstraksi faktor-faktor dari darah yang
penting untuk pembentukan air susu.
Disekeliling setiap alveolus terdapat sel-sel
mioepitel yang kadang disebut sel keranjang
(basket cell) atau sel laba-laba (spider cell)
apabila sel-sel ini dirangsang oleh oksitosin
akan berkontraksi sehingga mengalirkan air
susu kedalam duktus lactifer.
next
B. tubulus lactifer
saluran kecil yang berhubungan dengan alveoli
C. Duktus lactifer
saluran sentral yang merupakan muara beberapa
tubulus lactifer.
D.Ampulla
bagian dari dukutus yang melebar yang merupakan
tempat menyimpan air susu. Ampulla terletak
dibawah areolla. Lanjutan msing-masing duktus
lactifer meluas dari ampulla sampai muara pappila
mammae.
Kolostrum
Kolostrum adalah cairan pra susu yang dihasilkan
ibu dalam 24-36 jam pertama setelah melahirkan.
Kolostrum mensuplai beberapa faktor kekebalan
atau imun dan faktor pertumbuhan pendukung
kehidupan dengan kombinsi zat atau nutrien yang
sempurna untuk menjamin kelangsunan hidup.
Pertumbuhan dan kesehatan bagi BBL kolostrum
disekresi selama kehamilan dan tampak lebih awal
payudaranya telah berfungsi secra penuh
sebelumnya. Pada saat permulaan diproduksi
kolostrum berupa cairan jernih air, tetapi kemudaian
menjadi lebih kuning warna dan konsistensinya lebih
menyerupai krim yang encer menjelang akhir
kehamilan. Setelah kelahiran warnanya semakin
berubah sampai hari ketiga pasca partum.
Kolosrtrum tampak lebih menyerupai air susu
warna lebih pucat konsistensinya lebih encer.
Fisiologi laktasi
Laktasi mempunyai 2 pengertian yaitu produksi asi
(prolaktin) dan pengeluaran asi (oksitosin)
1. Prolaktin
Pembentukan payudara saat embrio berusia 18-
19 minggu, dan berakhir ketika mulai menstruasi.
Hormon yang berperan adalah progesteron dan
estrogen yang membantu maturasi alveoli.
Selama kehamilan hormon prolaktin dari
plasenta akan meningkat tetapi asi belum keluar
karena pengaruh estrogen yang tinggi. Kadar
estrogen dan progesteron akan turun pada hari
ke 2-3 hari pasca persalinan sehingga terjadi
sekresi asi.
A. Refleks Prolaktin
Akhir kehamilan hormon prolaktin
memegang peran untuk membuat kolostrum,
tetapi jumlah olostrum terbatas di karenakan
aktifitas prolaktin di hambat oleh estrogen
dan progesteron yang masih tinggi hisapan
akan merangsang puting susu dan kalang
payudara, karena ujung saraf sensorik yang
berfungsi sebagai reseptor mekanik.
Rangsangan ini akan di lanjutkan ke
hipotalamus melalui medulla spinalis
hipotalamus yang akan menekan pengeluaran
faktor penghambat sekresi prolaktin dan
sebaliknya merangsang pengeluaran faktor
pemicu sekresi prolaktin.
B. repleks aliran (let down refleks)
Bersamaan dengan pembentukan
prolaktin oleh hipofisie anterior
rangsangan yang berasal dari isapan bayi di
lanjutkan ke hipofisis anterior yang
kemudian di keluarkan oleh oksitosin.
Refleks yang penting dalam mekanisme
hisapan bayi yaitu:
1. Refleks menangan (rooting refleks)
2. Refleks menghisap (sucking refleks)
3. Refleks menelan (swallowing refleks)
2. Pengeluaran Asi oksitosin
Apabila bayi di susui maka gerakan menghisap
yang berirama akan menghasilkan rangsangan
saraf yang terdapat di grandula pituitari
posterior, sehingga keluar hormon oksitosin.
ha;l ini menyebabkan sel miopitel di sekitar
alveoli akan berkontraksi dan mendorong asi
masuk dalam pembuluh ampula pengeluaran
oksitosin selain di pengaruhi oleh isapan bayi
juga oleh reseptor yang terletak pada duktus.
Bila duktus mau melebar, maka secara
refletoris oksitosin di keluarkan oleh hipofisis.
3. Pemeliharaan laktasi
Faktor yang penting dalam pemeliharaan
laktasi :
a. Rangsangan
b. Pengosongan payudara secara sempurna
4. Air susu ibu
Perubahan kolostrum menjadi air susu yang
matur berlangsung bertahap selama 14 hari
pertama kehidupan bayi. Kadang-kadang fase
peralihan memerlukan waktu yang lebih lama
dan sangat bergantung apakah jaringan
glandula mammae sudah di aktifkan
sebelumnya atau baru pertama kali.