Anda di halaman 1dari 19

Komunikasi Antar Pribadi

Teori Dua Faktor Frederick Herzberg

KELOMPOK 1 :
MARTIN
WINDA
SEPTEMBE
WIDYA
GILBERT
Apa itu Komunikasi Antar Pribadi

komunikasi antar pribadi dapat didefinisikan sebagai


proses hubungan yang tercipta, tumbuh dan berkembang
antara individu yang satu dengan individu lain dengan
gayanya sendiri menyampaikan pesan kepada yang lain
sedangkan yang satu dengan gayanya sendiri menerima
pesan dari sumber.
Karakteristik Komunikasi Antarpribadi

• Judy C. Pearson (1983) menyebutkan enam karakteristik


komunikasi antarpribadi yaitu :

• Komunikasi antarpribadi dimulai dengan diri pribadi (self).

• Komunikasi antarpribadi bersifat transaksional.


 Komunikasi antar pribadi mensyaratkan adanya
kedekatan fisik antara pihak-pihak yang berkomunikasi.

 Komunikasi antarpribadi melibatkan pihak-pihak yang


saling tergantung satu dengan lainnya (interdependen)
dalam proses komunikasi.

 Komunikasi antarpribadi tidak dapat diubah maupun


diulang.
Proses-proses komunikasi antarpribadi

Pengirim Pesan => Pesan => Penerimaan Pesan => Efek =>
Umpan Balik
Jenis-jenis Komunikasi AntarPribadi

 Secara teoritis komunikasi antarpribadi diklasifikasikan


menjadi dua jenis menurut sifatnya (Effendy, 2003) yaitu :
 Komunikasi diadik (dyadic communication)
 Komunikasi diadik adalah komunikasi antar pribadi yang berlangsung
antara dua orang yakni seorang adalah komunikator yang
menyampaikan pesan dan seorang lagi komunikan yang menerima
pesan. Oleh karena perilaku komunikasinya dua orang, maka dialog
yang terjadiberlangsung secara intens.

 Komunikasi triadik (triadic communication)


 Komunikasi triadik ini adalah komunikasi antarpribadi yang pelakunya
terdiri dari tiga orang, yakni seorang komunikator dan dua orang
komunikan. Jika misalnya A yang menjadi komunikator , maka ia
pertama-tama menyampaikan kepada komunikan B, kemudian kalau
dijawab atau ditanggapi , beralih kepada komunikan C, juag secara
berdialogis.
Tujuan Komunikasi Antarpribadi

•Menyampaikan informasi
•Berbagi pengalaman
•Menumbuhkan simpati
•Melakukan kerja sama
•Menceritakan kekecewaan atau kekesalan
•Menumbuhkan motivasi
Efektifitas Komunikasi Antar Pribadi

 Komunikasi antarpribadi merupakan komunikasi


paling efektif untuk mengubah sikap, pendapat atau
perilaku seseorang. Setelah kita memahami
pengertian komunikasi antarpribadi, dalam
perjalanannya antara komunikasi antarpribadi
kepada sebuah konsep diri sebaiknya kita
memberikan sedikit pemarapan tentang ciri
komunikasi antarpribadi yang efektif yaitu :
 Keterbukaan (Openes)
 Keterbukaan atau sikap terbuka sangat berpengaruh dalam
menumbuhkan komunikasi antarpribadi yang efektif. Keterbukaan
adalah pengungkapan reaksi atau tanggapan kita terhadap situasi
yang sedang dihadapi serta memberikan informasi tentang masa
lalu yang relevan untuk memberikan tanggapan kita di masa kini
tersebut.

 Positif (Positiveness)
 Rasa positif merupakan kecenderungan seseorang untuk mampu
bertindak berdasarkan penilaian yang baik tanpa merasa bersalah
yang berlebihan, menerima diri sebagai orang yang penting dan
bernilai bagi orang lain, memiliki keyakinan atas kemampuannya
untuk mengatasi persoalan, peka terhadap kebutuhan orang lain,
pada kebiasaan sosial yang telah diterima.
 Kesamaan (Equality)
 Kesetaraan merupakan perasaan sama dengan orang lain, sebagai
manusia tidak tinggi atau rendah, walaupun terdapat perbedaan
dalam kemampuan tertentu, latar belakang keluarga atau sikap
orang lain terhadapnya.

 Empati (Empathy)
 Empati adalah kemampuan seseorang untuk menempatkan dirinya
pada posisi atau peranan orang lain. dalam arti bahwa seseorang
secara emosional maupun intelektual mampu memahami apa yang
dirasakan dan dialami orang lain.

 Dukungan (Supportiveness)
 Dalam komunikasi antarpribadi diperlukan sikap memberi
dukungan dari pihak komunikator agar komunikan mau
berpartisipasi dalam komunikasi.
Hal-hal yang Mempengaruhi Komunikasi
Antar Pribadi

1. Persepsi interpersonal
2. Konsep diri
3. Atraksi interpersonal
4. Hubungan interpersonal
Teori Dua Faktor Frederick Herzberg

 Menurut Frederick Herzberg yang dikutip oleh


Hasibuan (2014:228),mengemukakan Herzberg’s
two factors motivation theory atau teori motivasi dua
faktor atau teori motivasi kesehatan atau faktor
higienis. Menurut teori ini motivasi yang ideal yang
dapat merangsang usaha adalah peluang untuk
mengembangkan kemampuan. Herzberg
menyatakan bahwa orang dalam melaksanakan
pekerjaannya dipengaruhi oleh dua faktor yang
merupakan kebutuhan, yaitu:
Faktor Higienis ( Hygiene Factor/Maintenance Factors )

Maintenance factor adalah faktor pemeliharaan yang berhubungan


denganhakikat manusia yang ingin memperoleh ketentraman secara
kesehatan kebutuhan ini akan kembali pada titik nol setelah dipenuhi.
Faktor pemeliharaan ini meliputi :
 Kebijakan dan Administrasi Perusahaan
 Dengan komunikasi dua arah akan terjadi suatu
komunikasi antar pribadi sehingga berbagai kebijakan yang
diambil oleh organisasi bukan hanya merupakan keinginan
dari pimpinan saja tetapi merupakan kesepakatan dari
semua unsur organsasi
 Hubungan dengan rekan kerja
 Untuk dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik ,
haruslah didukung oleh suasana kerja atau hubungan kerja
yang harmonis, yaitu terciptanya hubungan yang akrab,
kekeluargaan dan saling mendukung baik itu hubungan
antara sesama pegawai atau antara pegawai dengan
atasan.
 Kondisi Kerja
 Kondisi kerja yang aman, nyaman dan tenang serta
didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai tentu
akan membuat pegawai betah untuk bekerja. Tentu saja
dengan kondisi kerja yg nyaman akan membuat
komunikasi antar karyawan menjadi lebih berkembang
sehingga dapat meningkatkan kualitas pekerjaan
 Kualitas Supervisi
 Supervisi yang efektif akan membantu meningkatkan
produktifitas pekerja melalui penyelenggaaan pekerjaan
yang baik, pemberian mengenai petunjuk- petunjuk yang
nyata sesuai standar kerja, dan perlengkapan pembekalan
yang memadai serta dukungan-dukungan lainnya.
Faktor Motivasi ( Motivation factors)

•Faktor Motivasi ( Motivation factors)


Motivation factors adalah menyangkut kebutuhan psikologis.
Faktor motivasi ini berhubungan dengan penghargaan terhadap pribadi
yang secara langsung berkaitan dengan pekerjaan. Faktor ini
dinamakan satisfiers yang meliputi :
 Prestasi ( Achievement )
 Setiap orang tentu menginginkan keberhasilan dalam tugas
yang dilaksanakan. Pencapaian prestasi atau keberhasilan dalam
melakukan suatu pekerjaan akan menggerakkan yang bersangkutan
untuk melakukan tugas tugas berikutnya.
 Pengakuan ( Recognition )
 Pengakuan terhadap prestasi merupakan alat motivasi yang ampuh,
bahkan bisa melebihi kepuasan yang bersumber dari pemberian
kompensasi. Sumber pengakuan dapat berasal dari atasan,
manajemen, klien, kolega profesional atau publik.
 Pekerjaan itu sendiri ( The work it self )
 Pekerjaan atau tugas yang telah memberikan perasaan kepuasan
telah mencapai sesuatu, tugas itu cukup menarik, tugas yang
memberikan tantangan bagi pegawai merupakan faktor motivasi.
 Tanggung Jawab ( Responsibility )
 Setiap orang yang bekerja pada suatu
perusahaan/organisasi ingin dipercaya memegang
jabatan dan tanggung jawab, serta wewenang yang
lebih besar dari apa sekedar yang telah diperolehnya.
 Kesempatan untuk Berkembang ( The
possibility of growth )
 Kemungkinan pertumbuhan ini bukan saja
peningkatan seseorang di dalam organisasi tetapi
juga situasi dimana seseorang itu dapat
meningkatkan keterampilan dan keahliannya.
Kesimpulan

 Komunikasi antar pribadi dapat didefinisikan sebagai


proses hubungan yang tercipta, tumbuh dan berkembang
antara individu yang satu (sebagai komunikator) dengan
individu lain (sebagai komunikan) dengan gayanya
sendiri menyampaikan pesan kepada yang lain
(komunikan), sedangkan yang satu (komunikan) dengan
gayanya sendiri menerima pesan dari sumber
(komunikator).
 Dengan dua factor yang dikemukakan oleh Frederick
Herzberg kita bias tahu bahwa dengan factor hygien dan
factor motivasi dapat mempengaruhi karyawan baik dari
pekerjaan maupun komunikasi diantara karyawan
maupun karyawan dengan atasan.